Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Kapal Perang Indonesia
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Academia > Science and Technology > Human Engineering
william99
KRI Diponegoro 365





KRI Diponegoro dengan nomor lambung 365 merupakan kapal pertama dari kapal perang jenis Perusak Kawal Berpeluru Kendali kelas SIGMA milik TNI AL. Dinamai Pangeran Diponegoro, salah seorang Pahlawan Nasional yang berjasa melawan Belanda dalam Perang Jawa 1825-1830.

KRI Diponegoro merupakan sebuah corvette yang dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda yang mulai pada tahun 2005 khusus untuk TNI-AL. Bertugas sebagai kapal patrol dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.

Kapal kelas SIGMA ini mulai diproduksi Oktober 2004, dan akan siap tugas pada tahun 2007.

Sistem desain
SIGMA dirancang utnuk menerima sistem modul di berbagai area, hal ini menyebabkan kapal ini mempunyai keluwesan yang tinggi dalam pengaturannya dengan biaya yang rendah. Korvet ini dilengkapi dengan perlengkapan komunikasi dan pertempuran yang lengkap di dalam ruang yang luas untuk menampung akomodasi 80 orang, sebuah dek helikopter dan propulsi diesel propeler ganda.Kemampuan propulsi dan keseimbangan yang tinggi dari kapal ini (dilengkapi dengan gulungan penyetabil pasif) membuatnya cocok untuk operasi pencarian dan patroli di perairan teritorial indonesia. Fungsi dasar dari kapal ini adalah Patroli maritim Zona Ekonomi Ekslusif (EEZ), Penggetar, Pencarian dan penyelamatan (SAR) dan anti kapal selam. Dek helikopter mampu menampung sebuah helikopter dengan berat maksimum 5 ton dilengkapi dengan fasilitas lashing point dan sistem pengisian BBM .Operasi helikopter mampu dilakukan pada malam hari maupun siang hari.Kapal ini dibuat menurut Lloyds Register Class untuk unrestricted service dan distujui oleh prinsipal kelautan yang bonafid

Tenaga penggerak
Kapal kelas sigma ini dilengkapi dua buah mesin diesel V28-33D STC (sequintial turbo charging) diproduksi oleh MAN Diesel (Jerman) berkonfigurasi V 20 silinder. Mesin berkekuatan 8900 kW ini masing-masing menggerakan sebuah baling-baling yang bisa diatur kemiringan bilahnya melalui sebuah gir pengurang putaran satu tingkat. Mesin berbobot 46 ton ini berukuran panjang x lebar x tinggi = 7330 x 2100 x 3180 mm.
Persenjataan
Sebagai bagian dari armada patroli KRI Diponegoro dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan untuk meronda wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :

Peluru kendali darat ke udara: MBDA Mistral TETRAL
Peluru kendali anti kapal: MBDA Excocet MM40 block 2
Kanon utama: Oto-Melara 76 mm (Posisi A)
Kanon ringan: 2 x 20 mm Vector G12 (Posisi B)
Torpedo: 3A 244S Mode II/MU 90 dilengkapi dengan 2 peluncur torpedo B515

Sensor dan elektronis
Sistem Perang: Thales TACTICOS
Radar utama: MW08 3D multibeam surveillance radar
Radar senjata: LIROD Mk2 tracking radar
Data Link: LINK Y Mk2 datalink system
Sonar: Thales Kingklip medium frequency active/passive ASW hull mounted sonar
Elektronik Komunikasi: Thales/Signaal FOCON
Sistem Pengecoh: TERMA SKWS
Platform integrasi utama: Imtech UniMACs 3000 Integrated Bridge System

KRI Sutedi Senoputra


KRI Mandau


KRI Welang


KRI DR Soeharso


Korvet Kelas Sigma


KRI Kappitan Pattimura


KRI Imam Bonjol


KRI Tongkol


KRI Todak


KRI Hiu








OhYesOhNo
Bro William, ada data dan detail kapal perang RI kita ?
bagus kalau ditambahkan info lho ..., nanti sy bantu bersihkan thread ini dr junk post .... happy.gif

Salam,
OhYesOhNo
bozan
muantap bro @William! ... update terus yah :peace
kalo infonya lengkap sapa tau bro @OYON mau ngepinnin kayak post jenis2 pesawat militernya bro @jojo

btw KRI Diponegoro ini kapal perang kita yang paling baru yah ---> modelnya bagus.

thx yah!
william99
KRI Sutedi Senoputera

KRI Sutedi Senoputra merupakan kapal perang Indonesia dari jenis korvet. Kapal ini termasuk kapal Korvet kelas Parchim dengan kode Pakta Warsawa Type 133.1. Kapal ini didesain untuk perang anti kapal selam diperairan dangkal / pantai.

Sebelumnya kapal ini bernomor lambung 378, sejalan dengan perpindahannya dari Koarmabar ke Koarmatim, maka nomor lambungnya pun berubah menjadi 878. Saat ini Sutedi Senoputra bertugas di wilayah Indonesia bagian timur, khususnya berpatroli untuk melindungi kekayaan laut Indonesia, yang selama ini cukup banyak dijarah oleh pihak luar.

Enambelas kapal dibuat untuk Volksmarine (1997-1981) dan 12 kapal yang dimodifikasi dibuat untuk AL Soviet pada 1985-1990 oleh Peenewerft, Wolgast. Setelah Penyatuan kembali Jerman, bekas negara Jerman timur menjual kapal-kapal ini ke TNI AL Indonesia pada 1993. Kapal korvet ini pernah digunakan sebelumnya oleh tentara Angkatan Laut Jerman Barat. Kapasitas kapal ini bisa menampung sebesar 20 hingga 59 orang anak buah kapal.

Sejarah
Merupakan bekas Parchim (242). Seluruh kapal kelas ini sudah dibebastugaskan pada tahun 1991. Dibeli oleh Indonesia pada tahun 1993. Semua kapal kelas ini, merupakan pengembangan dari Korvet kelas Grisha miliki Uni Soviet, tetapi dengan persenjataan yang berbeda. Sebelum dipindahtangankan, mereka sudah memperbaiki sistem udara di kapal dan jarak tempuhnya sudah bertambah

Senjata

Torpedo
KRI Sutedi Senoputra dilengkapi dengan empat tabung peluncur torpedo 406 mm.

Peluru kendali
Sistem pertahanan udaranya adalah dua peluncur rudal SA-N-5, rudal darat ke udara untuk pertahanan udara jarak-dekat terhadap pesawat sayap tetap , pesawat sayap putar dan terhadap rudal anti-kapal yang datang.

Anti kapal selam
Selain itu ia juga dilengkapi dengan 2 ranjau RBU-6000 ASW untuk peranan anti-kapal selam (ASW RL) dan juga mempunyai 2 rel para (Deep Charge).

Meriam
Meriam utama dipasang pada dek depan, adalah meriam kembar 57mm/70 caliber DP tipe AK-257. Kapal ini juga dilengkapi dengan satu senapan 30mm/65 AK-230 kembar serbaguna.

Peralatan eletronik dan umpan
Radar kapal ini adalah MR-302/Strut Curve bisa digunakan untuk pencarian sasaran di permukaan dan di udara yang dipadukan dengan sistem kontrol tembakan MR-123 Vympel/Muff Cob. Kedua alat itu bekerja secara bersamaan dalam men-scan area diudara maupun dipermukaan. Kapal anti-kapal selam (ASW) ini juga dilengkapi dengan sonar aktif berfrekuensi sederhana di badan kapal dari jenis MG-322T.

Umpan
PK-16 decol RL yang bisa diluncurkan dalam mode ganggu (distraction) atau menarik (seduction) untuk mengelabui rudal musuh. Selain itu ia juga mempunyai sistem pemantau Watch Dog intercept.

Tenaga penggerak
Kapal ini mempunyai tiga mesin disel yang dihubungkan dengan tiga gandar bagi menghasilkan tenaga sebesar 14,250 bhp, dengan kecepatan maksimum 24 knot.

