Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Mimpi Seorang Gadis Jumbo
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Roman
cowo horny
Sebuah kisah untuk semua gadis jumbo di dunia



Setiap orang akan merasakan cinta , cinta yang indah dan suci namun apakah itu berlaku padaku. Usiaku sudah 20 tahun saat ini. Namun cinta tak pernah datang kepa daku, apa salahku. Semua orang memanggilku dengan nama jumbo. Ya itu wajar sebab berat badanku untuk seoaran wanita cukup tidak berimbang 80kg saat ini dengan tinggi 165cm.

Aku bagaikan seorang gajah diantara rusa rusa di kampusku, namun aku tidak pernah berkecil hati menunggu janji cintaku, walau terkadang merasa iri dengan semua sahabatku bercerita kisah cintanya. Sahabatku Dina mungkin yang tercantik diantara kami. Dia bagaikan bintang bersinar terang yang pancaranya membuat pria bertekuk lutut. Namaku maria , nama yang kudus kata orang tuaku. Aku bukan tidak malu dikatakan jumbo oleh temanku.apa daya usaha diet sudah kucoba namun setiap kali aku mencium bau harum masakan, perutku langsung merasa tak tertahankan untuk mencicipi, Dari sesendok menjadi dua sendok berakhir dengan 2 piring nasi beserta lauk pauk.

Pernahkan kalian melihat iklan sebuah pasta gigi tentang seorang gadis gemuk yang berjanji bertemu dengan seorang pangeran dengan kata kata

“aku pakai baju merah ya..” menurutku gadis itu mempermalukan kaum jumbo seperti aku, liat bertapa terhinanya ketika sang pangeran ketika melihatnya langsung kocar kacir seperti melihat hantu.
Aku berharap hal itu tidak pernah terjadi padaku dan siapapun. Aku juga bukan gadis yang bodoh banget hingga bisa dipermainkan. Nilai ku disetiap mata kuliah selalu bagus.
Tak pelik aku bagaikan superstar juara Indonesia idol ketika ujian yang selalu disorot setiap sobatku bagaikan menanti setiap bocoran. Ya begitulah nasibku, walau berakhir dengan iming iming makan bakso di kantin. Aku selalu membantu mereka dengan ikhlas karena aku percaya ketika kita baik pada orang lain kelak kita akan mendapat kebaikan dari orang lain pula, namun bila kita jahat maka kita akan dijahatin pula.

Mimpiku berkencan dengan seorang pangeran bak menjadi nyata ketika suatu ketika seorang pria bernama wen wen mengajakku kencan. Apakah ini sebuah mimpi, tidak dia meneleponku malam itu.

“halo.. Maria ya.. ehm.. besok ada waktu ga untuk bertemu?”

“hah.. siapa ya?” tanyaku

“ini Wen.. anak TI. Inget yang pernah ketemu di seminar..” jelasnya

“oh ya.. Wen yang dari perkalongan itu ya..!”

“tepat sekali.. besok kalau ada waktu aku pengen ajak kamu keluar jalan bisa..!”

“wah.. wah..( aku terdiam) boleh aku piker-pikir bentar nanti aku sms balik deh gimana!” ujarku berlaga jual mahal padahal pengen banget

“ok .. aku tunggu ya.. besok kalau jadi kita ketemu di citraland.!”

“ok Wen.. aku kabarin secepatnya..!!”


aku melompat kegilangan bagaikan baru saja mendapatkan undian 1 miliar. Ya Tuhan ini adalah kencan pertamaku. Apa yang harus aku lakukan. Sungguh tak kupikir apa yang harus aku lakukan. Aku berlari menuju kamar ku memperhatikan cermin dan bertanya tanya.. apa yang membuat Wen mau berkencan dengan gadis gemuk dan jelek seperti aku. Tapi ini nyata bagaimana bisa kupercaya Wen murid ganteng dari TI yang terkenal seperti seorang Tou ming se bintang F4.

