Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Juli, Harga LPG Ukuran 12 Kg Naik 17,6 Persen
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Fresh News > Ekonomi dan Bisnis
OhYesOhNo
Source: Liputan6.com 28/06/2008 18:16 Elpiji
http://www.liputan6.com/ekbis/?id=161507




QUOTE
Liputan6.com, Jakarta: Mulai Juli mendatang, Pertamina akan menaikkan harga elpiji ukuran 12 kilogram. Kontan, rencana kenaikan ini dikeluhkan para pedagang makanan, karena akan membebani usaha mereka di tengah naiknya berbagai harga bahan pokok serta belum pulihnya daya beli masyarakat.

Jamila, pemilik warung nasi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, mengaku kecewa atas kebijakan ini. Untuk menaikkan harga jual makanan ia tidak berani, lantaran khawatir pelanggan akan lari. Kekhawatiran yang sama juga dirasakan para pedagang makanan lainnya. Karena itu mereka berharap Pertamina tidak menaikkan dulu harga elpiji.

Namun, keputusan Pertamina agaknya sudah bulat. Alasannya untuk menyesuaikan biaya produksi dan distribusi. Pertamina memang dituntut menghasilkan untung, namun semestinya juga mempertimbangkan kemampuan ekonomi warga yang belum pulih menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak akhir Mei lalu.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)


Bukan jamila aja Pak yg keteteran, kami smua rakyat Indonesia juga keteteran dgn berbagai macam kenaikan harga ... Waiting.gif Kami mendoakan, smoga bapak2 pejabat dan pertamina bisa diberi kelapangan hati untuk tidak menaikan harga LPG, berilah satu amal kebaikan bagi kami2 ini yg sudah susah .... Praying.gif

Peace.gif peace Peace.gif
patogen2
semoga cuma kabar angin doang TalkingEarOff.gif
ҜŭţčħįŋЌ
Minyak tanah Konversi ke Gas
trus gas langka... harga naik...
trus Konversi ke mana lagi yah....
GinBuzho
ini lah hidup yg kata nya ga adil.....harga2 pada naik....tapi gaji ga seimbang....( alias ga naik )
TheCross
hidup ini yg aslinya berat di tambah berat lagi deh sama rencana kenaikan gas
rhenos
Klo naik lagi gak tau deh mau masak pake apa?? Katanya suruh pake Gas.. klo gas naik mau pke apa? Susah2..
koteng
minyak tanah ga ada,gas mahal lagi...apa kata dunia...
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 30 Juni 2008 | 07:06 WIB
http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/30/...naik.176.persen

Besok, Harga LPG Ukuran 12 Kg Naik 17,6 Persen


QUOTE
JAKARTA,SENIN - Mulai Selasa (1/7), PT Pertamina (Persero) menaikkan harga elpiji 12 kilogram dari Rp 51.000 per tabung menjadi sekitar Rp 60.000 per tabung. Hal itu seiring dengan dinaikkannya harga resmi elpiji per kilogram sebesar 17,6 persen, dari Rp 4.250 menjadi sekitar Rp 5.000 per kilogram.

Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal pekan lalu, kenaikan harga elpiji kali ini belum memperhitungkan tingginya harga elpiji Internasional, tetapi baru untuk mengimbangi kenaikan harga transportasi dan biaya pengisian elpiji akibat kenaikan harga BBM. "Apa kalian tega, kuli-kuli yang mengangkut tabung elpiji upahnya tidak naik?" katanya.

Faisal menyebutkan, idealnya, harga elpiji juga mengikuti kenaikan harga minyak di pasar internasional yang saat ini sudah menembus level 140 dollar AS per barrel. "Harga jual elpiji yang ideal itu lebih dari Rp 9.000 per kg. Sementara Anda beli cuma seharga Rp 4.250 per kg," kataNYA.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ari H. Soemarno. Menurutnya yang paling memberatkan Pertamina adalah melonjaknya biaya transportasi elpiji gara-gara kenaikan harga BBM.

