Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Nominasi Lomba Kemerdekaan Indonesia 2008 - Penulisan Essay dan Fotografi BlueFame
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Community > BlueFame's Lounge > BlueFame News
BlueFame
Lomba Kemerdekaan Indonesia 2008 - Penulisan Essay dan Fotografi BlueFame



Dalam Rangka Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-63 maka diadakan lomba penulisan essay dan fotografi di BlueFame dengan tema:

"Untuk Kebangkitan Indonesia Seutuhnya"

Lomba Penulisan Essay
Topik Penulisan Essay: "Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Berikut ini hadiah yang akan diberikan kepada 3 pemenang utama Lomba Penulisan Essay:

Juara Pertama: Account Premium Rapidshare 3 bulan + Status Elite Member + BF$ 100juta + BF Gold 100juta
Juara Kedua: Account Premium Rapidshare 1 bulan + Status Elite Member + BF$ 50juta + BF Gold 50juta.
Juara Ketiga: Account Premium Rapidshare 1 bulan + Status Elite Member + BF$ 25juta + BF Gold 25juta.

Syarat-syarat penulisan essay:

1. Member BlueFame.
2. Minimal 500 kata 4 alinea.
3. Original dalam artian belum pernah dipublikasikan di tempat lain.

Tema acuan dalam pembuatan essay ini adalah:

1. Mengapa Indonesia bisa diserang?
2. Konsolidasi kekuatan untuk melawan musuh bersama.
3. Tindakan preventif untuk mencegah kejadian serupa terjadi kembali.

Sistem Penilaian:
Diambil nilai tertinggi kumulatif dari 4 juri yang tersedia di BF.
Keputusan Juri tidak dapat diganggu gugat!

Juri Lomba Penulisan Essay:

1. om hiro
2. OhYesOhNo
3. Emfeld
4. Cassanopah

Lomba Fotografi
Topik Fotografi: "Sang Merah Putih di Segala Segi"

Berikut ini hadiah yang akan diberikan kepada 3 pemenang utama Lomba Fotografi:

Juara Pertama: Account Premium Rapidshare 3 bulan + Status Elite Member + BF$ 100juta + BF Gold 100juta
Juara Kedua: Account Premium Rapidshare 1 bulan + Status Elite Member + BF$ 50juta + BF Gold 50juta.
Juara Ketiga: Account Premium Rapidshare 1 bulan + Status Elite Member + BF$ 25juta + BF Gold 25juta.

Syarat-syarat Lomba Fotografi:

1. Member BlueFame.
2. Foto dengan format JPG/BMP/GIF/TIFF dengan size minimal 800x600 pixel.
3. Foto original dalam artian belum pernah dipublikasikan di tempat lain.

Tema Acuan Fotografi

1. Dramatisasi Sang Merah Putih dalam berbagai event.
2. Sang Merah Putih untuk Persatuan Bangsa.
3. Berkibarlah Benderaku.

Sistem Penilaian:
Diambil nilai tertinggi kumulatif dari 2 juri yang tersedia di BF.
Keputusan Juri tidak dapat diganggu gugat!

Juri Lomba Fotografi

1. hidrosepalus
2. Mothing

Silahkan kirimkan essay anda via email ke: lombakemerdekaan2008@bluefame.net disertai dengan nick anda di BF, cap email paling lambat 1 September 2008

Pemenang lomba essay akan diumumkan di BlueFame paling lambat 5 September 2008.

Terima kasih.

Atas Nama Rakyat BlueFame

Wakidjan

BlueFame
Kontestan #1
Kategori: Penulisan Essay

"Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Oleh:
donal

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=39463


Indonesia negeri yang kita cintai dikenal sebagai negeri seribu pulau dikarenakan Indonesia merupakan negara yang terbentuk dari gugusan pulau yang memiliki ciri khas dan adat budayanya masing-masing. Bagaikan dua sisi mata uang, bentuk negara kepulauan yang demikian memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing tetapi kenyataannya Indonesia (sekarang) terlihat lemah dimata dunia dan bukan dianggap sebagai ancaman bagi negara lain.

Sebagai negara kepulauan Indonesia seharusnya memiliki kekuatan yang terbagi dan tidak terpusat pada satu titik sehingga memungkinkan untuk menangkal segala tindakan yang menjurus pada terancamnya kesatuan bangsa secara utuh. Salah satu alasan kenapa kita dengan begitu mudahnya bisa ditaklukkan tak lain dan tak bukan karena kondisi bangsa ini yang sedang carut marut dan memiliki konflik internal yang parah, sehingga dengan mudahnya satu per satu gugus kepulauan yang kita miliki “dicaplok” oleh negara tetangga.

Satu-satunya cara agar kita keluar dari kondisi demikian adalah perbaikan kondisi internal bangsa dimana kita lebih suka mementingkan yang namanya kepentingan golongan, partai, kelompok, massa atau malah individu daripada kelangsungan hidup bangsa ini. Yang perlu kita lakukan adalah pembenahan diri masing-masing unsur bangsa dan mengembalikan arah perjuangan sebagaimana yang telah kita canangkan yaitu menuju Indonesia Bangkit.

Adapun cara yang bisa dilakukan didasarkan pada masing-masing unsur antara lain :

1. Badan Legislatif : memfungsikan dirinya sebagai suatu badan yang benar-benar mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, tanpa embel-embel dari golongan manapun. Buat perundang-undangan yang melindungi aset negara dan kedaulatan bangsa.
2. Badan Eksekutif : memfungsikan dirinya sebagai badan pengatur dan pelaku kegiatan operasional bangsa menuju kemakmuran dan kesejahteraan bersama demi tercapainya kebangkitan bangsa secara keseluruhan bukan per bagian. Jalin hubungan diplomatik dan jangan segan untuk memutuskan hubungan bila dirasa merugikan bangsa.
3. Badan Yudikatif : memfungsikan dirinya sebagai badan yang bertindak sebagai pengawas serta pengadil terhadap berjalannya sistem dengan seadil-adilnya tanpa pilih kasih. Hukum harus ditegakkan jangan takut ancaman negara lain, ini Indonesia tanah kita bukan milik mereka.
4. Badan Keamanan : memfungsikan diri mereka sebagai tembok yang membentengi bangsa ini dari segala jenis ancaman baik dari dalam maupun luar. Perbaiki keamanan pos-pos terluar di bumi Indonesia dan perhatikan selalu garis batas negara kita, tingkatkan kesadaran untuk berjuang membela bangsa serta tidak lupa tingkatkan kualitas persenjataan dan perlengkapan militer.
5. Partai ataupun Golongan : memfungsikan diri sebagai wadah pemersatu ide dan tekad anak bangsa untuk mengaktualisasikan dirinya demi kemajuan bangsa. Ikut aktif dalam gerakan bela bangsa dan mempunyai generasi muda sebagai angkatan bersenjata ke-enam bagi negara.
6. Mahasiswa : memfungsikan dirinya sebagai motor penggerak yang memberikan dukungan penuh dan penyampaian kritikan secara manusiawi dan intelek. Menjaga keutuhan bangsa dengan ilmu pengetahuannya, menunjukkan pada dunia bahwa kita tidak bisa dipandang sebelah mata.
7. Pers dan Media : memberikan informasi yang memicu terbakarnya semangat untuk maju dan memberikan sajian yang berisikan materi berilmu pengetahuan. Bukan cuma sekedar gosip ataupun cerita nina bobok yang hanya menjadikan kita boneka negara lain.
8. Rakyat : menjadi tulang punggung negara dengan tetap berbuat sebaik mungkin dibidangnya masing-masing dengan memberikan kontribusi terbaiknya untuk bangsa. Bukan bersantai dan terlalu banyak bermimpi tanpa berusaha mewujudkan mimpinya.



Dengan kembalinya unsur bangsa menjalankan fungsinya dengan benar dan tanpa adanya niatan untuk menjadi pengkhianat bangsa maka yakinlah bahwa Indonesia akan benar-benar bangkit dari keterpurukan dan tidak akan ada negara yang berani mengusik keberadaannya. Yang terpenting untuk ditanamkan dalam diri masing-masing adalah didarahku mengalir nama besar Indonesia, udara kehidupanku cakrawala Indonesia dan nenek moyangku telah menasbihkan tanah ini sebagai Bumi Indonesia, akankah aku yang akan menjadi penghancurnya ataukah aku yang akan mengagungkan namanya diseluruh penjuru dunia.

“jangan tanya apa yang negara beri untukmu tapi tanya apa yang kau beri untuk negaramu”


BANGKITLAH INDONESIAKU !!!
BlueFame
Kontestan #2
Kategori: Penulisan Essay

"Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Oleh:
semutmesum

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=140523


Wajah Indonesia, Kurang Nasionalisme, Kurang Persatuan.

Apa yang akan pak presiden lakukan sebagai kepala negara?
Apa yang akan tentara lakukan sebagai angkatan bersenjata NKRI?
Sebenarnya, bukan masalah siapa melakukan apa.
Apa karena orang berambut cepak dan bersenjata api itu tentara, mereka harus ada di garis paling depan?
Apa karena presiden Indonesia pimpinan negara dan beliau berpakain jas rapi, jadi beliau santai di rumah? kan tentara sudah pada bersiaga di sana.
Memang itulah pekerjaan tentara, melindungi NKRI.
Memang itulah juga tugas presiden, memerintah.

Jadi, kita ngapain? Diam saja di rumah? Berpangku tangan? Tidur? Main internet?
Dengan rasa nasionalisme yang mulai berkurang, perpecahan dimana-mana, mau apa kita?
Rasa nasionalisme berkurang, siapa bilang? seorang teman berkata seperti itu.
Apa kalian masih hafal Pancasila, yang menjadi dasar negara ini?
Atau lagu tradisional seperti jali-jali, kicir-kicir, apa kalian ingat? jangan-jangan ada yang gatau lagu itu ya.

Apa kalian merasa malu menjadi rakyat Indonesia?
Ada yang malu karena keadaan negara kita kocar-kacir, harga bbm mahal, rakyat miskin dimana-mana, apa masih ada yang bangga dengan Indonesia ya?
Apa sih yang bisa dibanggakan dari negara kita ini?
Ekonomi, anjlok. harga nilai tukar dengan dollar masih tinggi.
Sosial dan budaya, makin banyak perpecahan saja dimana-mana.
Korupsi dimana-mana juga ada.
Dari mulai kelas bawah sampai jaksa agung, korupsi sudah mendarah daging kali ya.
Mengapa malu? ini negara kita, lahir di sini, dibesarkan di sini, cari nafkah disini, mati disini mungkin.

Seandainya, negara kita diserang oleh Amerika Serikat tanpa alasan yang jelas atau dengan melakukan tuduhan-tuduhan tanpa bukti yang kuat, kita sedang ada di dalam rumah, tidur terlelap, lalu, "dor dor", suara senjata api dimana-mana.
Keadaan mencekam dan menakutkan. berani keluar?
Hanya dengan tekad dan semangat yang tinggi kita mau keluar, dan berteriak "INDONESIA!!! SAYA ORANG INDONESIA, SAYA AKAN MEMBELA NEGARA INI SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN"
Sayang, hanya segelintir orang yang mau seperti itu.
Akan lebih kuat, kalau kita bersatu. ya,bersatu. bersatu sebagai rakyat Indonesia, angkat senjata dan memukul para koboi amerika itu ke negerinya lagi.
Dan yang mau begitu biasanya orang-orang yang ada di desa, kampung, pokoknya selain di kota deh.
Orang kota pasti menghindar, menghindari kenyataan.
Mereka punya kaya raya, ngapain juga mengotori baju mereka yang mahal?
Mereka kan punya bawahan, suruh aja mereka buat keluar dan berperang.
Mungkin mereka pindah ke luar negeri, tempat yang lebih aman.

Apa perlu ya diadakan wajib militer? Biar semua orang jadi tentara? Seperti di Korea dan Amerika.
Sepertinya ga perlu wajib militer, kalau kita punya sifat ini dalam diri masing-masing.
KESADARAN!
Kesadaran bahwa saya orang Indonesia, ini saatnya saya membalas jasa Indonesia, setelah saya mengambil SDA sebanyak-banyaknya, sampai hutan gundul.
Kesadaran bahwa saya harus membela tanah air ini kalau diserang.
Dan yang paling penting, kesadaran bahwa saya adalah WNI!! jadi apapun hal yang berhubungan dengan Indonesia, saya harus ikut campur dan saya harus turun tangan.
Saya Orang Indonesia!
Katakan kalimat itu sekeras-kerasnya dalam hati dan di mulut.
Katakan dengan lantang dan keras.
Agar rasa nasionalisme itu tumbuh kembali!!

Ga kerasa, tanggal 17 Agustus nanti, peringatan hari kemerdekaan Indonesia ke 63.
Indonesia masih muda ya? tapi masalahnya banyak, kaya orang tua.
Apa sih makna kemerdekaan ini?
Di mana-mana, dari di Istana Negara sampai di perkampungan, bahkan di luar negeri, pada tanggal 17 Agustus ini, semua WNI mengangkat tangan kanannya dan mengangkat wajahnya ke atas dan melihat Sang Saka Merah Putih dikibarkan.
Mereka menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya. Penuh makna memang. Tapi, apa makna dibalik peringatan ini?
Tentu saja, mengingat perjuangan segenap rakyat Indonesia yang merebut kemerdekaan dari para penjajah.
Orang di masa itu (1945an), benar-benar mengerahkan semua jiwa, raga untuk membela Indonesia.
Demi sesuatu hal yang dinamakan Kemerdekaan. Bebas dari penjajah.
Bandingkan orang zaman dulu dan orang zaman sekarang.
Beda Kelakuan. Ya, semuanya mungkin sudah tau. Memudarnya persatuan dan terpecah belahnya negeri kita ini oleh provakator yang tidak bertanggung jawab.

