BlueFame Forums: A Blue Alternative Community: Krisis Finasial Asia 1997 - 1998 - BlueFame Forums: A Blue Alternative Community

Jump to content

Page 1 of 1
  • You cannot start a new topic
  • You cannot reply to this topic

Krisis Finasial Asia 1997 - 1998 Sesuai Janji kepada Lelaki_Sejati

#1 User is offline   pakdhe popeyes 

  • Mungkin seorang pelaut
  • View blog
  • View gallery
  • Group: Calon Moderator
  • Posts: 4,681
  • Joined: 17-January 08

Posted 05 May 2008 - 05:11 PM

Krisis finansial Asia 1997

Krisis finansial Asia adalah krisis finansial yang dimulai pada Juli 1997 di Thailand, dan mempengaruhi mata uang, bursa saham dan harga aset lainnya di beberapa negara Asia, sebagian Macan Asia Timur. Peristiwa ini juga sering disebut krisis moneter ("krismon") di Indonesia.

Indonesia, Korea Selatan dan Thailand adalah negara yang paling parah terkena dampak krisis ini. Hong Kong, Malaysia dan Filipina juga terpengaruh. Daratan Tiongkok, Taiwan dan Singapura hampir tidak terpengaruh. Jepang tidak terpengaruh banyak tapi mengalami kesulitan ekonomi jangka panjang.

Sejarah

Sampai 1996, Asia menarik hampir setengah dari aliran modal negara berkembang. Tetapi, Thailand, Indonesia dan Korea Selatan memiliki "current account deficit" dan perawatan kecepatan pertukaran pegged menyemangati peminjaman luar dan menyebabkan ke keterbukaan yang berlebihan dari resiko pertukaran valuta asing dalam sektor finansial dan perusahaan.

Pelaku ekonomi telah memikirkan akibat Daratan Tiongkok pada ekonomi nyata sebagai faktor penyumbang krisis. RRT telah memulai kompetisi secara efektif dengan eksportir Asia lainnya terutaman pada 1990-an setelah penerapan reform orientas-eksport. Yang paling penting, mata uang Thailand dan Indonesia adalah berhubungan erat dengan dollar, yang naik nilainya pada 1990-an. Importir Barat mencari pemroduksi yang lebih murah dan menemukannya di Tiongkok yang biayanya rendah dibanding dollar.

Krisis Asia dimulai pada pertengahan 1997 dan mempengaruhi mata uang, pasar bursa dan harga aset beberapa ekonomi Asia Tenggara. Dimulai dari kejadian di Amerika Selatan, investor Barat kehilangan kepercayaan dalam keamanan di Asia Timur dan memulai menarik uangnya, menimbulkan efek bola salju.

Banyak pelaku ekonomi, termasuk Joseph Stiglitz dan Jeffrey Sachs, telah meremehkan peran ekonomi nyata dalam krisis dibanding dengan pasar finansial yang diakibatkan kecepatan krisis. Kecepatan krisis ini telah membuat Sachs dan lainnya untuk membandingkan dengan pelarian bank klasik yang disebabkan oleh shock resiko yang tiba-tiba. Sach menunjuk ke kebijakan keuangan dan fiskal yang ketat yang diterapkan oleh pemerintah pada saat krisis dimulai, sedangkan Frederic Mishkin menunjuk ke peranan informasi asimetrik dalam pasar finansial yang menuju ke "mental herd" diantara investor yang memperbesar resiko yang relatif kecil dalam ekonomi nyata. Krisis ini telah menimbulkan keinginan dari pelaksana ekonomi perilaku tertarik di psikologi pasar.

Thailand

Dari 1985 ke 1995, Ekonomi Thailand tumbuh rata-rata 9%. Pada 14 May dan 15 May 1997, mata uang baht, terpukul oleh serangan spekulasi besar. Pada 30 Juni, Perdana Mentri Chavalit Yonchaiyudh berkata bahwa dia tidak akan mendevaluasi baht, tetapi administrasi Thailand akhirnya mengambangkan mata uang lokal tersebut pada 2 Juli.

