Bayi Berkelamin di Punggung

ANEH-ANEH saja kejadian di jagat ini. Seorang bayi di Heijan, Provinsi Henan, Chinan lahir dengan pen*s ganda. Satu di antaranya di punggung. Sang ayah, Li Jun (30) pun bergegas membawa ke Rumah Sakit Anak Tianjin, 27 Mei 2008.
Tim dokter memutuskan melakukan operasi pengangkatan pen*s kedua itu. Operasi pengangkatan yang dilakukan pada 6 Juni itu membutuhkan waktu tiga jam. Sang bayi dalam kondisi baik pascaoperasi.
Dalam ilmu kedokteran, kondisi ini disebut fetus in fetu yang sangat jarang terjadi, bahkan hanya terjadi satu dari 500.000 kelahiran. Fetus in fetu terjadi akibat ketidaksempurnan pembelahan janin yang seharusnya menjadi bayi kembar.
Bayi yang berkembang tidak sempurna ini menempel di bagian tubuh saudaranya yang sempurna. Dia juga bisa menempel di perut yang disebut sebagai bayi mengandung bayi.
Belum diketahui pasti, penyebab abnormalitas bayi. Apakah akibat faktor makanan, penyakit, obat, Narkoba, gen atau terkait hereditas. Yang pasti, kelahiran bayi yang tak disebutkan namanya itu memiliki maksud dan hikmah.
Menurut Prof dr H Soehartono DS Sp OG KFER dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, kasus fetus in fetu terjadi, karena adanya mutasi gen. “Hal itu terjadi saat janin akan terbentuk di dalam rahim. Seharusnya janin itu sudah terbelah menjadi dua untuk menjadi kembar,” jelas Prof Soehartono.
Namun, mutasi gen membuat janin yang telah membelah, tak mampu berkembang sempurna. Selanjutnya sepanjang pertumbuhan janin yang sehat, janin yang tak berkembang ini tetap menempel. Ini bisa menempel dan terjadi di mana saja, sebagian bisa ikut tumbuh namun dipastikan tak sempurna.
“Misalnya, bisa berupa kepala saja, bagian tangan, maupun bagian penis saja. Tidak ada yang akan bisa hidup dan berkembang di janin yang hidup itu, karena janin yang hidup lebih dulu mengambil nutrisi untuk pertumbuhannya dan tidak mungkin berbagi dengan janin yang tidak sempurna tersebut,” jelas Prof Soehartono.
Beberapa kasus fetus in fetu menyita perhatian dunia. Seorang yang paling terkenal adalah kasus Alamjan Nematilaev. Bocah Kazakhstan itu menyimpan janin saudara kembarnya selama bertahun-tahun.
Pada tahun 2003, dokter sekolah Nematilaev menemukan keanehan. Perut Nematilaev membesar dan menunjukkan gerakan. Menurut diagnosa dokter, di dalam perut bocah 7 tahun itu terdapat kista. Namun, yang didapat dokter ternyata janin kembaran identik Nematilaev.
Janin itu menjadi parasit dalam perutnya. Janin tak jadi itu juga memiliki rambut, lengan, jari, kuku, kaki dengan jari-jari lengkap, alat kelamin, kepala, serta wajah yang tidak jelas.
Kisah lebih unik dialami Sanju Bhagat, asal Nagpur, India. Selama 36 tahun dia membawa ’saudara kembar’ parasit di dalam tubuhnya. Karena Bhagat tidak punya plasenta, ‘kembarannya’ itu menyerap kehidupan langsung dari sumber darah Bhagat.
Awal April lalu, seorang bayi perempuan di Yogyakarta juga menjadi berita utama di media-media Indonesia. Ainiyah, nama bayi perempuan itu, disebut ‘hamil’ karena di dalam tubuhnya tumbuh janin. Kembaran tak berkembang itu ‘memilih’ liver Ainiyah sebagai tempat menempel.
Di Medan, bayi dua bulan bernama Afiah Syafina awalnya divonis menderita tumor pada perutnya. Namun, saat dioperasi pada 19 Januari 2008 yang disangka tumor itu ternyata janin berumur lima bulan. (the sun/wkp/kis/kompas.com/*)
Sumber : http://albertjoko.wordpress.com/2008/06/13...in-di-punggung/