Help - Search - Members - Calendar
Full Version: ITAIPU - PLTA Terbesar Didunia
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Academia > Science and Technology > Human Engineering
ghetooman
Akhir2 ini kita sering banget denger kata “krisis energi”, hal ini dikarenakan kita masih tergantung dengan “Fossil Fuel” yang kita tau termasuk “not renewable “ alias ga bisa diperbaharui lagi. Bayangin aja bro, dari sejak eksplorasi pertama minyak sekitar tahun 1890 an sampai sekarang sudah berapa juta barrel minya yang kita sedot. Diprediksikan cadangan minyk bumi duni Cuma bertahan sekitar 50 tahunan ke depan. So we need alternative energy yang murah dan yang paling penting adalah ramah lingkungan. Efek sampingan dari Fossil Fuel adalah emisi carbon yang dihasilkan dari pembakarannya. Manusia sekarang mulai berupaya mencari energi alternative, mulai dari nuklir sampe kemaren kia denger adanya Blue Energy.
Disini gw mo share ama BFers semua kalo ada energi alternative yang murah, reliable, dan ramah lingkungan yaitu air………. Cuman sayang banget kita ga begitu interest ama sistem ini, ada beberapa PLTA juga indonesia seperti PLTA Saguling, PLTA Asahan, Riam Kanan. Tapi lom bisa dijadikan "tulang punggung" per-listrika-an, ga tau kenapa??? Hypnotized.gif


ITAIPU

PLTA pada awalnya banyak diragukan semua pihak termasuk para ahli, ada yang mengatakan "Not sufficient", "unreliable", "not feasable". Tapi akhirnya ITAIPU membuktikan kalo itu salah besar. ITAIPU adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air terbesar di seluruh dunia. Menghasilkan keluaran daya 10X lipat dibanding pembangkit nuklir. Menyuplai kebutuhan konsumsi listrik masyarakat kota terbesar kedua di dunia ddengan Zero Emmision sejak 1984 yang dikembangkan lagi sampi 1991. Pada tahun 2000 mencapai rekor 93.4 Milyar kWh 93% konsumsi energi listrik Paraguay dan 20% konsumsi listrik masyarakat Brazil di supply oleh ITAIPU.

Apa itu PLTA

PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) adalah suatu system pembangkit energi listrik dengan cara memanfaatkan aliran dari air yang kemudian diubah menjadi energi listrik malalui putaran turbin dan generator. Sistem yang sangat simple, dan yang penting adalah ramah terhadap lingkungan.


Skema dari PLTA

•Dam – Hampir semua PLTA mengandalkan bagian ini untuk membendung air dari sunagai hinggga terbentuk danau. Pada PLTA tertentu Dam dimanfaatkan untuk tempat rekreasi.
•Intake – Pintu air untuk masuknya aliran air menuju ke turbin melalu penstock.
•Penstock – Saluran pipa air yang menuju ke turbin. Didalam pipa ini tekanan oir naik.
•Turbine – Mesin yang memutar generator. Biasanya turbine yang dipakai adalah Francis Turbine. Sebuah turbin mempunyai berat sampe 172 tons dan kecepatan putaran 90 rpm.

Foto impeler francis turbine

•Generators – Mesin penghasil listrik
•Transformer – Trafo untuk mengubah tegangan AC ke tegangan yang lebih tinggi.
•Power lines – Jaringan listrik 3 phase
•Outflow – Aliran air yang melewati impeller akan dialirakan lagi ke Dam.

