Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Pesawat2 Commercial di dunia
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Academia > Science and Technology > Human Engineering
Pages: 1, 2
OhYesOhNo
Sedikit tentang AirBus A380

Berikut Video Launching Airbus A380 milik Singapore Airlines beberapa waktu yang lalu



bagi yg tidak bisa menikmati video youtube, berikut beberapa image gallery AirBus A380













Cabin Image dari A380 milik Singapore Airlines
Private room:

First class:

BusinessClass:


EconomyClass:


Varian A380-800



Length 72.7 m
Wingspan 79.8 m
Height 24.1 m
Max. takeoff weight 560,000 kg
Passengers 555-822
Payload 66,400 kg
Cruise speed 0.89 Mach
Range 15,000 km
Engines:
Four Rolls-Royce Trent 970 - 70,000 lb / 311 kN. Four Engine Alliance GP7270 - 70,000 lb / 311 kN.

Peace.gif peace Peace.gif
darmomunyuk
syett...dah gede amit...
dalemnya mewah oiii....
kalo gwe paling banter naik 737... LMAO.gif
jojo8228
wuiihh kwerennya bro...
kapan ya bisa naek pesawat kek gitu ...hehehe
cute_dhie2007
Kapan ya punya pesawat komerisal....

Kalo gua punya, gua ajak semua BF-ers....

Wish... me...

MankJ4n4
wadooooh ternyata isinya ajah lebih bagooos daripada rumah mank ya axehead.png
hound
keren bgt..... keajaiban teknologi tuh...
segede gitu bisa terbang...
BigSexy
wuih...bener2 first class...kapan ya bisa naik...
RAPIER
wah kalo naek pesawa tumah betah euy kyk dirumah aja ada tempat tidur segala BigGrin.gif
milenium
Kapan yah maskapai penerbangan indonesia beli pesawat ini, pengin juga naik pesawat sambil tiduran.
jojo8228
@om OhYesOhNo... daku boleh nambahin info n pesawat yang lain kagak??

Peace...smile.gifsmile.gifsmile.gif
OhYesOhNo
QUOTE (jojo8228 @ Jun 11 2008, 10:11 AM) *
@om OhYesOhNo... daku boleh nambahin info n pesawat yang lain kagak??

Peace...smile.gifsmile.gifsmile.gif


wah boleh banget, silahkan, biar kita sama2 sharing info dan menghidupkan room science and technology ....
asal slama bukan military aircraft aja ya, soalnya sudah ada threadnya tersendiri.

Salam,
OhYesOhNo
binalia
bandara di indonesia gada yang muat buat ni pesawat so sabar aja kalo mo nyobain ini pesawat...
jojo8228
Menambah info tentang A380:

Airbus
A380
Long-Range Jetliner




Deskripsi:
Airbus A380 dikembangkan untuk mengatasi masalah yang semakin bertambah berkaitan dengan kepadatan dan sistem kontrol trafik udara yang mulai kesulitan dengan banyaknya jumlah pesawat. Pesawat yang pada awalnya dinamai A3XX kemudian dinamai menjadi A380 mengikuti program peluncuran resminya pada akhir 2000. Setelah mulai beroperasi, pesawat ini menjadi pesawat super jumbo-jet pertama yang mempuyai triple-deck penuh seperti halnya competitor pertamanya Boeing 747. Walaupun banyak orang berpendapat bahwa industri pesawat terbang belum siap untuk pesawat raksasa seperti itu, tetapi Airbus yakin bahwa perusahaannya akan memperoleh keuntungan ketika pesawat ini semakin dibutuhkan pada 2020. Selanjutnya, Airbus menyatakan akan ada kebutuhan potensial untuk pesawat ini sekitar 1.200 pesawat penumpang dan 300 untuk model pengangkut.
Walaupun pesawat ini mempunyai ukuran yang sangat besar, A380 mengadopsi desain airliner konvensional dengan bodi pesawat silinder yang lebih lebar dari 747. A380 memakai sayap yang dipasang rendah pada bodinya dengan 4 mesin di sepanjang bentangan sayapnya. Roda pendaratannya terdiri dari 22 roda sehingga beban pada setiap rodanua sama dengan pada Boeing 747 dan 777. Desain ini membuat A380 cocok dengan hamper seluruh landasan pada pelabuhan udara besar. Akan tetapi, bentangan sayapnya yang sangat lebar membutuhkan “taxiways” yang lebih lebar sehingga dua A380 dapat berpapasan. Banyak pelabuhan udara juga harus membuat jembatan “jetway” tambahan untuk mengakomodasi banyaknya penumpang, dan sistem penanganan bagasi juga harus diupgrade. Pelabuhan udara yang baik pada jalur internasional menginvestasikan jutaan dolar untuk melakukan upgrade ini agar siap jika A380 mulai beroperasi. Akan tetapi, penundaan pendanaan akan menjadi masalah utama pada semua operator A380.
Layout internal pada A380 adalah untuk penumpang pada dua dek atas, sementara pada kargo pada dek bawah. Airbus juga menawarkan beberapa kompartemen kargo seperti toko, lounge atau bahkan kasino, walaupun maskapai penerbangan yang “economics minded” tidak suka dengan usulan semacam itu. Kokpit pesawat sangat similar dengan keluarga pesawat A330/A340 untuk memudahkan pelatihan pilot. Kokpit berada di antara dek paling atas dan dek utama dengan ketinggian yang sama dengan pesawat yang lebih kecil agar pilot mudah beradaptasi.
Dua model dasar yang saat ini dipasarkan adalah model pesawat penumpang A380-800 dengan tempat duduk sampai 555 dalam 3 kelas dan model pengangkut A380-800F. Model lain saat ini juga sedang dalam pertimbangan. Total 17 maskapai penerbangan sudah memesan sekitar 195 pesawat pada Februari 2008 dan seorang pangeran Saudi Arabia juga memesan sebuah model VIP.
Sayangnya produksi pesawat ini mengalami berbagai kendala. Beberapa konsumen seperti Singapore Airlines, Qantas, Virgin Airways, Emirates, Malaysian Airlines, dan Thai Airways mulai frustasi karena biaya yang semakin meningkat. Beberaka konsumen bahkan mengancam untuk mengurangi atau bahkan membatalkan pesanan. Pembatalan pesanan sampai saat ini dilakukan oleh operator kargo FedEx dan UPS.
Penundaan produksi membuat kenaikan biaya hingga lebih dari $3 miliar sehingga membuat harga A380 naik paling tidak 25%, sehingga Airbus harus menjual paling tidak 420 pesawat agar programnya tidak merugi.

Selanjutnya daku coba update tentang pesawat komersial lain.

Peace smile.gifsmile.gif
PROJECT-D
sayang sekali tidak bisa "landing" di indo.. cause ada yg perlu di renovasi ulang klo mau menyambut kedatangan A380 ini.. dan mungkin kalo saja CONCORDE masih diizinkan terbangpun kagak bakalan "landing" dimari.. Peace.gif
bozan
makasih bri infonya BigGrin.gif
gue demen ama yang ginian BigGrin.gif

btw kabar N225 kita gimana ya?
putingtetek
For me...Boeing still the best espcly 747-400
jojo8228
Okey... dari wikipedia... Pesawat kita...CN-235:

CN-235




CN-235 adalah sebuah pesawat angkut kelas menengah bermesin dua buah turboprop. Pesawat ini dirancang bersama antara IPTN Indonesia dan CASA Spanyol. Pesawat ini saat ini menjadi pesawat paling sukses pemasarannya dikelasnya.

Sejarah
CN-235 adalah pesawat hasil kerja sama antara IPTN atau Industri Pesawat Terbang Indonesia (sekarang PT.DI) dengan CASA dari Spanyol. Kerja sama kedua negara dimulai sejak tahun 1980 dan prototip milik Spanyol pertama kali terbang pada tanggal 11 November 1983, sedangkan prototip milik Indonesia terbang pertama kali pada tanggal 30 Desember 1983. Produksi di kedua negara di mulai pada tanggal Desember 1986. Varian pertama adalah CN-235 Series 10 dan varian up-grade CN-235 Series 100/110 yang menggunakan dua mesin General Electric CT7-9C berdaya 1750 shp bukan jenis CT7-7A berdaya 1700 shp pada model sebelumnya.

Varian :

PT.Dirgantara Indonesia:
CN-235-10 : Versi produksi awal (diproduksi 15 buah oleh masing-masing perusahaan), menggunakan mesin GE CT7-7A
CN-235-110 : Secara umum sama dg seri 10 tetapi menggunakan mesin GE CT7-9C dalam nacel komposit baru ,mempunyai sistem elektrikal, peringatan and environmental yang lebih dikembangkan lagi dibanding seri 100 milik CASA.
CN-235-220 : Versi Pengembangan. Pembentukan kembali struktur untuk bobot operasi yang lebih tinggi , pengambangan aerodinamik pada leading-edges sayap dan rudder, pengurangan panjang landasan yang dibutuhkan dan penambahan jarak tempuh dengan beban maksimum (MTOW=Maximum Take Off Weight)
CN-235 MPA : Versi Patroli Maritim, dilengkapi dengan Navigation System, Comunication System, dan mission system ( mulai mendekati fase operasional dan hadir dalam singapore airshow 2008 ).
CN235-330 Phoenix : Modifikasi dari seri 220, ditawarkan IPTN ( dengan avionik Honeywell baru, EW system ARL-2002 dan 16.800 kg MTOW ) kepada Royal Australian Air Force untuk Project Air 5190 tactical airlift requirement, tapi dibatalkan karena masalah finansial pada tahun 1998

EADS CASA :
CN-235-10 : Versi produksi awal (diproduksi 15 buah oleh masing-masing perusahaan), menggunakan mesin GE CT7-7A
CN-235-100 : Secara umum sama dg seri 10 tetapi menggunakan mesin GE CT7-9C dalam nacel komposit baru
CN-235-200 : Versi Pengembangan dengan pembentukan kembali struktur pesawat untuk bobot operasi yang lebih tinggi , pengambangan aerodinamik pada leading-edges sayap dan rudder, pengurangan panjang landasan yang dibutuhkan serta penambahan jarak tempuh dengan beban maksimum
CN-235-300 : Modifikasi CASA pada seri 200,dengan avionik Honeywell. Kelebihan lain termasuk pengembangan sistem presurisasi dan fasilitas instalasi opsional twin nosewheel.
CN-235 ASW/ASuW/MPA : Versi Maritim
CN-295 : Versi dengan badan lebih panjang, beban 50% lebih banyak dan mesin baru PW127G.