Kuhubungin Dina sahabatku untuk mendapatkan tips kencan darinya. Dan kami pun berbicang banyak, Dina sungguh luar biasa beberapa pengalaman kudapatkan darinya kini yang harus aku lakukan adalah menjalankan semua ajaran Dina padaku Langkah petama yang aku lakukan adalah mencari ukuran baju pas untuk kencan petamaku. Tidak berpakaian merah seperti iklah pasta gigi. Aku ingin berpakaian ungu dan kalau perlu aku pergi ke salon tetangga hehe.

Aku membalas ajakan Wen dan tempat sudah kami tentukan , menunggu hari esok sungguh membuatku tak bisa tidur. Bayang bayang kencan pertamaku membuat aku terlihat ingin secepatnya pamer kesemua sobat sobatku.



Hari yang ku tunggu telah tiba. Dengan sebuah taksi aku menuju lantai 4 di sebuah mal Citraland disekitar kampusku. Berjalan bak bintang menuju tempat sebuah tempat makan di fast foods. Wen telah duduk disana menungguku.



“hei.. selamat datang ..” ujar pangeran bernama Wen

“iya..maaf aku terlambat..” berusaha menutupi sudah datang 1 jam sebelum itu menunggu di wc untuk menyusun kata kata.

“mau makan apa..” ajak Wen

“hm..mau makan apa ya.. kayaknya ga deh soalnya tadi uda makan..minum aja jus orange” menolak tawaran makan supaya ga keliatan rakus hehe

“ok. Tunggu aku pesanin ya..” wen pergi menuju tempat jual jus dan aku duduk sambil tak sabar menunggu kata kata selanjutnya.

Minuman datang dan aku perlahan menikmati suasana kami berbincang mulai dari mata kuliah dan aktifitasku, namun ada yang aneh setiap kalimat yang ia tanyakan selalu berakhir dengan kata Dina.


“biasa sama Dina makan dimana? Biasa sama Dina jalan kemana?” oh my god mengapa ada Dina pikirku dalam hati dan berusaha tidak berpikir macem macem dan menjawab secara diploma.

Kami berbincang banyak ntah mengapa setiap kata Dina terjawab wen merasa sangat puas dengan jawabanku , dia tidak bertanya mengapa aku begini dan begitu. Agak sedikit bosan namun aku hanya berpikir suasana ini wajar ketika kencan pertama.

“oh ya Maria aku mau kasih kamu sesuatu?” tanya Wen

“oh ya apa tuh hehe..?” tanyaku

“hm.. ini.. ( sebuah kalung emas putih..)” Wen memberiku sebuah kalung

“Oh my God kamu baik banget.. mau kasih aku kalung hehe”

“eh… hm.. ?” wen terdiam seperti malu

“kok kamu tau sih aku suka kalung emas putih hehe..” aku mengambil mencoba memperhatikan kalung dengan liontin symbol love

“hm.. maria maaf ya..kalau..!” ujar wen terdiam

“haha ga lagi ini uda cukup kok buat aku.. muat pasti dileher aku” ujarku mencoba memuji puas padahal belum tentu ini muat dileherku hehe

“bukan.. bukan itu maksudku..” ujar wen ulang

“lalu…?” tanya ku tersenyum bingung

“itu bukan buat kamu… itu buat Dina ..boleh aku titip kamu kasih ke dia!!”

“ hah…” aku berpura pura bego

“itu kalung buat Dina.. lu kan temen baik dia.. maksud gua mau nitip ini kasih ke dia.. gua ga pede untuk ngasih langsung tapi kalau melalui lu pasti bisa..!” jelasnya.

“oh..” aku berusaha menutupi rasa kecewa dengan senyuman palsu

“ini.. buat Dina.. hm.. ya udah nanti aku kasih ya kalau ketemu!”

