Help - Search - Members - Calendar
Full Version: [WARNING to all jobseekers!] WASPADALAH DGN ALAMAT2 PERUSAHAAN INI! JGN TERTIPU!
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > Kamar Dagang dan Industri > Info Kerja
Pages: 1, 2, 3, 4
jatis
Untuk para pencari kerja dan calon investor dibidang futures saya rasa informasi ini akan sangat berguna untuk anda.


Note : saya bukanlah penulisnya, jikalau anda ingin bertanya – tanya lebih lanjut dapat dilakukan di :
h**p://kuskus.**/showthread.php?t=918118

Semoga informasi ini berguna rekan - rekan sekalian.


================================================================

PENGUMUMAN!!!



Melanjutkan diskusi saya dgn beberapa kakuser yang pernah menjadi korban investasi futures, maka dengan ini kami ingin mengumpulkan beberapa korban2 lain yang ingin memajukan kasus mereka ke jalur hukum bersama dengan kami.

Bagi para BFer yang pernah menjadi korban investasi perusahaan futures, diminta untuk menceritakan / sharing pengalamannya disini
dengan format:


Nama: (Nick elu di BF)
Pialang: (Nama perusahaan futures)
Nama trader: (Siapa yg menawarkan & menjalankan investasi anda)
Kapan: (bulan/tahun anda berinvestasi)
Kronologis: (ceritakan kronologis kejadiannya dari awal s/d akhir)
Kirim Ke : jatis123@gmail.com

***




nb: bagi BFer lain yg saudara/teman/kenalannya pernah menjadi korban, mohon memberitahukan informasi ini kepada mereka agar dapat bergabung dengan kami disini.
jatis
Mengingat banyaknya thread yg mengecam tindak tanduk perusahaan futures, mulai dari yg tertipu lowongan kerja hingga yg tertipu untuk investasi, maka saya tergerak untuk membuat daftar alamat2 perusahaan futures di indonesia.

Saya sendiri mantan praktisi di bidang futures selama 5 tahun lebih, dan sudah undur karena hati nurani saya tergangggu karena banyaknya kebejatan bisnis di dalamnya.

Semoga thread yang saya buat ini berguna untuk semuanya. Bagi yg merasakan manfaatnya silahkan tinggalkan GRP di kulkas saya, atau sekedar thanks juga akan dihargai.

buat yg tidak suka akan thread saya, brp andapun saya terima dgn baik.
---------------------------

DAFTAR ALAMAT PERUSAHAAN FUTURES DI INDONESIA


1. ASIA KAPITALINDO KOMODITI BERJANGKA, PT
SONA TOPAS TOWER, Lt. 15A, Jl. Jend. Sudirman Kav. 26, Jakarta
Telp : (021) 2506262
Fax : (021) 2506333

2. DANAGRAHA FUTURES, PT
Gedung Citra Graha Lt. 8, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 Jakarta Selatan
Telp : (021) 5232500
Fax : 5232693,52900360

3. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA, PT
Gedung Wira Usaha Lt.2, Jl. Rasuna Said kAV. C-5
Telp : (021) 2501243
Fax : (021) 5229047

4. SENTRATAMA INVESTOR BERJANGKA, PT
Tower III, Plaza BII Lantai 7, Jl. M.H. Thamrin No. 51, JAKARTA 10350
Telp : 021 - 3199 0099
Fax : 021 - 3199 0077

5. DANAREKSA FUTURES, PT
Wisma Antara Lt. 14, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 17, Jakarta 10110
Telp : 021-3501177,3501557
Fax : 021-3502496

6. CIC FUTURES, PT.(d/h Pt. Agrodana Futures)
Wisma NugraSantana, Lt. 16, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 7-8, Jakarta
Telp : 021 - 5700200
Fax : 021 - 5720621

7. KONTAKPERKASA FUTURES, PT
Sudirman Plaza,Plaza Marein, Lt. 7, Jl. Sudirman Kav. 76-78, Jakarta
Telp : (021) 57936555
Fax : (021) 57936550

8. ARTHA GADING FUTURES, PT
Gedung Graha Aktiva, Jl. HR. Rasuna Said Blok X-1, Kav, 03, Jakarta
Telp : (021) 52880109
Fax : (021) 52920146

9. PLATON NIAGA BERJANGKA, PT
Jl. Pintu Besar Utara 6-8, Jakarta 11110
Telp : (021) 6924117
Fax : (021) 6922886

10. INDOSUKSES FUTURES, PT
Indofood Tower - Plaza Sudirman lt.10, Jl. Jend. Sudirman Kav. 67-68
Telp : (021) 57937699
Fax : (021) 57937696

11. ARTHA BERJANGKA NUSANTARA, PT
Deusche Bank Building Lt.15, Jl. Imam Bonjol No. 80, Jakarta
Telp : (021) 31900369
Fax : (021) 31908576

12. JALATAMA ARTHA BERJANGKA, PT
Menara BDN Lt. 21, Jl. M.H. Thamrin No. 5, Jakarta
Telp : (021) 2300326
Fax : (021) 2300327

13. PACIFIC DUARIBU FUTURES, PT
Wisma Standar Chartered Bank Lt.18, Jl. Jend Sudirman Kav. 33A, Jakarta 10220
Telp : (021) 5732000
Fax : (021) 5732639

14. SEPANJANG INTI SURYA BERJANGKA, PT
Menara Thamrin Lt. 5, Suite 503 Jl. M.H. Thamrin Kav. 3 JAKARTA 10250
Telp : (021) 2303329
Fax : (021) 2302602

15. SOLID GOLD BERJANGKA, PT
Gedung BRI II Lt. 18, Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46 Jakarta 10210
Telp : 021 - 5795 8888
Fax : 021 - 5795 5555

16. MONEX INVESTINDO FUTURES, PT
Menara RAVINDO Lantai 9, Jl. Kebon Sirih Kav. 75 - Jakarta Pusat 10340
Telp : 021 - 3150607
Fax : 021 - 3150758

17. VALBURY ASIA FUTURES, PT
Gedung Menara Karya Lt. 9 Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5, Kav. 12, Kuningan Jakarta Selatan
Telp : (021) 25533777
Fax : (021) 25533778

18. MILLENNIUM PENATA FUTURES, PT
Menara Kebon Sirih Lt. 21, JL. Kebon Sirih Kav. 17-19, Jakarta Pusat 10340
Telp : (021) 392 9929
Fax : (021) 392 9991

19. GATRA MEGA BERJANGKA, PT
JW. Marriott Hotel Surabaya, Lobby Level Jl. Embong Malang No. 85-89 SURABAYA 60261 JAWA TIMUR
Telp : 031-5347888
Fax : 031-5347889

20. GOLDEN FINANCIAL FUTURES, PT
Menara Dea, Kawasan Kuningan, Jl. Mega Kuningan Barat, Kav. E-4.3, No. 1, Jakarta
Telp : 021 - 5760818
Fax : 021 - 5760816

21. HARUMDANA BERJANGKA, PT
Jl. Menteng Raya No. 62A, Jakarta Pusat 10110
Telp : 021-391 2383
Fax : 021-392 9701

22. MAXGAIN INTERNATIONAL FUTURES, PT
Gedung BEJ Tower II, Lantai 28, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 - 53, Jakarta 12190
Telp : (021) 515 2333
Fax : (021) 515 3661

23. REALTIME FOREX FUTURES, PT
Menara Kebon Sirih Lt. 10 Suite 1003, Jl. Kebon Sirih Kav. 17 - 19, Jakarta 10340
Telp : (021) 392 9751
Fax : (021) 392 9753

24. DANPAC FUTURES, PT
Plaza Asia/Abda, Lt. 18-A, Jl. Jend. Sudirman Kav. 59, JAKARTA
Telp : 021-51402388
Fax : 021-51402389

25. TOPGROWTH FUTURES, PT
Plaza BAPINDO, Bank Mandiri Tower, Lt. 28 Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55 Jakarta 12190
Telp : 021 - 5273883
Fax : 021 - 5266564

26. GRAHA FINESA BERJANGKA, PT
GRAHA IRAMA Lt. 9, R-9E, Jl. H.R. Rasuna Said Kuningan Blok X-1, Kav. 1-2 - Jakarta 12940
Telp : (021) 5264407
Fax : (021) 5264406

27. RUSSLEY FUTURES, PT
Jl. Sulawesi No. 48, Kel. Ngagel, Kec. Wonokromo, Surabaya
Telp : (031) 5055599
Fax : (031) 5016333

28. FORTUNE CHANNEL FUTURES, PT (sudah tutup)
Wisma KYOEI PRINCE, Lt. 20 Jl. Jend. Sudirman Kav. 3 Jakarta 10220
Telp : (021) 5723335
Fax : (021) 5724055

29. PRIMA TANGGUHARTA FUTURES. PT
JL. SUMATRA 35, SURABAYA 60281
Telp : (031) 5016288
Fax : (031) 5033780

30. TRIJAYA PRATAMA FUTURES, PT
Wisma Metropolitan I, Lt. 3, Jl. Jend. Sudiirman, Kav. 29, Jakarta Selatan
Telp : (021) 5710177
Fax : (021) 5229688

31. CENTURY INVESTMENT FUTURES, PT
KOMP.DUTA MERLIN BLOK B NO. 28-29 JL. GAJAH MADA NO. 2-5 JAKARTA 12940
Telp : (021) 6322829
Fax : (021) 6322957

32. WORLD INDEX INVESTMENT FUTURES, PT
Gedung Patra Jasa Lt. 17, Jl. Gatot Subroto Kav. 32-34, Jakarta- Selatan
Telp : (021) 52960728
Fax : (021) 52960725

33. INTER PAN PASIFIK FUTURES, PT
TAMARA BUILDING, Lt. 3 Suite 302, Jl. Jend. Sudirman Kav. 24 - JAKARTA 12920
Telp : (021) 5208850
Fax : (021) 5271993

34. CYBER FUTURES. PT
SAMPOERNA STRATEGIC SQUARE TOWER A LT. 28, JL. JEND. SUDIRMAN KAV. 45-46, JAKARTA 12930
Telp : (021) 577 0838
Fax : (021) 577 0883

35. GOLDEX EQUITY BERJANGKA. PT
MENARA KEBON SIRIH LT. 12 SUITE 1203, JL. KEBON SIRIH NO. 17-18, JAKARTA 10340
Telp : (021) 392 1666
Fax : (021) 392 6060

36. INTEGRAL INVESTAMA FUTURES. PT
PLAZA HAYAM WUTUK SUITE J-K, LANTAI 19, JL. HAYAM WURUK NO. 1108, JAKARTA 11160
Telp : (021) 626 8088
Fax : (021) 6260819

