Sumber: Up-dates situs NASA dan ragam info web. / Rizal AK.
QUOTE
40 tahun kejayaan film fiksi-ilmiah “2001: A Space Odyssey”.
Senin, 30-06-2008
Andaikan terbilang “nth” sebagai angka yang terbesar dalam gugusan bilangan tak terhingga dalam matematika, maka sedemikian besar juga lah penghargaan publik atas film sains-fiktif “2001: A Space Odyssey” karya fenomenal sutradara Stanley Kubrick yang mengadopsi buku sains fiksi berjudul “The Sentinel” karangan Arthur C. Clarke. Berkenaan dengan peringatan 40 tahun film “2001: A Space Odyssey“ tidak kurang dari badan antariksa AS : NASA awal Mei yl secara khusus menyelenggarakan event pameran akbar serta acara membahas film yang diproduksi pada tahun 1968 karya arahan sutradara Stanley Kubrick yang berhasil meraih penghargaan Oscar untuk tata special effects setelah sebelumnya pun mendapatkan sederet nominasi Oscar, a.l untuk penyutradaraan.
Dan mulai 29 Juni Institusi Sains terkemuka The Smithsonian Natural Sciences Museum, di Washington DC - AS menggelar penghargaan serupa & pemutaran film diatas dalam event bertajuk Folk Life Festival.
Arahan berbobot visioner dari sutradara terkemuka Kubrick dianggap benar-benar mampu memvisualisasikan gambaran sungguh realistik serta penuh imajinatif perihal perjalanan manusia menjelajahi ruang angkasa di masa depan ---40 tahun sebelum masanya !--- yang mungkin bisa dibandingkan dengan prediksi futurolog Alfin Toffler tentang prediksi masa depan dunia digital abad 21 dalam buku “The Future Shock” ( awal 1970-an) yang kini ternyata telah menjadi realita kehidupan sehari-hari abad informasi masa kini yang berjalan dengan kecanggihan dunia komputansi komputer dan Internet ON-line.
Sederet visualisasi penuh imaginasi dalam film “2001: A Space Odyssey” yang dengan jitu menjadi realitas pada program angkasa luar masa kini:
-1- Visualisasi Low Earth orbiting revolving Space Station yang hampir mirip dengan keberadaan ISS : International Space Station.
-2- Aksi manusia berjalan di angkasa luar diluar pesawat angkasa luar.
-3- Ujud serba kaca menerus pada glass cockpit pesawat antariksa.
-4- Flat-screen layar display komputer.
-5- Penggunaan kartu akses ID-card menggunakan bar-code stripe hampir mirip serupa kartu kredit.
-6- Penggunaan perangkat identifikasi akses ruangan dengan biometric identification : pengenalan suara.
-7- Visualisasi adanya perangkat hiburan sebagai “in-flight entertainment in space flight”.
Agaknya fitur pada film yang belum kesampaian pada masa kini, yakni kejayaan manusia untuk merealisasikan kolonisasi di permukaan bulan. Namun NASA seperti diketahui kini tengah berancang-ancang kembali menjalankan program untuk melaksanakan pendaratan manusia di bulan pada tahun 2020 : awal wujudkan kolonisasi di bulan ?
Senin, 30-06-2008
Andaikan terbilang “nth” sebagai angka yang terbesar dalam gugusan bilangan tak terhingga dalam matematika, maka sedemikian besar juga lah penghargaan publik atas film sains-fiktif “2001: A Space Odyssey” karya fenomenal sutradara Stanley Kubrick yang mengadopsi buku sains fiksi berjudul “The Sentinel” karangan Arthur C. Clarke. Berkenaan dengan peringatan 40 tahun film “2001: A Space Odyssey“ tidak kurang dari badan antariksa AS : NASA awal Mei yl secara khusus menyelenggarakan event pameran akbar serta acara membahas film yang diproduksi pada tahun 1968 karya arahan sutradara Stanley Kubrick yang berhasil meraih penghargaan Oscar untuk tata special effects setelah sebelumnya pun mendapatkan sederet nominasi Oscar, a.l untuk penyutradaraan.
Dan mulai 29 Juni Institusi Sains terkemuka The Smithsonian Natural Sciences Museum, di Washington DC - AS menggelar penghargaan serupa & pemutaran film diatas dalam event bertajuk Folk Life Festival.
Arahan berbobot visioner dari sutradara terkemuka Kubrick dianggap benar-benar mampu memvisualisasikan gambaran sungguh realistik serta penuh imajinatif perihal perjalanan manusia menjelajahi ruang angkasa di masa depan ---40 tahun sebelum masanya !--- yang mungkin bisa dibandingkan dengan prediksi futurolog Alfin Toffler tentang prediksi masa depan dunia digital abad 21 dalam buku “The Future Shock” ( awal 1970-an) yang kini ternyata telah menjadi realita kehidupan sehari-hari abad informasi masa kini yang berjalan dengan kecanggihan dunia komputansi komputer dan Internet ON-line.
Sederet visualisasi penuh imaginasi dalam film “2001: A Space Odyssey” yang dengan jitu menjadi realitas pada program angkasa luar masa kini:
-1- Visualisasi Low Earth orbiting revolving Space Station yang hampir mirip dengan keberadaan ISS : International Space Station.
-2- Aksi manusia berjalan di angkasa luar diluar pesawat angkasa luar.
-3- Ujud serba kaca menerus pada glass cockpit pesawat antariksa.
-4- Flat-screen layar display komputer.
-5- Penggunaan kartu akses ID-card menggunakan bar-code stripe hampir mirip serupa kartu kredit.
-6- Penggunaan perangkat identifikasi akses ruangan dengan biometric identification : pengenalan suara.
-7- Visualisasi adanya perangkat hiburan sebagai “in-flight entertainment in space flight”.
Agaknya fitur pada film yang belum kesampaian pada masa kini, yakni kejayaan manusia untuk merealisasikan kolonisasi di permukaan bulan. Namun NASA seperti diketahui kini tengah berancang-ancang kembali menjalankan program untuk melaksanakan pendaratan manusia di bulan pada tahun 2020 : awal wujudkan kolonisasi di bulan ?
sudah banyak mimpi yang jadi kenyataan .... apalagi ya yang dulunya cuman khayalan yang bakal jadi kenyataan?
inilah bukti bahwa manusia mampu mewujutkan impiannya