Ditegaskan Ari, karena pemerintah hanya mengatur harga elpiji tabung 3 kg saja, yang menjadi bagian program konversi minyak tanah ke elpiji. Sementara elpiji ukuran 12 kg dan 50 kg sepenuhnya adalah produk Pertamina, maka pihaknya pihaknya berhak menaikkan harga elpiji yang banyak dipakai rumah tangga itu. "Pertamina harus menyesuaikan harganya dengan kenaikan berbagai biaya," katanya.

EDJ


Bapak/Ibu pejabat yg ada di pemerintahan...pernah coba dalemin kehidupan kita nda ya? yg kena pemadaman listrik, kena dampak kenaikan BBM, transportasi yg berdesak2 an, harga2 dan ongkos smakin mahal .... waiting:
Kalau pun itu masih ada hati nurani ....sudah mati rasa sepertinya ....akhirnya menaikan harga LPG pula

Peace.gif peace Peace.gif
Rota Kurivaim
Sumber : http://www.detikfinance.com/index.php/deti...64818/idkanal/4

www.detik.com
Senin, 30/06/2008 12:42 WIB
Pemerintah Maklumi Langkah Pertamina Naikkan Harga Elpiji

Jakarta - Pemerintah memaklumi langkah Pertamina yang menaikkan harga elpiji 12 kg pada awal Juli 2008. Pertamina sendiri mengklaim sudah mengantongi izin dari pemegang sahamnya.

Alasan kenaikan harga elpiji di pasaran itu karena meningkatnya biaya distribusi, dan marjin agen yang membengkak.

Menneg BUMN Sofyan Djalil pun mengamini hal tersebut. Bahkan menurutnya harga elpiji 12 kg memang sudah dilepas ke harga pasar secara bertahap.

"Pemerintah mensubsidi yang 3 kg, sementara 12 kg dan 50 kg (disubsidi) oleh internal perusahaan, kalau konsisten, harusnya harganya market price dengan mengikuti international price, ditambah FOB, biaya transportasi dan efisiensi. Pertamina dikasih market price saja sebenarnya sudah senang, sekarang malah harus subsidi," ujarnya.

Ia menjelaskannya dalam seminar mengenai persaingan usaha hilir migas di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (30/6/2008).

Pertamina sendiri sebenarnya sudah lama meminta kenaikan harga elpiji 12 kg, namun belum dapat restu dari pemerintah yang juga pemegang sahamnya.

Masalah 'restu' tersebut pun masih simpang siur sampai sekarang. Baik Menteri ESDM maupun Menneg BUMN, memilih berkelit ketika ditanya mengenai aturan penetapan harga elpiji 12 kg.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro misalkan, ketika ditanya tentang kenaikan harga elpiji, memilih 'menyerahkannya' ke Menneg BUMN.

"Untuk yang 12 kg dan 50 kg itu kewenangan korporat, kalau di pemerintah itu cq Menneg BUMN. Mereka belum menyampaikan ke kita. Karena lebih tepat usulan itu disampaikan ke Menneg BUMN karena itu memang jalurnya melalui jalur corporate," katanya.

Sementara Menneg BUMN Sofyan Djalil yang ditemui di acara yang sama menegaskan kenaikan harga elpiji adalah wewenang Pertamina sebagai korporat, bukan hal yang perlu persetujuan pemerintah.

"Itu kan kebijakan korporasi, karena nggak ada subsidi dari pemerintah jadi Pertamina bisa menaikkan. Nggak perlu (persetujuan). Karena yang perlu disetujui itu kan untuk kenaikan yang 3 kg. Untuk yang 12 kg itu sama seperti Pertamax, tapi kalau elpiji 3 kg itu disubsidi nggak boleh naik," katanya.
smoothsnutt
Senin, 30 Juni 2008

JAKARTA - Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, harga jual elpiji ditetapkan naik. Per 1 Juli esok, harga jual kemasan 12 kilogram naik sebesar 23 persen. Artinya, harga elpiji naik dari Rp4.250 per kilogramnya menjadi Rp5.250 per kilogram.

"Sehingga harga elpiji dalam kemasan 12 kg naik dari Rp51.000 per tabung menjadi Rp63.000 per tabung," sebut pernyataan resmi Pertamina seperti dikutip dari web sitenya, Senin (30/6/2008).