DAM

Berlokasi di perbatasan Brazil-Paraguay dan tidak jauh dari perbatasan Argentina, permulaan proyek ini dimulai pada tahun 1966 ketika Menlu Brazil dan Paraguay menandatangani kesepakatan bersama “Kesepakatan Ygazu”. Yang kemudian ditindak lanjuti dengan penelitian kemampuan Hydraulic dari Sungai Parana.
Pada 26 April 1973, Brazil & Paraguay menandatangani perjanjian “Pengembangan sumber listrik tenaga air dari sungai Parana” yang kemudian terbentuk “ITAIPU Binancional” (Kerjasama secara hokum, administrasi dan kemampuan keuangan dan teknikal untuk merencanakan & mengoperasikan Pembangkit Listrik)
Pelaksanaan konstruksi dimulai pada tahun 1975, mencapai puncaknya pada tahun 1978 dengan pekerja sekitar 30000 orang dilokasi. Dengan produksi concrete (bahan untuk beton) sekitar 12,8Juta m³ (15 kali dari produksi concrete yang digunakan untuk Eurotunnel/terowongan yang menyambungkan antara Inggris dengan perancis). Ketinggian dari Dam adalah 196m, lebar 7,76 km. Danau yang terbentuk akibat bendungan tersebut mencapai panjang 170 km dengan volume air 29 milyar ton.
Unit 1 mulai beroperasi pada Desember 1983, Jaringan listrik di Paraguay selesai dibangun pada maret 1984, sedangkan Brazil 5 bulan setelah itu. Pada maret 1991 unit terakhir (Unit 18) mulai beoperasi.
Air yang diperlukan pada intake untuk 1 turbin (Francis Turbine) dengan keluaran daya 715 MW adalah 700m3/s. Dengan efisiensi 98.6%.
NOTE: efisiensi adalah perbandingan antara energi input dengan energi output. Semakin besar nilai efisiensi semakin bagus (jadi ga ada loss of energy). Coba bandingkan dengan PLTU (tenaga uap) atau PLTG (tenaga gas). PLTU efisiensinya sekitar 60% - 80% (artinya batubara yang dibakar untuk menghasilkan Uap yang digunakan untuk memutar turbin cuma 60% saja yang hasilnya jadi Listrik. sisanya terbuang menjadi panas), sedangkan untuk PLTG malah lebih rendah dari PLTU, efisiensi sekitar 50%-70%).
Setiap tahun ITAPU menghasilkan energi listrik sekitar 75 TWh dan mengurangi emisi CO2 kurang lebih 67.5 juta ton (dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga batubara). Total biaya proyek ini adalah US$ 20 juta


Pemandangan ITAIPU dari atas (setelah proyek selasai)
Bagian yang kanan adalah overflow spillway (ketika level dari Dam tinggi, sebagian air harus dibuang untuk menurunkan lewel air di Dam), sebelah kanannya adalah Power Station (Tempat turbin berada).



Pengerjaan Dam



Foto bagian dasar tempat turbine berada
Pipa putih adalah inlet/jalan nya air masuk ke turbin



Foto Dam ketika mulai terisi air
Mencapai luas 1350 km2, dengan panjang 170 km dan rata2 lebarnya 7 km.



Konversi Daya

Prinsip konversi energi pada Pembangkit Listrik Tenan Air:
Energi potensial timbl akibat dari ketinggian air danau terhadap turbine (yang berada di 196m dibawah). Energi ini akan dikonversi menjadi energi kinetik dengan cara mengarahkan aliran air ke arah turbin (ke sudu-sudu nya/blades). Oleh turbine blades (sudu-sudu) energi kinetic diubah menjadi energi putar. Putaran inilah yang memutar generator. Akibat generator berputar, maka timbulah energi listrik akibat adanya medan magnet disekitar lilitan koil.
Berikut adalah perhitunangan matematis dari Energi Potensial:
Wpot = 0.5 (hul +hip) (hul -hip)* g * A * Berat Jenis air
hul= height of upper level (222 m)
hip= height of penstock inlet (187 m)
g= acceleration of free fall (9.81 m/s²)
A= area of lake (1350 km²)
Density of water (1000 kg/m³)

Wpot,abs = 9,48 * 1016 J = 94,8 PJ


Foto situasi Power House (lokasi turbine berada)
Panjang 986 m, tinggi max 112 m dan lebar 99m.Tampak terlihat garis merah yang merupakan perbatasan antar Brazil – Paraguay.



Poros dari Generator , total diameter generator mencapai 16 m dengan berat 2650 ton.


Control room

Electrical

Setiap tahun ITAPU menghasilkan 75 TWh. Listrik dari ITAPU dialirkan melalui jaringan 3-phase baik ke Brazil dan Paraguay dengan system jaringan yang berbeda. Karena ada 2 Frekuensi, 50 Hz dan 60 Hz, 2 sistem transmisi dibangun untuk mensupportnya.
Transformers
Untuk menaikkan tegangan /Voltase dari output generator maka dibangun trafo 2 macam:
- Trafo 1-Phase dengan 9 bank kapasitor 18 kV - 525 kV dengan rated 825 MVA untuk 50 Hz.
- Trafo 1-Phase dengan 9 bank kapasitor 18 kV - 525 kV dengan rated 768 MVA untuk 60 Hz.