Jadi, pada peringatan kemerdekaan ke 63 nanti, kita harus bersatu sebagai Warga Indonesia yang solid.
Lupakan segala perbedaan, warna kulit, suku, bahasa daerah dan lain-lain.
Anggap saja kita semuanya sama.
Di lapangan yang besar kita berbaris sebagai warga Indonesia.
Sang Saka Merah Putih berkibar, berikanlah penghormatan dengan iklas dan penuh kesadaran nasionalisme.
Marilah kita bernyanyi lagu Indonesia Raya.
"Indonesia Raya, merdeka merdeka, tanahku, rakyatku, semuanya"

Semoga kita tetap bersatu sampai nanti, sampai mati.
INDONESIA !!!
BlueFame
Kontestan #3
Kategori: Penulisan Essay

"Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Oleh:
cowo horny

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=114004


Indonesia, apa yang terlintas di benak ada ketika mendengar kalimat di depan tersebut? pastilah akan terbayang sebuah negara yang besar, mempunyai beragam suku dan kebudayaan, aneka sumber daya alam, keindahan alamnya, serta berbagai keindahan dan kekayaan yang lainnya. Sebagai negara maritim, Indonesia mempunyai wilayah yang sangat luas, tentu saja dengan beraneka ragam jenis ikan yang bukan saja sedap dipandang mata, namun juga mempunyai daya jual baik lokal maupun impor yang sangat tinggi. Terlepas dari keindahan serta kekayaan tersebut, dapat dipahami bahwa negara kita sangat rentan untuk diserang oleh negara lain. Apalagi letak Indonesia yang sangat strategis, yaitu berada di antara dua benua dan dua samudera.



Tentunya hal ini tidak dapat dibiarkan, karena bisa menyebabkan kesengsaraan rakyat dan juga jatuhnya martabat negeri ini di mata internasional. Dengan segala daya upaya, kita bisa mengandalkan berbagai unsur keamanan yang dipunyai oleh Indonesia. Mulai dari alat keamanan negara seperti; TNI AD / AL / AU, Polri, bahkan sangat mungkin unsur-unsur dalam masyarakat dapat dimobilisasi seperti; Satgas pengamanan parpol, ormas, sampai kepada Hansip, tentunya dengan dibekali strategi dan tekhnik untuk bela negara. Untuk mempersiapkan itu semua, perlu adanya komando yang terpusat agar semua unsur tersebut dapat terorganisir dengan baik, jadi tidak menimbulkan perlawanan yang bersifat kedaerahan. Artinya, masing-masing unsur, pasukan atau yang paling kecil regu dapat saling memahami bahwa perjuangan yang akan dikobarkan adalah perjuangan mempertahankan seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.



Kita semua pastinya berharap, hal-hal yang bersifat membahayakan keutuhan NKRI seperti yang pernah terjadi tidak akan dialami kembali oleh bangsa kita. Apa yang bisa dilakukan sekarang? Sebenarnya banyak hal yang dapat dilakukan terutama oleh pemerintah dan juga oleh warga negara. Pemerintah harus lebih peka terhadap permasalahan yang menyangkut kebijakan luar negeri, tegas namun masih dalam koridor yang tidak menyalahi peraturan internasional. Yang tidak kalah penting, adalah keseriusan pemerintah untuk menjaga wilayah teritorialnya, karena Indonesia mempunyai ribuan pulau yang terletak berdekatan dengan batas teritorial negara lain. Hal ini sangat rawan menimbulkan konflik antar negara.



Lalu apakah semua itu hanya menjadi tanggung jawab pemerintah? tidak!, sebagai warga negara yang baik kita juga harus dan wajib menjaga keamanan negara tercinta ini. Bersama-sama dengan pemerintah, warga negara ikut melaksanakan bela negara yang telah tercantum dan diatur pada UUD 1945 dengan berbagai cara yang positif, contohnya adalah dengan menjaga kelestarian warisan budaya, sehingga tidak ada klaim dari negara lain yang bisa memicu terjadinya peperangan. Bisa juga dengan ikut aktif dalam organisasi kemasyarakatan, sehingga apabila sewaktu-waktu terjadi penyerangan, kita sudah siap dalam garis komando.
BlueFame
Kontestan #4
Kategori: Penulisan Essay

"Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Oleh:
The Rambo

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=37567


Mengawali essay yang saya buat, ada beberapa pertanyaan berandai-andai serta kenyataan yang mau saya jadikan inti dari essay ini antara lain :

1. Mengapa Indonesia diserang negara tetangga ?
2. Apa akibat dari adanya serangan tersebut ?
3. Apa yang sudah dan akan kita lakukan untuk mempertahankan negara ini ?
4. Apa yang akan kita lakukan agar kita tidak diserang lagi ?

Indonesia negeri yang kita cintai seharusnya adalah negeri yang kuat dan patut untuk diperhitungkan oleh negara lain karena kaya akan sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Ketika kita berandai-andai negara ini diserang oleh negara lain maka muncul pertanyaan mendasar “kenapa hal ini bisa terjadi ?”.

Setiap negara memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing begitu juga dengan negara tercinta, Indonesia, tetapi alasan paling logis kenapa negara ini bisa diserang oleh negara lain adalah karena ke-tidak peduli-an dari pemerintah untuk membela bangsanya sendiri. Serangan itu bukan hanya merupakan serangan fisik/frontal melalui peperangan bersenjata yang memakan korban bergelimpangan tetapi juga serangan diplomatik, serangan budaya, serangan teknologi dan yang paling parah adalah serangan moral.

Saya berani mengatakan bahwa pemerintah memiliki rasa kepedulian yang rendah terhadap keberadaan negaranya mengingat pada beberapa kejadian yang dianggap remeh mereka tetapi justru menjadikan negara ini dianggap remeh pula oleh negara lain. Misalnya permasalahan TKI/TKW yang bekerja di negeri orang dan mendapat kesulitan disana, seharusnya mereka memberikan pembelaan atas kesalahannya karena para tenaga kerja itu masih merupakan warga negara Indonesia. Lemahnya diplomasi akan hal ini justru membuat kita hanya bisa menerima pasrah atas peraturan negara lain yang banyak merugikan para tenaga kerja. Hal lain lagi terbukti pada dimanfaatkannya beberapa budaya kita oleh negara lain untuk dijual sebagai daya tarik wisata, menunjukkan betapa lemahnya negara ini dalam menjaga kekayaan budayanya yang melimpah. Belum lagi serangan teknologi dimana kita yang memiliki segudang prestasi internasional atas teknologi justru lebih senang menjadi “makmum” negara lain tanpa berusaha menjadi “imam” di negeri sendiri bahkan di dunia.

Sebenarnya kita bisa menangkal segala serangan dari negara lain karena mampu dan saya yakin setiap warga negara tidak menginginkan negaranya diusik oleh negara lain, demikian pula dengan saya. Saya berani mempertaruhkan jiwa dan raga saya demi membela nama bangsa tetapi apakah para pemimpin negara ini berlaku yang sama ?

Seandainya benar negara ini diserang oleh negara lain maka yang harus bertindak pertama kali adalah pemerintah, karena pucuk kepemimpinan ditangan mereka. Misal saya bagi serangan itu berupa :

1. Serangan budaya, budaya kita diambil dan diakui negara lain. Untuk menangkalnya maka kita harus menyangkalnya dan segera mendata semua hasil budaya kita kemudian mematenkannya serta melestarikan dengan memberikan pengetahuan budaya yang cukup kepada anak cucu kita.
2. Serangan teknologi, dimana hasil karya anak bangsa lebih banyak di-anak tiri-kan. Untuk menangkalnya kita jangan melulu menggunakan teknologi mereka, berikan dukungan penuh dan kesempatan seluas-luasnya bagi mereka untuk mengembangkan diri sehingga hasil karyanya bisa membanggakan. Budayakan bangga memakai hasil karya bangsa sendiri.
3. Serangan diplomatik, negara dirugikan dengan peraturan negara lain. Diplomat harus tegas dalam membela kepentingan bangsa, jika hasilnya merugikan batalkan hubungan diplomatik itu. Jalin hubungan dengan negara lain yang lebih menguntungkan dan bisa menjadi sekutu bagi kita.
4. Serangan moral, dimana bangsa kita diberikan tekanan mental oleh negara adidaya yang membuat ketergantungan dan ketakutan negara ini terhadap mereka. Kita harus tegas untuk dapat keluar dari sikap penakut kita, jika kita berada diatas kebenaran dan demi kepentingan bangsa kenapa tidak kita menentang mereka. Buat mereka berpikir dua kali untuk menekan negara ini.
5. Serangan fisik/militer, negara diserang oleh angkatan bersenjata negara lain. Serang balik dengan dukungan penuh rakyat serta persenjataan yang bisa kita produksi sendiri bahkan rakyat mampu membuat senjata dan bom rakitan yang ampuh. Posisi negara kita yang kepulauan menyulitkan negara penyerang selain itu keberadaan markas angkatan bersenjata yang terpisah-pisah membuat kita mampu memecah peta kekuatan dalam penyerangan. Selanjutnya kita kembangkan persenjataan negara secara mandiri dengan tenaga ahli putra bangsa sendiri.

Rakyat akan mendukung ketegasan pemerintah dalam membela nama bangsa dan saya yakin rakyat akan bangga jika benar mereka mampu berbuat demikian. Semua serangan itu akan dapat kita patahkan bahkan kita lakukan serangan balik yang mematikan jika semua lapisan bangsa mendukungnya dan tidak melakukan pengkhianatan yang dapat melemahkan bangsa ini.

Akhir kata itulah setidaknya yang harus kita lakukan agar negara ini tidak lagi diserang oleh negara lain dan segera pula bangkit dari keterpurukan. Jayalah Indonesiaku !!!
BlueFame
Kontestan #5
Kategori: Penulisan Essay

"Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Oleh:
@guskrwtea

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=151178


Indonesia Negara yang kuat dan berkedaulatan rakyat


Seperti diketahui Negara Kesatuan Republik Indonesia kita ini, terdiri dari beberapa pulau. Makanya disebut juga negara kepulauan, saking banyaknya pulau-pulau kecil, konon beberapa sudah hilang.

Penduduknya banyak, terdiri dari berbagai macam suku dan kebudayaan yang berbeda. Terkadang memicu instabilitas nasional karena perbedaan keyakinan atau pilihan terhadap sesuatu yang berbeda.

Persoalan-persoalan, baik skala nasional atau daerah, sering terjadi dan terkadang memicu pertengkaran, perdebatan bahkan perang antar suku. Suatu hal yang sangat sulit dihindarkan, karena masyarakatnya sendiri sulit untuk diatur.

Dengan luasnya wilayah negara kita, beberapa tempat berbatasan dengan negara lain, diantaranya: Malaysia, Papua Nugini, Timtim, Singapura.

Lautpun terkadang memicu persoalan karena batasnya kurang jelas. Selain itu, tambahan juga dengan wilayah udara bisa juga menyumbang hal dalam tatanan bernegara dan bertetangga.

Dengan situasi dan kondisi Indonesia seperti disebutkan diatas, ditambah dengan makmurnya tanah dan laut, maka sering terjadi keributan antara negara kita, Indonesia dengan Negara laen, baik yang bertetangga, atau juga negara yang lainnya, yang mempunyai kepentingan dengan kita.

Pernah terjadi beberapa kali, Tapal batas di perbatasan antara Indonesia dengan Negara tetangga berpindah atau malah hilang. Tentunya ada pihak-pihak yang akan menyerobot batas atau hanya mengambil/mencuri sumber daya alam yang ada didaerah tersebut.

Sepertinya Indonesia, bagai gadis manis nan cantik, yang diincar oleh para lelaki hidung belang, dengan menghalalkan berbagai cara. Dengan makmurnya baik tanah atau laut, banyak investor yang datang untuk berusaha mengambil keuntungan. Sumber daya alam yang dijadikan ladang usaha, dengan sistim bagi hasil yang kurang, menjadi pemicu keributan. Yang asalnya hanya seorang atau sebuah perusahaan, menjadi keributan antar negara, dengan dalih masing-masing nasinalisme.

Tugas utama yang menjaga kedaulatan negara, tentunya dilakukan oleh aparat, dalam hal ini, ABRI. Dengan kekuatan Angkatan Darat, Laut dan Udaranya. Berbagai cara dan upaya dilakukan oleh para tentara, dalam menjaga stabilitas nasional.

Namun hanya ABRI saja yang disiapkan oleh Pemerintah, ada juga yang disebut Tentara Cadangan, yang bisa dikerahkan bila diperlukan. Bentuknya bisa para relawan yang tergabung dalam Lembaga Ketahanan Nasional, Resimen Mahasiswa, mungkin berbentuk Lembaga Swadaya Masyarakat.

Yang tidak kalah pentingnya, dalam rangka tatanan bernegara adalah pekerjaan para Duta Besar dan Diplomat. Agar sewaktu-waktu muncul bahaya, bisa mengamankan dengan cara diplomasi, bukan dengan kekerasan/peperangan.

Masyarakat umum jangan disepelekan dalam rangka membela kedaulat negara. Indonesia tidak akan bisa merdeka, kalau tidak rakyat yang berjuang dalam segala hal. Baik moril maupun material yang tidak sedikit. Kita telah terkenal dengan sistim gotong royong dan gerilya. Bambu runcing bisa menandingi senapan. Alangkah hebatnya negara dan masyarakat kita ini.

Nah, sekarang menjadi tugas kita sebagai warga negara Indonesia, baik yang berdomisili di dalam negri maupun luar negri, untuk selalu menjaga harga diri dan martabat bangsa di mata negara tetangga atau negara lain diseluruh dunia.

Harumkan nama bangsa dengan perilaku, prestasi dan dedikasi. Jangan asal berbuat dan bertindak yang tidak baik. Ingat dan junjung tinggi para pahlawan yang telah membela dan mendirikan bangsa ini. Teruskan perjuangan mereka dengan tekad dan niat tulus tanpa pamrih.

Jangan pernah menanyakan hak kalau belum memenuhi kewajiban. Selalu berfikir positif untuk kebaikan bangsa ini. Jangan pernah terpancing emosi karena hal yang belum jelas.

Selalu memelihara perdamaian dengan sesama, dimulai dari masing-masing pribadi, sebelum mengajak orang lain.

Sampaikan informasi dengan cara yang benar dalam menjaga keamanan negara. Terutama bagi mereka yang tinggal di daerah perbatasan, bantulah aparat dalam menjaga keamanan wilayah.

Hindari perselisihan antar kita, jangan sampai ada yang menunggangi, urusan dalam negeri menjadi masalah luar.