Spesifikasi (CN-235-100/110):

Karakteristik Umum:
Kru: 2(dua) pilots
Kapasitas: sampai 45 penumpang
Panjang: 21.40 m (70 ft 3 in)
Bentang sayap: 25.81 m (84 ft 8 in)
Tinggi: 8.18 m (26 ft 10 in)
Area sayap: 59.1 m² (636 ft²)
Berat Kosong: 9,800 kg (21,605 lb)
Berat Isi: 15,500 kg (16,500 kg Military load) ( lb)
Maksimum takeoff: 15,100 kg (33,290 lb)
Tenaga Penggerak: 2× General Electric CT79C turboprops, 1,395 kW (1,850 bhp) each

Kemampuan:
Kecepatan Maksimum: 509 km/j (317 mpj)
Jarak: 796 km (496 mil)
Ketinggian Maks: m ( ft)
Daya Menanjak: 542 m/min (1,780 ft/min)
Beban Sayap Maks: kg/m² ( lb/ft²)
Power/berat: kW/kg ( hp/lb)

Operator Militer:
Botswana Air Force
Brunei Air Force (1)
Chilean Air Force
Colombian Air Force
Ecuadorian Air Force
French Air Force
Gabonese Air Force
Irish Air Corps (2 x CN235MP)
Royal Malaysian Air Force (8 x CN235-220)
Moroccan Air Force
Pakistan Air Force (4 x CN235-220)
Panama
Papua New Guinea
Royal Saudi Air Force
South African Air Force
South Korean Air Force (20)
Thai Air Force (10 dipesan dari IPTN/DI)
TNI AU
Turkish Air Force
UAE Navy
Amerika Serikat: Coast Guard sbg HC-144A utk program Medium Range Surveillance Maritime Patrol Aircraft (MRSMPA)



Ternyata pesawat milik kita ini laris manis indonesia.gif indonesia.gif indonesia.gif
Semoga proyeknya dilanjutkaannn....
Amin...

Peace smile.gifsmile.gif
jojo8228
Lagi nih.... milik kita..., N-250 indonesia.gif indonesia.gif indonesia.gif :

N-250



Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia,PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia. Menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia. berbeda dengan pesawat sebelumnya seperti CN-235 dimana kode CN menunjukkan CASA-Nusantara atau CASA-Nurtanio, yang berarti pesawat itu dikerjakan secara patungan antara perusahaan CASA Spanyol dengan IPTN. Pesawat ini diberi nama gatotkoco (Gatotkaca).

Pesawat ini merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995). Menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997. Rencananya program N-250 akan dibangun kembali oleh B.J. Habibie setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan perubahan di Indonesia yang dianggap demokratis. Namun untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing harga di pasar internasional, beberapa performa yang dimilikinya dikurangi seperti penurunan kapasitas mesin,dan direncanakan dihilangkannya Sistem fly-by wire.

Pertimbangan B.J. Habibie untuk memproduksi pesawat itu (sekalipun sekarang dia bukan direktur IPTN) adalah diantaranya karena salah satu pesawat saingannya Fokker F-50 sudah tidak diproduksi lagi sejak keluaran perdananya 1985, karena perusahaan industrinya, Fokker Aviation di Belanda dinyatakan gulung tikar pada tahun 1996.



Performa Pesawat

Gambar tiga sisi N-250Pesawat ini menggunakan mesin turboprop 2439 KW dari Allison AE 2100 C buatan perusahaan Allison. Pesawat berbaling baling 6 bilah ini mampu terbang dengan kecepatan maksimal 610 km/jam (330 mil/jam) dan kecepatan ekonomis 555 km/jam yang merupakan kecepatan tertinggi di kelas turprop 50 penumpang. Ketinggian operasi 25.000 kaki (7620 meter) dengan daya jelajah 1480 km. (Pada pesawat baru, kapasitas mesin akan diturunkan yang akan menurunkan performa).

Berat dan Dimensi
Rentang Sayap : 28 meter
Panjang badan pesawat : 26,30 meter
Tinggi : 8,37 meter
Berat kosong : 13.665 kg
Berat maksimum saat take-off (lepas landas) : 22.000 kg
(Meski mesin N 250 diturunkan kemampuannya, dimensi tidak akan diubah)

Sejarah
Rencana pengembangan N-250 pertama kali diungkap PT IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia, Indonesian Aerospace) pada Paris Air Show 1989. Pembuatan prototipe pesawat ini dengan teknologi fly by wire pertama di dunia dimulai pada tahun 1992. Pesawat pertama (PA 1, 50 penumpang) terbang selama 55 menit pada tanggal 10 Agustus 1995. Sedangkan PA2 (N250-100,68 penumpang) sedang dalam proses pembuatan.

Saingan pesawat ini adalah ATR 42-500, Fokker F-50 dan Dash 8-300.

Summary
Tipe: Transpor Sipil
Produsen: IPTN/PT Dirgantara Indonesia
Perancang: IPTN
Pertama terbang: 10-08-1995
Diperkenalkan: 1989
Status: prototipe
Jumlah: dibuat 2 (1 sudah terbang , 1 belum selesai)

Masih Purwarupa ya..... Praying.gif Praying.gif semoga bisa diproduksi massal....

Peace smile.gifsmile.gif
FERNANDO SUCRE
Cocok banget tuh A 380 buat ngeberangkatin haji, biar gak perlu banyak-banyak kloter kan bisa menghemat biaya, rasanya bisa deh bandara di Indonesia kalo untuk mendarat dan terbang pesawat ini soalnya panjang lintasannya cukup contohnya bandara Sukarno-Hatta tapi mungkin sarana lain misalnya garbarata yang harus dimodifikasi soalnya pesawat ini besar dan tinggi. Bandara Polonia aja bisa dipake mendarat pesawat Antonov yg merupakan pesawat terbesar di dunia waktu bantuan tsunami aceh dulu.
supersanji
nambah ilmuuuu, kapan gw bisa naek psawat gituan coba
PengemiS
keren2 bro.. keep posting.
clarkX
Kerenan punya indonesia....
Di dalamnya kadang-kadang kerasa suhu mesinnya....
Nggak kayak luar yang pake AC...

Hehehe....
xavios
hahahah keren broo airbus nya BigGrin.gif
race
nice.. kita kapan bisa beli yang gituan yaaa.... Sigh.gif
di_k
A380 keren tp mahal bgt tiketnya.. ckckck.. wajar sih..
fhm
teknologi emang udah maju
rudy wijaya
kalo ga salah ini pesawat komersil yg paling gede yah?
IZRO'IL
@OYON
reques Concorde dong..
Sudah ada yg mengalahkan kecepatan Concorde?
OhYesOhNo
Concorde




General characteristics
* Crew: 3 (pilot, co -pilot and flight engineer)[77]
* Capacity: 92-120 passengers (128 in high-density layout[78]). BA and AF Concordes had 100 seats. with AF removing a small number of seats after the safety modifications of CY2000-2001 due to weight considerations.
* Length: 202 ft 4 in[79] (61.66 m)
* Wingspan: 84 ft 0 in (25.6 m)
* Height: 40 ft 0 in (12.2 m)
* Fuselage internal length: 129 ft 0 in (39.32 m)
* Fuselage max external width: 9 ft 5 in (2.88 m)
* Fuselage max internal width: 8 ft 7 in (2.63 m)
* Fuselage max external height: 10 ft 10 in (3.32 m)
* Fuselage max internal height: 6 ft 5 in (1.96 m))
* Wing area: 3,856 ft² (358.25 m²)
* Empty weight: 173,500 lb (78,700 kg)
* Useful load: 245,000 lb (111,130 kg)
* Powerplant: 4× Rolls-Royce/SNECMA Olympus 593 Mk 610 afterburning turbojets
o Dry thrust: 32,000 lbf (140 kN) each
o Thrust with afterburner: 38,050 lbf (169 kN) each
* Maximum fuel load: 210,940 lb (95,680 kg)
* Maximum taxiing weight: 412,000 lb (186,880 kg)

Performance
* Maximum speed: Mach 2.2[80] (~1,450 mph, 2,330 km/h[80])
* Cruise speed: Mach 2.02 (~1,320 mph)
* Range: 3,900 nmi (4,500 mi, 7,250 km)
* Service ceiling 60,000 ft (18,300 m)
* Rate of climb: 5,000 ft/min. (25.41 m/s)
* Thrust/weight: 0.373
* Lift/drag ratio: Low speed- 3.94, Approach- 4.35, 250 kn, 10,000 ft- 9.27, Mach 0.94- 11.47, Mach 2.04- 7.14
* Fuel consumption for max. range (max. fuel/max. range): 46.85 lb/mi (13.2 kg/km)
* Maximum nose tip temperature: 260 °F (127 °C)

Gallery:









cockpit and cabin



Speed display



Source:
CODE
http://en.wikipedia.org/wiki/Concorde


Peace.gif peace Peace.gif
guardian
gw klu liat pesawat serasa ingin jadi pilot..tapi sayang gw takut ketinggian
gw bulan kemarin liat pendaratan pertama airbus a380 milik singapore airlines di narita airport (jepang)
klu liar jenisnya di indo kayaknya ngak ada satu bandara pun yang bisa support pesawat raksasa
Jurig
Boeing 777

















Dari Wiki:
Boeing 777 adalah sebuah pesawat badan lebar mesin kembar berjarak jauh dibuat oleh Boeing Commercial Airplanes. Dia dapat membawa antara 305 - 550 penumpang dan memiliki jangkauan dari 5.600 dampai 8.870 mil nautikal (10.400 sampai 16.400 km). Penerbangan pertama 777 pada 1994.

Ciri unik dari 777 termasuk enam roda pendaratan per set di setiap roda pendaratan utama, fuselage yang bundar sempurna, dan "tailcone" belakang yang menyerupai mata pisau.
Pada 2005 harga satuannya sekitar AS$213 juta, meskipun harga bagi maskapai penerbangan dirahasiakan dan dapat bervariasi sangat besar.

Pada 10 November 2005 sebuah Boeing 777-200LR memecahkan rekor pesawat besar dengan penerbangan terjauh, yang sebelumnya dilakukan oleh pengebom B-52 pada 1962 sejauh 10.890 nautical mil, dengan jarak 11.664 nautical mil dari Hong Kong ke London arah timur selama 22 jam dan 42 menit.

Boeing 777-300 merupakan pesawat terbesar untuk kategori pesawat komersial mesin ganda. Dan untuk Boeing 777-300ER (Extended Range), mesinnya, General Electric GE90-115B memiliki diameter yang sedikit lebih besar daripada diameter kabin Boeing 737. Pesawat ini memiliki kemiripan dengan Airbus A380-800, yaitu pada roda pendaratannya. Kedua pesawat ini memakai enam roda untuk dua set roda pendaratan utamanya. Bedanya, Airbus 380-800 memiliki tambahan dua set roda pendaratan yang serupa dengan Boeing 747-400 (dengan empat roda per set roda pendaratan)

Pesawat Boeing 777 ini sudah dilengkapi dengan sistem kemudi fly-by-wire. Sistem ini biasanya dipakai pada pesawat tempur. Fungsinya adalah untuk mengatasi gejala "kurang ruang" yang terjadi pada saat pilot menggerakkan "tuas kemudinya". Sistem Fly-by-wire juga sudah diaplikasikan pada pesawat Airbus A320, A330, A340, A350 dan A380 Series. Sistem Fly-by-wire diperkirakan akan terus dipakai untuk setiap rancangan pesawat masa depan.

