Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Hannibal
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Sejarah > Sejarah Dunia
El_Tuerto
HANNIBAL




Hannibal Barca (247 SM-183 SM) (bahasa Arab حنبعل). Barca atau Barcas yang artinya kilat serumpun dengan Baraq, Barq, dan kalimat lain yang mirip di bahasa Semitik yang berdasarkan dari akar berpihak tiga B-R-Q) adalah seorang pemimpin militer di perang Punic dan seorang politisi, kelak dia juga bekerja di profesi yang lain, dia disebut-sebut sebagai salah satu dari pemimpin perang terhebat sepanjang sejarah. Dia hidup saat waktu tegang di Mediterania, ketika Romawi (lalu republik Romawi) membangun kekuatannya melewati kekuatan besar lain seperti Kartago, Macedonia, Syracuse, dan kerajaan Seleucid. Dia adalah salah satu pemimpin Kartago yang paling terkenal.

Pada tahun 219 SM, Romawi memutuskan untuk berperang dengan bangsa Kartago yang terus-menerus mengganggu koloni Romawi di Spanyol. Tetapi sebelum Roma mengirimkan pasukannya ke tanah Spanyol, Hannibal, Jenderal Kartago berusia 28 tahun, pimpinan tertinggi pasukan Kartago sudah mendahului dengan memimpin pasukannya menuju Roma. Hannibal memilih rute yang tidak diduga oleh Roma dengan melewati pegunungan Alpen. Rute yang sulit dan berbahaya. Disinilah Roma tidak menyangkanya sama sekali bahwa Hannibal berani mengambil rute berbahaya tersebut. Alhasil, tidak ada penjagaan di area tersebut sehingga serbuan pasukan Kartago-Hannibal tidak tertahankan lagi.

Walaupun begitu akibat memilih rute yang sulit pasukan Kartago yang semula berjumlah 40.000 pasukan menyusut menjadi 20.000 infanteri, 6000 kavaleri dan 38 gajah. Hannibal sadar bahwa ini merupakan saat-saat yang kritis bagi dirinya dan pasukannya. Menanggapi hal tersebut, pemerintah Romawi menyiapkan pasukan yang berkekuatan hampir 500.000 orang. Pasukan ini adalah petarung yang disiplin dan ditakuti di dunia saat itu. Apalagi sebagian besar dari pasukan tersebut adalah veteran yang pernah mengalahkan Kartago pada perang Punic I.

Setelah beberapa kali terjadi pertempuran kecil, sebuah pasukan besar di bawah pimpinan Konsul Sempronius Longus bersiap-siap bertempur langsung dengan pasukan Kartago di dekat sungai Trebia. Tetapi Hannibal tidak mau bertempur langsung dengan Sempronius. Ia melakukan hal yang aneh. Kavaleri ringannya dikerahkan menyeberangi sungai seolah-olah ingin menyerang tetapi mundur kembali. Hal ini dilakukan oleh Hannibal berulang kali sehingga Sempronius terbakar emosinya dan memutuskan untuk melakukan pengejaran. Sempronius membawa keseluruhan pasukannya menyeberangi sungai Trebia. Penyeberangan ini berlangsung selama berjam-jam dan sangat melelahkan. Pada akhirnya, kedua pasukan bertemu persis di sebelah barat sungai.

Pada awal pertempuran, pasukan Sempronius terlihat keunggulannya. Akan tetapi, di salah satu sisi, barisan Romawi yang terdiri dari suku Gallic tiba-tiba buyar. Penyebabnya adalah Hannibal melepaskan sejumlah gajah perangnya yang ditunggangi oleh para pemanah. Suku Gallic yang belum pernah melihat binatang sebesar itu panik dan lari tunggang langgang. Situasi kacau ini ditambah dengan kemunculan tiba-tiba sekitar 2000 pasukan kavaleri Kartago dari balik hutan yang berada dekat dengan sungai menyerang bagian belakang pasukan Romawi. Pasukan Romawi berusaha melawan tetapi kepungan itu membuat ribuan pasukan Romawi tewas tenggelam dalam sungai Trebia yang dingin.

