Jakarta Tower, Indonesia

Menara Jakarta

Menara Jakarta adalah sebuah menara baru yang akan dibangun di ibu kota Jakarta, Indonesia, di area Bandar Baru Kemayoran. Menara ini setinggi 558 meter dan direncanakan akan selesai pada tahun 2010 atau 2011. Pada saat selesainya pembangunan, gedung ini akan masuk kedalam jajaran gedung-gedung tertinggi di dunia.
Sejarah dan pembangunan saat ini
Menara Jakarta merupakan proyek besar yang dimulai pada masa pemerintahan Presiden Soeharto yang digagas sejak tahun 1995. Menara ini dimaksudkan untuk menjadi salah satu gedung tertinggi di dunia.
Sayembara desain (1996-1997)
Pembangunan menara itu pada awalnya dikembangkan oleh trio usahawan besar, yakni Sudwikatmono, Prajogo Pangestu, dan Henry Pribadi, melalui PT Indocitra Graha Bawana. Biayanya diperkirakan sekitar 400 juta dollar AS (waktu itu masih sekitar Rp 900 miliar).
Semula, Menara Jakarta akan dibangun di area Kuningan, tetapi Soerjadi Soedirdja, Gubernur DKI Jakarta waktu itu, tidak setuju, dan mengusulkan untuk membangunnya di daerah Kemayoran yang pertumbuhannya masih sulit.
Perusahaan-perusahaan desain arsitektur kaliber internasional diundang berpartisipasi dalam sebuah sayembara desain arsitektur untuk gedung tersebut. Ketentuan sayembara tersebut adalah bahwa gedung tersebut harus mengandung lambang Trilogi Pembangunan, Pancasila, dan 17 Agustus (hari kemerdekaan Republik Indonesia). Desain dan maket menara itu diperlihatkan kepada Mensesneg (waktu itu) Moerdiono selaku Ketua Badan Pengelola dan Pengembangan Bandar Baru Kemayoran di Sekretariat Negara.
Pada tahun 1996, Sayembara tersebut dimenangkan oleh Murphi/Iohn dari Amerika Serikat. Hanya saja, karena desain ini terlalu mahal untuk dikembangkan, maka pemerintah memilih desain dari pemenang kedua yakni East Chine Architecture Design & Research Institute (ECADI), yang juga membangun Shanghai Oriental Pearl Tower di China. Desain ECADI ini dipilih karena para juri menganggap desainnya sederhana dan masih bernuansa Asia.
Peresmian pembangunan dilakukan pada tahun 1997 oleh Gubernur Jakarta Soerjadi Soedirdja dan Mensesneg Moerdiono setelah disetujui oleh Presiden Soeharto di Bina Graha, Jakarta. Presiden Soeharto mengusulkan agar nama Menara Jakarta diganti menjadi Menara Trilogi.
Pembangunan Menara Trilogi mulai dilaksanakan tahun 1997. Karena anggaran membesar, pengembang mulai mencari suntikan dana dari investor asing. Total dana yang dibutuhkan menjadi sekitar 560 juta dollar AS (waktu itu sekitar Rp 1,2 triliun). Pihak asing ditargetkan memiliki sebagian saham dan sebagian lagi dimiliki pengembang dalam negeri.
Krisis ekonomi (1997)
Ketika terjadi krisis ekonomi di Asia pada tahun 1997, industri properti Indonesia pun jatuh sehingga banyak sekali proyek konstruksi yang ditunda maupun dibatalkan, termasuk Menara Trilogi. Dengan dihentikannya pembangunan Menara ini, beton-beton yang sudah ditanam dibiarkan mangkak dan area tersebut menjadi genangan air yang luas.
Kelanjutan proyek Menara Jakarta (2003 hingga sekarang)
Setelah perekonomian Indonesia mulai bangkit kembali, Pemerintah Jakarta tetap akan meneruskan pembangunan Menara tersebut dengan kembali menyebut nama Menara Jakarta. Menara Jakarta pun dilanjutkan pada tahun 2003 melalui sebuah konsorsium baru, yakni PT Persada Japa Pamudja (PJP) yang terdiri dari para pengusaha besar nasional.