Boeing 777 adalah pesawat pertama yang bentuk badannya dirancang secara penuh dengan menggunakan desain komputer. Dan pada varian yang baru, pesawat ini dilengkapi dengan "ruangan lantai atas tambahan" yang dapat digunakan sebagai tempat istirahat bagi para awak pesawat. Dalam pembuatan kokpitnya, pihak Boeing mendapat masukan dari sekitar 600 orang pilot. Pesawat ini menggunakan layar LCD yang terpadu dalam bentuk glass cockpit.

Pesawat ini merupakan pesawat pertama dari Boeing yang menggunakan Glass Cockpit secara menyeluruh. Glass cockpit terkesan jauh lebih rapi dan elegan jika dibandingkan dengan cockpit konvensional. Sistem Glass cockpit ini dipercaya akan menjadi trend bagi pesawat-pesawat baru. Glass Cockpit telah digunakan pada Boeing 737 NG series, Boeing 747-400, Boeing 787 Dreamliner, Airbus A330, A340, A350 dan A380 series.

Technical Characteristics -- Boeing 777
777-300

Passengers
Typical 3-class configuration 368
Typical 2-class configuration 451
Typical 1-class configuration up to 550

Cargo
Total volume of 7,120 cu ft (202 cu m) including eight 96-in x 125-in pallets in forward lower hold, 20 LD-3 containers in aft lower
hold, and 600 cu ft (17 cu m) bulk cargo

Engines
Pratt & Whitney 4098 98,000 lb

Rolls-Royce Trent 892 90,000 lb

General Electric 90-94B 93,700 lb

Maximum Fuel Capacity 45,220 gal (171,160 L)

Maximum Takeoff Weight 660,000 lb (299,370 kg)

Maximum Range 6,015 nautical miles (11,135 km)

Typical city pairs:
Tokyo-Singapore
Honolulu-Seoul
San Francisco-Tokyo

Typical Cruise Speed at 35,000 feet 0.84 Mach
Basic Dimensions

Wing Span 199 ft 11 in (60.9 m)
Overall Length 242 ft 4 in (73.9 m)
Tail Height 60 ft 8 in (18.5 m)
Interior Cabin Width 19 ft 3 in (5.86 m)
Diameter 20 ft 4 in (6.19 m)

Garuda Indonesia Pesan 10 Boeing 777-300 ER

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia memesan 10 unit pesawat berbadan lebar jenis Boeing 777-300 Extended Range (ER). Dokumen pemesanan ditandatangani di Singapore Air Show oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Vice President Boeing Commercial, Ray Cornner di Singapura, Selasa (19/2).

“Ini bagian dari pembaruan dan pengembangan armada Garuda,” kata Emirsyah dalam siaran pers Garuda Indonesia kemarin. Sebelumnya Garuda telah memesan 50 pesawat Boeing 737 Next Generation untuk meningkatkan pelayanan penerbangan domestik dan regional. Pesawat-pesawat baru Garuda itu dijadwalkan tiba mulai tahun depan.

Menurut Roy Corner, Boeing 777-300ER merupakan pesawat berbadan lebar dengan kapasitas 365 penumpang. Kemampuan penjelajahannya hingga kecepatan 0,84 mach dan terbang secara non-stop selama 15 jam atau sejauh 7.930 nautical miles (14.685 kilometer). Dengan menggunakan pesawat ini, nantinya Garuda dapat melayani penerbangan langsung Jakarta ke kota-kota di Eropa atau Amerika Serikat.
Jurig
Boeing 747





First flown in 1969, the Boeing 747 marked a huge leap in aviation.
It was more than twice as large as any other commercial jetliner at the time.










Boeing 747, juga dikenal sebagai Jumbo Jet, adalah pesawat penumpang terbesar kedua saat ini, setelah pesawat A380 yang akan beroperasi pada akhir Oktober 2007.

Pesawat empat mesin ini, diproduksi oleh Boeing Commercial Airplanes, menggunakan konfigurasi dua dek dimana dek atas digunakan untuk kelas bisnis. Konfigurasi 3-kelas (kelas pertama, kelas bisnis dan kelas ekonomi) mampu menampung 400 penumpang dan konfigurasi 1-kelas (hanya kelas ekonomi saja) mampu menampung 600 penumpang.

747 dapat terbang pada kecepatan yang tinggi (umumnya 0,85 Mach atau 909 kilometer per jam) dan mampu terbang antara benua (dengan jarak maksimum 13.570 km untuk seri 747-400, seperti terbang dari New York ke Hong Kong tanpa henti). Pada tahun 1989, Qantas terbang tanpa henti dari London ke Sydney, jarak penerbangan tersebut adalah sejauh 18.000 km dan di selesaikan dalam waktu 20 jam 9 menit. Namun penerbangan itu tidak mengangkut penumpang maupun kargo (pesawat kosong). Pada Mei 2004, 1382 pesawat Boeing 747, dengan berbagai konfigurasi, telah diperbaiki atau disempurnakan, menjadikan 747 salah satu produk Boeing yang paling sukses

Sejarah

Boeing 747 lahir pada waktu industri udara era 60-an sedang maju pesat. Era pesawat komersil pada waktu itu, dijuarai oleh Boeing 707 yang telah membuat satu revolusi di dalam perjalanan udara jarak jauh dan merealisasikan konsep "Kota Global". Pada waktu itu, Boeing sudah pun mengkaji pesawat yang besar untuk memenangi kontrak dari Tentara Amerika Serikat tetapi kalah kepada Lockheed C-5 Galaxy. Pan Am, klien setia Boeing pada waktu itu, meminta Boeing membuat sebuah pesawat penumpang yang besar, 2 kali ukuran Boeing 707. Maka, pada tahun 1966 Boeing mengeluarkan satu garis panduan mengenai konfigurasi pesawat penumpang yang akan dinamakan Boeing 747. Pan Am memesan 25 buat seri 747-100. Pada mulanya, desain pesawat ini adalah pesawat dua tingkat penuh atau 'double decker' tetapi karena masalah evakuasi pesawat ketika keadaan darurat, ide ini diganti menjadi sebuah pesawat berbadan lebar.

Ketika itu, Boeing 747 diperkirakan akan digantikan oleh pengangkutan supersonik. Maka Boeing membuat ulang Boeing 747 supaya dapat dirubah menjadi pesawat kargo, untuk berjaga-jaga apabila permintaan bagi versi penumpang akan menurun suatu hari nanti dan hanya versi kargo yang mampu bertahan. Maka kokpit pesawat itu dipindahkan ke dek atas agar moncong pesawat dapat dibuat untuk dibuka menjadi satu pintu kargo. Pada mulanya dek atas digunakan untuk kelas pertama dan lobi/bar tetapi saat-saat ini dek itu biasanya digunakan sebagai tempat duduk ekstra. Dengan perkiraan penjualan hanya sebanyak 400 unit, 747 mampu bertahan dari kritik-kritik dan pada tahun 1993 sebanyak 1000 pesawat berhasil dibuat.

Perakitan 747 adalah satu proses yang rumit. Hal ini disebabkan karena Boeing tidak mempunyai bangsal pesawat yang cukup besar untuk menampung pesawat-pesawat itu. Maka, perusahaan ini terpaksa membuat satu pabrik di Everett, Washington, dimana pabrik tersebut menjadi pabrik terbesar yang pernah dibuat. Pratt and Whitney pula pada waktu itu membangunkan satu mesin turbofan yang cukup besar, JT9D, untuk Boeing 747. Maka, untuk keselamatan dan kemampuan terbang, Boeing 747 dibuat dengan 4 sistem hidrolik untuk keadaan darurat, kontrol permukaan yang terpisah, berbagai macam 'stuctural redundancy' dan 'flaps' yang kompleks yang membolehkan 747 digunakan pada landasan biasa.

Pada mulanya, banyak perusahaan penerbangan yang ragu terhadap Boeing 747. Waktu itu, pesaing Boeing, McDonnell Douglas dan Lockheed, sedang membuat pesawat berbadan lebar dengan tiga mesin yang dinamai 'trijet', yang lebih kecil dari 747. Malahan kebanyakan perusahaan penerbangan merasa bahwa 747 terlalu besar untuk penerbangan jarak jauh dan dengan itu mereka berinvestasi pada proyek 'trijet'. Terdapat juga keraguan akan kemampuan 747 untuk beroperasi dengan infrastruktur lapangan terbang ketika itu.

Satu lagi isu yang diangkat oleh perusahan penerbangan adalah penggunaan bahan bakar. Ini karena penggunaan bahan bakar pesawat 'trijet' lebih rendah dari pesawat empat jet dan perusahaan penerbangan tentunya lebih cenderung memilih biaya bahan bakar yang rendah. Isu ini telah menghantui Boeing pada 1970.

Bagaimanapun, Boeing telah berjanji untuk mengantar 747 kepada Pan Am, dalam masa kurang empat tahun, Boeing perlu membuat dan menguji pesawat itu. Dalam tempo yang singkat ini, proses pembangunan membuat mereka yang terlibat dalam proyek ini berkerja dalam keadaan yang sangat menekan dan mereka ini disebut sebagai 'The Incredibles'. Biaya yang tinggi untuk pembangunan pesawat ini dan pembinaan infrastuktur di Everett merupakan satu pertaruhan bagi Boeing dan keberhasilan perusahaan ini bergantung kepada keberhasilan 747. Boeing hampir gulung tikar pada tahun 1970. Namun, Boeing memenangi pertaruhan ini pada akhirnya dan Boeing memonopoli pengangkutan berbadan lebar selama 35 tahun. Kedatangan Airbus A380 memecah rekor Boeing.

Dimensi B747-400ER (versi terakhir)
Panjang 70,7 m
Lebar 64,4 m
Tinggi 19,4 m
Luas sayap 541 m²
Berat bersih 180,8 ton
Berat maksimum untuk terbang 412,8 ton
Kecepatan maksimum 939 km/h
Jarak maksimum 14.200 km
Kapasitas kargo 158,6 CBM (4 palet + 14 LD1s)
Contoh mesin 4 × General Electric CF6-80 masing masing dengan gaya 274 kN
Krew Kokpit Dua
Jurig
Boeing 737-NG














From Wiki:

Boeing 737 adalah pesawat komersial untuk penerbangan jarak dekat dan sederhana. Pertama kali dibuat pada tahun 1967, Boeng 737 adalah produk Boeing yang paling berhasil dengan penjualan sebanyak 5000 buah.