Pembuat: Peenewerft, Wolgast, Jerman[1]
Mulai dibuat:
Diluncurkan: 9 Oktober 1979[1]
Ditugaskan: 19 September 1994[1]
Nama sebelumnya: Parchim (242) dari Jerman
Status: Aktif bertugas sejak 1994
Pelabuhan daftar: Armada Timur TNI-AL

Karakteristik umum
Massa: 793 ton standar
908 ton beban penuh[1]
Panjang: 75,2 m (246,7 ft)
Lebar: 9,78 m (32,1 ft)
Draft: 2,65 m (8,7 ft)
Tenaga penggerak: 3 x Type M-504A-3 diesels, 14.250 hp[1]
Kecepatan: 24,7 knot
Jarak tempuh: 1.200 nm pada 20 knot
2.200 nm pada 14 knot[1]
Awak kapal: 60 orang[1]
Sensor dan Radar: Radar MR-302/Strut Curve
Radar kontrol tembakan MR-123 Vympel/Muff Cob
Persenjataan elektronik dan umpan: Sonar MG-322T
Decoy PK-16 decol RL
Persenjataan: 2 x SA-N-5 SAM
2 x 57 mm gun (1x2)
2x30mm gun (1x2) atau 1 x AK-630
2 x RBU-6000-peluncur roket anti kapal selam
4 x 400 mm tabung torpedo
60 x ranjau






william99
KRI Welang


KRI Welang (808) merupakan kapal kedua dari kapal perang jenis Kapal Cepat kelas Boa milik TNI AL. Dinamai menurut nama ular, Welang.

KRI Welang merupakan kapal PC 36M, sebuah produk Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (fasharkan) TNI AL, Mentigi. Diluncurkan pada tahun 2004. Kapal ini bertugas sebagai armada patroli cepat yang beroperasi laut dangkal, dan sebagai kapal perang terbatas anti kapal permukaan. Dibuatnya kapal ini merupakan jawaban atas semakin menurunnya tingkat kesiapan kapal-kapal perang besar TNI AL akibat embargo dan kurangnya anggaran pertahanan sedangkan tingkat perompakan, illegal logging, pencurian ikan dan kejahatan perairan lainnya semakin meningkat.

Termasuk dalam kelas Boa bersama dengan KRI Welang antara lain KRI Boa (807), KRI Suluh Pari (809) dan KRI Katon (810).

Data Teknis
KRI Welang memiliki berat 90 ton. Dengan dimensi 36 meter x 7 meter. Ditenagai oleh 3 mesin MAN 1100HP D2842 LE 410 yang sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 33,8 knot. Diawaki oleh maksimal 20 pelaut. Kapal ini dibuat dari bahanfiberglass.

Persenjataan
Sebagai bagian dari armada patroli KRI Welang dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan untuk meronda wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :

1 kanon Oerlikon 20/70 kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 250-320 rpm, jangkauan 4,3 Km untuk target udara dan permukaan terbatas.
1-2 senapan mesin kaliber 12,7mm

william99
KRI DR Soeharso


KRI DR Soeharso (990) (sebelumnya bernama KRI Tanjung Dalpele (972)) adalah kapal jenis Bantu Rumah Sakit (BRS). Awalnya kapal ini berfungsi sebagai Bantu Angkut Personel (BAP) bernama KRI Tanjung Dalpele (972), karena perubahan fungsi maka pada tanggal 17 September 2008 di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, dikukuhkan oleh KASAL saat itu Laksamana TNI Slamet Soebijanto.[1]

Sejarah
Pada saat bernama KRI Tanjung Dalpele (972), kapal ini adalah kapal serba guna yang berfungsi sebagai kapal bantu angkut personel (BAP), kapal bantu rumah sakit (BRS) serta dapat mendaratkan dua heli jenis Super Puma.

Kapal ini diklasifikasikan sebagai kapal LPD (Landing Platform Dock). Nama Dalpele diambil dari sebuah tanjung yang terletak di pulau paling timur gugusan pulau di Provinsi Papua. Nama tanjung tersebut diabadikan sebagai nama KRI karena di tempat itu para sukarelawan yang terdiri atas putra-putri terbaik Indonesia rela mengorbankan jiwa ketika berlangsungnya operasi Komando Trikora untuk membebaskan Irian Barat. Kapal produksi Daesun Shipbuilding and Eng.Co.Ltd Pusan Korea Selatan ini tiba di Indonesia 21 September 2003.

Desain
Kapal ini berbobot 11.394 ton kosong dan 16.000 ton berisi penuh. Kapal sepanjang 122 meter, lebar 22 m, dan draft 6,7 m ini mempunyai geladak yang panjang dan luas sehingga mampu mengoperasikan dua buah helikopter sekelas Super puma sekaligus.

Kapal ini juga dilengkapi sebuah hanggar untuk menampung helikopter satu lagi dan juga melakukan perawatan terhadap helikopter. Sebagai kapal rumah sakit, telah disediakan 1 ruang UGD, 3 ruang bedah, 6 ruang poliklinik, 14 ruang P-jang Klinik dan 2 ruang perawatan dengan kapasitas masing-masing 20 tempat tidur.

Kapal ini memiliki 75 anak buah kapal (ABK), 65 staf medis dan mampu menampung 40 pasien rawat inap. Jika dalam keadaan darurat, KRI DR Soeharso juga dapat menampung 400 pasukan dan 3000 penumpang.

Dalam fungsinya sebagai kapal angkut, kapal ini mampu mengangkut 14 truk/tank dengan bobot per truk/tank 8 ton, 3 helikopter tipe Super Puma, 2 Landing Craft Unit (LCU) tipe 23 M dan 1 hovercraft.

Persenjataan, kapal ini dilengkapi senjata Meriam Bofors SAK 40 mm L/70 1 pucuk, 2 pucuk Kanon Penangkis Serangan Udara (PSU) Rheinmetall 20mm, dan 2 buah senapan Mesin 12,7 mm.

Tenaga penggeraknya adalah mesin diesel.

Komandan kapal
Letkol Laut (P) Prasetyo (2003-2007)
Letkol Laut (P) Purwanto (2007 - sekarang)
william99
KRI Kapittan Pattimura


KRI Kapitan Patimura (371) merupakan kapal perang Indonesia dari jenis korvet. Kapal ini termasuk kapal korvet kelas Parchim dengan kode Pakta warsawa Type 133.1. Kapal ini didesain untuk perang anti kapal selam diperairan dangkal / pantai. Enambelas kapal dibuat untuk Volksmarine (1997-1981) dan 12 kapal yang dimodifikasi dibuat untuk AL Soviet pada 1985-1990 oleh Peenewerft, Wolgast. Setelah Penyatuan kembali Jerman , Bekas negara Jerman timur menjual kapal-kapal ini ke TNI AL Indonesia pada 1993. Kapal korvet ini pernah digunakan sebelumnya oleh tentara Angkatan Laut Jerman Barat. Kapasitas kapal ini bisa menampung sebesar 20 hingga 59 orang anak buah kapal.

Dimensi kapal KRI Kapitan Patimura berukuran 75.2meter x 9.78meter x 2.65 meter/ (246.7 x 32.1 x 8.7 kaki). Berat muatan penuh sekitar 900 ton.

Senjata
Torpedo
KRI Kapitan Patimura dilengkapi dengan empat tabung peluncur torpedo 15.7 inci.

Peluru kendali
Sistem pertahanan udaranya adalah dua peluncur [[rudal] SA-N-5, rudal darat ke udara untuk pertahanan udara jarak-dekat terhadap pesawat sayap tetap , pesawat sayap putar dan terhadap rudal anti-kapal yang datang. Selain itu, ada pula tambahan 2 unit peluru kendali anti pesawat QinWei-8 buatan China yang dipasang dihaluan dan buritan kapal

Anti kapal selam
Selain itu ia juga dilengkapi dengan 2 RBU-6000 untuk peranan anti-kapal selam (ASW RL) dan juga mempunyai 2 para (Deep Charge).

Meriam
Meriam utama kapal perang KRI Kapitan Patimura yang dipasang pada dek depan, adalah meriam kembar 57mm/70 caliber DP. Kapal ini juga dilengkapi dengan satu senapan 30 mm kembar serbaguna.

Decoy
PK-16 decol RL yang bisa diluncurkan dalam mode ganggu (distraction) atau menarik (seduction) untuk mengelabui rudal musuh. Selain itu ia juga mempunyai sistem pemantau Watch Dog intercept.