“kalau bisa secepatnya ya.. aku pengen dia pakai ini!!” paksa Wen

“iya wen.. secepat…nya” aku terdiam berusaha menutupi rasa sedih di hatiku

“kalau gitu aku mesti pergi neh mar.. soalnya ada kerjaan .. ini uda gua bayar.. jadi sekali lagi thks ya…!” ujar wen pamitan

“iya wen.. makasih ya makan nya..” ujarku dengan wajah tersenyum palsu


Ketika Wen pergi begitu saja . hatiku seolah tertusuk panah beribu ribu kali. Aku mencoba menahan tangis ketika dia ada disini karena tidak mau terlihat bodoh dan lemah. Namun kali ini sungguh aku merasa malu dan terhina. Dia hanya mengajakku ku berkencan untuk sebuah kalung yang hendak di berikan kepada Dina..

Sepanjang perjalanan air mataku berlinang tiada henti . semua mata mungkin tertuju kepada gadis jumbo yang cengeng dan tidak tau malu ini. Sudah gemuk berharap mendapat cowok ganteng. Aku lupa berkaca dirumah lebih lama siapa aku. Hanya gadis gemuk yang bermimpi menjadi Britney spears. Air mata ini bagaikan sebuah kepahitan yang menimpaku. Aku tak lain sama dengan gadis gemuk yang ditinggalkan berkencan seperti iklan pasta GIGI. Mungkin inilah nasib setiap wanita jumbo seperti aku. Sungguh tidak adil.

Aku tidak peduli aku berada dimana. Didalam bus aku terus menangis berusaha menahan tangis pun percuma ntah bertapa malunya aku terhadap semua sahabatku ketika tau aku tidak berkenca tapi hanya seorang tukang pos kilat. Setiap orang di dalam busway melihatku menangis mereka seolah ikut mengejekku

“hei gadis gemuk tau diri uda gemuk bermimpi dapat cowok?” mungkin kata kata itu tersirat dari wajah mereka.

Hingga sebuah tissue tiba tiba muncul di depanku.




cowo horny
“ini hapus air matanya..malu dong diliat orang” ujar seorang pria

“hiks..” aku tidak menjawab dan hanya mengambil tissue itu kemudian menghapus air mataku dengan memeras ingus yang sudah menumpuk di hidungku

“makasih..hiks..” ujarku

“kenapa harus nangis.. !” tanya pria itu

“gapapa.. Cuma lagi sedih aja..!”

“oh.. ya mungkin kamu punya alasan menangis.. tapi boleh aku jujur?” ujar pria itu

“boleh…apa..hiks?”

“kamu terlihat cantik dan manis ketika tertawa dibanding menangis..!”

kata kata yang membuat aku terdiam oleh pujiannya

“masa sih..!” ujarku

“hehehe.. bener kok.. percaya deh.. tangisan kamu itu ga pantas menutupi kecantikan kamu..gua mike .. instuktur fitness.. ini kartu nama gua!”

“oh..mike gua maria..!” ujarku mengambil kartu namanya

“btw.. kapan lu butuh gua sebagai teman bicara hubungin kartu nama itu.!”

“iya..makasih ya..!”


busway terhenti aku harus pergi untuk terakhir kali aku perhatikan wajah pria itu . dia memang baik dan aku mengerti mengapa dia memberikan aku kartu namanya,seolah dia tau isi hatiku . namun kesenangan sesaat bertemu pria itu hanya bertahan sesaat, rasa kecewa dan sakit hatiku kuhabiskan di kamar dengan mengurung diriku selama mungkin . aku bahkan tidak ingin kuliah untuk beberapa hari, mematikan telepon selularku untuk tidak diganggu siapapun.

Hingga Dina sahabatku datang kerumah untuk mencariku. Dia cemas dengan keadaanku. Dengan jujur kuberikan hadiah dari wen padanya. Aku tidak cerita apapun padanya hanya berkata ada sebuah kado untuknya dari seorang pria bernama Wen. Aku tidak mau Dina tau kalau kencanku dengan Wen hanya untuknya sebab tidak mungkin Dina mau menerima. Biarlah duka itu menjadi sejarahku.

