Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Keramik Komposit Beton
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Academia > Science and Technology > Human Engineering
pitix
QUOTE
Pengantar :
Setelah 'berandai-andai' ria dengan bangunan - bangunan super, gw mo coba post ttg yg ini.
para propesor Sci-Tech BF, mohon komennya yah.., apalagi kalo ada tambahan referensi yg laen BigGrin.gif

kebetulan nih gw dapet proyek bbrp bangunan sekolah, rencana gw mau aplikasikan teknologi ini,
tapi banyak owner yg masih ragu. so, pertama gw rencana mo coba dulu di rumah gw.

tks. Peace.gif



(KERATON - Keramik Komposit Beton)


Pelat rusuk dengan pengisi tanah liat bakar, sebagai alternatif pelat lantai yang lebih Ekonomis dan Efisien.

Telah diuji oleh PUSTEKIM - BANDUNG





Beberapa keunggulan yg ditawarkan :

* Lebih murah daripada plat beton biasa, dengan kekuatan setara.
* Lebih ringan dengan bobot mati antara 180 Kg/m² - 225 Kg/m², sehingga mengurangi beban bangunan secara keseluruhan.
* Lebih cepat pemasangannya, dan tidak membutuhkan perancah kayu
* Ramah lingkungan dengan penggunaan kayu yang sangat sedikit.
* Pada saat pemasangan tidak menggangu lantai bawahnya, karena tidak memerlukan penyangga perancah seperti pada pembuatan plat lantai beton biasa.
* Tidak memerlukan alat bantu seperti krane, sehingga dapat mengurangi biaya konstruksi.
* Berfungsi sebagai peredam suara dan panas.
* Sebagai elemen estetika, dapat diperlakukan dengan diekspos sehingga memberikan dampak visual natural pada design interior.


Contoh terpasang dari atas


Contoh terpasang dari bawah

Grafik Penggunaan:



source : http://www.duitemoro.com
bozan
BigGrin.gif keluar juga ilmunya bro @pitix
thx yah Peace.gif

emang teknologi ini sebenarnya sudah lama ---> cuman baru tahun belakangan di aplikasikan di indonesia, gue sudah sering sih bangun pake material ini untuk plat lantai. memang cepat dan ekonomis.

kenapa lebih murah dari beton bertulang biasa?
1.hal ini sering membingungkan, karena dilapangan sering terjadi kalau hitung2 material kok lebih mahal Keraton yah? gue juga dulu mengalaminya BigGrin.gif --> sebenarnya yang bikin murah adalah time cost yang dibutuhkan, dan juga engga diperlukan adanya penopang bantu [bekisting, perancah/scafolding], juga hemat men power!
2.kalau hitung2an material sih masih murah beton BigGrin.gif cuman karena lama banyak embel2 jadi jauh lebih mahal deh!

oleh sebab itu engga perlu takut pake material ini, teruji kok BigGrin.gif

berikut gue tambahin penjelasan dari bro @pitix --> sorry engga pake gbr Peace.gif dr bro @pitix udah cukup dek kayaknya BigGrin.gif

Awalnya dari Eropa

Bahan material ini lahir atas kerjasama beberapa negara di Eropa (Jerman dan Belanda) sekitar seratus tahun yang lalu. Kemudian teknologi material ini dibawa ke Indonesia melalui proyek Bantuan Teknis Pembangunan Industri Bahan Bangunan yang diawasi oleh UNIDO/UNDP (PBB Project INS/740/034).

Pada proyek penelitian yang berlangsung sekitar tahun 1977, bahan material ini diteliti penggunaannya pada sebuah rumah contoh di Puslitbangkim Cipta Karya Pekerjaan Umum. Aplikasi material pada penelitian ini merupakan pengembangan dari Ir. Emon Sulaiman (Alm) dan Nasan Subagia.

Kemudian dikembangan lagi dengan modifikasi model oleh Ir. Judadi dan Dipl. Ing Yudiro pada tahun 1984. Setelah itu pada tahun 1990, oleh Ir. Bambang Mursodo dikembangkan lagi modifikasinya.


Keuntungan


Keraton memiliki beberapa keunggulan :

1. Ekonomis. Tanpa (sangat sedikit) menggunakan perancah (bekisting) kayu, tulangan hanya satu arah sehingga mengurangi pemakaian besi. Dan pemakaian beton sangat sedikit sehingga menghemat material.

