![]() ![]() |
May 2 2008, 07:48 PM
Post
#41
|
|
![]() BlueFame Hotter ![]() ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 692 Joined: 06/10/07 From: Motherland Member No.: 89.295 |
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (ITB) - BANDUNG 1. Tek. Kimia 52.85% 2. STEI 51.67% 3. Tek. Industri 50.96% 4. Fak. Framasi 47.98% 5. Tek. Mesin 45.45% 6. Tek. Arsitektur 44.88% 7. FTPP 43.58% 8. FTSL 43.54% 9. Tek. Penerbangan 40.74% 10. Tek. Fisika 39.78% 11.Tek. Material 38.86% 12. Tek. Planologi 37.35% 13. FITK 36.81% 14. FMIPA 36.62% 15. Fak. Saintek Hayati 35.88% |
|
|
|
May 2 2008, 07:48 PM
Post
#42
|
|
![]() BlueFame Hotter ![]() ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 692 Joined: 06/10/07 From: Motherland Member No.: 89.295 |
UNIVERSITAS INDONESIA - JAKARTA 1. Pend.Dokter 53.60% 2. Tek. Elektro 49.01% 3. Tek. Industri 48.90% 4. Tek. Kimia 48.50% 5. Ilmu Komputer 46.86% 6. Tek. Mesin 46.50% 7. Farmasi 44.10% 8. Arsitektur 43.52% 9. Sistem Informasi 43.21% 10. Tek. Metalurgi & Material 43.16% 11. Tek. sipil 42.50% 12. Tek. Perkapalan 41.52% 13. Pend. Dokter Gigi 41.10% 14. Ilmu Keperawatan 40.50% 15. Kesehatan Masyarakat 40.44% 16. Tek. Komputer 40.21% 17. Tek. Lingkungan 39.45% 18. Kimia 39.10% 19. Biologi 36.80% 20. Fisika 36.50% 21. Matematika 35.45% 22. Geografi 33.25% |
|
|
|
May 2 2008, 07:48 PM
Post
#43
|
|
![]() BlueFame Hotter ![]() ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 692 Joined: 06/10/07 From: Motherland Member No.: 89.295 |
UNIVERSITAS PADJADJARAN - BANDUNG 1. Pend. Dokter 52.28% 2. Farmasi 45.01% 3. Psikologi 43.92% 4. Pend. Dokter Gigi 43.25% 5. Ilmu Keperawatan 38.10% 6. Statistika 37.75% 7. Tek. Pangan 36.24% 8. Matematika 25.63% 9. Biologi 34.82% 10. Tek. Geologi 34.71% 11. Agribisnis 34.71% 12. Kimia 34.71% 13. Fisika 32.93% 14. Tek. Pertanian 32.72% 15. Ilmu Kelautan 32.42% 16. Peternakan 30.06% 17. Pemuliaan Tanaman 29.09% 18. Agronomi 29.04% 19. Ilmu Tanah 29.04% 20. Perikanan 28.78% 21. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan 28.03% |
|
|
|
May 2 2008, 07:49 PM
Post
#44
|
|
![]() BlueFame Hotter ![]() ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 692 Joined: 06/10/07 From: Motherland Member No.: 89.295 |
UNIVERSITAS DIPONEGORO - SEMARANG 1.FK48.81 2.Tek. sipil 41.02 3.Tek. kimia 39.82 4.mat 46.22 5.Tek. mesin 33.77 6.manj. SD perairan 43.16 7.nutrisi ternak 29.75 8.produksi ternak 31.50 9.Tek. elektro 48.50 10.kesehatan masyarakat 39.16 11.ilmu kelautan 34.44 12.bio 33.22 13.kim 33.11 14.fis 34.33 15.Tek. planologi 41.16 16.budi daya perairan 30.10 17.pemanf. SD perikanan 28.05 18.Tek. indutri 47.19 19.Tek. lingkungan 43.16 20.sosek peternakan 27.36 21.t. hasil ternak 32.16 22.ilmu keperawatan 37.08 23.oseanograf 34.02 24.tek. Hasil perikanan 32.10 25.gizi masyarakat 29.78 26.statistika 29.13 27.Tek. perkapalan 38.42 28.Tek. geologi 29.24 29.ilmu komputer 35.52 30.Tek. geodesi 29.32 |
|
|
|
May 2 2008, 07:49 PM
Post
#45
|
|
![]() BlueFame Hotter ![]() ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 692 Joined: 06/10/07 From: Motherland Member No.: 89.295 |
UNIVERSITAS GADJAH MADA (UGM) - YOGYAKARTA 1. agronomi 33.40 % 2. ilmu hama dan peny. Tumbuhan 31.10 % 3. pemuliaan tanaman 32.20 % 4. budi daya perikanan 35.20 % 5. agrobisnis 35.80 % 6. manj. SD perikanan 33.20 % 7. teknologi hasil pertanian 33.45 % 8. ilmu tanah 32.75 % 9. farmasi 42.31 % 10. farmasi obat alami 35.75 % 11. fisika 31.03 % 12. geofisika 33.30 % 13. elektonika&instrumen. 39.75 % 14. Kimia 36.70 % 15. Mat 35.94 % 16. FK 50.20 % 17. Ilmu keperawatan 38.60 % 18. Gizi kesehatan 37.70 % 19. Dokter gigi 43.85 % 20. Dokter hewan 38.69 % 21. Nutrisi& makanan ternak 30.00 % 22. Prod ternak 32.25 % 23. Sosek peternakan 33.45 % 24. Teknologi hasil ternak 34.60 % 25. Tek. pertanian 38.11 % 26. arsitektur 41.11 % 27. Tek. industri 50.20 % 28. Tek. geodesi 37.60 % 29. Tek. geologi 37.15 % 30. Tek. kimia 47.12 % 31. Tek. elektro 49.15 % 32. Tek. mesin 45.26 % 33. Tek. sipil 42.10 % 34. Tek. nuklir 42.80 % 35. Tek. pertanian 37.80 % 36. tek. Hasil pertanian 38.11 % 37. tek industri pertanian 35.16 % 38. ilmu komputer 47.86 % 39. statistika 39,30 % 40. manj. Hutan 37.54 % 41. budi daya hutan 30.00 % 42. konsv. SD hutan 29.60 % 43. budidaya hutan 31.00 % 44. biologi 35.20 % 45. geografi 26.22 % 46. geofisika 33.10 % 47. elektronika&instrumen 37.69 % 48. agronomi 35.55 % 49. pemuliaan tanaman 32.83 % 50. ilmu tanah 33.52 % 51. agrobisnis 35.10 % 52. ilmu hama 31.66 % 53. penyuluhan pertanian 27.80 % 54. nutrisi ternak 31.94 % 55. produksi ternak 32.50 % 56. sosek. Peternakan 31.52 % 57. tek. Hasil ternak 27.69 % 58. budidaya Perairan 32.33 % 59. tek hasil perikanan 28.75 % 60. manj. SD perairan 29.54 % 61. Tek. fisika 43.21 % 62. Tek. industri 45.24 % 63. ilmu keperawatan 33.54 % 64. fisika teknik 40.75 % |
|
|
|
May 2 2008, 07:50 PM
Post
#46
|
|
![]() BlueFame Hotter ![]() ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 692 Joined: 06/10/07 From: Motherland Member No.: 89.295 |
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS) - SURABAYA 1.Tek. sipil 45.25 2.Tek. mesin 48.27 3.Tek. elektro 48.51 4.Tek. kimia 47.50 5.Tek. perkapalan 43.47 6.arsitektur 45.77 7.Tek. fisika 40.19 8.Tek. lingkungan 43.80 9.Tek. kelautan 38.50 10.Tek. sistem perkapalan 39.47 11.mat 36.11 12.fis 33.69 13.kim 34.16 14.statistika 37.15 15.Tek. perkapalan 38.48 16.Tek. informatika 5.36 17.Tek. industri 49.94 18.desain prod. Industri 33.22 19.biologi 33.22 20.Tek. material 34.22 21.Tek. geodesi 34.50 22.sistem informatika 40.15 23.perenc. Wil dan kot 37.15 |
|
|
|
May 2 2008, 07:51 PM
Post
#47
|
|
![]() BlueFame Hotter ![]() ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 692 Joined: 06/10/07 From: Motherland Member No.: 89.295 |
UNIVERSITAS BRAWIJAYA - MALANG 1.manaj. SD perairan 27.50 2.budidaya perairan 30.20 3.Tek. sipil 41.16 4.Tek. mesin 43.44 5.Tek. elektro 45.02 6.arsitektur 40.12 7.Tek. pengairan 27.91 8.FK 46.75 9.Agronomi 28.47 10.Holtikultura 28.47 11.Ilmu hama&peny. T. 27.33 12.Tek. Hasil pertanian 34.88 13.Bio 32.50 14.Fis 30.70 15.Kim 33.25 16.Mat 32.22 17.Ilmu tanah 28.16 18.Agrobisnis 33.17 19.Penyuluhan pertanian 32.50 20.Nutrisi ternak 28.61 21.Prod. Ternak 29.50 22.Sosek peternakan 27.44 23.Tek. Hasil peternakan 27.36 24.Pemanf. SD perikanan 28.69 25.Tek. Hasil perikanan 28.05 26.Sosek perikanan 29.25 27.Tek. pertanian 29.25 28.pemuliaan tanaman 27.88 29.statistika 35.16 30.perenc. Wil. & kota 40.98 32.t. industri pertanian 37.16 33.ilmu keperawatan 31.08 % 34.ilmu komputer 42.08 % 35.gizi kesehatan 32.45 % |
|
|
|
May 2 2008, 07:51 PM
Post
#48
|
|
![]() BlueFame Hotter ![]() ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 692 Joined: 06/10/07 From: Motherland Member No.: 89.295 |
