|
AphroDiteeModerator
|
Joined: 14/01/06 Profile Views: 4.833* Last Seen: 20th November 2009 - 10:45 PM Local Time: Nov 22 2009, 02:06 PM 1.835 posts (1 per day)
AphroDitee doesn't have a personal statement currently.
|
|
Profile
Topics
Posts
ibProBattle
Arcade
Gallery
Blog
Issues
Comments
Friends
My Content
3 Jan 2008
Dengerin salah satu siaran radio lokal Bandung semalam tentang curhat, gw juga jadi penasaran ney
Pertanyaan buat para wanita: - Lebih nyaman mana, curhat sama wanita juga atau sama Pria? Kenapa? - Pendapat Sistas soal cowok yang curhat (langsung) sama kalian? Apakah cowo emang sekedar curhat atau ada udang di balik batu Pertanyaan buat para pria: - Nomer 1 idem. - Kira2 menurut Bros, apa ngga mengurangi "kejantanan" kalian dengan curhat sama wanita? Maxudnya, apa ngga dibilang cengeng gitu? (maaf lho ya) Pertanyaan untuk pria dan wanita: - Ada batasan ngga, baik dalam topik yang dibahas ato orang yang mau di curhatan? Misalnya gw ngga akan curhat sama cewe itu karena dia dah merrit, dsb. Terimakasih
24 Dec 2007
Sekian lamanya gw ngga posting di curhat ney
Lantaran kesel dah sampe ubun-ubun dan gw ngga tau mesti cerita ke siapa ... Begini, Gw nge-kost sekarang (setelah merit n suami gawe di luar kota Nah beberapa bulan kebelakang ada pasangan suami istri yg baru nempatin 1 kamar dkt kamar gw. Entah kenapa itu istrinya kok jutek banget, ngga ada penampakan ramah dah pokoknya. Pernah gw berpapasan sama dia trus gw senyumin ehhh dianya malah buang muka... wew dongkol deh... Abis itu gw cuekin aja, makan ati banget kalo dipikirin. tapi cuek gw berarti ga perhatian, kalo hari mau ujan itu jemuran dia gw angkatin dan pindahin ke jemuran gw yg aman dr ujan. Apa daya, bukannya terimakasih malah nanya "Kok jemuranku jadi ada disini sih?" !@#$%$%^... Gw cuman ketawa sendiri dengernya, dalam hati "emang Jin yang mindahin, dasar dodol... " Kejadian terakhir ney yg bikin gw kesel banget, kan dia lagi nyapu di depan kamarnya (kamarnya ujung jd pasti bakal kelewatan sama penghuni lain) trus gw lewat, gw bilang "punten.." (permisi in sundanesse) Itu si dodol asli pura2 ngga liat, terus aja nyapu. Ya udah gw injekin aja sekalian hasil sapuan dia. Keselll. Bisa aja gw ribut eh nanya dink, apa masalahnya...(lagian gw tau banget tipe dia nih tipe "berisik" soalnya kalo lg ada temennya dateng wahh kayak ada pesta aja rameee banget ngomongnya). Tapi dia lagi hamil 7 bulan boo... mana tega gw rusuh sama ibu hamil. Anehnya, suaminya mah biasa2 aja ke gw. Nanya, nyapa dll. Oh iya pas gw merit, kan diundang tu semua penghuni, Si doi mah boro2 dateng... ngucapin syelamet aja kagak... Lakinya doang bilang maaf ga bisa dateng bla bla blah... Gw suka geli sendiri aja. Kadang2 suka berfikir kata orang-orang tua, tu ibu hamil kalo benci sama gw ntar anaknya (masa bodo laki ato perempuan) bisa jadi bakalan cantik kayak gw!!! Sorry guys... cuma buang sampah dari hati aja. Karena gw bener2 lega setelah ngetik ini.
24 Sep 2007
Ada saat dimana aku tak dapat berbicara Bukan karena bisu Bukan karena aku bodoh Tapi begitu banyak kata yang ingin kuucapkan Secara bersamaan. Ada saat dimana aku menangis Bukan karena aku bersedih Bukan karena kau menyakitiku Tapi karena aku menyadari kesalahanku Kelemahanku, kebodohanku Tahun-tahun yang kita lewati Bukanlah sekejap mata Begitu banyak tangis dan tawa Aku bersamamu kala kau di atas Aku juga tak meninggalkanmu waktu kau terpuruk Aku tak mencoba membuktikan sesuatu padamu Hanya rasa ini yang tak mau pergi Ada pula saat-saat aku tertawa Karena kau membuatku begitu Bukan aku menganggapmu badut Tapi kau-lah hiburanku Kau-lah lelaki penghiburku!! ------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Lil' story behind the "scene"... Kan awalnya ada tuh yg bikin puisi di thread ini, eh minta dibalas. Nah setelah beberapa hari/ minggu bertapa mencari inspirasi, inilah yang bisa dituangkan dalam bentuk puisi (atau malah cenderunf frase ya? Berhuhung daku bukan dari golongan melancolic maka ya segini... Buat yayang (kalo baca): Nah...