Pada era 60-an, pesawat penumpang berkapasitas rendah dan jarak dekat dijuarai oleh BAC 1-11 dan Douglas DC-9. Boeing ketika itu dapat dikatakan tertinggal dibanding dengan pesaing-pesaingnya dalam pembuatan pesawat berjarak dekat. Pada 1964, Boeing memulai program pembuatan 737 tetapi, untuk menghemat waktu Boeing menggunakan rancangan Boeing 707 dan Boeing 727 dalam pembangunan 737. Hal ini adalah satu kelebihan bagi 737 karena lebar fuselage 737 yang didesain ini mampu memuat enam tempat duduk, lebih satu dari BAC 1-11 dan Douglas DC-9.

737-100 adalah desain pertama Boeing dan karena bentuknya yang pendek dan gemuk, Boeing menggelarkannya "FLUF" untuk 'Fat Little Ugly Fella' di mana pada masa yang sama, industri penerbangan memanggilnya 'Baby Boeing'. Seri -100 dan -200 dapat dibedakan dengan seri-seri yang lain dengan melihat kedudukan mesinnya yang bercantum dengan sayap pesawat. Manakala Pratt and Whitney JT8D adalah mesin asal untuk model ini

Penerbangan perdana 737 (sebuah pesawat seri 100) dilaksanakan pada 9 April 1967 dan penerbangan komersial pada Februari 1968 oleh Lufthansa. Bagi 737-200, penerbangan perdananya ialah pada 8 Agustus 1967. Akan tetapi, hanya 30 pesawat 737-100 saja yang digunakan.
Kokpit 737 awal ditampilkan di Museum of Flight di Seattle, Washington
Kokpit 737 awal ditampilkan di Museum of Flight di Seattle, Washington

Pada awal 1980, 737 mengalami perubahan yang besar, yaitu penggantian mesin 737 dari JT8D keCFM56. Namun, mesin ini terlalu besar dibandingkan dengan JT8D, sehingga harus dipasang dibawah sayap. Bagian bawah mesin ini terpaksa diratakan untuk tujuan kelegaan tempat. 737-300 mulai beroperasi pada tahun 1984.

Pada 1990 pula, kemunculan Airbus A320 yang dilengkapi dengan teknologi tinggi merupakan satu saingan baru bagi 737. Dan pada tahun 1993 Boeing memulai pembangunan '737 - X Next Generation (NG)'. Program ini adalah untuk pembinaan seri -600, -700, -800 dan -900.

Dalam pembuatan NG ini, perubahan dilakukan dengan merancang sayap baru, peralatan elektronik yang baru dan rancangan ulang mesin pesawat. 737 NG dilengkapi dengan teknologi-teknologi dari Boeing 777, tingkap kokpit berteknologi tinggi, sistem dalaman pesawat yang baru (diambil dari 777), dengan penambahan berupa 'wingtip' sehingga menjadi sayap lawi yang mengurangi biaya bahan bakar dan memperbaiki proses 'take-off' pesawat. Pesawat 737 NG boleh dikatakan sebagai sebuah model baru kerana ciri-cirinya yang banyak berbeda dengan seri-seri yang lama.

Pada tahun 2001, Boeing membuat 737-900 yang mampu terbang lebih jauh dam menampung penumpang lebih banyak dari 707.

Pada varian terbaru, yaitu Boeing 737-900 ER (Extended Range), cockpitnya telah dilengkapi dengan HUD (Head Up Display). Peralatan ini biasanya dipakai pada pesawat militer / pesawat tempur. Fungsinya adalah untuk mempermudah pilot dalam menentukan kemiringan pesawat baik secara vertikal maupun horizontal. Pesawat ini menggunakan layar LCD yang terpadu dalam bentuk glass cockpit. Pesawat ini menggunakan Glass Cockpit secara menyeluruh. Sistem Glass cockpit ini dipercaya akan menjadi trend bagi pesawat-pesawat baru. Lion Air merupakan launch customer pesawat ini.

Variasi

Seri-seri 737 dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

* Original: the 737-100 dan -200 (Dibangun dalam 1967 - 1988)
* Klasik: the 737-300, -400, dan -500 (Dibangun dalam 1983 - 2000)
* 'Next-Generation' (atau 737 NG): 737-600, -700, -800, dan -900 (Dibangun dari 1997 - )

Variasi juga terdapat dalam separuh pesawat dalam generasi yang sama:

* 737-100 — terkecil, model pertama
* 737-200 — seri -100 yang dipanjangkan untuk memenuhi pasaran Amerika Serikat
o variasi-variasi lain:
o 737-221 (Pan American World Airways)
o 737-222 (United Airlines)
o 737-233 (Air Canada)
o 737-2B7 (USAir)
* 737-500, 737-600 — seri pendek untuk -300 dan -700
* 737-300, 737-700 — model baru, seperti 737-200 yang dipanjangkan
* 737-400, 737-800 — seri yang dipanjangkan untuk digunakan untuk penerbangan ulang alik dan kegunaan korporat
* 737-900 dan 900X — versi terbaru yang dipanjangkan
* 737-700IGW, 737-800ERX — variasi untuk kegunaan militer(lihat #Variasi Militer).

Terdapat juga variasi 737 yang lain yaitu Boeing Business Jet (BBJ dan BBJ2). Desain ini berdasarkan seri -700 tetapi sayapnya disesuaikan dengan sayap seri -800, sedangkan BBJ2 adalah berdasarkan 737-800. BBJ berupaya untuk terbang lebih jauh dan kebanyakan pesawat ini digunakan untuk pesawat pribadi para eksekutif perusahaan besar dan pesawat pemerintahan di dunia.

Variasi Militer

737 juga terdapat didalam beberapa variasi untuk kegunaan militer.

* T-43, a 737-200 - digunakan untuk latihan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat(US Air Force).
* C-40 Clipper, sebuah 737-700 - untuk kegunaan U.S. Navy menggantikan C-9 Skytrain II.
* Project Wedgetail, sebuah 737-700IGW - Ini adalah versi AEW&C berdasarkan 737 NG. Australia adalah pelanggan pertama diikuti dengan Turki, Korea Selatan, dan Italia.
* Multimission Maritime Aircraft (MMA), sebuah 737-800ERX - Pada 14 Juni 2004, Bahagian Sistem Pertahanan Terpadu Boeing berhasil mengalahkan Lockheed Martin di dalam saingan untuk menggantikan pesawat patrol maritim P-3 Orion. Pesanan pertama dari U.S. Navy adalah melebihi 100 diikuti dengan pesanan dari luar.


* Kecepatan Terbang: Mach 0,74, 420 knots (780 km/h) (Original & Klasik)
* Kecepatan Terbang: Mach 0,78, 440 kt (815 km/h) (NG)
* Mesin: 2 mesin turbofan, antara 64,4 kN sampai 117,3 kN per mesin
o Pratt & Whitney JT8D (100, 200)
o CFMI CFM56-3 (300, 400, 500)
o CFMI CFM56-7 (600, 700, 800, 900, 900X)
* Jangkauan jelajah maksimum:
o 3.050 mil laut (5.650 km) (600)
o 3.060 mil laut (5.670 km) (700, 800)
o 2.745 mil laut (5.080 km) (900)
* Jarak dari ujung sayap kiri ke ujung sayap kanan: antara 28,3 m sampai 34,3 m (93,0 kaki - 112,6 kaki) (36 m untuk sayap lawi bagi -700, -800, -900)
* Panjang:
o 31,2 m (102,5 kaki) (600)
o 39,5 m (129,5 kaki) (700, 800)
o 42,1 m (138,2 kaki) (900)
* Ketinggian ekor pesawat:
o 12,6 m (41,3 kaki) (600)
o 12,5 m (41,2 kaki) (700, 800, 900)
* Berat maksimum saat lepas landas(takeoff):
o 65.090 kg (143.500 lb) (600)
o 79.010 kg (174.200 lb) (700, 800, 900)
* Kapasitas: 85 hingga 189 penumpang
* Biaya: USD $44 juta hingga $74 juta menurut daftar harga 2004 [1]
* Autopilot, display, navigasi and sensor oleh Honeywell
* Seksi 41, fuselage, dan sebagian besar bagian dibuat di Wichita, Kansas. Perakitan terakhir di Seattle-Renton, Washington.
Noiteyze
mewah bgt bro
bisa gak ya disini bikin pesawat ky gitu?
svnhvn
@oyon: kok concorde dipensiunin?? kenapa yah??

itu pramugari2 boeing bikin gemes bin mupeng deh..
OhYesOhNo
QUOTE (svnhvn @ Jun 27 2008, 11:16 AM) *
@oyon: kok concorde dipensiunin?? kenapa yah??


10 April 2003, Air France dan British Airways secara serempak mengumumkan bahwa mereka akan mempensiunkan Concorde. Hal ini dikarenakan atas :
1. Insiden jatuhnya concorde pada 25 Juli 2000;
2. Kemerosotan dunia penerbangan karena peristiwa 9/11
3. Naiknya biaya maintenance.

BA membayar kepada pemerintah Inggris, yg kmudian BA menolak penwaran Sir RIchard Branson tsb. Biaya asli pembelian pesawat concordeadalah £26 juta masing-masing, tetapi uang untuk membeli pesawat terbang itu dipinjamkan oleh pemerintah yg mengambil profit sebesar 80% dari BA ats opersional concorde. bagaimanapun BA membeli concorde senilai buku £1 sebagai bagian dari total pembelian concorde sebesar £165 juta pada tahun 1983.

Sir Richard Branson menulis di The Economist (23 Oktober 2003) bahwa penawaran akhir nya adalah diatas £5 juta" dan bahwa ia telah berniat untuk operasikan armada "selama bertahun-tahun mendatang." Setiap concorde yg diperkirakan masih bisa dioperasikan telah direject oleh Airbus krn keengganan Airbus untuk memprovide dukungan maintenance thd body pesawat yg telah menua.

Telah dipertimbangkan sebelumnya, bahwa concorde tidak ditarik dgn alasan yg sederhana, tetapi slama proses grounding, concorde terindikasi menjadi sbuah airlines yg sebenarnya bisa membuat revenue dgn membawa penumpang2 kelas satu.

Rob Lewis mencurigai bahwa pensiun nya jajaran Concorde dari Air France, merupakan hasil dari konspirasi rahasaia antra CEO Air France, Jean-Cyril Spinetta dan AIRBUS CEO, Noel Forgeard, yang takut akan dicurigai bertindak kriminal atas insiden jatuhnya concorde, dibandingkan hanya berdasarkan alasan ekonomi.Di sini Britis Airways,kecacatan sisi engineering dalam maintenance pesawat concorde yg di bawahi oleh Direktur Engineering, Alan MacDonald, menjadi pertimbangan British Airways untuk meneruskan operasional pesawat2 Concorde.