Aku teringat akan sebuah kartu nama yang diberikan oleh seorang malaikat ketika membuatku sadar menangis akan membuatku lebih jelek dari seekor gajah. Pria itu adalah Mike. Kuhubungin dia untuk meneleponnya. Baru kali ini aku curhat kepada seorang pria yang tak kukenal namun dia bener bener bagaikan seorang malaikat yang dikirimkan Tuhan kepadaku. Pendengar setia dan selalu membangun aku untuk tetap percaya diri.

Mike adalah seorang instruktur fitness. Dia menawarkan aku untuk mampir ketempatnya , tanpa pikir panjang aku bersedia. Disanalah aku tau bahwa aku bisa menjadi apa yang aku inginkan bahkan membuat rasa percaya diriku kembali. Mike menawarkan aku untuk ikut program bentuk badan ideal, walau terlihat agak mustahil namun aku ikut saja apa yang bisa Mike lakukan padaku.
Latihan demi Latihan kujalanin setiap harinya. Berhubung ini adalah liburan panjang semester kugunakan diriku untuk mengasing dari dunia ku selama ini. Jauh dari siapapun yang aku kenal. Kuhabiskan diriku hanya bersama Mike. Hal yang kujalanin walau cukup melelahkan bahkan nyaris pingsan karena kecapean. Tapi ketika melihat mike begitu bersemangat untuk mendorongku maju aku menjadi seperti mendapatkan sebuah obat untuk terus maju terhadap program bentuk tubuh idealku.

Aku sempat menangis ketika tak tahan akan program yang mike buat untukku.

“aku ga sanggup Mike… berat banget!!” ujarku menangis

“kamu harus bisa .. aku paling benci cewek nangis karena tidak sanggup . lebih baik kamu nangis karena kehilangan daripada nangis karena tidak kuat latian.!!” Teriak Mike

“Mike.. aku ga sanggup biarlah aku menjadi jumbo yang selalu dihina dan dimaafkan . daripada harus sensara seperti ini!”

“ok kalau itu mau kamu.. jangan pernah cari aku lagi kalau itu bener mau kamu!”

“,Mike.. kok ngomong gitu..!!”


Saat ini aku pun tak kuat untuk bertahan terhadap latihan yang Mike buat, untuk sesaat aku jatuh sakit karena tak kuat. Beberapa hari aku tidak latihan tanpa pernah memberikan tau Mike. Mike mungkin kecewa padaku, aku hanya merasa jenuh sudah beberapa hari namun aku tidak bertambah kurus hanya bertambah sakit.hampir separuh tubuhku tidak bisa bergerak.

Suatu ketika aku mulai ingin kembali fitness bersama Mike namun apa yang aku dapatkan ketika itu Mike sudah tidak ada dia telah pergi pindah tempa kerja, namun dia meninggalkan sebuah alamat untukku dan sebuah pesan untukku


“JANGAN MENANGIS KARENA DISAKITIN TAPI MENANGISLAH UNTUK KEHILANGAN , TERUSKAN APA YANG TELAH KUBERIKAN PADAMU. PERCAYALAH MIMPI SEORANG JUMBO AKAN TERWUJUD UNTUK MENJADI KIJANG CANTIK.”


cowo horny
Kata kata itu membangunkan semangatku kembali untuk berlatih mewujubkan impian ku yang sempat kukatakan kepada Mike.


2 bulan kemudian…


Ini bagaikan sebuah mimpi aku berkaca kali ini dengan sebuah gambaran yang berbeda. Beratku turun hingga 30 kg menjadi 50 kg, semuanya berubah, aku kini bukanlah Jumbo tapi lebih mirip seekor kijang setengah gemuk. Luar biasa apa yang dilakukan Mike padaku telah membuat aku sadar akan kata katanya benar. Aku akan terlihat cantik dan manis ketika tidak menangis dan lebih menarik ketika aku tersenyum kali ini senyumku telah kupesembahkan kepada Mike sang instukturku

Namun sayang tidak ada saat saat seperti ini .Mike harus pergi pindah keluar kota karena tawaran di tempat Gym lain. Mike telah membuka diriku akan siapa diriku. Walau terasa sedih aku mencoba tegar, Mike paling benci ketika aku menangis karena pertemuan kami pertama pun ketika aku menangis. Aku berusaha tegar namun aku tetaplah jumbo yang dulu masih menangis dikamar bila sedih. Mike adalah sebuah kehilangan terbesar dalam hidupku.