37. DEA U-TRADE FUTURES. PT (sudah tutup)
PLAZA BII MENARA II, LANTAI 5, JL. M.H. THAMRIN NO. 51 JAKARTA 10350
Telp : (021) 398 34755
Fax : (021) 398 34756

38. MILLENNIUM ARTHAPALA FUTURES, PT
JL. RAYA NGINDEN NO. 44, SURABAYA 60284
Telp : (031) 5049549
Fax : (031) 504 9711

39. NATPAC FUTURES. PT
MENARA KEBON SIRIH LT. 23, SUITE 23-03, JL. KEBON SIRIH KAV. 17-19, JAKARTA 10340.
Telp : (021) 398 36633
Fax : (021) 398 36600

40. PIRANTI JAYA ARTHA FUTURES, PT (sudah dibekukan)
BANGUN TJIPTA BUILDING LT. 1, JL. JEND. GATOT SUBROTO NO. 54 (BUNDERAN SLIPI), JAKARTA 10260
Telp : (021) 570 8828
Fax : (021) 570 8831

41. VICTORY INTERNATIONAL FUTURES, PT
WISMA DHARMALA LT. 5, JL. PANGLIMA SUDIRMAN 101-103, SURABAYA 60271, JAWA TIMUR
Telp : (031) 535 8429
Fax : (031) 535 8430

42. MENARA MAS FUTURES, PT
MENARA IMPERIUM LT. 12, SUITE B, KAV. 1, JL. H.R. RASUNA SAID, JAKARTA 12980
Telp : (021) 8379 1366-68
Fax : (021) 831 7369

43. GLOBAL ARTHA FUTURES, PT
GRHA SURYA lt. 3, Jl. Setiabudi Selatan I/ Kav. 9, Kuningan Jakarta-12920
Telp : (021) 5905028
Fax : (021) 5790 2223

44. BUANA ARTHA BERJANGKA, PT
PLAZA GREAT RIVER LT. 8, JL. H.R. RASUNA SAID KAV. X-2/1, JAKARTA 12950
Telp : (021) 5793 8899
Fax : (021) 5793 8910

45. PANDU DANA UTAMA BERJANGKA, PT
Hayam Wuruk Plaza, Lt. 7 E-F, Jl. Hayam wuruk No. 108, Jakarta
Telp : 021-6298373
Fax : 021-6284331

46. CAYMAN TRUST FUTURES, PT
Word Trade Center Lantai 16, Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-30, JAKARTA 12920
Telp : (021) 521 1833
Fax : (021) 521 1785

47. PANCA DANAMAS FUTURES, PT
Wisma LIPPO Lantai 7, Suite 703, Jl. Jend. Gatot Subroto No. 2, BANDUNG 40262
Telp : (022) 730 7390
Fax : (022) 731 5524

48. REX CAPITAL FUTURES, PT
Menara GLOBAL Lantai 6, Jl. Gatot Subroto Kav. 27, JAKARTA 12950
Telp : (021) 527 0411
Fax : (021) 527 0144

49. MAGNA DANA INVESTAMA BERJANGKA, PT
Gedung Oil Centre Lt. 8, Jl. MH. Thamrin No. 55
Telp : (021) 3903858
Fax : (021) 3903859

50. INTERNATIONAL MITRA FUTURES, PT
JL.Teuku Umar No.188, Denpasar 80113, BALI
Telp : (0361) 223000
Fax : (0361) 248950
jatis
51. CALIO FUTURES, PT
Wisma Dharmala Lt.7, Suite 5, Jl. Panglima Sudirman 101-103, Surabaya 60271
Telp : (031) 6000 7333
Fax : (031) 6000 8333

52. QUANTUM FUTURES, PT
Menara Imperium Lt. 21, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1, Kuningan, Jakarta 12980
Telp : (021) 8379 5979
Fax : (021) 8379 5978

53. MIDTOU ARYACOM FUTURES, PT.
Gedung Sarinah Lt. 12, Jl. M.H. Thamrin No. 11, Jakarta 10350
Telp : (021) 390 4647
Fax : (021) 390 4648

54. MEGAH TAMA BERJANGKA, PT.
Menara Standard Chartered, Lt. 18, Suite, A,B,C, Jl. Prof. Dr. Satrio No. 164, Jakarta
Telp : (021) 25555400
Fax : (021) 25555488

55. SARANA PERDANA BERJANGKA, PT.
Gajah Mada Tower Lt. 19, Suite 1901 Jl. Gajah Mada No. 19 - 26, JAKARTA 10130
Telp : (021) 63866344
Fax : (021) 63872256

56. MAHADANA ASTA BERJANGKA, PT
CENTURY Tower Lt. 12, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-2 - Jakarta Selatan 12950
Telp : (021) 2526633
Fax : (021) 2521123

57. TOTAL ASIA FUTURES, PT
Plaza DM Lantai 14, Suite 1403, Jl. Jend. Sudirman Kav. 25, Jakarta 12920.
Telp : (021) 5205555
Fax : (021) 5203901

58. MASTERPIECE FUTURES, PT
Plaza'89 lt. 3, Jl. H.R. Said Kav. X-7 No. 6, Kuningan
Telp : (031) 5290255
Fax : (031) 52920622

59. BUANA INVESTMENT GLOBAL FUTURES, PT
Geduang Menara Global, Lt. 25, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 27, Jakarta
Telp : (021) 52892336
Fax : (021) 52892337

60. GOLDMANY FUTURES, PT
Plaza BII Tower II Lantai 35, Jl. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta 10350
Telp : (021) 31990088
Fax : (021) 31990321

61. UNITED ASIA FUTURES, PT
Bapindo Plaza, Citibank Tower lt. 21, Jl Jend. Sudirman Kav, 54-55, Jakarta 121920
Telp : (021) 526 6633
Fax : (021) 526 0321

62. SENTRA ARTHA FUTURES, PT
Plaza Centris Lt. V, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-5, Jakarta Pusat 12910
Telp : (021) 525 4653
Fax : (021) 520 7093

63. OVERSEAS COMMERCIAL FUTURES, PT.
Jl. Raya Gubeng No. 24, Surabaya 60281
Telp : (031) 5015 888
Fax : (031) 5011 588

64. ASIA TRADE POINT FUTURES, PT
Gedung Setibudi Atrium Lt.4/405, jl. Rasuna Said Kav. 62, Karet Setiabudi, Jakarta Selatan
Telp : (021) 5212360
Fax : (021) 5212359

65. FASTING FUTURES, PT.
International Sport Club Menara Metro Lantai III, Jl. MT. Haryono 1014 - 1016, Semarang
Telp : (024) 8451020
Fax : (024) 8419312

66. CENTRAL CAPITAL FUTURES
Sona Topaz Tower Lantai 10, Jl. Jend. Sudirman Kav. 26, JAKARTA 2920
Telp : (021) 250 6555
Fax : (021) 250 6515

67. CENTRAL ASSET FUTURES, PT
Patra Office Tower, Lt. 18 Ruang 1841, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 32 - 34 - JAKARTA 12950
Telp : (021) 521 4750
Fax : (021) 525 1764

68. SINARMAS FUTURES, PT
BII Plaza Tower III Lantai 5, Jl. MH. Thamrin No. 51 JAKARTA 10350
Telp : (021) 392 5550
Fax : (021) 392 5579, 5540

69. GITA ARTHA BERJANGKA, PT
Menara Bank Dagang Negara Lt. 18, Jl. M.H. Thamrin No. 5, Jakarta 10340
Telp : (021) 3983 2878
Fax : (021) 3983 2877

70. INTERNATIONAL BUSINESS FUTURES, PT
Graha Bumiputera Lt. 5, Suite 504-505, Jl. Asia Afrika No. 141-149, Bandung 40112
Telp : (022) 421 5188
Fax : (022) 421 5190

71. NINE STARS FUTURES, PT.
Bank Mayapada Building Lantai 4 & 5, Jl. M.T. Haryono No. 647, Semarang 50242
Telp : (024) 841 6566
Fax : (024) 841 6567

72. ROYAL TRUST FUTURES, PT (d/h-PT. Pan Index Future)
Menara Sudirman 26th Floor, Jl. Sudirman Kav. 60, Jakarta 12190
Telp : (021) 5222 510
Fax : (021) 5222 511

73. PENATA ARTHA FUTURES, PT
Jl. Pluit Permai Raya No. 41A, Jakarta 14440
Telp : (021) 6660 5405
Fax : (021) 6660 5404

74. MAXCO FUTURES, PT
Gedung PANIN Pusat Lt. 5, Jl. Jend. Sudirman Kav. 1, Senayan - Jakarta 10270
Telp : 021 - 7205868
Fax : 021 - 5710974

75. REYMOUNT FUTURES, PT
Plaza Sentral Lt. 7, Jl. Jend. Sudirman Kav. 47, Jakarta 12930
Telp : (021) 570 2314
Fax : (021) 574 3040

76. TRUST ARTHA FUTURES, PT
Jl. Prof. Dr. Satrio Blok C-4, Kav. 6-7, Kuningan Jakarta
Telp : 021-5260760
Fax : 021-5260761

77. MEGAGROWTH FUTURES, PT
Gedung Graha Kencana Lt. 2, Jl. Raya Perjuangan No. 88, Kebon Jeruk, Jakarta Barat
Telp : 021-53678799
Fax : 021-53671799

78. JILS FUTURES, PT
SONA TOPAS TOWER, Lt. 15-A, Jl. Jend. Sudirman Kav. 26, Jakarta
Telp : 021-2506399
Fax : 021-2506499

79. UNIVERSAL FUTURES, PT
Paskal Hyper Square, Heritages Bld, Lt. 2, Jl. Pasirkaliki No. 25-27, Bandung
Telp : 022-86060800
Fax : 022-86060700
jatis
Buat Para Korban Investasi Futures

---------------------------------------------------------------------
update dari halaman 6

BUAT PARA KORBAN INVESTASI FUTURES: actually there's something that we can do to fight them.
---------------------------------------------------------------------



Pada umumnya MAYORITAS TRADER/MARKETING FUTURES (non newbie) tahu dengan baik bahwa "investasi futures" ini beresiko tinggi, dan sebelum mereka menawarkan investasi ini ke anda sebagian besar dari mereka pernah mengalami kerugian yg signifikan atau bahkan menghabiskan beberapa account milik investor lain.
NAMUN, walaupun sudah tahu begini mereka masih saja menelpon anda dan tidak berhenti menawarkan ini ke orang2 lain dengan gaya yang meyakinkan sehingga lebih banyak orang lagi yang terjebak dan merugi.