Radar dan Sonar
Radar kapal ini adalah MR-302/Strut Curve bisa digunakan untuk pencarian sasaran di permukaan dan di udara yang dipadukan dengan sistem kontrol tembakan MR-123 Vympel/Muff Cob. Kedua alat itu bekerja secara bersamaan dalam men-scan area diudara maupun dipermukaan. Kapal anti-kapal selam (ASW) ini juga dilengkapi dengan sonar aktif berfrekuensi sederhana di badan kapal dari jenis MG-322T.

Tenaga penggerak
Kapal ini mempunyai tiga mesin disel yang dihubungkan dengan tiga gandar bagi menghasilkan tenaga sebesar 14,250 bhp, dengan kecepatan beroperasi 24 nm.

Karakteristik umum
Massa: 793 ton standar
854 ton beban penuh
Panjang: 75,2 m (246,7 ft)
Lebar: 9,78 m (32,1 ft)
Draft: 2,65 m (8,7 ft)
Tenaga penggerak: 3 shaft M504 Diesel, 14.250 hp
Kecepatan: 24,7 knot
Jarak tempuh: 2.100 nm pada 14 knot
Awak kapal: 62 orang
Sensor dan Radar: Radar MR-302/Strut Curve
Radar kontrol tembakan MR-123 Vympel/Muff Cob
Persenjataan elektronik dan umpan: Sonar MG-322T
Decoy PK-16 decol RL
Persenjataan: 2 x SA-N-5 SAM
2 x 57 mm gun (1x2)
2x30mm gun (1x2) atau 1 x AK-630
2 x RBU-6000-peluncur roket anti kapal selam
4 x 400 mm tabung torpedo
60 x ranjau







NoThinG™
update terus bro..menarik banget threadnya..mengangkat komoditas pertahanan RI terutama Angkatan Laut

kapal nya kebanyakan kok kapal 2nd ya....yang paling baru cuma KRI Diponegoro 365
Peace.gif
william99
KRI Tongkol


KRI Tongkol (813) merupakan kapal patroli TNI-AL. KRI Tongkol adalah kapal jenis FPB-57 generasi pertama rancangan Lurssen, Vegesack, Jerman. Pemesanan kapal ini disertai perjanjian untuk membuat kapal selanjutnya di PT. PAL, Surabaya. KRI Tongkol dioperasikan mulai 1993. Kapal-kapal dalam kelas kakap ini adalah KRI Kakap, KRI Kerapu, KRI Tongkol, dan KRI Barakuda.

Kapal yang mempunyai 49 awak kapal ini mempunyai ukuran 58.1 m x 7.62 m x 2.73 m (190.6 kaki x 25 kaki x 9 kaki). Kecepatan maksimum 28.1 knot dan berbobot penuh 425 ton.

Senjata
Meriam utama kapal perang KRI Tongkol ini adalah meriam tunggal 40 mm serta dua senapan mesin 7.62 mm. KRI Kakap juga mempunyai sistem DR200S bagi pertahanan terhadap peluru kendali.

Fasilitas Penerbangan
KRI Tongkol dilengkapi dengan dek penerbangan dan hangar di bagian belakang untuk helikopter sekelas NBO-105. Kapal ini juga dilengkapi dengan radar.

Tenaga Penggerak
Kapal KRI Tongkol mempunyai dua mesin diesel yang menghasilkan 8,260 bhp secara bersamaan dan dengan dibantu dua buah "shaft", kapal ini mampu melaju sampai kecepatan 28.1 mil nautikal.


william99
KRI Mandau


KRI Mandau (621) merupakan kapal perang patroli utama Indonesia dari jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) dan merupakan kapal pertama dari kapal kelas Mandau. Kapal ini dibuat di Galangan kapal Tacoma SY, Masan, Korea Selatan pada tahun 1979. Kapal lain dalam kelas yang sama adalah KRI Mandau (621), KRI Rencong (622), KRI Badik (623), dan KRI Keris (624).

Sejarah
Pembuatan
Kapal ini dibuat di Galangan kapal Tacoma SY, Masan, Korea Selatan pada tahun 1979. Didesain untuk melakukan patroli cepat di perairan Indonesia.

Nama
Nama Mandau, diambil dari nama senjata khas Dayak di Kalimantan, begitu pula nama-nama kapal di kelas ini, diambil dari nama senjata khas suku-suku yang berada di Indonesia.

Persenjataan
Torpedo
Kapal ini tidak dilengkapi dengan torpedo dan persenjataan anti-kapal selam lainnya.

Peluru kendali
Awalnya KRI Mandau menggunakan Rudal Aerospatiale MM-38 Exocet sebanyak 4 pucuk (2 x 2), yang memiliki jangkauan maksimum 42 km (23 mil laut) dengan kecepatan 0,9 mach, berhulu ledak 165 kg, berpemandu active radar homing, bersifat jelajah inersia, sea-skimmer. Sejak ada kerja sama alih teknologi dengan China Exocet maka mulai diganti dengan rudal C-802 buatan SACCADE.[1]

Meriam
Meriam Bofors 57 mm/70 : 1 pucuk, kecepatan tembakan 200 rpm, berjangkauan maksimum 17 km (9,3 mil laut) dengan berat amunisi 2,4 kg, anti kapal, pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal, berpemandu tembakan Signaal WM28.
Meriam Bofors 40 mm/70: 1 pucuk, kecepatan tembakan 300 rpm, dengan jangkauan maksimum 12 km (6,6 mil laut) dengan berat amunisi 0,96 kg, anti kapal, pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal.
Kanon Penangkis Serangan Udara (PSU) Rheinmetall 20 mm: 2 pucuk, kecepatan tembakan 1000 rpm, dengan jangkauan efektif 2 km dengan berat amunisi 0,24 kg, anti pesawat udara, helikopter.[1]

william99
KRI Todak


KRI Todak (803) merupakan kapal pertama dari kapal perang jenis kapal cepat kelas Todak milik TNI AL. Dinamai menurut nama ikan Todak.

KRI Todak merupakan kapal pertama dalam seri FPB57 Nav V yang di rancang dan dibangun sepenuhnya oleh PT. PAL, Surabaya untuk TNI Angkatan Laut. Seri ini merupakan pengembangan dari seri sebelumnya. KRI Todak masuk ke jajaran armada Angkatan Laut pada tahun 2000.

Bertugas sebagai armada patroli cepat yang beroperasi laut dangkal, dan sebagai kapal perang anti kapal permukaan.

Termasuk dalam kelas Todak antara lain KRI Hiu (804) dan KRI Layang (805) dan KRI Lemadang (806),

Data Teknis
KRI Todak memiliki berat 447 ton. Dengan dimensi 58,10 meter x 7,62 meter x 2,85 meter. Ditenagai oleh 2 mesin diesel, 2 shaft menghasilkan 8,850 shp yang sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 27 knot. Diawaki oleh maksimal 53 pelaut.

Persenjataan
KRI Todak dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan untuk mengawal wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :

Dalam waktu dekat akan dipersenjatai 2 rudal permukaan-ke-permukaan C 802 buatan Tiongkok dengan jangkauan maksimal sekitar 130 Km
1 Meriam Bofors SAK 57/70 berkaliber 57mm dengan kecepatan tembakan 200 rpm, jangkauan 17 Km untuk target permukaan dan udara dengan pemandu tembakan Signal LIROD Mk. 2.
1 Meriam Bofors SAK 40/70 berkaliber 40mm dengan kecepatan tembakan 300 rpm, jangkauan 12 Km untuk target permukaan dan udara.
2 kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 1000 rpm, jangkauan 2 KM untuk target udara.

Sensor dan elektronis
KRI Todak diperlengkapi perangkat perang elektronik DR-3000 intercept dan peluncur Dagie decoy RL untuk pengecoh rudal musuh.