Harga jual tersebut berlaku untuk eks agen dalam radius sampai dengan 60 km dari instalasi utama Pertamina dan atau SPPBE. Sedangkan di luar radius 60 km ditambah dengan biaya angkutan yang disesuaikan dengan ketentuan biaya angkutan dalam surat keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia.

"Sedangkan harga jual elpiji tabung 3 kg masih tetap yaitu Rp4.250 per kg eks agen atau sebesar Rp12.750 per tabung 3 kg."

Dalam rilis itu disebutkan, penyesuaian harga jual perlu dilakukan karena harga LPG di pasar internasional (harga CP Aramco) telah naik secara signifikan.

Pada saat harga jual LPG yang ditetapkan dengan harga Rp4.250/kg (tahun 2005), harga CP Aramco sebesar USD310/MT. Sedangkan saat ini, harga pasar elpiji internasional CP Aramco USD830/MT atau telah mengalami kenaikan 173 persen.

"Pertamina menjamin ketersediaan elpiji, namun diharapkan kerja sama dari masyarakat agar dapat membeli elpiji sesuai kebutuhan seperti biasanya. Stok elpiji saat ini sebesar 83.217 MT atau cukup untuk memenuhi 17 hari kebutuhan elpiji nasional," pungkas rilis itu.

Sumber : http://economy.okezone.com/index.php/ReadS...k-jadi-rp63-000
rajakartu
Minyak tanah sudah Gak Ada
LPG langka dan mahal
Kayu bakar ----udah gak boleh

Selamat tinggal bangsa yang kaya, gemah ripah loh jinawi.

Mungkin perlu dipikirkan apakah layak negeri ini masih disebut bangsa, ketika negara berfungsi sebagai mesin penjajah bagi rakyatnya.
ipung_tritel
Para Bapak dan Ibu yang kerja di Pemerintahan, yang katanya kerja buat kepentingan rakyat (padahal kalo anda2 semua jujur kalo anda kerja buat kepentingan pribadi, anak dan istri baik yang resmi maupun yang kawin siri) sadarlah, hidup ngga cuma di dunia, jadi tolong perjuangkan nasib kami. kami bosan dengar janji, kapan anda benar2 kerja untuk kami, sadarkah anda jika kalian kami yang gaji ???
pusaran
yang saya takutkan, rakyat [baca: massa anarkis] memborong BBM dalam jumlah besar dan diproduksi menjadi bom molotov untuk meledakkan gedung DPR atau istana negara atau simbol-simbol kekuasaan lainnya.. hiks... ngeri..
bozan
memang penipu pemimpin kita ini ..... ShameOnYou.gif
dengan BLT yang cuman seberapa dibandingkan dengan kenaikan ---> jauuuhhhhhh

manstein
cih... gw bener2 benci ama Pertamina... kenapa? karena kenaikan ini bukan karena kenaikan harga LPG tetapi karena mis manajemen dalam pertamina... sama kayak PLN yang bodo2... ud monopoli listrik rugi pula... Hmmmph.gif
smoothsnutt
Rabu, 2 Juli 2008
Sumber Kompas

JAKARTA, RABU - Sejumlah pedagang eceran dan distributor elpiji di Jakarta mulai menaikkan harga. Harga elpiji isi 12 kg yang sebelumnya Rp 51.000-Rp 56.000 naik menjadi Rp 65.000 hingga Rp 70.000.

PT Pertamina mengumumkan penaikan harga elpiji dari Rp 4.250 menjadi Rp 5.250 per kg mulai 1 Juli 2008. Harga elpiji 12 kg dari semula Rp 53.000 naik menjadi Rp 63.000. Pertamina menyatakan, penaikan harga elpiji dilakukan karena harga saat ini jauh di bawah harga pasar internasional.

Harga elpiji di pasar saat ini mencapi Rp 9.000 per kg. Sedangkan harga jual Pertamina ke agen saat ini hanya Rp 3.879 hingga Rp 4.000 per kg. Agen atau distributor elpiji mendapat margin Rp 250 hingga Rp 500 per kg.

Samsul Azhar, Manager PT Samara Permata, penyalur elpiji di jalan Petogogan II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin menjual elpiji 12 kg seharga Rp 67.000. "Iya, harganya memang sudah naik mulai Selasa. Senin lalu kami masih menjual Rp 55.000 elpiji isi 12 kg," katanya. Menurut Samsul, perusahaannya hanya distributor tingkat sedang, sehingga memesan elpiji dari agen besar di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat.