UNIVERSITAS SYIAH KUALA – BANDA ACEH 1.Ek Pembangunan 23,33 % 2.Ek Manajemen 22,56 % 3.Ek Akuntansi 23,77 % 4.Kedokteran Hewan 24,33 % 5.Ilmu Hukum 21,43 % 6.Teknik Sipil 28,88 % 7.Teknik Mesin 26,52 % 8.Teknik Kimia 24,10 % 9.Arsitektur 29,13 % 10.Teknik Elektro 27,51 % 11.Agronomi 20,31 % 12.Ilmu Tanah 19,78 % 13.Sosial Ekonomi Pertanian 20,45 % 14.Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan 19,70 % 15.Produksi Ternak 18,89 % 16.Teknologi Hasil Pertanian 20,21 % 17.Teknik Pertanian 22,37 % 18.FK 39,78 % 19.FKG 33,30 % 20.Ilmu Keperawatan 27,89 % 21.Matematika 18,35 % 22.Fisika 17,80 % 23.Kimia 19,31 % 24.Biologi 18,90 % 25.Ilmu Kelautan 21,75 % sumber: www.spmb.or.id |
|
|
|
May 3 2008, 02:40 PM
Post
#49
|
|
![]() Youth BlueFame ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 214 Joined: 27/03/08 From: Burlington - USA Member No.: 154.471 |
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (ITB) - BANDUNG 1. Tek. Kimia 52.85% 2. STEI 51.67% 3. Tek. Industri 50.96% 4. Fak. Farmasi 47.98% 5. Tek. Mesin 45.45% 6. Tek. Arsitektur 44.88% 7. FTPP 43.58% 8. FTSL 43.54% 9. Tek. Penerbangan 40.74% 10. Tek. Fisika 39.78% 11.Tek. Material 38.86% 12. Tek. Planologi 37.35% 13. FITK 36.81% 14. FMIPA 36.62% 15. Fak. Saintek Hayati 35.88% kampus sarjana gw...jadi kangen...pajan ta teume maen lom u bandung... |
|
|
|
May 3 2008, 02:41 PM
Post
#50
|
|
![]() Youth BlueFame ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 214 Joined: 27/03/08 From: Burlington - USA Member No.: 154.471 |
Panduan Memilih Perguruan Tinggi Dari 1465+ perguruan tinggi swasta di Indonesia, tentu saja tidak semuanya memenuhi kriteria minat, biaya dan prospek yang sudah anda tentukan. Coret PTS yang tidak memiliki program studi sesuai minat anda. Singkirkan PTS-PTS yang biaya kuliahnya terlalu mahal bagi anda, atau terlalu jauh dari tempat tinggal anda sehingga biaya untuk kuliah di sana akan terlalu tinggi. Dengan demikian daftar yang anda miliki akan semakin pendek. Tetapi itupun mungkin masih cukup panjang sehingga memerlukan pendalaman lebih jauh. Faktor apa lagi yang perlu dilihat dari suatu perguruan tinggi untuk menentukan pilihan akhir anda? Reputasi Kalau saya harus memilih salah satu PTS tanpa melihat faktor-faktor internal lainnya, pertimbangan utama yang paling gampang saya gunakan adalah reputasi PTS tersebut. Reputasi di sini berarti PTS yang bersangkutan secara umum dikenal sebagai PTS yang baik, memiliki sarana belajar mengajar yang baik dengan fasilitas yang memadai. Lulusannya pun tidak kesulitan dalam mencari pekerjaan. Bahkan ada lulusan PTS yang menjadi rebutan perusahaan-perusahaan pemakainya. Apakah tidak mungkin salah jika memilih PTS ini? Harus kita ingat, reputasi tidak datang dalam sekejap. Reputasi ini biasanya dibangun dengan kerja keras dan melalui proses yang panjang. Bisa saya katakan bahwa anda berada on the safe side jika memilih salah satu dari PTS-PTS ini. Bukan berarti lalu anda berhenti di sini saja. Masih ada hal-hal lain yang harus anda cermati. Status Akreditasi Status akreditasi ini adalah salah satu faktor yang paling sering digunakan oleh PTS untuk mengiklankan dirinya. Tidak terlalu salah memang, karena hal itu menunjukkan mutu/kemampuan PTS dalam menyelenggarakan suatu program studi. Status ini didapat setelah diadakan penilaian tentang semua unsur yang diperlukan untuk itu, termasuk fasilitas pendidikan, nisbah dosen tetap dan mahasiswa, kurikulum pendidikan, dan banyak hal lainnya. Masalahnya, tidak semua orang memahami dengan jelas tentang status ini, dan tampaknya banyak PTS yang menyadari dan memanfaatkan ketidaktahuan tersebut. Yang terutama adalah: status akreditasi diberikan kepada program studi di suatu PTS dan bukan kepada PTS yang bersangkutan. Jadi sebetulnya tidak ada istilah PTS yang disamakan. Yang benar adalah (satu atau lebih) program studi di PTS tersebut statusnya disamakan. Mungkin saja PTS tadi memiliki 3 program studi (misalnya A, B, dan C), masing-masing dengan jenjang S1 dan D3. Kalau program studi A jenjang D3 saja (satu dari enam) yang memperoleh status disamakan, apakah tepat kalau PTS tersebut mengatakan statusnya disamakan? Yang perlu anda ketahui juga, status akreditasi ini menentukan kemandirian suatu program studi dalam melaksanakan proses belajar mengajar, misalnya ujian negara atau penerbitan ijazah. Suatu program studi (sekali lagi bukan PTS) yang sudah dinyatakan terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) berhak untuk menyelenggarakan sendiri semua kegiatannya. Artinya anda tidak lagi harus mengikuti ujian negara yang dilaksanakan oleh Kopertis, dan ijazah yang anda terima cukup disahkan oleh PTS tempat anda kuliah. Sekali lagi, tanyakan dengan jelas status akreditasi program studi yang anda pilih. Jangan percaya begitu saja dengan klaim yang dikeluarkan oleh suatu PTS tentang statusnya. (Uraian yang lebih rinci tentang hal ini dapat anda lihat pada topik Akreditasi). Jalur dan Jenjang Pendidikan Berapa lama anda mau menghabiskan waktu di bangku kuliah? Secepatnya? Berapa cepat? Selain ditentukan oleh kemampuan anda, hal ini juga tergantung dari jalur/jenjang pendidikan yang anda ambil. Pendidikan tinggi di Indonesia mengenal dua jalur pendidikan, yaitu jalur akademik (jenjang sarjana) dan jalur profesional (jenjang diploma). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur profesional menekankan pada penerapan keahlian tertentu. (Untuk lebih lengkapnya silakan lihat Struktur Pendidikan Tinggi). Dalam kaitannya dengan waktu, jenjang sarjana membutuhkan waktu lebih lama (minimal 8 semester) dibandingkan dengan jenjang diploma (2 semester untuk D1 - 6 semester untuk D3). Hal ini tentu sangat berpengaruh pada biaya yang harus anda sediakan. Banyak orang, yang karena keterbatasannya, lebih memilih jenjang diploma dengan harapan cepat lulus dan mendapat pekerjaan. Perlu anda ketahui, jenjang diploma dirancang sebagai jenjang terminal. Artinya, lulusannya dipersiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja, bukan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi (walaupun sekarang ada yang disebut program lintas jalur, dari diploma ke sarjana). Ini berbeda dengan jenjang sarjana, yang membuka kesempatan lulusannya untuk terus mengembangkan ilmunya. Hal lain yang harus anda perhatikan adalah tingkat persaingan di pasar kerja. Kalau banyak tenaga sarjana yang tersedia, perusahaan akan lebih memprioritaskannya dibandingkan lulusan diploma. Gelar dan Sebutan Sesudah anda lulus, anda akan mendapat ijazah dan salah satu dari ini: gelar akademis atau sebutan profesional. Yang pertama anda tentu tahu, Sarjana Ekonomi (SE), Sarjana Hukum (SH), dan gelar lainnya. Gelar akademis ini diberikan kepada mereka yang menyelesaikan pendidikan melalui jalur akademik (jenjang sarjana). Lalu bagaimana kalau kita menyelesaikan pendidikan jalur profesional (jenjang diploma)? Bukan gelar akademis (Sarjana Muda, misalnya) yang kita dapatkan, melainkan sebutan