Peresmian pembangunan menara yang diproyeksikan menjadi menara tertinggi di dunia itu dilakukan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Bambang Kesowo dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pada tanggal 15 April 2004.
Menurut Presiden Komisaris PT Prasada Japa Pamudja (pengembang sekarang dari Menara Jakarta), yakni Abraham Alex Tanuseputra, Menara ini akan menjadi proyek besar dan merupakan eksistensi untuk menunjukkan kemampuan dan peradaban bangsa Indonesia guna mampu sejajar dengan bangsa lainnya di dunia, serta dibangun oleh putra putri bangsa Indonesia.
Pembangunan menara akan terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama pembangunan ruang podium 17 lantai yang direncanakan selesai pada tahun 2008/2009. Bagian kedua adalah pembangunan tower yang diprediksikan akan selesai pada tahun 2010-2011.
Visi pembangunan
Direktur Proyek Menara Jakarta, Roesdiman Soegiarso mengatakan, visi pembangunan Menara Jakarta adalah "Sentra Gaya Hidup".
Menurutnya, "Sentra Gaya Hidup" merupakan impian dan konsep Menara Jakarta yang mengedepankan sebagai tempat yang memberi semangat hidup, pengembangan dan pusat teknologi, hiburan, pendidikan pariwisata dan perdagangan untuk menghadapi abad ke-21.
Visi pembangunan
Direktur Proyek Menara Jakarta, Roesdiman Soegiarso mengatakan, visi pembangunan Menara Jakarta adalah "Sentra Gaya Hidup".
Menurutnya, "Sentra Gaya Hidup" merupakan impian dan konsep Menara Jakarta yang mengedepankan sebagai tempat yang memberi semangat hidup, pengembangan dan pusat teknologi, hiburan, pendidikan pariwisata dan perdagangan untuk menghadapi abad ke-21.
Dimensi menara
Menara JakartaMenara Jakarta akan dibangun di area seluas 306.810 meter persegi. Gedungnya sendiri akan seluas 40.550 meter persegi dengan tinggi 558 meter.
Seperti desain awalnya pada tahun 1997, dalam pembangunan yang baru ini, menara tetap memiliki tiga kaki yang akan menjulang hingga ketinggian 500 meter. Masing-masing kaki berbentuk silinder, berdiameter 13,2 meter. Dua di antaranya berisi masing-masing tiga lift dengan kecepatan 7 meter per detik. Kaki ketiga berisi delapan lift khusus untuk pengunjung. Pada gedung ini terdapat 10 unit elevator/lift.
Selain itu, pada bagian bawahnya, menara itu diikat lagi dengan cincin beton berdiameter 40 meter dengan tinggi 15 meter. Untuk lebih menstabilkannya, menara tertancap dengan fondasi berdiameter 80 meter sampai kedalaman 58 meter di bawah tanah.
Menurut pengembang, Menara Jakarta akan menyerap 20.000 lebih tenaga kerja selama pembangunan, dan lebih dari 40.000 tenaga kerja setelah gedung difungsikan.
Fasilitas
Menara Jakarta rencananya akan dilengkapi dengan fasilitas:
Tempat parkir seluas 144.000 meter persegi
Gedung podium setinggi 17 lantai.
Lift yang mencapai puncak menara
Restoran berputar
Mal besar
Kafe
Taman hiburan
Museum sejarah Indonesia
Hotel
Ruang serba guna/konferensi yang bisa menampung sepuluh ribu pengunjung
Ruang-ruang perkantoran seluas 8.000 meter persegi
Pusat pameran
Pusat pendidikan dan pelatihan
Pusat multimedia disertai pemancar siaran radio dan televisi
Pusat perdagangan dan bisnis
Pusat olah raga
Diperkirakan, sebanyak 4-6 juta pengunjung setiap tahunnya akan mengunjungi Menara Jakarta.