Karakteristik umum
Massa: 454 ton
Panjang: 58,10 metres (190,62 ft)
Lebar: 7,62 metres (25 ft)
Draft: 2,85 metres (9,35 ft)
Tenaga penggerak: 2 shaft, 8.850 shp
Kecepatan: 27 knot
Awak kapal: 53 orang


william99
KRI Hiu


KRI Hiu (804) merupakan kapal kedua dari kapal perang jenis kapal cepat kelas Todak milik TNI AL. Dinamai menurut ikan Hiu, penguasa lautan.

KRI Hiu merupakan kapal kedua dalam seri FPB57 Nav V yang di rancang dan dibangun sepenuhnya oleh PT. PAL, Surabaya untuk TNI Angkatan Laut. KRI Hiu masuk ke jajaran armada Angkatan Laut pada tahun 2000.

Bertugas sebagai armada patroli cepat yang beroperasi laut dangkal, dan sebagai kapal perang anti kapal permukaan.

Termasuk dalam kelas Todak bersama KRI Hiu antara lain KRI Todak (803), KRI Layang (805) dan KRI Lemadang (806).

Data Teknis
KRI Hiu memiliki berat 447 ton. Dengan dimensi 58,10 meter x 7,62 meter x 2,85 meter. Ditenagai oleh 2 mesin diesel, 2 shaft menghasilkan 8,850 shp yang sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 27 knot. Diawaki oleh maksimal 53 pelaut.

Persenjataan
KRI Hiu dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan untuk mengawal wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :

Dalam waktu dekat akan dipersenjatai 2 rudal permukaan-ke-permukaan C 802 buatan Tiongkok dengan jangkauan maksimal sekitar 130 Km
1 Meriam Bofors SAK 57/70 berkaliber 57mm dengan kecepatan tembakan 200 rpm, jangkauan 17 Km untuk target permukaan dan udara dengan pemandu tembakan Signal LIROD Mk. 2.
1 Meriam Bofors SAK 40/70 berkaliber 40mm dengan kecepatan tembakan 300 rpm, jangkauan 12 Km untuk target permukaan dan udara.
2 kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 1000 rpm, jangkauan 2 KM untuk target udara.

Sensor dan elektronis
KRI Hiu diperlengkapi perangkat perang elektronik DR-3000 intercept dan peluncur Dagie decoy RL untuk pengecoh rudal musuh
william99
KRI Fatahillah 361


361 Fatahillah 1979 Wilton-Fijenoord, Schiedam

Persenjataan :

Rudal Permukaan-ke-Permukaan Aerospatiale MM-38 Exocet : 4 pucuk (2 x 2).
Jangkauan maksimum 42 km (23 mil laut) dengan kecepatan 0,9 mach, berhulu ledak 165 kg,
berpemandu active radar homing, bersifat jelajah inersia, sea-skimmer.
Meriam Bofors 4,7 inci (120 mm)/46 : 1 pucuk, kecepatan tembakan 80 rpm,
berjangkauan maksimum 18,5 km (10 mil laut) dengan berat amunisi 21 kg,
dengan pemandu tembakan Signaal WM28,
anti kapal, pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal.

Meriam Bofors 40 mm/70 : 1 pucuk di Fatahillah dan Malahayati, 2 pucuk di Nala, kecepatan tembakan 300 rpm,
dengan jangkauan maksimum 12 km (6,6 mil laut) dengan berat amunisi 0,96 kg,
anti kapal, pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal.

Kanon Penangkis Serangan Udara (PSU) Rheinmetall 20 mm : 2 pucuk, kecepatan tembakan 1000 rpm,
dengan jangkauan efektif 2 km dengan berat amunisi 0,24 kg,
anti pesawat udara, helikopter.

Torpedo Honeywell Mk 46 : 12 pucuk, berpeluncur tabung Mk 32 (324 mm),
jangkauan tembak 11 km (5,9 mil laut) dengan kecepatan 40 knots dan hulu ledak 44 kg, berkemampuan anti kapal selam.
(Tidak terpasang di Nala)

Mortir Anti Kapal Selam Bofors 375 mm laras ganda : 1 pucuk,
Erika berjarak 1.600 m, Nelli berjarak 3.600 m

Aviasi :1 helikopter Westland Wasp HAS 1 (di Nala)

william99
Korvet Kelas SIGMA


Di bangun di PT. PAL tahun 2007
Persenjataan :

Rudal Permukaan-ke-Permukaan Aerospatiale MM-40 Blok 2 Exocet : 8 pucuk (2 x 4).
Jangkauan maksimum 70 km (40 mil laut) dengan kecepatan 0,9 mach, berhulu ledak 165 kg,
berpemandu active radar homing, bersifat jelajah inersia, sea-skimmer.
Rudal Permukaan-ke-Udara Mistral : 2 peluncur Tetral empat laras (total 8 pucuk rudal).
Jangkauan efektif 4 km (2,2 mil laut) dengan hulu ledak 3 kg,
berkemampuan anti pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal,
berpemandu infra merah.
Meriam OTO-Melara 3 inci (76 mm)/62 Super Rapid : 1 pucuk, kecepatan tembakan 120 rpm, berat amunisi 6 kg,
dengan jangkauan maksimum 16 km (8,7 mil laut) untuk target di permukaan,
dan 12 km (6,6 mil laut) untuk target di udara, berkemampuan anti kapal,
anti pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal.
Tembakan dipandu secara otomatis oleh pemandu tembakan Signaal LIROD Mk.2.
Kanon Penangkis Serangan Udara (PSU) GIAT 15A / 15B 20 mm : 2 pucuk, kecepatan tembakan 740-800 rpm,
dengan jangkauan maksimum 10 km / jangkauan efektif 2 km, dengan berat amunisi 0,1 kg,
anti pesawat udara, helikopter.

Torpedo Honeywell Mk 46 : 12 pucuk, berpeluncur tabung Mk 32 (324 mm),
jangkauan tembak 11 km (5,9 mil laut) dengan kecepatan 40 knots dan hulu ledak 44 kg, berkemampuan anti kapal selam.

Aviasi :1 helikopter (tipenya masih belum diketahui)



william99
KRI Silas Papare 386


386 Silas Papare Tahun buat :1984/96 Buataan: VEB Peenewerft, Wolgast

Persenjataan :

Rudal Permukaan-ke-Udara SA-N-5 Grail : 2 peluncur Fasta 4M 4 laras (total 8 pucuk rudal).
Jangkauan maksimum 4 km (2,2 mil laut) dengan hulu ledak 1,15 kg,
berkemampuan anti pesawat udara, helikopter,
berpemandu infra merah.
Meriam AK-725 57 mm/80 : 1 pucuk laras ganda, kecepatan tembakan 120 rpm,
berjangkauan maksimum 6 km (3,2 mil laut) dengan berat amunisi 2,8 kg,
dengan pemandu tembakan Muff Cob,
anti kapal, pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal.
(bukan AK-257 seperti yang tertulis di Angkasa maupun Commando)
Meriam AK-230 30 mm: 1 pucuk laras ganda, kecepatan tembakan 500 rpm,
dengan jangkauan maksimum 5 km (2,7 mil laut) dengan berat amunisi 0,54 kg,
anti kapal (terbatas), pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal.

Torpedo Honeywell Mk 46 : 12 pucuk, berpeluncur tabung Mk 32 (324 mm),
jangkauan tembak 11 km (5,9 mil laut) dengan kecepatan 40 knots dan hulu ledak 44 kg, berkemampuan anti kapal selam.
(menggantikan torpedo SET-40UE 400 mm)

Roket Anti Kapal Selam RBU-6000 : 2 pucuk laras dua belas (total 24 roket),
berjarak maksimum 6 km, berhulu ledak 31 kg
william99
KRI Boa 807


807 Boa 2004 Fasharkan TNI AL Mentigi

Persenjataan :

Kanon Oerlikon 20 mm/70 : 1 pucuk, kecepatan tembakan 250-320 rpm,
dengan jangkauan maksimum 4,3 km dengan berat amunisi 0,1 kg,
anti kapal (terbatas), pesawat udara, helikopter.