profesional seperti Ahli Madya Komputer (AMd Komp). Sebutan ini mungkin belum terlalu memasyarakat, dan kadang-kadang dianggap kurang bergengsi. Banyak yang masih menggunakan (dan lebih menyukai) istilah D3-Komputer. Anda yang menentukan, gelar atau sebutan yang ingin anda tambahkan di belakang nama anda. Fasilitas Pendidikan Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Bukan (hanya) itu yang dimaksud dengan fasilitas pendidikan. Fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), bengkel, studio dan perpustakaan sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan mahasiswa. Mereka tidak hanya dituntut untuk menguasai wawasan keilmuannya saja, tetapi juga bagaimana menerapkannya di lapangan. Apalagi untuk jalur pendidikan profesional yang lebih bersifat aplikatif dan menekankan pada ketrampilan. Sekali lagi, jangan hanya tampilan fisik yang anda perhatikan. Boleh saja PTS memasang foto-foto gedungnya yang megah, laboratorium komputernya yang canggih. Tidak ada salahnya anda coba menanyakan, kapan mahasiswa berkesempatan untuk menggunakan fasilitas-fasilitas tersebut. Jangan-jangan hanya satu-dua kali per semester, atau hanya untuk mahasiswa tingkat akhir saja. Perhitungkan juga jumlah mahasiswa yang harus menggunakan fasilitas tersebut. Kualitas dan Kuantitas Dosen Perkembangan suatu PTS paling gampang dilihat dari jumlah mahasiswanya yang (selalu) bertambah. Ini sangat penting bagi PTS, karena mahasiswa adalah sumber utama (seringkali satu-satunya) pendapatan PTS. Dari merekalah PTS mencukupi kebutuhannya untuk membiayai operasional pendidikan, membangun gedung, menambah fasilitas pendidikan, termasuk membayar gaji dosen dan karyawannya. Oleh karena itulah ada kecenderungan PTS untuk menggali sebanyak mungkin potensi ini, baik secara kualitas (memperbesar uang gedung dan uang kuliah) maupun kuantitas (menerima sebanyak mungkin mahasiswa). Pada sisi lain, bertambahnya mahasiswa menuntut ditambahnya jumlah dosen. Bukan hal yang mudah mendapatkan dosen dengan jumlah yang memadai, apalagi yang memenuhi kualitas yang dibutuhkan. Padahal Undang-Undang Pendidikan Tinggi mensyaratkan tercapainya nisbah (rasio) antara dosen tetap dan mahasiswa sebesar 1:30 untuk bidang studi IPS dan 1:25 untuk bidang studi IPA. Mungkin faktor dosen ini merupakan salah satu faktor paling sulit bagi suatu PTS, dan karenanya sering diabaikan atau direkayasa. Pengabaian secara kuantitatif dilakukan dengan membebani dosen yang terbatas jumlahnya dengan beban mengajar yang besar, sehingga waktu dan tenaga dosen-dosen tersebut betul-betul tersita untuk itu. Seringkali hal ini dilakukan dengan mengabaikan aspek kualitas pengajarannya. Hampir tidak tersisa lagi waktu untuk melakukan penelitian atau pengabdian masyarakat yang merupakan pilar-pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bisa juga suatu PTS memenuhi aspek kuantitas dosen tetap ini, tetapi dengan mengkompromikan kualitasnya. Misalnya dosen yang mengajar tidak sesuai dengan bidang ilmunya, tidak terpenuhinya kepangkatan akademik dalam pengajaran atau bimbingan tugas akhir, dan lain sebagainya. Perekayasaan positif terjadi dengan penggunaan dosen-dosen tidak tetap. Biasanya dosen tidak tetap ini memenuhi persyaratan kelayakan mengajar, seperti latar belakang pendidikan, gelar dan kepangkatan akademis dan profesionalismenya. Masalahnya, dosen-dosen ini hanya menyediakan waktu yang terbatas kepada mahasiswa sesuai dengan status tidak tetapnya. Bagi PTS, mereka tidak bisa disertakan dalam penghitungan nisbah dosen tetap dan mahasiswa sehingga tidak berpengaruh dalam penentuan status akreditasi. Yang paling memprihatinkan adalah jika terjadi perekayasaan negatif. Dalam hal ini PTS berusaha dengan segala macam cara untuk memenuhi nisbah tersebut. Misalnya PTS masih mencantumkan nama dosen yang sudah tidak lagi menjadi dosen tetap di sana, atau nama seseorang tercantum sebagai dosen tetap di lebih dari satu PTS. Contoh lain adalah dengan cara meminjam nama. Seseorang yang memenuhi kualifikasi akademis "diangkat" sebagai dosen tetap dengan mendaftarkannya secara resmi ke instansi yang berwenang. Artinya, secara administratif seluruh persyaratan sudah dipenuhi dan "dosen" tersebut juga menerima gaji dari PTS. Tetapi, keterlibatannya dalam kegiatan akademik hampir atau memang tidak ada sama sekali. Sebelum anda mendaftar, cobalah untuk mencari tahu jumlah dosen tetap di PTS tersebut. Berapa orang yang bergelar S2, S3, dan mungkin ada yang sudah bergelar profesor. Kualitas keilmuan anda sangat banyak ditentukan oleh mereka. |
|
|
|
May 3 2008, 02:47 PM
Post
#51
|
|
![]() Youth BlueFame ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 214 Joined: 27/03/08 From: Burlington - USA Member No.: 154.471 |
10 Universitas terbaik di Indonesia (versi Tempo) Beberapa waktu lalu (20 Mei 2007) majalah Tempo tepat Pusat Data dan Analisis Tempo (PDAT) melakukan survey mengenai peringkat 10 besar perguruan tinggi di indonesia yg dilakukan selama desember 2006 s.d. januari 2007 kemaren. kali ini yg di survey adalah kalangan industri/kalangan dunia kerja, kira-kira bagaimana persepsi mereka terhadap kualitas alumni dari beberapa ptn/pts yg di survey oleh pdat. hasil nya adalah sbb : ui, itb, ugm, ipb, its, unair, trisakti, unpad, atmajaya, undip Kenapa 10 PT ini dipilih dunia kerja..? -> karena lulusannya memiliki karakter Karakter seperti apa yg dinilai penting oleh Dunia Kerja..? 10 karakter yg dinilai berdasarkan ranking : 1.Mau bekerja keras 2.Kepercayaan diri tinggi 3.Mempunyai Visi kedepan 4.Bisa bekerja dalam Tim 5.Memiliki kepercayaan matang 6.Mampu berpikir analitis 7.Mudah beradaptasi 8.Mampu bekerja dalam tekanan 9.Cakap berbahasa Inggris 10.Mampu mengorganisasi pekerjaan Bagaimana agar lulus PT dengan berkwalitas. .? 6 Tips dari dunia kerja berdasarkan rangkingnya : 1.Aktif berorganisasi 2.Mengasah bahasa Inggris 3.Tekun belajar 4.Mengikuti perkembangan informasi 5.Memiliki pergaulan luas 6.Mempelajari aplikasi komputer Bagaimana Dunia kerja menjaring pekerjanya.. ? Inilah 8 syarat yg harus dipenuhi (berdasarkan rangking): 1.Indek prestasi komulatif 2.Kemampuan bahasa Inggris 3.Kesesuaian program studi dengan posisi kerja 4.Nama besar Perguruan Tinggi 5.Pengalaman kerja/magang 6.Kemampuan aplikasi komputer 7.Pengalaman organisasi 8.Rekomendasi sumber : Majalah mingguan Tempo, 20 Mei 2007 |
|
|
|
May 3 2008, 02:49 PM
Post
#52
|
|
![]() Youth BlueFame ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 214 Joined: 27/03/08 From: Burlington - USA Member No.: 154.471 |