Bagi anda yang pernah menjadi korban investasi semacam ini, saya ada beberapa opsi yang bisa anda pertimbangkan:


OPSI PERTAMA
anda masih menyimpan "agreement" waktu anda membuka rekening di perusahaan futures itu?
kalau iya, simpan itu baik2. JANGAN SAMPAI HILANG!
lebih baik lagi bila anda masih menyimpan account statement anda day by day.


coba anda telpon BBJ atau datang kesana di menara BDN thamrin, untuk mengecheck, apakah nomor rekening anda ini terdaftar sebagai account yang di register ke bursa atau tidak.
jangan pernah terima jawaban bahwa karena uang anda sudah habis, maka dari itu account anda tidak terdaftar.
that's BULLSHIT.
nomor account anda akan selalu terdaftar pada BBJ. tidak perduli saldo di rekening anda sudah "0"

bila ternyata account anda TIDAK terdaftar, maka ada harapan cerah uang anda yang hilang akan bisa kembali.

ada aturan BAPPEBTI atau BBJ (saya lupa, tapi saya janji saya bisa carikan untuk anda), yang menyebutkan, bila perusahaan pialang tidak mendaftarkan account nasabah ke BBJ maka bila nasabah mengalami kerugian maka nasabah berhak mendapatkan uangnya kembali.

bila account anda "terdaftar", jangan kecil hati.
CHECK: TANGGAL BERAPA ACCOUNT ITU DIDAFTARKAN!
bila tanggal account anda didaftarkan tidak sama dengan tanggal anda membuka account (transfer dana ke pialang) alias mereka telat mendaftarkan account nasabah maka, kerugian anda sebelum account anda didaftarkan bisa anda claim balik.


OPSI KEDUA
anda masih ingat post saya di halaman 3 di thread ini (kalau tdk salah), disana saya menjelaskan sekaligus memberikan bukti dari UU no. 32 tahun 1997 bahwa bila trader anda TIDAK MEMILIKI IJIN WAKIL PIALANG, maka anda bisa menuntut dia dengan ancaman hukuman penjara 1 tahun atau denda maksimal 1 Miliar???
Perusahaan yang membiarkan ini terjadi, walaupun sudah mendapat warning dari Bappebti-pun juga akan menerima hukuman financial dalam jumlah yg besar.


So, kumpulkan semua korban, siapkan pengacara anda dan sejumlah wartawan and let's make this BIG!!!


I think we need to start doing this to them.
Kalau mereka bisa membawa masalah kepada kita, kenapa kita tidak bisa membawa masalah balik kepada mereka???

banyak dari korban perusahaan futures yang tidak tahu bahwa hal ini "BISA dan DAPAT" dilakukan secara HUKUM.

saya senang bisa sharing ini kepada anda semua, dan saya lebih senang lagi bila anda bisa memberitahukan hal ini kepada mereka yang pernah menjadi korban. ada harapan bagi mereka untuk mendapatkan uang mereka kembali.

saya tidak bisa memberikan bantuan secara hukum, itu tugas pengacara anda, namun yg ingin saya sampaikan bahwa ada opsi yang bisa anda lakukan untuk dapatkan uang anda kembali.
Edit/Delete Message
jatis
Waspadalah Thdp Penipuan Lowongan Kerja oleh Perusahaan Futures



Sekarang ini banyak sekali bermunculan Perusahaan futures atau juga disebut sebagai perusahaan berjangka. Salah satu ciri dari perusahaan seperti ini adalah memakai nama akhir “Futures” atau “Berjangka”. Ciri lain dari perusahaan seperti ini adalah produk yang mereka tawarkan, yang investasi margin trading di bidang Valuta Asing (Forex), Index saham Nikkei, Hangseng, Kospi, dan komoditi seperti kopi, gula, emas, dan minyak mentah.

Sudah banyak sekali dari masyarakat kita telah menjadi korban dari perusahaan seperti ini, yang uangnya amblas tak bersisa setelah “menginvestasikan” uangnya ke perusahaan2 ini.

Salah satu penyebabnya adalah karena perusahaan2 Futures/Berjangka selalu melakukan recruitment setiap saat, biasanya melalui iklan2 di koran atau pada saat Job Fair. Sasaran utama mereka biasanya anak2 yang baru lulus kuliah, ibu rumah tangga, pensiunan, dsb untuk dijadikan tenaga marketing mereka yang kemudian diberi label jabatan keren, seperti: Portfolio Manager, Financial Analyst, Business Manager, dsb.

Terlalu banyak ragam “label” jabatan keren yang mereka berikan, namun intinya tetap satu, yaitu marketing sekaligus trader.
Persyaratan untuk pekerjaan inipun mudah, biasanya perusahaan mensyaratkan D3 atau S1 dari segala bidang, punya network yg luas, dsb sehingga banyak orang melamar pekerjaan ini langsung diterima.
Orang2 yang baru direkrut ini biasanya diberikan training selama 1 minggu, dan setelah itu ditugaskan untuk mencari nasabah.


Setelah mendapat nasabah, yang biasanya pertama2 adalah salah satu dari keluarga mereka, tetangga, teman atau rekan bisnis, “fresh” portfolio manager alias marketing trader ini biasanya lalu mengelola dana nasabah yang baru didapatkannya itu di instrumen2 yang sudah saya sebutkan di atas tadi. Mereka sendiri yang melakukan transaksi jual beli dan biasanya secara keseluruhan berakhir dengan kerugian besar di pihak investor setelah beberapa waktu berselang.

Kenapa bisa rugi?
Simple sekali jawabannya, karena “fresh” trader ini tidak berpengalaman sama sekali dalam bidang perdagangan derivatif, terutama margin trading yang amat sangat beresiko tinggi. “Fresh” trader ini bagai orang2 yang mendapat pelatihan sebagai hansip namun dikirim untuk bertugas di medan pertempuran di irak. Yah kemungkinan besar ujung2nya pasti mati.

Fund manager yang berpengalaman belasan bahkan puluhan tahun saja masih bisa merugi. Apakah anda bisa mengharapkan seseorang yang baru berpengalaman seminggu ditraining lalu bertransaksi di bidang ini untuk untung? Dari apa yang saya amati selama ini, bahkan mereka yang sudah berpengalaman di atas 10 tahun pun kadang secara keseluruhan masih merugi.

Namun, meski sudah memakan korban, sebagian dari para marketing trader ini tetap lapar untuk terus mencari nasabah baru. Seolah tiada kapoknya merugikan orang lain. Kenapa bisa begitu? Selain karena tuntutan perusahaan untuk terus mendapatkan new account setiap bulannya, mereka juga tergiur untuk mendapatkan penghasilan yang besar dari transaksi mereka.
Biasanya perusahaan futures mengambil komisi dari tiap transaksi sebesar Rp. 300.000,- dan sebagian besar dari komisi itu dibayarkan kepada trader. Biasanya mulai dari 70% bahkan ada perusahaan yang rela mengembalikan komisi itu 100% ditambah lagi bonus overriding dan rebate kepada trader yang bersangkutan karena saking hausnya mereka untuk menelan fresh margin yang dihasiilkan oleh para marketing tradernya.
Bayangkan saja berapa besar penghasilan trader ini, 5 juta perbulan saja termasuk kecil, biasanya penghasilan mereka berkisar antara belasan sampai ratusan juta perbulannya. Semua itu ya dari komisi transaksi mereka yang dikembalikan perusahaan.

Sebenarnya Bappebti, sebagai regulator dari bisnis perdagangan berjangka sudah mengetahui praktek2 ini dari sejak lama. Namun seolah menutup matanya.
Menurut peraturan perdagangan berjangka No: 81/BAPPEBTI/5/2005, disebutkan dengan jelas sekali bahwa hanya mereka yang memiliki ijin Wakil Pialang Berjangka dari Bappebti yang boleh berhubungan dengan nasabah dalam hal menawarkan investasi ini dan juga hanya mereka yang memiliki ijin Wakil Pialang Berjangka sajalah yang boleh mengelola amanat nasabah untuk melakukan transaksi.

Peraturan ini disebarkan dan diterima oleh semua perusahaan berjangka. Jadi semua perusahaan futures ini tahu dengan pasti bahwa pelanggaran terhadap hal-hal tersebut di atas diancam dengan sanksi pidana dan/atau sanksi administratif sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi dan peraturan pelaksanaannya.

Namun kenyataannya hingga sampai hari ini, praktek2 illegal ini masih saja terus berlangsung. Ibu Titi Hendrawati sebagai Kepala Bappebti, bagaimana tanggapan anda akan hal ini? Jangan katakan bahwa ibu sama sekali tidak mengetahui praktek2 ini terus terjadi. Dalam tabloid “Margin” bbrp waktu yg lalu, anda baru saja berkomentar bahwa hal ini akan ditertibkan, namun sepertinya statement anda hanyalah sekedar omong kosong saja. Saya perhatikan setiap hari selama lebih dari 1 tahun terakhir ini, iklan dari perusahaan futures, baik yang terus terang mencantumkan nama “futures” atau yg “ngumpetin” identitas “futures”nya masih saja terus ada.

Ibu pasti tahu bahwa lebih dari 90% marketing atau trader perusahaan2 futures bukanlah wakil pialang berjangka dan tidak mengantongi ijin wakil pialang berjangka untuk memasarkan produk investasi dan juga tidak memiliki ijin wakil pialang berjangka untuk bertransaksi. Kebanyakan dari mereka itu masih anak2 remaja yang baru lulus kuliah, yang tidak berpengalaman dalam transaksi perdagangan derivatif yang beresiko tinggi ini.
Peraturan yang Ibu keluarkan (No: 81/BAPPEBTI/5/2005) itu dikeluarkan tanggal 11 Mei 2005. Dari dikeluarkan sampai sekarang, sudah ada lebih dari 2 tahun. Masa Ibu tidak tahu kalau peraturan yg Ibu keluarkan itu selama ini dianggap tidak lebih dari sampah oleh perusahaan2 futures ini?

Peraturan Perdagangan Berjangka No: 81/BAPPEBTI/5/2005 dan sanksi administratif dan pidana dari UU Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi dan peraturan pelaksanaannya seolah telah menjadi macan ompong yang cuma suaranya saja besar tapi tidak mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat Indonesia yang menjadi korban dari praktek2 illegal ini.

Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar waspada akan sepak terjang perusahaan futures dan juga mayoritas marketing/tradernya. Yang mereka pentingkan bukan keamanan dana anda. Yang mereka pentingkan adalah isi kantong mereka sendiri. Dari pengalaman saya mengamati semua ini selama kurang lebih 5 tahun, mayoritas dari new account yang diclosing oleh para trader ini uangnya akan habis kurang dari 6 bulan. Bahkan ada yang habis total selama kurang dari 1 minggu. 1 account itu bisanya minimal senilai 60 – 100 juta.

