Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Apakah Ruang Angkasa mempunyai Bentuk
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Academia > Science and Technology > Space and Astronomy
OhYesOhNo
Apakah Ruang Angkasa mempunyai Bentuk ?



Berabad-abad yang lalu, manusia memandang di langit malam dan membayangkan bahwa suatu bola bumi yang hitam membungkus Bumi. Mereka percaya bintang-bintang hanyalah menunjukkan dengan tepat tentang cahaya. Matahari, bulan dan planet-planet lain melingkari Bumi di suatu yang reguler, pola yang sempurna. Di dalam pikiran mereka, alam semesta itu kecil, terpusat Di Atas Bumi dan mengorganisir ke dalam lapisan-lapisan yang sempurna.

Para ilmuwan Copernicus dan Galileo menemukan kekurangan-kekurangan di dalam filsafat ini. Itu membutuhkan lebih dari (sekedar) suatu abad setelah penemuan-penemuan Galileo bagi dunia untuk menerima bahwa Earth bukan pusat dari alam semesta. Seperti waktu berlalu, kita mulai belajar lebih banyak tentang alam semesta. Dewasa ini, kita belajar alam semesta melalui teropong bintang yang dikedepankan, satelit-satelit dan pemeriksaan-pemeriksaan.

Sekarang kita mempunyai gambaran-gambaran dari galaksi-galaksi berjuta-juta tahun cahaya jauh dari Bumi. Para ilmuwan belajar bintang-bintang jauh secara reguler. Mereka bahkan sudah mendeteksi planet-planet di luar sistem matahari kita sendiri.

Apa yang kita memahami tentang alam semesta secara keseluruhan? Apakah (itu) berkembang? Apakah (itu) tanpa batas? Jika itu bukan tanpa batas, apa yang kepalsuan di luar batas dari ruang? Dan apa persisnya ruang yg kita lihat itu?

Pertanyaan-pertanyaan ini jatuh di bawah kategori dari ilmu semesta, studi dari alam semesta. Orang-orang sudah mencoba beraneka pendekatan untuk belajar alam semesta. Sebagian orang berkonsentrasi pada matematika. Yang lain lebih menyukai dengan ilmu fisika. Dan banyak juga yang mengambil suatu pendekatan yang filosofis.

Tidak ada konsensus antar cosmologists tentang apa "space/ruang"itu, tetapi ada banyak teori-teori. Bagian dari tantangan tentang ruang menguraikan bahwa hal itu adalah sangat sulit untuk diimajinasikan. Otak kita digunakan untuk berpikir tentang lokasi-lokasi dalam dua dimensi. Sebagai contoh, anda dapat menentukan lokasi kita di suatu peta yang menggunakan garis bujur dan garis lintang. Tetapi ruang mempunyai empat dimensi. Tidak hanya apakah Anda harus menambahkan kedalaman kepada dimensi-dimensi panjangnya dan lebar, anda juga harus menambahkan waktu. Sebenarnya, banyak cosmologists mengacu pada koleksi ini dimensi-dimensi sebagai ruang-waktu.

The Big Bang, Gravity and General Relativity




Tiga teori yang bersifat sebagai instrumental dalam memberi arti bentuk dari alam semesta itu adalah big bang, the theory of gravity and Einstein’s theory of general relativity. Cosmologists mempertimbangkan; menganggap semua teori ketika ini membentuk hipotesis sekitar bentuk dari ruang. Tetapi apa persisnya teori-teori ini ?

Teori big bang itu adalah satu usaha untuk menguraikan permulaan alam semesta. Melalui pengamatan dan analisa, ahli falak menentukan bahwa alam semesta sedang berkembang. Mereka juga telah mendeteksi dan belajar cahaya bahwa memulai milyar bertahun-tahun yang lalu kembali ketika alam semesta itu adalah sangat muda. Mereka berteori bahwa pada sekali, semua perihal dan energi di dalam alam semesta itu adalah terdapat di satu titik dengan tidak dipercaya kecil. Lalu, alam semesta memperluas tiba-tiba. Massa dan energi meledak keluar pada kecepatan berjuta-juta tahun cahaya setiap pecahanannya dalam hitungan detik. Ini menjadi fondasi alam semesta seperti yang telah kita ketahui.

CODE
Singularity
General relativity menyatakan bahwa tepat sebelum dentuman besar, suatu titik dengan volume kosong dan kepadatan tanpa batas berisi semua sebenarnya alam semesta. Peristiwa ini disebut suatu Singularity. Massa yang masuk suatu lubang hitam juga masuk ke dalam suatu Singularity karena secara bersamaan, volume menjadi kosong dan kepadatan nya meningkat tak terhingga tak terbatas [Stephen Hawking].