Pada 1996, "dana hedge Amerika telah menjual $400 juta mata uang Thai. Dari 1985 sampai 2 Juli 1997, baht dipatok pada 25 kepada dolar. Baht jatuh tajam dan hilang setengah harganya. Baht jatuh ke titik terendah di 56 ke dolar pada Januari 1998. Pasar saham Thailand jatuh 75% pada 1997. Finance One, perusahaan keuangan Thailand terbesar bangkrut. Pada 11 Agustus, IMF membuka paket penyelamatan dengan lebih dari 16 milyar dolar AS (kira-kira 160 trilyun Rupiah). Pada 20 Agustus IMF menyetujui, paket "bailout" sebesar 3,9 milyar dolar AS.

Filipina

Bank sentral Filipina menaikkan suku bunga sebesar 1,75 persentasi point pada Mei dan 2 point lagi pada 19 Juni. Thailand memulai krisis pada 2 Juli. Pada 3 Juli, bank sentral Filipina dipaksa untuk campur tangan besar-besaran untuk menjaga peso Filipina, menaikkan suku bunga dari 15 persen ke 24 persen dalam satu malam.

Hong Kong

Pada Oktober 1997, dolar Hong Kong, yang dipatok 7,8 ke dolar AS, mendapatkan tekanan spekulatif karena inflasi Hong Kong lebih tinggi dibanding AS selama bertahun-tahun. Pejabat keuangan menghabiskan lebih dari US$1 milyar untuk mempertahankan mata uang lokal. Meskipun adanya serangan spekulasi, Hong Kong masih dapat mengatur mata uangnya dipatok ke dolar AS. Pasar saham menjadi tak stabil, antara 20 sampai 23 Oktober, Index Hang Seng menyelam 23%. Otoritas Moneter Hong Kong berjanji melindungi mata uang. Pada 15 Agustus 1997, suku bunga Hong Kong naik dari 8 persen ke 23 persen dalam satu malam.

Korea Selatan

Korea Selatan adalah ekonomi terbesar ke-11 dunia. Dasar makroekonominya bagus namun sektor banknya dibebani pinjaman tak-bekerja. Hutang berlebihan menuntun ke kegagalan besar dan pengambil-alihan. Contohnya, pada Juli, pembuat mobil ketiga terbesar Korea, Kia Motors meminta pinjaman darurat. Di awal penurunan pasar Asia, Moody's menurunkan rating kredit Korea Selatan dari A1 ke A3 pada 28 November 1997, dan diturunkan lagi ke Baa2 pada 11 Desember. Yang menyebabkan penurunan lebih lanjut di saham Korea sejak jatuhnya pasar saham di November. Bursa saham Seoul jatuh 4% pada 7 November 1997. Pada 8 November, jatuh 7%, penurunan terbesar yang pernah tercatat di negara tersebut. Dan pada 24 November, saham jatuh lagi 7,2 persen karena ketakutan IMF akan meminta reform yang berat. Pada 1998, Hyundai Motor mengambil alih Kia Motors.

Malaysia

Pada 1997, Malaysia memiliki defisit akun mata uang besar lebih dari 6 persen dari GDP. Pada bulan Juli, ringgit Malaysia diserang oleh spekulator. Malaysia mengambangkan mata uangnya pada 17 Agustus 1997 dan ringgit jatuh secara tajam. Empat hari kemudian Standard and Poor's menurunkan rating hutang Malaysia. Seminggu kemudian, agensi rating menurunkan rating Maybank, bank terbesar Malaysia. Di hari yang sama, Bursa saham Kuala Lumpur jatuh 856 point, titik terendahnya sejak 1993. Pada 2 Oktober, ringgit jatuh lagi. Perdana Mentri Mahathir bin Mohamad memperkenalkan kontrol modal. Tetapi, mata uang jatuh lagi pada akhir 1997 ketika Mahathir bin Mohamad mengumumkan bahwa pemerintah akan menggunakan 10 milyar ringgit di proyek jalan, rel dan saluran pipa.

Pada 1998, pengeluaran di berbagai sektor menurun. Sektor konstruksi menyusut 23,5 persen, produksi menyusut 9 persen dan agrikultur 5,9 persen. Keseluruhan GDP negara ini turun 6,2 persen pada 1998. Tetapi Malaysia merupakan negara tercepat yang pulih dari krisis ini dengan menolak bantuan IMF.