PT TERFAVORIT DI INDONESIA 2004 1. Survey PDAT Data merupakan hasil survey Pusat Data dan Analisa TEMPO (PDAT) bulan November 2004. 2. Maksud Survey Maksud survey ialah penyediaan informasi awal mengenai pandangan dan pengetahuan masyarakat, terutama di kota besar, terhadap kualitas perguruan tinggi. Dari survey ini akan diperoleh pula gambaran peringkat perguruan tinggi favorit dan terbaik di benak masyarakat. 3. Metodologi Survei Survei peningkatan perguruan tinggi dilakukan di tujuh kota besar yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Medan, dengan jumlah responden 1.100 orang. Cara pengambilan sampel adalah dengan cara stratified random sampling. Sampling error diperkirakan 3%. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka langsung dengan reponden. Responden terdiri dari responden panel siswa SMA kelas III yang berniat masuk perguruan tinggi dan responden panel orang tua yang memiliki anak siswa SMA kelas III yang berniat masuk masuk perguruan tinggi. Analisis yang digunakan analitis deskriptif untuk melihat tingkat awareness dan analisis multivariate thurstone untuk membuat peringkat secara simultan (multivariate). 4. Perguruan Tinggi Paling Diingat Secara nasional, di kelompok perguruan tinggi negeri, Universitas Indonesia adalah universitas paling diingat atau memiliki tingkat awareness top of mind (TOM) paling tinggi (15,8%), sedangkan di kelompok perguruan tinggi swasta, tingkat TOM paling tinggi dipegang oleh Universitas Trisakti. Berikut ini peringkat 10 besar dari masing-masing kelompok. Top of mind perguruan tinggi negeri (nasional) 2004 %TOM 1. Universitas Indonesia 15,8 2. Universitas Gadjah Mada 10,2 3. Universitas Hasanudin 9,9 4. Institut Teknologi Bandung 9,7 5. Universitas Airlangga 8,5 6. Universitas Sumatera Utara 8,5 7. Universitas Diponegoro 6,6 8. Universitas Padjadjaran 5,1 9. Institut Teknologi 10 November 2,8 10. Universitas Pendidikan Indonesia 1,5 Top of mind perguruan tinggi swasta (nasional) 2004 %TOM 1. Universitas Trisakti 1,3 2. Universitas Binas Nusantara 1,1 3. Unika Atma Jaya 1,0 4. Universitas Sanata Dharma 0,7 5. STIE Perbanas 0,6 6. Universitas Gunadarma 0,6 7. Universitas Surabaya 0,5 8. Universitas Islam Indonesia 0,4 9. Institut YAI 0,4 10. Universitas Atma Jaya Yogyakarta 0,3 5. Perguruan Tinggi Favorit Nasional Suatu perguruan tinggi menjadi favorit masyarakat apabila, antara lain, lulusan perguruan tinggi tersebut mudah mencari kerja, pengajarannya berkualitas,fasilitas fisiknya bagus, dan sebagainya. Meskipun tidak sepenuhnya sama, agaknya dalam survey itu, secara implisit perguruan tinggi favorit diidentikkan dengan perguruan tinggi terbaik. Perguruan tinggi negeri favorit (nasional) 2004 1. Universitas Indonesia 2. Institut Teknologi Bandung 3. Universitas Gadjah Mada 4. Institut Pertanian Bogor 5. Universitas Padjadjaran 6. Universitas Airlangga 7. Institut Teknologi 10 November 8. Universitas Diponegoro 9. Universitas Brawidjaja 10. Universitas Sumatera Utara Perguruan tinggi swasta favorit (nasional) 1. Universitas Trisakti 2. Sekolah Tinggi Teknologi Telkom 3. Unika Atma Jaya 4. Unika Parahyangan 5. Universitas Surabaya 6. UII Yogyakarta 7. Universitas Kristen Indonesia 8. Universitas Pancasila 9. Universitas Atma Jaya Yogyakarta 10. Universitas Sanata Dharma 6. Faktor Penentu dalam Pemilihan Perguruan Tinggi Dari hasil survei di atas dapat disimpulkan bahwa urutan alasan para responden mengatakan dan menilai mutu perguruan tinggi adalah seperti dicantumkan di bawah ini. Alasan mengatakan perguruan tinggi terbaik Jumlah % Lulusan mudah dapat kerja 65,5 Nama besar perguruan tinggi 32,0 Pengajar berkualitas baik 19,4 Fasilitas fisik bagus 17,3 Metode belajar mengajar bagus 13,3 Seleksi penerimaan ketat 12,5 Biaya kuliah terjangkau 5,7 Lokasi kampus strategis 4,7 Kedisiplinan kampus tinggi 3,9 Status negeri 3,8 Lingkungan kampus asri dan aman 1,7 Menyediakan program beasiswa 0,6 Alasan-alasan lain 7,5 |
|
|
|
May 3 2008, 02:52 PM
Post
#53
|
|
![]() Youth BlueFame ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 214 Joined: 27/03/08 From: Burlington - USA Member No.: 154.471 |
10 Universitas Negeri / Swasta Terunggul Di Indonesia 2007(PDAT TEMPO) Daftar 10 Universitas Negeri dan Swasta terunggul di Indonesia versi Pusat Data dan Analisa Tempo (2007). 1. Universitas Indonesia (UI) Kwartal ketiga tahun lalu, Times Higher Education Supplement (THES), dari Inggris menerbitkan laporan peringkat perguruan tinggi sedunia. Hasilnya, Universitas Indonesia (UI) berada di posisi 250 dari 520 perguruan tinggi terbaik sejagad. Secara nasional, UI nomor wahid. THES menilai berdasarkan empat faktor yaitu kualitas riset, terserapnya lulusan ke dunia kerja, prestasi internasional, serta kualitas pengajaran. “Ini gambaran kualitas Universitas Indonesia dalam kacamata dunia,” kata Rektor UI Usman Chatib Warsa. Kualitas lulusan Fakultas Ekonomi perguruan tinggi ini sejak lama dikenal handal. Bahkan pemikiran ekonomi negeri ini banyak dipengaruhi lulusannya. Hasil survey Pusat Data dan Analisa Tempo (PDAT) tahun lalu juga membuktikan kualitas Program studi Ilmu Akuntansi dan Manajemen menempati peringkat teratas dibanding semua perguran tinggi di negeri ini. Tak heran jika lima dari 12 fakultas di perguruan tinggi ini selalu dibanjiri pendaftar. Selain Fakultas Ekonomi, juga Fakultas Kedokteran, Hukum, Ilmu Budaya, serta Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Saat ini sekitar 39.000 mahasiswa dalam dan luar negeri yang menuntut ilmu di Universtas Indonesia. 2. Institut Teknologi Bandung (ITB) Teknik Informatika, Pertambangan, Perminyakan, Geofisika, dan Kimia merupakan jurusan-jurusan yang menjadi andalan Institut Teknologi Bandung (ITB). Perguruan tinggi ini mengklaim, 50 persen mahasiswanya sudah “diijon” perusahaan menjelang mereka lulus. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Adang Surachman menyebut lulusan ITB mendapat cap sebagai bibit unggul. Wajar jika 100 persen lulusannya selalu terserap di dunia kerja. “Mahasiswa yang lulus dengan indeks prestasi hanya dua pun tetap diterima di perusahaan besar” kata Adang. Pemberian beasiswa biasanya menjadi maharnya. Misalnya sebuah perusahaan minyak multinasional dari Norwegia, baru-baru ini memberi beasiswa untuk mahasiswa teknik perminyakan. Jika tawaran diterima, artinya mahasiswa sudah terikat kontrak untuk bekerja di perusahaan itu setelah lulus. Meski kesohor sebagai penghasil tukang insinyur paling diminati, hasil survei PDAT melihat tak semua jurusan ITB nomor wahid. Fakultas Teknik Arsitektur ITB hanya menempati peringkat tiga – kalah dengan Teknik Arsitektur Universitas Parahyangan, Bandung yang menempati posisi paling atas dan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta di posisi kedua. 3. Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dikenal sebagai kota seribu kampus. Diantara perguruan tinggi itu, Universitas Gadjah Mada (UGM) memang paling bersinar. Bukan hanya di tingkat propinsi, sinarnya juga mengalahkan perguruan tinggi lain di negeri ini. Beberapa jurusan yang ada di sana bahkan yang terbaik. PDAT mendapati, Fakultas Hukum di UGM masih yang terbaik di negeri ini. Persaingan pendaftar untuk bisa diterima di sana tercatat paling ketat dibanding Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran yang menyusul di bawahnya. Namun secara umum fakultas-fakultas di UGM lebih banyak menempati posisi runner-up membayangi Universitas Indonesia. Misalnya fakultas Kedokteran, Majamenen, dan Sastra Inggris. Bahkan Ilmu Komunikasi UGM berada di posisi ketiga di bawah Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran, Bandung. Rektor UGM, Prof Dr Sofian Efendi juga menyodorkan fakta, dalam lima tahun terakhir, Fakultas Kedokteran paling banyak diminati. “Dari 120 pelamar, hanya satu yang kami terima,” kata Sofian bangga. Masih ada juga beberapa jurusan yang selalu banjir peminat diantaranya Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi, terutama Ilmu Akuntansi dan Manajemen. Bagi Sofian, konsep universitas harus diartikan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu dia tidak setuju jika universitas hanya dikaitkan dengan dunia usaha. “Tetapi bukan berarti kami mengesampingkan kebutuhkan pasar,” katanya. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, tahun ini UGM membuka Fakultas Teknologi Informasi dan Multimedia. 4. Institut Pertanian Bogor Meski mencantumkan label pertanian, lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) tak hanya berkutat di urusan pangan. Survei yang mereka lakukan sendiri, lebih dari 40 persen lulusannya malah menekuni profesi yang berbeda dengan ilmu yang mereka unduh di bangku kuliah. Misalnya, lulusan Teknologi Pertanian banyak yang bekerja di bank swasta, perusahaan pengembang perumahan, atau wartawan. Menurut Rektor IPB Prof Dr Ir Achmad Ansori Mattjik, itu bukan gejala baru. Fenomena itu menunjukkan keunggulan pendidikan di IPB. Perguruan tinggi ini memberikan bekal keahlian khusus kepada masing-masing mahasiswa. Keahlian khusus ini diberi nama program mayor-minor. Program ini membuka kesempatan mahasiswa mengambil beberapa mata keahlian (jurusan) yang diminati. Misalnya, seorang mahasiswa Kedokteran Hewan (mayor) bisa mengambil mata kuliah keahlian Statistik (minor) di Departemen MIPA. Dengan bekal itu, dokter hewan lulusan IPB bisa bekerja di perusahaan yang memang membutuhkan ahli statistik. 5. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Perguruan tinggi ini secara diresmikan Presiden Soekarno, 10 Nopember 1957. Usianya relatif muda dibandingkan perguruan-perguruan tinggi negeri terkemuka lainnya. Namun pimpinan ITS malah melihat tingginya semangat para pengajar yang relatif masih muda. “Dari seribu dosen ITS, sekitar 60 persennya berusia 40 hingga 50 tahun dengan gelar Doktor dan Master,” kata rektor Prof Dr Mohammad Nuh. Nilai lebih itu mereka tunjukkan dengan berbagai hasil yang kreatif dan inovatif. Mereka selalu berjaya di kontes robot (maritime challenge) dan pengembangan piranti lunak (software development). Kontes yang digelar setiap tahun ini merupakan upaya ITS memadukan ilmu pengetahuan dengan entertainmen. Menurut Mohammad Nuh, institut yang dipimpinnya memang lebih menggenjot ilmu pengetahuan populer. Pendekatan ini dinilai sesuai dengan jiwa anak muda yang senang dengan ilmu populer. Dengan begitu mahasiswa terpicu untuk mengembangkan diri karena bidang ditekuni memang disukai. “Itu yang membedakan kami dengan kampus lain,” kata dia. Jurusan yang menjadi andalan ITS dan selalu menarik banyak minat diantaranya Teknik Informatika, Elektro, dan industri. Lulusannya, mampu mengisi kebutuhan pasar yang cukup besar. Fakultas Teknologi Kelautan yang terdiri dari Teknik Perkapalan dan Teknik Kelautan menjadi ciri khas sekaligus keunggulan ITS. Sementara fakultas lain di perguruan tinggi ini secara umum peringkatnya masih berada di bawah perguruan tinggi negeri lain yang membuka jurusan Teknik, seperti ITB atau UI. 6. Universitas Airlangga (Unair) Sebuah kabar gembira diterima civitas akademika Universitas Airlangga (Unair), awal Maret lalu. Perguruan tinggi di kota Surabaya itu memenangkan dana hibah kompetitif sebesar US$ 805 ribu (sekitar Rp 7,3 miliar) dari Bank Dunia. Rektor Unair Prof Dr Fasich mengatakan, hibah yang mereka peroleh itu menunjukkan kepercayaan lembaga dunia kepada Unair. Universitas itu akan menggunakan dana hibah untuk bersaing dengan perguruan-perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Khususnya untuk mencapai target menjadi universitas unggulan tahun 2010. Dimana setiap program studi bakal diperhitungkan di tingkat Asia. Perguruan tinggi ini, sejak mula mengandalkan Fakultas Kedokteran sebagai program unggulan. Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi semula merupakan dua Fakultas Universitas Indonesia di Surabaya pada 60 tahun lalu. Kedua fakultas ini akhirnya menjadi embrio berdirinya Universitas Airlangga. Namun dalam perjalanannya, Kedokteran Unair hanya mampu menempati peringkat tiga secara nasional. Saat ini mereka melengkapi diri dengan membangun pusat pengkajian penyakit tropis (Tropical Deaseas Center) terbaik di Asia Tenggara. Program studi lainnya adalah Program Studi Manajemen dan Fakultas Hukum yang menempati posisi empat secara nasional. Sejak awal Unair tidak pernah memiliki fakultas teknik. Seluruh ilmu teknik dikembangkan perguruan tinggi negeri lain yang berada di satu kota, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. 7. Universitas Trisakti Setiap tahun Fakultas Kedokteran Trisakti tidak pernah sepi peminat. Lebih dari seribu calon mahasiswa bersaing merebut 300 kursi yang tersedia. Menurut Wakil Rektor I Ir. Asri N.I. Adjidarmo MS jatah 300 kursi itu, 50 diantaranya sudah dipesan calon mahasiswa dari jiran, Malaysia. “Malaysia meminta lebih. Tapi kami hanya bisa memberikan 50 kursi,” kata Asri. Sejak tahun 1998, grafik penerimaan mahasiswa baru di Fakulas Kedokteran, Kedokteran gigi, dan Hukum cenderung meningkat. Asri menduga, gejala itu terkait dengan keberhasilan Trisakti untuk mencetak lulusan-lulusan berkualitas. Meskipun menurut survey PDAT, Kedokteran Trisaksi menempati peringkat delapan, namun diantara perguruan tinggi swasta peringkat merekalah yang terbaik. Selain Kedokteran, program studi lain di Trisakti memang tampak mengkilat diantara perguruan tinggi swasta lain. Sebut saja diantaraya Program Studi Akuntansi dan Manajemen. Bahkan Program Studi Teknik Industri menempati posisi ketiga secara nasional menyisihkan perguruan tinggi negeri lainnya. Survey PDAT dua tahun lalu menunjukkan Trisakti dianggap sebagai perguruan tinggi swasta paling favorit di Indonesia. 