Transmission System/Sistem Transmisi

Menimbang bahwa tahun pertama operasi ITAPU, Paraguay harus “mengalah” duluan dalam menikmati listriknya (sesuai dengan perjanjian sebelum pembangunan) maka diputuskan pembangunan Transmissi Station duluan di Brazil. Sistem yang dipakai (karena ada 2 pemakain frekuensi 50 Hz dan 60 Hz) untuk Brazil dibangun EHV-AC (Extra High Voltage - Alternating current) untuk 6300 MW pada 60 Hz dan untuk paraguay HV-DC (High Voltage - Direct current) untuk 6000 MW pada 50 Hz.
HV-DC-system memiliki tegangan ± 500 kV, yang kemudian akan dikonvert lagi ke tegangan AC di Ibuana (dekat Sao Paolo).EHV-AC-system memilik tegangan sebesar 750 kv.


Source: Wikipedia and ather related articles.
hound
Id susah bikin plta.... ga ada reservoir yg cukup gede lagi buat dibikin waduk + pltana
Blazing Arrows
Sebenernya di INDO ada banyak danau dan sungai... kenapa tidak jadikan sebagai PLTA saja? Confused.gif

Kadang kadang nga ngerti deh ama pemerintah smile.gif
Hideto_Takarai
@BA kita mah terbentur biaya....larinya dana aja,kemana kita kaga tau...
noelx
biasa bos...kalo ada apa2 mesti rapat dulu..................rapat dulu.............

kalo indonesia bisa bikin PLTA kayak gini dengan sumber daya alam yang melimpah...pasti deh gak ada lagi yang namanya pemadaman bergilir BigGrin.gif
ghetooman
QUOTE (hound @ Jun 19 2008, 12:09 PM) *
Id susah bikin plta.... ga ada reservoir yg cukup gede lagi buat dibikin waduk + pltana


Ada bro, kita punya lumayan banyak tuh. Seperti danau toba, sebenernya bisa di bikin PLTA tuh. Atau ga Waduk Kedungombo (salah satu waduk terbesar di Asia Tenggara).
PLTA itu cocoknya untuk negara tropis karena curah hujannya cukup tinggi. Kalo menurut gw sih, PLTA lebih reliable dari pada PLTG & PLTU
charlix
Katanya sih biaya per kwh yang diperlukan untuk membuat satu plta lebih mahal daripada pltd. Untuk membuat plta harus dipertimbangkan debit air sungai/bendungan, terus kontur tanah sekitar sungai juga hrs dipertimbangkan. Kalo kontur tanah sekitar sungai banyakan rata, bs tenggelam deh desa2 sekitar bendungan. Ujung terakhir yg harus dipertimbangkan yah duit....

Anyway, nice post.

Ada yg tau tentang bendungan tiga ngarai yang dibangun di China? Itu juga bagus banget!
ghetooman
QUOTE (charlix @ Jun 19 2008, 01:16 PM) *
Katanya sih biaya per kwh yang diperlukan untuk membuat satu plta lebih mahal daripada pltd. Untuk membuat plta harus dipertimbangkan debit air sungai/bendungan, terus kontur tanah sekitar sungai juga hrs dipertimbangkan. Kalo kontur tanah sekitar sungai banyakan rata, bs tenggelam deh desa2 sekitar bendungan. Ujung terakhir yg harus dipertimbangkan yah duit....


Kalo dari sudut pandang gw, that's wrong. Memang untuk konstruksi awalnya terlihat butuh biaya sangat besar. Tapi untuk menghitung ekonomis tidaknya suatu barang tidak hanya biaya constructionnya aja bro, perlu diperhatikan juga biaya maintenance & biaya operasional nya. Dan juga masalah ekosistem & lingkungan (tau sendiri kan bro, Global Warming dah jadi top issue semua negara sekarang). Kalo dihitung secara global gitu akan kliatan kalo PLTA itu saving money gede banget.
Gw kasih contoh dari PLTU (dengan steam turbine, bahan bakar coal)
1 unit Steam Turbine = rated power 625 MW
konsumsi batubara-nya sebesar = 360 Ton/jam
Itu baru 1 jam bro, gimana kalo digeber terus tiap hari. Jadinya 24 jam x 30 hari x 12 bulan x .........tahun = ga ke itung deh.
ga ke itung duit buat beli batubara dan juga ga keitung emisi carbon, sulfur etc yang keluar dari pembakarannya.
Kl PLTD/G dah tau sendiri kan gimana harga solar sekarang...