20 Sep 2007
Dear All Bluefamers,
Sekedar usul dan pemberitahuan, bagi BFers yang mau mengajukan pertanyaan, saran ataupun kritik harap di TOPIC TITLE -nya disebutkan langsung sasaran dan tujuan posting. Misalnya mau bertanya tentang kesulitan meng-upload gambar, maka di Topic Title nya bisa ditulis "Upload gambar kok susah ya?" atau "susah upload neh" atau apalah yg penting memberitakan langsung tentang maksud postingan kamu. Alternatif lain, bisa juga Topic Title nya masi umum, tapi di jelasin dong di TOPIC DESCRIPTION, untuk memudahkan mods yang Led di masing² room meng-handlenya. Jadi jangan hanya seperti "nanya dong", atau "bingung nih" atau "boleh nanya ngga"... Terus terang gw pribadi jd ngga tertarik buka posting di sini dengan judul cuman gitu doang. Mohon maaf bila kurang berkenan
8 Mar 2007
Another Story Of Love Originally written by Aphroditee Pertamanya aku ngga terlalu memperhatikan ketika kapan pun kami ada momen hanya berdua, dia selalu memeluk dan memberiku perhatian khusus. kali ini sudah keterlaluan,malam itu aku di dapur untuk membuat minuman dan makanan untuk sebuah pesta kecil di rumahku. Dan tentu saja dia menawarkan bantuannya. Tetapi dia memelukku dari belakang dan menciumiku penuh gairah. Terang saja aku kaget dan marah, kubalikan badanku dan kudorong dia. "Apa yang kau lakukan?" Kataku Tak serta merta dia menjawab, hanya tatap matanya yang tajam dalam sejenak kebisuan. "Maafkan aku, Wi..." Jawabnya kemudian "Aku tak lagi bisa menahan hasrat ini". "Udah ngga waras kau ini ya?" "Aku...", Perkataannya terpotong oleh kemunculan anakku di dapur. "Mama, aku mau eskrim..."Pintanya manja. "Iya sayang, yuk kita makannya di depan aja ya". Aku bersyukur anakku datang. Biasanya aku tak mengijinkan dia makan eskrim malam-malam begini, tap untuk kali ini aku buat pengecualian. Di ruang depan, suami dan beberapa orang tetangga kami sedang ngobrol dan sebentar-sebentar tertawa. Segera aku bergabung dengan mereka dan bersikap mesra terhadap suamiku. Dari sudut mata kulihat Alex baru keluar dari dapur, aku mengacuhkannya sampai pesta berakhir. Sialan... Malamnya aku tak bisa tidur, walau kutau kalau aku sangat letih tetapi pikiranku tetap tertuju pada kejadian di dapur tadi. Hari-hari setelahnya aku tetap mengacuhkan Alex, bahkan ketika kami bertemu di mini market depan kompleks. Aku segera menyudahi belanja dan pulang ke rumah. Suatu ketika suamiku pergi untuk keperluan dinas selama beberapa hari di luar kota, Alex mendatangiku di rumah. Wajahku tak lagi bersahabat melihat dia. Kutolak dia untuk masuk ke rumah. Alex tetap memaksa sehingga akhirnya kubiarkan dia masuk. "Apa maumu sekarang?" Tanyaku ketus "Wi, mengenai kejadian kemaren itu aku sekali lagi minta maaf, hanya saja..." Dia menghentikan kalimat itu, kulihat ada keraguan di matanya. "Hanya apa?" Sambungku cepat "Kau hanya mengahbiskan waktuku saja, Lex" "Aku hanya ingin kau tau, Wi, perasaanku yang sebenarnya. Sejak dari kita SMA dulu kau telah mencuri hatiku, kau telah menguasai mimpi-mimpiku dan kau memenuhi setiap fantasi erotisku...Hampir tiap ma..." "Cukup, Lex, aku udah muak mendengarnya" "Tapi,Wi, aku hanya ingin kau membantuku dengan.." "Tak ada yang bisa kulakukan untukmu,Lex. Ya Tuhan, apa tak kau lihat, aku punya anak dan suami yang kusayangi dan merekapun menyayangiku. Hidupku sempurna...Dan aku tak mau kau merusaknya begitu saja" Kalimat-kalimat itu begitu saja meluncur dari mulutku. "Saranku, Lex... Kau pergi saja cari psikiater buat obati jiwamu itu". Tiba-tiba pandangan Alex berubah, dia mulai mendekatiku kemudian memeluk dan menciumiku dengan kasar. Tak kusangka salah satu tangannya menyingkap rok-ku dan jari-jarinya masuk di balik celana dalamku. Sekuat tenaga ku lepaskan diri