Teori dari negara gaya berat bahwa setiap partikel dari massa mempunyai satu atraksi kepada semua partikel yang lain dari massa. Secara rinci, partikel-partikel akan menarik satu sama lain dengan suatu kekuatan sebanding kepada massa mereka dan berbanding terbalik dengan pangkat. Persamaan nya adalah spt ini:

CODE
F = GMm/r2.


F adalah kekuatan tarikan gravitasi. M dan seribu mewakili; menunjukkan massa dari object keduanya yang dimasalahkan. R2 itu adalah jarak antara kedua object dipangkatkan. Lalu apa adalah G? (ia) adalah konstanta gravitasi. Itu mewakili; menunjukkan proportionalas yang tetap antara setiap dua object, apapun juga yang massa mereka. Konstanta gravitasi itu adalah 6672 x 10-11 N m2 kg-2.Suatu nomor yang sangat kecil, dan itu menjelaskan mengapa object tidak hanya berpegang thd satu objek lainnya satu sama lain sepanjang waktu. Dibutuhkan object dari massa yang besar untuk memiliki apapun lebih dari (sekedar) suatu pengaruh gravitasi yang sepele pada object yang lain.

Jika teori ledakan dahsyat itu adalah benar, lalu ketika alam semesta mulai ke sana harus mempunyai suatu yang sangat besar meledak tentang energi untuk mendorong massa secara jauh dan sangat cepat. Itu pun harus mengalahkan tarikan gravitasi antar semua massa di dalam alam semesta. Apakah cosmologists berusaha untuk menentukan sebesar massa sebenarnya di dalam alam semesta. Dengan massa yang cukup, tarikan gravitasi itu akan secara berangsur-angsur melambat dan lalu membalikkan perluasan alam semesta itu. Pada akhirnya, alam semesta itu bisa susut ke dalam singularitas yang lain. Ini disebut penyebab The Big Crunch. Tetapi jika ada tidak cukup massa, tarikan gravitasi itu tidak akan cukup kuat untuk menghentikan perluasan alam semesta itu, dan itu akan trus bertambah tak terbatas.

Bagaimana teori relatifitas? Di samping menjelaskan hubungan antara energi dan massa, itu juga mengarah ke arah kesimpulan bahwa ruang dibengkokkan. Object di dalam ruang pindah ke edaran eliptis bukan karena gaya berat, tetapi karena ruang yang sendirinya dibengkokkan dan oleh karena itu suatu garis lurus adalah sebenarnya suatu pengulangan/jerat. Di dalam ilmu ukur, suatu garis lurus di suatu permukaan lengkung adalah suatu yang geodesik.

Ke tiga teori menggambarkan di atas wujud dasar dari berbagai teori-teori sekitar apa yang bentuk dari ruang sebenarnya. Tetapi tidak ada konsensus nyata yang di atasnya adalah bentuk yang benar.


The Shapes of Space


Ke tiga model-model utama dari alam semesta itu didasarkan pada lengkungan: zero curvature, positive curvature dan negative curvature.


Di dalam ilustrasi ini, anda dapat melihat ke tiga lengkungan berbeda dari masing2 model ruang


Suatu zero curvature akan berarti bahwa alam semesta itu adalah suatu rumah susun atau Euclidean alam semesta (Geometri Euclides berhubungan dengan permukaan-permukaan tidak dibengkokkan). Bayangkan ruang(spasi sebagai suatu dua struktur dimensional -suatu alam semesta Euclidian akan kelihatan seperti suatu pesawat yang datar/kempes. Garis sejajar hanyalah mungkin di suatu pesawat yang datar/kempes. Di suatu alam semesta yang datar/kempes, ada massa yang cukup sehingga alam semesta memperluas diri sendiri dengan tak terbatas tanpa pembalikan ke dalam suatu kehancuran, meskipun [demikian] derajat ekspansi berkurang dari waktu ke waktu.

Jika alam semesta mempunyai suatu lengkungan/kebongkokan yang positif, [ini] merupakan suatu alam semesta yang tertutup. Suatu dua model dimensional dari alam semesta seperti itu akan kelihatan seperti suatu lapisan. Adalah mustahil untuk memiliki geodesik paralel (garis lurus di suatu permukaan lengkung) -kedua bentuk akan bersinggungan pada beberapa titik. Di suatu alam semesta yang tertutup, ada massa yg cukup untuk membalikkan perluasan. Pada akhirnya, alam semesta seperti itu akan hancur sendirinya. Suatu alam semesta yang tertutup adalah suatu alam semesta yang terbatas -itu akan hanya memperluas kepada suatu ukuran yang tertentu sebelum hancur.