Kekalahan ini menimbulkan kegemparan di ibukota. Segera disiagakan Legiun (infanteri berat Romawi) untuk menahan serbuan Kartago. Tetapi melalui sebuah penyergapan yang cerdik, Hannibal menghancurkan sebuah pasukan Romawi di dekat danau Trasimene. Akhirnya pemerintah pusat Romawi menunjuk seorang diktator untuk memimpin mereka melalui krisis tersebut. Terpilihlah Fabius Maximus menjadi diktatur Romawi. Maximus memilih untuk tidak melakukan pertempuran langsung. Ia hanya menempatkan pasukannya di wilayah pegunungan dimana pasukan Kartago tidak akan berani menyerang. Ia juga hanya melakukan taktik gerilya mengingat masih rapuhnya mental pasukan Romawi terhadap kekalahan dari pasukan Kartago.

Walaupun taktik Maximus efektif, mayoritas warga Romawi menyatakan ketidakpuasannya. Mereka menganggap taktik itu memalukan reputasi Romawi sebagai bangsa yang kuat saat itu. Ketidakpuasan ini dipakai oleh Hannibal. Ketika menyerang desa atao kota-kota romawi, Hannibal sengaja tidak merusak harta benda milik keluarga Maximus. Hal ini semakin mengundang kecurigaan warga Romawi terhadap taktik Maximus.

Setelah menghancurkan Apulia, Hannibal memasuki wilayah subur Campania. Fabius yang mengenal baik wilayah itu memutuskan untuk mengakhiri petualangan Hannibal. Dalam pengamatannya, Fabius melihat bahwa Hannibal tidak pernah memilih jalan keluar sama dengan jalan masuk. Walaupun begitu, Fabius tetap menempatkan pasukan yang besar di sekitar Allifae, tempat dimana Hannibal masuk ke Campania. Sementara pasukan Romawi lainnya disebar ke celah-celah yang mungkin akan dilalui oleh Hannibal. Fabius menutup jalur keluar pasukan Hannibal. Ia berpikir begitu stok makanan pasukan Hannibal habis, mereka akan berusaha menerobos.

Minggu-minggu berikutnya, Hannibal mengerahkan kavalerinya kearah utara menjarah ladang subur di wilayah tersebut. Maximus mengetahui siasat Hannibal yang menginginkan dirinya mendatangi Hannibal. Maximus tetap menunggu dan tidak menyerang. Pada suatu malam, pasukan Romawi yang menjaga wilayah Allifae melihat pemandangan yang menciutkan nyali mereka. Sebuah pasukan yang luar biasa besar, yang tampak dari puluhan ribu obornya, menuju ke arah pasukan Romawi. Pasukan tersebut bergerak cepat diiringi dengan teriakan-teriakan aneh seperti sedang dirasuki setan. Pasukan Romawi yang tidak menyangka bahwa kekuatan pasukan Hannibal demikian besar memutuskan lari meninggalkan pos pertahanan mereka tanpa bertempur sedikit pun. Pasukan Hannibal pun berhasil keluar dari kepungan pasukan Maximus.

Maximus dan pemimpin-pemimpin Romawi lainnya tidak pernah sanggup menerka apa yang diperbuat oleh Hannibal pada malam itu. Fabius Maximus pun kehilangan kekuasaannya. Konsul Terentius Varro memimpin pasukan Romawi untuk membalas penghinaan di Allifae. Pasukan Varro mendatangi pasukan Hannibal yang sedang berkemah di sekitar Cannae, tidak jauh dari wilayah yang sekarang menjadi kota Bari. Varro sangat yakin akan peluangnya. Medan terbuka, musuh kelihatan jelas dan jumlah pasukan yang lebih besar dari pasukan Hannibal.