dari cengkramannya. Kucakar wajahnya dan kutampar berkali-kali. Setelah terlepas dari pelukannya, kutendang perutnya sampai dia jatuh terhuyung-huyung. Aku kehilangan kendali. Kulemparkan buku-buku di rak dekatku ke arahnya sambil berteriak-teriak. "Setan kau Lex!! Kau gilaa... Aku benci kau... Sekarang pergi dari rumahku, pergiiii!!!" Wajahnya berubah menjadi sayu. Sambil berdiri, dia memegangi luka bekas cakaran di wajahnya. Perlahan-lahan dia menjauh dariku. Sebelum menghilang di balik pintu, dia berkata "Aku akan tetap mencintaimu, Wi...". Kurasakan sekelilingku berputar sangat cepat, aku terjatuh. Untuk beberapa saat aku tak sadarkan diri. Begitu siuman, aku telpon suami dan kuceritakan apa yang terjadi. Suamiku langsung pulang hari itu juga dengan mengambil penerbangan pertama ke kotaku. Besoknya kutau dari suami bahwa Alex sudah meghilang dari rumahnya dan juga dari lingkungan kami. Tapi bukan berarti aku bisa merasa tenang, karena tepat seminggu semenjak Alex menghilang, aku sering mendapatkan teror. Dari mulai dering telepon yang ketika diangkat tak ada jawaban dari ujung sana melainkan suara alunan musik saja. Kemudian kiriman buket-buket bunga tanpa nama pengirim, sampai kartu ucapan 'Happy Valentine' di bulan Mei!! Akhirnya kami (aku, anak dan suami) memutuskan untuk pindah rumah ke daerah pinggiran kota. Hanya keluarga dn beberapa sahabat yang tau tentang kepindahan kami dan mereka sepakat tutup mulut. Rumah baru kami memang tak sebesar rumah yang di kota tetapi setidaknya aku mulai merasakan ketenangan dan kedamaian di sini setelah beberapa bulan kepindahanku. Di suatu pagi ketika aku sedang duduk-duduk sendiri di beranda rumah, entah kenapa aku teringat lagi padanya. Namanya adalah Alexandra Melanie Wiyono. Teman-teman yang lain memanggilnya "Sandra" tapi hanya aku yang memberinya panggilan "Alex", karena dia adalah yang paling dekat denganku. Kami adalah gank dengan personil lima orang perempuan semasa SMA dulu. Peristiwa-peristiwa masa lalu menyeruak kembali di ingatanku. Aku ingat ketika kami berlima menginap di suatu Villa, Alex memintaku untuk mandi bersamanya. Alasannya, dia takut berada di kamar mandi sendirian, aku pun setuju. Kulihat dia menelan ludah saat melihatku telanjang bulat dan mulai menyabuni tubuhku. Malamnya aku kebagian tidur seranjang dengan Alex, kemudian kurasakan tangannya meraba-raba payudaraku. Ketika kutanya kenapa, Alex dengan enteng menjawab "Aku hanya ingin tau payudara siapa yang paling bagus" Setelah itu kami hanya tertawa karena kusangka itu sebagai candaan saja. ...Oh naif sekali aku ini... Lamunanku buyar oleh datangnya tukang pos mengantarkan surat buatku. Perasaanku kembali kalut karena surat itu tanpa nama pengirim. Dengan penuh cemas dan keraguan, kubuka amplop surat itu perlahan-lahan. Tanganku bergetar ketika kubaca isi surat itu yang hanya berisi beberapa kalimat pendek.. There's nothing they can do to keep you away from me I love you too much, and I don't want to lose you no matter how much you threaten me. But you'll see, that in time you will love me a little... And that's enough for me. ............................................................................................ Inspired by: Gabriella Parca (1963) -The Italian Women Confess- Taken from "The Sex Box", Woman Edition. |
Profile Feeds
Options
Interests
No Information
Last Visitors
Comments
Friends * Profile views updated each hour
|
|
Lo-Fi Version | Time is now: 22nd November 2009 - 02:06 PM |
BlueFame.Com A Blue Alternative Community for Peace, Love, Friendship, and Cyber Solidarity © 2006
All Rights Reserved Unless Otherwise Specified
BlueFame Part Division
BlueFameStyle |
BlueFame Upload |
BlueFame Radio | BlueFameMail |
Advertise here!