QUOTE (atomic ants @ Mar 31 2009, 08:45 PM)

^^
maksud pemerintah tuh sebenernya baik, tp memang sulit mengaplikasikannya di lapangan. sampe kapan kita akan terus-terusan tertinggal dari negara lain?
contoh kecil, di singapura kalo gak salah (CMIIW) nilai minimal matematika untuk kelulusan itu 7,sekian, nah, negara kita yang hanya dipatok 4,25 aja banyak yang ribut.
kalo gw liat, memang pelajar kita sekarang terlalu terbawa arus globalisasi yang tidak terbendung dari media. menurut gw, media terutama media tv, banyak sekali berperan dalam merosotnya moral para pelajar kita sekarang. adegan seks, tawuran pelajar, sampe genk pelajar yang makin marak, itu semua karena dampak globalisasi.
memang kalo diliat dari sistem pendidikan kita sekarang, banyak sekali kekurangan, karena pemerintah menerapkan sistem trial n error, padahal pendidikan bukan buat coba2. misalnya, dengan sistem pendidikan sekarang, tidak ada shock therapy bagi siswa dengan nilai-nilai mata pelaran yang harus minimal sama dengan KKM yang menciptakan kemalasan bagi guru untuk terus2an mengulang materi yang sama ke siswa yang sama dan ujung2nya guru akan meluluskan siswa tersebut dengan nilai yang didongkrak, atau contoh lain, penghapusan nilai merah di rapot, sepele memang tapi efeknya sangat terasa sekarang, belum lagi aspek2 yang terdapat pada setiap mata pelajaran yang membingungkan guru untuk mengisinya dan orang tua siswa yang melihatnya.
di situlah sebenarnya peran besar seorang guru jika ia memiliki integritas yang tinggi dengan profesinya, untuk meminimalkan efek negatif dari sistem pendidikan sekarang. dan celakanya, guru yang berintegritas tinggi saat ini semakin jarang ditemui sepeti halnya bu Muslimah dalam novel Laskar Pelangi.
jadi gw juga setuju kalo seorang guru itu harus melalui suatu proses seleksi yang panjang, karena guru adalah masa depan bangsa.
jadi inget cerita saat bom atom meledak di jepang, apa yang pertama kali diucapkan kaisar jepang saat itu :
"kumpulkan semua guru yang tersisa di negara ini, hanya dengan mereka kita bisa kembali membangun negeri"
guru---betapa mulia profesimu
hanya sekedar pendapat
CMIIW
nah, kalo pembahasan yg serius seperti ini, gw sebagai seorang guru yg relatif masih muda pada akhirnya cuma bisa mengelus dada..
kenapa? karena sekitar 10-15 tahun yang lalu, belum ada gejala seperti ini. meskipun kurikulum waktu itu sangat sederhana, ternyata hasil yang diperoleh jauh dari kualitas pelajar saat ini.
pendidikan kita saat ini tuh semakin menurun, terbukti dari banyaknya pelajar yang tidak dapat menyerap pelajaran yang -tergolong- masih sangat mudah untuk ukuran mereka.
wow..
di satu sisi, globalisasi ternyata memberikan efek yang baik, dimana murid dan guru dapat berinteraksi lebih banyak lewat dunia maya. tetapi ya itulah, kita tidak dapat menjaga murid2 kita selama 24 jam kan? jadi tuntutannya lebih kepada pemahaman dan penanaman nilai2 yang kuat..
how? well, we each have our own way..
*sesen dua sen dari nubie, gan..*
cheers!