Makin Panjang Jari, Makin Panjang..
Pramudito | Surabaya - Kasak-kusuk seputar mitos di ranjang seolah tidak ada habisnya. Ada yang begitu saja percaya, ada yang langsung menolak mentah-mentah, ada pula yang ingin membuktikan. Katanya mitos, tapi kok ada faktanya. Mana yang benar?
“Ukuran jari identik dengan panjang Mr P? Emang bener mitos itu?” Demikian pertanyaan balik yang dilontarkan Rere Guritno.
Perempuan cantik yang bekerja sebagai Public Relation Hotel Singgasana ini ditanya seputar mitos yang sering jadi rasan-rasan di kalangan orang dewasa ini. Rere tak memungkiri di lingkungan kerjanya, mitos seks itu sering jadi bahan canda. “Tapi ya sebatas itu saja. Saya sendiri tidak sampai serius memikirkannya. Never thought in my mind. Nggak penting banget lah!” serunya dengan nada malu-malu.
Respon Rere bertolak belakang dengan yang Yudi. Ditanya soal mitos seks, Yudi langsung menyodorkan jempol tangannya. Ia yakin, ukuran jempolnya yang gede turut memberi ‘keberuntungan’ terhadap kejantanannya.
“Lihat nih, jempol saya gede kan. Saya pun bisa memuaskan istri,” ujarnya. Ukuran jempol yang gede ini, menurutnya, sempat juga jadi rasan-rasan teman pria dan perempuan di kantornya.
Bukannya risih, Yudi malah tersenyum puas. “Ini bagian dari kebanggaan. Sepertinya mereka sepakat dengan mitos itu,”jelas karyawan sebuah jasa keuangan ini.
Dedy pun awalnya sependapat dengan Yudi. Pengelola sebuah event organizer dan kafe ini mengaku pernah dihantui mitos tersebut. Bagi Dedy, mitos itu bahkan membuatnya jadi minder. Pasalnya, dengan tinggi badan 154 cm, otomatis ukuran jari juga menyesuaikan postur tubuhnya yang imut dan gempal itu.
“Waktu remaja dulu, setiap pacaran saya selalu resah. Nanti calon istri saya bakal puas nggak ya dengan ukuran saya yang hanya 14 cm!” cetusnya sambil wanti-wanti tidak menyebut nama istrinya.
Memang tidak mudah. Karena Dedy, akhirnya selalu gagal dalam bercinta. Artinya, setiap berpacaran dia gagal mengakhiri dengan kesepakatan pernikahan. Bukan lantaran ceweknya tidak serius atau meninggalkan begitu saja. Yang sering terjadi justru Dedy ‘gagal sebelum berperang’. Ada keresahan yang tidak bisa dibagi dengan orang lain.
“Ya, saya memang sering meninggalkan begitu saja pacar-pacar saya. Saya khawatir calon istri saya nanti tidak bisa bahagia, kalau tidak bisa puas kan dia nanti nyeleweng cari kepuasan lain!” begitu kegelisahan yang selalu menghantui pikiran Dedy.
Pikiran ayah tiga anak ini mulai berubah ketika iseng-iseng dia browsing internet. Di salah satu situs disebutkan. pertumbuhan badan seseorang dipengaruhi faktor genetik. Rata-rata ukuran penis orang berkulit hitam, lebih besar sekitar 1,5-3 cm dibanding ras kulit putih (kaukasia). Sedangkan penis laki-laki Asia, lebih kecil sekitar 1,5-3 cm dari ras kulit putih.
Ukuran testis masing-masing ras ini tentu berbeda sebanding dengan ukuran Mr P-nya. Tapi perbedaan ini bukanlah tanpa sebab. Karena ternyata perbandingan ukuran Miss V wanita Asia juga lebih kecil ketimbang ras lainnya. Disebutkan pula, ukuran rata-rata Mr P pria ketika ereksi berdasarkan ras dibagi tiga yaitu: Oriental dengan panjang 10,5-14 cm dan diameter 3,2 cm, untuk Kaukasia panjangnya 14-15,5 cm dan diameter 4.8 cm3. sedang kulit hitam memiliki panjang 15,9-20,3 cm dan diameter 5 cm.
Tidak puas dengan informasi yang diperoleh dari internet, Dedy lalu berdiskusi dengan seorang temannya yang gagal dalam berumah tangga lantaran sang istri kepergok menyeleweng. Padahal, temannya itu memiliki tubuh atletis dan tinggi yang diidamkan banyak wanita. Dari sang teman, diperoleh jawaban bahwa temannya itu selalu ejakulasi dini sehingga istrinya sering tidak puas saat berhubungan.
“Akhirnya saya sadar bahwa masalah ukuran alat vital pria lebih banyak dipusingkan pria sendiri ketimbang wanita. Karena buktinya hubungan suami-istri yang harmonis tidak ditentukan oleh ukuran Mr P. Indahnya hubungan seks ditentukan langsung oleh kreativitas dan komunikasi masing-masing pasangan,” paparnya sambil menambahkan empat tahun lalu dia menikah dengan seorang wanita yang bisa memahami dirinya. Sejauh ini, menurut Dedy, sang istri bisa puas.