Fakta Lainnya
Jika menara itu selesai dikerjakan tahun 2010 atau 2011, dengan ketinggian 558 meter, ia akan menjadi bangunan menara (namun bukan gedung) tertinggi di dunia, mengalahkan ketinggian:
Canadian National Tower (553 meter), Toronto, Kanada
Menara Ostankino (540 meter), Moskwa, Rusia
Oriental Pearl Tower (468 meter), Shanghai, China, dan
Menara Kembar Petronas (452 meter), Kuala Lumpur, Malaysia
Sebagai pembanding, tinggi Tugu Monas Jakarta hanya 137 meter. Dengan demikian, Menara Jakarta akan memiliki tinggi sekitar 4 kali tinggi Tugu Monas.
Setelah melewati seluruh masa pembangunannya, Menara Jakarta akan menjadi gedung tertinggi di belahan bumi bagian selatan. Rekor ini saat ini dipegang oleh gedung residensial Q1 dengan ketinggian 344 meter yang terletak di Surfers Paradise, Gold Coast, Australia.
Biaya
Biaya pembangunan megaproyek ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,4 triliun pada awalnya dan membengkak menjadi hampir Rp 2,7 triliun setelah kenaikan harga baja dunia.
Menurut direktur PT Prasada Japa Pamudja, Ferry Sangeroki, pihak-pihak yang terlibat dalam proyek ini adalah "lebih dari seratus perusahaan dan individu". Ia mengatakan bahwa proyek tersebut dibiayai melalui tiga jalur: partisipasi modal (Rp 400 miliar), pinjaman sindikasi (Rp 600-800 miliar), dan penjualan pra-proyek (sekitar Rp 1,3 triliun).
Kontroversi
[sunting] Kesenjangan sosial dan ekonomi
Pada tahun 1995-1997, Menara Trilogi menjadi bahan kecaman terutama adalah dana serta fungsi Menara tersebut di tengah kesenjangan sosial dan ekonomi yang masih membentang. Theo Syafei, bekas Pangdam Udayana, mengatakan, "Lebih baik dana sebesar itu digunakan untuk pembangunan kawasan Timur Indonesia." Karena itu, menara ini mulai dikenal pula dengan sebutan "Menara Kesenjangan". Koran The Jakarta Post menyebutnya sebagai "tower of indifference" (menara ketidakpedulian). Beberapa anggota DPR menyebutnya proyek "mercusuar", suatu penamaan terhadap proyek-proyek di zaman Bung Karno yang dianggap (terutama oleh pendukung Orde Baru) sebagai proyek untuk pamer ke dunia luar, tanpa manfaat yang jelas bagi rakyat.
Sudwikatmono sebagai pemilik proyek ini di masa itu, membantah jika menaranya disebut proyek mercusuar. Alasannya, tidak seperti Monas yang dibangun pemerintah, Menara Trilogi ini murni dibuat oleh swasta. Mensesneg Moerdiono menanggapi mengenai kesenjangan sosial yang ironi dengan proyek ini hanya menerangkan manfaat teknis bagi dunia arsitektur, konstruksi, dan dunia penyiaran radio dan televisi. Rencananya, pucuk menara memang bakal dijadikan pacak antena radio dan televisi.
Gereja Bethany
Pada periode pembangunan sekarang (2006-2011), salah satu kontroversi yang cukup mengemuka mengenai Menara Jakarta adalah bahwa Menara ini akan menjadi Christian Center yang didukung oleh Gereja Bethany Indonesia. Pasalnya, Presiden Komisaris pengembang proyek ini, PT Prasada Japa Pamudja adalah Abraham Alex Tanuseputra yang menjabat sebagai Ketua Umum Sinode Gereja Bethany Indonesia. Selain itu, proyek ini sering disebut sebagai Menara Doa Jakarta atau Jakarta Revival Centre.
Chicago Spire

The Chicago Spire is a supertall skyscraper under construction in Chicago, Illinois. The building was designed by Spanish architect Santiago Calatrava and is being developed by Garrett Kelleher of Shelbourne Development Group, Inc. At 2,000 feet (610 m) and with 150 floors, it will be the tallest building in the world after Burj Dubai (2,684 ft or 818 m) and Russia Tower (2,009 ft or 612.2 m) when completed in 2012. It will stand taller than Chicago's current tallest tower, Sears Tower and New York's upcoming Freedom Tower, as well as Toronto's CN Tower, thereby becoming North America's tallest free-standing structure and the world's tallest all-residential building.