Bila trader anda tidak mengantongi ijin wakil pialang, dia bisa diancam dengan hukuman penjara (paling lama) 1 tahun dan juga denda (paling banyak) 1 Miliar, ini sesuai dengan sanksi pidana dari UU Nomor 32 tahun 1997 Pasal 31 ayat 3 dan pasal 71 ayat 3. Perusahaan futures yang melakukan semua hal illegal ini, saya yakin hukumannya jauh lebih besar dari si trader.

Maka, bila anda sudah atau akan berinvestasi di bidang ini, silahkan anda check ijin wakil pialang dari trader anda ini. Mintalah bukti sertifiikat wakli pialangnya, Saya yakin, anda akan menemukan banyak hal yang mengejutkan.

Bila anda berpikir untuk menginvestasikan uang anda, jangan sekali kali terpukau dengan janji manis para trader ini yang mengatakan investasi ini pasti untung dan jika ada kerugianpun ini bisa dibatasi dengan manajemen resiko, dsb, seolah2 mereka bisa memprediksi tiap saat arah market dengan benar dan pasti.

Kalau anda sebagai trader yakin investasi ini pasti untung, ngapain juga ngajak2 orang lain? Investasikan sendiri saja uang anda, jangan ajak orang lain untuk terjeblos di lubang yang sedang anda gali. Bila nanti nasabah complain tentang uangnya yang habis, percuma saja, uang itu tidak pernah akan kembali karena nasabah sudah menandatangani agreement yang di dalamnya ada menyatakan bahwa nasabah mengerti dan menerima resiko yang ditimbulkan dari perdagangan berjangka ini.
jatis
Bagaimana Membedakan antara iklan pekerjaan yg benar dengan iklan perusahaan "futures


1. ciri yg utama ialah mereka sering menyingkat nama perusahaan. seperti misalnya: PT. MAB (Mahadana Asta Berjangka), PT. MIF (Maxgain International Futures)
kesimpulan: berhati2lah apabila nama perusahaannya disingkat dan berakhiran dgn "F" atau "B"

2. job desc untuk iklan kerja ini gak jelas. lihat contoh2 iklan lowongan kerja di halaman 1 yg saya post, terutama utk iklan barisnya.
WARNING: IKLAN2 INI BIASANYA KERJAAN MAXGAIN!
kesimpulan: abaikan iklan2 lowongan spt ini, malah kalau anda ada waktu spam aja inboxnya dgn makian2

3. job titlenya biasanya luar biasa tinggi namun syarat masuknya fresh graduates, bahkan ibu rumah tangga. job titlenya berbau2 spt ini: Portfolio Manager, Business Manager, Business Development Officer.coba pikirin: perusahaan gila mana yg mau kasih jabatan tinggi ke anak kuliah yg baru lulus???
kesimpulan: what's too good to be true is actually too good to be true

4. bila anda lulusan luar negeri, anda benar2 sasaran empuk perusahaan2 ini. baca thread saya dari awal dan jika ada pertanyaan pm saya untuk memastikan anda tidak terjebak.

5. Pekerjaan yg ditawarkan TANPA basic sallary, no transport allowance dsb. tapi dijanjikan anda akan dibayar dgn dollar.
kesimpulan: masa tu perusahaan bisa bayar lu pake dollar tapi ga mampu bayar gaji pokok elu? gimme a break!

6. Kalau anda sampai memutuskan untuk datang ke sebuah job interview, please... CHECK ALAMAT YG SAYA POST
kalau masih terjebak juga, well... anggap saja pengalaman yg berharga
jatis
Trading Balance

saya kasih sedikit penjelasan apa sebenarnya trading balance itu:

biasanya, prosedur yg normal dalam bertransaksi ialah anda buy di low sell di high. dan biasanya opening dan closing transaksi terjadi hanya pada 1 perusahaan futures.

pada trading balance, biasanya si trader akan meminta kondisi2 atau persyaratan khusus pada perusahaan futures tempat dimana dia membuka account.
fyi, untuk trading balance biasanya membutuhkan minimal 2 perusahaan futures.
syarat2 itu ada beberapa, dan istilahnya teknikal trading sekali, tapi pada intinya: si trader bisa beli dan jual di harga yg sama, dan perusahaan akan memberikan "rebates" beberapa point kpd si trader.

so, begini proses dan hitung2annya:

pada saat ini, misalnya index hangseng berada pada level 25.150.

trader A lalu memasang limit buy 50 lot (dgn kondisi one touch done) di harga 25.200 di PT. KutuKupret Futures, setelah itu trader yg sama akan memasang limit sell 50 lot juga (dgn kondisi one touch done) di harga 25.200 di PT. Mukegile Berjangka.

idealnya, pada saat harga menyentuh angka 25.200, maka ke-dua limit itu akan DONE. dan si trader A akan memiliki posisi buy 50 lot di harga 25.200 dan posisi sell 50 lot di 25.200.

setelah itu, trader A akan memasang limit yg berlawanan di 2 perusahaan itu untuk closing posisi.
buy - disell, yang sell - dibuy. cara kerjanya sama, pasang limit one touch done hanya angka limitnya saja yg berbeda dgn limit sebelumnya.

OK. sampai sini udah jelas 'kan?

Nah, dari transaksi2 itu si trader biasanya akan mendapatkan komisi (rata2 Rp. 300.000/lot settled) dan rebates (rata2 2 point/lot settled)
berapa sih nilai 1 point itu?
depends;
1 point kalau di hangseng itu nilainya Rp. 50.000
1 point kalau di nikkei nilainya Rp. 30.000
1 point kalau di kospi nilainya 35.000

lalu, komisi yg dibayarkan perusahaan itu akan dikembalikan sepenuhnya oleh si trader ke account nasabah (untuk meng-offset defisit balance account karena komisi yg 300rb/lot ini diambil dari balance acct client)

secara matematis, karena proses buy dan sell terjadi di harga yg sama maka balance client itu ya segitu gitu aja. gak nambah dan gak kurang.
(lho kan ada dipotong komisi?)
iya, tapi kan tadi saya ud jelasin kalau komisi itu dikembalikan lagi FULL ke acct client.

(nah trus, dapet duitnya dari mana???)
ya dari rebates yang diberikan perusahaan. misalnya aja tadi kan si trader dapat rebates 2 point (Rp. 100.000/lot) dikali 50 lot X 2 perusahaan.
jadi si trader dapat rebates 10 juta per transaksinya, tanpa harus pusing2 mikirin kemana arah market akan berjalan.

(nah, bener kan jadi ga ada resikonya? kalo gitu boleh dong saya invest?)
silahkan saja bila anda mau, itu uang anda.
tapi saya sudah warning anda kalau ini adalah permainan licik yang sudah lama dilarang oleh otoritas bursa dan resikonya besar.
bayangkan saja, anda seolah2 dapet duit gratis tiap kalinya.

(yah kalo ga ketauan otoritas bursa kan ga pa pa? )
ya memang, tapi... ada tapinya nih
dalam banyak kasus, perusahaan yang mau menerima syarat dan kondisi "trading balance" seperti limit 'one touch done" dan pemberian rebates; itu biasanya perusahaan2 nakal dan mengalami kesulitan liquiditas sehingga, berapapun dana yg masuk, mau gimana-pun cara tradingnya, margin itu mereka telan.

permasalahan lainnya:
SUDAH TERAMAT SANGAT SERING terjadi kasus komisi dan rebates itu akhirnya terlambat dibayar atau bahkan tidak dibayar oleh perusahaan (ya iya lah, rebates itu kan seolah perusahaan kasih duit gratis buat elu, dan perusahaan gak making money dgn lu naro duit disana)
so, disinilah mulainya neraka trading balance.

permasalahan lainnya lagi:
perusahaan futures juga gak bego mau dikadalin terus terusan kaya gitu.
si trader pasang limit one touch done itu juga kadang kala tidak "DONE" pada salah satu perusahaan.

contohnya seperti diatas tadi:
harga index naik ke 25.200, dimana limit buy di PT. Mukegile Berjangka itu DONE, tapi setelah itu harga berbalik ke bawah, dan di PT. KutuKupret Futures itu ternyata limit sell-nya TIDAK DONE.

coba bayangkan saja, mampus dah tu trader dia punya posisi buy 50 lot sementara arah pasar sekarang berbalik turun.
siapa yg mau menanggung kerugian ini?
mau tau jumlah kerugiannya???
nih saya kasih gambaran contoh kasusnya:

let's say trader A ud ada posisi buy 50 lot hangseng di 25.200, sementara limit sellnya di perusahaan lain tidak done dan harga berbalik ke bawah.
setiap turun 1 point, nilai kerugian yang ditanggung itu:
Rp. 50.000 X 50 lot = Rp. 2.500.000,-
bagi anda yg sudah biasa trading, yg namanya index hangseng itu sering kali pergerakannya fluktuatif sekali.
bisa naik atau turun 100-200 point dalam beberapa detik saja. (IT HAPPENS MANY MANY TIMES)

so, kalau tiba2 turun 100 point saja, nah udah dapet gambaran kan kira2 resiko kerugian anda berapa besar???
(Rp. 2.500.000 X 100 = Rp. 250 JUTA!!!)

paling2 si trader ujung2nya kabur. tinggal si nasabahnya lagi yg gigit jari dan jadi gila seperti kasus2 lainnya.

fyi, 50 lot utk trading balance masih bisa dibilang itu jumlah kecil. biasanya jumlah lot sekali transaksi itu bisa mencapai 200 lot bahkan kadang bisa 500 lot sekali masuk (tergantung dana)
jatis
Segregated Account


fyi, segregated account TIDAK MENJAMIN KEAMANAN DANA NASABAH!!!

biasanya account utk trading balance tidak didaftarkan ke bursa, walaupun misalkan diregister di bursa dan dana nasabah ditaruh di segregated account itu tidak membuat trading balance itu aman dan bebas masalah.
baca penjelasan saya ttg apa2 saja sumber masalah pada trading balance.

bro, saya ini dulu waktu jaman trading balance masih blm dilarang ud kenyang bgt ama yg namanya trading balance. Ujung2nya biasanya masalah. Apalagi sekarang2 ini. Bisa dikatakan ud telat mau main trading balance.

mengenai segregated account. Coba anda tanya paman google. Cari ttg PT. DEA U-TRADE FUTURES.

ini kasus yg nyata bahwa segregated acct bukan jaminan keamanan dana anda.

semoga penjelasan saya bisa diterima dgn baik.
jatis
bagaimana menjadi wakil pialang?


KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI NOMOR : 07/BAPPEBTI/KP/X/1999
(http://www.bappebti.go.id/peraturan/skbap07.asp)

Pasal 4
Permohonan izin Wakil Pialang Berjangka, izin Wakil Penasihat Berjangka, izin Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka, dan sertifikat pendaftaran Pedagang Berjangka, diajukan kepada Kepala Bappebti dengan menggunakan Formulir Nomor III.PRO.4. dilengkapi dengan dokumen-dokumen sebagaimana dipersyaratkan dalam Formulir Nomor III.PRO.5. dan Formulir Nomor III.PRO.6


PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 9 TAHUN 1999
TENTANG PENYELENGGARAAN PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI Bagian keempat ttg Wakil Pialang Berjangka, Wakil Penasihat Berjangka,
dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka
Spoiler for :
Bagian Keempat
Wakil Pialang Berjangka, Wakil Penasihat Berjangka,
dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka

Pasal 57
Pelaksanaan kegiatan sebagai Wakil Pialang Berjangka, Wakil Penasihat Berjangka, dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka hanya dapat dilakukan setelah mendapat izin dari Bappebti.

Pasal 58
Izin sebagai Wakil Pialang Berjangka hanya diberikan kepada orang perseorangan yang memiliki keahlian di bidang keperantaraan perdagangan Kontrak Berjangka.
Izin sebagai Wakil Penasihat Berjangka hanya diberikan kepada orang perseorangan yang memiliki keahlian di bidang analisis Perdagangan Berjangka Komoditi.
Izin sebagai Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka hanya diberikan kepada orang perseorangan yang memiliki keahlian di bidang pengelolaan Sentra Dana Berjangka.

Pasal 59
Permohonan untuk memperoleh izin sebagai Wakil Pialang Berjangka, Wakil Penasihat Berjangka, dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka diajukan kepada Bappebti disertai dokumen dan/atau keterangan sebagai berikut :
sertifikat pendidikan formal;
tanda lulus ujian yang diselenggarakan oleh Bappebti sesuai dengan bidangnya masing-masing; dan
rekomendasi dari Pialang Berjangka atau Penasihat Berjangka atau Pengelola Sentra Dana Berjangka yang bersangkutan.


Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diajukan dengan menggunakan formulir yang bentuk dan isinya ditetapkan oleh Bappebti.



Menjadi wakil pialang itu tidak mudah. Ujiannya sulit. Jadi tidak mungkin "new recruit" itu langsung memiliki kualifikasi tsb.

intinya begini:
Jika, anda, sebagai trader, menawarkan produk futures kepada calon nasabah dan bila anda bertransaksi menjalankan amanat nasabah TANPA ijin WAKIL PIALANG... bersiap-siaplah, karena anda bisa dituntut 1 tahun penjara atau denda 1 Miliar.

sebenarnya sudah ada surat edaran dari Bappebti sebagai regulator bisnis futures tentang larangan recruitment untuk menjaring nasabah, namun edaran ini dianggap tidak lebih dari sampah oleh perusahaan2 futures.

ini buktinya, silahkan dibaca:

http://www.bappebti.go.id/peraturan/edabap007.asp
jatis
untuk yang akan menge-check transaksi ke BBJ... ingat!!!

1. Jangan Datang Dengan Marah2 Karena Anda Rugi. Ingat! Tujuan Anda Datang Hanya Untuk Check Apakah Rekening Dan Transaksi Anda Ter-register Di Bursa.

2. Telitilah Dalam Menge-check Transaksi Anda.
Check Satu Per Satu.
Setiap Transaksi Harus Diregister Ke Bursa.

Find Out Transaksi2 Yg Tidak Diregister Ke Bursa. Ini Akan Menjadi Plus Point Bagi Anda.
jatis
BBJ Contact Number & Address


PT. Bursa Berjangka Jakarta
Annex BDN Building 2nd Floor
MH Thamrin No.5 , Jakarta 10340,Indonesia
Phone. (62) (21) 3983-2735
Fax. (62) (21) 3983-2730
pilot82
gw pernah tuh bro interview di beberapa tempat diatas... untungnya gw dah ga felling duluan jd g gw terima..... thanks bro...
Jeep4x4
lengkap juga ulasan anda bro...

buat sharing bagus nih
Xenon
bagus bozz ulasannya..
**L@RZz~H4ti**
Wah ngeri juga ya penipuannya..
Thanks infonya bro
Tp kebanyakan di daerah Jakarta ya,yg selain di Jakarta ada g?
Misal di Surabaya??
dawala
Bagus bro ulasannya...
Gw jg pernah interview di salah satu perusahaan yang disebutin di atas dengan iming-iming penghasilan yang sangat fantastis. Mereka sangat aktif dalam perekrutan...
Temen2 yang sekantor ma gw sekarang juga banyak yang hampir jadi korban.

Moga dengan adanya penjelasan ini all bfer bisa menyebarluaskan info ini minimal kepada orang-orang dekat dulu supaya tidak ada lago korban yang berjatuhan.
Piero10
Keren banget ulasannya thumbsup_anim.gif

Bermanfaat banget nich bwt Bf's...

Thank's bro.....
cyber_guy
Keren neh bro Jatis, lengkap banget ulasannya..
Dari dulu emang banyak banget iklan rekrutmen bwt kerja di futures/ berjangka di koran2, untuk yang fresh graduates emang pasti banyak yang tertipu, tapi klo sudah sering lamar sana sini pada akhirnya pasti hapal juga mana iklan lowongan yang ga bermutu..
Kepada semua BFers yang baru lulus kuliah, info dari bro Jatis ini bener2 bagus, sangat berguna pokonya..
Nice posting bro..!
beobeo
wah....emang gt bro klo orang cari cuit mah membabi buta....Om gw pernah rugi gara2 investasi...tapi bro jangan hearth feeling kayak gt..investasi future masih bagus kok..pelaku2 nya aja yg banyak ndak profesional.....bayangin untuk bermain kayak gt aja cuman ditraining 1 minggu...lha wong yg pernah main 1 th aja bisa loss...tipsnya bagi yg berinvestasi mungkin hrs tahu dulu perusahaan2 nya apa terdaftar di BPETI atau pegawai2nya punya sertifikat dari sana...klo banyak yg amatir mending jangan....hehehe
cumzkhi
thanks ulasanya menarik dan bahan bagus buat kita Peace.gif thanks
om gonx
QUOTE (cumzkhi @ Aug 4 2008, 06:06 PM) *
thanks ulasanya menarik dan bahan bagus buat kita Peace.gif thanks


thank's boz untuk infonya.......
bodoahx
mantap...bro ulasannya
Jurig
Gw jadi inget...
Gw benci bgt ama perusahaan model begini, bukan hanya karena merugikan ckp banyak org tp gw lbh kasian ngeliat org2 baru yg direkrut mereka yg diiming-imingi duit banyak. Terus terang adik gw pernah kena, dan ini yg bikin gw benci bgt ama perusahaan model gini.

Rekrutment-nya itu nipu abis. Adik gw udah seneng bgt waktu diterima kerja, gw udah kasih warning ke dia kalo perusahaan itu adalah perusahaan trading dan gw udah tau dari tmn2 gw kayak apa sih tuh perusahaan. Tapi adik gw ttp pada pendiriannya, bahkan bokap gw kayaknya juga seneng ngeliat anaknya diterima kerja. Jadinya adik gw semakin semangat, ya udah akhirnya gw diem ajah ga ikut campur lagi. Dan...bener ajah, polanya udah keliatan, rekrut, training, trus disuruh cari investor...adik gw pasti nyari dari lingkungan dia dan salah satunya nyokap gw. Gw udah warning bener2 ke nyokap gw untuk jgn inves. Kasian lah nyokap gw cuman pensiunan pegawai negri, duitnya ada sih kalo mau inves tp yah segitu-segitunya ajah kalo ilang ya udah ga ada lagi dana lagi.

Adik gw mentok ga bisa nyari investor sana sini, akhirnya managernya mulai neken dia. Untungnya adik gw ga suka diperlakukan begitu, langsung ajah gw panas2in lagi begitu gw denger dia ga suka diteken ama atasannya. Akhirnya dia keluar....ga ada yg rugi sih secara finansial tp gw liat kekecewaan dimata adik gw, dia udah cari kos-kosan di Jkt untung blom dpt jd sementara dia di tinggal di om gw dulu di Jkt, tiap week end dia pulang ke Bdg, tiap week end gw jemput, Senen dia brgkt lagi ke Jkt dengan penuh semangat, dia beli buku2 yg berhubungan dengan investasi, dll, gitu terus selama 1 bulan.

Gw ga suka caranya mempermainkan org, jaman skrg ini cari kerja susah bgt...inget waktu kita2 pertama kali diterima bekerja disebuah perusahaan, wah senengnya bukan main, masalah kt yg br lulus dari bangku kuliah serasa lepas, ortu senengnya bukan main, eh tp tau-taunya semua itu cuman tipuan semata, permainan kata-kata, menyembunyikan detail pekerjaan, dll.

Sumpah gw sedih bgt ngeliat adik gw waktu itu dan juga ortu gw, tp alhamdulillah ga lama dia kerja di sebuah konsultan di Bandung dan dia seneng bgt krn selain masih di Bandung juga dia belajar banyak bgt disana. Masih banyak yg senasib seperti adik gw, yg harapannya dipermainkan oleh perusahaan itu, blom yg udah menguras uang ortunya, sodara2nya, tmn2nya dll.

Mantan gw juga ampir ajah kena, dia udah ikut training, gw juga udah warning dia tp ntah lah kayak org yg udah ketutup matanya dia tetep jalanin tuh training, sampai akhirnya di diharuskan untuk training org laen padahal dia pun blom selesai training, dia liat sendiri gimana itu perusahaan memanggil siapa saja yg apply pekerjaan kesana (bahkan ga apply pun bisa ajah dipanggil) bahkan lulusan SMA pun dipanggil, akhirnya mantan gw waktu itu bisa liat kedok rekrutmen tuh perusahaan dan dia akhirnya memutuskan hanya ikutan training-nya ajah, lumayan ktnya nambah2 ilmu.

jatis
Kerugian yang diderita masyarakat mencapai Rp. 20 Triliun per tahun



BURSA berjangka kembali menelan korban. Kali ini yang terjerat iming-iming mendapatkan keuntungan yang besar dalam waktu yang cepat itu adalah 60 nasabah dan staf pemasaran PT Graha Finesa Berjangka. Total jenderal kerugian mereka mencapai Rp 40 miliar. Demi mendapatkan kembali uangnya, sejak Maret lampau para investor malang itu sudah melaporkan dugaan penipuan itu ke pelbagai pihak. Selain ke PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), mereka juga menyambangi Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kapolri, DPR, dan Kejaksaan Agung.