Pertempuran bersejarah Cannae pun dimulai. Seperti biasa, pasukan Romawi menguasai jalannya pertempuran. Barisan tengah pasukan Hannibal sangat lemah dan mudah mengalah. Varro pun mengarahkan seluruh kekuatan Romawi menggempur barisan tengah pasukan Hannibal. Serbuan ini menyebabkan barisan pasukan Hannibal melengkung seperti busur panah sehingga pasukan Romawi seperti menumpuk di tengah. Inilah yang diinginkan oleh Hannibal, ia segera melepas ujung luar pasukannya yang terdiri dari pasukan gajah dan berkuda Afrika menghimpit pasukan Romawi. Situasi berubah menjadi ladang pembantaian pasukan Romawi. Pertempuran Cannae tercatat sebagai sejarah kekalahan Romawi paling menghancurkan dan memalukan.

Ekspedisi Hannibal di Romawi sendiri berlangsung sekitar 6 tahun. Selama itu ia tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah pusat Kartago dan hanya mengandalkan suplai dari wilayah-wilayah Roma yang berhasil direbutnya. Walaupun akhirnya Hannibal tidak pernah berhasil menghancurkan Romawi, ia dan pasukannya telah meraih reputasi mengerikan. Walaupun memiliki pasukan dan persediaan yang melimpah, pasukan Romawi selalu berusaha menghindar melakukan pertempuran langsung dengan Hannibal.

Pertempuran Zama adalah akhir dari kejayaan Hannibal dan bangsa Kartago. Dalam pertempuran tersebut pasukan Kartago berhasil dikalahkan oleh pasukan Romawi di bawah pimpinan Jenderal Scipio Africanus.
Kekalahan itu memaksa Senat Kartago untuk mengirim dia ke pengasingan. Selama pengasingan ini, dia tinggal di Istana Seleucid, dimana dia bertindak sebagai penasihat militer Antiochus III saat perangnya melawan Romawi. Karena kekalahannya di pertarungan maritim, Hannibal melarikan diri lagi, kali ini ke Istana Bithynian.Ketika Romawi meminta dia menyerah, Hannibal memilih mengakhiri hidupnya dengan minum racun. Kematiannya diperkirakan terjadi sekitar tahun 183 SM di desa Bithynian, Libyssa (sekarang masuk wilayah Maroko).
Hannibal juga disebut sebagai salah satu jenderal terbesar sepanjang sejarah. Ahli sejarah militer, Theodore Ayrault Dodge bahkan menyebut Hannibal sebagai “Bapak dari strategi”, karena musuh terbesarnya yaitu Romawi, mengadopsi beberapa taktik militer Hannibal didalam taktik mereka sendiri.Pujian ini menyebabkan dia mendapat reputasi yang kuat di dunia masa kini dan dia juga dikenal sebagai “pemberi strategi” oleh orang-orang seperti Napoleon Bonaparte dan Bangsawan dari Wellington. Kisah hidupnya juga menjadi dasar dari beberapa film dan dokumentasi.

Sumber : http://id.wikipedia.org/



karunaxxx
wow hebat...hebat gw cuma tahunya hanibal yang di silence of the lamb...ternyata ada hanibal yg lain yg lebih menakutkan..hehehe...thanks bro!
jiusangse
betul betul.. awal2 wa kirain sejarah soal hanibal lecter.. ahahha.. ternyata ada na malah hanibal temen na sun tzu
Massimo del Nero
wah hebat sekali hanibal ini....
selama 6 tahun mengadakan perlawanan di wilayah romawi tanpa mendapat bantuan dari negeri asalnya....

lalu gmn kisah jenderal scipio africanus yg berhasil mengalahkan hanibal di pertempuran zama?
apa dy ahli strategi yg hebat jg seperti hanibal?
modern_boyz
iya gw juga ketipu mentah2...gw sangka hannibal lecter...

wew...muantepp...ada juga ahli strategi perang sehebat itu yang boleh dibilang setingkat ama ahli2 strategi perang cina kuno BigGrin.gif
El_Tuerto
bro @Massimo del Nero

tuk mengetahui siapa Scipo Africanus dan Pertempuran Zama liat web ini http://en.wikipedia.org/wiki/Scipio_Africanus terjemahin untuk kita-kita semua ya? Bahasa Inggrisku kurang ga bisa nerjemahin, kalo masih kurang cari aja di google. he.. he...
papatole
Saya tidak setuju Hannibal disebut ahli strategi. Saya lebih setuju Hannibal disebut sebagai ahli taktik pertempuran (tactician) dan manager terhebat dalam sejarah. Kenapa?