Lengkungan/kebongkokan negatif adalah suatu yang kecil lebih sulit untuk dibayangkan. Uraian yang paling umum adalah suatu pelana. Di suatu lengkungan/kebongkokan yang negatif model, dua bentuk bahwa akan menjadi paralel di suatu pesawat yang datar akan meluas menjauh dari satu sama lain. Cosmologists menyebut model-model lengkungan/kebongkokan negatif dari alam semesta membuka alam semesta. Di dalam alam semesta ini, ada tidak cukup massa untuk membalikkan atau melambat perluasan, dengan demikian alam semesta melanjutkan untuk memperluas dengan tak terbatas.

Apakah ruang nilai-tengah ini dibentuk seperti suatu pesawat yang datar, suatu lapisan atau suatu pelana? Tidak harus. Ingat bahwa ruang-waktu di/terukur dalam empat dimensi, yang mengurangi kegunaan dari dua contoh dimensional. Dan di sana adalah banyak bersaing teori sekitar apa yang bentuk yang terakhir dari alam semesta sebenarnya adalah.

Satu bentuk yang mungkin adalah torus yang rangkap tiga. Pada pandangan pertama, torus yang rangkap tiga muncul menjadi dadu/kubus yang biasa. Tetapi masing-masing muka dari kubus terpaku kepada muka di sisi kebalikannya. Bayangkan anda di suatu pesawat ruang angkasa yang sedang terbang di dalam suatu kubus yang besar. Anda terbang menuju puncak kubus. Anda tidak akan menabrak rumah susun diri anda ketika anda membuat kontak. Sebagai gantinya, anda akan muncul di suatu titik di dasar kubus tersebut. Dengan kata lain, anda sudah naik melalui sisi atas dan kembali di dalam melalui sisi dasar. Jika anda menempuh perjalanan cukup jauh di dalam setiap arah, anda akan pada akhirnya kembali ke tempat mana anda memulai. Ini tidak asingnya dari itu suatu konsep, karena di Bumi jika bepergian dalam suatu garis lurus, kita pada akhirnya akan kembali kepada titik awal.


Ilustrasi ini menunjukkan ruang dodecahedral terlihat dari sudut pandang pengamat dari kejauhan, jika memang hal itu memungkinkan


Bentuk lain adalah Poincaré dodecahedral spherical. Suatu bidang dua belas sisi. Poincaré mempunyai permukaan-permukaan sedikit membengkok. Ada kebingungan karena ukuran yang diproyeksikan dari alam semesta adalah yang lebih kecil dibanding bidang ini dapat benar-benar diamati. Dengan kata lain, jarak penglihatan kita melebihi batasan-batasan dari alam semesta. Tidak ada masalah; tak ada kesulitan, katakan cosmologists. Ketika anda memperhatikan suatu galaksi yang jauh bahwa akan kelihatannya untuk berada di luar batasan-batasan dari ruang, kita benar-benar mengalami perputaran balik pengaruh seperti yang digambarkan di atas. Galaksi yang dimasalahkan akan benar-benar di balik kita, tetapi kita sedang memeriksa satu muka dari duabelas bidang yg seolah-olah adalah suatu jendela. Jika bisa melihat cukup jauh, kita akan memperhatikan belakang kepala kita sendiri.


Bagaimana cara Mengukur Ruang Angkasa/Space


Teropong bintang menguji object dalam spektrum cahaya, tapi ini masih merupakan peralatan yg kurang baik.Karena cahaya dari galaksi-galaksi yang jauh dapat menginterupsi awan-awan dari partikel-partikel sebelum mencapai bumi. Alat-alat lain dapat mengukur panjang gelombang dgn baik di luar spektrum yg terlihat. Banyak dari studi-studi yang terbaru di dalam ilmu semesta berfokus kepada latar belakang cosmic microwave background (CMB). CMB itu adalah radiasi yang dihasilkan ketika alam semesta baru berumur 380,000 tahun. Oleh mempelajari radiasi ini, cosmologists dapat menarik kesimpulan apa2 di alam semesta ini yg sebelum dan sesudah terjadi.

Menggunakan Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP), para ilmuwan membuat satu penemuan yang menarik sekitar CMB. Mereka menemukan bahwa variasi di dalam panjang gelombang radiasi dari CMB berhenti pada suatu titik tertentu. Dalam satu alam semesta yang tanpa batas, yang tak terhingga, akan tidak ada batas kepada ukuran dari panjang gelombang. Kita akan mengharapkan untuk melihat variasi dan frekwensi ukuran-ukuran. Hanyalah di suatu alam semesta yang terbatas atau khususnya yang tanpa batas bahwa kita mengharapkan untuk melihat suatu bentuk atas yang pasti dalam suatu panjang gelombang.

