kemarin cahaya kesepian itu menghampiri setiap jejak langkah yang kutempuh
menapaki setiap lorong sempit yang bersembunyi dalam hati yang kelu
menghindari itu aku tak mampu...
sampai datang waktu tuk terhempas dari kehidupan
aku masih saja terpaku menyaksikan waktu dengan enaknya memperkosa kebebasanku
bagaimana aku kan membantunya, sedangkan aku saja disudutkan oleh kenyataan
kenyataan tentang hilang...
ah...biar saja aku melukis pelangi itu sendirian
dengan tangan yang penuh luka