Ilmuwan Korea Selatan (Korsel) pimpinan mantan Professor Hwang Woo-suk mengaku berhasil mengkloning 17 anjing mastif langka dari China.
Dalam pernyataan tertulis akhir pekan lalu, Yayasan Penelitian Biotek Sooam mengungkapkan, anjing-anjing itu lahir pada April lalu atau dua bulan sejak dipesan Akademi Sains China. ”Butuh waktu dua bulan untuk menghasilkan anjing-anjing hasil kloning sejak masa kehamilan,” tulis yayasan tersebut tanpa merinci rata-rata kesuksesan proses kloning.
Yayasan ini lebih lanjut menyatakan, 17 anjing itu dikloning dari enam anjing mastif jantan dan betina. Menurut yayasan ini, tes DNA terhadap anjing-anjing itu dilakukan pihak lain. Namun, yayasan ini tidak menjelaskan pihak lain yang dimaksud.
Sementara itu, di tempat terpisah, seorang pejabat di Kogene Biotek—sebuah institut di Seoul yang ahli di bidang analisa DNA— mengatakan, sampel DNA itu tidak didapat Kogene Biotek langsung dari anjing-anjing itu. ”Kami tidak mengetahui bahwa DNA itu berasal dari anjing-anjing yang dikloning atau anjing aslinya atau bahkan kombinasi dari keduanya,” jelasnya.
Pada 2005, Hwang dan timnya di Universitas Nasional Seoul untuk pertama kalinya di dunia berhasil mengkloning seekor anak anjing Afghanistan yang diberi nama Snuppy. Sejak itu, nama Hwang disebut-sebut sebagai salah satu pakar genetika terhebat di dunia.
Hwang pernah terlibat skandal pemalsuan ketika dia dan timnya mengaku sukses melakukan kloning terhadap sel manusia melalui embryonic stem cells. Komunitas ilmuwan internasional mengklaim laporan Hwang dan rekan-rekannya tidak sah karena minim bukti.