SEKILAT INFOQUOTE
TRIBUN TIMUR MAKASSAR RSS
Jumat, 19-09-2008
Syahrul Tolak Terima PSM
Saat Manajer PSM ke Gubernuran; Janji Bertemu Setelah Lebaran; Manajemen Bermaksud Bahas Dana Bantuan APBD Sulsel; Jelang Pertandingan, PSM dan PSMS Latihan di Tempat Berbeda
Makassar, Tribun - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo menolak manajemen pengelola PSM Makassar yang bermaksud menemuinya di Gubernuran, Makassr, Kamis (18/9).
Penyebabnya, para manajer PSM di Liga Super Indonesia ini datang mendadak sehingga tidak terjadwal di dalam agenda protokol Pemprov Sulsel.
"Saya bukannya tidak mau menerima mereka. Saya sudah beritahukan bahwa pertemuan (dengan PSM) baru akan dilakukan setelah Lebaran," kata Syahrul kepada wartawan menjelaskan alasannya tidak menerima manajemen PSM tersebut.
Mantan Bupati Gowa dua periode ini menjelaskan bahwa untuk melakukan pertemuan seperti itu tidak bisa dilakukan mendadak.
"Saat ini saya sedang konsen di pendidikan dan kesehatan gratis, jadi tidak bisa dipaksa-paksa," ujar Sayhrul yang diwawancarai usai berbelanja buku di Mal Ratu Indah (MaRI), Makassar.
Sebelumnya, Syahrul sempat menegaskan siap mengambil alih PSM bila diminta. Hal tersebut disampaikan Syahrul saat dimintai tanggapannya usai PSM kalah 1-3 dari Persela Lamongan yang berujung kerusuhan suporter di Mattoanging, Selasa (15/9) malam.
Pengelola PSM yang datang adalah Faisal Abdullah, Yopi Lumeindong, Ishlah Idrus, Faisal Maming, dan Nurmal Idrus. Mereka bermaksud membicarakan soal dana bantuan kepada PSM sebesar Rp 2 miliar.
Ishlah yang ditemui di Stadion Mattoanging mengatakan, manajemen hanya bisa pasrah setelah tak jadi membahas bantuan dana pemprov tersebut.
"Mau bilang apa lagi, kami tidak bisa berbuat banyak. Saya hanya berharap pemain dan ofisial bisa memahami kondisi yang ada," kata Ishlah.
Bantuan dana tersebut akan digunakan oleh manajemen PSM untuk biaya operasional tim di musim kompetisi yang sedang bergulir.
Sementara itu, PSM dan PSMS menggelar latihan, kemarin, menjelang pertandingan kedua tim di Stadion Mattoanging, Sabtu (20/9) malam besok.
Pertandingan digelar tanpa penonton menyusul hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI akibat kerusuhan suporter sebelumnya.
Siap Membantu
Gubernur berjanji akan menemui pengurus PSM ini setelah Lebaran Idul Fitri dan berjanji akan membicarakan masalah bantuan dana tersebut.
Syahrul menyatakan siap membantu PSM tapi dia meminta agar pengurus memintanya dengan cara yang baik. Sebelum memberi bantuan, Syahrul akan melihat dulu kebijakan yang ada di pemprov. Bila aturannya membolehkan, dia akan mengaturnya dengan baik.
"Saya minta jangan grasa-grusu. Tidak ada masalah soal bantuan, asalkan sesuai dengan prosedur yang ada. Untuk membenahi klub sepakbola seperti PSM kita butuh proses. Tidak harus dengan budgeter. Saya mau di belakang hari nanti tidak ada masalah," katanya.
Menunggu Lama
Para pengelola PSM tiba di Gubernuran sekitar pukul 09.00 wita. Mereka memilih menunggu di ruangan ajudan gubernur di halaman rumah jabatan. Kemarin, gubernur menerima dua tamu pada waktu yang berbeda.
Pukul 10.00 wita, Syahrul menerima Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel dan Panitia KPID Award di ruang tamu. Selama hampir satu jam, Syahrul melayani mereka berbincang-bincang mengenai kondisi KPID dan rencananya ke depan.
Mengetahui ada pengurus PSM yang akan menemuinya, Syahrul memerintahkan Kepala Biro Perlengkapan Pemprov Sulsel, Tautoto TR, untuk menemui mereka dan memberitahukan bahwa Syahrul baru akan menemuinya setelah Lebaran.
Namun para Ishlah cs tetap ngotot untuk bertemu dengan Syahrul. Mereka pun rela menunggu sampai tamu terakhir meninggalkan Gubernuran.
Syahrul menerima tamu terakhirnya sekitar pukul 11.20 wita yaitu Panitia Pameran Lukisan Expression of Sulawesi.
Ketika tamu terakhir Syahrul meninggalkan ruang tamu Gubernuran, para pengurus PSM yang sudah lama menunggu ini langsung menemui Syahrul di ruang tamu. Sejumlah staf rumah tangga Gubernuran tampak kaget karena tidak menyangka mereka akan nekat masuk menemui Syahrul.
Pimpinan rombongan, Faisal Abdullah, sempat berbincang beberapa saat dengan Syahrul, sebelum meninggalkan Gubernuran. Tidak diketahui apa isi pembicaraan singkat tersebut. Namun beberapa sumber menyebutkan bahwa Syahrul memberitahukan Faisal agar menemuinya setelah Lebaran nanti.
Setelah istirahat selama beberapa saat lamanya, Syahrul dan rombongan bergegas meninggalkan Gubernuran. Tujuannya Mal Ratu Indah (MaRI) untuk membeli sejumlah buku di Toko Buku Gramedia.
Enjoy
Pemain PSMS mengaku enjoy menjelang pertandingan menghadapi tuan rumah. Meski pertandingan digelar tanpa penonton, tim Ayam Kinantan tidak menganggap remeh tim Ayam Jantan dari Timur.
Pelatih PSMS, Erick William, mengatakan, kehebatan PSM bukan hanya semata karena dukungan suporter saat berlaga di kandang sendiri namun tim tersebut memiliki kualitas dan nama besar di percaturan sepakbola nasional.
"Jadi, saya minta kepada pemain saya untuk tidak memandang enteng lawan karena mereka (PSM) bukan lawan ringan. Ada penonton atau tidak ada penonton, pemain PSM pasti tampil prima," kata pelatih asal Australia ini usai memimpin latihan timnya di lapangan milik PT Telkom. Ini adalah latihan kedua PSMS di Makassar setelah tiba di Makassar, Rabu (17/9).
Sementara PSM menggelar latihan di Stadion Mattoanging. Bagi Syamsul Haeruddin dkk, ini adalah latihan pertama mereka usai pertandingan melawan Persela Lamongan yang berujung rusuh.
Akibat kerusuhan tersebut, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menghukum PSM dengan dua pertandingan tanpa penonton di Stadion Mattoanging, denda Rp 20 juta, dan selama satu tahun tidak boleh ada atribut PSM di dalam stadion.
Pelatih Raja Isa meminta pemainnya melupakan kekalahan 1-3 atas Persela. Pelatih asal Malaysia berharap anak asuhnya bangkit dengan semangat baru.
apaji kodonk mauna SYL ini

. jangmi lg di persulit dgn segala macam birokrasi. kasian kodong PSM ta ini