Senapan Mesin 12,7 mm: 1-2 pucuk





william99
KRI Sanca


KRI Sanca - 815, diapit sejumlah kapal cepat kelas Boa


815 Sanca 2005 Fasharkan TNI AL Manokwari

Persenjataan :

Senapan Mesin 12,7 mm: 2-3 pucuk
william99
Kapal Bantu Angkut Personel Kelas Tanjung Dalpele

KRI Tanjung Dalpele - 972


Nama Tahun Dibangun Dibangun di
972 Tanjung Dalpele 2003 Daesun SY, Busan

Persenjataan :

Meriam Bofors SAK 40 mm/70 : 1 pucuk, kecepatan tembakan 240 rpm,
dengan jangkauan maksimum 12,6 km (6,8 mil laut) dengan berat amunisi 0,96 kg,
anti kapal, pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal.

Kanon Penangkis Serangan Udara (PSU) Rheinmetall 20 mm : 2 pucuk, kecepatan tembakan 1000 rpm,
dengan jangkauan efektif 2 km dengan hulu ledak 0,24 kg,
anti pesawat udara, helikopter.

Senapan Mesin 12,7 mm: 2 pucuk.

Angkutan :14 truk/tank dengan bobot per truk/tank 8 ton; 2 LCU; 400 prajurit pendarat

Aviasi :2 helikopter NAS-332 Super Puma

william99
Kapal Penyapu Ranjau Kelas Pulau Rengat

KRI Pulau Rupat - 712


Pulau Rupat tahun buatan: 1988 van der Giessen-de Noord, Alblasserdam

Persenjataan :

Kanon Penangkis Serangan Udara (PSU) Rheinmetall 20 mm : 2 pucuk, kecepatan tembakan 1000 rpm,
dengan jangkauan efektif 2 km dengan hulu ledak 0,24 kg,
anti pesawat udara, helikopter.

Penyapu Ranjau :

Rantai Penyapu Ranjau Mekanik OD3 Oropesa

Penyapu Ranjau Magnetik Fiskars F-82

Penyapu Ranjau Akustik SA Marine AS 203

Sistem Pemburu Ranjau Ibis V

Sistem Disposal Ranjau PAP 104 Mk 4 2 buah
william99
Kapal Pendarat

KRI Teluk Amboina - 503


Teluk Amboina Tahun buatan:1961 dibangun di: Sasebo, Japan

Persenjataan :

Kanon 37 mm Model 1939: 3 pucuk laras ganda

Angkutan :2,100 ton; 4 LCVP; 212 prajurit pendarat


KRI Teluk Gilimanuk - 531


KRI Teluk Sibolga - 536


KRI Teluk Manado - 537


KRI Teluk Hading - 538
http://andromeda.bluefameupload.com/img/14...7d8/ind_538.jpg

KRI Teluk Parigi - 539


KRI Teluk Lampung - 540


Teluk Gilimanuk 531 1976/1994 VEB Peenewerft, Wolgast
Teluk Sibolga 536 1977/1993 VEB Peenewerft, Wolgast
Teluk Manado 537 1977/1995 VEB Peenewerft, Wolgast
Teluk Hading 538 1978/1994 VEB Peenewerft, Wolgast
Teluk Parigi 539 1978/1995 VEB Peenewerft, Wolgast
Teluk Lampung 540 1979/1994 VEB Peenewerft, Wolgast

Persenjataan :

Meriam Bofors 40 mm/60 : 1 pucuk, kecepatan tembakan 120-160 rpm,
dengan jangkauan maksimum 10 km dengan berat amunisi 0,9 kg,
anti kapal (terbatas), pesawat udara, helikopter.

Kanon 37 mm Model 1939: 2 pucuk laras ganda

Kanon 25 mm : 2 pucuk laras ganda

Angkutan :600 ton





william99
KAPAL SELAM

KRI Nanggala - 402


Nanggala 1981 Howaldtswerke, Kiel

Persenjataan :

Torpedo AEG SUT Mod 0 : 14 pucuk, berpeluncur 8 tabung 21 inci (533 mm),
jangkauan tembak 28 km (15 mil laut) pada kecepatan 23 knots,
atau 12 km (6,5 mil laut) pada kecepatan 35 knots, berhulu ledak 250 kg,
berkemampuan anti kapal selam dan anti kapal permukaan (dual purpose).
gundulmringis
kalo melohat ini semua ada perasaan bangga dan trenyuh juga ya..
bangga karena semua kapal walaupun usianya udah diatas 20 tahun .. tapi masih dalam kondisi bagus dan laik perang ..
trenyuh ... kalau melihat bahwa pal atau bahkan tni - al mampu produksi sendiri, tapi kenapa harus beli dari luar negeri ya ? okelah kalau untuk yang kelas berat.. atau butuh technologi yang spesial.. tapi kan abis itu bisa aja di jiplak ? yang beda beda dikit nda papa kalau njiplak plek persis ndak boleh....
bozan
QUOTE
kalo melohat ini semua ada perasaan bangga dan trenyuh juga ya..
bangga karena semua kapal walaupun usianya udah diatas 20 tahun .. tapi masih dalam kondisi bagus dan laik perang ..
trenyuh ... kalau melihat bahwa pal atau bahkan tni - al mampu produksi sendiri, tapi kenapa harus beli dari luar negeri ya ? okelah kalau untuk yang kelas berat.. atau butuh technologi yang spesial.. tapi kan abis itu bisa aja di jiplak ? yang beda beda dikit nda papa kalau njiplak plek persis ndak boleh....


setuju bro BigGrin.gif , tapi ya begitulah ekonomi kapitalis ---> kita engga akan bisa apa2 jangankan mau jiplak, teknologi aja jadi rahasia mereka..

satu2 cara adalah melakukan penelitian dan mengembangkan sendiri...

makasih bro @william udah posting update-nya ---> sip bro Peace.gif
kolocokro
KRI Ahmad Yani (351) merupakan kapal pertama dari kapal perang kelas Perusak Kawal Berpeluru Kendali Kelas Ahmad Yani milik TNI AL. Dinamai menurut Jendral Ahmad Yani, salah seorang Pahlawan Revolusi.

KRI Ahmad Yani merupakan kapal fregat bekas pakai AL Belanda (HMNLS Van Speijk F804) yang kemudian dibeli oleh Indonesia. Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli. Dibangun tahun 1967 oleh Koninklijke Maatschappij de Schelde, Vlissingen, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI Angkatan Laut pada tahun 1977-1980. Termasuk diantaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Surface to Air Missile) ) Mistral menggantikan Sea Cat.

Bertugas sebagai armada patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.

KRI Yos Sudarso milik TNI AL dibuat pada tahun 1960-an. Kapal itu terbakar saat dilakukan pergantian mesin untuk penambahan daya (repowering) di Galangan Dua, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/7/2007).
william99
KRI Hasannudin 366




KRI Hasanuddin dengan nomor lambung 366 merupakan kapal kedua dari kapal perang jenis Perusak Kawal Berpeluru Kendali kelas SIGMA milik TNI AL. Nama KRI Hasanuddin diambil dari nama Sultan Hasanuddin, Raja Gowa XVI.

KRI Hasanuddin merupakan sebuah korvet modern yang dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda yang mulai pada tahun 2005 khusus untuk TNI-AL. KRI Hasanuddin akan bertugas sebagai kapal patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.

Kapal kelas SIGMA ini mulai dikerjakan pada Oktober 2004, dan akan siap tugas pada tahun 2007.

Sistem desain
SIGMA dirancang utnuk menerima sistem modul di berbagai area, hal ini menyebabkan kapal ini mempunyai keluwesan yang tinggi dalam pengaturannya dengan biaya yang rendah. Korvet ini dilengkapi dengan perlengkapan komunikasi dan pertempuran yang lengkap di dalam ruang yang luas untuk menampung akomodasi 80 orang, sebuah dek helikopter dan propulsi diesel propeler ganda.Kemampuan propulsi dan keseimbangan yang tinggi dari kapal ini (dilengkapi dengan gulungan penyetabil pasif) membuatnya cocok untuk operasi pencarian dan patroli di perairan teritorial indonesia. Fungsi dasar dari kapal ini adalah Patroli maritim Zona Ekonomi Ekslusif (EEZ), Penggetar, Pencarian dan penyelamatan (SAR) dan anti kapal selam. Dek helikopter mampu menampung sebuah helikopter dengan berat maksimum 5 ton dilengkapi dengan fasilitas lashing point dan sistem pengisian BBM .Operasi helikopter mampu dilakukan pada malam hari maupun siang hari.Kapal ini dibuat menurut Lloyds Register Class untuk unrestricted service dan distujui oleh prinsipal kelautan yang bonafid.

