sehingga engkau tak henti-hentinya cemburu
pilih saja, "Dirinya atau Diriku", ucapmu sore itu
aku tertawa, masih saja tak mengerti, sambil menghisap
cigaretku pelan-pelan
"Aku Marah", ucapmu tanpa suara, hanya dengan tanda
aku makin gembira, sambil menyulut cigaret kedua
(aku sebenarnya ingin ketawa, tapi tak tega)
"Aku Mencintai Kepul Asap Cigaretku", ucapmu di sore yang lain
aku tertegun, seperti ada sesuatu
yang merebut mainan kesayanganku
masih tak percaya, ucapmu sambil meyalakan untukku
cigaret yang entah keberapa
aku semakin sedih
mungkin aku tak bisa mimpi lagi
(apakah dunia akan sepi tanpa mimpi?)
jangan larang aku merokok
aku merokok untuk mengurangi hidupku
dari kepulan asap yang keluar dari mulut dan hidungku
beranjaklah segala kenanganku tentang masa-masa terburuk
tiada ujung, jalan keluar, dan pelarian
aku merokok untuk mengurangi hidupku
sambil merayu malaikat maut mempercepat kematianku
Pojok sudiro,selepas mengantarmu,kena tilang
