Help - Search - Members - Calendar
Full Version: SISI GELAP PROGRAM ANTARIKSA AMERIKA
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Sejarah > Sejarah Dunia
El_Tuerto
Sisi Gelap Program Antariksa Amerika


Oleh Andrew Walker
BBC News




Wernher von Braun: ikon NASA dan mantan perwira SS Nazi


Enam puluh tahun lalu Amerika Serikat merekrut para ilmuwan Nazi untuk memimpin sejumlah proyek yang mempelopori persaingan untuk menguasai angkasa luar.

Para ilmuwan itu memberi Amerika teknologi canggih yang sampai saat ini masih memajukan program angkasa luar NASA.

Namun kemajuan itu memiliki beban moral.

Pada akhir Perang Dunia Kedua rahasia teknologi Nazi Jerman menjadi incaran.

Pihak Sekutu berusaha mengambilalih sebanyak mungkin peralatan dan para ahli sambil mencegah negara-negara lainnya melakukan hal serupa.

Pencapaian teknologi Jerman mengejutkan para ilmuwan Sekutu yang ikut dengan pasukan invasi ke Jerman pada tahun 1945.

Roket supersonik, gas syaraf, pesawat terbang jet, rudal jelajah, teknologi stealth dan bahan lapis baja yang lebih keras adalah beberapa teknologi terobosan yang dikembangkan di dalam laboratorium dan pabrik Nazi, bahkan saat Jerman hampir kalah perang.

Amerika Serikat dan Uni Soviet-lah, pada awal-awal Perang Dingin, yang bersaing dan berpacu dengan waktu untuk menemukan rahasia ilmiah Hitler yang belum terungkap.

Pada Mei 1945, pasukan legiun Stalin berhasil menguasai beberapa laboratorium penelitian atom di Institut Kaiser Wilhelm yang terkenal di pinggiran Berlin.

Ini memberi mereka teknologi yang kemudian digunakan untuk membangun gudang senjata nuklir Soviet.

Pasukan Amerika memindahkan rudal-rudal V-2 dari kompleks besar di Nordhausen, yang dibangun di bawah Pegunungan Harz di Jerman Tengah, beberapa saat sebelum Uni Soviet mengambilalih pabrik itu yang kemudian menjadi daerah yang dikuasai Soviet.

Tim yang membangun V-2, pimpinan Wernhre von Braun, juga jatuh ke tangan Amerika.

Kejahatan

Tidak lama kemudian Mayor Jenderal Hugh Knerr, wakil panglima pada Angkatan Udara AS di Eropa menulis: "Pendudukan lembaga ilmiah dan industri Jerman mengungkapkan kenyataan yang mengejutkan bahwa kami sangat terbelakang dalam banyak lapangan penelitian."

"Kalau kami tidak meraih kesempatan ini untuk menguasai alat dan otak yang mengembangkan teknologi itu dan mempekerjakan mereka, kami akan tetap tertinggal bertahun-tahun."

Karena dimulailah Proyek Paperclip, operasi Amerika yang merekrut von Braun dan lebih dari 700 ilmuwan lainnya yang dibawa dari Jerman.

Tujuan proyek itu sederhana: "Untuk mempergunakan ilmuwan Jerman bagi penelitian Amerika dan untuk mencegah sumber ilmiah itu jatuh ke tangan Uni Soviet."


Arthur Rudolph: "100% Nazi"


Perkembangan pun berjalan cepat. Presiden Truman memberi ijin bagi Proyek Paperclip di bulan Agustus 1945 dan pada 18 November, sekelompok ilmuwan Jerman pertama sampai di Amerika.

Tetapi ada satu masalah. Truman memerintahkan bahwa siapapun yang didapati sebagai "anggota partai Nazi dan berperan dalam kegiatannya, atau pendukung aktif militerisme Nazisme" tidak akan diijinkan.

Menurut kriteria tadi bahkan von Braun sendiri, orang yang bertanggungjawab atas pemotretan di Bulan, seharusnya tidak boleh bekerja untuk Amerika.

Dia adalah anggota berbagai organisasi Nazi dan memegang jabatan di pasukan khusus Nazi, SS.

Catatan intelijen awal tentang von Braun menyebut pria itu sebagai "resiko bagi keamanan".