kalo masalah debit, itu ga ngaruh bro. Yang penting adalah reservoir level (level air di dam). Di sini curah ujan cukup tinggi, jadi ga akan ada masaalah (kecuali kalo PLTA dibangun di kulon progo, daerah susah air Laughing.gif ).
Trus soal lahan, ya kdu dipilih tempat yang sesuai dong. JAngan main asal bendung sungai, ntar malah nengelamin kota n desa sekitar Laughing.gif .
petro
kalo diindonesia ada PLTA kaya gini bisa nerangin sepulau jawa dengan 1 PLTA aja plus gak pernah mati lampu
w4h4b
bro setahu gue ada yang lebih gede lagi..di cina bro..kapasitasnya 65.000MW..
w4h4b
gak salah nih bro $ 20 juta?kalo segitu mah murah banget..salah kali bro..untuk bikin PLTU 10.000 MW made in china aja butuh $ 4 billion..
tǿpx
Itu kan itungan taun segitu (70-an), kalo di cina taon brapa?
calengklik
kalo di indonesia bikin waduk paling ga sampai 10 tahun sudah jebol
NoThinG™
kayaknay ndak mungkin di Indonesia ada waduk yang bisa untuk PLA segede itu daya nya..soale untuk membangunnya aja ndak punya dana cukup terus SDM nya juga kurang..paling juga cuma paling² doank nggak ada realisasinya

seandainya ada pembangkit segede itu di Indonesia pasti suplay Listrik akan terpenuhi semua sampai ke pelosok-pelosok negeri dan pemadaman bergilir bisa dihindari

Peace.gif
yukiohduelz
seharusnya indonesia bikin kaya gini mungkin gak gede bgt

tapi indonesiakan punya banyak sungai yg bisa jadi plta jadi lebih cocok bwat geografis indonesia
ghetooman
QUOTE
gak salah nih bro $ 20 juta?kalo segitu mah murah banget..salah kali bro..untuk bikin PLTU 10.000 MW made in china aja butuh $ 4 billion..


Sorry bro..gw salah ketik. Harusnya $ 20 Milyar..


QUOTE
bro setahu gue ada yang lebih gede lagi..di cina bro..kapasitasnya 65.000MW..


Gw baru cek di wiki ternyata mang bener, sekarang Hydro Power Plant terbesar ada di China. Namanya Three Gorges Dam sekitar 16,900 MW (ntar kalo selesai project th 2009 bakal jadi 22,500MW). Thanx for correction nya
w4h4b
bro indonesia potensi untuk pembangkit tenaga air masih kurang memadai.yang paling menjanjikan tuh PLTP..kita punya potensi 25.000MW yang belum digunakan.kalo itu terpenuhi tidak akan ada lagi pemadaman..
targetman
kapan yah indonesia punya PLTA secanggih itu.....
B_doT InsIde
buatan manusia makin keren aja sekarang....

cuma gak salah tuh biaya yang diabisin 20 juta USD??
transfer zinedine zidane aja waktu ke real madrid 50 juta pound....berarti mahalan beli pemain bola donk???

(eh...gak nyambung)
kangjames
wow iy jg ya kapan indonesia bisa gitu
lopis
Bro, luas danau yang terbentuk akibat itaipu, alias yang ditenggelamkan itu lebih luas dari danau toba lho (toba itu 1100 km2, luas permukaan airnya, ga tau sekarang kalau dah berkurang). Toba is the biggest lake in Indonesia. Untuk bangun PLTA yang paling susah adalah daerah tangkapan air yang besar dan kontur permukaan yang mendukung. Kalo parana river itu tangkapan hujannya amazon, dan panjang (lebih dari 2485 mil),kalo di Indonesia panjang sungainya kan pendek2. Rasanya susah kalo mau dibuat sebesar itu. smile.gif CMIIW
ghetooman
QUOTE (lopis @ Jun 24 2008, 03:08 PM) *
Bro, luas danau yang terbentuk akibat itaipu, alias yang ditenggelamkan itu lebih luas dari danau toba lho (toba itu 1100 km2, luas permukaan airnya, ga tau sekarang kalau dah berkurang). Toba is the biggest lake in Indonesia. Untuk bangun PLTA yang paling susah adalah daerah tangkapan air yang besar dan kontur permukaan yang mendukung. Kalo parana river itu tangkapan hujannya amazon, dan panjang (lebih dari 2485 mil),kalo di Indonesia panjang sungainya kan pendek2. Rasanya susah kalo mau dibuat sebesar itu. smile.gif CMIIW