CODE
Music to My Ears[/size]
Di dalam keharmonisan, suatu dawai yang dipetik menghasilkan suatu bunyi dengan suatu panjang gelombang dua kali lebih panjangnya dari dawai. Anda tidak bisa menghasilkan suatu bunyi dengan suatu panjang gelombang lebih panjang dibanding yang lain. Di dalam terminologi ruang, ketidakhadiran dari panjang gelombang radiasi yang lebih panjang mengarahkan beberapa cosmologists untuk percaya bahwa alam semesta mempunyai suatu batas yang terbatas


Perihal perluasan, cosmologists menyebut rasio jumlah dari massa di dalam alam semesta dan jumlah yang diperlukan untuk menghentikan perluasan, densitas parameter. Suatu densitas parameter lebih besar dari 1 akan berarti suatu alam semesta yang tertutup -ada lebih banyak massa di dalam alam semesta bahwa akan diperlukan untuk membalikkan perluasan. Suatu densitas parameter dari 1 akan berarti suatu alam semesta yang datar di mana perluasan melambat tetapi tidak pernah sungguh berhenti. Dan suatu densitas parameter antara 0 dan 1 berarti satu alam semesta yang terbuka bahwa akan trus berekspandsi selamanya.

Tetapi kita tidak mengetahui berapa banyak massa benar-benar ada di dalam alam semesta. Kita hanya dapat mendeteksi relatif kecil, 5% dari massa yang diperlukan untuk membalikkan perluasan. Tetapi di sana muncul untuk menjadikan bahwa kita tidak bisa melihatnya sama sekali. Cosmologists sudah mencatat bahwa bintang-bintang pindah dgn cara yang absurd. Mereka bertindak seolah-olah ada lebih banyak penggunaan massa dari yg sebenarnya kita lihat. Beberapa cosmologists berteori bahwa ada semacam massa yg tidak bisa kita lihat sama sekali, yg disebut zat gelap(dark matter).


visible matter / baryonic matter


dark matter



CODE
Sebelum Big Bang terjadi?
Apa yang yang terjadi sebelum big bang? Adalah mustahil untuk dikatakan. Para ilmuwan berteori yang suatu ketika anda memampatkan sebenarnya alam semesta ke dalam suatu singularitas (suatu titik dengan kepadatan volume kosong yang tanpa batas), hukum ilmiah tidak bisa lagi diterapkan. Karena hukum dari ilmu fisika bersifat dapat diperdebatkan, sama sekali tidak mungkin untuk mengetahui apa yang, jika tidak demikian, menangani big bang. Ilmu pengetahuan tidak bisa menjawab pertanyaan.



Salam,
OhYesOhNo

Peace.gif peace Peace.gif

Source: how stuff works

p.s no junk comment ShameOnYou.gif (ane pening berat udah terjemahin ke bhs. Indonesia buat pecinta science)
EmFeld
Ane baru tau kalo ruang angkasa ada bentuk-bentuk khususnya..pastinya ni artikel berbobot banget deh...ada yang jurusan astronomi bisa nambahin? ato mungkin om Crew sekalian hehehehe...thx for posting bro...nice post

regards

-EmFeld-
Ordinary People
@om oyon lekas minum obat yah,biar ga pening lagi...

anyway,alam semesta memang ada batasnya....kalo gw sih lebih ke pendekatan filosofi (coz pendekatan matematis gw pusing,nilai math gw ancur LMAO.gif )



QUOTE
Sebelum Big Bang terjadi?
Apa yang yang terjadi sebelum big bang? Adalah mustahil untuk dikatakan. Para ilmuwan berteori yang suatu ketika anda memampatkan sebenarnya alam semesta ke dalam suatu singularitas (suatu titik dengan kepadatan volume kosong yang tanpa batas), hukum ilmiah tidak bisa lagi diterapkan. Karena hukum dari ilmu fisika bersifat dapat diperdebatkan, sama sekali tidak mungkin untuk mengetahui apa yang, jika tidak demikian, menangani big bang. Ilmu pengetahuan tidak bisa menjaw


dari dulu gw masih penasaran ama yg itu....
pitix
Gw gak bayangin alam semesta ada bentuknya, apalagi ada batasnya.
gw selalu brpikiran alam semesta itu ya space, unlimited space gitu (pusing mode:ON)
cyber_keys
gw tau sedikit banyak tentang big bang n space dari film karya harun yahya..menurut gw dia ilmuan sejati...kalo kta lihat filmnya akan lebih mudah dipaham...judulnya 'penciptaan alam smesta' pokonye kren abiz deh..
♥ Bintang Jatuh ♥
yg jelas penciptaan.... bukan evolusi
rajaf
sebelum big bang terjadi? no one knows
kenapa ada kehidupan? non one knows

pada akhirnya kalau ngga ketemu jawabannya lari2nya ke arah theologi lagi...
peace smile.gif
Ice_Ghost
yach pertanyaan itu memang sangat sulit dijawab sebab pertanyaan itu juga ada kaitannya dengan sisi Religi

tapi baguslah infonya moga2 bermanfaat bagi orang2 awam kayak aq
philsuf
@ oom rajaf: ga harus ke teologi mulu koq, ke filsafat juga bisa hekekek

yep, emang konsep semesta tak berbatas ala newton itu udah usang
sejak teori relativitas, ditemuin teori kalo semesta itu berbatas dan berbentuk
(versi complicatednya ya baca aja diatas)
bozan
thx bro @OYON atas postnya.