Sejauh ini baru BBJ yang menanggapi laporan itu. Untuk itu, penanggung jawab perusahaan itu serta beberapa korban telah dipanggil. Dan kalau tak ada aral melintang, pekan-pekan ini Kejaksaan Agung akan mengambil langkah serupa. Selain melakukan penipuan, Graha Finesa yang berasal dari Malaysia itu juga ditengarai tidak membayar pajak atas transaksi-transaksi yang dikelolanya. Berdasarkan catatan BBJ, nasabah Graha Finesa yang beroperasi sejak 2003 mencapai sekitar 6.000 orang. Volume transaksinya per bulan minimum 30 ribu.

Kepada TRUST, Dini (bukan nama sebenarnya), salah seorang investor mengaku rugi sebesar US$ 60 ribu dalam tempo 10 hari. Ia kepincut menanamkan duitnya di bisnis itu setelah diperkenalkan oleh seorang temannya, Juli lalu. ”Saya tertarik karena potensi keuntungannya sungguh menjanjikan,” katanya.

Singkat cerita, Dini pun langsung menandatangani perjanjian dengan Graha Finesa. Penandatanganan itu disaksikan oleh Magindram dan Corvinna, masing-masing menjabat sebagai overseas consultant (OC) dan senior business management (SBM). Wakil pialang yang sesuai prosedur BBJ seharusnya ikut menyaksikan kesepakatan itu berhalangan hadir. Acara penandatanganan kontrak beres, Dini kemudian langsung mentransfer dana sebesar US$ 30 ribu.
Setelah menyetor dana itu, Dini mengaku diminta untuk menyetor lagi dana sebesar US$ 30 ribu. Ia patuh saja lantaran uang itu dijanjikan bisa diambil sewaktu-waktu dan tidak diikutsertakan untuk ditransaksikan. Apalagi, pihak perusahaan juga mengiming-iminginya bingkisan berupa perangkat elektronik personal device assistant (PDA).

Pada hari pertama trading, Dini meraih untung US$ 1.500. ”Karena sudah untung, saya minta agar tidak dilakukan transaksi lagi,” katanya. Toh permintaannya tak digubris. Yang ada, pada hari kedua dan seterusnya, tanpa sepengetahuannya, trader-nya melakukan beberapa kali transaksi. ”Dalam waktu 10 hari, tahu-tahu saya dikabari uang saya sudah ludes,” paparnya.

Hal yang sama dialami Muhammad Zaqi. Bedanya, ia merupakan mantan staf pemasaran Graha Finesa. Kendati tak memiliki pengalaman memadai, ia dipercaya mengelola dana dua nasabah. Namun ia mengaku, hampir semua keputusannya dalam bertransaksi dipengaruhi oleh OC. ”Mereka (OC) acap mengintimidasi para staf pemasaran untuk terus bertransaksi kendati rugi,” kata lelaki muda itu. Tak heran jika dalam tempo delapan hari, dana yang mengaku dana nasabahnya amblas Rp 242 juta.
Toh Zaqi tak bisa begitu saja menerima kerugian itu. Ia curiga transaksi itu memang sudah diatur sedemikian rupa, sehingga pada hari pertama nasabah selalu mendapatkan keuntungan. Dan di hari-hari berikutnya pasti kalah. Ia hakulyakin, kerugian itu telah direkayasa melalui sistem aplikasi trading. ”Saya yakin 1.000% kalau system itu di-setting untuk menghambat keuntungan investor,” sahutnya.
Buktinya, tambah Zaqi, setiap akan konfirmasi pembatalan pada saat merugi, berkali-kali komputer sulit melakukannya. Sistem baru bisa lancar lagi ketika uang sudah habis. Sudah begitu, ungkapnya, sistem tidak on-line ke Han Seng (bursa Hong Kong) seperti yang dijanjikan, melainkan terhubung ke perusahaan pialang lain.

Kerugian serupa dialami Lina, kolega Zaqi di Graha Finesa. Di tangan perempuan berdarah Minang berusia 31 tahun ini, duit nasabah sebesar Rp 154 juta ludes. ”Saya malu dan dikejar-kejar tetangga, teman, dan saudara yang saya pinjam duitnya untuk bisnis transaksi bursa berjangka itu,” tutur Lina. Karena tak tahan selalu dicemooh dan dikejar-kejar yang punya uang, kini Lina pun pindah tempat tinggalnya semula di Tebet Timur Dalam, Jakarta Selatan.

KNOWLEDGE, GREEDY DAN EMOSI
Sementara itu seorang sumber di BBJ mengaku, pihaknya akan terus mendorong pemeriksaan kasus ini. Menurutnya, dari keterangan-keterangan yang didapat dari Zaqi, Dini, dan pihak Graha Finesa, memang terdapat indikasi pelanggaran dalam prosedur pengelolaan bursa berjangka.

Indikasi-indikasi itu, selain penandatanganan kontrak yang tak disaksikan pialang, di antaranya, laporan keuangan perusahaan yang tidak sesuai dengan jumlah uang yang ditransaksikan. Lalu personal identity number (PIN) atau password untuk menjalankan transaksi pun tidak diberikan staf perusahaan, melainkan oleh OC. Sistem bertransaksi itu membuat tidak jelas siapa yang harus bertanggung jawab ketika muncul persoalan. ”Kami sudah memberikan peringatan awal. Dengan keterangan yang berkembang kami akan memberi sanksi administrasi, di antaranya pencoretan sebagai anggota BBJ,” tutur sumber TRUST.

Toh Graha Finesa tenang-tenang saja menghadapi tudingan itu. ”Untung rugi dalam berdagang adalah hal yang lumrah,” cetus Wibowo, wakil pialang dari Graha Finesa. Yang terjadi, menurutnya, nasabah maupun staf pemasaran itu tidak siap untuk merugi. ”Mereka merasa dirugikan karena transaksi yang dilakukannya hanya membuat buntung,” tuturnya.

Menurut Wibowo, pihaknya sudah melakukan semua prosedur transaksi sesuai dengan aturan Bappebti. Termasuk di dalamnya penandatanganan surat perjanjian berikut penjelasan mengenai risikonya. ”Kami sudah menerangkan sejelas-jelasnya. Kami sudah memberikan simulasi juga,” katanya.
Alhasil, Wibowo menganggap nasabah maupun staf pemasarannya sudah tahu risiko yang dihadapi dalam bertransaksi. ”Ibaratnya begini, apakah bank bisa disalahkan jika kartu ATM yang Anda pegang diberikan ke teman Anda, dan ternyata teman Anda menggunakan PIN itu untuk menarik uang yang lebih besar tanpa sepengetahuan Anda,” tuturnya panjang lebar.
Pembelaan Wibowo mendapat dukungan dari Ken Eka Santi. Menurut rekan kerja Wibowo itu, jika seorang nasabah menilai performa trader-nya buruk, minta diganti saja. ”Itu sangat mudah dan boleh saja dilakukan, kok,” ujarnya. Jadi, menurut Ken, ”Kasus ini hanya masalah knowledge (pengetahuan) dan greedy (ketamakan), serta emosi dari nasabah sendiri”.

Berdasarkan pengamatan Sekretaris Jenderal Indonesian Future Exchange Watch (IFEW) Judamanto, maraknya penipuan melalui investasi di bursa berjangka disebabkan oleh adanya Surat Keputusan (SK) Nomor 55 Tahun 2003 dan SK Nomor 58 Tahun 2005 mengenai izin usaha transaksi valas dan indeks. Padahal, Undang-undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Peraturan Berjangka Berkomoditi mengatakan, izin transaksi valas merupakan domain BI dan izin indeks saham luar negeri kewenangan dari Bappepam. ”Dengan terbitnya SK tersebut, artinya Bappebti telah menabrak UU No. 32 Tahun 1997,” cetusnya.
Dengan adanya SK itulah lantas bermunculan perusahaan pedagang dan perusahaan pialang. ”Akibat dari SK tersebut, banyak orang yang terjerat dengan iming-iming yang menggiurkan, itu sangat memprihatinkan,” katanya.

Sekarang ini, menurut Judamanto, terdapat 73 perusahaan pedagang dan mereka setidaknya mempunyai 3 anak cabang. Berdasarkan data BBJ tahun 2006, hasil keuntungan transaksi dari 73 perusahaan itu mencapai sekitar Rp 20,8 triliun. ”Dan transaksinya diindikasikan tidak membayar pajak,” ujarnya. Lebih dari itu, lantaran bertentangan dengan UU No. 32 Tahun 1997, perusahaan-perusahaan itu menurutnya bisa dibilang ilegal. ”Sebaiknya SK itu dicabut,” serunya.
jatis
Terima kasih untuk yang sudah membaca.Semoga informasi ini berguna untuk kalian semua.
Anda dapat menolong orang lain dengan menyebarkan informasi ini ke email rekan - rekan kalian, forum, milis, dll.

Saya sudah buat file doc yg bisa disebar ke teman - teman / rekan kalian.
Kalian juga bisa edit file tsb kalau ada penambahan.


http://rapidshare.com/files/132530159/_WAR...RTIPU_.doc.html


Tq
vhenk_core
waw..baru gw mau bikin thread tentang penipuan lowongan kerja maxgain,,udah ada yg buad thread
tntang ini,,,bagus banget niy,,,btw..maxgain punya kantor baru tuh,,di plaza hayam wuruk lt.11..
emang maxgain dll ini kurang ajar,,bikin lowongan kerja palsu..yg bikin gw ksel mereka buad lowongan dengan nama perusahaan lain n posisinya yg ditawarkan macem",pdahal ujung"nya mereka nyari orang" yg punya duit buat jadi client mereka...klo yg di panggil cm dari jakarta gpp..tp ini dari kalimantan,sulawesi,dll..kan kasian mereka jauh" dateng berharap dapet pekerjaan eh gak taunya cm diboongin ma maxgain...gw udah pernah mpe interview segala,,hampir di training smpe bli spatu baru segala..untung sblum training malemnya gw googling nyari tentang maxgain malah dapet segala berita tentang keburukan mereka..untung dah....
ati" az buat para pencari kerja..klo ada iklan lowongan kerja yg menggunakan email gratis(yahoo,,Gmail,,dll) ati" deh...cari dulu info tentang perusahaannya..klo emang ternyata perusahaannya bneran ada silahkan az ngelamar disitu...tp klo dapet panggilan dari PT.MIF,,MIS dll..jangan deh..udah pasti itu maxgain..

buat TS nya nice info nih..thx
mau_mau
Makasih Banger buat info nya yach....