Well secara global masih diragukan sistem pembangkit jenis ini di indonesia. Pemerintah lebih prefer ke PLTU, PLTG or PLTP tapi yang ingin gw garis bawahi adalah Fuel Power Plant (PLTU & PLTG) ga akan lama lagi "habis". Di Indonesia kita punya banyak energy source yang bisa dipakai selain PLTA kita bisa pake Geothermal untuk PLTP. Harusnya dari sekarang Pemerintah dah mulai antisipasi, ga perlu bangun sehebat ITAIPU tapi bikin aja kecil2 dulu. At least buat konsumsi listrik masyarakat sekitar PLTA bukan buat skala nasional.
Negara luar dah mulai membangun Power Plant non fuel fossil, seperti China sekitar 30% total konsumsi listrik seluruh penduduk China di ambil dari PLTA. China sedang dalam proses konversi PLTU/G ke PLTA. Ratusan PLTA dengan kapasitas ribuan MW bakal dibangun dalam 6 th ke depan.
Untuk Eropa & US mereka sedang mengembangkan wind Turbine sebagai energi alternatif.

Intinya Semua negara sedang mencoba "bereksperimen & meng-exploitasi" SDA non-carbon fuel yang mereka miliki. Bagaimana dengan Indonesia???
Herumawan
Untuk indonesia cocoknya dibangun mini hydro water power karena sungainya kecil dan sering terjadi erosi.
Di daerah Sulawesi, PT Bukaka sudah merintis pembangunan mini hydro water power di beberapa kabupaten
tumplir912
di mna ada kemauan di situ pasty ad jalan....!!
seharusnya pepatah itu di terapkan di indonesia??!!

pasty bisa dech.....!!!
tapi emang dasar nya ajah pada malez2 n mwnya merintahin orang??!!
trust di potong2 dech duit negara...!!!!

jadinya ya kayak sekarang???!!

Mrlucky
Wah... Kalo indo sih ga bisa lah bikin dam macam gini.... >,<

Kalomaw bikin PLTL

Tenaga Lumpur... ^^ Tounge.gif

Khan persediaan lumpur banyak tuh.... tinggal dialirin ajeh.... Tounge.gif


Bcanda deh.... no offense loh teman" ^^
a1214nt

Well secara global masih diragukan sistem pembangkit jenis ini di indonesia. Pemerintah lebih prefer ke PLTU, PLTG or PLTP tapi yang ingin gw garis bawahi adalah Fuel Power Plant (PLTU & PLTG) ga akan lama lagi "habis". Di Indonesia kita punya banyak energy source yang bisa dipakai selain PLTA kita bisa pake Geothermal untuk PLTP. Harusnya dari sekarang Pemerintah dah mulai antisipasi, ga perlu bangun sehebat ITAIPU tapi bikin aja kecil2 dulu. At least buat konsumsi listrik masyarakat sekitar PLTA bukan buat skala nasional.
Negara luar dah mulai membangun Power Plant non fuel fossil, seperti China sekitar 30% total konsumsi listrik seluruh penduduk China di ambil dari PLTA. China sedang dalam proses konversi PLTU/G ke PLTA. Ratusan PLTA dengan kapasitas ribuan MW bakal dibangun dalam 6 th ke depan.
Untuk Eropa & US mereka sedang mengembangkan wind Turbine sebagai energi alternatif.

Intinya Semua negara sedang mencoba "bereksperimen & meng-exploitasi" SDA non-carbon fuel yang mereka miliki. Bagaimana dengan Indonesia???
[/quote]

Pemerintah memang lagi prefer ke PLTU yang bahan bakarnya batubara soalnya murah, tapi kenapa ya PLTU di Cilacap belum dapat pasokan batubara cukup ampe sekarang, kan murah ??? PLN denger denger juga uda mulai bangun Projek 10.000 MW yang semuanya pake batubara. Kalo PLTG, wuiiiih harganya masih selangit ...
PLTA juga modalnya gede banget buat bangun infrastrukturnya dan dalam kondisi sekarang kayaknya gak mungkin, belum model ini kepengaruh banget ama iklim, kalo lagi kemarau debit air turun so listrik juga turun produksinya...
Menurut gue yang paling cocok emang PLTP, ibaratnya dia adalah perawan, tapi ampe sekarang kagak ada yang berani nglamarnya... emang sih harga produksinya lebih mahal dikit dari PLTU, tapi prospeknya ke depan sangat stabil, gak perlu kepengaruh ama kenaikan minyak dunia, lha wong langsung nyedot dari alam sendiri, gak pake impor he he ... bersih pula gak ada polusi sama sekali ... Stop Gombal Maning ... eh Global Warming ... Kabar baiknya pemerintah uda program pembangunan PLTP baru untuk 3 tahun ke depan, masalahnya siapa yang mengelola, asing lagikah ??? kapan saatnya untuk putra bangsa ???
fndiss
Setiap tahun ITAPU menghasilkan energi listrik sekitar 75 TWh