kalau gue gue boleh berfilsafat BigGrin.gif
semua bentuk pasti memiliki batas, yang jadi permasalahan adalah "apa/bagaimana keadaan diluar batas tersebut?"

walaupun kita engga bakalan tau, tapi wajib bagi kita untuk mempelajari yang telah dapat kita jangkau dengan akal.
kalau urusan diluar akal sih banyak, cuman sekedar teori.

Peace.gif
Segho_Lover
sebenarnya "keterbatasan" itu adalah ada dalam otak kita....karena bagaimana mungkin sesuatu yg terbatas bisa memikirkan sesuatu yang tak terbatas...maybe..

pening aku..pening aku..
cu3ks
QUOTE (OhYesOhNo @ Jun 21 2008, 09:53 PM) *
Jika teori ledakan dahsyat itu adalah benar, lalu ketika alam semesta mulai ke sana harus mempunyai suatu yang sangat besar meledak tentang energi untuk mendorong massa secara jauh dan sangat cepat. Itu pun harus mengalahkan tarikan gravitasi antar semua massa di dalam alam semesta. Apakah cosmologists berusaha untuk menentukan sebesar massa sebenarnya di dalam alam semesta. Dengan massa yang cukup, tarikan gravitasi itu akan secara berangsur-angsur melambat dan lalu membalikkan perluasan alam semesta itu. Pada akhirnya, alam semesta itu bisa susut ke dalam singularitas yang lain. Ini disebut penyebab The Big Crunch. Tetapi jika ada tidak cukup massa, tarikan gravitasi itu tidak akan cukup kuat untuk menghentikan perluasan alam semesta itu, dan itu akan trus bertambah tak terbatas.

Sebelum Big Bang terjadi?
Apa yang yang terjadi sebelum big bang? Adalah mustahil untuk dikatakan. Para ilmuwan berteori yang suatu ketika anda memampatkan sebenarnya alam semesta ke dalam suatu singularitas (suatu titik dengan kepadatan volume kosong yang tanpa batas), hukum ilmiah tidak bisa lagi diterapkan. Karena hukum dari ilmu fisika bersifat dapat diperdebatkan, sama sekali tidak mungkin untuk mengetahui apa yang, jika tidak demikian, menangani big bang. Ilmu pengetahuan tidak bisa menjawab pertanyaan.[/code]


Keliatannya kalo cu3ks baca,,Berarti ada kemungkinan alam semesta ini menjadi menyusut lagi dan membentuk suatu singularity dengan kepadatan yang luar biasa yah??Tapi prosesnya sangat lama seh jadi gak bisa diamati,,

Yah semua juga ada yang ngatur,,
Gun_awan
(Maap om moderator,tdnya ini gw reply ke posting yg laen,tp pas lihat posting ini gw reply jg disini..hehe sory<<kayaknya lebih cocok kesini)
Gw setuju ma teori alam semesta mengembang,coz menurut gw alam semesta ini ibarat berada dlm sebuah balon yg maha luas,jd simpelnya jika suatu balon yg kita isi udara maka balon tsb akan mengembang dan akan pecah jika sampai pd titik max elastisitasnya (maap kalo salah). Begitu jg dgn 'balon' alam semesta ini suatu saat pasti akan sampai pd btas max nya jd mungkin saja saat itu terjadinya hari kiamat,tp tetap aja kapan itu terjadi kita manusia hanya bisa berteori dan tak akan pernah pasti seblm itu semua terjadi..

trus utk teori penciptaan alam,gw ga stuju bnget dgn teori "big bang" di atas dan jg teori "kabut"<<mungkin yg paling cocok adalah teori "asap" (hehe) karena sifat kabut yg dingin dan pasif sementara sifat asap adalah panas dan aktif (mobile-cenderung bergerak).

Sebenarnya contoh pembentukan alam semesta (menurut gw) masih dapat di lihat skrg ini yaitu hampir sama dgn proses pembentukan galaxy maupun sebuah bintang,yg menurut pengamatan teleskop maupun foto luar angkasa menunjukkan proses pembentukan yg diselimuti asap (bersifat panas) dan di sekeliling asap ada batasan merah sbagai indikator bahwa temperaturnya sangat tinggi.

thelostparadise
Maap om momod cuman mau tanya doank....

sory yach klo cupu....

