QUASAR
Sejak ditemukan tahun 1960 keberadaannya masih menyimpan misteri besar. Apakah subjek ini menjadi bukti kuat bahwa alam semesta mengembang?
Quasar, nama ini merupakan akronim dari Quasi stellar radio source. Dalam bahasa Indonesia sederhana ada yang mengartikannya sebagai sumber radio bintang gadungan. Mengapa demikian? Karena benda bersinar sangat terang yang keberadaannya disinyalir paling jauh dalam jagad raya ini tidak serupa dengan bintang biasa. Itulah sebabnya ia diberi istilah quasi (pura-pura, tak benar).
Selama puluhan tahun, para ahli astronomi telah dibingungkan oleh adanya berbagai gelombang radio yang dipancarakan berbagai daerah di ruang angkasa. Penelitian secara khusus terhadap hal ini kemudian dimulai pada tahun 1940-an dengan cabang penelitian baru yakni astronomi radio.
Hasilnya, ribuan sumber gelombang radio berhasil dipetakan. Beberapa di antaranya berasal dari dalam Galaksi Bimasakti. Sementara beberapa lainnya berada dalam galaksi jauh yang disebut sebagai Galaksi Radio. Hingga saat ini sedikitnya sekitar 150 Galaksi Radio telah berhasil diidentifikasi. Beberapa anggota dari galaksi ini merupakan sumber pemancar radio yang sangat kuat.
Dua penemuan besar empat puluh tahun lalu sangat mendukung penelitian benda menyerupai bintang ini. Tahun 1960 astronom AS, Alan R. Sandage, menemukan sumber radio sangat kuat berjarak sangat jauh yang diberinya nama 3C 48. Tiga tahun kemudian, Marten Schmidt, dari Mount Palomar Observatory, California juga menemukan sumber gelombang radio sangat kuat yang lain yang disebutnya sebagai 3C 273.
Kedua benda diperkirakan jaraknya mencapai satu miliar tahun cayaha dari Bumi. Bayangkan betapa jauhnya jarak ini, karena satu tahun cahaya saja sama dengan 9,5 triliun km! Yang menjadikannya takjub tentu saja karena dengan jaraknya yang maha-jauh, gelombang radionya masih bisa menembus atmosfer dan tertangkap teleskop radio di Bumi. Betapa kuatnya gelombang radio yang dipancarkan oleh kedua benda misterius ini.
Lebih dari itu kedua quasar menampakkan cahaya yang terang. Dari jarak yang sangat jauh ia masih tampak menyala. Para ahli menyebut kekuatan terang sebuah quasar ada yang setara dengan cahaya seribu supernova yang meledak serentak. Jadi betapa dahsyatnya pula energi yang dipancarkan oleh quasar ini. Beberapa menyebut energinya ada yang lebih besar dari keseluruhan energi Galaksi Bimasakti sekalipun. Ada yang memperkirakan energinya setara dengan 10.000 kali energi galaksi bentuk spiral.
Kesimpulan jarak yang jauh antara Bumi dengan quasar diperoleh para ahli dari hasil pengamatan pergeseran sinar merah (red shift) benda-benda ini. Sebagaimana diketahui, untuk menjejak jarak obyek ruang angkasa terhadap Bumi para ahli astronomi sering menggunakan model pengukuran ini. Pergeseran merah ini disebabkan oleh efek Doppler. Seperti suara klakson mobil yang akan terdengar meninggi ketika ia mendekati kita, dan merendah manakala menjauh.
Demikian halnya dengan cahaya. Dengan menganalisis spektrum cahaya sebuah galaksi, para ahli bisa mengetahui apakah galaksi itu sedang mendekat atau menjauhi kita. Ketika sebuah galaksi menjauh maka frekuensinya akan merendah dan spektrum cahayanya bergeser ke arah panjang gelombang cahaya merah. Sebaliknya, bila galaksi mendekat kita maka fruekensinya meninggi dan spektrumnya bergeser ke arah panjang gelombang biru. Postulat ini telah dibakukan dalam Hukum Hubble yang menyatakan, makin besar pergeseran sinar merah galaksi yang diamati maka makin besar pula jarak terhadap galaksi itu.