8. Universitas Padjadjaran Bandung Di usianya yang masuk setengah abad, Universitas Padjadjaran cukup bangga dengan menduduki peringkat papan atas dalam jajaran perguruan tinggi di tanah air. Hasil riset Majalah SWA tahun 2005, disebutkan Unpad menduduki peringkat tiga besar. “Artinya Universitas Padjadjaran memiliki posisi yang diminati users dan tidak kalah dibandingkan perguruan tinggi lain di Indonesia,” kata Koordinator Humas Hadi Soeprapto Arifin. Ada beberapa bidang keahlian di Unpad yang paling diminati dalam 10 tahun terakhir. Di Fakultas Ilmu Komunikasi jurusan Jurnalistik, Hubungan Masyarakat, dan Manajemen Komunikasi meraih porsi tertinggi. Sedangkan di Fakultas ekonomi porsi itu ditempati program studi ini, Manajemen, Akuntansi, dan Studi Pembangunan. Hasil survey PDAT juga menggambarkan peringkat yang nyaris serupa. Tiga Program Studi yang di servey diantaranya Akuntansi, Hukum, dan Manajemen berada pada posisi ketiga secara nasional. Bahkan Program Studi Ilmu Komunikasi berada pada posisi runner up dibawah Universitas Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Unpad sudah menerapkan konsep e-learning, atau belajar melalui jaringan internet. Konsep ini menghapuskan batas waktu dan tempat untuk bertatap muka antara dosen dengan mahasiswa. 9. Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta Sistem pendidikan di perguruan tinggi perlu memberi perhatian yang seimbang antara kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. Melalui kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa dapat mengembangkan bakat, minat, kepekaan sosial, wawasan, dan integritas kepribadian. Pendidik di Universitas Atma Jaya menyadari betul pentingnya kegiatan ekstrakurikuler ini. Sejak 2005, Unika Atma Jaya memperkenalkan sistem penilaian yang disebut Satuan Kredit Partisipasi (SKP). Dengan satuan kredit ini mahasiswa diwajibkan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler di kampus dan paling sedikit harus mengumpulkan 15 SKP sebagai salah satu syarat kelulusan. “Dalam dunia kerja, ternyata ilmu saja tidak cukup. Kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, dan leadership, juga sangat menentukan keberhasilan seseorang,” kata rektor Bernadette N. Setiadi, Ph.D. Kebijakan seperti itulah yang sering dilakukan Atma Jaya untuk mempertahankan kualitas sarjana-sarjananya. Kepercayaan masyarakat terhadap lulusan Atma Jaya pun tak pernah surut. Ini dibuktikan dengan banyaknya pinangan dari berbagai perusahaan yang meminta lulusan Atma Jaya bekerja di perusahaan mereka. “Khusus untuk mahasiswa akutansi, sering diminta oleh perusahaan. Padahal mahasiswa yang bersangkutan belum lulus” kata Bernadette. 10. Universitas Diponegoro Setiap tahun pemerintah Arab Saudi menyediakan “jatah” lowongan 2.000 orang untuk lulusan Ilmu Keperawatan Universitas Diponegoro (Undip). Sayangnya perguruan tinggi negeri kota Semarang ini hanya mampu mengisi sebagain kecil. “Luluskan ilmu keperawatan kami hanya 120 orang setiap tahun. Itu pun tidak semuanya bersedia kerja di Arab Saudi,” kata rektor Prof. Dr. Susilo Wibowo. Selain ilmu keperawatan, Undip juga memiliki fakultas unggulan diantaranya Perikanan dan Kelautan yang selama ini dianggap masih yang terbaik di Indonesia. Posisi ini dicapai karena mereka memiliki berbagai fasilitas penunjang yang lebih baik dibandingkan fakultas sejenis di perguruan tinggi lain. “Fakultas kami ada di Jepara. Fasilitas kapal sampai laut tersedia di sana,” kata Susilo. Secara nasional survey PDAT terhadap program-program studi yang paling diminati, menunjukkan Undip masih menempati posisi lima besar. Sebut saja diantaranya Program Studi Akuntansi, Kedokteran, Sastra Inggris, dan Hukum. Satu hal yang menarik, Undip mengajarkan jiwa wira usaha kepada civitas akademika dengan praktek secara langsung. Sejak tiga bulan lalu, sekitar 200 mahasiswa bergabung membuka usaha mulai dari jualan baju, membuka warung, warnet, foto copy, alat-alat tulis, percetakan, shoting video, dan lain-lain. Berbagai usaha itu berada dalam lingkungan Undip. |
|
|
|
May 3 2008, 02:54 PM
Post
#54
|
|
![]() Youth BlueFame ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 214 Joined: 27/03/08 From: Burlington - USA Member No.: 154.471 |
Top Fakultas Kedokteran Indonesia Survei ini dimaksudkan untuk mengetahui peringkat perguruan tinggi pada masing-masing program studi, sehingga diharapkan para pembaca terutama pada calon mahasiswa maupun orang tua yang memiliki anak yang hendak memasuki PT memiliki pengetahuan yang cukup mengenai perguruan yang akan dipilih. Dalam survei ini, yang menjadi responden adalah para ketua program studi. Mereka dipilih karena telah mengenal serta memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai program studi yang dipimpinnya. METODOLOGI Berdasarkan survei yang dilakukan PDAT, Pusat Data Analisa Tempo dari bulan Januari sampai Februari 2007, sebanyak 183 ketua program studi dari 9 jenis Prodi mengembalikan kuesioner yang dikirimkan. Program studi itu diantaranya Akutansi, Hukum, Ilmu Komunikasi, Kedokteran, Manajemen, Sastra Inggris, Teknik Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Informatika. Dalam survei ini masing-masing responden memilih 10 PT terbaik berdasarkan jenis Prodi. Disamping itu para responden mengisi data-data akademik prodi yang mereka pimpin.Untuk mendapatkan peringkat PT terbaik digunakan metode analisi pemeringkatan thurstone. Pengukuran diambil dari peringkat PT yang disebut responden dari peringkat 1 (terbaik pertama) sampai peringkat 10 (terbaik ke-10). Dengan metode ini dapat dilihat bagaimana perguruan yang satu memperoleh peringkat lebih tinggi dibandingkan PT lainnya. TEMUAN KUNCI Sebagian besar PT yang masuk the Best Top 10, adalah PTN serta PT yang berada di Jawa, sebanyak 61% dari PT yang masuk urutan 10 besar berstatus negeri dan 90% berada di Jawa. TOP PRODI KEDOKTERAN 1. UI (BHMN) - Jakarta 2. UGM (BHMN) - Yogyakarta 3. UNAIR (BHMN) - Surabaya 4. UNPAD (Negeri) - Bandung 5. UNDIP (Negeri) - Semarang 6. UNHAS (Negeri) - Makkasar 7. USU (BHMN) - Medan 8. TRISAKTI (Swasta) - Jakarta 9. UNSRI (Negeri) - Palembang 10. UDAYANA (Negeri) - Denpasar 11. ATMAJAYA (Swasta) - Jakarta 12. ANDALAS (Negeri) - Padang 13.UNIBRAW (Negeri) - Malang 14.Maratha (Swasta) - Bandung 15. UNS (Negeri) - Surakarta SUMBER : www.pdat.co.id |
|
|
|
May 3 2008, 02:57 PM
Post
#55
|
|
![]() Youth BlueFame ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 214 Joined: 27/03/08 From: Burlington - USA Member No.: 154.471 |