Dari seluruh paparan diatas, saya sebagai penulis, hanya mencoba untuk menuangkan secuil asa dan harapan demi tercipta stabilitas nasional, keamanan negara kita yang sama-sama kita cintai ini, agar terlepas dari berbagai ancaman dari luar, terutama negara tetangga. Jangan sampai masyarakat tidak aman dan damai. Sikap saling menghargai dan menghormati antar sesama harus ditonjolkan. Kembangan suatu kerjasama yang baik, agar tercipta keuntungan kedua belah pihak.

Jalin persahabatan dengan menciptakan kemitraan, baik yang bersifat Regional maupun Internasional.

Selalu tunjukkan bahwa kita sebagai bangsa yang besar dan berwibawa. Kalau ada masalah, jangan terpancing untuk angkat senjata, tapi coba untuk angkat bicara. Bukankah ada sila dalam dasar negara yang mengatakan: bermusyawarah untuk mufakat?

Demikian rangkaian kata dari penulis, dalam rangka menyambut kemerdekaan RI yang ke 63 ini, semoga Indonesia semakin jaya. Amieen!!!

Karawang, Menjelang tengah malam,

21 Juli 2008.


Agus Supriatna
BlueFame
Kontestan #6
Kategori: Penulisan Essay

"Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Oleh:
B_doT InsIde

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=178906


“Benahi Batang Tubuh Indonesia”


Perebutan kekuasaan adalah pemicu utama dimana setiap negara akan saling ‘dorong-mendorong’ untuk bisa menguasai negara lain. Dalam konten luas dewasa ini, kekuasaan tersebut bisa berupa ekonomi, wilayah, bahasa, kewenangan, hak cipta dan lain sebagainya. Apapun yang mereka inginkan, mereka akan melakukan segala cara untuk bisa menyerang dan merebut hak-hak negara lain yang mereka tunjuk. Semakin kacaunya polemik bangsa yang terjadi di Indonesia ini, merupakan jalan lebar yang sangat mudah diterjang oleh negara-negara lain untuk bisa menyerang kita. Kita mengira bahwa perang dilakukan dengan adu senjata dan adu jotos, namun diluar itu semua, politik tidak sehat yang berkembang pesat adalah senjata utama untuk bisa menaklukan negara kita. Mereka dengan mudah mempengaruhi orang-orang kita dengan dalil delegasi, padahal itu semua adalah taktik untuk menutup kedok sebagai negara yang bekerjasama dan kita jarang sekali menyadari hal itu. Seperti pepatah, “dekatilah musuhmu sebelum kau membunuhnya..”. Disini ekonomi merupakan faktor vital yang bisa dikuasai oleh bangsa lain. Dengan mudahnya mereka bisa memonopoli perekonomian kita selama kita belum serius menanganinya.

Selain itu, faktor hukum juga masih menjadi kendala di negeri kita. Pengabdian pun bisa dibayar dengan uang. Tak heran bila sekomplotan penjahat yang mengekspor barang terlarang ke negara kita bisa dengan mudahnya beredar di masyarakat. Barangkali ini bukan hal baru di negeri kita, tapi tetap akibatnya menjadi resiko kita. Belum lagi kasus hangat yang beredar tidak lama ini adalah pengakuan hak cipta atas lagu daerah Indonesia oleh Malaysia. Sejauh apapun kita menuntut tidak akan ada hasilnya apabila hukum tidak terkandung di dalamnya. Pencipta dan hak cipta yang belum diketahui menjadi masalahnya. Namun kita tidak perlu mencari kambing hitam dibalik semua ini, karena apakah kita juga tidak ingat kalo itu juga lagu kita, mengapa tidak kita akui sebelum negara lain mengakui? Apapun itu sebabnya, lantas kita belum bisa menang karena kita pun terlambat mengakuinya.

Laju mobilitas yang kurang stabil juga menjadi masalah bagi negeri kita. Itu sebabnya kita harus bangkit agar rel kehidupan bangsa kita lurus kembali dan terarah agar tidak dipengaruhi oleh teror yang di layangkan negara lain. Dimulai dari generasi muda yang merupakan motor dari segala aspek, karena disitulah bibit perjuangan akan muncul. Namun karena mereka menganggap bahwa dirinya paling benar, timbul gerakan-gerakan anarkis yang memperparah laju mobilitas negara kita. Disini kita harus memunculkan berbagai pemikiran sehat agar pemerintah pun dengan senang hati mengabulkan segala aspirasi mereka dan tidak ‘linglung’ dalam membuat suatu keputusan.

Badan pemerintah yang bekerja atas dasar mau enak sendiri juga dirasakan sangat dominan di negara kita. Mereka merasa paling kuat dan paling benar. Di tengah gejolak yang belum juga padam mereka malah semakin asik mempermainkan pesan dari rakyat. Seharusnya mereka sadar bahwa apa yang telah mereka lakukan adalah awal dari kehancuran negara kita. Mungkin mereka gembira di atas, menikmati uang hasil mencuri, sementara rakyat sengsara dan sering kali makan pun susah. Ini merupakan jalan termudah untuk disusupi pengaruh negara luar untuk bisa masuk dalam badan pemerintahan kita dan satu persatu dari anggota pemerintahan kita terhipnotis oleh daya upaya bangsa lain. Dengan kelengahan ini, musuh akan lebih leluasa untuk mengaplikasikan berbagai rencana dalam proses penghancuran negara kita. Selain itu kebiasaan orang tinggi di Indonesia, memanfaatkan hak-hak istimewa agar mereka bisa kaya sendiri tanpa memikirkan orang banyak. Ini yang harus kita hapus. Benahi orang dalam agar mereka tidak terlampau jauh menyakiti rakyat. Berantas segala bentuk kejahatan secara tegas dalam bentuk apapun selagi hukum menilai kalo itu salah.

Indonesia adalah negara yang kaya akan hasil alamnya. Itulah sebabnya kita harus pandai-pandai dalam memanfaatkannya agar di kemudian hari masih bisa kita pergunakan. Kita harus mempertahankan dan melestarikan agar negara lain tidak merebutnya. Disini bukan hanya peran pemerintah saja, namun keikutsertaan rakyat juga dapat membantu bangsa kita untuk mempertahankan harta kita yang kaya ini.

Intinya, kita jauhi pengaruh negeri lain yang bisa merusak bangsa kita. Kita harus sadar bahwa sebelum kita meminta bantuan, kita harus bisa berdiri sendiri. Negara yang licik tidak akan segan-segan meminta imbalan balik, dan apabila tidak dipenuhi mereka lantas mengobrak-abrik negara kita yang sedang pincang. Kebersamaan dan saling mendukung satu sama lain adalah senjata yang kuat untuk mengusir musuh. Bila kita bersatu, tidak akan terasa berat mempertahankan kekayaan negara kita, karena dari dulu kekayaan bangsa kita selalu membuat iri bangsa lain dan ingin merebutnya dari kita. Dimulai dari yang terkecil, tahap demi tahap kita bangun kembali negara kita agar bisa berdiri tegak di kemudian hari……

“Kalo Indonesia bangkit lagi, kita untung…bangsa untung…..”

Hidup Tanah Airku Indonesia


Cianjur, 24 Juli 2008 (Saat itu hampir Magrib)

Pemikir Tanggung a.k.a Cianjur


Haddy Kustaman @B_doT InsIde
BlueFame
Kontestan #7
Kategori: Fotografi

"Merah Putih di Segala Segi"

Oleh:
naga_langit

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=14341


“Lusuhnya Kain Bendera”




Keterangan Tambahan:

Kamera : Nikon D 80

Lensa : Nikon / AF-S DX 55-200mm f/4-5.6 G IF-ED

Film : Digital / ISO 200

Shutter : 1/200
BlueFame
Kontestan #8
Kategori: Penulisan Essay

"Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Oleh:
bustanulis

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=6865


"Dunia Berebut Sumber Alam Segar"


Dunia sudah mulai gerah, betapa tidak perubahan iklim dimanapun sudah tak bisa diduga lagi. Bongkahan salju abadi di antartika maupun di artika mulai mencair dan tinggal separuh, permukaan lautpun bertambah tinggi. Lebih tragis lagi New York baru saja terkena gempa dan tsunami paling besar di sepanjang sejarah kehidupan manusia, dengan dampak mengerikan kota bisnis di New America hilang dari peta dunia. Beberapa negara kepulauan seperti Hawai, Selandia Baru, Jepang dan Afrika belahan Barat pun mulai mengikis pelan-pelan. Kawasan benua China dan Rusia pun mulai ditimbun sampah produk elektronik. Sedangkan di Asia hanya terjadi beberapa kali letusan gunung berapi, namun korban nyawa yang harus hilang akibat bencana tersebut amat sangat banyak. Sementara Uni Austrarian (negara baru bekas Australia Papua dan Timor Timur) sedang giat membangun pusat pembangkit energi tenaga glukosa ekstrak. Memang cadangan minyak bumi sudah tipis sekali, dan Uni Eropa lah yang mengendalikan jatah bahan bakar minyak ke seluruh pelosok dunia. Atmosfir bumi pun penuh sesak dengan satelit, dari pengedali cuaca, penyelia media dan akses global-multi-intra-net (revolusi baru internet sudah terjadi berkali-kali) hingga satelit kepentingan militer bertaburan menutupi hampir setiap titik cahaya bintang yang terlihat dari permukaan bumi. Sebagian besar satelit tersebut sebenarnya sampah karena sudah tertinggal tekhnologinya.

Organisasi PBB sudah lama bubar, dan hanya ada dua tiga organisasi besar dengan anggota multi negara UGHT (Union Globat High Technocration), UNC (United Natural Country) dan UBF (Union Bussines Forever). Masing-masing kepentingan ketiga organisasi itu selalu menjadi konflik di berbagai negara, untungnya masih sebatas konflik politis, walau pernah mengakibatkan musnahnya beberapa negara kecil. Baru saja ketiga organisasi itu melakukan pertemuan tingkat elite, dengan keputusan yang harus dipilih sebab tidak ada pilihan lain. Keputusan bersama itu adalah mencari sumber alam segar, dan yang menjadi sasaran kepentingan tida organisasi itu adalah RNS (Republik Nusantara Serikat : perserikatan Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei dan Philipina)

Memang semenjak terjadi beberapa kali letusan jajaran gunung berapi si wilayah Jawa dan Sumatera debu vulkanik telah menyemauikan kesuburan baru di permukaan tanah tersebut. Spesias tumbuhan dan hewan baru pun bermunculan diwilayah yang kini super subur. Demikian juga dengan temuan tekhnologi baru bahan bakar berbasis glukosa ekstrak sangat menginginkan pendirian pabrik produksi di wilayah yang terlihat hijau pekat bila difoto dari satelit dengan resolusi tak terhingga.

RNS dipimpin oleh dewan khusus yang mengatur kelangsungan pemerintahan untuk kesejahteraan rakyat, memang pemimpin pemerintahan bukan musimnya lagi untuk kunjungan ke daerah atau wilayah terpelosok, karena semuanya pengaturan pemerintahan sudah bisa dilakukan hanya dalam kamar berukuran 4 x 4 meter dengan bantuan supernova komputer. Apalagi RNS sudah menjadi negara penyuplai vaksin anti virus terbaik hingga perekonomiannya kuat dan menjadi salah satu motor organisasi UNC.

***

Tiba masanya perundingan antara UGHT, UNC dan UBF mengalami jalan buntu. Masing-masing utusan perunding tak mau mengalah. Di sisi lain desakan kebutuhan untuk penguasaan sumber daya alam segar semakin tak bisa dibendung. Maka dalam sebuah perundingan rahasia antara UGHT dan UBF memutuskan melakukan invasi ke RNS dan melumpuhkan pemerintahannya. Mereka membuat sebuah operasi rahasia dengan target utama melumpuhkan segala alat komunikasi di RNS dan memalsukan vaksin anti virus produk RNS.

***

Operasi rahasia tersebut terbongkar, dan menjadi polemik besar bagi dunia. Hingga akhirnya pilihan purba dijalankan oleh UGHT dan UBF, kirim pasukan sekutu menyerbu RNS. Perangpun terjadi, walau peralatan serba multi canggih, namun perang tetep merunut hukum purba : Musnahkan apapun sampai bersih. Dan akibat perang pun sudah diduga, selain puluhan juta mayat berikut jutaan ton puing bertebaran di kawasan hijau pekat RNS. Demikian juga di pihak sekutu banyak sudah terkuras harta benda untuk membiayai tentara bayaran berikut alat pemusnah masal mereka.

***

BLAAARRRRR, ternyata tidur ini terlalu panjang. Hal diatas adalah angan yang tak ada kenyataannya.

***

Apabila kenyataannya saat ini Indonesia diserang negara tetangga (kita punya 7 negara tetangga yang potensial menyerang negeri ini, Malaysia, Brunei, Singapura dengan Australia bantuan Inggris dan sekutunya, Phipina dengan bantuan Amerika dan Kemungkinan kecil rencana Papua Besar Bersatu) apa yang bisa kita perbuat?
Coba kita hitung kembali cadangan kekuatan riil (real resource) pertahanan Indonesia. Dari segi ekonomi ketergantungan dengan negara besar (donatur) masih tinggi, dari segi peralatan pertempuran di arena nyata ketertinggalan tekhnologi yang menjadi kendalanya.Dari sisi Idielogi kita masih mencari bentuk riil Ideologi yang bisa menambah kuat persatuan bangsa dengan ribuan suku, pulau dan jenis adat masyarakatnya. Maka salah satu cadangan yang kita punya adalah dengan melihat pelajaran sejarah, yakni kita masih punya banyak penduduk, masih punya persatuan kebangsaan, masih punya keramahan dan masih punya rasa nekad. Maka strategi pengamanan dengan penggalangan rakyat semesta yang bisa menjadi senjata pamungkas melawan segala bentuk intervensi di negara dengan 33 propinsi ini.

Saat ini tekhnologi komunikasi lewat internet pun sudah bisa dirasakan sebagian penduduk Indonesia, dari semula hanya mengirim surat elektronik, kini bisa mengakses jutaan film dari berbagai negara, juga transaksi bisnis yang nyata. Bahkan jika pemimpin Indonesia sadar akan arah laju kebijakan ekonomi global berbasis multi media, maka dia harus memiliki kemampuan untuk menguasai tekhnologi tersebut. Salah satu manfaat penguasdaan tekhnologi bisa kita lihat dari cara Thaksin perdana menteri Thailand mengatur pemerintahan kerajaan dengan basis tekhnologi internet dan kebijakan ekonomi global.