Meski harga naik, tingkat penjualan elpiji tidak ada penurunan. Selain konsumen rumah tangga, pelanggannya juga dari restoran. "Pelanggan nggak komplain, mereka sudah tahu. Hanya, kenaikannya cukup tinggi," ujarnya seraya menambahkan, pasokan elpiji untuk perusahaannya normal, yakni 200 tabung per hari.

Sementara itu, penyalur elpiji PT Koperasi Cahaya Gasindo Jaya di Jalan Pembangunan III, Petojo Utara, Jakarta Pusat, menaikkan harga elpiji 12 kg dart Rp 55.000 menjadi Rp 65.000. "Harga kami memang tidak terlalu mahal, karena dikirim langsung dari Tanjungpriok," kata seorang pekerja yang enggan menyebutkan namanya. Penyalur ini biasa menjual 200 hingga 300 tabung per hari.

Sedangkan Aditia (25), pedagang gas di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, menjual elpiji isi 12 kg lebih mahal dari tempat lain, yakni Rp 70.000. Sebelumnya, ia menjual elpiji ukuran sama Rp 58.000. "Sekarang jadi Rp 70.000. Memang gasnya masih stok lama, tapi kan semua sudah menaikkan harga," katanya seraya mengatakan belum mengetahui harga baru dari penyalur. Sejumlah warga mengeluhkan kenaikan harga elpiji isi 12 kg yang cukup tinggi. Linda, warga Jalan Kubis, Kebayoran Baru,sangat keberatan dengan melonjaknya harga itu. "Naiknya tinggi sekali, lumayan berasa. Tapi tetap harus beli daripada nggak bisa masak," tutur ibu rumah tangga ini. Linda biasa membeli elpiji isi 12 kg sebulan sekali.

Kenaikan harga elpiji 12 kg tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan gas ukuran 3 kg. Menurut sejumlah pengecer elpiji di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, penjualan gas isi 3 kg tetap normal. "Masih biasa saja, nggak ada peningkatan," kata Mustaqim pedagang gas dan sembako di Jalan Bangka Raya. Harga jual gas 3 kg tidak naik, Rp 15.000 hingga Rp 16.000.

Resto terpukul

Kenaikan harga elpiji 12 kg memukul pebisnis makanan karena keuntungan mereka makin tipis. "Barat sekali kondisi sekarang di bisnis makanan. Semua bahan pokok naik, sekarang harga elpiji naik. Sementara harga jual sulit untuk naik," kata Sunarto, pemilik restoran ayam goreng di Serpong, Tangerang, ketika ditemui Warta Kota, Selasa (1/7).

Menurut Sunarto, dirinya sudah delapan tahun menggeluti bisnis makanan. Namun baru kali ini mengalami tekanan yang luar biasa. "Harga bahan baku semuanya naik, tapi menaikkan harga jual Rp 500 sampai Rp 1.000 saja sulit. Saya khawatir langganan pada kabur," ucapnya.

Sunarto mengaku, saat ini bisa untung 10 persen saja sudah tergolong mujur. "Kalau usaha mau bagus, harga harus naik minimal 20 persen. Tapi apa mungkin menaikkan harga sebesar itu?"

Harga seporsi ayam goreng kalasan berikut nasi dan lalapan di restoran Sunarto Rp 10.500. "Rencana menaikkan harga memang ada, tapi melihat pedagang lain dulu," ujarnya.

Lim, pemilik restoran bakmi bangka Sari Rasa di Meruya Ilir, Jakarta Barat, mengatakan hal yang sama. "Sudah dua tahun saya tak menaikkan harga jual, masih Rp 8.000/ porsi. Karena, saya tahu diri. Langganan saya adalah para karyawan. Kalau hargariya naik, mereka pada keberatan," ucapnya.

Para pengusaha katering yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) juga menjerit atas kenaikan harga elpiji. Ketua Umum APJI, Hj Ning Sudjito, mengatakan kenaikan harga elpiji semakin menyulitkan pebisnis makanan, khususnya yang menggunakan elpiji 12 kg.
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.