Emang mas Uda kena berapa banyak??
miyavi-25



Terima kasih bro atas infonya, penting neh buat gw biar ga' kejebak ma permainan uang kek ginian smile.gif
boedhy
thanks buat inponya ...
ga tau kenapa aku lebih suka pakai Trim*** Securities ...
aku udah invest selama 1 tahun tapi ga ada masalah ...
menurut temen2 jgn pakai yang berjangka / futures ... pake aja yang udah
terkenal sekalian dengan securities ....
buset666
wah temen gw jg hampir kena tuh
dia da diterima kerja n gaji yg dia dpt sebesar 10jt, gila ga tuh
tp untungnya ga dia terima soalnya pas lg mo wawancara dia ngobrol2 ama yg ikut wawancara jg, nanya2 tentang perusahaannya gmn...eh katanya klo kerja disini resikonya besar nah pas itu temen gw da lumayan parno duluan....pas dia ngasih tau gw, gw bilang aja kedia jgn2 dia cuma nakut2in lu biar lu mundur dr wawancara....nah temen gw ngomong dia jg dah nanya klo resikonya besar knp masih tetep ikutan jg n jawaban dr org itu adalah yaaa mo gmn lg nyari kerjaan sekarang susah...yah itung2 nyari pengalaman katanya...tp untungnya temen gw itu konsultasi dulu ma bokapnya n akhirnya dia ga ikut training dr tu perusahaan.....
tdnya gw mikir risiko besar tu maksudnya kerjaannya tu susah bgt soalnya temen gw tu ditawarin jd accounting staf tp dia jg disuruh bantu2 bwt nyari nasabah jg
pas gw baca ni thread pikiran gw jd terbuka
parah jg tuh perusahaan banyak org yg akhirnya terpaksa terjerumus krn ga dpt kerjaan lain
waduh gmn gw nih kerjaaan lum jg dpt crying_anim.gif jd curhat colongan gini smile.gif
bass_mr
bagus ni threadnya bro....mudah mudahan masyarakat peduli dan tanggap terhadap hal hal seperti ini...
fahrihavani
Gw di Surabaya. sekitar 3-4 taun yang lalu abis lulus kuliah gw juga pernah (bahkan beberapa kali) melamar di perusahaan model ginian...sebutlah Milenium Penata Future, Asia Valbury, Rusley, MagnaDana dll....Pertama kali melamar emang ndak tau, tapi akhirnya lama2 gw tau, belajar n tanya sana-sini dan emang yang dikatakan Bro Jatis itu 1000% benerr....
gw sering denger2 kasus nasabah yang rugi trus bermasalah dengan AOnya (account executive), ada yang rugi trus balik nyolong mobil AO-nya, lalu dituntut di pengadilan (masuk koran), ada yang datangin langsung kantornya bawa2 kerabatnya yg org militer atau polisi trus diancam dengan pistol..
Bro/sis pernah ndak baca berita di Sby pertengahan atau akhir taun lalu (persisnya aku lupa), ada yang terjun dari Tunjungan Plasa Menara Mandiri lantai 12 trus kepalanya ancur? di koran tertulis dia baru keluar dari diskotek dan mabuk...itu sebenarnya nasabah sebuah perusahaan Futures yang rugi n bunuh diri, n peruhsaan itu alamatnya ya disitu.
Alhamdulillah skarang gw udah bekerja di perusahaan printing n publishing...gajinya memang ndak sebesar AO di Future tapi pastinya lebih aman, nyaman dan dalam bekerja tidak melawan suara hati nurani, cieeee.... Tounge.gif
Tapi gw pernah ngerjain perush2 itu. Di sby semua perush..katrok macam gitu udah gw kerjain. Caranya, gw pura2 ngelamar n diskusi dengam managernya. Karena dah tau ttg dunia trading managernya tertarik dan menaruh harapan besar ke gw..gw disuruh ikut trainingnya. Na, pas hari H training itu gw ngilang, wakakakaka LMAO.gif
Sama seperti yang dilakukan bro Jatis, gw berusaha menginfokan ttg kebusukan semua perush itu ke org2 terutama ke sodara2 gw yang baru lulus kul, adik2 tingkat di kampus alumni gw... semoga badan yang berwenang mengambil langkah tegas ke depannya, amiiin Praying.gif
kecap arab
thanks bro atas infonya, nice posting
kecap arab
QUOTE (buset666 @ Aug 6 2008, 02:09 PM) *
wah temen gw jg hampir kena tuh
dia da diterima kerja n gaji yg dia dpt sebesar 10jt, gila ga tuh
tp untungnya ga dia terima soalnya pas lg mo wawancara dia ngobrol2 ama yg ikut wawancara jg, nanya2 tentang perusahaannya gmn...eh katanya klo kerja disini resikonya besar nah pas itu temen gw da lumayan parno duluan....pas dia ngasih tau gw, gw bilang aja kedia jgn2 dia cuma nakut2in lu biar lu mundur dr wawancara....nah temen gw ngomong dia jg dah nanya klo resikonya besar knp masih tetep ikutan jg n jawaban dr org itu adalah yaaa mo gmn lg nyari kerjaan sekarang susah...yah itung2 nyari pengalaman katanya...tp untungnya temen gw itu konsultasi dulu ma bokapnya n akhirnya dia ga ikut training dr tu perusahaan.....
tdnya gw mikir risiko besar tu maksudnya kerjaannya tu susah bgt soalnya temen gw tu ditawarin jd accounting staf tp dia jg disuruh bantu2 bwt nyari nasabah jg
pas gw baca ni thread pikiran gw jd terbuka
parah jg tuh perusahaan banyak org yg akhirnya terpaksa terjerumus krn ga dpt kerjaan lain
waduh gmn gw nih kerjaaan lum jg dpt crying_anim.gif jd curhat colongan gini smile.gif


hehehehe, nyaris bro buset666 menjerumuskan kehidupan kawan. heheheheh, tp untung-untung........

Jurig
Hmm...kayaknya gw ikut juga deh berjuang ngelawan mereka2 itu. Ayo yg laennya ikutan deh, jgn sampe adik kamu, kakak kamu, sodara kamu, temen deket kamu atau anak kamu terjerumus perusahaan macem gini. Ga hanya masalah kehilangan financial tp juga masalah kecurangan rekrutment dan lain-lain. Yuk kita lawan keserakahan dengan tulisan dan diskusi.

Yang punya blog atau bisa bikin blog coba bikin tentang ini, yg ikutan milis2 dan forum2 sebarin sebanyak-banyaknya, yang masih kuliah atau sekolah sering-sering bahas beginian kalo perlu adain seminar atau apapun, yang kerja juga sebarin ttg ini waktu lagi istirahat biar anak-anak dari rekan kerja kita ga terjebak sekaligus menjaga tmn kita supaya ga kecewa. Sebarin semua hal yg berkaitan dengan kelicikan mereka ke semua kalangan, baik itu atas, menengah, ataupun menengah keatas. Sebanyak mungkin kita bikin semua org tau busuk2nya mereka.

Kalo bisa topik ini juga dipindahin ke tempat yg lebih rame kayak lounge.

Gw yakin kalo kita mau ajah nyebarin ini dari mulut ke mulut (word of mouth) mereka makin sulit bergerak. Ibarat restoran yg sering di gosipin jelek biasanya bangkrut.
darthmaul0611
thanx, great info
ayon_purdi
waah...lengkap bro.....
thanks for info......
buset666
[/quote]

hehehehe, nyaris bro buset666 menjerumuskan kehidupan kawan. heheheheh, tp untung-untung........
[/quote]

untungnya dia ngomong ke gw pas dia da nolak
ya.... tdnya gw kira org yg diajak ngomong sesama pelamar kerja cuma bwt nakut2in doang
soalnya gaji yg ditawarin 10 jt gila ga tuh....eh taunya tu perusahaan bisa ngerugiin kita....

klo gitu tindakan dari pemerintah apa ya?
keboimoet
thanks for your info brur
nayo
menarik..
darkAngel
Gue juga setuju apa kata bro jatis walaupun ga semuanya juga seh bro..
Gue pernah kerja di salah satu perusahan futures... emang seh banyak 'trader'2 yg kurang ajar kaya gitu yg bisanya cuma ngabisin duit nasabahnya... cm kebetulan di tempat gue dulu, branch manager gue selalu menekankan ke trader2nya kalo kita ini cuma 'order taker'.. Kerjaan kita tuh cuma update market tiap pagi ke nasabah, n ngasih suggest untuk ambil posisi apa hari itu..klo nasabah ini ga mau ya uda, kita ga bisa maksa..tp klo maunya dia berlawan ma suggest kita paling cuma gue tanya yakin pak/bu? klo dia merasa yakin dengan pilihannya ya gue ga bisa maksa... masalah profit atau loss kebetulan seh nasabah gue dulu uda pada ngerti maen ginian tuh resikonya apa..jadi klo mereka loss mereka cuma bilang kita coba besok lagi... Gue belom punya nomer WP, gue juga ga trading... Yg trading sebenernya nasabah gue sendiri, gue cuma sebagai tukang order ke dealing... klo masalah setelah itu dilempar ke bursa atau tidak oleh kantor gue gue ga tau..tapi setau gue, nasabah2 kecil biasanya kemungkinan terbesar pasti dimakan sendiri sama perusaan, cm klo nasabah yg gede2 perusahaan malah kadang ga berani makan sendiri, iya klo nasabah itu loss, klo malah profit?? dan biasanya orang2 yg maenannya gede tuh ngerti banget sama seluk beluk usah ginian.. malah yg lebih lucu lagi manager perusahaan futures laen sempet trading di ktr gue sama branch manager gue...

Klo masalah iklan yg menipu gue setuju banget, terlalu mengiming2i income yg sangat wah... walaupun memang bisa untung mendapatkan income segitu...gue aza selama kerja disana ga pernah dapet lebih gede dari 10jt sebln, gmn mau dapet gede klo yg trading nasabahnya sendiri.. yg kadang sehari bisa trading banyak kadang malah ga trading sama sekli seminggu penuh. temen marketing gue pernah dapet income sekitar 40 juta sebln tp dana nasabahnya langsung 000...

makanya gue juga kasian ma nasabah gue klo duitnya mpe abis, begitu gue pindah kerja gue saranin mending tutup aza drpd abis..untungnya dia nurut, karena ga cocok juga ma yg gantiin gue megang account dia..

sooo...baik atau buruk sebenarnya itu adalah sebuah perbedaan cara kita memandang sebuah profesi... yg gue tekankan klo masih ada yg ngotot mau terjun kesana, lebih baik kita memposisikan diri kita sebagai seorang order taker drpd seorang trader klo memang kita merasa belum sanggup...