Kalau ada yang sempat mencermati kegiatan Mayjend Saurip Kadi dan rekannya Liem Siaw Pen untuk mencari pemimpin Indonesia di masa mendatang, maka akan kita dapati bukti resource bangsa kita sebenarnya bisa diberdayakan menjadi alat 'Kebangkitan NAsional' senyata-nyatanya. Namun bila hari ini tiba-tiba salah satu negara tetangga kita melakukan invasi mendadak (tentu saja sebelum melakukan invasi maka bangsa penyerang akan meIemparkan isu negatif di hadapan dunia, sebagaimana cara As dan sekutunya menginvasi Irak), maka salah satu hal penting yang harus dilakukan sebagai perlawanan adalah pergerakan media informasi. dimana pemberian kabar tentang kebenaran Indonesia untuk menangkal intervensi harus bisa meyakinkan semua bangsa di dunia. Kita bisa belajar pengalaman bangsa Bosnia atau kaum Tibet.

Dengan demikian salah satu hal penting yang bisa membuat pertahanan bangsa Indonesia kuat adalah persatuan penyedia jasa informasi global. Namun dukungan rakyat semesta mutlak diperlukan, masih tercatat dengan jelas dalam perjalanan sejarah bangsa-bangsa yang kuat bahwa rakyat semesta adalah potensi kekuatan yang amat bagus.

***

Terlepas dari itu semua selain invasi negara tetangga bisa terjadi, pernah ada sebuah sajian menarik yang diproduksi BBC sebuah film dokumenter dengan judul 'In The Ring Of Fire' memberikan gambaran jelas negeri Indonesia justru nyata berada dalam lingkaran gunung berapi dan ancaman gempa atau tsunami pada sebagian wilayah sekian propinsi. Bencana alam datangnya tak bisa diduga, jadi selaian memiliki sumber daya alam yang segar dan bagus Indonesia juga menyimpan sumber bencana yang kini tengah tertidur. Salah satu antisipasi ancaman tersbeut adalah dengan mengembangkan ilmu Penanggulangan Bencana Alam, dari Tsunami, gempa, letusan gunung berapi hingga banjir bandang. Sayangnya untuk menangani lumpur Lapindo saja sampai saat ini belum ada tanda keberhasilan.

Sekali lagi bila bangsa Indonesia diserang negara Tetangga, salah satu konsolidasi yang paling mungkin adalah penguatan jaringan penyedia jasa komunikasi global plus dukungan rakyat semesta.

***

Demikian Essay ini dibuat dengan harapan tak ada Negara Tetangga yang punya niat secuilpun menyerang Indonesia.




Tegal
Akhir Juli 2008

Bustanul 'bustanulis' Arifin

BlueFame
Kontestan #9
Kategori: Fotografi

"Merah Putih di Segala Segi"

Oleh:
dogolz

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=161735


"Inikah Hasil Perjuangan Para Veteran Indonesia???.."





BlueFame
Kontestan #10
Kategori: Penulisan Essay

"Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Oleh:
aliimron af

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=193363


Arti kemerdekaan dapat juga dikatakan bebas dari segala ancaman dan penindasan baik bersifat individual ataupun kelompok . Jika kita tarik dalam konteks kemerdekaan sebuah bangsa maka kemerdekaan dapat kita artikan bebas dari segala tindakan ancaman maupun penindasan oleh bangsa-negara lain dan kita bebas melakukan hubungan dengan bangsa-negara di dunia. Kemerdekaan Indonesia tepatnya pada tanggal 17 agustus 1945 yang diproklamirkan oleh Soekarno-Hatta. Hal itu mengisyaratkan bahwa bangsa kita lepas dari penjajah, tetapi itu bukan menjadikan tolok ukur bahwasanya kita tidak akan diserang lagi oleh negara lain. Sangat memungkinkan jika Negara kita (Indonesia) akan diserang oleh negara di dunia. Ini disebabkan oleh keinginan pengeksploitasian dan penguasaan sumber daya alam (SDA) dan lain-lain, apalagi negara kita sarat akan sumber kekayaan alam. Seperti tahun lalu negara Malaysia telah mengakui wilayah teritorial Kalimantan bukan hanya saja itu Malaysia juga mengeklaim bahwa produk budaya kita seperti Reog Ponorogo adalah budaya Malaysia. Ternyata jika kita amati seksama maka bangsa kita sebenarnya sudah diserang tetapi masih bersifat konservatif. Walaupun sifatnya masih demikian, apabila kita tidak mewaspadainya maka bangsa kita dapat mudah diserang dan kemudian ditaklukkan. Hal demikian akan mencoreng nama besar bangsa kita yang sudah terlegalisasi kemerdekaannya, lain dari pada itu kita sebagai bangsa yang mempunyai kebebasan HAM akan merasa tertindas.

Sebagai bangsa yang baik adalah selalu mengisi kemerdekaan dengan belajar (peningkatan SDM), menjunjung tinggi nama bangsa dan melakukan yang terbaik untuk bangsa. Jika negara kita diserang oleh bangsa lain maka upaya kita adalah mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena tidak mungkin tidak bangsa-negara lain akan menyerang negara kita. Jika bangsa kita tidak mempunyai kekuatan baik sumber daya manusia (SDM), ekonomi maupun kekuatan persenjataan maka negara Indonesia layaknya ladang kosong yang siap digarap oleh kolonialis, seperti yang terjadi pada 4 abad yang lalu. Sungguh suatu ke-ironisan sebuah bangsa yang sudah merdeka dan sejahtera.

Apabila hal demikian sampai terjadi pada negara kita, maka kita harus melakukan upaya penanganan lewat media kekuatan sumber daya manusia, ekonomi dan militer. Walaupun kita menyadari bahwa negara kita secara militer masih jauh dibawah negara lain di dunia seperti Rusia, Amerika ataupun negara tetangga Malaysia dan lain sebagainya. Tetapi pada dasarnya kekuatan itu semua tidak akan dapat berfungsi jika kesatuan dan persatuan bangsa terpecah belah. Maka untuk menyatukan semua kekuatan sumber daya manusia, ekonomi dan militer harus mengedepankan rasa Nasionalisme kita dengan cara kesejahteraan secara ekonomi, keadilaan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Sehingga semuanya dapat berjalan dan berada di garda depan dalam melawan kolonialis. Adanya kesatuan dan persatuan yang utuh keyakinan untuk dapat mengalahkan-mengusir kolonialis akan terwujud. Hal ini tercermin pada saat rakyat Indonesia merebut kemerdekaan adalah dengan cara bersatu padu melawan penjajah.

Seperti deskripsi awal tadi, bahwa negara-negara merdeka sekalipun pasti akan diserang oleh bangsa-negara lain. Demi menjaga kemerdekaan yang mutlak dan hakiki, maka tindakan kita sebagai bangsa Indonesia adalah menyatukan persatuan dan kesatuan melalui kekuatan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat, keadilan dalam bidang hukum dan penguatan militer dalam menjaga keamanan bangsa-negara. Maksud dari kekuatan ekonomi-keadilan hukum-kekuatan militer adalah

* Jika rakyat sudah sejahtera maka rakyat tidak akan melakukan tindakan yang beorientasi negative
* Jika hukum sudah ditegakkan maka dalam mencari keadilan dan moral HAM akan terealisasi.
* Dimaksud kekuatan militer adalah untuk menjaga keamanan dan kesatuan bangsa

Apabila semuanya dapat terwujud maka dalam menghadapi penjajah sangat mudah mengalahkannya karena rakyat kita sudah dapat disatukan. Bangsa lain pun akan enggan dan tidak berani untuk menyerang bangsa kita. Demikianlah betapa penting dan kuatnya kesatuan dan persatuan sebuah bangsa-negara dalam menjaga kemerdekaan yang hakiki. Semoga bangsa kita selalu MERDEKA…MERDEKA…MERDEKA.
BlueFame
Kontestan #11
Kategori: Fotografi

"Merah Putih di Segala Segi"

Oleh:
apriyanti

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=188986











BlueFame
Kontestan #12
Kategori: Fotografi

"Merah Putih di Segala Segi"

Oleh:
abdul husen

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=198843






Keterangan Tambahan:

camera : canon powershot a640.

lokasi foto : museum fatahilah jakarta.
BlueFame
Kontestan #13
Kategori: Penulisan Essay

"Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Oleh:
suriani

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=199061


Negara Indonesia telah menempuh kemerdekaannya hampir enam puluh tiga tahun dan sebagai masyarakat yang dapat menikmati kemerdekaan tersebut tanpa harus merasakan medan perang sudah sepatutnya kita menjaga kemerdekaan tersebut.Banyak cara yang dapat ditempuh untuk melakukannya,antara lain menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.Negara kita berdiri atas dasar persatuan sesuai dengan bunyi sila ke-3 Pancasila,“Persatuan Indonesia”.Apabila kita merusak persatuan tersebut maka dengan mudahnya bangsa kita akan diserang dan dihancurkan oleh negara lain.

Setiap orang memiliki ego masing-masing tetapi dengan rasa persatuan dan kesatuan yang kuat maka kita dapat menyatukan ego tersebut untuk melindungi Indonesia tercinta.Kita perlu melindungi negara ini dari apapun dan siapapun yang akan membuat negara kita hancur.Seandainya peristiwa puluhan tahun silam terulang maka sebagai warga negara Indonesia sudah sepantasnya kita maju dan menyingsingkan lengan untuk mempertahankan keutuhan negara. Bayangkan jika puluhan tahun yang lalu para pejuang kita tidak memiliki kesadaran akan pentingnya melawan para pejajah demi keutuhan negara,kita tidak akan menikmati kemerdekaan seperti sekarang.Oleh karenanya kita harus memiliki semangat juang yang sama bahkan lebih untuk negara kita.

Tidak harus menjadi seorang TNI,ABRI atau anggota militer lainnya untuk melawan para musuh yang akan menghancurkan negara kita.Sebagai rakyat biasa pun kita tetap dapat membantu melindungi negara dari serangan negara lain. Karena bentuk serangan itu sendiri tidak hanya dalam bentuk militer,saat budaya kita diakui oleh negara lain itu juga merupakan bentuk serangan terhadap negara kita.Oleh karena itu sebagai rakyat yang cinta akan kebudayaan sendiri kita harus melestarikan budaya tersebut sehingga negara lain tidak bisa seenaknya untuk mengakuinya.Kalaupun serangan militer tersebut ada sebagai rakyat biasa pun kita dapat melawannya.Apakah orang-orang yang merakit bom atau senjata itu berasal dari kalangan militer?Tidak,ini berarti rakyat biasa pun memiliki kemampuan yang sama untuk membantu negara ini.Bukannya membuat alat-alat peledak untuk menghancurkan negaranya sendiri.Para pejuang saja dapat melawan penjajah dengan alat yang masih terbilang tradisional jadi dengan kemajuan teknologi yang kita miliki sekarang sudah seharusnya kita menjadi lebih baik dari mereka.

Apakah perjuangan harus selalu diwarnai dengan adu senjata?Tidak,kita bisa menggunakan akal pikiran kita untuk melindungi negara ini.Indonesia tidak akan pernah merasakan kemerdekaannya jika tidak memiliki rakyat yang mau berpikir bagaimana strategi melawan musuh.Mereka tidak hanya mengandalkan kekuatan secara fisik saja.Dan semua itu dimulai oleh para pemuda kita yang dikatakan sekarang ini sebagai generasi penerus bangsa.Para pemuda sudah seharusnya menjadi pemikir bagi nasib masa depan bangsa kelak.Mereka tidak bisa hanya berpangku tangan menunggu negara kita diporakporandakan negara lain.Kita tidak pernah mengetahui kapan negara kita akan diserang oleh negara lain.Mungkin saja sekarang saat kita sedang duduk santai di rumah kita,negara lain sedang memikirkan bagaimana cara untuk menyerang dan menguasai Indonesia.

Rasa nasionalisme harus terus dipupuk agar tumbuh subur di setiap diri rakyat Indonesia.Kebersamaan dan keinginan untuk saling mendukung satu sama lain adalah senjata yang paling ampuh untuk mengusir musuh.Sebuah lidi akan dapat membersihkan debu jika disatukan dengan lidi-lidi yang lain.Seperti itulah rakyat Indonesia,sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika “Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh”.Bila kita bersatu,tidak akan ada hal yang mustahil untuk mempertahankan negara kita.Negara lain tidak akan memandang kita sebagai negara yang lemah jika kita bersatu,sebaliknya jika negara lain melihat bahwa kita sama sekali tidak mampu untuk mempertahankan keutuhan negara mereka akan dengan sangat mudah memanfaatkannya.Memulai segalanya dari yang terkecil,setahap demi tahap kita akan mampu membuat negara kita seperti negara yang lain.


Samarinda,14 Agustus 2008
BlueFame
Kontestan #14
Kategori: Fotografi

"Merah Putih di Segala Segi"

Oleh:
AnakNaga

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=140296




Keterangan Tambahan:

Judul: Cinta Negeriku
BlueFame
Kontestan #15
Kategori: Penulisan Essay

"Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Oleh:
AnakNaga

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=140296


Skenario #1

Tentara Nasional Indonesia akan merespon dengan cepat-ingat konfrontasi dengan Malaysia? Para ranger Indonesia bertempur dengan gagah berani di hutan-hutan Kalimantan, mereka menang dari pasukan elit Inggris walaupun kalah dalam segi senjata-tetapi karena persenjataan yang tidak memadai (masih ingat senjata ditukar dengan bahan makanan? Tetapi diprotes oleh anggota Dewan yang terhormat?), TNI harus menerima kekalahan telak dari negara aggressor, dengan jumlah pasukan yang semakin sedikit dan kurang latihan karena terlalu banyak bersenang-senang di kota-kota besar sewaktu negara masih berada dalam keadaan damai maka jatuhlah satu demi satu tanah Indonesia, para oportunis dan kaum pedagang bangsa akan bersenang-senang karena tentu saja serangan tersebut tidak mungkin dilakukan tanpa dukungan intelijen yang memadai, dan siapa sajakah intelijen negara asing tersebut? Tentu saja mereka!, kaum nasionalis sejati akan tersingkir dan diperlakukan sebagai penjahat perang, rakyat biasa yang tidak memiliki kekuatan apa-apa akan bungkam dan diam karena ditodong senjata dan karena terlalu lama tertekan oleh pemerintah sendiri mereka menjadi skeptis dan akhirnya cuek saja, bagi mereka siapapun yang memerintah nasib mereka toh akan sama saja.