Indonesia

Pada Juni 1997, Indonesia terlihat jauh dari krisis. Tidak seperti Thailand, Indonesia memiliki inflasi yang rendah, perdagangan surplus lebih dari 900 juta dolar, persediaan mata uang luar yang besar, lebih dari 20 milyar dolar, dan sektor bank yang baik.

Tapi banyak perusahaan Indonesia banyak meminjam dolar AS. Di tahun berikut, ketika rupiah menguat terhadap dolar, praktisi ini telah bekerja baik untuk perusahaan tersebut -- level efektifitas hutang mereka dan biaya finansial telah berkurang pada saat harga mata uang lokal meningkat.

Pada Juli, Thailand megambangkan baht, Otoritas Moneter Indonesia melebarkan jalur perdagangan dari 8 persen ke 12 persen. Rupiah mulai terserang kuat di Agustus. Pada 14 Agustus 1997, pertukaran floating teratur ditukar dengan pertukaran floating-bebas. Rupiah jatuh lebih dalam. IMF datang dengan paket bantuan 23 milyar dolar, tapi rupiah jatuh lebih dalam lagi karena ketakutan dari hutang perusahaan, penjualan rupiah, permintaan dolar yang kuat. Rupiah dan Bursa Saham Jakarta menyentuh titik terendah pada bulan Septemer. Moody's menurunkan hutang jangka panjang Indonesia menjadi "junk bond".

Meskipun krisis rupiah dimulai pada Juli dan Agustus, krisis ini menguat pada November ketika efek dari devaluasi di musim panas muncul di neraca perusahaan. Perusahaan yang meminjam dalam dolar harus menghadapi biaya yang lebih besar yang disebabkan oleh penurunan rupiah, dan banyak yang bereaksi dengan membeli dolar, yaitu: menjual rupiah, menurunkan harga rupiah lebih jauh lagi.

Inflasi rupiah dan peningkatan besar harga bahan makanan menimbulkan kekacauan di negara ini. Pada Februari 1998, Presiden Suharto memecat Gubernur Bank Indonesia, tapi ini tidak cukup. Suharto dipaksa mundur pada pertengahan 1998 dan B.J. Habibie menjadi presiden.

Singapura

Ekonomi Singapura berhasil mengatur performa yang relatif sehat dibandingkan dengan negara lain di Asia selama dan setelah krisis finansial, meskipun hubungan erat dan ketergantungan ekonomi regional tetap membawa efek negatif terhadap ekonominya. Tetapi, secara keseluruhan kemampuannya menghilangkan krisis diperhatikan secara luas, dan meningkatkan penelitian kebijakan fiskal Singapura sebagai pelajaran bagi negara tetangganya.

Sebagai ekonomi terbuka, dolar Singapura terbuka terhadap tekanan spekulatif seperti telah terjadi pada 1985. Ekonomi sangat penting dalam keberlangsungan Singapura sebagai negara merdeka, pemerintah Singapura berhasil mengatur suku pertukaran mata uangnya untuk menghindari potensi penyerangan speklulatif.

Tiongkok daratan

Republik Rakyat Tiongkok tidak terpengaruh oleh krisis ini karena renminbi yang tidak dapat ditukar dan kenyataan bahawa hampir semua investasi luarnya dalam bentuk pabrik dan bukan bidang keamanan. Meskipun RRT telah dan terus memiliki masalah "solvency" parah dalam sistem perbankannya, kebanyakan deposit di bank-bank RRT adalah domestik dan tidak ada pelarian bank.

Amerika Serikat dan Jepang

"Flu Asia" juga memberikan tekanan kepada Amerika Serikat dan Jepang. Ekonomi mereka tidak hancur, tetapi terpukul kuat.

Pada 27 Oktober 1997, Industri Dow Jones jatuh 554-point, atau 7,2 persen, karena kecemasan ekonomi Asia. Bursa Saham New York menunda sementara perdagangan. Krisis ini menuju ke jatuhnya konsumsi dan keyakinan mengeluarkan uang.