Tenaga penggerak
Kapal kelas sigma ini dilengkapi dua buah mesin diesel V28-33D STC (sequintial turbo charging) diproduksi oleh MAN Diesel (Jerman) berkonfigurasi V 20 silinder. Mesin berkekuatan 8900 kW ini masing-masing menggerakan sebuah baling-baling yang bisa diatur kemiringan bilahnya melalui sebuah gir pengurang putaran satu tingkat. Mesin berbobot 46 ton ini berukuran panjang x lebar x tinggi = 7330 x 2100 x 3180 mm

Persenjataan
Sebagai bagian dari armada patroli KRI Hasanuddin dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan untuk meronda wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :

Peluru kendali darat ke udara: MBDA Mistral dalam peluncur Tetral laras 4, Jangkauan efektif 6 km
Peluru kendali anti kapal: MBDA Excocet MM40 block 2, Jangkauan efektif 70 km
Kanon utama: Oto-Melara Super rapid kaliber 76 mm, kecepatan tembakan 120 rpm,jarak maksimum 16 km (Posisi A)
Kanon anti serangan udara: 2 x 20 mm DENEL Vector G12 (Posisi B)
Torpedo: 3A 244S Mode II/MU 90 dilengkapi dengan 2 peluncur torpedo B515

Sensor dan elektronis
Sistem Perang: Thales TACTICOS
Radar utama: MW08 3D multibeam surveillance radar
Radar senjata: LIROD Mk2 tracking radar
Data Link: LINK Y Mk2 datalink system
Sonar: Thales Kingklip medium frequency active/passive ASW hull mounted sonar
Elektronik Komunikasi: Thales/Signaal FOCON
Sistem Pengecoh: TERMA SKWS
Platform integrasi utama: Imtech UniMACs 3000 Integrated Bridge System

Karir (ID)
Mulai dibuat: 24 Maret 2005
Diluncurkan: 16 September 2006
Ditugaskan: November 2007
Status: Masih bertugas
Karakteristik umum
Berat benanam: 1.700 Ton
Panjang: 90,71 metres (297,6 ft)
Lebar: 13,02 metres (42,72 ft)
Draft: 3,60 metres (11,81 ft)
Kecepatan: 28 knot
Awak kapal: 80 orang
william99
KRI Kasiepo 368 dan KRI Sultan Iskandar Muda 367


KRI Sultan Iskandar Muda 367
william99
KRI Sultan Iskandar Muda 367 di Belanda


william99
KRI Sultan Iskandar Muda 367


KRI Sultan Iskandar Muda (SIM-367) merupakan kapal Korvet ke-3 kelas Sigma yang dipesan oleh pemerintah Republik Indonesia dari total 4 kapal yang sudah disepakati untuk dibuat oleh pihak Schelde Naval Shipbuilding dari Negeri Belanda. 2 kapal pendahulunya yaitu KRI Diponegoro (DPN-365) dan KRI Hassanudin (HSN-366) telah lebih dahulu selesai dibangun dan sudah berada di Tanah Air untuk melaksanakan tugas pengamanan wilayah laut NKRI bersama KRI lain di jajaran TNI AL. Sedangkan 2 kapal terakhir yaitu KRI Sultan Iskandar Muda (SIM-367) sudah hampir selesai dibangun dan KRI Frans Kaisiepo (FKO-368 ) sudah dimulai pembuatannya oleh pihak yang sama pada tahun ini. Diharapkan pada tahun 2009 keempat kapal Korvet baru tersebut sudah mulai aktif menjalankan tugasnya di TNI AL oleh para ABK yang telah dilatih.

Dalam rangka persiapan pengambilan kapal KRI SIM-367, beberapa kru calon awak kapal telah tiba di negeri Belanda untuk melaksanakan tugas pelatihan dengan lama waktu yang bervariasi tergantung pada materi pelatihan yang diikuti. Tempat pelaksanaan pelatihanpun tidak berpusat di negeri Belanda, ada beberapa yang dilaksanakan di negara tempat pabrik peralatan yang melengkapi kapal Korvet tersebut seperti negara Perancis dan Italia. Namun pada akhirnya seluruh kru akan berkumpul di Belanda untuk membawa pulang kapal tersebut ke tanah air dengan lama waktu pelayaran sekitar 43 hari perjalanan dan singgah ke beberapa negara sahabat.

Keberadaan kapal korvet kelas Sigma rupanya juga menarik minat pemerintah negara Maroko untuk ikut memesan kapal sekelas ini guna memperkuat Angkatan lautnya. Pada bulan Februari 2008 telah ditandatangani kontrak atas 2 kapal Korvet kelas Sigma 9813 dan 1 kapal Korvet kelas Sigma 10145 yang merupakan versi modifikasi dari kelas Sigma yang sudah ada.

Spesifikasi dari Korvet Sigma yang dimiliki oleh TNI AL adalah sebagai berikut :

(sumber: Wikipedia)

General characteristics
Type: SCHELDE NAVAL PATROL 9113 Corvette
Displacement: 1692 tons
Length: 90.71 meters
Beam: 13.02 meters
Draught: 3.6 meters
Propulsion: 2 x SEMT Pielstick 20PA6B STC CODAD rated at 8910 kW each driving a lightweight Geislinger[1] coupling combination BE 72/20/125N + BF 110/50/2H (steel - composite coupling combination)
4 x Caterpillar 3406C TA generator rated at 350 kW each
1 x Caterpillar 3304B emergency generator rated at 105 kW
2 x shaft with Rolls Royce Kamewa 5 bladed CP propeller

2 x Renk ASL94 single step reduction gear[2] with passive roll stabilization

Speed: Maximum: 28 knots
Cruising: 18 knots

Economy: 14 knots

Range: At cruising speed of 18 knots: 3600 Nm

At economy speed of 14 knots: 4800 Nm

Complement: 20, up to 80
Sensors and
processing systems: Combat System: Thales TACTICOS[3] with 4 x Multifunction Operator Console Mk 3 2H
Search radar: MW08 3D multibeam surveillance radar
IFF: Thales TSB 2525 Mk XA (integrated with MW08 )
Navigation radar: Sperry Marine BridgeMasterE ARPA radar
Fire control radar: LIROD Mk 2 tracking radar
Data Link: LINK Y Mk 2 datalink system
Sonar: Thales UMS 4132 Kingklip medium frequency active/passive ASW hull mounted sonar
Internal Communications: Thales Communication’s Fibre Optical COmmunications Network or FOCON
Satellite Comms: Nera F series
Navigation System: Raytheon Anschutz integrated navigation (ECDIS,

Integrated Platform Management System: Imtech UniMACs 3000 Integrated Bridge System[4]

Electronic warfare
and decoys: ESM: Thales DR3000
ECM: Racal Scorpion 2L

Decoy: TERMA SKWS, DLT-12T 130mm decoy launchers, port, starboard

Armament: Anti-air missile: 2 x quad MBDA Mistral TETRAL, forward & aft Anti-surface missile: 4 x MBDA Exocet MM40 Block II
Guns: Oto Melara 76 mm (A position)
2 x 20 mm Denel Vektor G12 (Denel licensed copy of Giat M693/F2) (B position)

Torpedoes: EuroTorp 3A 244S Mode II/MU 90 in 2 x B515 launchers


the_Rock
wah keren2 kapalnya...
ternyata banyak pula kapal milik TNI-AL
tapi sayang ya sudah tua2...
semoga KRI sultan iskandar muda 367 sama KRI kasiepo 368 cepet2 sampai indonesia..
dan pemerintah trs menambah kapal2 perang tiap tahunnya...
william99
KRI Karel Satsuit Tubun (356)


KRI Karel Satsuit Tubun adalah Fregat kelas Ahmad Yani milik TNI Angkatan Laut. Dinamai menurut Karel Satsuit Tubun, salah seorang pahlawan nasional.