Lhc Ato Large Hadron Collider itu apa seh??

gue udah coba nyari di google tapi bahasa ingriss semua rata2 dan gue gak bisa bahasa inggris maklum crying_anim.gif

masih ada hubungannya seh ini sama teori nya big bang... cuman gue gak ngarti dah!!!
OhYesOhNo
QUOTE (thelostparadise @ Nov 4 2008, 10:36 PM) *
Maap om momod cuman mau tanya doank....

sory yach klo cupu....

Lhc Ato Large Hadron Collider itu apa seh??

gue udah coba nyari di google tapi bahasa ingriss semua rata2 dan gue gak bisa bahasa inggris maklum crying_anim.gif

masih ada hubungannya seh ini sama teori nya big bang... cuman gue gak ngarti dah!!!


silahkan Bro Klik Link yang sy bold di bawah ini, untuk mengarah ke topik yg Bro pertanyakan smile.gif

http://www.bluefame.com/index.php?showtopic=139939

Salam,
OyOn
evan01
ini referensi yang lengkap.... musti disundul lagi biar bisa dibaca sama sehulur-sedhulur lain. terutama yang masih bhinun dengan topik ruang-waktu dan bahasanya pun friendly, 'gak bikin mumet.
robbyyangganteng
sundul maniiing,

saya pernah dengar ungkapan bahwa alam semseta itu tidak tak berbatas tapi juga tidak puny batasan yang jelas. andaikata ambillah salah satu model semesta itu. pertanyaan saya gimana bentuk tepiannya? adakah garis tegas atau seperti asap saja? trus di seberang sana ada apa,ya?
evan01
ngngng.... bro roby, ada hlooo pendapat bahwa alam semesta dan ruang angkasa itu beda... <anaknya cakep tapi gw ditolak sad.gif > dia bilang alam semesta itu lebih cenderung ke objek sedangkan ruang angkasa itu infinite. peristiwa mbleghur agung menurut dia sama kayak grombolan orang yang nglewatin pintu dari satu ruang yg sempit ke ruang yg lebih luas. karena kita ada di dalam bagian dari alam semesta, kita 'gak bisa liat gimana/dimana pinggirannya, objek kayak apa yg ngucluk paling depan.

pinggiran semesta
evan01
bang OYON, dapet referensi dark matter dari mana seeeeh....? nodong dooooong.
OhYesOhNo
QUOTE (evan01 @ Jul 8 2009, 12:27 AM) *
bang OYON, dapet referensi dark matter dari mana seeeeh....? nodong dooooong.


dulu pas masih agak lowong ane terjemahin sendiri secara bebas smile.gif
kalo bisa, kalo Bro evan ada waktu lebih, coba diterjemahin ke bhs indonesia buat temen2 di BF
link untuk dark matter adalah sbb :

Dak Matter Composition:
http://science.howstuffworks.com/dark-matter1.htm

Introduction to How Dark Matter Works:
http://science.howstuffworks.com/dark-matter.htm

Dark Matter Detection
http://science.howstuffworks.com/dark-matter5.htm


Salam Hangat,
OyOn

Peace.gif peace Peace.gif
kzha
kalo menurut filosofi,.. yg berawal pasti akan berakhir
nah sesuai dengan teori big bang: alam semesta berasal dari suatu titik dengan kerapatan yg tak terhingga dan memiliki volume nol., dari situlah alam semesta berasal yg kemudian meledak dan mengembang,.
tapi tidak akan selamanya mengembang pasti ada batas dimana alam semesta tidak bisa lagi mengembang atau berakhir,.

pertanyaan yg belum ngerti gw masalah teori big bang adalah kenapa titik itu meledak,..??

mau ga mau ujung2nya ke menjurus ke theologi,. apa lagi kalo dah ditanya apa yg terjadi sebelum alam semesta meledak dan mengembang,.? dan apa yg terjadi jika alam semesta sudah berhenti mengembang,..
evan01
hmmmm..... manusia kudu ngaku kalo masih terbatas, baik dalam hal sains maupun pemahaman theologi <hayooo... ngaku 'gak?> teori-teori sains yg kita anggap bener saat ini, bisa jadi harus di tip-ex taon depan. masing-masing punya perspektif yg berbeda, sing penthing ora saling penthung, tapi saling bantu kasih info dan support yg membangun....
robbyyangganteng
QUOTE (kzha @ Jul 12 2009, 10:28 AM) *
kalo menurut filosofi,.. yg berawal pasti akan berakhir
nah sesuai dengan teori big bang: alam semesta berasal dari suatu titik dengan kerapatan yg tak terhingga dan memiliki volume nol., dari situlah alam semesta berasal yg kemudian meledak dan mengembang,.
tapi tidak akan selamanya mengembang pasti ada batas dimana alam semesta tidak bisa lagi mengembang atau berakhir,.

pertanyaan yg belum ngerti gw masalah teori big bang adalah kenapa titik itu meledak,..??