Dan rekan-rekan von Braun termasuk:

* Arthur Rudolph, kepala operasi di Nordhausen, tempat 20.000 buruh paksa tewas saat membuat rudal V-2. Dia memimpin tim yang membangun roket Saturnus V. Dia digambarkan sebagai "100% Nazi, orang yang berbahaya".
* Kurt Debus, ahli peluncuran roket, juga perwira SS. Laporan tentang Debus menyatakan: "Dia harus ditahan karena mengancam keamanan Pasukan Sekutu."
* Hubertus Strughold, yang kemudian dikenal sebagai "bapak obat-obatan angkasa luar", yang merancang sistem penyokong kehidupan di pesawat angkasa Nasa. Beberapa bawahannya melakukan "percobaan" manusia di kamp Dachau dan Auschwitz, tempat tahanan dibekukan hidup-hidup dan ditempatkan di ruangan bertekanan rendah. Banyak dari mereka yang kemudian meninggal.

Semua pria ini dibolehkan bekerja untuk Amerika, kejahatan dituduhkan terhadap mereka ditutupi dan latar belakang mereka diputihkan oleh militer Amerika yang berambisi memenangkan Perang Dingin.

Enam puluh tahun kemudian, warisan Proyek Paperclip masih sangat penting.

Dengan karbon penyerap radar yang pada kayu lapis dan sayap tunggal yang mulus ke belakang, Horten Ho 229 dari tahun 1944 buatan Jerman dapat dikatakan sebagai pesawat terbang stealth yang siluman pertama.


Pembom siluman stealth: ikuti rancangan Jerman tahun 1944


Militer AS memberi satu contoh pesawat kepada Northrop Aviation, perusahaan yang kemudian memproduksi pesawat pemboman siluman B-2 yang bernilai 2 milyar dolar, yang dijiplak dari kapal Horten satu generasi kemudian.

Rudal jelajah masih menggunakan rancangan rudal V-1 dan mesin scramjets yang memotori pesawat hipersonik canggih Nasa X-43 dapat diwujudkan berkat teknologi jet Jerman.

Dokumen Proyek Paperclip yang masih dirahasiakan membuat berbagai kalangan termasuk Nick Cook, konsultan teknologi angkasa luar di mingguan Jane's Defence, berspekulasi bahwa Amerika mungkin telah mengembangkan teknologi maju Nazi lainnya termasuk alat anti gravitasi, yang merupakan sumber energi berjumlah besar.

Meskipun kesuksesan Proyek Paperclip tidak diragukan lagi, banyak orang akan memilih untuk mengingat ribuan orang yang tewas demi mengirim manusia ke angkasa luar.

Sumber : http://www.bbc.co.uk/indonesian/indepth/st...nazispace.shtml
**L@RZz~H4ti**
Wah wah,Amerika mau menguasai luar angkasa juga ya
thanks infonya bro
limu
Wah kalo begitu Nazi pada waktu itu ternyata memiliki teknologi jauh lebih tinggi daripada sekutu yah
ternyata kekuatan militer mereka pada saat itu terletak pada kualitas unit militer mereka yah...
Quality Over Quantity seperti Militer amerika saat ini ^^
Sopholore
Welleh......welleh........
Ternyata ada NAZI di balik NASA
modern_boyz
paling bikin garuk2 kepala tuhh kenapa NAZI bisa menciptakan penemuan2 dashyat seperti itu???
piring terbang NAZI tuh teknologinya darimana???


emang NAZI bener2 penuh misteri???

:beer:
bocahgembul
Mungkin emang ada benarnya juga sloganm "Deutschland Uber Alles" yah Thinking.gif
golden boy
info yang dapat menambah wawasan
aboerdy
jadi ingat film hellboys

kan mereka juga nazi tuh... sampai mau memanggil lucifer segala
zaibis
apa jadinya kalo Jerman dulu nggak kalah perang ya? kayanya bisa jadi negara superpower satu-satunya didunia saat ini..

nice info
Peace.gif
jahenfare
amerika itu pembohong....

