SUBANG, KOMPAS--Produksi padi pada tahun ini diperkirakan mencapai target sebesar 54,8 juta ton. Hal itu didasarkan pada analisis pola kekeringan selama sepuluh tahun terakhir di mana kekeringan pada beberapa bulan mendatang tidak mengkhawatirkan.

Data dari Departemen Pertanian, grafik luas kekeringan pada tanaman padi tahun 2006 ini secara umum memiliki tren yang sama dengan rata-rata kekeringan lima tahun atau sepuluh tahun terakhir.

”Jika dilihat dari grafik tahunan, kekeringan yang terjadi saat ini mendekati tren kekeringan tahun 2001 dan jika dibandingkan dengan rerata 5 atau 10 tahun terakhir, kekeringan tahun ini masih jauh di bawahnya,” ujar Ati Wasiati, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Departemen Pertanian, saat berkunjung ke Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, akhir pekan lalu.

Pola pada tahun 2001, luas area kekeringan cenderung menurun setelah bulan Agustus. Musim kemarau 2006 yang relatif basah ini juga akan berakhir dengan datangnya musim hujan 2006/2007 yang diperkirakan normal.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian, Sutarto Alimoeso menambahkan, target produksi gabah kering giling (GKG) tahun ini yang mencapai 54,8 juta ton diperkirakan akan tercapai. Menurutnya, realisasi produksi hingga saat ini telah mencapai sekitar 38 juta ton GKG.

Menurutnya, kekeringan yang terjadi saat ini tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap produksi padi. Pasalnya, sebagian besar daerah kekeringan adalah sawah tadah hujan/irigasi non teknis dan di ujung irigasi (tail end). Pada musim kemarau, daerah-daerah itu tidak diproyeksikan menghasilkan padi.