Liburan semester telah berakhir apa yang kalian pikirkan memang benar semua orang memperhatikan aku seolah bertanya siapa gadis yang baru saja mereka liat. Mengapa aku tidak pernah melihatnya. Tidak kalian tidak salah melihat aku adalah si jumbo yang sobat kalian. Kata kata yang setiap kali datang adalah pujian untukku. Namun aku tidak pernah berharap akan kata kata itu. Aku masih seperti yang dulu teteplaj si jumbo yang selalu ada untuk kalian.

Suatu ketika Dina bercerita kepadaku mengenai kalung yang diberikan Wen padanya. Oh my God , Dina bener bener marah kepada Wen dan setelah pulang dari rumahku ketika itu dia langsung pergi menghadap Wen melempar kalung itu dihadapannya. Wen memang pantas untuk itu karena dia tidak sadar apa yang ia lakukan sangat buruk terhadap aku tapi itu juga sangat baik untukku karena tanpa pernah disakitin oleh Wen aku tidak mungkin menjadi seorang kijang setengah gemuk seperti ini.

Apakah aku merasa puas dengan keadaanku saat ini. Kali ini aku akan berjujur hari kepada kalian semua . banyak tawaran kencan muncul untukku . mimpiku ketika itu untuk mendapat ajakan kencan seolah hampa saat ini. Entah mengapa semua itu terasa tidak ada artinya. Baru kusadari ternyata cinta sejati yang ku tunggu bukanlah dari orang orang yang selama ini mengajakku kencan, tapi dari seseorang yang telah menyadarkan aku bahwa apa yang aku dapatkan saat ini tidaklah berarti tanpanya..


Mike…


Dengan tekad bulat aku pergi mengunjungin mike ketempat kerjanya yang baru. Aku tiba di sebuah tempat alamat yang pernah mike berikan padaku. Aku berjalan perlahan didalam ruangan fitness dengan sebuah cermin besar menghadapku , aku bercermin sesaat sambil menunggu mike muncul dihadapanku. Seseorang muncul dihadapanku namun bukan mike.

“hei.. cari Mike ya..”

“iya ini alamat yang dia kasih ke aku..bener ini alamat mike?” tanyaku

“ya.. bener ga salah.. !”

“tapi mana Mike.. bisa aku ketemu..!”

“Mike..hm..” ujar pria itu

“kenapa Mike..!”

“Mike.. telah pergi untuk selamanya..!”

“maksud kamu..!”

Aku tidak menangis untuk saat ini , karena tidak ingin menodai janjiku kepada Mike. Aku bertahan ketika tau Mike telah pergi karena tewas dalam kecelakaan mobil. Aku berusaha tegar Mike paling benci bila aku menangis. Namun tangis itu akhirnya tak tertahan ini bukan tangis karena aku disakitin namun tangis karena tidak bisa membuat seseorang bangga aku apa yang ia telah buat kepadaku.

Selamat jalan Mike..

Aku akan selalu mengenangmu selamanya..
kang dadang
nice post
ekaok
gileee 2 bulan turun 30 kg ... mau donk 1 minggu turun 5kg .... hehe.. ga nyambung... Nice post deh, ok bgt nih
iwata_bdg
Ok juga nih ceritanya, keep good posting
rekti_badut
cerita pengalaman diet campur romance neh??hehehehe (becanda mode : on)
nice post
thanks..
jagung
gw aja 1 bulan kuatny cm turun 6 kilo
ck..ck..ck..
otnayidra
love on a diet (tu judul pilem) tapi cocok ama kasus ini.

Hebat banget tu cewek aku aja perlu setahun buat turun 20 kg. Tapi tau ga.....it's make a big different!

Jangan ragu untuk diet. Jangan percaya big is beautiful (pembenaran buat orang jumbo).
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.