Originally announced in July 2005 by Christopher T. Carley of the Fordham Company, the project was supported by many Chicagoans and city officials. After several months of development, Carley failed to acquire necessary financing and the project was taken over by Garrett Kelleher of the Shelbourne Development Group. Since that time, three major revisions were made to the design.
Information
Location 400 N Lake Shore Drive
Chicago, Illinois
Status Under construction
Groundbreaking June 25, 2007
Estimated completion 2012 (est.)
Opening 2012 (est.)
Use Residential
Height
Roof 2,000 feet (609.6 m)
Technical details
Floor count 150
Floor area 3,000,000 square feet
(278,709 sq. m)
Companies
Architect Santiago Calatrava
Perkins and Will
Structural
Engineer Thornton Tomasetti
Contractor Case Foundation
Developer Shelbourne Development
Abraj Al Bait Towers

Menara Abraj Al Bait adalah sebuah kompleks bangunan yang terletak di Kota Mekkah, Arab Saudi dan saat ini sedang dibangun. Kompleks bangunan ini dirancang oleh para arsitek dari Dar Al Handasah Architects dan pelaksanaan pembangunannya dilakukan oleh Saudi Binladen Group. Lokasi menara ini berada di seberang jalan Masjidil Haram, salah satu masjid suci umat Islam.
Menara Abraj Al Bait dibuat untuk menampung para jamaah Haji yang semakin banyak datang ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Bisnis perhotelan yang semakin lama menjadi berkembang di kota ini juga tak terlepas dari banyaknya jamaah haji ini. Selain itu, Menara Abraj Al Bait ini juga dirancang untuk mampu menampung jamaah haji sampai dengan 65.000 orang.
Struktur dan Konstruksi Bangunan
Terdapat 7 menara, 1 menara yang dijadikan hotel memiliki tinggi yang lebih tinggi daripada 6 menara lainnya yang diperkhususkan untuk apartemen (tinggi menara hotel adalah 577 m) dengan bangunan dibawah tujuh menara ini diisi dengan 4 lantai pusat perbelanjaan, ruang konferensi, dan fasilitas yang lain. DenJika jumlah lantai seluruh ketujuh menara ini digabung, maka luasnya akan menjadi 1,455,000 m2 dan akan menjadi bangunan dengan jumlah lantai terluas di dunia.
Konstruksi Menara Abraj Al Bait ini dimulai pada tahun 2004 yang lalu, dan secara bertahap-tahap ketujuh menara ini akan diselesaikan dan yang terakhir selesai dari ke tujuh menara ini adalah adalah menara yang paling tinggi (menara untuk dijadikan hotel). Kompleks bangunan ini diperkirakan akan selesai secara keseluruhan pada tahun 2009. Biaya pembangunannya dipekirakan berkisar 2 miliar dolar AS.
Rekor
Jika Menara Abraj Al Bait ini berhasil diselesaikan, maka akan menjadi struktur tertinggi di Arab Saudi dan kedua di Timur Tengah setelah Burj Dubai di Dubai, Uni Emirat Arab dan menjadi salah satu bangunan tertinggi di dunia.
Sementara itu, jika jumlah lantai di seluruh kompleks menara ini dihitung semua, maka jumlah total lantai diperkirakan mencapai 1.455.000 m2 dan akan menjadi bangunan dengan jumlah lantai terluas di dunia, mengalahkan The Venetian Macao, Makau, China yang menjadi pemegang rekor hingga saat ini.
Information
Location Mecca, Saudi Arabia
Status Under construction
Groundbreaking 2004
Estimated completion 2009
Height
Antenna/Spire 577 m (1,893 ft) (est.)[citation needed]
Technical details
Floor count 76
Companies
Architect Dar Al-Handasah Architects
Contractor Saudi Binladin Group
Freedom Tower

1 World Trade Center,or the Freedom Tower, is the main building of the new World Trade Center complex currently under construction in Lower Manhattan in New York City. The tower will be located in the northwest corner of the 16-acre (65,000 m²) World Trade Center site, bound by Vesey, West, Washington and Fulton streets.[3] Construction on below-ground utility relocations, footings, and foundations for the 1,776-foot (541 m) Freedom Tower began on April 27, 2006.[4] On December 19, 2006, the first steel columns were installed in the building's foundation. Three other high-rise office buildings plus a residential tower are planned for the site along Greenwich Street, and they will surround the World Trade Center Memorial, which is currently under construction. The area will also be home to a museum, highlighting many of the different aspects of the past and future World Trade Centers. The Freedom Tower is expected to be completed in 2013.[1] When completed it will be the second tallest building in the United States, after the Chicago Spire.