Jepang terpengaruh karena ekonominya berperan penting di wilayah Asia. Negara-negara Asia biasanya menjalankan defisit perdagangan dengan Jepang karena ekonomi Jepang dua kali lebih besar dari negara-negara Asia lainnya bila dijumlahkan, dan tujuh kali lipat RRT. Sekitar 40 persen ekspor Jepang ke Asia. Pertumbuhan nyata GDP melambat di 1997, dari 5 persen ke 1,6 persen dan turun menjadi resesi pada 1998. Krisis Finansial Asia juga menuntun ke kebangkrutan di Jepang.

Laos

Laos terpengaruh ringan oleh krisis ini dengan nilai tukar Kip (mata uang Laos) dari 4700 ke 6000 terhadap satu dolar AS.

Konsekuensi

Krisis Asia berpengaruh ke mata uang, pasar saham, dan harga aset lainnya di beberapa negara Asia. Indonesia, Korea Selatan dan Thailand adalah beberapa negara yang terpengaruh besar oleh krisis ini.

Krisis ekonomi ini juga menuju ke kekacauan politk, paling tercatat dengan mundurnya Suharto di Indonesia dan Chavalit Yongchaiyudh di Thailand. Ada peningkatan anti-Barat, dengan George Soros dan IMF khususnya, keluar sebagai kambing hitam.

Secara budaya, krisis finansial Asia mengakibatkan kemunduran terhadap ide adanya beberapa set "Asian value", yaitu Asia Timur memiliki struktur ekonomi dan politik yang superior dibanding Barat. Krisis Asia juga meningkatkan prestise ekonomi RRT.

Krisis Asia menyumbangkan ke krisis Rusia dan Brasil pada 1998, karena setelah krisis Asia bank tidak ingin meminjamkan ke negara berkembang.

Krisis ini telah dianalisa oleh para pakar ekonomi karena perkembangannya, kecepatan, dinamismenya; dia mempengaruhi belasan negara, memiliki efek ke kehidupan berjuta-juta orang, terjadi dalam waktu beberapa bulan saja. Mungkin para pakar ekonomi lebih tertarik lagi dengan betapa cepatnya krisis ini berakhir, meninggalkan ekonomi negara berkembang tak berpengaruh. Keingintahuan ini telah menimbulkan ledakan di pelajaran tentang ekonomi finansial dan "litani" penjelasan mengapa krisis ini terjadi. Beberapa kritik menyalahkan tindakan IMF dalam krisis, termasuk oleh pakar ekonomi Bank Dunia Joseph Stiglitz.

Jadi selama ini George Soros yang disebut-sebut sebagai penyebab Finansial Krisis di Asia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya, adalah kebohongan publik yang paling besar (pemerintah Soeharto pada saat itu hanya ingin mencari kambing hitam atas melemahnya ekonomi Indonesia).
Memang George Soros ada ikut berperan dalam memperburuk situasi dengan “Tiger Fund” nya. Yang meng “short” Rupiah (menjual Rupiah terhadap US Dollar) sehingga menyebabkan Rupiah menyentuh titik terendah sekitar Rp 16.000 / 1 US Dollar. Tapi bukanlah yang utama. Yang paling utama adalah penarikan modal asing besar2an keluar dari Asia pada umumnya dan juga karena Otoritas Moneter Indonesia melebarkan jalur perdagangan dari 8 persen ke 12 persen.

Tindakan George Soros adalah sebuah tindakan yang sangat rasional (berdasarkan trading Forex) pada saat itu. Yaitu membeli Mata uang yang paling berpotensi untuk naik (US Dollar) dan menjual mata uang yang paling berpotensi untuk turun (Thailand Baht, Korean Won, Indonesia Rupiah, Hong Kong Dollar, Malaysian Ringgit dll)

Demikianlah ringkasan apa yang terjadi dengan Krisis Finansial Asia pada periode 1997 – 1998.

Semoga dapat menambah wawasan Blue Famers yang lain….

Regards,
-popeyes-

ps: kalo ada istilah yang membingungkan harap di tanya aja, lewat PM ok atau lsg di reply di thread ini juga ok.
0


TokoMaya
 

#2 User is offline   Jussy_nn 

  • BlueFame Typer
  • PipPipPipPipPip
  • View blog
  • Group: Members +
  • Posts: 904
  • Joined: 18-August 07

Posted 05 May 2008 - 05:31 PM

Om @popeye

"...Krisis Asia juga meningkatkan prestise ekonomi RRT."

