Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Love
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Chicken Soup for The BlueFame's Soul
chandra_w
Di bawah ini bukan tulisan saya, saya mendapatkannya dalam suatu milis, tapi saya sekedar ingin berbagi karena saya tersentuh membacanya mudah-mudahan bisa menyentuh anda juga, terutama kaum laki-laki..supaya tidak terlalu berbangga dengan kebesaran cintanya..dan agar kaum perempuan tidak berkecil hati dengan kelemahan kita.. bukan sebagai pembenaran apapun, tapi suatu kenyataan yang memang ada disekeliling kita..

"Cinta laki-laki seumpama gunung. Ia besar tapi konstan dan (sayangnya) rentan, sewaktu-waktu ia bisa saja meletus memuntahkan lahar, menghanguskan apa saja yang ditemuinya. Cinta perempuan seumpama kuku. Ia hanya seujung jari, tapi tumbuh perlahan-lahan, diam-diam dan terus menerus bertambah. Jika dipotong, ia tumbuh dan tumbuh lagi." Perumpamaan di atas terilhami melalui sebuah dialog dalam adegan film "Bulan Tertusuk Ilalang" karya Garin Nugroho. Betapa menakjubkan. Dan kalimat itu mengingatkan saya pada kenangan tentang sahabat saya dan mamanya ketika masa-masa SMP-SMU dulu. Kala itu, nyaris setiap hari saya main ke rumahnya yang jauh di selatan kota . Saya tahu dia anak orang kaya. Papanya, pimpinan sebuah instansi pemerintah terkemuka di kota saya dan mamanya adalah ibu rumah tangga biasa. Saya tak heran mendapati barang-barang bagus dan bermerk di rumahnya yang masih dalam tahap renovasi. Sofa yang empuk, televisi yang besar. Saya hanya bisa berdecak kagum sekaligus iri. Tapi, lama-lama saya menyadari bahwa isi rumah itu makin kosong dari hari ke hari. Perabotan yang satu per satu lenyap dan televisi yang 'mengkerut' dari 29 inchi ke 14 inchi. Perubahan paling mencolok adalah wajah mama sahabat saya. Suatu saat ketika ia berbicara, tak sengaja saya dapati suatu kenyataan bahwa mama sahabat saya itu kini ompong! Kira-kira 2-3 gigi depannya hilang entah kemana. Saya tak berani -lebih tepatnya tak tega - untuk bertanya. Saya juga tak mau tergesa-gesa mengambil kesimpulan sendiri. Yang jelas, sebuah suara, jauh di lubuk hati saya bergema : "Sesuatu yang buruk telah terjadi di rumah itu!" Benarlah, tanpa diminta akhirnya sahabat saya datang berkunjung ke rumah saya. Setengah berbisik, ia bercerita bahwa papanya selingkuh dengan perempuan lain dan karenanya, nyaris tak pernah pulang ke rumah. Dan ini bukan main-main, perempuan itu hamil dan menuntut pertanggung jawaban papanya. Dengan emosi ia bercerita bahwa papanya mengajaknya ke rumah perempuan itu dan meminta sahabat saya untuk memanggilnya dengan sebutan "Mama". Sebuah permintaan menyakitkan yang langsung ditolak mentah-mentah oleh sahabat saya. "Mamaku cuma satu" tangkisnya tegar saat itu. Dan misteri tentang gigi mamanya yang tiba-tiba ompong, barang-barang mewah dan perabot yang satu per satu menghilang dari rumahnya pun terkuak sudah. Semuanya adalah akibat ulah papanya jua. Dan setengah frustasi ia mengadu pada saya bahwa ia harus menanggung semua beban berat itu sendirian karena kakak satu-satunya yang kuliah di luar kota tak peduli dan tak mau memikirkan masalah itu. Mamanya pun -yang lemah lembut- tak bisa berbuat banyak dengan kelakuan suaminya. Ia cuma bisa pasrah, gigi yang ompong itu buktinya. Dan saya? Hanya doa dan motivasi yang bisa saya berikan agar sahabat saya itu tabah dan tak putus berdoa. Toh sekarang, setelah lama peristiwa itu berlalu, doa sahabat saya pun dijawab oleh Tuhan. Ketika itu menjelang kelulusan SMU, ia bercerita pada saya bahwa papanya sudah 'sembuh', bertobat, dan kembali ke pangkuan istri dan anak-anaknya. Nasib the other women itu entah bagaimana. Sampai di sini persoalan beres. Dan saya takjub mendengarnya, senang sekaligus heran. Bagaimana mungkin masalah pelik ini bisa selesai semudah itu? Nurani keadilan saya berontak. Saya tak habis pikir, betapa mudahnya mama sahabat saya itu memaafkan dan menerima kembali suaminya setelah semua yang dilakukannya. Lelaki itu tak cuma berkhianat, tapi juga menyakiti fisiknya, merontokkan gigi-gigi depannya, tak menafkahi anak-anaknya dan nyaris mengosongkan isi rumahnya. Dan ia memaafkannya begitu saja. Sebuah kenyataan yang ternyata banyak juga saya temui di masyarakat kita. Perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga yang bisa diselesaikan dengan mudah, hanya dengan kata maaf. Mungkin inilah yang disebut orang sebagai "CINTA"! Papa sahabat saya adalah laki-laki dengan cinta sebesar gunung, dan ketika ia meletus, laharnya meluap kemana-mana, menghanguskan apa saja, melukai fisik dan terutama hati dan jiwa istri dan anak-anaknya. Mama sahabat saya adalah perempuan dengan cinta sebesar kuku. Memang cuma seujung jari, tapi cinta itu terus tumbuh, tak peduli jika kuku itu dipotong, bahkan jika jari itu cantengan dan sang kuku terpaksa harus dicabut, meski sakitnya tak terkira, kuku itu akan tetap tumbuh dan tumbuh lagi. Sebuah cinta yang mengagumkan dari seorang perempuan yang saya yakin tak cuma dimiliki oleh mama sahabat saya itu. Cinta yang terwujud dalam sebuah tindakan agung : "Memaafkan". Sebuah tindakan yang butuh kekuatan besar, butuh energi banyak, yang anehnya banyak dimiliki oleh makhluk (yang katanya) lemah bernama perempuan.
AWSANDI7
cinta laki laki adalah cinta yang paling rasional, dia tidak mengenal rasa jemu
arex_kere
benarkah cinta lelalki semuanya seperti itu?
zrenk
it's true..???
black_dragon
setuju banget
anakharamonline
hmmmm tidak semua lakiČ seperti itu...
Satria ZX
QUOTE (black_dragon @ Jul 5 2008, 10:06 PM) *
setuju banget