Source:
CODE
http://en.wikipedia.org/wiki/Concorde#Withdrawal_from_service


Peristiwa Crash nya Concorde pada 25 Juli 2000:

Source: wikipedia
CODE
http://en.wikipedia.org/wiki/Air_France_Flight_4590


Video Kejadian Tersebut:



Kronologis kejadian:
Source:BBC News




QUOTE
A French investigation into last year's Concorde crash has confirmed a burst tyre was the cause of the disaster.
The French Accident Investigation Bureau ruled out speculation that poor maintenance had contributed to the tragedy which killed all 109 people on board and four on the ground.
The plane burst into flames shortly after take-off from Paris' Charles de Gaulle airport on 25 July 2000.
A metal strip on the runway set in train the catastrophic chain of events. Debris from the puncture pierced the under-wing fuel tanks and started the fire that brought the plane down.
Following modifications to the supersonic airliner, British Airways has confirmed its fleet of Concorde aircraft should resume passenger flights in September. Air France says it hopes to resume its Concorde flights in October.

Last moments
According to the investigators, Concorde Flight AF4590 was cleared for take off on 25 July at 1642 local time (1442GMT) on runway 26 by controllers at Charles de Gaulle airport.
One minute and 13 seconds later, the control tower radioed to the crew: "(flight) 4590, you have flames, you have flames behind you.
The cockpit voice recorder reveals that the pilots detected a breakdown in engine number two beneath the left wing, which they then shut down.
Following this, the co-pilot is heard to say "warning, the airspeed indicator," and an unidentified voice in the control tower is then heard to say: "It's really burning and I'm not sure its coming from the engine."
The pilots then desperately tried to gain height, by increasing airspeed, to allow them to make an emergency landing at Le Bourget airport.
The voice recorder also reveals the crew were having problems with retracting the plane's undercarriage.
The control tower then cleared Concorde to make an emergency landing at nearby Le Bourget airport.

'Too late, no time'

However, as fire alarms and airspeed warnings sound in the background, pilot Christian Marty is heard to say: "Too late...no time."
The crew continued their desperate efforts to reach Le Bourget, but as firefighters assembled on the ground, the last recorded words from the plane came from co-pilot Jean Marcot: "Negative, we're trying Le Bourget."
Seconds later, the plane hit the ground near the town of Gonesse, ploughing through a small hotel.
In all, 109 passengers and crew were killed, together with four people on the ground.
The crew were unable to gain height or increase speed and could not retract the undercarriage.
This, the investigation says, followed the outbreak of a "substantial" fire under the left wing and problems with both engines one and two.
Investigators say the plane's pilots had no hope of fighting or containing the blaze, and were right to have attempted to divert and make an emergency landing at Le Bourget.
Concorde has been grounded since the crash, but in mid-July 2001 it completed a successful supersonic test flight.
The British Airways fleet has undergone a £17m safety overhaul.
The plane's tyres have been reinforced and its fuel tanks covered with a protective liner to prevent a repeat of last year's accident.


Peace.gif peace Peace.gif
svnhvn
QUOTE
Rob Lewis mencurigai bahwa pensiun nya jajaran Concorde dari Air France, merupakan hasil dari konspirasi rahasaia antra CEO Air France, Jean-Cyril Spinetta dan AIRBUS CEO, Noel Forgeard, yang takut akan dicurigai bertindak kriminal atas insiden jatuhnya concorde, dibandingkan hanya berdasarkan alasan ekonomi.Di sini Britis Airways,kecacatan sisi engineering dalam maintenance pesawat concorde yg di bawahi oleh Direktur Engineering, Alan MacDonald, menjadi pertimbangan British Airways untuk meneruskan operasional pesawat2 Concorde.

kriminal?? konspirasi??
Jurig
Boeing 707














Boeing 707 adalah pesawat jet penumpang komesial bermesin empat dikembangkan oleh Boeing pada awal 1950-an. Meskipun ia bukan pesawat komersial pertama, ia merupakan yang pertama sukses dalam penerbangan komersial, dan merupakan generasi Boeing 7x7 pertama. Kesuksesan pesawat ini dikarenakan nilai ekonominya - sebuah 707 dapat melakukan kerja lima kali kerja mesin pesawat lain seperti DC-6 hanya dengan biaya dua kali lipat.

Pesawat ini adalah pesawat pertama yang didesain oleh Boeing untuk penerbangan jarak jauh atau penerbangan lintas benua.

Pesawat ini pernah digunakan oleh pemerintah Amerika Serikat yang mengubahnya menjadi pesawat kepresidenan Amerika Serikat, Air Force One, sebelum akhirnya digantikan dengan Boeing 747

Developing Nation: United States

First Flight(s): 367-80 (“Dash-80”): 15 July 1954, N70700

707-120: 20 December 1957

707-220: 11 June 1959

707-320: 11 January 1959

707-420: 20 May 1959

Crew:
Boeing 707-120B: 3 or 4

Boeing 707-320B: 3 or 4

Passengers:
Boeing 707-120B: max. 179, or 110 (44 1st class and 66 economy)

Boeing 707-320B: max. 219, or 189 single class, or 147 in two classes


Task:
Long-range Jet Transport

Wing Span:
Boeing 707-120B: 39,90 m
Boeing 707-320B: 44,42 m

Wing Area:
Boeing 707-120B: 226,3 m²
Boeing 707-320B: 283 m²

Length:
Boeing 707-120B: 44,07 m
Boeing 707-320B: 46,61 m

Height:
Boeing 707-120B: 12,94 m
Boeing 707-320B: 12,93 m

Operating empty weight:
Boeing 707-120B: 55589 kg
Boeing 707-320B: 66406 kg

Max. take-off weight:
Boeing 707-120B: 116575 kg
Boeing 707-320B: 151315 kg

Engine (s):
Boeing 707-120B: 4x Pratt & Whitney JT3D-1 turbofans (each 75,6 kN)
Boeing 707-320B: 4x Pratt & Whitney JT3D-3 turbofans (each 80 kN) or 4x Pratt & Whitney JT3D-7 turbofans (each 84,4 kN)

Cruise Speed:
Boeing 707-120B: 897 Kph
Boeing 707-320B: 885 Kph

Max. Speed:
Boeing 707-120B: 1010 Kph
Boeing 707-320B: 1009 Kph

Operating altitude:
Boeing 707-120B: 10500 m
Boeing 707-320B: 10500 m

Max. Range:
Boeing 707-120B: 8485 km
Boeing 707-320B: 9265 km
Jurig
Airbus A330














A330 merupakan sebuah pesawat terbang sipil komersial jarak-menengah-hingga-jauh berkapasitas besar, berbadan lebar. Pesawat ini dibuat pada waktu yang sama dengan Airbus A340 bermesin empat. Diperkirakan bahwa pesawat ini digantikan oleh Airbus A350.

Sejarah

Airbus menginginkan A330 untuk berkompetisi secara langsung dalam pasar ETOPS (Extended Twin-engine Operations), khususnya dengan Boeing 767.

Badan dan sayap A330 mirip dengan varian A340 yang lebih kecil, meskipun memiliki mesin yang berbeda. Rancangan dasar badan pesawat A330 diwariskan dari Airbus A300 dan menggunakan system terbang-dengan-kabel dan flightdeck dari Airbus A320. Kedua A330 dan A340 dirakit pada jalur perakitan akhir di Toulouse-Blagnac, Perancis.

Pada akhir Agustus 2007, jumlah A330 yang dipesan mencapai 793 unit dan 488 pesawat telah dikirim.

Varian

Terdapat dua varian utama A330. A330-300 diluncurkan pada 1987 dengan penerbangan perdana pada 1993. A330-200 diluncurkan pada 1995, diperkenalkan pada 1998 dan muncul dengan versi penumpang, kargo dan tanker.

A330-200

A330-200 dibuat untuk menyaingi Boeing 767-300ER. A330-200 mirip dengan A340-200 atau merupakan versi pendeknya A330-300. Dengan penjualan A340-200 yang kurang (hanya 28 pesawat yang dibuat), Airbus memutuskan untuk menggunakan badan pesawat A340-200 dengan sayap dan mesin A330-300. Secara signifikan memperbaiki ekonomi pesawat dan membuat model tersebut makin populer daripada varian empat mesin.

Fin vertikalnya lebih tinggi daripada A330-300 untuk mengembalikan efektivitasnya karena pendeknya badan pesawat. Varian ini memiliki kapasitas bahan bakar tambahan dan, seperti A330-300, memiliki MTOW 233 ton. Jarak dengan 253 penumpang pada konfigurasi tiga kelas adalah 12,500 km (6,750 mil nautikal).

Mesin disediakan oleh dua mesin General Electric CF6-80E, Pratt & Whitney PW4000 atau Rolls-Royce Trent 700. Semua mesin diberi nilai ETOPS-180. Pengiriman pertama, kepada ILFC/Canada 3000, pada April 1998.

A330-200 telah terjual banyak sejak peluncurannya, menyaingi Boeing 767 dengan perbandingan 23 : 9 pada 2004. Sebagai hasilnya, Boeing telah meminta Rolls Royce dan GE untuk merancang mesin yang membolehkan Boeing 787 Dreamliner lebih ekonomis 15% daripada A330-200.

A330-200 dapat disamakan dengan 767-400ER dan pada masa depan akan menyamai 787-9.

A330-200F

Selama kejayaan A300-600F dan A310F, Airbus memulai pemasaran turunan kargo A330-200 sektiar tahun 2000-2001, meskipun belum diluncurkan hingga saat ini.[1] A330-200F muncul pada Pertunjukan Udara Farnborough 2006 dan menerima go-ahead pada Januari 2007. Penerbangan perdananya direncanakan pada pertengahan kedua 2009.

A330-200F merupakan sebuah pesawat kargo berukuran sedang jarak jauh yang dapat mengangkut 64 ton kargo hampir 4,000 NM (7,400 km), atau 69 ton sejauh 3,200 NM (5,930 km). Pesawat ini memiliki sebuah sistem pemuatan kargo dek-utama serbaguna baru yang dapat mengangkut kontainer beserta kasur jerami. Beberapa pemuatan dilakukan pada dek utama, untuk 23 kasur jerami Side-by-Side (SBS), pada volume tinggi, komoditas bernilai tinggi atau pemuatan Single Row (SR) 16 kasur jerami (96”x 96”x125” SR) dan/atau sembilan kontainer AMA pada pasaran kargo.

Pesawat ini menggunakan dua mesin Pratt & Whitney PW4000 atau Rolls-Royce Trent 700.

Airbus telah mengunci pemesanan 68 pesawat dari enam maskapai: Interpid Aviation Group (20), Guggenheim Aviation Partners (6), Flyington Freighters (12), Avion Aircraft Trading (8), Etihad Airways (3), MNG Airlines (2) dan ACT Airlines (2). Pengiriman dimulai pada 2009[2].

Pesawat kargo berbadan lebar lainnya adalah B767-300F, DC-10F, MD-11F, dan B777F.


A330-300

A330-300, yang melakukan penerbangan perdananya pada 1993, dibangun sebagai pengganti A300. Pesawat ini berdasar pada badan A300-600 yang dipanjangkan tetapi dengan sayap, penyeimbang dan perangkat lunak terbang-dengan-kabel baru.