Skenario #2

Pemerintah Indonesia dengan gagah berani akan melapor ke PBB dan mengajukan bukti-bukti bahwa secara de facto dan de jure merupakan wilayah Indonesia (ingat kasus-kasus perebutan pulau dengan negara lain?), tetapi karena bukti-bukti yang diajukan tidak memadai dan dianggap kurang mencukupi bagi Mahkamah Internasional maka tentu saja lagi-lagi kalah! Rakyat Indonesia tidak akan tinggal diam, mereka akan menggelar berbagai aksi-demo bela negara, tetapi pemerintah akan menyarankan agar masyarakat tidak melakukan aksi pembalasan apapun, satu-persatu wilayah akan terambil hingga akhirnya hanya Jakarta saja yang masih menjadi wilayah Indonesia, tinggal menunggu waktu saja maka Jakarta juga akan jatuh. TNI, seperti biasa akan melakukan tindakan pembalasan, tetapi karena alasan klasik (kurang personil dan persenjataan yang tidak memadai) maka TNI akan kalah.

Skenario #3

Rakyat Indonesia, pemerintah, dan TNI bahu-membahu dalam mempertahankan setiap jengkal tanah Indonesia. Seluruh rakyat akan membalas dengan senjata apa saja, menggelar rapat-rapat umum dengan skala massa yang besar, bagaikan hujan rintik-rintik yang lambat namun membasahi, rakyat akan mengambil kembali seluruh tanah Indonesia yang telah dikuasai oleh musuh, para pemuda kampung akan berjaga dan melakukan patroli setiap malam (ingat kasus-kasus perang antar kampung? Dengan cara seperti itulah mereka akan berjaga). TNI akan melakukan perang gerilya, karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk melakukan perang frontal, pelan-pelan tanah air akan kembali menjadi hak anak negeri. Pemerintah akan melakukan segala upaya dengan sekuat tenaga, melalui diplomasi, mengajukan bukti-bukti yang valid dan lengkap untuk mengambil kembali haknya. Setelah berusaha sekuat tenaga, hanya Tuhan yang dapat menjawab apakah Indonesia akan kembali mendapatkan haknya atau tidak.

Tiga skenario, tiga kejadian berbeda, tiga kesempatan, yang mana akan dipilih oleh bangsa ini? Apakah kita akan membiarkan? Apakah kita akan kalah? Atau apakah kita akan mampu membela hak-hak kita dengan gagah berani? Kini jawabannya terserah kepada anda, Nasionaliskah anda? Oportuniskah anda? Bersediakah anda membela negeri ini? Untuk saya pribadi, maka pertanyaan tersebut akan saya jawab, YA!, saya Nasionalis, saya pasti akan membela negeri ini, bagaimana dengan anda?
BlueFame
Kontestan #16
Kategori: Penulisan Essay

"Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Oleh:
spinkillart

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=165621


Pengamanan Pulau Terluar


Saya mebagi Essay ini dengan beberapa permasalah

1. Mengapa Indonesia bisa diserang?
2. Hal yang mendukung negara tetangga bisa menyerang Indonesia.
3. Pencegahan penyerangan negara tetangga terhadap Indonesia.



1. Mengapa Indonesia bisa diserang?

Indonesia adalah negara yang masih lemah di bidang pertahanan dan keamanan terutama untuk daerah perbatasan, tapi memiliki wilayah yang luas dan kaya akan sumber daya alam. Oleh karena itu Indonesia selalu menjadi incaran negara – negara lain termasuk negara tetangga seperti Timor Leste, Malaysia dan Australia terbukti mereka mencoba merebut hak bangsa Indonesia seperti pulau – pulau yang ada Indonesia seperti pulau batek,ashmore,sepadan dan lain-lain, yang lebih ironisnya lagi bahkan kebudayaan Indonesia juga mereka rebut dan Indonesia tidak bisa berbuat banyak.

2. Hal yang mendukung negara tetangga bisa menyerang Indonesia.

Hal diatas membuktikan mereka menganggap Indonesia seperti negara yang lemah dan tidak perlu di dihargai, sehingga mudah untuk di serang dan diajak berdamai dengan gampangnya karena mereka menganggap Indonesia negara yang harga dirinya murah sehingga tidak berani secara keras membela wilayahnya. Hal yang lain adalah wilayah perbatasan yang belum tertata dan terjaga dengan baik terutama pulau-pulau terluar, sehingga sangat gampang bagi negara tetangga untuk merebut dan menguasainya. Ditambah lagi warga yang ditinggal di wilayah perbatasan hidupnya tidak makmur di Indonesia tapi mereka melihat lebih makmur di negara tetangga, sehingga ketika terjadi konfrontasi mereka lebih memilih menjadi warga negara tetangga.

3. Pencegahan penyerangan negara tetangga terhadap Indonesia

Semua itu bisa dicegah dengan memperbaiki beberapa bidang yang berhubungan:

1. Bidang ekonomi.

Indonesia harus memperbaiki sector ekonomi di daerah perbatasan Indonesia seperti membuat pasar internasional, pariwisata,pertambangan dll. sehingga bisa mendongkrak ekonomi warga perbatasan dan mereka merasa nyaman dan diperhatikan oleh Indonesia.

2. Bidang Militer.

Indonesia harus mempercanggih persenjataan dan teknologi hankam yang sudah sangat ketinggalan zaman, dan juga memperkuat penjagaan TNI di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar dan merperbanyak armada patroli laut, sehingga pulau terluar yang jarang tersentuh dapat dijaga dengan baik oleh angkatan laut sebagai kekuatan utama untuk penjagaan daerah laut dan pulau-pulau terluar. Dengan begitu pihak negara lain pun akan berpikir dua kali untuk mencoba menyerang Indonesia.

3. Bidang Politik.

Klaim semua pulau-pulau terluar Indonesia sehingga kita bisa membuat pertahanan terhadap serangan negara tetangga.

4. Bidang Pendidikan.

Berikan pendidikan yang baik pada warga daerah perbatasan terutama tentang moral bela negara sehingga daerah perbatasan pun memiliki orang – orang pintar yang akan memajukan daerahnya.

Yang paling penting adalah kita harus waspada dan bersatu untuk mencegah segala bentuk penyerangan seperti terorisme dari negara lain terhadap negara yang kita cintai.

MERDEKA !!!!
BlueFame
Kontestan #17
Kategori: Fotografi

"Merah Putih di Segala Segi"

Oleh:
TaZ DeviL

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=182580






Keterangan Tambahan:

Ikut Lomba Fotografi donk (walau tema nggak sesuai dengan Juklak nih)
Aku kirimkan Foto yang sangat langka sekali....(mungkin 1th sekali hihihihi dan susah nyari moment ini...)

Komentar Saya...Walau kita sudah Merdeka 63 tahun, tapi kita masih dijajah Belanda...terbukti bendera Belanda Berkibar di Tanah Air
tercinta....(Sudah pada Mati tapi masih Menjajah juga..)

Lokasi Taman Makam Belanda (Kawasan Gajah Mungkur-Semarang) diambil jam 8.44 wib dengan Kamera HandPhone P990i
BlueFame
Kontestan #18
Kategori: Fotografi

"Merah Putih di Segala Segi"

Oleh:
tozzy

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=98752




Keterangan Tambahan:

Tema: "Berkibarlah Benderaku .. Tetap Satu Bangsaku"

Foto diambil di halaman mesjid dekat rumah. Benderanya sendiri terpasang di atap, tepat di sebelah kubah mesjid.

Gambar diambil menggunakan kamera di HP Sony Ericsson K750i.

Pesan yang mau disampaikan:

"Keteguhan dalam menjalani keyakinan janganlah justru menjadi awal dari hancurnya persatuan dan kesatuan bangsa ... malah seharusnya jadi pemicu semangat untuk terus menjaga ke-bhinneka-an serta keutuhan negara kita tercinta"

HIDUP INDONESIA BERSATU ... MERDEKA !!!
BlueFame
Kontestan #19
Kategori: Penulisan Essay

"Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Oleh:
azmantbs

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=199421


“SEANDAINYA INDONESIA DISERANG NEGARA TETANGGA”

Karena Negara Indonesia sangatlah besar dan luas terdiri dari ribuan pulau dan sangat kaya dengan hasil alam yang melimpah ruah serta penduduk yang ramah tamah pula, yang kadang saking ramahnya kepada orang sering disalah artikan oleh warga Negara lain sebagai suatu sifat bodoh dan terbelakang apalagi sumber daya manusia kita yang sangat kurang contohnya saja dalam pengelolaan sumber daya alam, masih banyak tenaga asing yang dipakai baik itu investornya maupun pekerja lapangannya. Bukannya orang Indonesia tidak ada yang pandai tapi sekali lagi maaf, nampaknya dinegeri ini masih ada yang namanya “Pembunuhan Karakter”. Melihat seseorang pintar dan berkembang bukannya malah mendukung tapi malah dihambat atau dipersulit, belum lagi ada anak bangsa yang cerdas tapi terbentur dengan masalah dana untuk melanjutkan pendidikan, apalagi yang punya pemikiran bagus tentang bangsa ini malah dipersulit dan dibilang kritis, belum lagi politik adu domba turunan dari penjajah belanda.Dari masalah-masalah diatas saja dan yang seabrek lainnya yang ada di bangsa inilah maka ada potensi Negara ini diserang apalagi Angkatan bersenjata kita yang rata-rata alat tempurnya udah pada tua bahkan tidak diproduksi lagi. Bagaimana bisa menjaga Negara yang besar dan banyak pula pulaunya ini, sementara pulau-pulau tersebut sangatlah jauh dari sentuhan Pemerataan.

Oleh karena itu ada baiknya kita memperbaiki lagi rasa Nasionalisme yang sudah banyak berkurang ini demi keutuhan Negara ini dan itu bisa kita mulai dari ketatanegaraan yang paling terkecil yaitu Keluarga, mari kita bina rasa itu sejak dini dengan menggalang rasa persatuan dan kesatuan, rasa saling menghormati dan menghargai, rasa persaudaraan dan kekeluargaan dan yang lebih penting lagi mari kita galang kekuatan anak bangsa ini untuk lebih bersatu tanpa ada kata pamrih, mari kita satukan Visi dan Misi kita semua walaupun ada saatnya kita harus berkometisi tapi mari berkompetisi dengan sehat tapi ada saatnya pula kita bahu-membahu apalagi terhadap ancaman bagi Negara ini, ada baiknya konsolidasi ini kita mulai sejak sekarang seperti dengan Wajib Militer, pelatihan ketahanan nasional bagi masyarakat, simulasi perang,dan yang sangat penting adanya wadah komunikasi antara penduduk dan keamanan Negara sehingga apapun yang terjadi di tempat lain kita lebih cepat mengetahui dan mengikuti perkembangan serta bisa lebih cepat menentukan sikap dan perbuatan , sehingga apabila ada nanti benar-benar terjadi perang kita tidak lagi terkejut dan menyembunyikan diri. Jangan hanya disaat Demonstrasi protes ke pemerintah aja kita berani unjuk gigi tapi disaat perang kita harus lebih berani dan perkasa. Saat ini kita juga harus memiliki Militer yang lebih elit yang terlatih dan tangguh serta pernah teruji dimedan perang apalagi dizaman yang modern ini semua peralatan untuk menjaga keutuhan Negara ini harus kita miliki, juga sumber daya manusianya yang terlatih dan mapan,
Tapi sebenarnya yang lebih penting lagi adalah persatuan karena dengan persatuan telah terbukti kita bisa mengusir penjajah dari bangsa ini hanya dengan berbekal bambu runcing, seperti yang pernah dilakukan para pahlawan kita dalam merebut kemerdekaan RI. Oleh karena itu mari kita warisi sifat gagah berani para pahlawan itu untuk menjaga keutuhan Negara ini.lebih kita tumbuhkembangkan pengorbanan terhadap Negara tanpa menimbang untung dan ruginya kita perlu berbuat untuk bangsa ini seolah-olah kita hidup sampai akhir zaman.

Kebersamaan bisa menciptakan yang khayal menjadi nyata, saling Bantu membantu, saling ingat mengingatkan, saling belajar dan membimbing generasi muda kearah yang lebih baik, hilangkan KKN dari diri pribadi, utamakan kepentingan Negara sehingga dengan sendirinya akan tumbuh kepercayaan antar sesama warga Negara sehingga sangatlah mudah untuk membentuk persatuan apalagi dalam membela Negara

Sebenarnya dari hati kita yang paling dalam kita tidak suka akan perang, karena Negara kita sejak dari dahulu lebih mengutamakan mufakat daripada perang, perang adalah pilihan terakhir apalagi kalau kita diserang pasti kita semua akan angkat senjata, oleh karena itu sesekali kita perlu “SHOW OF POWER” seperti latihan perang besar-besaran pembelian senjata tercanggih untuk militer dan kalau perlu kita produksi karena sudah saatnya kita membuat tekhnologi bukan hanya pemanfaat tekhnologi, juga sangat diperlukan “Spionase” yang jeli dan cermat, dan yang tidak kalah pentingnya adalah pemusatan kekuatan militer yang dibekali peralatan canggih di tapal batas Negara. Tapi tindakan yang amat penting adalah dengan pendekatan persuasif dengan Negara tetangga dengan menjaga hubungan baik dan saling ketergantungan karena kalau sering ada ketergantungan maka tidak akan ada perang dan agresi, karena kedua Negara akan saling mengerti dan memahami. Bertindaklah sedikit keras kepada Negara tetangga yang coba untuk menggangu keutuhan Negara dan rakyat, bela warga Negara kita apabila ada masalah seperti yang banyak terjadi pada TKI kita, seperti Negara Amerika yang mati-matian memebela warganya apabila dirudung masalah, dengan adanya pembelaan dari pemerintah. Negara lain bias menjadi segan dan lebih menghormati Negara kita ini apalgi yang coba menyerang tentu akan lebih berpikir dua kali.

