Liputan6.com 04/06/2008 11:14
http://www.liputan6.com/actual/?id=12290
QUOTE
Liputan6, Bojonegoro: Dalam dua puluh tahun terakhir, sejumlah benda bersejarah temuan masyarakat di berbagai situs di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, raib. "Kami sering melacak informasi temuan benda bersejarah di situs yang tersebar di Bojonegoro, tetapi setelah ditelusuri benda temuan itu sudah dijual," kata Kepala Seksi Sejarah Nilai Tradisional dan Muskala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bojonegoro Dari Suprayitno, Rabu (4/6).
Berbagai temuan benda bersejarah tersebut di antaranya ditemukan di situs Tegal Gong di Kecamatan Ngasem, situs Krewengan di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, situs Jawik di Tambakrejo, dan situs Mlawatan di Kalitidu. Sedangkan benda bersejarah yang pernah ditemukan masyarakat, berupa guci kuno, bokor emas, uang logam emas, dan uang gobak perak.
"Kami kesulitan memperkarakan, karena tidak ada bukti," keluh Dari Suprayitno.
Dari Suprayitno memaparkan, beberapa benda temuan tersebut di antaranya bernilai sejarah tinggi. Misalnya, prasasti Adan-adan pada zaman Kerajaan Majapahit, gading gajah purba, dan satu set peralatan gamelan kuno, yang sekarang ini disimpan di Museum Tantular, Surabaya. Menurutnya, prasasti Adan-adan (1223 Saka/1301 Masehi) merupakan prasasti keempat yang berhasil ditemukan di Indonesia.
Dalam penelitiannya, Drs Mashi Suhadi dan Drs M.M.Sukarto menyimpulkan, prasasti Adan-adan tergolong paling lengkap dibandingkan ketiga prasasti lainnya. Karena pada tiga prasasti yang mengambarkan kebesaran Kerajaan Majapahit tersebut ada beberapa lempengan yang hilang. Tiga prasasti lainnya, yakni prasasti Kudadu (1216 Saka/1294 Masehi), prasasti Sukamerta (1218 Saka/1296 Masehi) dan prasasti Balawi (1227 saka/1.305 Masehi).
Pencarian berbagai benda bersejarah yang ada di Bojonegoro di sejumlah situs, hingga sekarang ini masih terus berlangsung. Terutama di musim kemarau. Masyarakat melakukan pencarian benda bersejarah, dengan menggali makam kub
ur kalang. Biasanya di dalamnya terdapat bekal kubur, berupa manik-manik, giwang, atau perhiasan emas.(SHA/ANTARA)Berbagai temuan benda bersejarah tersebut di antaranya ditemukan di situs Tegal Gong di Kecamatan Ngasem, situs Krewengan di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, situs Jawik di Tambakrejo, dan situs Mlawatan di Kalitidu. Sedangkan benda bersejarah yang pernah ditemukan masyarakat, berupa guci kuno, bokor emas, uang logam emas, dan uang gobak perak.
"Kami kesulitan memperkarakan, karena tidak ada bukti," keluh Dari Suprayitno.
Dari Suprayitno memaparkan, beberapa benda temuan tersebut di antaranya bernilai sejarah tinggi. Misalnya, prasasti Adan-adan pada zaman Kerajaan Majapahit, gading gajah purba, dan satu set peralatan gamelan kuno, yang sekarang ini disimpan di Museum Tantular, Surabaya. Menurutnya, prasasti Adan-adan (1223 Saka/1301 Masehi) merupakan prasasti keempat yang berhasil ditemukan di Indonesia.
Dalam penelitiannya, Drs Mashi Suhadi dan Drs M.M.Sukarto menyimpulkan, prasasti Adan-adan tergolong paling lengkap dibandingkan ketiga prasasti lainnya. Karena pada tiga prasasti yang mengambarkan kebesaran Kerajaan Majapahit tersebut ada beberapa lempengan yang hilang. Tiga prasasti lainnya, yakni prasasti Kudadu (1216 Saka/1294 Masehi), prasasti Sukamerta (1218 Saka/1296 Masehi) dan prasasti Balawi (1227 saka/1.305 Masehi).
Pencarian berbagai benda bersejarah yang ada di Bojonegoro di sejumlah situs, hingga sekarang ini masih terus berlangsung. Terutama di musim kemarau. Masyarakat melakukan pencarian benda bersejarah, dengan menggali makam kub
