Jakarta Jauh dari Tsunami


BALAI KOTA, WARTA KOTA--Ketika gempa melanda Jakarta Senin (17/7) sore, kepanikan pun melanda warga ibu kota, terutama mereka yang berkantor di gedung-gedung tinggi di sekitar Jalan Sudirman, MH Thamrin, dan Gatot Subroto. Mereka berbondong-bondong keluar ruangan, turun dengan menggunakan tangga darurat dari gedung-gedung menjulang tinggi.

Berdasarkan penelitian Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), wilayah Jakarta pada umumnya secara geologis bukan kawasan pusat gempa. "Jakarta tidak terletak pada jalur patahan aktif gempa bumi. Jakarta hanya akan mengalami dampak dari gempa bumi yang pusatnya di luar Jakarta. Sumber gempa itu ada di Selat Sunda, zona subduksi di selatan Jawa Barat, dan sesar patahan Jawa Barat (Cimandiri)," ujar Gubernur DKI Sutiyoso usai menggelar rapat koordinasi dengan jajaran BMG, serta dinas terkait di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (18/7).

Getaran yang dirasakan di Jakarta akibat gempa pada Skala Richter 6,8 di selatan Pangandaran Senin sore hanya 2-3 MMI (modified mercali intensity). Sutiyoso mencatat tidak ada korban jiwa dan kerugian material di wilayah kerjanya.

Jakarta tak hanya aman dari gempa besar, melainkan juga ternyata sangat kecil kemungkinannya untuk mengalami gelombang tsunami. Kepala Bidang Instrumental dan Kalibrasi BMG Masturyono mengatakan, seluruh pantai Jakarta menghadap utara, bukan ke selatan pulau Jawa.

"Bagian utara Jawa itu bersifat sedimen lunak. Secara geologis, tekanan di bagian ini akan cepat dilepaskan, sehingga tidak menimbulkan gempa besar. Kalau pun ada pusat gempa, letaknya sangat jauh, di kedalaman sekitar 600 km, dan kami tidak pernah mendeteksi adanya gerakan di sekitar itu," ujar Mustaryono.

Yang lebih penting lagi, Mustaryono mengingatkan agar warga tak perlu waswas jika saat ini bertempat tinggal atau berkantor di gedung-gedung tinggi. Berdasarkan data, seluruh gedung tinggi di Jakarta dibangun dengan ketentuan memenuhi persyaratan ketahanan gempa. "Semua gedung sudah direncanakan memenuhi itu, berapa pun ketinggian lantainya. Itu menjadi persyaratan setiap pembangunan gedung, kita adopt dari standar nasional Indonesia ke Perda," ujar Prof Dr Ir Widiadnyana Merati, Ketua Tim Penasihat Konstruksi Bangunan DKI.

Untuk itu, sebaiknya warga Jakarta tak perlu panik setiap kali mengalami gempa. Sikap yang paling tepat adalah tenang, akan tetapi tetap waspada.

Ke arah timur

Gempa bumi dengan efek berupa tsunami yang menyapu pantai selatan Jawa diperkirakan akan menimbulkan tekanan pada patahan lempeng bumi yang berada di sepanjang selatan Jawa. Gempa tektonik susulan kemungkinan besar akan bergerak ke arah timur Jawa hingga Selat Bali. "Ini pendapat pribadi saya. Kemungkinan akan bergerak ke arah timur, tapi masih di selatan Jawa," ujar Masturyono.

Tapi Masturyono tak bisa memastikan kapan terjadinya gempa besar susulan itu. Dia tidak bersedia mengonfirmasi prediksi yang disampaikan paranormal Mama Lauren tentang kemungkinan gempa itu terjadi pada November tahun ini.

"Itu hak profesi Mama Lauren untuk mengeluarkan pendapat. Kami tidak dalam posisi mengomentari pendapat itu," ujar Masturyono.

Rawan tsunami

Sementara itu, Kasubdin Mitigasi Bencana Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Dr Surono mengatakan daerah yang berada di sepanjang pantai Selatan Jawa rawan dan berisiko terjadi tsunami. "Karena sepanjang pantai Selatan Jawa itu berada pada daerah pertemuan lempeng benua, yakni lempeng Eurosia dan Indo-australia yang kerap menimbulkan gempa," katanya di Bandung, seperti dikutip Antara.

Menurut Surono, waktu terjadi gempa dan tsunami bisa mencapai 10 tahun atau ratusan tahun lagi. Tapi zona rawan tsunami di sepanjang pantai selatan Jawa masih relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan tsunami di Aceh karena pantai Samudra Hindia selatan lebih curam daratannya.

"Jadi, kemungkinan tsunami tidak akan menjorok jauh ke daerah pemukiman penduduk," ujarnya seraya mengatakan sejak tahun 1800 tidak ada tsunami di daerah Selatan Jawa dengan keadaan seperti tsunami Senin lalu. Surono mengaku kurang begitu optimistis atas peringatan dini bagi masyarakat, karena banyak penduduk yang memiliki tempat tinggal di dekat pantai.

Jika Gempa Menggoyang Gedung Tinggi

- Jangan panik

- Jauhi benda-benda yang mudah jatuh

- Berlindunglah di bawah meja yang kokoh atau sudut ruangan

- Lindungi kepala dengan lengan

- Tetap di tempat Anda berlindung hingga gempa reda

- Jangan gunakan tangga atau lift untuk turun

******


Kompas Cyber Media
Rabu, 19 Juli 2006 - 07:58 wib