Height
The World Trade Center's North Tower featured an occupied floor at 1,355 feet (413 m). Though not occupied by office space, Freedom Tower's observation deck is set to be higher, at about 1,362 feet (415 m).[citation needed] Currently, only the Sears Tower and Taipei 101 have occupied floors higher than Freedom Tower. International Commerce Center, Shanghai World Financial Center, Chicago Spire, and the Burj Dubai will have roofs and floors higher than Freedom Tower's highest roofs and floors.
If the spire and antenna height (the criteria of two categories of the Council on Tall Buildings and Urban Habitat) are included, Freedom Tower will stand at 1,776 feet (541 m) (marking the year of the signing of the American Declaration of Independence). Freedom Tower was originally planned to be the tallest building in the world, but will no longer obtain this title, as the Burj Dubai has already broken the record for the tallest building at 2,087 feet (636 m), and it is expected to exceed 2,684 ft (818 m) by the time of its completion in 2009.
The Chicago Spire, currently under construction in Chicago, is set to becompleted in 2010. It could also be taller than the Freedom Tower. At 150 floors, its roof will top out at 2,000 feet (610 m).[12][13] The height of Freedom Tower will probably not be increased before completion, due to the symbolism of having an exact height of 1,776 feet (541 m).
When completed in 2013, the Freedom Tower will be the third tallest free-standing structure in the Western Hemisphere, after the Chicago Spire (610 m (2000 ft)) and the CN Tower in Toronto, Canada (553.33 m (1,815.39 ft). It will be the world's ninth tallest free-standing structure, after the Burj Dubai (818 m (2,684 ft), Russia Tower (612.2 m (2008.53 ft), Guangzhou TV & Sightseeing Tower (610 m (2001.31 ft), Incheon Tower (610 m (2001.31 ft) Chicago Spire (609.6 m (2000 ft)), The Port Tower (593 m (1,945.53 ft), Jakarta Tower (558 m (1,830.70 ft), and the CN Tower in Toronto, Canada (553.33 m (1,815.39 ft).[citation needed]
Even though several buildings throughout the world will be taller than the Freedom Tower, the tower will still most likely obtain the record for tallest office building in the world; no taller all-office buildings are currently proposed, approved, or under construction.[citation needed]
Space allotment
As revealed on June 28, 2006, Freedom Tower will have a top floor denoted as 102, though the total number of floors is 82 (possibly with some uncounted floors). This is because the first office floor of the building atop the tall base will be designated as Floor 20. There are 69 office floors atop the base, ending at Floor 88, above which would be broadcasting space on the 89th and 90th floors. Three stories of mechanical space take up a floor count of 9. Finally, a restaurant will take up Floors 100 and 101, and the observation deck is at Floor 102. Six additional floors of mechanical space exist above to Floor 108.[14]Additionally, roughly 55,000 square feet of retail space will exist below-grade, part of an overall 500,000 square feet of retail space to be spread throughout the site both in the below-grade concourses and on the lower floors of Towers 2, 3, and 4.[15]
Floor breakdown
Basement levels 1-6 - Garage/Retail/Transportation
Ground floor - Main lobby
1st-19th floors (base) - Podium (not occupied on the base except for lobby)
20th-63rd floors - offices
64th floor - sky lobby
65th-88th floors - offices
89th-90th floors - transmission equipment
91st-100th floors - Mechanical
100th-101st floors - Restaurant
102nd floor - observation deck
103rd-108th floors - mechanical (unoccupied)
Top of the building - observation deck two (proposed)[citation needed
Information
Location Manhattan, New York City, New York, United States
Status Under construction
Groundbreaking April 27, 2006
Estimated completion 2011(est.)[1]
Opening 2013(est.)