KRI Karel Satsuit Tubun merupakan kapal fregat eks-Angkatan Laut Belanda bernama HNLMS Isaac Sweers (F814) yang kemudian dibeli oleh Indonesia. Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli. Dibangun tahun 1967 oleh Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI Angkatan Laut pada tahun 1977-1980. Termasuk di antaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Sea to Air Missile) Mistral menggantikan Sea Cat.

Senjata
2x2 - Rudal Darat ke Udara -Sea Cat
1 Pucuk Meriam - OTO-Melara Compact Kaliber 76 mm ; kecepatan tembakan 85 peluru per menit
2x4 - Rudal anti Kapal perang RGM-84 Harpoon - berpemandu Active radar homming
4x - Torpedo Honeywell Mk 46 Kaliber 533 mm berkemampuan SUT (Surface & Underwater Target)
2x - Senapan Mesin Berat browning kaliber 12,7 mm

Perangkat elektronik
Radar
Radar kontrol tembakan
Sonar
Decoy

Pembuat: Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda
Mulai dibuat: 1967
Diluncurkan:
Nama sebelumnya: HNLMS Isaac Sweers (F814)
Status: Masih bertugas

Karakteristik umum
Berat benanam: 2.200 ton standar
2.850 ton beban penuh
Panjang: 113,4 m (372,05 ft)
Lebar: 12,5 m (41,01 ft)
Draught: 5,8 m (19,03 ft)
Tenaga penggerak: s shaft, geared steam turbines 2 boilers, 30.000 hp
Kecepatan: 28,5 knot
Jarak tempuh: 4.500 nm pada 18 knot
Awak kapal: 251 orang
Persenjataan: 2x2 - Rudal Darat ke Udara -Sea Cat
1 Pucuk Meriam - OTO-Melara Compact Kaliber 76 mm ; kecepatan tembakan 85 peluru per menit
2x4 - Rudal anti Kapal perang RGM-84 Harpoon - berpemandu Active radar homming
4 x Torpedo Honeywell Mk 46 Kaliber 533 mm berkemampuan SUT (Surface & Underwater Target)
2 x Senapan Mesin Berat browning kaliber 12,7 mm
william99
KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355)


KRI Abdul Halim Perdana Kusuma (355) merupakan kapal kelima dari Fregat kelas Ahmad Yani milik TNI Angkatan Laut. Dinamai menurut Abdul Halim Perdana Kusuma, salah seorang pahlawan nasional yang namanya juga merupakan nama bandara dan Pangkalan Udara di Jakarta.

KRI Abdul Halim Perdana Kusuma merupakan kapal fregat eks-Angkatan Laut Belanda bernama HNLMS Evertsen (F815) yang kemudian dibeli oleh Indonesia. Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli. Dibangun tahun 1967 oleh Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI Angkatan Laut pada tahun 1977-1980. Termasuk diantaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Sea to Air Missile) ) Mistral menggantikan Sea Cat.

Bertugas sebagai armada patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.

Pada tahun 2007, bersama dengan KRI Ahmad Yani (351), selesai menjalani pergantian mesin yang dijalaninya selama 2 tahun. Saat ini KRI Abdul Halim Perdanakusuma kembali memperkuat Komando Armada RI Kawasan Timur

Data Teknis
KRI Abdul Halim Perdana Kusuma memiliki berat 2,940 ton. Dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 meter x 4,57 meter. Ditenagai oleh turbin uap dengan 2 boiler, 2 shaft yang menghasilkan 30,000 shp sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 28,5 knot. Diawaki oleh maksimal 180 pelaut.

Persenjataan
KRI Abdul Halim Perdana Kusuma dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan modern untuk mengawal wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :

8 Peluru Kendali Permukaan-ke-permukaan McDonnel Douglas RGM-84 Harpoon dengan jangkauan maksimum 130 Km (70 mil laut), berkecepatan 0,9 mach, berpemandu active radar homing dengan hulu ledak seberat 227 Kg.
4 Peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral dalam peluncur Simbad laras ganda sebagai pertahanan anti serangan udara. Jangkauan efektif 4 Km (2,2 mil laut), berpemandu infra merah dengan hulu ledak 3 Kg. Berkemampuan anti pesawat udara, helikopter dan rudal.
1 Meriam OTO-Melara 76/62 compact berkaliber 76mm (3 inchi) dengan kecepatan tembakan 85 rpm, jangkauan 16 Km untuk target permukaan dan 12 Km untuk target udara.
2 Senapan mesin 12.7mm
12 Torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324mm, 3 tabung) dengan jangkauan 11 Km kecepatan 40 knot dan hulu ledak 44 kg. Berkemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan.

Sensor dan elektronis
KRI Abdul Halim Perdana Kusuma diperlengkapi radar LW-03 2-D air search, sonar CWE-610 dan PDE-700 (VDS). Juga diperlengkapi dengan kontrol penembakan (fire control) M-44 SAM control serta perangkat perang elektronik UA-8/9 intercept. Sebagai pertahanan diri mempunyai 2 peluncur decoy RL.

Penerbangan
Memiliki dek untuk 1 helikopter yang sebelumnya adalah Westland Wasp HAS 1 (kini pensiun) dengan fungsi sebagai heli anti kapal selam. Mungkin kini diganti dengan NBO-105 atau NAS 332L Super Puma

Pembuat: Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda
Mulai dibuat: 1967
Diluncurkan:
Nama sebelumnya: HNLMS Evertsen (F815)
Status: Masih bertugas

Karakteristik umum
Berat benanam: 2.200 ton standar
2.850 ton beban penuh
Panjang: 113,4 m (372,05 ft)
Lebar: 12,5 m (41,01 ft)
Draught: 5,8 m (19,03 ft)
Tenaga penggerak: s shaft, geared steam turbines 2 boilers, 30.000 hp
Kecepatan: 28,5 knot
Jarak tempuh: 4.500 nm pada 18 knot
Awak kapal: 251 orang
Persenjataan: 2x2 - Rudal Darat ke Udara -Sea Cat
1 Pucuk Meriam - OTO-Melara Compact Kaliber 76 mm ; kecepatan tembakan 85 peluru per menit
2x4 - Rudal anti Kapal perang RGM-84 Harpoon - berpemandu Active radar homming
4 x Torpedo Honeywell Mk 46 Kaliber 533 mm berkemampuan SUT (Surface & Underwater Target)
2 x Senapan Mesin Berat browning kaliber 12,7 mm

william99
KRI Yos Sudarso (353)


KRI Yos Sudarso (353) merupakan kapal ketiga dari kapal perang kelas Perusak Kawal Berpeluru Kendali Kelas Ahmad Yani milik TNI AL. Dinamai menurut Yos Sudarso, salah seorang pahlawan nasional yang gugur diatas KRI Macan Tutul dalam pertempuran laut Aru pada masa kampanye Trikora.

KRI Yos Sudarso merupakan kapal fregat bekas pakai AL Belanda (F803) yang kemudian dibeli oleh Indonesia. Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli. Dibangun tahun 1967 oleh Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI Angkatan Laut pada tahun 1977-1980. Termasuk diantaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Sea to Air Missile) ) Mistral menggantikan Sea Cat.

Bertugas sebagai armada patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.

Termasuk dalam kelas Ahmad Yani bersama KRI Yos Sudarso antara lain KRI Ahmad Yani (351), KRI Slamet Riyadi (352), KRI Oswald Siahaan (354) KRI Abdul Halim Perdana Kusuma (355) dan KRI Karel Satsuit Tubun (356).

Data Teknis
KRI Yos Sudarso memiliki berat 2,940 ton. Dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 meter x 4,57 meter. Ditenagai oleh turbin uap dengan 2 boiler, 2 shaft yang menghasilkan 30,000 shp sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 28,5 knot. Diawaki oleh maksimal 180 pelaut.