A330-300 mengangkut 295 penumpang dalam konfigurasi kabin tiga-kelas (335 dalam 2 kelas dan 440 dalam kelas tunggal) dengan jarak 10,500 km (5,650 NM). Pesawat ini memiliki kapasitas kargo besar, dapat disamakan dengan Boeing 747 pertama. Beberapa maskapai melakukan penerbangan kargo tengah malam setelah penerbangan penumpang pada siang hari.

Pesawat ini menggunakan dua mesin General Electric CF6-80E, Pratt & Whitney PW4000 atau Rolls-Royce Trent 700, kesemuanya diberi nilai ETOPS-180. US Airways merupakan maskapai peluncur di Amerika Serikat dengan semibilan A330-300.

A330-300 dapat disamakan dengan Boeing 777-200
Jurig
Airbus A320












Specifications:
GENERAL

Crew . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
Passengers . . . . . . . Up to 180 (dense)
Typical Two-class . . . . . . 150
ENGINES

2 CFMI CFM56-5 or
2 IAE V2500 with up to 26,500lb thrust each
AVIONICS

Two crew member design
Two primary flight displays (PFD)
Two navigation displays (ND)
Electronic Centralised Aircraft Monitor (ECAM)
Two Multipurpose Control and Display Units (MCDU)
DIMENSIONS

Span 111ft 10in
Length 123ft 23in
Height 38ft 7in
Fuselage width 12ft 11in
wing sweepback 24.96 deg. @ quarter chord
wing area 1,317.5sq ft
Range 2,700 - 2,900nm
WEIGHTS

MTOW 162,000lb
MLW 142,200lb
MZFW 134,500lb
operating weight empty 92,100lb
max fuel capac. 6,300USg
Engine thrust 2x 25,000lb - 26,500lb
PERFORMANCE
RANGE

Range (with 150 passengers):
2,900nm
SPEEDS

Max operating speed 350kts 0.82mach
Max cruise speed 487kts @
28,000ft 454kts @37,000ft
FIELD PERFORMANCE

TO field length 5,630ft
Landing field length 4,750ft

Airbus A320 adalah pesawat penumpang komersial jarak dekat sampai menengah yang diproduksi oleh Airbus. Dia merupakan pesawat penumpang pertama dengan sebuah sistem kendali terbang-dengan-kabel digital, di mana pilot mengendalikan penerbangan melalui penggunaan sinyal elektronik dan bukan secara mekanik dengan hendel dan sistem hidrolik.

Setelah sukses dengan A300, Airbus mulai membangun model baru dengan tujuan menggeser pesawat komersial yang terpopuler saat itu yaitu Boeing 727. Airbus yg baru ini akan sama ukurannya dengan B 727, tp akan lebih ekonomis dan kapasitas penumpang yg lbh bervariasi. Teknologi digital yang digunakan akan lebih canggih dibandingkan dengan B 727 yang keseluruhan teknologinya masih analog. A320 saat itu mentargetkan untuk mengganti seluruh pesawat terbang didunia yang membutuhkan jenis 727 dan varian awal 737.

Akibat kenaikan harga minyak dunia pada tahun 70an, Airbus harus meminimalisasi biaya fuel trip dari A320. Pada tahun itu pula, Airbus mulai menerapkan teknologi fly-by-wire flight control, bahan composit untuk struktur, entre-of-gravity control using fuel, glass cockpit (EFIS) dab dua crew. Hasil akhirnya A320 hanya membutuhkani bahan bakar 50% lebih sedikit dari 727
jojo8228
nambahin bro... smile.gifsmile.gif

Tupolev
Tu-144
ASCC codename: Charger
Long-Range Jetliner




DESKRIPSI:
Walau secara resmi diumumkan bahwa perancangan pesawat ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan Aeroflot akan “airliner” kecepatan-tinggi, sebenarnya Tu-144 dibuat sebagai wujud kebanggaan nasional Soviet. Dengan begitu, Soviet dapat mengklaim bahwa mereka mampu menyaingi Concorde dan pesawat supesonik AS. Walaupun dari luar mirip dengan Concorde, Tu-144 mempunyai desain yang lebih besar dan performa yang lebih baik. Dapat mengangkut 140 penumpang, Tu-144 mampu terbang dengan kecepatan yang lebih tinggi dari pesawat air-liner Eropa sampai 2.35 mach.
Desain Tu-144 kebanyakan berasal dari studi bomber Tu-125 dan Tu-135. Walaupun keduanya tidak diproduksi, tetapi ilmuwan Rusia banyak belajar dari keduanya dalam pengembangan desain pesawat berkecepatan lebih dari 2 Mach. Pengetahuan ini termasuk penanganan temperatur tinggi, desain inlets mesin dan hal-hal lain dengan penerbangan kecepatan tinggi seperti ledakan-supersonik. Hasilnya adalah desain fisik yang mirip dengan Concorde.
Meskipun pertama kali dipublikasikan pada 1965, Tu-144 baru terlihat saat Paris Air Show 1973. Akantetapi, pesawat ini mengalami kecelakaan sehingga menghancurkan program Soviet. Produksi pesawat ini tidak dilanjutkan sampai dilakukan modifikasi setelah kecelakaan ini. Modifikasi ini berupa penambahan cannard untuk meningkatkan performa kecepatan rendah, desain inlet mesin baru, penambahan bentang sayap, bodi pesawat yang diperpanjang dan penghilangan kursi-lontar pilot.
Tu-144 mulai beroperasi pada 1975 sebagai pesawat kargo dan surat antara Moskow dan Alma Ata. Dua tahun kemudian, pesawat penumpangnya mulai dioperasikan di antara kedua kota itu. Penerbangan ini hanya berlangsung selama 7 bulan setelah terjadi kecelakaan fatal kedua yang mengakhiri pengoperasionalan pesawat ini. Setelah penerbangan komersial terakhir pada 1 Juni 1978, Tu-144 yang masih tersisa di simpan atau didonasikan ke museum.
Satu-satunya versi yang tetap terbang adalah Tu-144D yang digunakan untuk penelitian penerbangan supersonik. Salah satu diantaranya diupgrade menjadi Tu-144LL standar dan dioperasikan bersama oleh Rusia dan AS sebagai bagian dari proyek NASA High Speed Civil Transport (HSCT). Pesawat ini berhasil melakukan 27 penerbangan penelitian untuk tes teknologi mesin supersonik, sistem bahan bakar, kontrol penerbangan tingkat lanjut, teknik pengurangan kebisingan, dan konsep lain yang bertujuan untuk membuat transportasi supersonik yang ekonomis dan ramah lingkungan. Tu-144LL akhirnya dijual kepada seseorang melalui eBay dengan harga $11 juta pada 2001.

HISTORY:
First Flight: 31 December 1968
Service Entry: 26 December 1975 (mail service); 22 February 1977 (passenger service)

CREW: three flight crew: pilot, co-pilot, flight engineer

PASSENGERS: 98 in two classes; 120-140 in one class

DIMENSIONS:
Length: 215.54 ft (65.70 m)
Wingspan: 94.48 ft (28.80 m)
Height: 34.42 ft (10.50 m)
Wing Area: 4,714.75 ft² (438.0 m²)

WEIGHTS:
Empty: 187,395 lb (85,000 kg)
Normal Takeoff: unknown
Max Takeoff: 396,830 lb (180,000 kg)
Fuel Capacity: internal: 154,325 lb (70,000 kg); external: not applicable

PROPULSION:
Powerplant: four Kuznetsov NK-144 turbofans
Thrust: 176,368 lb (784.56 kN)

PERFORMANCE:
Max Level Speed: at altitude: 1,555 mph (2,500 km/h), Mach 2.35; at sea level: unknown
cruise speed: 1,430 mph (2,300 km/h)
Initial Climb Rate: unknown
Service Ceiling: 59,055 ft (18,000 m)
Range: 3,510 nm (6,500 km)
g-Limits: unknown

KNOWN VARIANTS:
Tu-144: Prototype
Tu-144S: Serial production model; about 14 built
Tu-144D: Improved model, possibly with more fuel efficient engines, and used primarily for high-speed research
Tu-144LL: Refurbished Tu-144D fitted with more powerful engines, updated avionics, and various test equipment and operated jointly by Russia and NASA for high-speed research

KNOWN OPERATORS:
Civil: Aeroflot
Government/Military: Union of Soviet Socialist Republics, Voyenno Vozdushniye Sili (Soviet Air Force); United States (NASA)



Peace all... smile.gifsmile.gif
qusuth
A 380.. wah gimana nerbanginnya segede gitu,,, Pilotnya masih dari luar ya... kapan indonesia punya ya...
...kemarin aja baru aja psawat cassa jatuh...
thediocker
Antonov kan type pesawat angkut barang seperti Hercules, karena biasa dipakai militer, biasanya punya karakter khusus, misalnya hanya butuh landasan pendek untuk Take-off dan Landing walaupun berbadan besar.
Jurig
Casa 212


Ini pesawat sering diperuntukan sebagai pesawat militer tp Merpati nusantara juga make pesawat ini, jadi mungkin cocok juga disini. Tp kalo mod keberatan silahkan dihapus.
Pesawat ini yg jatuh kemaren di Bogor.















EADS-CASA C-212 Aviocar adalah sebuah pesawat angkut sedang STOL bermesin turboprop yang didesain dan diproduksi di Spanyol untuk kegunaan militer dan sipil. PT Dirgantara Indonesia (IPTN) juga membuat C-212 di bawah lisensi. Desain C-212 pada awalnya dinamakan Aviocar, akan tetapi EADS-CASA tidak lagi menggunakan nama itu.

Total 471 C-212 dari seluruh varian diproduksi sampai akhir 2006. EADS-CASA memperkirakan 85 unit lagi akan dikirim ke pengguna di tahun 2007-2016 [1]. Pada Januari 2008, EADS CASA memutuskan untuk memindahkan seluruh fasilitas produksi C-212 ke PT Dirgantara Indonesia di Bandung.[2]

Pada akhir tahun 1960-an, Angkatan Udara Spanyol masih menggunakan Junkers Ju 52 dan Douglas C-47 yang sudah mulai uzur. Pesawat-pesawat itu tidak bertekanan udara dan memakai dua atau tiga mesin piston non-turbocharged . CASA mengembangkan the C-212 sebagai alternatif modern dengan menggunakan mesin turboprop yang lebih ringan dan handal. Purnarupa pertama terbang pada tanggal 26 Maret 1971. Pada tahun 1974, Angkatan Udara Spanyol memutuskan untuk membeli Aviocar untuk meremajakan armadanya.

Maskapai-maskapai penerbangan (Airline) tertarik setelah melihat keberhasilan tipe ini di operasi militer. Ini membuat CASA mengembangkan tipe sipil. Pesawat versi sipil dikirim pada July 1975. pada Agustus 2006, ada 30 CASA C-212 (semua varian) yang masih terbang di maskapai penerbangan di dunia[3], termasuk Merpati Nusantara Airlines untuk jalur perintis.