Use Office, Dining, Observation, Retail
Height
Antenna/Spire 1,776 ft (541.3 m)
Roof 1,368 ft (417 m)
Top floor 1,362 ft (415 m)
Technical details
Floor count 108 floors (82 designated for occupied space)
Floor area 2,600,000 sq ft (2.42×105 m²)
Companies
Architect David Childs (Skidmore, Owings & Merrill)
Structural
Engineer WSP Cantor Seinuk
Developer Silverstein Properties, Inc.
FederationTower

The Federation Tower (Russian: Башня «Федерация») is a skyscraper currently under construction in Moscow, Russia and is designed to be both the tallest building in Europe as well as Europe's first supertall building. The Federation Tower complex is divided into two towers:
East Tower (A), designed to be over 506 meters (1,660 ft) to the tip of the spire. 93 storeys and 360.403 meters (1,182 ft) tall by roof.
Construction Progress:
Core - 40th level
Steelwork - 39th level
Floorplates - 38th level
West Tower (B), designed to be 62 storeys and 242.399 meters (795 ft) tall.
Construction Progress:
Built
Construction of the towers began in 2003 and is slated for completion in 2009.
The complex, designed by the German firm NPS Tchoban Voss, is being developed by Mirax Construction and is owned by the Mirax Group. The construction company for the East Tower is the China State Construction Engineering Corporation, while the construction company for the West Tower is Turkish Ant Yapi. The curtain wall for both towers was designed by the New York office of ThorntonTomasetti under the direction of Jean-Pierre Kocher AIA.
Several floors of both towers will be utilized by the Global Hyatt Corporation. Bank VTB has opened a US$ 250 million credit line for the construction of the towers and has bought 33 office floors. Total construction cost for the complex is estimated to be over US$ 530 million.
The spire soaring up to over 506 meters (1,660 ft), will have a 360° view out its elevators which will move as quickly as 18 m/s (40 mph).
Bridges between Eastern and Western towers will contain restaurants and cafés.
The tower was climbed solo by frenchman Alain Robert in September 2007
Information
Location IBC, Moscow, Russia
Status Under construction
Height
Antenna/Spire 506 m (1,660 ft)
Roof 360,4 m (1,182 ft) (East Tower (A))
242,4 m (796 ft) (West Tower (B))
Top floor 347,2 m (1,139 ft) (East Tower (A))
231,4 m (759 ft) (West Tower (B))
Technical details
Floor count 93 (East Tower)
62 (West Tower)
Floor area 423,000 m² (4,553,135 sq ft)
Companies
Developer Mirax Group corp.
Owner Mirax Group corp.
International Commerce Center, Hong Kong

International Commerce Centre (traditional Chinese: 環球貿易廣場) (abbr. ICC) is a 118 story, 484 m (1,587.9 ft.) skyscraper under construction in West Kowloon, Hong Kong; as part of the Union Square project built on top of Kowloon Station. The development is owned and jointly developed by MTR Corporation Limited and Sun Hung Kai Properties (SHKP); Hong Kong's metro operator and largest property developer respectively.
Its formal development name is Union Square Phase 7; and the name International Commerce Centre was officially announced in 2005. Upon completion by 2010, the skyscraper will become Hong Kong's tallest building and will have the third highest roof in the world, after the Burj Dubai complex and the Shanghai World Financial Center.
SHKP, together with another major Hong Kong developer, Henderson Land, also co-developed the current record holder for Hong Kong's tallest building, 2 IFC; located directly across Victoria Harbour in Central, Hong Kong Island.
Current progress
International Commerce Centre as of 22 September 2007As of 2 May 2008, the concrete core is at level 102 and the core's height is about 419.5 m (1,376 ft).
At its basement is the Elements shopping mall, which has already been opened in October 2007. Morgan Stanley and Credit Suisse have confirmed moving into ICC and will occupy 10 floors each , Deutsche Bank also confirmed to move in and will occupy 12 floors with the option to expand to 18 floors.
A viewing deck on the 100th floor will be opened to the public when the building opens.