2. Ringan. (sekitar 130-150 kg/m2) dibandingkan dengan beton (sekitar 240 kg/m2). Ini Karena keraton memiliki rongga didalamnya dan material pembentuknya adalah tanah liat. Walaupun bobotnya ringan, hal ini tidak berpengaruh pada kualitasnya yang sejajar dengan kualitas beton K 175 yang mempunyai tegangan ijin maksimum sebesar 55 kg/cm². Bobot yang ringan ini menyebabkan beban strukur yang didukung oleh kolom bisa dihemat. Selain itu, menurut Ir. Bambang Mursodo, keuntungan bobot yang ringan akan memperkecil gaya gempa yang diterima oleh stuktur bangunan. Ini berarti bila mengalami keruntuhan, lantai tidak akan runtuh dalam bentuk lempengan besar dan berat tetapi dalam bentuk lempengan kecil sehingga tidak membahayakan penghuni.

3. Lebih cepat, anda dapat membuat plat/dak beton tanpa harus membongkar atap rumah keseluruhan terlebih dahulu. Tidak hanya itu, bila rumah anda dibangun dari awal dengan menggunakan bekisting yang minim, pekerjaan finishing di lantai bawah dapat segera diselesaikan tanpa harus menunggu selesainya pembuatan plat/dak beton di atasnya.

4. Isolator, Rongga didalam bata keraton ini juga memberikan keuntungan tambahan yaitu dapat meredam panas dan bunyi karena berfungsi sebagai isolator.


Unsur Aman dalam Keramik Komposit Beton

1. KEKUATAN material ini sudah diuji laboratorium yang mendapat hasil bawah keraton akan melendut pada beban diatas 500 kg/m. Hasil ini sesuai dengan loading Test-II No LB/BPPU/001-12/IX/9906.09.99.

2. ADANYA Rongga di dalam Komposit keramik beton akan memudahkan kita untuk menangkap “sinyal” bila plat/dak beton itu akan runtuh. Hal ini bisa diibaratkan dengan sepotong bambu yang digunakan sebagai perancah. Bila diinjak dan akan patah maka bambu akan memberikan “sinyal” bahwa ia akan patah, diantaranya dengan mengeluarkan suara “krek”. Berbeda jika bila perancah yang digunakan adalah kayu. “sinyal” ini tidak ada karena kayu tidak mempunyai rongga didalamnya. Bila patah ia langsung patah.

3. BOBOT yang ringan membuat struktur ini aman sebagai struktur tahan gempa. Bila ada gempa dan terjadi keruntuhan maka keruntuhannya tidak dalam bentuk lempengan besar dan berat.

teman2 yang lain ada referensi atau masukan yang lain?
plz sharing disini Peace.gif

QUOTE
pitix
Waahh.. ini dia yg gw butuhkan..
tks bro @bozan ImNotWorthy.gif

sbnarnya gw dah kasih penjelasan pada para owner bahwa teknologi ini aman & efisien,
tapi ya karena rata2 mereka adalah tipe 'konvensional' jadi masih banyak yg ragu.
Dari penjelasan bro @bozan, teknologi ini dari eropa (100 tahun yg lalu? Thinking.gif),
emang ga salah, satu dari owner yg paling bersemangat justru dari sekolah internasional !!
tanpa basa-basi mereka langsung setuju.
Gw cukup heran, inilah potret budaya kita, terlalu konvensional, serba takut untuk mencoba hal yg baru.

btw, gw segera coba pasang di rmh gw.

Thanks a lot..
Peace.gif

NB : Scitech fans, gw masih butuh infonya lho.. BigGrin.gif
bozan
betul banget apa kata bro @pitix
emang masyarakat kita masih kurang pemahamannya dalam hal scitech smile.gif

oleh sebab itu memalului BF dan khususnya room ini keta bantu teman2 untuk memberikan pemahaman dan info yang baik juga ---> sekalian buat kita belajar dan nambah pengetahuan Peace.gif

semoga kita menjadi bagian dalam memajukan negara kita ... Amin Praying.gif
NAGEH
yakin besi betonnya ngak melengkung untuk ukuran lantai yang panjang soalnya besinya kan sejajar semua tuh ngak kayak penulangan beton cor yang besinya saling silang?
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.