|
zwageriModerator
|
Joined: 23/07/06 Profile Views: 10.622* Last Seen: Private Local Time: Nov 22 2009, 04:15 PM 15.401 posts (13 per day)
zwageri doesn't have a personal statement currently.
|
|
Profile
Topics
Posts
ibProBattle
Arcade
Gallery
Blog
Issues
Comments
Friends
My Content
2 May 2009
![]() Kisah Raja Saud Sang Penjegal, Kisah Ibn Saud Menguasai Arabia Penulis : H.C. Armstrong Penerbit : Ufuk Press, Juni 2008 Tebal : 405 halaman SEJARAH adalah kumpulan narasi orang besar. Begitu orang menyebutnya. Apakah orang itu telah berjasa bagi kemajuan kemanusiaan, atau ia telah ikut menyengsarakan masa depan nasib jutaan umat manusia. Sejarah tampaknya memang seringkali bercerita kepada kita tentang peristiwa orang-orang besar dalam setiap kiprah hidupnya. Begitulah kesan yang dapat ditangkap setelah membaca buku berjudul Sang Penjegal Kisah Ibn Saud Menguasai Arabia (terjemahan) karya Harold Cortenay Armstrong. Buku ini menceritakan mengenai perjuangan seorang putra keturunan raja Arab yang agung, Abdul Aziz yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ibn Saud dalam merebut kembali dinastinya dari pendudukan musuhnya, yakni Rashid. Filsuf Jerman Nietzsche pernah memaklumatkan dalam aforismenya bahwa hakikat dari dunia, hidup, dan ada adalah The Will to Power (kehendak untuk berkuasa). Setiap kehendak itu muncul dari satu ego, yaitu prinsip identitas dan kesatuan. Dengan berkuasa, seorang itu merasakan kebahagiaan (happiness), dimana perasaan akan bertambahnya kekuasaan-hambatan diatasi (St. Sunardi, 1996). Berangkat dari motivasi kuasa itulah, kata Nietzsche, yang memungkinkan terjadi penguasaan kelompok satu atas lainnya, dan yang memungkinkan satu dengan lainnya terjadi perang. Dalam kacamata inilah, perebutan kekuasaan yang bergejolak di lingkungan kerajaan Arab yang agung Saud itu terjadi. Cerita buku ini bermula ketika di lingkungan istana Riyadh terjadi perang saudara. Kakak beradik, Abdullah dan Saud yang bertengkar kurang lebih 10 tahun demi memperebutkan takhta kekuasaan dari keturunan nenek moyangnya. Peperangan itu kemudian menyebabkan kekalahan pada pihak Saud, sehingga dia melarikan diri dan tinggal dengan Kabilah Ajman di provinsi Al-Ahsa, bagian timur istana Riyadh. Maka berkuasalah Abdullah. Meski satu lainnya telah kalah, tapi peperangan tetap terjadi dalam berbagai bentuknya. Abdurahman saudara laki-laki lainnya bertugas memediasi dan mengingatkan terhadap berbagai kemungkinan ancaman pendudukan dari Kabilah lain. Ternyata, dalam kondisi yang tidak menentu itulah, dengan mudah dimanfaatkan oleh pihak luar musuh dari luar keluarga keturuan Ibn Saud. Yaitu Rashid berhasil menguasai istana Riyadh dan menjadi raja di daerah itu dalam waktu yang lama. Sementara itu, pewaris takhta kekuasaan yang sah, Abdurahman akhirnya tersingkir, dan hidup di pengasingan bersama putranya, Abdul Aziz. Rashid memerintah daerah Riyadh dengan tangan besi. Dia menarik pajak dari daerah-daerah jajahannya. Tidak segan-segan dia memerangi kabilah yang membangkang terhadap kekuasaannya. Di seberang yang lain, Abdurahman masih menaruh dendam dengan Rashid. Untuk membalas rasa sakitnya itulah dia menyiapkan putranya, Abdul Aziz yang kemudian lebih dikenal Ibn Saud, untuk merebut kembali kekuasaannya. Pada waktunya, Ibn Saud tumbuh dan besar sebagai pejuang perang yang tangguh, serta tidak segan membabat habis musuh-musuhnya. Ibn Saud berencana merebut kembali kejayaan dinastinya. Dengan taktik dan strategi yang dijalankan, akhirnya ia pun berhasil membunuh Obeid, saudara Rashid. Dan tidak lama setelah itu, istana Riyadh pun sudah berada di tangan. Dengan keberhasilannya menguasai Riyadh, maka akhirnya ia menghimpun kekuatan yang lebih dalam melebarkan kekuasaannya ke jajirah Arab lainnya. Hingga kini terbukti, Negara Arab Saudi masih berdiri kokoh dengan dinasti King Abdul Aziz. Membaca buku ini, akan tersadarkan bahwa kekuasaan itu bukan barang yang suci, bahkan bagi orang yang sangat beragama. Ia selalu sarat intrik, sifat licik, dan akhirnya berjatuhan korban. Buku ini menghadirkan cerita lain di balik pemandangan klise sebagian orang tentang negara damai Arab Saudi. Buku yang menampilkan sosok Abdul Aziz secara berbeda, dari kesan selama ini sebagai raja yang bijak dan arif. H.C.Armstrong menggambarkan Raja Abdul Aziz sebagai seorang yang keras dan teguh pendiriannya.[] Afriadi, Pengkaji Buku di RMBooks