RRT paan yah om??
0

#3 User is offline   Hiawata Koga 

  • -CaMods UnderGround-
  • View blog
  • Group: Calon Moderator
  • Posts: 2,444
  • Joined: 07-January 07

Posted 05 May 2008 - 05:56 PM

^
^
RRT = republik rakyat tiongkok = china daratan.
Btw,thw ya bro,lumayan memberi pencerahan.kalo dl kt ga ganti pola sama ga utang IMF mgkn gorengan msh 100 perak.
Eniwei,ada istilah yg ane binun.
Popeyes ntu apaan sih? ngakak.gif
0

#4 User is offline   Hiawata Koga 

  • -CaMods UnderGround-
  • View blog
  • Group: Calon Moderator
  • Posts: 2,444
  • Joined: 07-January 07

Posted 05 May 2008 - 05:56 PM

^
^
RRT = republik rakyat tiongkok = china daratan.
Btw,thw ya bro,lumayan memberi pencerahan.kalo dl kt ga ganti pola sama ga utang IMF mgkn gorengan msh 100 perak.
Eniwei,ada istilah yg ane binun.
Popeyes ntu apaan sih? ngakak.gif
0

#5 User is offline   bocahgembul 

  • Mungkin Tukang Makan
  • Group: Elite Member
  • Posts: 2,694
  • Joined: 08-May 07

Posted 05 May 2008 - 08:51 PM

QUOTE (Lεlаkí_Sεј @ May 5 2008, 05:56 PM) <{POST_SNAPBACK}>
^
^
RRT = republik rakyat tiongkok = china daratan.
Btw,thw ya bro,lumayan memberi pencerahan.kalo dl kt ga ganti pola sama ga utang IMF mgkn gorengan msh 100 perak.
Eniwei,ada istilah yg ane binun.
Popeyes ntu apaan sih? ngakak.gif


Ini istilah lain untuk tukang bayem yang ngerti tentang moneter kayanya bro HeHe.gif
0

#6 User is offline   eiger 

  • SS-Sturmscharführer
  • View blog
  • Group: Super Moderator
  • Posts: 12,266
  • Joined: 22-July 05

Posted 06 May 2008 - 02:41 AM

mudah2an gak terulang lagi dech sejarah buruk ini Praying.gif

tapi kalo inget ma rencana kenaikan BBM yg tinggi gitu, jadi serem juga NailBiting.gif
0

#7 User is offline   pakdhe popeyes 

  • Mungkin seorang pelaut
  • View blog
  • View gallery
  • Group: Calon Moderator
  • Posts: 4,681
  • Joined: 17-January 08

Posted 06 May 2008 - 07:31 AM

QUOTE (Lεlаkí_Sεј @ May 5 2008, 05:56 PM) <{POST_SNAPBACK}>
^
^
RRT = republik rakyat tiongkok = china daratan.
Btw,thw ya bro,lumayan memberi pencerahan.kalo dl kt ga ganti pola sama ga utang IMF mgkn gorengan msh 100 perak.
Eniwei,ada istilah yg ane binun.
Popeyes ntu apaan sih? ngakak.gif


@Bro Jussy_nn : RRT = Republik Rakyat Tiongkok atau RRC = Republik Rakyat China atau PRC = People's Republic of China tapi jangan salah bukannya Republic of China ya.... krn ROC adalah Taiwan

@Bro Lelaki_Sejati :
Tapi keadaan waktu itu berbeda dengan Malaysia Bro.....

Malaysia masih ada backing keuangan yg cukup solid (walaupun setengah mati), sedangkan Indonesia, backing keuangan yg dianggap paling solid adalah utang dari IMF tersebut, yang berakibat fatal.
Karena paket bantuan dari IMF tersebut yg disebut2 malah memperburuk ekonomi kita....

Kenapa???