kalau hasil browsing saya ndak keliru...,
di situs BPPT disebutkan :
Seperti diketahui bahwa penjualan PLN dalam 20 tahun terakhir telah tumbuh dari 11 TWh dengan sekitar 5 juta pelanggan pada tahun 1984 menjadi 108 TWh dengan sekitar 34,6 juta pelanggan pada tahun 2005 atau mengalami peningkatan penjualan hampir sebesar 10 kali lipat. Peningkatan ini didorong oleh program elektrifikasi yang intensif serta pertumbuhan ekonomi nasional.
(sumber www.bppt.go.id)
berarti kebutuhan listrik indonesia bisa disuplai sekitar 70 % dari pembangkit listrik ini (75/108x100%)
AlexStukov38
seperti biasa negara kita kan selalu ketinggalan 50 tahun (Atau bahkan lebih) dari negara maju, kecuali dalam hal pembajakan.. hehehe...
yah kira-kira tahun 2058 baru ada ni PLTA di id.
lopis
QUOTE (AlexStukov38 @ Jun 27 2008, 04:54 PM) *
seperti biasa negara kita kan selalu ketinggalan 50 tahun (Atau bahkan lebih) dari negara maju, kecuali dalam hal pembajakan.. hehehe...
yah kira-kira tahun 2058 baru ada ni PLTA di id.



Kalo PLTA udah ada lama bro, tapi yang segede Itaipu, mungkin ga tau kapan ( bergantung alam banget sih)
lopis
QUOTE
Well secara global masih diragukan sistem pembangkit jenis ini di indonesia. Pemerintah lebih prefer ke PLTU, PLTG or PLTP tapi yang ingin gw garis bawahi adalah Fuel Power Plant (PLTU & PLTG) ga akan lama lagi "habis". Di Indonesia kita punya banyak energy source yang bisa dipakai selain PLTA kita bisa pake Geothermal untuk PLTP. Harusnya dari sekarang Pemerintah dah mulai antisipasi, ga perlu bangun sehebat ITAIPU tapi bikin aja kecil2 dulu. At least buat konsumsi listrik masyarakat sekitar PLTA bukan buat skala nasional.
Negara luar dah mulai membangun Power Plant non fuel fossil, seperti China sekitar 30% total konsumsi listrik seluruh penduduk China di ambil dari PLTA. China sedang dalam proses konversi PLTU/G ke PLTA. Ratusan PLTA dengan kapasitas ribuan MW bakal dibangun dalam 6 th ke depan.
Untuk Eropa & US mereka sedang mengembangkan wind Turbine sebagai energi alternatif.

Intinya Semua negara sedang mencoba "bereksperimen & meng-exploitasi" SDA non-carbon fuel yang mereka miliki. Bagaimana dengan Indonesia???


Setuju bro, emang manajemen energi, ( gak cuma listrik ) di Indonesia masih .... amburadul. Dengan demikian banyak pilihan energi yang bisa di manfaatkan, masih aja kita terperangkap dengan kenaikan BBM. PLTP mungkin pilihan yang baik, selain bersih, kita juga dianugrahi setumpuk gunung berapi. Beberapa antaranya berada di Jawa sebagai pusat demand. Tapi gw kurang setuju kalo Fuel Power Plant akan habis. Mungkin yang berbahan bakar solar atau mfo akan habis karena trend kenaikan harga minyak yang terus terjadi, tapi tidak dengan pembangkit berbahan bakar gas atau batubara. Kecuali di bangunnya PLTN, maka pembangkit berbahan bakar gas atau batubara akan tetap menanggung base load. Ide menarik kalo membahas energi alternatif, namun lihat kondisi ekonomi dan alam kita. Jangan bandingkan dengan cina. Saat ini china sedang kekurangan batubara, apalagi nanti, dengan pertumbuhan ekonomi sekencang sekarang. Kalo kita, batubara masih banyak, cadangan gas masih bisa di manfaatkan, (apalagi kalo di hitung dengan cbm). Geothermal juga oke, btw, 40% potensi panas bumi dunia ada di Indonesia lho.

keep posting bro.
djidjay
wah TS-nya detail banget.. kagum gw!