19 Nov 2008
![]() Sang Pemimpi Author: Andrea Hirata Publisher: Mizan Publishing Sang Pemimpi adalah sebuah lantunan kisah kehidupan yang memesona dan akan membuat anda percaya akan tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan pengorbanan, lebih dari itu, akan membuat Anda percaya kepada Tuhan. Andrea akan membawa Anda berkelana menerobos sudut-sudut pemikiran dimana Anda akan menemukan pandangan yang berbeda tentang nasib, tantangan intelektualitas, dan kegembiraan yang meluap-luap, sekaligus kesedihan yang mengharu biru. Tampak komik pada awalnya, selayaknya kenakalan remaja biasa, tapi kemudian tanpa anda sadari kisah dan karakter-karakter dalam buku ini lambat laun menguasai anda. Karena potret-potret kecil yang menawan akan menghentakkan Anda pada rasa humor yang halus namun memiliki efek filosofis yang meresonansi. Karena arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah dua orang tokoh utama buku ini: Arai dan Ikal akan menuntun Anda dengan semacam keanggunan dan daya tarik agar Anda dapat melihat kedalam diri sendiri dengan penuh pengharapan, agar Anda menolak semua keputusasaan dan ketakberdayaan Anda sendiri. "Kita tak kan pernah mendahului nasib!" teriak Arai. "Kita akan sekolah ke Prancis, menjelajahi Eropa sampai ke Afrika! Apa pun yang terjadi!" Dahsyat! Kata-kata Andrea berhasil "menyihir" jiwaku. Dia dapat dikatakan memiliki kemampuan mengolah kata sehingga memesona yang membacanya. (Hernowo, editor senior dan penulis buku Mengikat Makna). Tidak kalah kocak dibandingkan Laskar Pelangi. Tuturannya mengalir, menyentuh, mencerahkan, menggelikan, membidik pusat kesadaran, dan jauh dari sifat menggurui. (Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, cendekiawan dan mantan ketua umum PP Muhammadiyah). Andrea adalah seorang seniman kata-kata. (Nicola Horner, jurnalis di London, kontributor The Guardian, dan pemerhati kesusastraan Melayu). Menyuguhkan kisah-kisah kehidupan yang memesona yang dirangkai dengan kalimat-kalimat yang menyihir pembacanya. (Tabloid Wanita Indonesia)
19 Nov 2008
![]() THE SACRED ROMANCE OF KING SULAIMAN & QUEEN SHEBA Author: Waheeda El-Humayra Publisher: Mizan Publishing Pada saat Ratu Sheba, Bilqis, menerima pinangan Sulaiman, Raja Muda Ursyalim yang telah memiliki banyak istri, ia sedang menghadapi goncangan di negerinya. Sekian lama Bilqis diombang-ambing dalam keraguan untuk memantapkan pilihan hidupnya. Sementara itu, banyak pula penguasa negeri lain yang bermaksud menyunting dan bahkan tak ragu untuk menjadikan Bilqis sebagai satu-satunya perempuan dalam hidup mereka. Penantian dan ketidakpastian yang melelahkan itu berakhir tatkala Sulaiman menjemput Bilqis pada suatu pagi, di puncak kegamangan yang hampir menggerus harapan, untuk duduk di singgasana negeri Ursyalim. Namun, selain Raja Daud dan segelintir orang, kehadiran Bilqis di negeri Ursyalim hanya disambut dingin oleh para penghuni istana. Di sisi lain, Sulaiman dihadapkan pada kedengkian Absyalum, abang tertuanya yang berambisi menggantikan Daud sebagai Raja Ursyalim. Pemberontakan terjadi. Sulaiman dan Bilqis pun hidup di pengasingan dalam sebuah cinta yang tak terpisahkan. *** Bagaimanakah mereka menghadapi ujian-ujian cinta yang memberatkan itu? Mengapa pula Sulaiman begitu besar cintanya kepada Bilqis? Bagaimana dengan