Karena dalam situasi krisis finasial, seharusnya begitu sudah ada backing dana segar (utang) dari asing, seharusnya suku bunga diturunkan agar menarik bagi pengusaha untuk melakukan bisnis (bunga kredit menjadi murah), salah satu isi perjanjian dengan IMF malah sebaliknya, malah kita diberikan quota suku bunga yang harus ditaati secara absolut oleh pemerintah kita. (Besarnya berapa gua ga gitu ngerti)
Yang mengakibatkan atmosfir bisnis di Indonesia pada waktu itu (apalagi setelah kerusuhan medio Mei 1998 di Jakarta) sangat lesu, karena pegusaha2 kita tidak punya dana segar untuk rolling bisnis mereka.
Mau kredit ke bank bunganya sangat tinggi cui!!!!

Jadi gimana mau recover??? Makanya setelah krisis di Asia berakhir hampir 10 tahun, Indonesia masih bisa dibilang belum recover dari krisis tersebut, malah tambah parah. (terlepas dari ada atau tidak adanya korupsi di negara yg tercinta ini)
0

#8 User is offline   Jo Nathan 

  • BlueFame Hotter
  • PipPipPipPip
  • View blog
  • Group: Members +
  • Posts: 410
  • Joined: 13-December 07

Posted 06 May 2008 - 08:33 AM

Sangat Menarik

Tapi, gw khawatir Indonesia akan mengalami krisis yg sama dalam waktu dekat ini (aduh jangan sampe dach), alasannya adalah :

1. Situasi ekonomi dunia saat ini sedang tidak stabil dimana USA sedang terancam resesi ekonomi dan UK masih terkena dampak dari krisis kredit perumahan yg dialaminya
2. Mata uang Euro terapresiasi secara terus - menerus yg berakibat pada menurunnya kinerja ekspor EU
3. Naiknya harga minyak mentah dunia secara terus - menerus yg berakibat pada timbulnya Imported Inflation dan Cost Push Inflation
4. Naiknya harga bahan pangan dunia yg mulai terjadi akibat kenaikan harga minyak mentah dunia
5. Kemungkinana ledakan pensiun tenaga kerja di USA pada tahun 2010 sebagaimana diprediksi oleh Donald J. Trump dan Robert T. Kiyosaki

Gw khawatir krn USA yg struktur ekonominya mapan dan stabil saja bs terkena The Great Depression pada era 1930 - an dan Kejatuhan Harga Saham Wall Street akibat Perang Teluk pada akhir 1980 - an. Jangan - jangan sekarang terulang lagi, krn kemungkinan ke arah tsb selalu ada

Tapi, mudah - mudahan jangan sampe terjadi. Kasihan, Indonesia baru mau sembuh bs jatuh sakit lagi, may b koma.

Gitu aza sich comment gw. Sorry, klo ada yg salah dr comment gw.

Thx
0

#9 User is offline   pakdhe popeyes 

  • Mungkin seorang pelaut
  • View blog
  • View gallery
  • Group: Calon Moderator
  • Posts: 4,681
  • Joined: 17-January 08

Posted 06 May 2008 - 02:17 PM

@Bro Jo Nathan:
Wah ulasan yang sangat mendalam dan sangat masuk akal...

Memang sudah banyak berita yg menuju kesana, tapi ditutup2i oleh pemerintah kita karena tahun depan (2009) kita akan mengadakan pemilu.

Sebenarnya masih ada 1 point yg sangat penting yg belum disebutkan oleh bro Jo Nathan, yaitu Thailand dan Vietnam yg notabene adalah produsen lebih dari 1/3 total konsumsi beras sedunia mulai mengurangi produksi beras mereka. Yang akan mengakibatkan kekurangan pasokan beras global.

Kita hanya bisa berdoa agar keadaan ekonomi global akan segera membaik.

