Sumber : http://pab-indonesia.com/web/index2.php?op...=1&id=12288Khamenei Tegaskan Program Nuklir Iran Jalan Terus
Minggu, 04 Mei 2008 (21:10 wib)
TEHERAN - Pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Minggu (4/5), berikrar bahwa Iran akan meneruskan program
nuklir yang kontroversial, dua hari setelah negara-negara dunia mengatakan mereka mempersiapkan satu paket baru
untuk mengakhiri krisis itu.
"Apakah anda menguji bangsa Iran? Kami akan menerus usaha kami itu dan tidak akan mengizinkan para penindas
menghambat hak negara ini," kata Khamenei yang dikutip radio pemerintah pada negara-negara dunia.
"Ancaman-ancaman tidak akan dapat memaksa negara bangsa Iran," katanya yang dikutip radio itu ketika mengunjungi
provinsi Fars, Iran selatan.
Pernyataan-pernyataan Khamenei itu diucapkan setelah lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman, Jumat
(2/5), menyetujui sebuah usulan baru insentif-insentif kepada Iran dalam usaha menyelesaikan penghentian program
nuklirnya.
Kendatipun tidak ada rincian mengenai usulan baru itu diperoleh, Rusia mengatakan negara-negara dunia meminta
Teheran hanya menghentikan pengayaan uranium selama periode perundingan-perundingan.
Iran menolak melaksanakan resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB agar menghentikan kegiatan-kegiatan pengayaan
uranium, yang dapat digunakan baik untuk pembangkit tenaga listrik maupun bahan bakar untuk membuat sebuah bom
atom.
Kendatipun Khamenei tidak mengacu pada paket baru itu, komentar-komentarnya tanda terbaru dari Teheran bahwa
Iran tidak berniat mundur menyangkut pengayaan uranium itu.
Pihak Barat khawatir Iran dapat menggunakan uranium yang diperkaya untuk membuat senjata-senjata atom tetapi Iran
membantah tuduhan itu dan menegaskan pihaknya punya hak untuk memperkaya uranium untuk membuat bahan bakar
nuklir sebagai sebuah negara penandatangan Perjanjian Non Proliferasi Nuklir.
Menlu Iran Manouchehr Mottaki, Sabtu (3/5) kembali menolak penghentian kegiatan pengayaan uranium itu, dan
menyebut tindakan seperti itu sebagai zona larangan Iran.
"Dalam satu pertemuan dengan Menlu Inggris (pada satu konferensi awal bulan ini di Kuwait) saya mengatakan, Anda
tahu apa zona terlarang itu, maka hati-hati tidak memasuki zona terlarang itu," katanya.
Menyusul perundingan Jumat (2/5) di London, Menlu Inggris David Miliband mengatakan keenam negara itu "meninjau
dan memperbarui" satu tawaran yang diberikan kepada Iran Juni 2006 , yang termasuk insentif-insentif ekonomi,
keamanan, dan teknologi. (AFP/Ant/PAB)