jangan langsung meng generalisasikan semuanya Hmmmph.gif

saya akui kalau lelaki sudah lupa daratan seperti itu, namun bukan berarti bisa dipukul rata kalau laki2 semua seperti itu.

Peace.gif
prawira
aGREE....
makasih storynya ....
Bang Bill
Yang jadi pikiran saya, gimana nasib the other woman yang kini punya anak ? Haruskah anak itu menanggung beban akibat perbuatan laki-laki peselingkuh tadi ?
cinday
nasib wanita...u know what...banyak banget wanita di luar sana mengalami hal yang sama bahkan mungkin lebih parah...dimana yah yang namanya emansipasi wanita yan selama ini "diteriak-teriakkan"... and my mom's one of the victim...
Bounty Hunter
surga di bawah telapak kaki ibu
Supeя Endяy
pada dasarnya cinta adalah sesuatu yang universal....

semua orang punya...baik wanita ataupun pria....

begitu juga dengan yang namanya salah arah...tidak peduli wanita atau pria

yang membedakan besar cinta atau kadar cinta itu sendiri bukan karena pria atau wanita...tapi karena hati
a.ccer
Nice Post... makasih... btw beneran ga ya cintanya laki2 ?
citanli
jgn pukul rata gitu dong ah bahwa laki2x itu hanya cinta sesaat doang
tidak smua laki2x memilikki cinta yang hanya sesaat
tergantung orangnya juga x
tidak ada cinta yang sejati klw tidak didasari dengan perbuatan yang nyata
nice post bos
edotz
hmmm....agree lah...nice post bro...
GesbuD
nice post bro..thanks
elmoxxx
cinta adalah anugerah............
whatever
kayanya gw pernah baca d neh cerita (kayanya repost) but nice story...
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.