Praying.gif
0

#10 User is offline   tombo_ngantuk 

  • Youth BlueFame
  • PipPipPip
  • View blog
  • Group: Members +
  • Posts: 125
  • Joined: 25-February 08

Posted 19 May 2008 - 10:06 AM

sangat menarik..moga2 jangan terulang lagi krismon....
0

#11 User is offline   amatsangat 

  • Mungkin Tukang Spam
  • View blog
  • Group: Members
  • Posts: 8
  • Joined: 05-July 07

Posted 21 May 2008 - 07:49 PM

yach semoga tidak ter ulang lagi
0

#12 User is offline   RAPIER 

  • BlueFame Hotter
  • PipPipPipPip
  • View blog
  • Group: Members +
  • Posts: 374
  • Joined: 18-February 08

Posted 22 May 2008 - 05:15 AM

jangan sampai terjadi, deh bisa gawat ...

sekarang aja kemiskinan, perpecahan, kurang pendidikan aja dah meraja lela...... apalagi kala terulang..

nggak bisa dibayangin deh yg bakal terjadi.... serem
0

#13 User is offline   artemio 

  • Youth BlueFame
  • PipPipPip
  • View blog
  • Group: Members +
  • Posts: 249
  • Joined: 18-November 06

Posted 22 May 2008 - 09:26 AM

wah bisa tambah hancur ini republik, kalau sampai krisis ditambah kerusuhan terjadi lagi, ibarat stroke...kalau ke dua kali biasanya langsung almarhum...jangan sampai-jangan sampai
0

#14 User is offline   greater 

  • Youth BlueFame
  • PipPipPip
  • Group: Members +
  • Posts: 125
  • Joined: 13-March 07

Posted 22 May 2008 - 10:57 AM

Sekarang makan aja susah apalagi nanti kalo krismon lagi,
jangan sampe terulang d
0

#15 User is offline   dark_archangel_boyz 

  • Youth BlueFame
  • PipPipPip
  • View blog
  • Group: Members +
  • Posts: 118
  • Joined: 07-August 07

Posted 26 May 2008 - 10:13 AM

Aih,,,,

Actualy semenjak pemerintahan George W. BUsh

Jumlah unemployment di Amrik naek sekitar 45%
Inflasi naik sekitar 8%
Anggaran Militer juga naek 80%
Tingkat sikap ANTi-AS naik kira2 kurang lebih 200%

yang turun waktu dia jadi MR Presiden hanya la Dukungan Rakyat kepada kebijakan pemerintahan nya^_^
0

#16 User is offline   crepho 

  • Youth BlueFame
  • PipPipPip
  • View blog
  • Group: Members +
  • Posts: 243
  • Joined: 08-April 07

Posted 29 May 2008 - 10:43 AM

krisis yg bikin kita sengsara
0

#17 User is offline   devanta 

  • BlueFame Hotter
  • PipPipPipPip
  • View blog
  • Group: Members +
  • Posts: 361
  • Joined: 14-April 07

Posted 29 May 2008 - 11:08 AM

ngga ngerti...yang penting masih bisa kerja...dapet gaji....bisa makan dari gaji selama 1 bulan...cukup.
0

#18 User is offline   bigmaster 

  • Youth BlueFame
  • PipPipPip
  • View blog
  • Group: Members +
  • Posts: 120
  • Joined: 22-September 07

Posted 30 May 2008 - 11:41 AM

Cukup sudahlah Krismon 10 tahun lalu, jangan ditambah lagi nih krisis, meskipun saat ini kita di ambang krisis pangan dan energi
0

#19 User is offline   Ravenz 

  • Youth BlueFame
  • PipPipPip
  • View blog
  • Group: Members +
  • Posts: 131
  • Joined: 07-July 07

Posted 01 June 2008 - 10:58 AM

moga2 untuk kedepannya tidak terjadi lagi yg namanya krismon Amin!! Praying.gif
0

#20 User is offline   fbudiz 

  • Youth BlueFame
  • PipPipPip
  • Group: Members +
  • Posts: 112
  • Joined: 30-May 07

Posted 01 June 2008 - 11:51 AM

negeriii apaan
0

Share this topic:


Page 1 of 1
  • You cannot start a new topic
  • You cannot reply to this topic

 

BlueFame.Com A Blue Alternative Community for Peace, Love, Friendship, and Cyber Solidarity © 2006 - 2010
All Rights Reserved Unless Otherwise Specified

BlueFame Part Division
BlueFameStyle | BlueFame Upload | BlueFame Radio | BlueFameMail | Advertise here!

Best view with Mozilla Firefox at 1024 x 768 resolution

BlueFame DMCA Policy