mau ga mau ujung2nya ke menjurus ke theologi,. apa lagi kalo dah ditanya apa yg terjadi sebelum alam semesta meledak dan mengembang,.? dan apa yg terjadi jika alam semesta sudah berhenti mengembang,..


wah, sesuai judulnya bentuk ruang angkasa, dan sesuai saran dari Bro Evan01, kita batasi dlu bahasan sampe pada 'bentuk ruang angkasa' saja.

masalah jawabannya akan berujung pada theology kan gpp, Yang Maha Esa punya caraNya sendiri utnuk menunjukkan kuasaNya, dengan wahyu dan akal pada kita untuk mencerna KemahakuasaanNya.

dan saya jawab nih: kalo alam semesta berhenti mengembang, ya menyusut lagi,kiamat jadinya.
kei_JAV
wow ada batanya yah?? baru tau..

tapi dibatasi apa yah??

masa sekat2..
jack.udin1
yang jelas kalau kita mikirin ruang angkasa tak akan ada jawaban yang pasti malah makin ngawur... PAra ahli terdahulu yang dinyatakan jenius (newton and einstein) tak mampu.. So we have to believe in Creator that full of unrevealed mystery.
aikbj
QUOTE (jack.udin1 @ Aug 11 2009, 12:35 PM) *
yang jelas kalau kita mikirin ruang angkasa tak akan ada jawaban yang pasti malah makin ngawur... PAra ahli terdahulu yang dinyatakan jenius (newton and einstein) tak mampu.. So we have to believe in Creator that full of unrevealed mystery.


wah sori bro, itu kan seharusnya yg diteruskan oleh orang-orang ahli pasca mereka to? klo statment ny aseperti itu maka peradaban dan teknologi kita gk akan pernah berkembang, dan selalu hidup dalam bayang2 masa lalu. -sori no offense-
evan01
kalo opini gw sih, bro jack justru sbenernya ngasih motivasi. kalo cuma skedar mikirin doang, biar rambut jadi gondrong kayak Wiro 212, gak akan ada perubahan. karena itu manusia mulai membuat postulat trus jadi hipotesa trus kalo ada rejeki, bisa jadi teori. sukur-sukur kalo terbukti dalam eksperimen. jadi gondrongnya 'gak sia-sia.

gw juga stuju sama opini bro aikbj. kalo kita mau ngintip perkembangan sains khususnya astronomi, kesalahan yg dibuat oleh ilmuwan-ilmuwan jaman dulu, bisa menjadi bahan untuk membuka pintu ke arah penelitian yang baru. pakdhe Hubble pernah salah menetapkan konstanta pemuaian kosmos, tapi karena kesalahan itu, ilmuwan kosmologi bisa dapet motivasi untuk ngebuktiin bahwa si pakdhe salah dan mereka benar. dan proses tersebut akan terus berulang selama manusia masih bisa mikir dan blajar.

kalo opini gw salah dan kurang berkenan mohon maap yaaaa....
robbyyangganteng
QUOTE (jack.udin1 @ Aug 11 2009, 12:35 PM) *
yang jelas kalau kita mikirin ruang angkasa tak akan ada jawaban yang pasti malah makin ngawur... PAra ahli terdahulu yang dinyatakan jenius (newton and einstein) tak mampu.. So we have to believe in Creator that full of unrevealed mystery.


ah banyak kok yang mereka berdua tidak tahu.bukannya karean nggak pinter, tapi dasar2 penemuannya yang belum ditemukan jaman itu.

coba cek di buku 'einstein aja nggak tahu', ttg hal2 ilmiah sehari2 yang tidak disadari banyak orang

lah saya malah OOT hehe.

sory chaong.gif
evan01
sains itu kan kayak bangunan. setiap teori adalah batu-batanya, kalo salah naro yaaa... bentuknya mengseng-mengseng. koneksinya dgn topik adalah bagaimana kita nyusun sesuatu yg paling dasar kayaaaak...ngngngng... gravitasi. mulai dari gravitasi yg paling sederhana sampe teori terbaru yg paling njelimet dan bikin mumet.

gw lebih cenderung ngebahas universe dalam satu bagian tertentu aja dulu yg emang udah gw knal seblomnya, karena dari sudut metafisis punya definisi lain, dari sudut teologis juga ada definisi lainnya. tapi kayak bangunan, ilmiahis-metafisis-teologis adalah tiang-tiang yg menopang bangunan ilmu pengetahuan.

robbyyangganteng
@ bro evan: di bagian akhir buku 'einstein aja nggak tahu' itu membicarakan tentang entropi, ketidak teraturan,nah bentuk maksimal semesta adalah ketika daya 'mekar' nya maksimal sebelum akhirnya daya itu kalah dg gaya tarik masing2 materi dan kembali menciut.

berarti pada saat semesta berkembang maksimal itu msaih termasuk 'teratur' ya? baik bentuk semestanya maupun ikatan2 partuikelnya
evan01
Ngngngng... entropi itu sendiri kan lebih cenderung dianggap sebagai 'besarnya ketidakteraturan dalam suatu sistem'. analoginya, mirip seperti secangkir kopi susu panas yg ada ditaro di ruang tamu, trus orangnya pergi beli roti coklat di warung pak Camat. cangkir <dan kopi susunya> adalah satu sistem, begitu juga ruangan adalah sistem yg terpisah dari cangkir kopi susu panas.