Kalau dilihat dari keputusan dia untuk bertempur di jantung Roma (semenanjung Italia), sepertinya strateginya bagus. Tapi sebenarnya dia membelenggu dirinya sendiri. Dengan memasuki semenanjung Italia, Hannibal akan terputus jalur logistiknya dengan Carthage. Dan itulah yang terjadi. Tidak ada bantuan yang dapat mencapai Hannibal dan dia terpaksa berimprovisasi menghidupi pasukannya.
Sebaliknya, Roma menganut "the strategy of indirect approach". Setelah kalah dari Hannibal di Cannae, mereka tidak mau bertempur terbuka dengan Hannibal. Sebaliknya, ekspedisi2 dikirimkan ke Spanyol, dan akhirnya ke Carthage sendiri yang memaksa Hannibal meninggalkan pasukannya dan menghadapi Scipio Afrikanus di Zama dan akhirnya kalah.
Sebenarnya setelah Hannibal menang di Cannae, sebenarnya Hannibal punya kesempatan mengakhiri perang Punic ini dengan mudah, yaitu dengan merebut kota Roma. Roma saat itu kosong melompong. Varro yang melarikan diri dari Cannae hanya punya 10 ribu orang tentara yang terpencar2. Hannibal masih punya 40 ribu tentara dalam kondisi siap tempur. Tapi entah dengan alasan apa Hannibal tidak mau bergerak ke Roma.
Maharbal, salah seorang Jenderalnya bahkan berkomentar : "Hannibal, you know how to win a battle, but not how to use the victory"

Sebaliknya, Hannibal adalah tactician yang hebat. Battle of Cannae adalah taktik klasik ciptaannya yang bahkan sampai sekarang-pun masih menjadi dipelajari. Taktiknya sederhana. Celakanya, taktik yang sama dipakai oleh Scipio Afrikanus untuk mengalahkan Hannibal di Zama.

Hannibal saya katakan sebagai manager terhebat, kenapa? Selama bertahun2 Hannibal 'terjebak' di semenanjung Italia tanpa asupan logistik dari Carthage. Dia menggantungkan survivalnya kepada tentara bayaran (kebanyakan suku Alpen Gaul). Tentara bayaran loyalitasnya ada pada uang, jarahan dan urusan perut. Jadi bisa dibayangkan, Hannibal pada saat itu pasti otaknya penuh dengan perhitungan uang, emas, jarahan dan dia berhasil mengatur semua sehingga selama bertahun2 loyalitas pasukannya terjaga.. Hannibal mendapatkan logistik dari kota-kota taklukannya, yang kebanyakan adalah kota-kota Romawi. Hannibal berhasil menjamin pasokan makanan bagi pasukannya selama bertahun2 dari kota-kota yang memusuhi dia.
udey
great story...
salah satu pemberani jaman dulu
Anserk8
1 hal kesalahan strategi hanibal, dia tidak mencontoh bangsa hun saat menginvasi romawi,
yaitu merekrut pasukan asing dan mencari perbekalan dengan cara menjarah, dan ada kesalahan fatal dari hanibal dia terlalu lama berada di daerah musuh dan tidak mendapat suplai sama sekali dari carhago saat itu, bayangkan saja pasukan tanpa suplai, sehebat apapun pasti akhirnya hancur juga, untuk strategi perang memang dia hebat, tapi untuk strategi penyerangan global dia terlalu berjudi dengan nasib.

*note: masi hebatan Zuge Liang ato Shun Zu*
dianmega
wah..cukup menarik..
hebat ya oarang jaman dulu..
sudah sanggup memikirkan strategi yang cukup berhasil...
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.