ternyata itu foto2 lama yah. yg di china itu brarti lebi gila lagi yak?
andrezmeister
akan banyak energi listrik yang dihasilkan
ghetooman
QUOTE (lopis @ Jun 27 2008, 11:20 PM) *
..........Tapi gw kurang setuju kalo Fuel Power Plant akan habis. Mungkin yang berbahan bakar solar atau mfo akan habis karena trend kenaikan harga minyak yang terus terjadi, tapi tidak dengan pembangkit berbahan bakar gas atau batubara. Kecuali di bangunnya PLTN, maka pembangkit berbahan bakar gas atau batubara akan tetap menanggung base load. Ide menarik kalo membahas energi alternatif, namun lihat kondisi ekonomi dan alam kita. Jangan bandingkan dengan cina. Saat ini china sedang kekurangan batubara, apalagi nanti, dengan pertumbuhan ekonomi sekencang sekarang. Kalo kita, batubara masih banyak, cadangan gas masih bisa di manfaatkan, (apalagi kalo di hitung dengan cbm). Geothermal juga oke, btw, 40% potensi panas bumi dunia ada di Indonesia lho.

keep posting bro.


Kayaknya gw juga ga setuju tuh. Minyaak bumi, gas bumi and batubara kayaknya sama2 SDA yang ga bisa diperbaharui bro, suatu saat pasti habis...Mungkin baru PLTG yang baru kerasa akibat naeknya harga minyak mentah dunia, makanya banyak terdengar di daerah2 adanya pemadaman bergilir.

Tentang PLTN, kok PLTG/U masih menahan base load? maksudnya apa bro? sepengetahuan gw PLTN bahan bakarnya ya pemanfaatan reaksi fusi dari inti atom tersebut (CMIIW)..

Hmm...mungkin sudah saatnya paradigma pemimpin kita berubah. Kudu dari sekarang concern ama yang namanya GREEN ENERGY.
darmomunyuk
kalo sekarang kita mau bikin seperti itu, akan banyak terbentur masalah..dan masalah paling besar adalh pembebasan lahan, karena langsung berbenturan dengan masyarakat yang 'lapar' saat ini...

lain lagi kalo buatnya pas jaman suharto dulu.....
nokipa
QUOTE (a1214nt @ Jun 26 2008, 06:03 PM) *
Kabar baiknya pemerintah uda program pembangunan PLTP baru untuk 3 tahun ke depan, masalahnya siapa yang mengelola, asing lagikah ??? kapan saatnya untuk putra bangsa ???


serba salah untuk masalah yg ini.... kl diurus bangsa sendiri.. tau sendiri lah gimana... sorry no offence bukan tidak percaya ma bangsa sendiri....
tapi kl di urus asing, emang lebih baik, tapi ya gitu... kita ngga dapet apa2....
simalakama...
ghetooman
QUOTE
kalo sekarang kita mau bikin seperti itu, akan banyak terbentur masalah..dan masalah paling besar adalh pembebasan lahan, karena langsung berbenturan dengan masyarakat yang 'lapar' saat ini...

lain lagi kalo buatnya pas jaman suharto dulu.....


Mang susah bro...rakyat dah punya pengalaman buruk ama pemerintah soal pembebasan tanah. Track record pemerintah soal land clearing "Extremely Bad". Susah mo ngomong apa kalo menyangkut hal ini axehead.png

QUOTE
serba salah untuk masalah yg ini.... kl diurus bangsa sendiri.. tau sendiri lah gimana... sorry no offence bukan tidak percaya ma bangsa sendiri....
tapi kl di urus asing, emang lebih baik, tapi ya gitu... kita ngga dapet apa2....
simalakama...


Kalo hal ini mungkin sistem yang cocok adalah JOB (Joint Operation Body). Jadi antara pemerintah and perusahaan asing saling bekerja sama dengan menempatkan orang2 nya di JOB untuk menjalankan PLTP nya. Pertamina yang sudah menjalankan sistem ini, antara laen JOB Salawati, JOB Tuban etc. Jadi ada pembagian kewenangan sehingga bisa saling monitor..
regtnt
keliatannya hampir ga mungkin deh. Soalnya dana yang turun berapa tetapi jatah preman dari aparat negara bisa dua kali lipat dari harga tersebut.
sahaweatuh
perasaan gua plta yang ada di Indonesia dibangunnya zaman belanda. bener nggak sih
=Sprayer=
masalahnya di indonesia hutan pada ditebangi...terus airnya nggak ada lagi sebagai serapan

rugi bikin waduk
ghetooman
buat tambah2 informasi

QUOTE
Potensi PLTA Indonesia 70.000 MW


TEMPO Interaktif, Indonesia mempunya potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 70.000 mega watt (MW). Potensi ini baru dimanfaatkan sekitar 6 persen atau 3.529 MW atau 14,2 persen dari jumlah energi pembangkitan PT PLN.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto dan Dirut PT PLN Fahmi Mochtar, dalam Seminar Nasional Bandungan Besar Indonesia Tahun 2008 dan Rapat Anggota Tahunan Komite Nasional Indonesia Bendungan Besar di Hall PT Pembangkit Jawa Bali Kantor Pusat, di Surabaya, Rabu (2/7).