C-212 mempunyai high-mounted wing, badan yang berbentuk kotak (boxy fuselage) dan ekor yang konvensional. Tiga roda pendarat tricycle undercarriage bisa dimasukkan (retractable). Pesawat ini punya kapasitas 21-28 penumpang, tergantung pada konfigurasi. Karena C-212 tidak mempunyai kabin yang diberi tekanan pressurized, pesawat ini hanya bisa terbang rendah (di bawah 10.000 kaki di atas permukaan laut). Pesawat ini cocok untuk jarak pendek dan penerbangan regional

Total ada 71 kecelakaan yang menyebabkan hull-loss dengan total korban 499.[4] [5] Angka ini termasuk tiggi, akan tetapi pesawat ini tidak dianggap sebagai pesawat yang gampang mengalami kecelakaan (accident-prone)) karena banyak kecelakaan terjadi karena pesawat digunakan di operasi-operasi yang beresiko tinggi pada ketinggian rendah.

* 27 November 2004: C-212-200 Presidential Airways CASA (registrasi: N960BW / nomor seri: 231) dikontrak oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) untuk membawa perbekalan ke tentara Amerika Serikat di daerah terpencil Afganistan. Pesawat memasukai box canyon dan menabrak Pegunungan Baba (ketinggian maksimum 16,739 kaki) di ketinggian 14.650 kaki. Pesawat terbang kurang lebih 25 mil di utara dari rute normal antara Bagram dan Farah

* 26 Oktober 2006: CASA C-212-200 Pengawal Pantai Swedia ((Swedish Coast Guard) (registrasi: SE-IVF/nomor seri: KBV 585) jatuh di Falsterbo Canal pada saat melakukan misi pengintaian (surveillance), empat orang meninggal.[7] [8] Saksi mata mengatakan salah satu sayap lepas dari pesawat. Laporan awal dari Swedish Accident Investigation Board mengungkapkan bahwa sayap kanan lepas karena retak (fatigue crack) di bagian load-bearing structure di sayap

* 15 November 2006: CASA 212-200 Patroli Maritim Angkatan Laut Meksiko (Mexican Navy) (nomor AMP-114) jatuh di laut di pantai Campeche pada waktu misi pengintaian (surveillance), semua awak berhasil selamat.

Data Umum

* Awak: Dua (pilot dan kopilot)
* Kapasitas: Maksimum 20 tentara, 12 stretchers, atau 2,820 kg (6,217 lb) kargo
* Panjang: 16.15 m (53 ft 0 in)
* Rentang sayap: 20.28 m (66 ft 7 in)
* Tinggi: 6.60 m (21 ft 8 in)
* Sayap area: 41 m² (441 ft²)
* Berat kosong: 4,400 kg (9,680 lb)
* Max takeoff weight: 8,000 kg (17,600 lb)
* Mesin: 2× Garrett AiResearch TPE-331-10R-513C Mesin turboprop, 690 kW (925 shp) each

Performance

* Never exceed speed: 200 kts
* Maximum speed: 370 km/h (200 kts, 230 mph)
* Cruise speed: 170 kts
* Range: 1,433 km (774 nm, 895 miles)
* Service ceiling 7,925 m (26,000 ft)
* Rate of climb: 497 m/min (1,630 ft/min)

Persenjataan

* Maksimum 500 kg (1,100 lb) senjata pada dua hardpoints. Biasanya senapan mesin atau peluncur roket.


Sebuah Artikel menuliskan mengenai Casa 212 ini pada tahun 2006.

Menerbangkan Pesawat Cassa 212 Harus Ekstra Hati-hati
Selasa, 01 Agustus 2006

Jakarta, Media Konsumen - Sehubungan dengan surat pembaca berjudul "CASA Lagi, CASA Lagi" yang dimuat Harian Kompas, 31 Juli 2006, Media Konsumen melakukan wawancara dengan salah seorang instruktur pilot sekaligus pilot uji pesawat CASA 212 untuk mendapatkan informasi lebih jauh mengenai pesawat CASA 212 ini.

Atas permintaannya nara sumber lebih senang untuk tidak disebut namanya, maka kami tidak tulis nama bersangkutan di sini.

Menurut nara sumber, menerbangkan pesawat CASA C-212 (CASA C-212 Aviocar) memang harus ekstra hati-hati. Dibutuhkan skill yang tinggi untuk meng-handle pesawat pada kondisi darurat. Misalnya menghadapi satu mesin "rewel" seperti ditulis dalam surat pembaca di Kompas. Pilot CASA C-212 umumnya punya patokan, sejauh yang dimaksud "rewel" adalah bukan kebakaran mesin, oil pressure turun, dan kondisi-kondisi membahayakan lainnya, maka pilot tidak akan mematikan mesin yang "rewel" itu. Pilot akan terus menerbangkan pesawat sambil mengambil kemungkinan untuk kembali mendarat bila memungkinkan.

Apakah pesawat CASA C-212 benar-benar tidak bisa terbang dengan satu mesin? Jawabnya adalah: Bisa! Nara sumber mengatakan, sebelum benar-benar dinyatakan laik terbang, pesawat CASA C-212 harus menjalani uji terbang satu mesin. Dan itu biasa dilakukan setiap keluar dari hanggar usai perawatan berkala 100 jam.

Dalam uji terbang itu, pilot melakukan asimetric power. Yakni, menurunkan power mesin yang satu ke nol, dan menambah power mesin lainnya ke power maksimal. Bila indikator kecepatan pesawat menunjukkan minimal 120 knot, maka pesawat dinyatakan layak untuk diterbangkan. Satu mesin dimatikan pun tidak jadi masalah. Bila kurang dari 120 knot, maka pesawat harus kembali ke hanggar perawatan.

Kecepatan minimal terbang dengan satu mesin dari pesawat CASA C-212 sendiri adalah 96 knot. Kurang dari kecepatan tersebut pesawat akan jatuh ( stall). Angka 120 knot dijadikan patokan minimal supaya ada toleransi yang besar ketika pilot menghadapi trouble satu mesin di udara.

"Jadi, kesimpulannya adalah, apakah uji terbang rutin setiap 100 jam itu dilaksanakan atau tidak?" kata nara sumber. Mematuhi prosedur perawatan dan uji terbang dalam dunia pesawat terbang, mutlak adanya. Bila dilanggar, maka seribu kemungkinan buruk akan didapat.

Soal usia pesawat, relatif tidak jadi masalah. Lagi-lagi sejauh suku cadang dan prosedur perawatan dilakukan dengan benar. Setahu nara sumber, pesawat-pesawat CASA C-212 di lingkungan TNI AU umumnya baru dua atau tiga kali menjalani perawatan berat ( overhaul). Perawatan jenis ini dilakukan setiap pesawat melampaui 1.600 jam. Tetapi, pernah ada satu pesawat CASA C-212 yang merupakan hibah dari maskapai penerbangan. Usia pakainya sudah melampaui 15.000 jam.

"Penyebab kecelakaan beragam faktornya. Bisa karena masalah teknik, human error, management error, atau cuaca. Jadi, memang tidak segampang itu untuk mengatakan pesawat CASA C-212 tidak layak terbang. Kita tahu di Indonesia pesawat ini telah digunakan sejak tahun 1980-an dimana Merpati menggunakannya untuk rute-rute perintis di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara," kata nara sumber tersebut. (roni)
jojo8228
lanjuuut:

Douglas
DC-8
Medium to Long-Range Jetliner[
/b]




[b]DESKRIPSI
:
Ketika Boeing mulai mengembangkan 707, Douglas terpacu untuk mengembangkan sebuah pesawat komersial bertenaga jet-nya sendiri karena takut kehilangan posisi pasar. Dimulai dengan sebuah “Program Kecelakaan” (Crash Program), Douglas berhasil menerbangkan DC-8 tiga tahun setelah program dimulai. Walaupun dari luar tampak similar dengan Boeing-707 dengan sebuah sayap terpasang-rendah tertekuk ke belakang dan empat mesin turbojet, DC-8 dilengkapi dengan inovasinya sendiri, termasuk fitur servisabilitas dan reliabilitas canggih.
Model produksi awal semuanya mempunyai dimensi dan berat similar, tetapi berbeda dalam pemasangan mesin, membuat keuntungan untuk pengembangan secara cepat dalam teknik propulsi. Sementara DC-8 Seri 10 dan 20 dinuat untuk keperluan penerbangan domestik, Seri 30 dibuat untuk jarak terbang interkontinental. Sedangkan Seri 50 dikenalkan lay-out kabin baru yang memungkinkan jumlah penumpang yang lebih banyak, dan seri ini juga merupakan model varian kargo built-in yang pertama.
Akan tetapi, varian produksi utama pesawat ini adalah seri Super 60 yang diperkenalkan pada 1967. Seri ini terdiri dari DC-8 Super 61 yang diperpanjang yang mampu mengangkut 29 penumpang, serta pesawat D8 Super 62 dan DC-8 Super 63 jarak-jauh dengan bodi pesawat yang diperpanjang. Ketika efesiensi bahan bakar dan kebisingan menjadi perhatian utama selama tahun 1970an, banyak model pesawat ini selanjutnya yang dilengkapi dengan mesin turbofan canggih baru dan didesain ulang seperti Super 71, Super 72, dan Super 73

HISTORY:
First Flight: (DC-8-10) 30 May 1958; (DC-8-71) April 1982; (DC-8-72) 5 December 1981; (DC-8-73) 4 March 1982
Service Entry: September 1959 (with Delta Airlines and United Airlines)

CREW: 3 flight crew

PASSENGERS: (DC-8-10) 179; (DC-8-50) 189; (DC-8-63) 259

AIRFOIL SECTIONS:
Wing Root: DSMA-277/-280
Wing Tip: DSMA-281

DIMENSIONS:
Length: (DC-8-10) 150.50 ft (45.90 m); (DC-8-62) 157.42 ft (47.97 m); (DC-8-63) 187.42 ft (57.12 m)
Wingspan: (DC-8-10) 148.42 ft (45.24 m); (DC-8-62) 154.42 ft (47.07 m)
Height: 42.42 ft (12.93 m)
Wing Area: 2,927 ft2 (271.92 m2)
Canard Area: not applicable

WEIGHTS:
Empty: (DC-8-63) 153,750 lb (69,740 kg); (DC-8-73) 166,500 lb (75,500 kg)
Typical Load: unknown
Max Takeoff: (DC-8-63) 350,000 lb (158,760 kg); (DC-8-73) 355,000 lb (161,025 kg)
Fuel Capacity: internal: unknown; external: not applicable
Max Payload: (DC-8-10) 34,360 lb (15,585 kg); (DC-8-63F/CF) 116,000 lb (52.615 kg); (DC-8-73) 105,820 lb (48,000 kg)