Top 10 Perguruan Tinggi Versi Dunia Kerja Tempo Top 10 Dari Edisi Khusus Perguruan Tinggi oleh Tempo, 20 Mei 2007 Inilah sepuluh kampus terbaik di negeri ini menurut kalangan dunia kerja Peringkat ini merupakan hasil survey Pusat Data dan Analisa Tempo (PDAT) sepanjang Desember 2006-Januari 2007. Karakter Juara Dunia kerja memilih sepuluh kampus ini sebagai kampus yang terbaik karena lulusannya memiliki karakter juara. Berikut ini peta persepsi dunia kerja tentang karakter lulusan 10 perguruan tinggi itu. Universitas Indonesia (Depok, Jawa Barat) 14.54% Institut Teknologi Bandung (Bandung) 13.27% Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta) 11.59% Institut Pertanian Bogor (Bogor) 11.37% Institut Teknologi 10 Nopember (Surabaya) 9.46% Universitas Airlangga (Surabaya) 7.61% Universitas Trisakti (Jakarta) 7.55% Universitas Padjadjaran (Sumedang, Jabar) 6.51% Universitas Atmajaya (Jakarta) 5.37% Universitas Diponegoro (Semarang) 4.41% - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Universitas Bina Nusantara 3.17% Universitas Brawijaya 2.83% Universitas Parahyangan 2.32% Universitas Andalas 1.85% Universitas Udayana 1.56% Universitas Hasanuddin 1.32% STIE Perbanas 1.10% Universitas Kristen Indonesia 0.85% Universitas Tarumanegara 0.61% Universitas Sumatera Utara 0.35% Universitas Gunadharma 0.25% Universitas Pancasila 0.03% - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Agar Lulus Berkualitas Tekun belajar bukan satu-satunya cara untuk menjadi lulusan berkualitas. Anda perlu kegiatan tambahan. Inilah tips dari dunia kerja (berdasarkan indeks) Aktif berorganisasi 20.32% Mengasah bahasa Inggris 18.60% Tekun Belajar 17.70% Mengikuti perkembangan informasi 15.98% Mengikuti pergaulan luas 15.07% Mempelajari aplikasi komputer 12.32% ———— ——— ——— ——— ——— ——– Pekerja Super Mengapa karakter juara penting dalam dunia kerja? Jawabannya sederhana. Dunia kerja butuh pekerja super. Berikut ini pekerja super yang diinginkan responden tempo (berdasarkan indeks): Mau bekerja keras 9.03% Kepercayaan diri tinggi 8.75% Mempunyai visi kedepan 8.37% Bisa bekerja dalam tim 8.07% Memiliki perencanaan matang 7.91% Mampu berpikir analitis 7.82% Mudah beradaptasi 7.12% Mampu bekerja dalam tekanan 5.91% Cakap berbahasa Inggris 5.27% Mampu mengorganisasi pekerjaan 5.26% |
|
|
|
May 5 2008, 03:35 PM
Post
#56
|
|
![]() BlueFame Hotter ![]() ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 330 Joined: 24/04/08 From: Aceh Capital City Member No.: 165.545 |
PAMERAN PENDIDIKAN AUSTRALIA DAN GELAR BEASISWA AUSGOV 2008 BERTEMPAT DI BALLROOM HOTEL HERMES PALACE BANDA ACEH HARI RABU TANGGAL 7 MEI 2008 BAWA IJAZAH DAN TRANSKRIP BESERTA FOTOKOPI YANG TERLEGALISIR SEMOGA BERHASIL |
|
|
|
May 5 2008, 03:37 PM
Post
#57
|
|
![]() BlueFame Hotter ![]() ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 330 Joined: 24/04/08 From: Aceh Capital City Member No.: 165.545 |
Panduan Memilih Perguruan Tinggi Dari 1465+ perguruan tinggi swasta di Indonesia, tentu saja tidak semuanya memenuhi kriteria minat, biaya dan prospek yang sudah anda tentukan. Coret PTS yang tidak memiliki program studi sesuai minat anda. Singkirkan PTS-PTS yang biaya kuliahnya terlalu mahal bagi anda, atau terlalu jauh dari tempat tinggal anda sehingga biaya untuk kuliah di sana akan terlalu tinggi. Dengan demikian daftar yang anda miliki akan semakin pendek. Tetapi itupun mungkin masih cukup panjang sehingga memerlukan pendalaman lebih jauh. Faktor apa lagi yang perlu dilihat dari suatu perguruan tinggi untuk menentukan pilihan akhir anda? Reputasi Kalau saya harus memilih salah satu PTS tanpa melihat faktor-faktor internal lainnya, pertimbangan utama yang paling gampang saya gunakan adalah reputasi PTS tersebut. Reputasi di sini berarti PTS yang bersangkutan secara umum dikenal sebagai PTS yang baik, memiliki sarana belajar mengajar yang baik dengan fasilitas yang memadai. Lulusannya pun tidak kesulitan dalam mencari pekerjaan. Bahkan ada lulusan PTS yang menjadi rebutan perusahaan-perusahaan pemakainya. Apakah tidak mungkin salah jika memilih PTS ini? Harus kita ingat, reputasi tidak datang dalam sekejap. Reputasi ini biasanya dibangun dengan kerja keras dan melalui proses yang panjang. Bisa saya katakan bahwa anda berada on the safe side jika memilih salah satu dari PTS-PTS ini. Bukan berarti lalu anda berhenti di sini saja. Masih ada hal-hal lain yang harus anda cermati. Status Akreditasi Status akreditasi ini adalah salah satu faktor yang paling sering digunakan oleh PTS untuk mengiklankan dirinya. Tidak terlalu salah memang, karena hal itu menunjukkan mutu/kemampuan PTS dalam menyelenggarakan suatu program studi. Status ini didapat setelah diadakan penilaian tentang semua unsur yang diperlukan untuk itu, termasuk fasilitas pendidikan, nisbah dosen tetap dan mahasiswa, kurikulum pendidikan, dan banyak hal lainnya. Masalahnya, tidak semua orang memahami dengan jelas tentang status ini, dan tampaknya banyak PTS yang menyadari dan memanfaatkan ketidaktahuan tersebut. Yang terutama adalah: status akreditasi diberikan kepada program studi di suatu PTS dan bukan kepada PTS yang bersangkutan. Jadi sebetulnya tidak ada istilah PTS yang disamakan. Yang benar adalah (satu atau lebih) program studi di PTS tersebut statusnya disamakan. Mungkin saja PTS tadi memiliki 3 program studi (misalnya A, B, dan C), masing-masing dengan jenjang S1 dan D3. Kalau program studi A jenjang D3 saja (satu dari enam) yang memperoleh status disamakan, apakah tepat kalau PTS tersebut mengatakan statusnya disamakan? Yang perlu anda ketahui juga, status akreditasi ini menentukan kemandirian suatu program studi dalam melaksanakan proses belajar mengajar, misalnya ujian negara atau penerbitan ijazah. Suatu program studi (sekali lagi bukan PTS) yang sudah dinyatakan terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) berhak untuk menyelenggarakan sendiri semua kegiatannya. Artinya anda tidak lagi harus mengikuti ujian negara yang dilaksanakan oleh Kopertis, dan ijazah yang anda terima cukup disahkan oleh PTS tempat anda kuliah. Sekali lagi, tanyakan dengan jelas status akreditasi program studi yang anda pilih. Jangan percaya begitu saja dengan klaim yang dikeluarkan oleh suatu PTS tentang statusnya. (Uraian yang lebih rinci tentang hal ini dapat anda lihat pada topik Akreditasi). Jalur dan Jenjang Pendidikan Berapa lama anda mau menghabiskan waktu di bangku kuliah? Secepatnya? Berapa cepat? Selain ditentukan oleh kemampuan anda, hal ini juga tergantung dari jalur/jenjang pendidikan yang anda ambil. Pendidikan tinggi di Indonesia mengenal dua jalur pendidikan, yaitu jalur akademik (jenjang sarjana) dan jalur profesional (jenjang diploma). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur profesional menekankan pada penerapan keahlian tertentu. (Untuk lebih lengkapnya silakan lihat Struktur Pendidikan Tinggi). Dalam kaitannya dengan waktu, jenjang sarjana membutuhkan waktu lebih lama (minimal 8 semester) dibandingkan dengan jenjang diploma (2 semester untuk D1 - 6 semester untuk D3). Hal ini tentu sangat berpengaruh pada biaya yang harus anda sediakan. Banyak orang, yang karena keterbatasannya, lebih memilih jenjang diploma dengan harapan cepat lulus dan mendapat pekerjaan. Perlu anda ketahui, jenjang diploma dirancang sebagai jenjang terminal. Artinya, lulusannya dipersiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja, bukan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi (walaupun sekarang ada yang disebut program lintas jalur, dari diploma ke sarjana). Ini berbeda dengan jenjang sarjana, yang membuka kesempatan lulusannya untuk terus mengembangkan ilmunya. Hal lain yang harus anda perhatikan adalah tingkat persaingan di pasar kerja. Kalau banyak tenaga sarjana yang tersedia, perusahaan akan lebih memprioritaskannya dibandingkan lulusan diploma. Gelar dan Sebutan Sesudah anda lulus, anda akan mendapat ijazah dan salah satu dari ini: gelar akademis atau sebutan profesional. Yang pertama anda tentu tahu, Sarjana Ekonomi (SE), Sarjana Hukum (SH), dan gelar lainnya. Gelar akademis ini diberikan kepada mereka yang menyelesaikan pendidikan melalui jalur akademik (jenjang sarjana). Lalu bagaimana kalau kita menyelesaikan pendidikan jalur profesional (jenjang diploma)? Bukan gelar akademis (Sarjana Muda, misalnya) yang kita dapatkan, melainkan sebutan profesional seperti Ahli Madya Komputer (AMd Komp). Sebutan ini mungkin belum terlalu memasyarakat, dan kadang-kadang dianggap kurang bergengsi. Banyak yang masih menggunakan (dan lebih menyukai) istilah D3-Komputer. Anda yang menentukan, gelar atau sebutan yang ingin anda tambahkan di belakang nama anda. Fasilitas Pendidikan Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Bukan (hanya) itu yang dimaksud dengan fasilitas pendidikan. Fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), bengkel, studio dan perpustakaan sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan mahasiswa. Mereka tidak hanya dituntut untuk menguasai wawasan keilmuannya saja, tetapi juga bagaimana menerapkannya di lapangan. Apalagi untuk jalur pendidikan profesional yang lebih bersifat aplikatif dan menekankan pada ketrampilan. Sekali lagi, jangan hanya tampilan fisik yang anda perhatikan. Boleh saja PTS memasang foto-foto gedungnya yang megah, laboratorium komputernya yang canggih. Tidak ada salahnya anda coba menanyakan, kapan mahasiswa berkesempatan untuk menggunakan fasilitas-fasilitas tersebut. Jangan-jangan hanya satu-dua kali per semester, atau hanya untuk mahasiswa tingkat akhir saja. Perhitungkan juga jumlah mahasiswa yang harus menggunakan fasilitas tersebut. Kualitas dan Kuantitas Dosen Perkembangan suatu PTS paling gampang dilihat dari jumlah mahasiswanya yang (selalu) bertambah. Ini sangat penting bagi PTS, karena mahasiswa adalah sumber utama (seringkali satu-satunya) pendapatan PTS. Dari merekalah PTS mencukupi kebutuhannya untuk membiayai operasional pendidikan, membangun gedung, menambah fasilitas pendidikan, termasuk membayar gaji dosen dan karyawannya. Oleh karena itulah ada kecenderungan PTS untuk menggali sebanyak mungkin potensi ini, baik secara kualitas (memperbesar uang gedung dan uang kuliah) maupun kuantitas (menerima sebanyak mungkin mahasiswa). Pada sisi lain, bertambahnya mahasiswa menuntut ditambahnya jumlah dosen. Bukan hal yang mudah mendapatkan dosen dengan jumlah yang memadai, apalagi yang memenuhi kualitas yang dibutuhkan. Padahal Undang-Undang Pendidikan Tinggi mensyaratkan tercapainya nisbah (rasio) antara dosen tetap dan mahasiswa sebesar 1:30 untuk bidang studi IPS dan 1:25 untuk bidang studi IPA. Mungkin faktor dosen ini merupakan salah satu faktor paling sulit bagi suatu PTS, dan karenanya sering diabaikan atau direkayasa. Pengabaian secara kuantitatif dilakukan dengan membebani dosen yang terbatas jumlahnya dengan beban mengajar yang besar, sehingga waktu dan tenaga dosen-dosen tersebut betul-betul tersita untuk itu. Seringkali hal ini dilakukan dengan mengabaikan aspek kualitas pengajarannya. Hampir tidak tersisa lagi waktu untuk melakukan penelitian atau pengabdian masyarakat yang merupakan pilar-pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bisa juga suatu PTS memenuhi aspek kuantitas dosen tetap ini, tetapi dengan mengkompromikan kualitasnya. Misalnya dosen yang mengajar tidak sesuai dengan bidang ilmunya, tidak terpenuhinya kepangkatan akademik dalam pengajaran atau bimbingan tugas akhir, dan lain sebagainya. Perekayasaan positif terjadi dengan penggunaan dosen-dosen tidak tetap. Biasanya dosen tidak tetap ini memenuhi persyaratan kelayakan mengajar, seperti latar belakang pendidikan, gelar dan kepangkatan akademis dan profesionalismenya. Masalahnya, dosen-dosen ini hanya menyediakan waktu yang terbatas kepada mahasiswa sesuai dengan status tidak tetapnya. Bagi PTS, mereka tidak bisa disertakan dalam penghitungan nisbah dosen tetap dan mahasiswa sehingga tidak berpengaruh dalam penentuan status akreditasi. Yang paling memprihatinkan adalah jika terjadi perekayasaan negatif. Dalam hal ini PTS berusaha dengan segala macam cara untuk memenuhi nisbah tersebut. Misalnya PTS masih mencantumkan nama dosen yang sudah tidak lagi menjadi dosen tetap di sana, atau nama seseorang tercantum sebagai dosen tetap di lebih dari satu PTS. Contoh lain adalah dengan cara meminjam nama. Seseorang yang memenuhi kualifikasi akademis "diangkat" sebagai dosen tetap dengan mendaftarkannya secara resmi ke instansi yang berwenang. Artinya, secara administratif seluruh persyaratan sudah dipenuhi dan "dosen" tersebut juga menerima gaji dari PTS. Tetapi, keterlibatannya dalam kegiatan akademik hampir atau memang tidak ada sama sekali. Sebelum anda mendaftar, cobalah untuk mencari tahu jumlah dosen tetap di PTS tersebut. Berapa orang yang bergelar S2, S3, dan mungkin ada yang sudah bergelar profesor. Kualitas keilmuan anda sangat banyak ditentukan oleh mereka. PENDIDIKAN MEMANG PENTING TAPI PEKERJAAN LEBIH PENTING |
|
|
|
May 5 2008, 03:39 PM
Post
#58
|
|
![]() BlueFame Hotter ![]() ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 330 Joined: 24/04/08 From: Aceh Capital City Member No.: 165.545 |
|
|
|
|
May 6 2008, 03:52 PM
Post
#59
|
|
![]() Youth BlueFame ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 214 Joined: 27/03/08 From: Burlington - USA Member No.: 154.471 |
PAMERAN PENDIDIKAN AUSTRALIA DAN GELAR BEASISWA AUSGOV 2008 BERTEMPAT DI BALLROOM HOTEL HERMES PALACE BANDA ACEH HARI RABU TANGGAL 7 MEI 2008 BAWA IJAZAH DAN TRANSKRIP BESERTA FOTOKOPI YANG TERLEGALISIR SEMOGA BERHASIL teman-teman yang pengin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, jangan sia-siakan kesempatan ini, tunjukkan generasi muda aceh juga layak memperoleh pendidikan tinggi di Luar Negeri. |
|
|
|
May 7 2008, 01:43 PM
Post
#60
|
|
![]() BlueFame Hotter ![]() ![]() ![]() ![]() Group: Members + Posts: 330 Joined: 24/04/08 From: Aceh Capital City Member No.: 165.545 |
Tips Beasiswa (Scholarship) How to Write a Curriculum Vitae (CV) How to Write a Research Proposal 1 How to write a research proposal 2 How to Write a Motivation Letter How to Write a Recommendation Letter How to Write a Cover Letter Link |
|
|
|
![]() ![]() |
|
Lo-Fi Version | Time is now: 22nd November 2009 - 02:42 AM |
BlueFame.Com A Blue Alternative Community for Peace, Love, Friendship, and Cyber Solidarity © 2006
All Rights Reserved Unless Otherwise Specified
BlueFame Part Division
BlueFameStyle |
BlueFame Upload |
BlueFame Radio | BlueFameMail |
Advertise here!