Information
Location Hong Kong
Coordinates 22°18′12.21″N 114°9′36.61″E / 22.3033917, 114.1601694Coordinates: 22°18′12.21″N 114°9′36.61″E / 22.3033917, 114.1601694
Status Under construction
Groundbreaking 2002
Estimated completion 2010
Use Mixed use, hotel, observation, office, parking garage, retail
Roof 484.0 m (1,587.9 ft)
Top floor 476.0 m (1,561.7 ft)
Technical details
Floor count 118
Floor area 262,176 m² (2.822039×106 sq ft)
Elevator count Passenger lifts
30
Shuttle lifts
14
VIP lifts
2
Companies
Architect Architect
Wong & Ouyang (HK) Ltd.
Design Architect
Kohn Pedersen Fox Associates
Landscape Architect
Belt Collins & Associates
Structural
Engineer Arup
Developer Sun Hung Kai Properties
Management Kai Shing Management Services Limited
Kingkey Finance Center, Shenzhen-China

The Kingkey Finance Tower is a supertall skyscraper under construction in Shenzhen, China. The mixed-use building is set to rise 439 metres (1,440 ft) and contain 97 floors for office space and a hotel.[1][2] Out of those 97 floors, 68 contain Class A office space, 22 stories for a six-star business hotel and the top four floors of the skyscraper holds a Garden and several restaurants.
Information
Location Shenzhen
China
Status Under construction
Groundbreaking 2007[1]
Opening 2010[2]
Use Hotel / Office[3]
Height
Antenna/Spire 439 metres (1,440 ft)[1]
Floor count 97[2]
Companies
Architect Terry Farrell and Partners
International Finance Centre, Guang Dong-China

International Finance Centre (sing. IFC, dijenamakan "ifc") adalah sebuah menara pencakar langit di Hong Kong. Bangunan ini mempunyai dua pencakar langit. Satu menara adalah gedung beli-belah manakala satu lagi adalah Hotel Four Seasons yang mempunyai 55 tingkat. Menara 2 (2IFC) adalah bangunan tertinggi di Hong Kong. Menara 2 juga adalah bangunan ketiga tertinggi di China Besar dan bangunan pejabat ke-7 tertinggi di dunia. International Commerce Centre yang sedang dibina dan dijadualkan siap pada 2010, dijangka akan lebih tinggi dari 2IFC.
Height
Antenna/Spire 415.8 m (1,364.2 ft)
Roof 406.9 m (1,335.0 ft)
Top floor 401.9 m (1,318.6 ft)
Technical details
Floor count 88
Floor area 185,805 m² (1.999988×106 sq ft)
Elevator count 62
Companies
Architect Architect
Rocco Design Ltd.
Design Architect
César Pelli & Association Architects
Trump International Hotel & Tower , Toronto-Canada

Trump International Hotel & Tower, Toronto is a mixed-use skyscraper currently under construction in Toronto, Canada. It is being built by Talon International Development Inc., which is owned by Canadian billionaire Alex Shnaider.
It is named for famed real estate developer Donald Trump, who is a minority shareholder in the project. The tower will be located at the heart of the financial district, at 311 Bay Street, on the southeast corner of Bay and Adelaide. Construction has begun with the removal of the sales centre in September 2007, but the official groundbreaking was Friday, October 12, 2007 with Donald Trump and his golden shovel
The suggested completion date at this time is scheduled for 2010.
Information
Location 325 Bay Street
Toronto, Ontario
Status Under construction
Estimated completion 2010
Opening 2010 (est.)
Use Hotel, Condominium, Retail[1]
Height
Antenna/Spire 282 m (925 ft)
Roof 269.2 m (893 ft)
Floor count 57-70
Companies
Architect Zeidler Roberts Partnership
Developer Talon International Development Inc.
Trump International Hotel & Tower, Toronto is a mixed-use skyscraper currently under construction in Toronto, Canada. It is being built by Talon International Development Inc., which is owned by Canadian billionaire Alex Shnaider.
Specifications
Future site of Trump International Hotel & Tower, TorontoThe 60-story[1] Trump International Hotel & Tower will be 280 metres (924 feet) tall.[2] The exterior will consist of a steel, glass, and stone facade. The building will include 260 luxury hotel rooms and 109 condominiums. The top two floors will include an 18,000 square foot (1,700 m²) spa. It is being built by Zeidler Roberts Partnership. When completed