Tapi itu semua tidak terlepas dari dukungan, partisipasi, serta sifat nasionalisme dari warga Negara ini yang lebih mementingkan untuk Negara dari pada kepentingan pribadi. Mulai dari saat ini mari kita lebih membina nasionalisme itu dengan saling percaya, saling bekerja sama, saling menghargai, saling membantu dan saling menyanyangi. Dan yang terutama mempertegas hukum dan undang-undang yang berlaku dinegara kita tanpa membedakan yang satu dengan yang lain alias dimata hukum kita “sama rata sama rasa”, apabila hukum dan undang-undang dinegara kita sudah mantap dan berlaku pasti, maka akan membuat warga negara lain yang akan menyerang lebih berpikir lagi berhadapan dengan Negara ini.




Penulis





( AZMAN.T)
BlueFame
Kontestan #20
Kategori: Fotografi

"Merah Putih di Segala Segi"

Oleh:
pradhietya_cool

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=1155




BlueFame
Kontestan #21
Kategori: Penulisan Essay

"Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Oleh:
Police Officer

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=199654


Semangat Hari Kemerdekaan
Bangkit Dari Keterpurukan dan Penjajahan

Tanpa terasa 63 tahun sudah bangsa ini memproklamirkan kemerdekaannya. Sungguh ironis dengan usia yang lebih dari setengah abad, bangsa ini masih berkutat pada permasalahan klasik seperti korupsi termasuk suap, terror, bahkan perselisihan ras. Klise memang.

Merdeka bermakna bebas dari segala penindasan, penjajahan dan kungkungan/kurungan. Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang berdaulat penuh atas dirinya sendiri. Melihat bangsa ini yang tak pernah lepas dari penjajahan baik dari segi ekonomi, pendidikan, bahkan kesehatan. Jadi apakah benar kita sudah merdeka? Tentu saja penjajahan tidak selalu secara militer.

Bentuk penjajahan pada bangsa ini dari segi ekonomi sangat jelas. Daya saing Rupiah terhadap Dollar sudah mencapai 10.000/US Dollar, PBS (Perusahaan Besar Swasta) masih dikuasai asing lihat saja perusahaan-perusahaan perkebunan sawit di Riau, Sumatera Utara, Kalimantan dan daerah lainnya mayoritas dimiliki borjuis negara tetangga Malaysia. Caltex, Chevron, Freeport milik Amerika Serikat. Elektronik dan otomotif jelas punya Jepang dan sedikit Tiongkok. Bahkan pakaian yang kita pakai sekarangpun banyak buatan Tiongkok. Segi pendidikan pun demikian. Para pejabat negara ini hampir semua lulusan luar negeri, bahkan dulu tehnokrat ekonomi kita mendapat gelar “mafia berkeley” apalagi kalau bukan karena mereka lulusan Universitas Berkeley yang ada di Amerika sana. Generasi anak bangsa berikutnya berbondong-bondong bersekolah ke Jerman selain kualitas yang lebih baik, biayanya pun terjangkau bahkan gratis. Tengok lagi di Universitas-universitas negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Australia, berapa banyak uang yang mereka dapatkan dari biaya-biaya mahasiswa-mahasiswa kita yang berkulaih disana. Bagaimana dengan segi kesehatan?
Jangankan sakit keras/parah, sekedar “general check up” saja orang-orang berduit negara ini rela pergi ke Rumah Sakit di Penang atau Singapura. Kabar terakhir, Dr. Sjahrir baru pergi meninggalkan kita setelah dirawat di RS Mount Elizabeth di Singapura.

Apakah hanya ekonomi, pendidikan dan kesehatan saja?
Tentu saja tidak, kita belum lupa bagaimana lagu “rasa sayange” dan kesenian budaya “reog ponorogo” hampir saja menjadi milik negara tetangga Malaysia. Hal ini menandakan bahwa kesenian dan kebudayaan kita pun di jajah.

Tampaknya hal ini terjadi karena lemahnya perhatian pemerintah terhadap pelestarian dan inventarisir aset-aset dan kekayaan bangsa. Selain itu, Indonesia terlambat untuk bangun dari keterpurukan pasca krisis yang melanda Asia tahun 90’an. Tiongkok dan India menjelma menjadi salah satu kekuatan ekonomi Asia setelah lama dirundung masalah ekonomi dan konflik internal Tiongkok – Taiwan/Hongkong, India – Pakistan. Mahatir Mohammad mantan perdana menteri Malaysia berhasil merubah Malaysia dari negara melayu miskin menjadi negara paling depan di Asia Tenggara. Bahkan sekarang Malaysia dengan bangga menyebut dirinya sebagai “Trully Asia”. Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia yang pada tahun 60-70’an merupakan negara terdepan di Asia Tenggara dan memiliki kekuatan militer yang tidak dapat dipandang remeh. Sekarang tak ubahnya negara pesakitan. Bangsa ini seolah-olah tak pernah keluar dari penyakit negara-negara dunia ketiga yaitu kemiskinan, kebodohan, dan ketergantungan. Indonesia tak pernah tinggal landas.

Membicarakan kebobrokan bangsa sendiri sama dengan membuat aib sendiri, menunjuk kesalahan-kesalahan pemimpin negara ini sama halnya menunjuk muka sendiri. Bukankah kita sendiri yang memilih mereka. Dulu Soeharto pun tak akan menjadi Presiden jika Golkar tidak menang, Golkar tak akan menang jika kita tidak mencoblosnya. Terlepas dari situasi dan kondisi politik saat itu, yang jelas kita/generasi sebelum kita telah memilih mereka. Melihat dan merasakan keterpurukan bangsa ini sedikit banyak telah mengikis rasa nasionalisme kita. Masih cintakah kita pada negara ini? Patriotisme kita sedang diuji disini.

Sekarang tugas kita sebagai generasi penerus bangsa ini untuk membawa negara ini menjadi lebih baik. Bagaimana caranya?
Tanamkan rasa cinta pada kekayaan negara ini dimulai dari mencintai dan melestarikan budaya dan kesenian daerah masing-masing, belajar dan belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalu bangsa, bangkit dari keterpurukan dan kebodohan, tanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa. Mari kita sisihkan segala perbedaan, satukan kekuatan, tumbuhkan semangat sebagai bangsa yang besar. Kembalikan martabat dan harga diri bangsa. Dulu Bung Karno pernah berkata kepada Komodor Yos Sudarso yang akan pergi berperang “tancapkan sang saka merah putih di bumi Irian Barat”.

Dengan semangat kebersamaan kita bisa membawa bangsa ini ke arah yang semestinya, yaitu arah yang benar. Selamat hari kemerdekaan Bung. Dirgahayu ke 63 bangsaku. Merdeka!
BlueFame
Kontestan #22
Kategori: Penulisan Essay

"Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Oleh:
fahmihakim

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=198244

63 TAHUN BERJUANG INDONESIAKU


63 tahun berlalu setelah kemerdekaan bukan berarti negara Indonesia terlepas dari penjajahan. Kemungkinan Indonesia dijajah oleh negara lain sangat besar. Oleh karena itu pertahanan dan keamanan negara Indonesia harus ditingkatkan lagi. Indonesia yang memilki wilayah yang sangat luas memiliki sisi positif dan negatif. Sisi positifnya, Indonesia jelas memilki kekayaan alam yang sangat besar. Sedangkan sisi negatifnya, banyak negara lain yang ingin menjajah kita. Ada lagi sisi negatifnya, wilayah yang terlalu luas akan menyulitkan pemantauan, terutama didaerah perbatasan. Negara tetangga sangat mungkin mengeksploitasi kekayaan wilayah kita. Contohnya seperti masalah Pulau Sipadan dan Ligitan serta blok Ambalat dengan Malaysia.

Masalah Pulau Sipadan dan Ligitan, Indonesia dirasa sangat lemah untuk mempertahankan wilayahnya. Indonesia tidak berani mengambil tindakan militer preventif untuk mempertahankan wilayahnya. Kejadian serupa terulang lagi pada masalah blok Ambalat. Indonesia tidak berani memberi peringatan tegas kepada Malaysia yang melanggar perbatasan. Seharusnya Indonesia dapat memberikan gertakan dan peringatan, seperti Korea Utara yang berani menggertak Amerika dengan nuklirnya, sehingga Amerika pikir-pikir lagi untuk menyerang Korea.

Untuk kejadian berikutnya, Indonesia harus siap untuk kembali berperang untuk mempertahankan wilayah dan harga dirinya. Kemungkinan negara tetangga untuk menyerang Indonesia sangat besar. Selama ini Indonesia dinilai kurang berani mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan negara tetangga terhadap wilayah maupun warga negara kita di luar negeri. Seharusnya Indonesia berani mengambil tindakan tegas dan tidak gentar kepada siapapun. Hal tersebut mungkin saja dapat menimbulkan konflik bahkan peperangan antar negara. Langkah utama ialah dengan berunding, tetapi jika hal tersebut tak bisa dielakkan lagi jalan satu-satunya ialah berperang melawan musuh.

Seandainya Indonesia diserang, jalan satu-satunya ialah membalas serangan. Perlu strategi yang matang untuk dapat mempertahankan wilayah Indonesia dari gempuran musuh. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Indonesia memiliki garis pantai terbesar di dunia. Sisi positifnya kita dapat memiliki luas wilayah dan ZEE yang panjang. Sedangkan sisi negatifnya kita akan sulit menjaga wilayah karena terlalu luas. Sisi negatif ini perlu kita siasati yaitu dengan cara memasang radar-radar pada garis pantai terluar yang dapat mendeteksi benda asing yang memasuki Indonesia. Dengan demikian, pesawat dan kapal asing tidak bisa memasuki wilayah Indonesia jauh kedalam karena telah dideteksi lebih dini.

Ada beberapa langkah yang harus disiapkan sejak sekarang guna menguatkan militer Indonesia. Yang pertama yaitu angkatan-angkatan tempur kita perlu diperkuat lagi dengan cara menambah armada dan personil yang berkualitas. Kita harus bisa meniru Amerika Serikat dalam hal angkatan perangnya. Personil mereka memiliki rasa loyalitas yang tinggi dan setiap dari mereka menjalankan tugas dengan bangga karena pengabdian mereka dihargai oleh negara. Berbeda dengan Indonesia, pejuang-pejuang di Indonesia kurang dihargai sehingga mereka bersikap kurang loyal kepada tanah air mereka sendiri. Hal ini perlu dibenahi oleh pemerintah. Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan mereka. Jadi yang kedua intinya pemerintah harus menghargai para aparat dan pejuang kita agar dapat menumbuhkan jiwa loyal mereka terhadap bangsa Indonesia.

Yang ketiga, stop membeli pesawat tempur, tank, dan kapal dari negara lain. Ini akan menyebabakan ketergantungan. Jika kita bergantung, kapan mau maju. Berilah dana lebih untuk riset dalam negeri sehingga anak-anak bangsa ini mampu menciptakan armada-armada tempur yang tak kalah dengan buatan asing.

Jika ketiga faktor ini dapat dilaksanakan oleh bangsa Indonesia sejak saat ini, niscaya kedepannya Indonesia akan lebih kuat dalam bidang militernya dan yang jelas akan disegani bangsa lainnya.

KEMERDEKAAN DIRAIH DENGAN PERJUANGAN

KEJAYAAN DIRAIH DENGAN PENGORBANAN

MERDEKA INDONESIAKU!! JAYALAH SELAMA-LAMANYA!!!




Yogyakarta, 13 Agustus 2008 (21:57)

Fahmi Hakim
BlueFame
Kontestan #23
Kategori: Penulisan Essay

"Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Oleh:
zakie

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=198768

Kalau Indonesia Diserang..


Aku jadi orang pertama di Indonesia yang tidak mengerutkan kening. Heran. Tidak mencoba bertanya-tanya, tidak juga memungkiri kenyataan.

Realistis.

Betapa selum diserang secara fisik pun, sesungguhnya Indonesia telah diserang. Dari dalam. Dengan generasi muda sebagai targetnya. Dengan lifestyle dan pornografi sebagai senjata pengganti bom Molotov. Juga senjata terdahsyat yang kini telah menggantikan posisi Tuhan di mata manusia. Yang membuat manusia gelap mata, tidak hanya generasi muda saja.

Uang.

Semakin menjerit masyarakat Indonesia, semakin indah para penguasa ekonomi dunia bermain-main dengan nilai mata uang.

Seandainya Indonesia diserang negara tetangga, aku akan berada di baris terdepan. Melawan. Walau menyadari apa yang kulakukan adalah hal yang sia-sia. Tidak menghasilkan buah barang sedikit pun. Hanya akan menghabiskan nyawa ribuan jiwa.

Ribuan jiwa?

Bukankah Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia, melebihi 200 juta jiwa? Ke mana sisa ratusan juta?!

Sebagaian menyerah. Berpikir melawan adalah taruhan yang tak mungkin dimenangkan. Sebagian lagi membelot pada negara. Tersenyum sinis ketika melihat barisanku melawan. Di antaranya akan berdiri para pejabat negara, yang dahulu pernah tampak di televisi dengan khidmat memberi hormat pada sang pusaka negara saat upacara kemerdekaan.

Sebagian lagi menjadi manusia bermuka dua. Mencari untung sendiri. Sisanya telah terpuruh dalam narkoba dan pornografi. Menjadi deretan manusia menyedihkan yang hanya akan menghalangi jalan-jalan yang akan dilalui barisanku.

Karena itu, seruan ini kukhususkan pada para pemuda negeri.

Majulah!

Bangkit!!

Atau buang bukti kependudukan Indonesia. Warisi semangat Cut Nyak Dien. Warisi keteguhan hati Sudirman. Keberanian Nasution.

Maju bersama barisanku. Maju melawan penyerang. Maju melawan manusia yang telah berani-beraninya menjatuhkan harga diri kita!

Buang segala pembatas. Segera bersatu, bangkit bergerak. Kita tidak sendiri. Sementara di langit, para malaikat terus mendengungkan lagu kemenangan. Tentu saja untuk kemenangan kita. Demi tanah Indonesia. Demi kebanggaan Indonesia.

Majulah!! Demi Bung Tomo yang telah berteriak, “Allahu akbar!!”