akhir pemberontakan Absyalum? Apa saja yang dilakukan Sulaiman dan Bilqis sampai-sampai kisah mereka diabadikan dalam Al-Quran? Kisah cinta Sulaiman dan Bilqis digulirkan secara menarik oleh Waheeda El-Humayra. Pembaca tidak hanya diajak mengenal orang-orang besar pada masa itu, tapi juga dibawa menjelajahi peristiwa-peristiwa besar dan diseret ke dalam lorong waktu untuk merasakan suasana Yaman dan Jerusalem tiga ribu tahun yang lalu. "Sebuah kisah megah yang diceritakan dengan cara menyarikan hikmah. Indah dan mencerahkan!" Andrea Hirata, penulis tetralogi Laskar Pelangi
2 Jul 2008
![]() Kejayaan Laut Nusantara Cerita yang Terlupakan Negara Maritim Nusantara, Jejak Sejarah yang Terhapus Penulis : Nasruddin Anshory CH. dan Dwi Penerbit : Tiara Wacana, Mei 2008 Tebal : 313 halaman hal “Nenek moyangku orang pelaut, gemar mengarung luas samudra. Menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa.” Itulah sepenggal lagu kanak-kanak yang ditulis seorang seniman yang tidak dikenal namanya. Sepertinya, tidak berlebihan memang bila sang seniman menyebut bahwa nenek moyang orang Indonesia adalah pelaut-pelaut handal. Dari berbagai belahan penjuru Nusantara tersebar banyak bandar atau pelabuhan besar. Juga banyak peninggalan budaya yang melukiskan kegagahan nenek moyang orang Indonesia sebagai pelaut. Sejarah pun telah menyebutkan bahwa bersatunya Nusantara adalah karena kebesaran armada maritim. Pada masa lalu di era kerajaan Sriwijaya, Majapahit hingga Demak, Indonesia adalah negara besar yang disegani di kawasan Asia, bahkan mungkin di seluruh dunia. Berbagai negara mulai dari Tumasik, Pasai, hingga Campa tunduk oleh kegagahan armada kapal Sriwijaya dan cetbang (meriam api) Majapahit. Kejayaan masa ini dilukiskan secara indah oleh Pramoedya Ananta Toer dalam novelnya, Arus Balik. Namun sayang, kini kejayaan masa lalu bangsa Indonesia ini tidak lagi banyak dikenang. Kejayaan tersebut seakan tertutup oleh potret kemiskinan yang melanda rakyat Indonesia, dan tenggelam dalam riuh demonstrasi menentang naiknya BBM. Bangsa ini seakan tidak lagi menampakkan sisa-sisa kebesarannya, seperti halnya lagu “nenek moyangku orang pelaut” juga tidak lagi banyak dinyanyikan oleh anak-anak di negeri ini. Kini, negara-negara lain memandang dengan sebelah mata kepada bangsa ini, seperti yang tersirat dari cara mereka memperlakukan para TKI. Kebesaran Indonesia sebagai negara maritim yang pernah jaya seakan menjadi jejak sejarah yang terhapuskan. Buku ini bermaksud me-review kembali jejak sejarah tentang kejayaan maritim Nusantara. Dalam buku ini dikupas secara tuntas mengenai sejarah kerajaan-kerajaan Nusantara lama yang jaya kekuatan maritimnya. Serta beberapa kota bandar atau pelabuhan yang berpengaruh dalam peta perdagangan. Dimulai dari Sriwijaya, sebuah kerajaan di pulau Sumatera yang ternyata memiliki kekerabatan erat dengan kerajaan Syailendra di tanah Jawa. Bahkan Balaputeradewa, salah satu raja besar Sriwijaya, merupakan anak dari Prabu Samaratungga, raja Syailendra. Kekerabatan ini tertulis dalam prasasti Balitung. Pengaruh Sriwijaya sangat luas hingga mencapai Malaya, Siam dan sebagian Filipina. Kemudian diulas pula tentang Majapahit, kerajaan yang meneruskan kebesaran kekuatan maritim Sriwijaya dibawah pimpinan raja Hayam Wuruk dan Patih Gajahmada. Dengan Gresik dan Surabaya sebagai kota pelabuhan, Majapahit menguasai perdagangan di kawasan Asia Tenggara. Selepas runtuhnya Majapahit, kejayaan maritim diambil-alih oleh Demak, dengan kota Juwana sebagai bandar pelabuhannya. Pada masa Demak inilah pengaruh Islam mulai muncul. Selain kerajaan-kerajaan besar tersebut, ada beberapa kota pelabuhan lain yang juga turut mewarnai sejarah Maritim nusantara. Kota-kota seperti Pati, Jepara, Tuban, Gresik, Surabaya, Pasuruan, dan Madura juga turut mewarnai kancah pedagangan di kawasan Asia. Walaupun kota-kota tersebut bukanlah kerajaan, namun daerah-daerah tersebut merupakan daerah otonom yang didukung letak yang strategis di sepanjang pantai utara. Masing-masing kota tersebut mengalami pergulatan sendiri-sendiri, yang diulas secara apik dalam buku ini. Membaca buku ini, pembaca serasa diajak menikmati kemegahan Nusantara masa lalu. Pertanyaannya, kapankan kemegahan dan kejayaan tersebut akan kembali kepada bumi Nusantara? Hanya Tuhan yang tahu. *** Penulis, Awinullah, pekerja buku