memanipulasi semuanya
comandante simone
amrik byk uang jadi anggota membelot ke amrik
miemie88
ada yang bilang, apabila kita membicarakan politik yang ada hanyalah Siapa yang menguasai siapa, dan bagaimana cara menguasainya.
papatole
Bagi von braun, dkk pilihannya hanya ada 2 : menyerahkan diri ke sekutu barat (Inggris, AS, Perancis) atau ditangkap Rusia. Tentunya lebih baik menyerah ke sekutu barat. Sama seperti ratusan ribu tentara Jerman yang memilih menyerah ke sekutu barat dibandingkan ke Russia.
Menurut saya, bukan niat AS memanipulasi, tapi pucuk dicinta ulam tiba. Koq ya ilmuwan2 Jerman pada berdatangan ke garis pertahanan mereka sesaat sebelum Jerman menyerah.
Dan keputusan ratusan ribu orang jerman menyerah ke sekutu barat itu ternyata benar. Prisoner of War (PoW) terakhir baru dibebaskan oleh Russia tahun 1955 itupun setelah kanselir Jerman Konrad Adenauer menghadap Nikita Kruschev dan menjanjikan banyak hal.
dianmega
nice info...
baru paham bahwa memang jerman orangnya udah pinter2 dari dulu...
El_Tuerto
Ilmuwan NAZI & Paperclip Project



Enam puluh tahun lalu Amerika Serikat merekrut para ilmuwan Nazi untuk memimpin sejumlah proyek yang mempelopori persaingan untuk menguasai angkasa luar.

Para ilmuwan itu memberi Amerika teknologi canggih yang sampai saat ini masih memajukan program angkasa luar NASA.

Namun kemajuan itu memiliki beban moral.

Pada akhir Perang Dunia Kedua rahasia teknologi Nazi Jerman menjadi incaran.

Pihak Sekutu berusaha mengambilalih sebanyak mungkin peralatan dan para ahli sambil mencegah negara-negara lainnya melakukan hal serupa.

Pencapaian teknologi Jerman mengejutkan para ilmuwan Sekutu yang ikut dengan pasukan invasi ke Jerman pada tahun 1945.

Roket supersonik, gas syaraf, pesawat terbang jet, rudal jelajah, teknologi stealth dan bahan lapis baja yang lebih keras adalah beberapa teknologi terobosan yang dikembangkan di dalam laboratorium dan pabrik Nazi, bahkan saat Jerman hampir kalah perang.

Amerika Serikat dan Uni Soviet-lah, pada awal-awal Perang Dingin, yang bersaing dan berpacu dengan waktu untuk menemukan rahasia ilmiah Hitler yang belum terungkap.

Pada Mei 1945, pasukan legiun Stalin berhasil menguasai beberapa
laboratorium penelitian atom di Institut Kaiser Wilhelm yang terkenal
di pinggiran Berlin.

Ini memberi mereka teknologi yang kemudian digunakan untuk membangun gudang senjata nuklir Soviet.

Pasukan Amerika memindahkan rudal-rudal V-2 dari kompleks besar di Nordhausen, yang dibangun di bawah Pegunungan Harz di Jerman Tengah, beberapa saat sebelum Uni Soviet mengambilalih pabrik itu yang kemudian menjadi daerah yang dikuasai Soviet.

Tim yang membangun V-2, pimpinan Wernhre von Braun, juga jatuh ke tangan Amerika.

Kejahatan

Tidak lama kemudian Mayor Jenderal Hugh Knerr, wakil panglima pada Angkatan Udara AS di Eropa menulis: "Pendudukan lembaga ilmiah dan industri Jerman mengungkapkan kenyataan yang mengejutkan bahwa kami sangat terbelakang dalam banyak lapangan penelitian."

"Kalau kami tidak meraih kesempatan ini untuk menguasai alat dan otak yang mengembangkan teknologi itu dan mempekerjakan mereka, kami akan tetap tertinggal bertahun-tahun."

Karena dimulailah Proyek Paperclip, operasi Amerika yang merekrut von Braun dan lebih dari 700 ilmuwan lainnya yang dibawa dari Jerman.

Tujuan proyek itu sederhana: "Untuk mempergunakan ilmuwan Jerman bagi penelitian Amerika dan untuk mencegah sumber ilmiah itu jatuh ke tangan Uni Soviet."

Perkembangan pun berjalan cepat. Presiden Truman memberi ijin bagi Proyek Paperclip di bulan Agustus 1945 dan pada 18 November, sekelompok ilmuwan Jerman pertama sampai di Amerika.

Tetapi ada satu masalah. Truman memerintahkan bahwa siapapun yang didapati sebagai "anggota partai Nazi dan berperan dalam kegiatannya, atau pendukung aktif militerisme Nazisme" tidak akan diijinkan.