Peace.gif love & peace Peace.gif
papuqs
thx banget bro..gw hampir aja mo ikut..
tiap hari gw ditelponin mulu ma orangnya...
katanya minta waktu untuk ketemu ma gw...
trus dia bilang kl gw gak jd gak masalah..
terus pas dia dateng ke tempat gw..gw dah gak berani krn gw ngeliat resikonya tinggi banget..
trus besok2nya dia nelponin gw mulu...tp gw gak mo angkat..
jujur gw skrang gak enakan ma dia krn udah ngeluangin waktunya untk ktemu gw..

gw monta saran dari bro semuanya sebaiknya gw harus gimana?thx

jatis
QUOTE (darkAngel @ Aug 12 2008, 07:48 PM) *
Gue juga setuju apa kata bro jatis walaupun ga semuanya juga seh bro..
Gue pernah kerja di salah satu perusahan futures... emang seh banyak 'trader'2 yg kurang ajar kaya gitu yg bisanya cuma ngabisin duit nasabahnya... cm kebetulan di tempat gue dulu, branch manager gue selalu menekankan ke trader2nya kalo kita ini cuma 'order taker'.. Kerjaan kita tuh cuma update market tiap pagi ke nasabah, n ngasih suggest untuk ambil posisi apa hari itu..klo nasabah ini ga mau ya uda, kita ga bisa maksa..tp klo maunya dia berlawan ma suggest kita paling cuma gue tanya yakin pak/bu? klo dia merasa yakin dengan pilihannya ya gue ga bisa maksa... masalah profit atau loss kebetulan seh nasabah gue dulu uda pada ngerti maen ginian tuh resikonya apa..jadi klo mereka loss mereka cuma bilang kita coba besok lagi... Gue belom punya nomer WP, gue juga ga trading... Yg trading sebenernya nasabah gue sendiri, gue cuma sebagai tukang order ke dealing... klo masalah setelah itu dilempar ke bursa atau tidak oleh kantor gue gue ga tau..tapi setau gue, nasabah2 kecil biasanya kemungkinan terbesar pasti dimakan sendiri sama perusaan, cm klo nasabah yg gede2 perusahaan malah kadang ga berani makan sendiri, iya klo nasabah itu loss, klo malah profit?? dan biasanya orang2 yg maenannya gede tuh ngerti banget sama seluk beluk usah ginian.. malah yg lebih lucu lagi manager perusahaan futures laen sempet trading di ktr gue sama branch manager gue...

Klo masalah iklan yg menipu gue setuju banget, terlalu mengiming2i income yg sangat wah... walaupun memang bisa untung mendapatkan income segitu...gue aza selama kerja disana ga pernah dapet lebih gede dari 10jt sebln, gmn mau dapet gede klo yg trading nasabahnya sendiri.. yg kadang sehari bisa trading banyak kadang malah ga trading sama sekli seminggu penuh. temen marketing gue pernah dapet income sekitar 40 juta sebln tp dana nasabahnya langsung 000...

makanya gue juga kasian ma nasabah gue klo duitnya mpe abis, begitu gue pindah kerja gue saranin mending tutup aza drpd abis..untungnya dia nurut, karena ga cocok juga ma yg gantiin gue megang account dia..

sooo...baik atau buruk sebenarnya itu adalah sebuah perbedaan cara kita memandang sebuah profesi... yg gue tekankan klo masih ada yg ngotot mau terjun kesana, lebih baik kita memposisikan diri kita sebagai seorang order taker drpd seorang trader klo memang kita merasa belum sanggup...

Peace.gif love & peace Peace.gif



Terima kasih untuk commentnya.
Saya sungguh sangat berharap semua broker seperti anda, namun sayangnya saya lihat orang seperti anda sungguh langka di dunia broker ini bahkan saya tidak pernah ketemu sama sekali.

Yang ada adalah orang - orang yang tidak peduli lagi dengan orang lain dan akan melakukan apa saja agar orang lain invest seperti :
Bisnis ini resikonya kecil namun untungnya besar, sudah banyak client dia yang untung (padahal clientnya rugi semua), sudah pengalaman (padahal baru masuk bulan kemaren), dll

Apabila client anda sudah mengetahui resiko dari bisnis dan anda hanya take order maka kalaupun loss kesalahan pastinya tidak bisa disalahkan kepada anda.
Namun sepengetahuan saya apabila client itu benar - benar mengerti tentang bisnis ini maka dia tidak akan pernah invest di bidang ini, kenapa? karena apabila dilihat dari factor seperti
Spread, Komisi , teknologi dan kejujuran dari perusahaan.
Perusahaan di indonesia kalah jauh untuk hal - hal tsb.






jatis
QUOTE (papuqs @ Aug 12 2008, 10:21 PM) *
thx banget bro..gw hampir aja mo ikut..
tiap hari gw ditelponin mulu ma orangnya...
katanya minta waktu untuk ketemu ma gw...
trus dia bilang kl gw gak jd gak masalah..
terus pas dia dateng ke tempat gw..gw dah gak berani krn gw ngeliat resikonya tinggi banget..
trus besok2nya dia nelponin gw mulu...tp gw gak mo angkat..
jujur gw skrang gak enakan ma dia krn udah ngeluangin waktunya untk ktemu gw..

gw monta saran dari bro semuanya sebaiknya gw harus gimana?thx


Saran saya mendingan jangan bro, karena banyak juga yang jadi korban karena mereka kasihan di tlp melulu sama seperti anda.

Kalo dia insist terus, suruh saja mereka gadaikan akte tanah/rumah mereka dan anda pegang akte rumah/tanah mereka.
Kalo mereka bisa untung sebesar akte tsb, maka akte tsb anda kembalikan.

Saya jamin mereka pasti tidak berani, karena kalo mereka berani minta mereka tlp saya personally.


papuqs
thx banget bro atas masukannya...
jujur aja bro gw kemaren sempet ragu2...
trus gw tanyain kok bisa tau no hp gw dari mana?trus dia bilang itu yg ngrus bagian marketing yg lain..
tapi yg gw bingung banyak banget perusahan2 bursa yg pada nelponin, kira2 dia dapet no hp gw dari mana ya bro?
trus krn gw penasaran akhirnya gw iyain aja salah satu perusahaan yg nelponin gw, tp sebelumnya gw dah bilang ke dianya kalo gw gak jadi ikut gpp kan, trus dia bilang gak masalah...ya udah akhirnya dia ngsh jadwal tuk dateng ketempat gw...
yg gw heran gw udah bilang ke dia kalo gak berani ikut krn gw ngeliat resikonya gede banget apalagi saham skrng pada banyak yg anjlok kalo gw ikut sama aja bunuh diri hehe.., tp dia kekeh nelponin gw tiap hari (bisa sampe 10x), dengan segala cara dia dia selalu berusaha meyakinkan gw..,trus dengan dia nelpon gw sesering mungkin tambah membuat gw jadi mikir yg negatif jng2 ada sesuatu..,
besok kalo dia nelpon lagi gw bilang aja apa yg bro jatis sarankan tadi(jaminan tanah/rumahnya)

jadi thx sekali lg ne bro jatis atas masukannya..!
maklum gw gak ngerti apa2 tentang ginian..
darkAngel
@bro jatis..
sebenernya semua balik ke pribadi masing2.. kebetulan gue kenal baik sama manager gue, jd dia wanti2 gue banget jgn sampe gue ngabisin duit nasabah, dulu ada anak buah dia yg rada nekat kena masalah, didatengin nasabahnya sambil bawa sodaranya yg polisi..kan berabe jdnya..perusahaan tutup mata, mau ga mau yah marketingnya yg balikin duit komisinya, walaupun kurang..

btw tuh di ktr gue yg punya nomer wp paling baru 5 org, termsk BM nya. sedangkan total marketing ada 75 org.. klo pd di ktr semua tuh sampe ada yg ngelesot2 ga dapet tempat duduk..

emang seh, klo yg bener2 pemaen biasanya lgs maen ke singapur, lewat perusahaan futures pun setahu gue free komisi.. mpe gue bingung tuh perusahaan dapet duit drmn... itu yg gue tahu lho.... 2 nasabah gue kebetulan suka maen gini cuma ga punya waktu buat ngawasin running harga, jd ibarat gue tuh tuh cuma pengawas harga aza.. klo dia pasang limit order kena gue tinggal kabarin..dia minta klo harganya da segini kabarin, that's all.. kebetulan dulu nasabah gue maennya gold...

@bro papuqs
ngapain sungkan bro... TOLAK TOLAK DAN TOLAK...bilang aza loe ga mau.. ga berani dengan resiko yg terlalu besar..emang seh bisnis ini high risk high gain, walaupun sebagian besar menikmati HIGH RISK nya..hehehe... jarang bgt bro yg profit, yg ada profitnya dikit lossnya banyak bgt..

saran bro jatis betul juga, klo mereka yakin bgt bisa profit, kenapa harus maksa orang lain masuk sedangkan dia sendiri ga mau masuk... tul ga??


Peace.gif love & peace Peace.gif

Anserk8
saya sampai sekarang juga nga percaya sama yg namanya transaksi features, menurut saya itu adalah salah satu cara pencucian uang di negara ini, yg lucunya di dukung oleh pemerintah, bayangkan saya sering liat terjadi pembelian obligasi *perusahaan minyak* maaf itu client tempat saya bekerja jd off the record, sering si pembeli dari pihak pribadi namun tidak jelas asal usulnya dan tidak punya npwp, bayangkan saja biasanya transaksi tersebut paling kecil bernilai 1milyar, agak tidak masuk akal jika orang punya uang 1 milyar namun tidak punya npwp.

no offense itu hanya pendapat dan pemikiran saya, btw mengenai perusahaan futures penipu tersebut tolong di sebar luaskan, karena mereka sudah berani menjaring korban lewat job road show di kampus-kampus termasuk kampus saya dulu.
astroboys25
bgs....bgs.....gw jg hampir aja kena..maklum dari daerah waktu mendapat panggilan ke jakarta senengnya bkn maen tp setelah ane cek lwt internet...ternyata dah byk yang ketipu makanya gw gak jadi pergi.........bt rekan2 smua ati2 aja deh..jgn tertipu dgn iming2 uang byk.......
yachubugz
Gila betul banget.. satu lagi.. MITRA UTAMA GLOBAL ato MITRA UTAMA INDONESIA

Gw pernah ketipu yang cabangnya di graha cibinong.. mad.png
smart dick
sama bro, gua juga ga ngerti ni dengan bisnis ini, yang bikin herannya lagi, tuh orang bisa tau nomor hape gua en nama asli gua, kacau deh jadinya, untung aja ga ketipu
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.