PROPULSION:
Powerplant: (DC-8-10) four Pratt & Whitney JT3C-6 turbojets; (DC-8-30) four Pratt & Whitney JT4A-9 turbojets; (DC-8-40) four Rolls-Royce Conway 509 turbofans; (DC-8-63) four Pratt & Whitney JT3D-7 turbofans
(DC-8-73) four General Electric/SNECMA CFM56-2-C1 turbofans
Thrust: (DC-8-10) 54,000 lb (240.21 kN); (DC-8-30) 67,200 lb (298.93 kN); (DC-8-40) 70,000 lb (311.39 kN); (DC-8-63) 76,000 lb (338.08 kN); (DC-8-73) 88,000 lb (391.46 kN)

PERFORMANCE:
Max Level Speed: at altitude: 600 mph (965 km/h); at sea level: unknown
cruise speed: 525 mph (840 km/h)
Initial Climb Rate: unknown
Service Ceiling: unknown
Range: (DC-8-10) 4,160 nm (7,710 km); (DC-8-63) 3,905 nm (7,240 km); (DC-8-73) 4,830 nm (8,950 km)
g-Limits: unknown

KNOWN VARIANTS:
DC-8 Series 10: Initial production model; 2 built
DC-8 Series 20: Similar to Series 10 but with more powerful engines for operation in hot or high-altitude conditions; 49 built
DC-8 Series 30: Long-range model and first designed for intercontinental operations; 52 built
DC-8 Series 40: Similar to Series 30 but equipped with more powerful Rolls-Royce engines; 29 built
DC-8 Series 50: Improved model with more powerful engines and revised cabin layout allowing 10 additional passengers to be seated, also featured new wing leading edge that reduced drag improving speed and range; 162 built
DC-8AF Jet Traders: Freighter model of Series 50
DC-8CF Jet Traders: Convertible cargo/passenger model of Series 50
DC-8 Super 60: Generic designation for three new models described below, all three available in passenger only (DC-8-6_), cargo only (DC-8-6_F), or combination cargo/passenger (DC-8-6_CF) variants; 262 built
DC-8 Super 61: Enlarged model with extended fuselage for up to 259 passengers
DC-8 Super 62: Long-range model with lengthened fuselage for greater fuel capacity but still carrying 189 passengers, also featured larger wingspan
DC-8 Super 63: Final production model combining enlarged fuselage of the Super 61 with new wing and other aerodynamic improvements of the Super 62
DC-8 Super 71: Super 61 airframes equipped with new more fuel efficient GE/SNECMA turbofans allowing much improved range and meeting noise regulations
DC-8 Super 72: Super 62 airframes equipped with new engines
DC-8 Super 73: Super 63 airframes equipped with new engines
EC-24 Former United Airlines DC-8-54F modified to simulate enemy communications and control systems and used by the US Navy; 1 converted

KNOWN OPERATORS:
Civil:
Absa Cargo
AECA
Aeral
Aero del Peru
Aeromar Airlines
Aéromaritime
Aeromexico
Aeronaves del Peru
Aero Peru
Aerouruguay
Aer Turas Teoranta
Affretair
African Air Charter
African International Airways
Agro Air International
Air Afrique
Air Algerie
Airborne Express
Air Canada
Air Cargo Spain
Air d'Evasions
Air Evasion
Air France
Air Gabon
Air Gabon Cargo
Air India
Airlift International
Air New Zealand
Air Outre Mer (AOM)
Air Spain
Air Sweden
Air Transport International (ATI)
Air Zaire
Alitalia
Americana Colombia
American International
American Jet Industries
Analinda Airlines
Andes Airlines
Apisa Air Cargo
Arax Airlines
ARCA Colombia
Arnaflug
Arrow Air
ATC Colombia
Aviaco
Batch Air
Bax Global
Braniff Airways
Buffalo Airways
Burlington Air Express
Cam Air International
Cameroon Airlines
Canarias Cargo
Capitol Air International
Cargo Lion
Cargolux
CargOman
Cargosur
Concord International
Conner Air Lines
Continental Cargo Airlines
Contract Cargo Airlines
Cougar Air Cargo International
CP Air
CTA Espana
Cubana
Cygnus Air
Cyprus Airways
Delta Airlines
Eagle Air
Eastern Airlines
Emery Worldwide Airlines
Evergreen International Airlines
Excelair
Faucett Peru
Fine Air
Florida West International Airlines
Flying Tiger Line
Fuerza Aerea del Peru
Garuda
German Cargo
IAS Cargo Airlines
Iberia
Icelandair
Imperial Airlines
Interamericana de Aviacion
Intercontinental Airlines
Hawaiian Air
Japan Air Lines
Jet Aviation
Jet Fret
Kalitta American International
Kitty Hawk International
KLM - Royal Dutch Airlines
LAC Colombia
Lan Chile
Liberia World Airlines
Lignes Aeriennes Congolaises
Loftleidir
Maldives International
MAS Air Cargo
Million Air
Minerve
MK Airlines
MK Cargo
Murray Air
Nationair Canada
National Airlines
Omega Air
Overseas International Airways
Panair do Brazil
Pan American World Airways (Pan Am)
Philippine Airlines
Point Air Mulhouse
Pomair Ostend
Quebecair
Response Air
SAS Scandanavian Airlines
Saudia
Scanair
Seaboard World
Secmafair Aviation
Southern Air Transport
Spantax
Swissair
Summit Philippines
Surinam Airways
Tampa Colombia
Thai International
TMC Airlines
TPI International Airways
Trabajos Aereos y Enlaces (TAE)
Trafe
Transafrik
Transamerica
Trans Canada
Trans Caribbean
Trans Continental Airlines
Trans International
Transmeridian Air Cargo
Transportes Charter do Brasil
Transports Aériens Intercontinentaux (TAI)
Transvalair
Union Aéromaritime de Transport (UAT)
United African Airlines
United Air Carriers
United Airlines
United Parcel Service (UPS)
UTA
Varig
Viasa
Wien Air Alaska
World Airways
Zaire International Cargo
Zambia Airways
Zantop International Airlines
Zuliana de Aviacion

Government/Military:
France
Gabon
Spain
Togo
US Navy



Peace all... smile.gifsmile.gif
TomatBusuk
ternyata banyak hal yang belum aku ketahui tentang pesawat...
keep post bro
El_Tuerto
Sumber : http://www.antara.co.id/arc/2008/7/29/bran...whiteknighttwo/
Selasa, 29/07/08 12:39

Branson Resmikan Kapal Wisata Antariksa `WhiteKnightTwo`



Los Angeles (ANTARA News) - Taipan Inggris, Richard Branson, Senin, meresmikan pesawat futuristik yang akan mengangkut wisatawan ke tepian langit sebagai bagian program antariksa Virgin Galactic yang amat dinantikan banyak orang.

Pesawat tersebut, WhiteKnightTwo, digelindingkan ke luar hangar di hadapan media dan para undangan, termasuk astronot Apollo 11 Buzz Aldrin, pada acara yang digelar pagi sekali di Gurun Mojave, utara Los Angeles.

Wahana ketinggian tinggi ini, yang juga diberi nama "Eve" sebagai penghormatan atas ibunda Branson, akan bertindak sebagai kapal induk untuk pesawat antariksa Spaceship Two, yang akan diluncurkan di udara dan membawa dua awak dan enam penumpang meluncur ke antariksa.

Penerbangan perdana WhiteKnightTwo diharapkan dapat berlangsung pada akhir tahun ini, dengan Spaceship Two akan digendong untuk penerbangan pertamanya tahun depan.

Virgin Atlantic berharap akan mengangkut turis antariksa pertamanya ke antariksa suborbit sekitar 110 kilometer di atas Bumi pada 2010.

Perusahaan itu telah menyatakan lebih dari 200 penumpang telah membayar tiket untuk penerbangan pertama, yang harganya mencapai 200.000 dolar.

"Penggelindingan WhiteKnightTwo mengangkat visi Virgin Galactic ke level berikut dan akan terus memberikan bukti yang kelihatan bahwa proyek paling ambisius ini tak hanya nyata, tetapi juga mencapai kemajuan luar biasa menuju tujuan kami bagi operasi komersial yang aman," kata Branson dalam pernyataannya, seperti dikutip AFP.

"Kami memberinya nama `Eve` yang diambil dari nama ibu saya, Eve Branson, namun juga karena pesawat ini merupakan suatu awal yang baru dan pertama, peluang bagi kelompok astronot masa depan dan ilmuwan lainnya yang terus tumbuh untuk menyaksikan dunia kita dalam cahaya yang baru sama sekali," tambah Branson.


Pesawat komposit karbon terbesar

Dalam wawancara dengan CNN, Branson mengemukakan ia dan anggota keluarganya akan menjadi salah satu pelancong antariksa pertama, dan mengakui dirinya diperkirakan akan merasa gugup saat lepas landas.

WhiteKnightTwo akan memiliki rentang sayap 43 meter dan merupakan pesawat dari komposit karbon terbesar di dunia, kata Virgin Galactic.

Dengan ketinggian maksimum lebih dari 50.000 kaki (15.240 meter), pesawat dengan tubuh kembar itu akan mampu melakukan empat penerbangan antariksa harian, imbuh Virgin Galactic.

Branson melukiskan penjelajahan antariksa sebagai batas terakhir penting yang berpotensi membantu mengatasi pemanasan global lewat pengembangan berbagai satelit cuaca, ilmu iklim dan pemantauan pertanian.

"Saya juga merasa yakin pada suatu hari nanti akan dapat memanfaatkan antariksa sebagai sumber energi bagi planet Bumi, melalui satelit tenaga surya, dengan menggunakan sumber yang paling tersedia secara berlanjut, yakni Matahari kita," katanya kepada hadirin. (*)

-------------------------

Wah, siapa nih mau liburan ke luar angkasa...... tapi berapa ya harga tiketnya, tp aku juga takut ga bisa balik ke bumi lagi, chaong.gif
OhYesOhNo
-=MoVed=-

TO Science and Technology

Salam,
OhYesOhNo
OhYesOhNo
Saya Tambahkan keterangan mengenai Wite Knight Two ini, berikut gallery image nya:

General characteristics
* Payload: 30,500 kg (30 tons)
* Length: 24 m (79 ft)
* Wingspan: 43 m (141 ft)
* Height: ()
* Powerplant: 4× Pratt & Whitney Canada PW308 turbofan
Performance
* Service ceiling 18 km (60,000 ft)

Video



Image Gallery ...



























Source:
Wikipedia

CODE
http://en.wikipedia.org/wiki/Scaled_Composites_White_Knight_Two

Engadget.com
CODE
http://www.engadget.com/2008/01/23/spaceshiptwo-white-knight-two-designs-unveiled-arent-they-cut/

Youtube
CODE
http://youtube.com/watch?v=rxJsP9vUEwg


Peace.gif peace Peace.gif
aboerdy
kapal udah kayak hotel bintang 5

berapa tiketnya tuh sekali naik?
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.