Menurut kriteria tadi bahkan von Braun sendiri, orang yang bertanggungjawab
atas pemotretan di Bulan, seharusnya tidak boleh bekerja untuk Amerika.

Dia adalah anggota berbagai organisasi Nazi dan memegang jabatan di pasukan khusus Nazi, SS.

Catatan intelijen awal tentang von Braun menyebut pria itu sebagai "resiko bagi keamanan".
1141b340dca03cf95ff1a010_aa240_l

Dan rekan-rekan von Braun termasuk:


* Arthur Rudolph, kepala operasi di Nordhausen, tempat 20.000 buruh
paksa tewas saat membuat rudal V-2. Dia memimpin tim yang pembangun roket Saturnus V. Dia digambarkan sebagai "100% Nazi, orang yang
berbahaya".

* Kurt Debus, ahli peluncuran roket, juga perwira SS. Laporan tentang Debus menyatakan: "Dia harus ditahan karena mengancam keamanan Pasukan Sekutu."

* Hubertus Strughold, yang kemudian dikenal sebagai "bapak obat-obatan angkasa luar", yang merancang sistem penyokong kehidupan di pesawat angkasa Nasa. Beberapa bawahannya melakukan "percobaan" manusia di kamp Dachau dan Auschwitz, tempat tahanan dibekukan hidup-hidup dan ditempatkan di ruangan bertekanan rendah. Banyak dari mereka yang kemudian meninggal.

Semua pria ini dibolehkan bekerja untuk Amerika, kejahatan dituduhkan terhadap mereka ditutupi dan latar belakang mereka diputihkan oleh militer Amerika yang berambisi memenangkan Perang Dingin.

Enam puluh tahun kemudian, warisan Proyek Paperclip masih sangat penting.

Dengan karbon penyerap radar yang pada kayu lapis dan sayap tunggal yang mulus ke belakang, Horten Ho 229 dari tahun 1944 buatan Jerman dapat dikatakan sebagai pesawat terbang stealth yang siluman pertama.

Militer AS memberi satu contoh pesawat kepada Northrop Aviation, perusahaan yang kemudian memproduksi pesawat pemboman siluman B-2 yang bernilai 2 milyar dolar, yang dijiplak dari kapal Horten satu generasi kemudian.

Rudal jelajah masih menggunakan rancangan rudal V-1 dan mesin scramjets yang memotori pesawat hipersonik canggih Nasa X-43 dapat diwujudkan berkat teknologi jet Jerman.

Dokumen Proyek Paperclip yang masih dirahasiakan membuat berbagai kalangan termasuk Nick Cook, konsultan teknologi angkasa luar di mingguan Jane’s Defence, berspekulasi bahwa Amerika mungkin telah mengembangkan teknologi maju Nazi lainnya termasuk alat anti gravitasi, yang merupakan sumber energi berjumlah besar.

Meskipun kesuksesan Proyek Paperclip tidak diragukan lagi, banyak orang akan memilih untuk mengingat ribuan orang yang tewas demi mengirim manusia ke angkasa luar.

Ref : http://koboy-insap.blog.friendster.com/200...erclip-project/
El_Tuerto
Wernher von Braun dan V-2 (Misil Perang Pertama)






Tahun 1937, dibawah pengawasan AB Jerman, Wernher von Braun, kepala ilmuwan perkumpulan yang dibubarkan Hitler itu, berhasil mengembangkan roket V-1 dan V-2 berbahan bakar cair.
Kedua misil itu dikembangkan khusus untuk kepentingan militer Jerman waktu itu. Militer Jerman berperan langsung dalam periode pengembangan V-1 dan V-2. V-1 lebih diperuntukkan bagi kepentingan AU. Bentuknya lebih kecil dari V-2, tetapi ia mampu mengangkut satu ton hulu ledak sejauh 250 mil dengan kecepatan 400 mil perjam. Mengendalikannya pun mudah, tinggal mengarahkan hidung roket ke sasaran dan meluncurkannya.