"Betapa banyak potensi sumber daya air yang saat ini masih belum dimanfaatkan dan terbuang sia-sia," kata Joko dihadapan ratusan peserta seminar. Lalu Joko membandingkan dengan negara-negara bekas Uni Sovyet yang disebut Commonwealth of Independen States (CIS). Gabungan potensi hydropower di CIS mencapai 98.000 MW dengan jumlah bendungan sekitar 500 buah dengan keseluruhan daya terpasang PLTA 66.000 MW atau sekitar 67 persen dari potensi yang tersedia.

Peluang pembangunan PLTA di Indonesia katanya masih besar, apalagi Indonesia masih dilanda kesulitan bahan bakar minyak (BBM). Pemanfaatan sumber daya air sebagai salah satu sumber energi primer yang terbarukan bisa disinergikan dengan memanfaatkan air untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Selain itu, PLTA juga menjadi jawaban untuk pembangkit tenaga yang tidak menghasilkan CO2 seperti dihasilkan bahan bakar fossil meski ada yang menuduh peningkatan CO2 diatmosfir terjadi akibat pembangunan bendungan dan beroperasinya waduk. Karena itu pada pencanangan energi 10.000 MW berikutnya diharapkan 7000 diantaranya dari tenaga air. "Indonesia mempunyai jumlah air permukaan terbanyak ke lima di dunia," paparnya.

Joko menjelaskan, belum lama ini ada tiga buah bendungan mulai beroperasi yaitu bendungan Kedung Brubus Jatim, Tibukuning di Lombok dan bendungan Pernek di Sumbawa. Dua bendungan lainnya yang masih dibangun bendungan Nipah dan Bajulmati di Jatim.

Di Jateng bendungan Gonggong dan Panohan. Bendungan Jatigede di Jabar, bendungan Karian di Banten, bendungan Benel di Bali. Selain itu ada pembangunan bendungan Beriwit dan Marangkayu di Kalimatan Timur, bendungan Ponre-Ponre di Sulawesi, di Nusa Tenggara Timur ada bendungan Haekrit dan bendungan Keuliling di Nanggroe Aceh Darussalam.

Pemerintah juga membangun bendungan Upper Cisokan pumped storage di Jabar yang masih dalam proses persetujuan desain dan pembangunan bendungan PLTA Asahan 3 di Sumatera Utara. Jumlah bendungan di Indonesia masih bisa dihitung dengan jari. Bandingkan dengan Saudi Arabia pada 2006 lalu melelang pembangunan 41 buah bendingkan.

"Peluang yang banyak untuk membangun bendungan di tanah air belum dimanfaatkan secara optimal, padahal krisis energi dan ketahanan pangan bisa diselesaikan dengan ini," paparnya.

Meski demikian, tantangan yang dihadapi pembangunan bendungan diantaranya masalah sosial, erosi di daerah tangkapan dan sedimentasi pada waduk. Akibatnya umur waduk tak suseai dengan yang direncanakan. "Ini tantangan besar yang harus diselesaikan secara serentak oleh berbagai pihak," tegasnya.

Sementara Dirut PLN Fahmi Mochtar, menambahkan biaya operasi rata-rata per kWh pembangkit hydro adalah paling rendah dibanding pembangkit tipe yang lain hanya Rp 140/kWh. Saat ini PLN mengelolaz dan mengoperasikan pembazngkit hydro dengan skala besar dan kecil yang tersebar di Indonesia.

Unit pembangkit hydro berjumlah 203 unit dengan total kapasitas terpasang sekitar 3.529 MW dan produksi energi sekitar 8.759 GWh. PLN katanya mendorong pengembangan pembangkit hydro cdengan bendungan, diantaranya pembangunan bendungan Serbaguna Jatigede, Jabar (108 MW), PLTA Kusan, Kalimantan (135 MW), bendungan Upper Cisokan Pumped Storage Hydroelectric Plant, Jabar (1000 MW), bendungan Rajamandala Jabar (35 MW), PLTA Genyem, Papua (20 MW), PLTA Poigor 2 Sulawesi Utara (20 MW), dan bendungan PLTA Asahan 3 Sumatera Utara (150 MW).

Source: Tempointeraktif
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.