Persenjataan
KRI Yos Sudarso dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan modern untuk mengawal wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :

8 Peluru Kendali Permukaan-ke-permukaan McDonnel Douglas RGM-84 Harpoon dengan jangkauan maksimum 130 Km (70 mil laut), berkecepatan 0,9 mach, berpemandu active radar homing dengan hulu ledak seberat 227 Kg.
4 Peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral dalam peluncur Simbad laras ganda sebagai pertahanan anti serangan udara. Jangkauan efektif 4 Km (2,2 mil laut), berpemandu infra merah dengan hulu ledak 3 Kg. Berkemampuan anti pesawat udara, helikopter dan rudal.
1 Meriam OTO-Melara 76/62 compact berkaliber 76mm (3 inchi) dengan kecepatan tembakan 85 rpm, jangkauan 16 Km untuk target permukaan dan 12 Km untuk target udara.
2 Senapan mesin 12.7mm
12 Torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324mm, 3 tabung) dengan jangkauan 11 Km kecepatan 40 knot dan hulu ledak 44 kg. Berkemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan.

Sensor dan elektronis
KRI Yos Sudarso diperlengkapi radar LW-03 2-D air search, sonar PHS-32. Juga diperlengkapi dengan kontrol penembakan (fire control) M-44 SAM control serta perangkat perang elektronik UA-8/9 intercept. Sebagai pertahanan diri mempunyai 2 peluncur decoy RL.

Penerbangan
Memiliki dek untuk 1 helikopter yang sebelumnya adalah Westland Wasp HAS 1 (kini pensiun) dengan fungsi sebagai heli anti kapal selam. Mungkin kini diganti dengan NBO-105 atau NAS 332L Super Puma.

Operasi
Pada tanggal 10 hingga 11 Maret KRI Yos Sudarso 353 tergabung dalam satgas Aru Jaya melakukan operasi penghalauan terhadap kapal ferry Lusitania "si bedhes" Expresso yang bermaksud menuju Dilli, Timor timur tanpa ijin. Operasi berhasil dilakukan tanpa ada peluru yang ditembakkan.


william99
KRI Ki Hajar Dewantara (364)


KRI Ki Hajar Dewantara mencegat ferry Lusitania Expresso yang bersikeras menuju Dilli walau tidak mempunyai ijin

KRI Ki Hajar Dewantara (364) merupakan kapal perusak kawal berpeluru kendali. Kapal ini juga merupakan kapal perang latih bagi anggota TNI AL.

KRI Ki Hajar Dewantara merupakan bagian dari armada pemukul (striking force). Memiliki kemampuan jelajah dan persenjataan yang mumpuni bagi pengawalan dan perlindungan kawasa perairan Republik Indonesia.

KRI Ki Hajar Dewantara mengambil nama dari seorang pahlawan nasional yang juga merupakan Bapak Pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara.

Data Teknis
KRI Ki Hajar Dewantara memiliki berat 1,850 ton. Dengan dimensi 96,70 meter x 11,2 meter x 3,55 meter. Ditenagai oleh 2 mesin diesel jelajah, 2 shaft menghasilkan 7000 bhp dan 1 boost turbine dengan 22,300 shp. Sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 27 knot. Diawaki oleh 91 pelaut 14 instruktur dan 100 taruna.

Persenjataan
Sebagai bagian dari armada pemukul KRI Ki Hajar Dewantara dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan untuk menjaga wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :

4 rudal permukaan-ke-permukaan MM-38 Exocet buatan Perancis dengan jangkauan maksimal sekitar 42 Km dengan kecepatan 0,9 mach dan hulu ledak seberat 165 Kg dalam konfigurasi 2x2.
1 Meriam Bofors 57/70 berkaliber 57mm dengan kecepatan tembakan 200 rpm, jangkauan 17 Km untuk target permukaan dan udara dengan pemandu tembakan Signal WM28.
2 kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 1000 rpm, jangkauan 2 KM untuk target udara.
4 Torpedo AEG SUT, berpeluncur tabung 533mm, jangkauan 28 Km pada 23 knot atau 12 Km pada 35 knot dengan hulu ledak seberat 250 Kg.
Bom Laut/Mortir Anti Kapal Selam
Peluncur peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral.

Sebuah helikopter NBO-105 TNI AL


Sensor dan elektronis
Sonar menggunakan PHS-32 hull mounted MF, kontrol penembakan menggunakan WM-28 dan EW menggunakan SUSIE-1 intercept, 2 flare RL

Penerbangan

Sebuah helikopter NBO-105 TNI ALTerdapat dek untuk helikopter NBO-105. NBO-105 adalah helikopter buatan Industri Pesawat terbang Nusantara (IPTN) yang sekarang telah berganti nama menjadi PT. Dirgantara Indonesia. Helikopter ini berfungsi sebagai over horizon survelilance, anti kapal selam dan transportasi.

Operasi
Pada tanggal 10 hingga 11 Maret KRI Ki Hajar Dewantara 364 dengan komandannya pada waktu itu, Letkol (laut) Edi Suyadi tergabung dalam satgas Aru Jaya melakukan operasi penghalauan terhadap kapal ferry Lusitania "si bedhes" Expresso yang bermaksud menuju Dilli, Timor timur tanpa ijin. Operasi berhasil dilakukan tanpa ada peluru yang ditembakkan.

Pada tanggal 15-28 Agustus 2002 dalam latihan Dalla-2002, KRI Ki Hajar Dewantara melakukan penembakan peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral.


william99
KRI Malahayati (362)


KRI Malahayati (362) merupakan kapal kedua dari kapal perang jenis Perusak Kawal Berpeluru Kendali kelas Fatahillah milik TNI AL. Dinamai menurut Malahayati, salah seorang Laksamana wanita.

KRI Malahayati merupakan sebuah fregat yang dibuat oleh galangan kapal Wilton-Fijenoord, Schiedam, Belanda pada tahun 1980 khusus untuk TNI-AL.

Bertugas sebagai armada pemukul dengan kemampuan antikapal permukaan, antikapal selam dan antipesawat udara.

Termasuk dalam kelas Fatahillah bersama KRI Malahayati antara lain KRI Fatahillah (361), dan KRI Nala (363).

Data Teknis
KRI Malahayati memiliki berat 1.4500 ton. Dengan dimensi 83.85 meter x 11.1 meter x 3.3 meter. Ditenagai oleh 2 mesin diesel jelajah bertenaga 8.000 bhp dengan kecepatan jelajah 21 knot dan 1 boost gas turbine dengan22.360 shp yang sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 30 knot. Diawaki oleh maksimal 82 pelaut.

Persenjataan
KRI Malahayati dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan modern untuk mengawal wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :

4 peluru kendali permukaan-ke-permukaan [Aerospatiale]] MM-38 Exocet dengan jangkauan maksimum 42 Km, berkecepatan 0,9 mach, berpemandu active radar homing dengan hulu ledak seberat 165 Kg.
1 meriam Bofors 120/62 berkaliber 120mm (4.7 inchi) dengan kecepatan tembakan 80 rpm, jangkauan 18.5 Km dengan sistem pemandu tembkan Signaal WM28.
2 kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 1000 rpm, jangkauan 2 KM untuk target udara.
12 torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324mm, 3 tabung) dengan jangkauan 11 Km kecepatan 40 knot dan hulu ledak 44 kg. Berkemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan.
Mortir anti kapal selam Bofors 375mm laras ganda.

Sensor dan elektronis
KRI Malahayati dilengkapi radar Racal Decca ARPA BridgeMaster250 untuk surface search dan Signaal DA 05 untuk air and surface search. Radar pemandu tembakan Signaal WM 28. Sistem sonarnya menggunakan Signaal PHS 32 (Hull Mounted). Sistem pengecoh menggunakan 2 Knebworth Corvus 8-tubed launchers dan 1 T-Mk 6 torpedo decoy. Electronic Support Measures (ESM) dari tipe DR-3000 (Dalam proses pemasangan) menggantikan Susie yang telah uzur. Pemandu tembakan optronik dari jenis Liod Mk1.

Operasi
Pada tanggal 15-28 Agustus 2002 KRI Malahayati ikut serta dalam latihan Dalla-2002 di Laut Jawa. Dalam kesempatan ini KRI Malahayati menembakkan sebuah rudal Exocet.
nyeplesinnyamuk
gw dolo pernah wisata bahari pake KRI OSWALD SIAHAAN....tp gw lupa no lambungnya brow.... axehead.png
arya_bro
corvet sigma canggih tapi sayang kayak macan ompong masak air defense pake mistral yg jangkauan cuman 4 - 6 km sama saja sekelas manpads Whistle.gif
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.