Bila bahan bakar habis, V-1 jatuh dan meledak setelah menghantam
sesuatu. Berawal dari V-1 dan V-2 ini, teknologi roket dan misil
berkembang pesat, tentu saja sebagian besar dimanfaatkan guna
kepentingan militer

V-2 yang merupakan cikal bakal peluru kendali modern masa kini. Rancangan dasar peluru kendali berdasar V-2, banyak dibuat pada zaman Perang Dingin antara Blok Barat (AS dan sekutu) dan Blok Timur (Uni Soviet dan aliansinya) tahun 1960-an s.d. tahun 1980-an.

Produksi roket V-2 mulai dilakukan tahun 1942 di Peenemunde dan mulai dicoba September 1944, saat NAZI Jerman mengerjakan dua projek senjata baru, di samping bom terbang V-1. Sosoknya yang membawa satu ton hulu ledak, memiliki panjang 14 meter, berbahan bakar cair, memiliki kecepatan supersonik, dan dapat terbang pada ketinggian sekira 50 mil, membuatnya menjadi senjata mengerikan yang sulit ditangkal.

Lebih dari 5.000 roket V-2 ditembakkan pasukan Jerman ke Inggris, walau pun hanya 1.100 buah yang mampu mencapai sasaran. Namun efeknya, membuat jatuh korban 2.724 orang tewas dan sekira 6.000-an orang cedera serius.

Saat pasukan Sekutu semakin mendesak pasukan Jerman di daratan Eropa, mereka berhasil menyita banyak roket V-2 pada sejumlah tempat peluncuran.
Akhirya pada Maret 1945, seluruh peluncuran roket V-2 dapat dihentikan aksinya oleh pasukan Sekutu.
Pada Mei 1945, pasukan legiun Stalin berhasil menguasai beberapa laboratorium penelitian atom di Institut Kaiser Wilhelm yang terkenal di pinggiran Berlin.

Ini memberi mereka teknologi yang kemudian digunakan untuk membangun gudang senjata nuklir Soviet. Pasukan Amerika memindahkan rudal-rudal V-2 dari kompleks besar di Nordhausen, yang dibangun di bawah Pegunungan Harz di Jerman Tengah, beberapa saat sebelum Uni Soviet mengambilalih pabrik itu yang kemudian menjadi daerah yang dikuasai Soviet. Tim yang membangun V-2, pimpinan Wernhre von Braun, juga jatuh ke tangan Amerika.

Tidak lama kemudian Mayor Jenderal Hugh Knerr, wakil panglima pada Angkatan Udara AS di Eropa menulis: "Pendudukan lembaga ilmiah dan industri Jerman mengungkapkan kenyataan yang mengejutkan bahwa kami sangat terbelakang dalam banyak lapangan
penelitian."

"Kalau kami tidak meraih kesempatan ini untuk menguasai alat dan otak yang mengembangkan teknologi itu dan mempekerjakan mereka, kami akan tetap tertinggal bertahun-tahun," katanya.

Karena itu dimulailah Proyek Paperclip, operasi Amerika yang merekrut von Braun dan lebih dari 700 ilmuwan lainnya yang dibawa dari Jerman. Tujuan proyek itu sederhana, mempergunakan ilmuwan Jerman bagi penelitian Amerika dan untuk mencegah sumber ilmiah itu jatuh ke tangan Uni Soviet. entah kenapa, cetak biru V2 kemudian jatuh ke tangan Rusia, dan digunakan oleh pihak rusia sebagai acuan untuk mengembangkan roketnya sendiri.

Kedua negara adidaya itu kemudian terlibat dalam persaingan sengit
untuk mengeksplorasi ruang angkasa.

Ref. : http://koboy-insap.blog.friendster.com/category/history/
udey
ilmuwan2 nazi banyak yg juga orang yahudi...
sebagian di bawa amerika..
sebagian di bawa ussr...
SR2268
jangan heran, semua halal yg penting menang!
obama
Teknologi Amerika dan Rusia bisa maju seperti sekarang ini berkat kerja keras dan keberuntungan. Amerika dan Rusia (Uni Sovyet) beruntung sebagai pemenang Perang Dunia II dan menguasai teknologi NAZI, Amerika menguasai teknologi dan ilmuwan-ilmuwan di bidang roket dan kedirgantaraan. Sementara Sovyet memboyong teknologi Radar. Kalau seandainya ilmuwan NAZI tidak melakukan penelitian-penelitian luar biasa, mungkin teknologi militer dan sipil saat ini mesti menunggu lebih dari 50 tahun lagi...dan Amerika belum tentu jadi superpower.
CMIIW
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.