5 Feb 2008
Tempuyung ![]() ![]() (Sonchus arvensis L.) Familia: Asteraccae (Compositac) Uraian: Tempuyung tumbuh liar di tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung, seperti di tebing-tebing, tepi saluran air, atau tanah terlantar, kadang ditanam sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan yang berasal dari Eurasia ini bisa ditemukan pada daerah yang banyak turun hujan pada ketinggian 50 - 1.650 m dpl. Terna tahunan, tegak, tinggi 0,6 - 2 m, mengandung getah putih, dengan akar tunggang yang kuat. Batang berongga dan berusuk. Daun tunggal, bagian bawah tumbuh berkumpul pada pangkal membentuk roset akar. Helai daun berbentuk lanset atau lonjong, ujung runcing, pangkal bentuk jantung, tepi berbagi menyirip tidak teratur, panjang 6 - 48 cm, lebar 3 - 12 cm, warnanya hijau muda. Daun yang keluar dari tangkai bunga bentuknya lebih kecil dengan pangkal memeluk batang, letak berjauhan, berseling. Perbungaan berbentuk bonggol yang tergabung dalam malai, bertangkai, mahkota bentuk jarum, warnanya kuning cerah, lama kelamaan menjadi merah kecokelatan. Buah kotak, berusuk lima, bentuknya memanjang sekitar 4 mm, pipih, berambut, cokelat kekuningan. Ada keaneka-ragaman tumbuhan ini. Yang berdaun kecil disebut lempung, dan yang berdaun besar dengan tinggi mencapai 2 m disebut rayana. Batang muda dan daun walaupun rasanya pahit bisa dimakan sebagai lalap. Perbanyakan dengan biji. Nama Lokal: Jombang, j. lalakina, galibug, lempung, rayana (Sunda).; Tempuyung (Jawa).; Niu she tou (China), laitron des champs (Perancis).; Sow thistle (Inggris). Penyakit Yang Dapat Diobati: Batu saluran kencing, batu empedu, disentri, wasir, rematik goat,; Radang usus buntu (apendisitis), radang payudara (mastitis), bisul; Beser mani (spermatorea), darah tinggi (hipertensi), luka bakar,; Pendengaran kurang (tuli), memar.; Pemanfaatan: BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun atau seluruh tumbuhan. INDIKASI : Tempuyung dapat mengatasi:
CARA PEMAKAIAN : Daun atau seluruh tumbuhan sebanyak 15 - 60 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, herba segar digiling halus lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau diperas dan airnya untuk kompres bisul, luka bakar, dan wasir. PEMAKAIAN :
CATATAN : Kapsul Prolipid yang diindikasikan untuk pengobatan kolesterol tinggi dan menjaga kelangsingan tubuh mengandung tumbuhan obat ini. Komposisi : SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Tempuyung rasanya pahit dan dingin. KANDUNGAN KIMIA: Tempuyung mengandung oc-laktuserol, P-laktuserol, manitol, inositol, silika, kalium, flavonoid, dan taraksasterol. EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL PENELITIAN:
|
Profile Feeds
Options
Interests
Petualangan dan Penjelajahan
Last Visitors
Comments
SqueaKy
selamat ulang tahun~... dan bahagia~... hehe... met ulang tahun oom @Zwa.. :D 5 Jul 2009 - 15:35
abobor
:party: met ultah moga panjang umur dan mendapatkan yg terbaik dalam hidup selanjutnya. amiin 5 Jul 2009 - 2:28 Friends * Profile views updated each hour
|
|
Lo-Fi Version | Time is now: 22nd November 2009 - 01:15 PM |
BlueFame.Com A Blue Alternative Community for Peace, Love, Friendship, and Cyber Solidarity © 2006
All Rights Reserved Unless Otherwise Specified
BlueFame Part Division
BlueFameStyle |
BlueFame Upload |
BlueFame Radio | BlueFameMail |
Advertise here!