Meskipun 'gak kliatan, ruangan dan cangkir <plus kopi susu panas yg nikmat Cuppa.gif > akan saling menyesuaikan <sebagai proses entropy>; Ruangan akan bertambah panas, dan kopi menjadi dingin sampai suhu kedua benda itu akan sama. Pada saat itu, entropi akan berada pada persentase yg paling besar.

Ini baru entropy Closed system lhoo... masih ada entropy-entropy lain dalam ilmu fisika, terutama dalam thermodynamics.




ada beberapa faktor yg biasanya terlibat dalam entropy <mirip oknum perusuh dalam demo-demo mahasiswa Alien.gif >


kalo ngerumpiin ttg ukuran maksimal alam semesta, itu termasuk dalam konsep Big Crunch. dan yg dimaksud teratur itu adalah dimana energi yg ndorong-dorong perluasan alam semesta udah kecape'an tapi masih bisa menahan tarikan gravitasi yg mulai unjuk gigi <maximum entropy>.

kalo nggossipin energi alam semesta, maka kita musti nyebutin nama tersangka, yaitu Dark Energy.

kali kalo di ekonomi, entropi ituuu~~~...keseimbangan pasar kali yaa? cingcai laaaa~~~...

gw 'gak yakin kalo definisi gw ini bener, kerrrna kalo mbah kakung Einstein aja gak tau, apa lagi gueeeeee~~~~ Cry.gif
one^neo
QUOTE (robbyyangganteng @ Aug 15 2009, 12:43 PM) *
@ bro evan: di bagian akhir buku 'einstein aja nggak tahu' itu membicarakan tentang entropi, ketidak teraturan,nah bentuk maksimal semesta adalah ketika daya 'mekar' nya maksimal sebelum akhirnya daya itu kalah dg gaya tarik masing2 materi dan kembali menciut.

berarti pada saat semesta berkembang maksimal itu msaih termasuk 'teratur' ya? baik bentuk semestanya maupun ikatan2 partuikelnya


ikut nyumbang bole y...

sebenarnya itu smua tergantung lingkupnya...
secara universal alam semesta kita bisa dibilang seragam...pastikel, sebarannya, kecepatan mengembang dll..
tapi klo dari sisi lokal tentu beda2 kan...

ede dark matter muncul ketika dilakukan penghitungan massa (ntr metodenya dibahas kapan2) yg mnunjukkan ada massa yg hilang..tak terukur tapi harus ada karena utk menjaga kestabilan...

trus dark matter itu juga yg dicurigai sebagai sumur potensial tempat dia mengumpulkan nebula sehingga terbentuk bintang dan galaksi..

tu kenapa lokalisasi padat galaksi itu eksis di tempt2 tertentu...
dari sini dah keliatan kn dari sisi lokal alam semesta itu ga seragam...
aldi1091
hoy
stau yg gw pelajari di kul
ruang angkasa tuh ga ada bentuknya
yah dark matter ituuu
kan alam semesta mengembang seiring bergejolaknya alam semesta
sniper_j
dark energy itu kan secara hipotetis<keren amat bahasanya> itu kan semacam bentuk energiyg ndorong alam semesta biar
trus megar kayak roti yg di ragi tapi roti aja ada batas ngembangnya jadi bisa dibilang kalo alam semesta itu kayak adonan roti yg lagi ngembang dan dark energy itu fungsinya kayak ragi di adonan roti itu
one^neo
^
hmm...alam smesta berbentuk donk bro..
mski ga jelas tapi asumsi yg bisa kita trima y alam smesta hrus berbentuk...
skali lagi ini sudit pndangnya secara ukuran besar ya...
dari segede kacang mengembang k segala arah pasti jadinya bola..
n lagi..bulat adalah bantuk paling stabil secara gravitasional..

klo dark energi seiingat gw mlah jd penghambat mengembangnya alam smesta bro...
ibaratnya gni...kn dark2 itu ga mnyebar merata..ada lokalisasi2nya..
nah kompleks2 lokalisasi ini dmna si gelap2 itu bnyak kn dia jd punya gravitasi..dia ngumpulin gas n debu2 dsekitarnya yg akhirnya jadi bintang2...
jadi secara lokal dia mengkerutkan alam smesta melalui gravitasinya dia...
tu klo gw ga lupa ya..HeHe.gif
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.