Surabaya, 16 Agustus 2008
BlueFame
Kontestan #24
Kategori: Fotografi

"Merah Putih di Segala Segi"

Oleh:
sinaga

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=199701




Tema : Berkibarlah Benderaku
Judul foto : Merah Putih di Langit Cerah
Deskripsi : Bendera merah putih berkibar di langit cerah sore hari
Lokasi : Alun-alun Yogya



Tema : Dramatisasi Sang Merah Putih dalam berbagai event
Judul Foto : Berlari bersama merah putih
Deskripsi : Seorang pemuda membawa bendera dan berlari di tengah lapangan
Lokasi : Alun-alun Yogyakarta



Tema : Dramatisasi Sang Merah Putih dalam berbagai event.
Judul Foto : Anak kecil dan Bendera
Deskripsi : Seorang anak kecil senang hati setelah memungut bendera merah putih
Lokasi : Alun-alun Yogyakarta

BlueFame
Kontestan #25
Kategori: Fotografi

"Merah Putih di Segala Segi"

Oleh:
sulistyani

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=200066




Tema : Berkibarlah Benderaku
Judul Foto : Memasang Bendera Panjat Pinang
Deskripsi : Seorang pemuda sedang memasang bendera di tiang panjat pinang
Lokasi : Alun-alun Yogyakarta



Tema : Berkibarlah Benderaku
Judul Foto : Merah Putih di Kraton
Deskripsi : Bendera merah putih yang dipasang di Kraton ikut manyemarakkan HUT RI
Lokasi : Kraton Yogyakarta



Tema : Berkibarlah Benderaku
Judul Foto : Bendera Halaman Rumah Warga
Deskripsi : Setiap Warga Negara RI meninggikan bendera merah putih di halaman rumahnya
Lokasi : Ds. Cangkringan, Yogyakarta



Tema : Sang Merah Putih untuk Persatuan Bangsa.
Judul Foto : Balon Merah
Deskripsi : Menyemarakkan HUT RI ke-63 dengan melepas balon merah
Lokasi : UGM Yogyakarta



Tema : Berkibarlah Benderaku
Judul Foto : Bendera
Deskripsi : Merah Putih menggelora di langit
Lokasi : Alun-alun Yogyakarta



Tema : Sang Merah Putih untuk Persatuan Bangsa.
Judul Foto : Berkumpul Melihat Bendera
Deskripsi : Banyak orang menyaksikan merah putih di mana-mana, hingga mereka berkumpul untuk melihat, khususnya di tengah alun-alun kota Yogyakarta
Lokasi : Alun-alun Yogyakarta
BlueFame
Kontestan #26
Kategori: Penulisan Essay

"Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Oleh:
qomarudin

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=198639


A. Kemerdekaan dan Problematika Kebangsaan

Kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia adalah merupakan perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Selama bertahun-tahun bangsa Indonesia dijajah, rakyat Indonesia sangat mendambakan kemerdekaan agar terlepas dari jeratan penderitaan akibat kebiadaban penjajah. Rakyat Indonesia berjuang tanpa lelah mengerahkan segala upaya untuk sebuah cita-cita bersama yaitu mewujudkan kemerdekaan di bumi persada Indonesia. Dengan demikian, kemerdekaan merupakan suatu proses perjuangan. Sebuah perjuangan yang berlandaskan akan semangat persatuan dan dijiwai oleh cita-cita luhur yang tertanam di hati sanubari rakyat Indonesia.

Kini, rakyat Indonesia bisa menikmati buah dari kemerdekaan yang telah diproklamirkan oleh para pejuang bangsa Indonesia 1945 silam. Dengan proklamasi itu, bangsa Indonesia yang selama berabad-abad dijajah telah berhasil melepaskan diri dari segala belenggu penjajahan. 63 tahun sudah Indonesia telah merdeka. Merdeka dalam arti terlepas dari penjajahan fisik yang telah lama mencabik-cabik bumi pertiwi ini.

Lalu pertanyaan kemudian adalah apakah setelah bangsa Indonesia berhasil meraih kemerdekaan, pertanda berakhirkah perjuangan kita sebagai rakyat Indonesia? Tentu tidak, perjuangan kita belumlah berakhir. Perjuangan kita justru lebih berat lagi dibandingkan dengan perjuangan yang dilakukan para pejuang bangsa dalam rangka merebut kemerdekaan. Setelah bangsa Indonesia tercinta ini mencapai kemerdekaannya, kita beralih kepada perjuangan untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Dengan demikian, kehidupan kita akan lebih berarti jika kita berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan tersebut.

Cara untuk mengisi kemerdekaan adalah dengan usaha pembangunan disegala bidang kehidupan, turut serta secara aktif dalam pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari sini jelas bahwa perjuangan untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan tidak hanya dibebankan untuk kalangan militer saja, tetapi seluruh rakyat Indonesia mempunyai tanggung jawab yang sama untuk mempertahankan kemerdekaan ini dari segala bentuk serangan dan penjajahan.

Meskipun sudah 63 tahun kita merdeka, tetapi bangsa ini masih dihadapkan pada berbagai problem kebangsaan baik yang datang dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal). Jika tidak disikapi dengan bijak oleh setiap komponen bangsa, maka problem-problem ini akan semakin mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adapun problem yang datang dari dalam dapat dikelompokan menjadi tiga yaitu :

1. Mereduksinya semangat persatuan dan kesatuan

Kesadaran akan persatuan dan kesatuan semakin memudar di tengah rakyat Indonesia. Banyaknya perbedaan yang ada semakin memperuncing gesekan perpecahan yang berimbas kepada saling memusuhi antar kelompok satu dengan lainnya. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika nampaknya hanya menjadi slogan tak bertuan yang menjadi angin lalu bagi sebagian rakyat Indonesia. Jika kondisi ini tidak bisa diperbaiki dalam bingkai memperteguh kembali semangat persatuan dan kesatuan tanpa memandang perbedaan-perbedaan yang ada, maka musuh-musuh bangsa Indonesia akan semakin mudah meyusup dan mencabik-cabik NKRI ini.

2. Munculnya berbagai gerakan separatis

Dari awal kemerdekaan diproklamirkan, bangsa Indonesia ini sudah dihadapkan pada problem adanya gerakan-gerakan separatis yang mengancam keutuhan NKRI. Lihat saja misalnya pemberontakan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI), Republik Maluku Selatan (RMS), dan lain sebagainya. Saat ini, kita dapat melihat banyaknya gerakan separatis diantaranya Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Papua Merdeka, dan lain-lain. Gerakan semacam ini tentunya menjadi cikal bakal keruntuhan NKRI dari dalam. Munculnya gerakan-gerakan separatis ini umumnya didasari atas ketidakpuasan atas kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat terkait dengan pendapatan daerah, otonomi daerah, dan lain sebagainya.

3. Problem sosial dan bencana alam

Indonesia yang tergolong negeri subur dan kaya akan sumber daya alam harus rela mengelus dada melihat kondisi rakyatnya yang masih dijerat oleh problem kemiskinan. Ironis memang, hidup miskin di tengah negeri yang kaya. Problem kemiskinan ini akan berdampak kepada munculnya problem-problem lainnya seperti kriminalitas (pencurian, perampokan, pembunuhan, dan lain-lain) yang jika dibiarkan berlarut-larut akan menyebabkan ketidakstabilan sistem perekonomian, politik, hukum dan pertahanan di negeri ini sehingga lambat laun akan mengancam keutuhan NKRI tercinta ini. Rakyat akan semakin resah dan selalu dibayangi ketakutan oleh semakin merebaknya tindak kriminalitas yang penyebab utama adalah suburnya benih kemiskinan di negeri ini.

Di samping itu, akhir-akhir ini bangsa Indonesia sering dilanda oleh bencana alam. Banjir, tanah longsor, tsunami, kasus lumpur lapindo, gunung berapi, dan lain-lain. Problem ini dapat menyedot perhatian dari segenap komponen bangsa baik dari kalangan pemerintah sampai rakyat biasa. Karena jika dibiarkan dapat pula menjadi benih ketidakstabilan bangsa ini.

Untuk problem yang bersumber dari luar (eksternal) dapat dikelompokan menjadi tiga pula, yaitu :

1. Intervensi Asing

Intervensi asing semakin terlihat jelas di negeri ini. Bila dicermati, kebijakan-kebijakan pemerintah syarat dengan kepentingan negara-negara asing. Lihat saja misalnya dijadikannya sebagian daerah Indonesia sebagai basis latihan perang negara lain, seperti Amerika, Singapura, dan lain-lain. Jika ini dibiarkan pula, maka kita tinggal menunggu detik-detik kehancuran NKRI.

2. Rongrongan negara-negara tetangga

Sepertinya Indonesia harus bersikap tegas dalam menyikapi rongrongan dari negara-negara tetangga. Jika tidak, wilayah-wilayah Indonesia akan terus dicaplok oleh negara-negara tetangga. Sebut saja kasus ambalat yang beberapa tahun lalu sangat mencuat. Ketidaktegasan pemerintah pun bisa saja akan mendorong negara-negara tetangga untuk meyerang bangsa ini.

3. Kasus terorisme

Untuk kasus ini penulis tidak mengelompokannya ke dalam problem internal karena kasus terorisme ini masuk dalam ranah permasalahan internasional yang bangsa ini juga mengalami dampaknya. Pengeboman-pengeboman yang dilakukan oleh sekelompok teroris dapat mengancam keutuhan NKRI.

Dari paparan-paparan di atas, jelas bahwa negeri kita ini belum aman dari bahaya perpecahan yang dapat mengancam keutuhan NKRI. Kalau kondiai ini dibiarkan, maka bukan menjadi sesuatu yang mustahil bahwa negeri ini akan bisa diserang dan dijajah kembali baik oleh negara-negara tetangga maupun oleh negara-negara di belahan bumi lainnya. Sebagai bagian dari bangsa ini, kita mempunyai PR bersama dalam rangka ikut berperan aktif menjaga keutuhan NKRI baik dari permasalahan bangsa maupun dari serangan bangsa lain.

B. Meneguhkan Basis Kekuatan Bersama

Seperti penjelasan di atas, Indonesia bisa saja diserang oleh negara-negara lain jika kekuatan kita melemah, persatuan dan kesatuan kita mudah goyah, dan problem-problem kebangsaan masih saja menjerat. Hal ini menjadi virus mematikan yang harus segera ditemukan anti virusnya. Jika kita memang dihadapkan pada situasi negara ini diserang oleh negara tetangga semisal Malaysia, maka kita harus bersatu padu untuk melawan sampai titik darah penghabisan agar negeri kita ini tetap merdeka. Kita harus menanggalkan baju-baju perbedaan baik perbedaan suku, bahasa, warna kulit, keturunan, maupun perbedaan dalam hal agama. Kita harus sadar bahwa semangat membela negara dari serangan musuh adalah merupakan kewajiban semua rakyat Indonesia. Kewajiban tersebut tidak hanya dibebankan kepada aparat militer saja. Hal ini sebagaimana dituangkan dalam UUD 1945.

Untuk aparat militer harus bersinergis antara Angkata Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara dalam mengusir penjajah yang telah menyerang bangsa Indonesia tercinta ini. Maksimalkan kakuatan yang ada untuk melindungi bumi pertiwi ini. Ciptakan strategi-strategi yang handal semisal penyamaran agar bisa menyusup ke benteng pertahanan lawan, penghancuran basis-basis kekutan musuh agar musuh mudah untuk dikalahkan.

Untuk aparat sipil (rakyat biasa), harus ikut berperan aktif dalam perjuangan mempertahankan bangsa ini dari serangan musuh. Kalau kita lihat dari segi historis misalnya, bagaimana rakyat biasa hanya berbekal bambu runcing bisa mengusir penjajah Belanda. Hal ini pun bisa menjadi modal semangat kita bersama bahwa ketika kita bersatu musuh akan mudah dikalahkan. Maka wajar kalau ada sebuah ungkapan : “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”

C. Tindakan Preventif Dalam Mencegah Serangan Musuh

Kemungkinan datangnya serangan dari musuh sebagai upaya mencabik-cabik dan menguasai NKRI ini bisa kita cegah sedini mungkin. Ungkapan : lebih baik mencegah dari pada mengobati bisa kita jadikan pedoman dalam menjaga keutuhan NKRI. Selagi bangsa ini belum menghadapi serangan dari musuh, saatnya kita berbenah diri untuk terus memperbaiki kondisi internal bangsa. Menurut penulis, usaha-usaha yang bisa kita lakukan sebagai bentuk tindakan preventif adalah :

1. Untuk aparat militer, lakukan inovasi-inovasi dalam persenjataan militer dan tingkatkan latihan perang dalam berbagai medan pertempuran, serta terus digalang kesinergisan antara Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Tingkatkan pengawasan dan penjagaan terhadap pulau-pulau yang jauh dari wilayah daratan Indonesia dan pulau-pulau yang berada diperbatasan antar negara, agar negara-negara tetangga tidak sewenang-wenang mengeksploitasi sumber daya alam dan mencaplok pulau-pulau yang berada diperbatasan antar negara.
2. Untuk aparat pemerintahan, kaji ulang setiap kebijakan yang telah dikeluarkan apakah ada kebijakan yang merugikan rakyat dan bangsa Indonesia atau tidak. Kalau memang ada suatu kebijakan yang dipandang perlu untuk dikaji ulang, maka segeralah lakukan pengkajian ulang.
3. Untuk para wakil rakyat yang di duduk di parlemen, buatlah Undang-Undang yang jelas dan tegas untuk melindungi keutuhan wilayah NKRI. Batalkan RUU yang syarat dengan kepentingan asing. Kaji ulang setiap Undang-Undang yang ada dengan bersandarkan kepada UUD 1945.
4. Untuk Dosen, Pendidik, dan Mahasiswa, tanamkan kepada para siswa dan masyarakat semangat persatuan dan kesatuan serta kepedulian akan nasib bangsa dalam upaya mencegah perpecahan.
5. Untuk masyarakat secara umum, eleminir sikap fanatik yang berlebihan yang dapat menyebabkan kesenjangan antar kelompok masyarakat sehingga akan berujung pada terciptanya perpecahan dikalangan masyarakat. Lepas jauh-jauh baju perbedaan dan bangun kembali semangat kekeluargaan dalam setiap menghadapi permasalahan bangsa.



