terima kasih buat bro @OYON atas video-nya

mencoba menjawab pertanyaan dari bro @pitix
QUOTE
Kenapa menghadap selatan? (apakah karena di jerman matahari lebih condong ke selatan.) kalo di Indonesia gimana ya?
1.maksudnya bukan demikian, tapi lebih kepada pencegahan cahaya matahari yang berlebihan yang masuk kedalam rumah, yang dapat mengurangi kenyamanan thermal ruang akibat cahaya matahari langsung [penerangan daisiang hari cukup dari bias sinar matahari] ---> kalau untuk solar cell-nya sendiri tidak terlalu berpengaruh banyak selama menghadap ke atas

.
2.biasanya solar cell bagian2 penerima cahanya bisa digerakan sedemikian rupa / atomatis untuk mendapatkan cahaya matahari yang maksimal.
3.kenapa menghadap keselatan? :
a. sebenernya bisa aja ke utara, hal ini juga sudah dipikirkan dengan sangat matang oleh sang arsitek, kalau bro perhatikan rumah diatas menggunakan atap
miring satu sisi kan? jadi kalau rumah menghadap ke selatan/utara maka semua bidang solar cell akan tetap mendapatkan sinar sepanjang hari.
b. coba bayangkan kalau menghadap barat/timur --> hanya akan mendapatkan cahaya untuk
setengah siang saja, yang berarti tidak memanfaatkan cahaya matahari dengan maksimal, dan walaupun menggunkan atap pelana dengan kedua sisi dipasang dengan solar cell hanya satu bidang yang kena dalam satu hari secara bergantian --> engga maksimal juga kan? karena tidak semua bidang kena cahaya kecuali pada jam 11 - 14 siang

QUOTE
Jarak antara gedung diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan panas dari matahari mengenai rumah secara tidak langsung.
lha kok begini? apa pengaruhnya kalo langsung? bukannya kalo langsung semakin intens semakin baik?
demikian juga dengan hal ini, hal ini juga untuk kenyamanan --> alias engga berkaitan langsung dengan pemasangan solar cell

.
dimana dengan mengatur jarak bangunan, maka akan didapatkan "effect bayangan" yang berfungsi untuk mendinginkan lingkungan dikomplek perumahan tsb, selain itu juga untuk menjaga agar sirkulasi udara dapat terjaga dengan baik --> istilah kerennya cross ventilation

bagi bro/sis yang pengen mendesign rumah berwawasan lingkungan terutama tentang cahaya matahari dapat mempelajari Radiosity.
pada intinya sang Architec ingin menciptakan perumahan yang berwawasan lingkungan. jadi memanfaatkan sinar matahari secara maksimal bukan hanya untuk memperoleh cahaya yang sebanyak2nya tanpa memperhatikan kenyamanan dan lingkungan tempat tinggal:)
tetapi
maksimal dalam artian yang luas yaitu maksimal dalam manfaat, fungsi, kebutuhan, dan yang terpenting tidak mengganggu kenyamanan pengguna solar cell sendiri. 
demikian, semoga bermanfaat ...
silahkan apabila ada bro/sis yang mau menambahkan atau mungkin memberi masukan