Meski ada yang berjarak hingga 18 miliar tahun cahaya, seperti Quasar OH 471, disebutkan ukuran dari quasar ternyata lebih kecil dibandingkan dengan sistem tata surya. Bahkan ada quasar berukuran sangat kecil, tampil berwarna biru, dan memiliki magnitudo (satuan terang bintang) mutlak 25 (sebagai gambaran, magnitudo mutlak untuk Matahari adalah 26,7). Selain itu, sebagian besar dari populasi quasar yang jumlahnya diperkirakan ada satu juta ternyata bukan pemancar radio. Maka kemudian kelompok ini digolongkan kedalam QSO (quasi stellar object atau objek mirip bintang).
Lubang putih?
Dengan diketahui besarnya angka pergeseran merah dari quasar (diketahui red shift dari 3C 48 mencapai 37 persen, sementara untuk 3C 273 mencapai 16 persen) timbullah argumen yang menguatkan bahwa alam semesta memang mengembang. Bahwa Galaksi Radio ini menjadi galaksi terjauh yang meregang ke arah luar dengan kecepatan 90 persen dari kecepatan cahaya.
Sejak Teori Dentuman Besar (Big Bang) yang diperkirakan terjadi antara 10-20 miliar tahun silam dicetuskan pendapat mengenai asal-usul alam semesta memang tetap diperdebatkan. Beberapa menanyakan, misalnya, dari mana materi pembentuk "telur kosmik" yang disebut sebagai paduan semua materi dan energi sebelum akhirnya meledak dalam sebuah big bang?
Demikian halnya dengan penemuan pergeseran sinar merah dari quasar. Beberapa astronom yang bertindak skeptis tetap menaruh kecurigaan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Mereka menyatakan, belum tentu semua kesimpulan menyatakan benar bahwa fenomena pergeseran merah galaksi menunjukkan pengembangan alam semesta.
Astronom Halton Arp, misalnya, mengaku telah menemukan kasus yang membingungkan. Untuk sepasang galaksi atau suatu pasangan antara galaksi dan quasar ia menemukan pergeseran merah yang berbeda. Padahal, mereka tampak berasosiasi secara fisik. "Seperti tampak ada jembatan gas, debu, dan bintang yang menghubungkan keduanya," urai Arp yang dalam masa awal karirnya pernah menjadi asisten astronom ternama Edwin Hubble.
Arp menyatakan kasus lain. Sebuah galaksi memiliki pergeseran merah yang kecil dijepit oleh dua quasar yang memiliki pergeseran merah yang sama besar. Menurutnya, quasar ini tidak berada dalam jarak yang jauh, tetapi dilepaskan oleh galaksi "di belakangnya" ini ke kiri dan kanan. Singkatnya, pergeseran merah ini menurutnya berasal dari mekanisme yang belum diketahui.
Carl Sagan dalam bukunya Cosmos mengemukakan beberapa pendapat yang mendukung pada penjelasan mengenai quasar ini. Pertama, quasar adalah pulsar aneh dengan pusat yang sangat masif dan berputar cepat yang dihubungkan dengan medan magnet sangat kuat. Kedua, quasar berasal dari tumbukan berulang-ulang jutaan bintang yang terkumpul sangat mampat di sebuah galaksi. Ia melepaskan bagian luarnya hingga membuat bagian dalam bintang sangat masif itu terlihat.
Ketiga, quasar adalah galaksi dengan bintang-bintang yang sangat rapat letaknya. Sehingga pada saat terjadi sebuah ledakan supernova di sebuah bintang, dengan cepat kejadian ini akan merobek bintang lain dan menimbulkan ledakan supernova berantai. Keempat, quasar mendapat tenaganya dari proses anihilasi materi dengan antimateri, dimana cadangan antimaterinya masih ada di dalam quasar sampai sekarang.
Kelima, quasar adalah energi yang dilepaskan pada saat gas, debu, dan bintang-bintang jatuh ke lubang hitam yang berada di pusat suatu galaksi. Keenam, quasar tidak lain adalah "lubang putih". Sisi berlawanan dari lubang hitam yang merupakan yang merupakan penyaluran dan muara arus materi yang masuk dari lubang hitam di bagian lain alam semesta. Atau bahkan mungkin dari alam semesta lain...