Hidup ini bukanlah suatu jalan yang datar dan ditaburi bunga melainkan adakalanya disirami airmata dan juga darah. (Hamka)

Mari pertahankan keutuhan NKRI sampai titik darah penghabisan. MERDEKA!!!
BlueFame
Kontestan #27
Kategori: Fotografi

"Merah Putih di Segala Segi"

Oleh:
nedved

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=130067




Keterangan Tambahan:

Judul: "Kesadaran Remaja akan Robeknya Sang Saka"
BlueFame
Kontestan #28
Kategori: Fotografi

"Merah Putih di Segala Segi"

Oleh:
luxsman

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=196775





BlueFame
Kontestan #29
Kategori: Fotografi

"Merah Putih di Segala Segi"

Oleh:
kribowkribow

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=200770
































Keterangan tambahan:

Nick : kribowkribow
No id: 200770

Keterangan foto:

LOKASI TUGU MONAS DAN ISTANA MERDEKA JAKARTA.
pengambilan foto Tgl 17 agustus 2008. pada saat detik2 penurunan sang saka merah putih.
judul foto :
1. Dramatisasi Sang Merah Putih dalam berbagai event.
2. Sang Merah Putih untuk Persatuan Bangsa.
3. Berkibarlah Benderaku.

type camera:
canon powershot a640.

BlueFame
Kontestan #7 (foto tambahan)
Kategori: Fotografi

"Merah Putih di Segala Segi"

Oleh:
naga_langit

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=14341




JUDUL : DERAP GAGAH PASKIBRA
KAMERA : NIKON /D100
LENSA : SIGMA / 18-50MM F / 3.5 - 5.6 DC
FILM : DIGITAL
FILTER : HOYA / UV
SHUTTER ; 1/200



JUDUL ( 1) : MENATAP MASA DEPAN INDONESIA
KAMERA : CANON / EOS 400D / DIGITAL REBEL Xti
LENSA : CANON / EF-S 18-55 MM f/ 3.5-5.6 USM II
FILM : DIGITAL / ISO 100
FILTER : HOYA / UV
SHUTTER : 1/125




JUDUL (2) : mahardika
KAMERA : nikon / D70
LENSA : nikon / AF 18-70 mm / 3.5-5.6 DX ED
FILM : digital / iso 200
SHUTTER : 1/160
BlueFame
Kontestan #30
Kategori: Penulisan Essay

"Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Oleh:
blok_undergroundb

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=178808


Semua, Karena Indonesia Milik Kita

1.904.556 km², luas wilayah yang tidak mungkin bagi anda untuk menelusurinya hanya menggunakan sepeda ontel. Dengan 4,85% terdiri dari lautan, negara berpenduduk 234.693.997 ini, juga disebut sebagai Negara maritim. Hampir semua sumber daya alam terdapat di Indonesia. Dari mulai barang tambang, rempah-rempah, perikanan, pertanian, dan lain-lain.

Meski demikian, Indonesia kurang diperhitungkan di mata dunia. Banyak faktor yang membuat Negara berkepadatan penduduk 123,23 jiwa/km² ini menjadi singa ompong. Multi krisis disetiap lini kehidupan rakyatnya, baik dalam pemerintahan, tingkat kesadaran masyarat yang masih minim, pendidikan yang masih memprihatinkan, ekonomi yang carut-marut. Dan akan membuat tulisan ini menjadi berjilid-jilid buku bila dituliskan semua kesengsaraan Negri Pancasila ini.

300 group etnis yang hidup di Indonesia, belakangan menjadi boomerang. Gerakan sparatis dan perang antar suku acap kali timbul, Ini tentu merapuhkan sendi-sendi kesatuan NKRI. Ditambah campur tangan pihak asing dalam merencanakan "penjajahan halus" atas Indonesia. Belum lagi pasukan keamanan NKRI yang dapat dikebiri dengan mudah.
Dari faktor-faktor tersebut, tidak mustahil negara zamrud khatulistiwa ini diinvansi oleh negara asing untuk merebut kekayaannya yang melimpah. Persoalannya, apa yang harus dipersiapkan untuk itu sebelum semuanya benar-benar terjadi ?

Ada dua skenario yang bisa dilakukan bila invansi benar-benar terjadi. Skenario jangka pendek dan jangka panjang yang sebenarnya keduanya harus dilakukan untuk mengatasi invansi dan mencagahnya terulang kembali.

Adapun jangka pendeknya, konsolidasi pemerintah dengan Negara-negara tetangga harus diperkuat. Keanggotaan Indonesia dalam PBB sebagai lembaga internasional haru bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga pertahanan internasional dapat mengantisipasi bila ada ancaman.

Perkuat ketahanana Negara dengan latihan personil dan menambah porsi APBN untuk militer. Tentunya bukan dengan pinjaman luar negeri atau menaikkan BBM kembali.
Galang tentara rakyat. Karena kekuatan terbesar sebuah Negara sebenarnya terletak pada rakyatnya yang saling bahu-membahu. Hal ini serupa dengan apa yang dilakukan Bung Tomo dalam mengobarkan semangat aker-akrek Suroboyo ketika menghadapi agresi belanda yang diboneceng oleh NICA pasca proklamasi NKRI.

Tiga hal di atas mungkin menjadi langkah instant dalam mempertahankan NKRI. Tapi harus diingat, pencegahan lebih baik dari pengobatan. Oleh sebab itu, Indonesia harus mengantisipasi bila hal serupa terjadi kembali.

hal yang paling urgen adalah menumbuhkan kesadaran rakyat bahwa negara indah ini adalah milik kita bersama. Kalau bukan kita yang membela, siapa lagi? Karena tanpa kesadaran akan kesatuan nasionalisme, sekuat apapun kemampuan sebuah negara, tidak akan berdampak krusial. Asas demokrasi yang telah mendarah daging, sharusnya menjadi motor persatuan. Karena kalau bukan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, maka siapa lagi yang akan membela Negara ini.

Bangun kembali moral dan pendidikan bangsa. Dua hal ini saling berkaitan. Orang pintar tanpa moral akan membodohi yang lain. Moral tanpa intelegensi apa yang dapat disumbangkan? dimulai dari tingkat pemerintah, sampai tukang sampah, terutama generasi muda yang menjadi tulang punggung bangsa ini. Indonesia harus meniru finlandia –sebagai Negara terbaik dibidang pendidikan- dalam mencanangkan kurikulum sekolahnya.

Setelah dua faktor krusial tersebut, barulah lini-lini kehidupan yang lain bisa dikembangkan. Seperti ekonomi, militer, perairan, kehutanan, dan lain-lain. Karena tanpa moral yang mumpuni, sama saja seperti menyimpan bom waktu yang suatu saat akan meledak, meluluh lantakkan semua yang telah dibagun.

Terlebih dibidang ekonomi, sudah saatnya Indonesia pensiun dari meminjam hutang luar negeri. Perusahaan sektor menengah kebawah nampaknya mempunyai masa depan yang cerah untuk mengembalikan stabilitas keuangan ngara. Bagaimanapun, dana termasuk hal yang urgen dalam kemajuan sebuah Negara.
Terakhir, Indonesia sebagai Negara yang beragama, harus bisa memfungsikan agama sebagai juru selamat dan perdamaian baik nasional maupun iternasional. Kepincangan fungsi agama kerap menjadi salah satu kelemahan Indonesia. Disini peran pemuka agama dibutuhkan untuk memobilisasi umatnya.

Suksesnya perbaikan disetiap lini memungkinkan Indonesia melepaskan diri dari ketergantungan pihak asing dan tentunya akan memperbaiki citra negeri merah-putih dimata internasional. Indonesia tidak akan lagi menjadi singa ompong. Tidak aka ada invansi yang akan mengancam keamanan NKRI.

Tetapi, butuh keseriusan ditiap lapisan masyarakat untuk mewujudkan itu semua. Setiap kita ibarat batu bata yang menjadi bagian sebuah bangunan bernama Indonesia. Satu saja rapuh, maka hancurlah semuanya..
BlueFame
Kontestan #31
Kategori: Fotografi

"Merah Putih di Segala Segi"

Oleh:
qomarudin

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=198639




Deskripsi foto :
Foto tersebut memperlihatkan betapa gagahnya sang saka Merah Putih saat akan dikibarkan oleh tim paskibra SMP Al-Azhar Rawamangun Jakarta Timur pada acara HUT RI Ke 63. Tim paskibra begitu semangat dan antusiasnya dalam mengibarkan sang saka Merah Putih tersebut.

Lokasi pemotretan :
di SMP Al-Azhar Rawamangun Jakarta Timur.

Tanggal Pemotretan :
17 Agustus 2008



Deskripsi foto :
Kibaran Merah Putih yang terlihat di foto memberi inspirasi bagi kita bahwa Indonesia harus tetap jaya dan Merah Putih harus tetap berkibar. Gambar tersebut merupakan kibaran Merah Putih yang terpasang kokoh di atas gapura selamat datang Sekolah Dasar Negeri 2 Kedung Jaya Babelan Bekasi. Semoga Merah Putih tetap berkibar di bumi pertiwi ini.

Lokasi Pemotretan :
Di Sekolah Dasar Negeri 2 Kedung Jaya Babelan Bekasi.
Jl. Raya Wates Desa Kedung Jaya Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi





Deskripsi Foto :
Bentangan bendera Merah Putih yang terdapat di dalam gambar terlihat begitu indah dan menyejukan mata. Merah putih tersebut membentang kokoh di pagar depan SMP Al-Azhar Rawamangun Jakarta Timur.

Lokasi Pemotretan :
SMP Al-Azhar Rawamangun Jakarta Timur.
Jl. Sunan Giri No. 1 Rawamangun Jakarta Timur
BlueFame
Kontestan #32
Kategori: Penulisan Essay

"Seandainya Indonesia Diserang Negara Tetangga"

Oleh:
zerro99

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=203924


Sebuah Renungan Kaum Awam

Indonesia...

adalah tanah kelahiran kita, tanah yang di bela dengan banyak kucuran darah dari manusia-manusia Indonesia selama beberapa abad, yang mungkin salah satunya adalah kakek kita mungkin?? untuk sebuah kata "kemerdekaan". dengan segala kekayaan yang ada di setiap pulaunya, Indonesia menjadi sasaran dari setiap negara rakus, dan lihatlah Indonesia sekarang adalah Indonesia yang telah mengikuti model kapitalis barat, segala hal di halalkan demi keuntungan tanpa memperhatikan manusia Indonesia lainnya, Indonesia yang dulu telah di perjuangkan dengan nyawa oleh kakek-kakek mereka bersama. (maafkan cucu-cucumu ini kakek).

Indonesia,

mungkin kita kurang melihat dan merasakan, bahwasanya saat sekarang ini kita telah di serang lawan dan kita tidak menyadarinya. sistem barat, klasik memang apabila kita merenungkan dari kalimat segelintiran orang tentang hal yang sudah menjadi kebiasaan karena berawal dari pendudukan kaum barat, yang jusru membuat kita maju?? tapi bukankah hidup ini indah kalau kita semua bersikap tidak merugikan satu sama lain? sebagian orang lagi berkata, selamat datang di kehidupan, yang semunya saling berpasangan.. ada baik dan buruk, susah dan senang.. semua itu indah bila di nikmati. itu pula yang membuat hidup lebih berwarna..

coba kita lihat lagi perekonomian kita saat ini, banyak aset-aset vital yang di kelola pihak asing, penjualan perusahaan-perusahaan kepada para investor asing untuk menambah modal yang akan menambah pula pendapatan dan dapat mengembangkan bisnis perusahaan tersebut, (ya, setelah kita membuka peluang pasar, membesarkan perusahaan,dan setelah besar, perusahaan tersebut dimiliki pihak asing). sedangkan dari orang Indonesia sendiri hanya menjadi buruh sapi perahan yang di pekerjakan bangsa asing, hanya beberapa orang pribumi yang mendapatkan jabatan "enak" dalam perusahaan tersebut (mungkin mereka itu sama posisinya seperti "jongos" saat pendudukan tentara belanda, kaum Indonesia yang di angkat menjadi tentara) setelah itu hasil keringat para manusia buruh Indonesia di bawa ke negara majikan masing-masing? ya, menurut saya, ada persamaan antara saat kita sekarang dengan kakek kita, masuk negara asing ke Indonesia, mempekerjakan buruh dari bangsa Indonesia dan di pekerjakan dengan sisem sapi perahan, setelah itu hasilnya akan di bawa ke negara masing-masing. mungkin bisa di katakan itu semua berdasar pada kerjasama, kerjasama dengan pemodal asing, berdasarkan buruh dan majikan, bukankah sudah wajar apabila majikan menerima bagian lebih besar dari pada jumlah uang yang di bawa pulang ke rumah mereka??

sebenarnya Indonesia bisa kembali "merdeka" kembali. akan tetapi, bagaimana bisa kalau pemerintahan selaku pusat komando perang berkhianat kepada bangsa sendiri?? ya seperti yang kebanyakan orang awam ketahui bahwa banyak jatah amunisi yang tidak sampai kepada alokasinya. dengan persenjataan terbatas yang telah di korupsi oleh bangsa sendiri, akankah kita dapat merdeka?? kesadaran sebagai bangsa Indonesia, perbaikan moral dan akhlak yang di perlukan bangsa ini.. ya, individu yang bermoral dan mempunyai kesadaran akan tanggung jawab di dunia akhirat yang layaknya menjadi pemimpin bangsa ini. dan sudah di pastikan bahwa kita berharap dengan pemimpin tersebut sebagai jendral dapat mengubah anak buahnya yang telah terserang penyakit korup akut tersebut dengan kebijakannya. tidak mudah mungkin, merubah apa yang telah menjadi tinggalan nenek moyang kita, yang telah menjadi "kebiasaan" yang di anggap sebagai kewajaran tiap pejabat pemerintahan ataupun swasta? apa boleh di kata, sabar dan istiqomah..mungkin itu itu jalan satu-satunya, ya, apa salahnya kita mencoba? berjuang lagi untuk kemerdekaan bangsa? mungkin akan memakan waktu yang sangat lama, semoga kita juga mendapat warisan berupa kesabaran dari pendahulu kita yang selama 350 tahun berjuang demi perubahan dan kemerdekaan

selain dari para pelaksana pemerintahan yang sangat perlu di benahi, setiap keluarga sebaiknya menanamkan kepada setiap generasi penerusnya tentang moral dan akhlak yang akan menjadi bekal saat mereka memegang tongkat estafet perjuangan Indonesia. Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, aman dan gemah ripah loh jinawi, akankah menjadi mimpi kita bagi anak cucu kita, ataukah hanya akan menjadi mimpi bagi masa depan anak-anak kita???



Wassalam
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.