Help - Search - Members - Calendar
Full Version: KEKUATAN SEDEKAH
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Lifestyle
amrati12
KEKUATAN SEDEKAH

Ini pendapat Joe Vitale, penulis Spiritual Marketing. Juga pendapat banyak penulis lain yang dari pengalamannya mendapati bahwa semakin dia rela memberi (bersedekah) semakin banyak apa yang dia sumbangan itu kembali kepada dirinya dengan berlipat-lipat. Kalu dia nyumbang uang, maka (biasanya) akan datang uang. Kalau tenaga, maka akan kembali banyak bantuan. Kalau ilmu, maka akan kembali lebih banyak ilmu. Mereka menemukan bahwa "to give in order to get" adalah suatu hukum universal.

Sebentar, masih menurut orang-orang tersebut, hanya sedekah yang tulus lah yang akan menggetarkan semesta. Jadi tidak semua pemberian akan memberikan efek pengembalian yang diharapkan. Tentu saja ini bukan sok merasa lebih tahu tentang cara yang disukai Tuhan, ini adalah berbagi pengalaman apa yang mereka rasakan. Kisah-kisah mereka dikumpulkan dalam e-book "The Greatest Money-Making Secret in History!". Silahkan di download sendiri ya. http://www.plainwords.co.nz/greatestmms.pdf

Berikut ini cara bersedekah (menyumbang) yang mereka rasakan mampu menggetarkan spiritualitas mereka :

1. Bersedekahlah saat merasa ingin bersedekah, jangan sampai merasa terpaksa. Bila saat bersedekah kita justru merasa kesal, maka akan tertanam di bawah sadar bahwa bersedekah itu tidak enak, bahkan mengesalkan. Mungkin seperti kalau kita bayar parkir kepada preman di pinggir jalan. Ada perasaan terpaksa, tak berdaya, bahkan dirampok. Bukan karena besar kecilnya nilai uang, tapi rela tidaknya perasaan saat memberikan sumbangan. Kalau anda sedang suntuk, tunggu sampai hati lebih riang. Memberi dengan berat hati akan memberi asosiasi buruk ke alam bawah sadar.

2. Bersedekahlah kepada sesuatu yang disukai sehingga hati Anda tergetar karenanya. Mungkin suatu ketika Anda ingin menyumbang yatim piatu, di waktu lain mungkin menyumbang perbaikan jembatan, mungkin pelestarian satwa yang hampir punah, mungkin disumbangkan untuk modal usaha bagi seorang pemula. Intinya adalah Anda sebaiknya menyedekahkan pada hal yang membuat perasaan Anda tergetar. Setiap orang akan berbeda. Seringkali seseorang menyumbang ke tempat ibadah, tapi hatinya tidak sejalan, hanya karena kebiasaan. Menyumbang yang tak bisa dihayati tak akan menggetarkan kalbu.

3. Bersedekahlah dengan sesuatu yang bernilai bagi Anda. Kebanyakan wujudnya adalah uang, namun lebih luas lagi adalah benda yang juga anda suka, pikiran, tenaga, ilmu yang anda suka. Dengan menyumbang sesuatu yang anda sukai, membuat anda juga merasa berharga karena memberikan sesuatu yang berharga.

4. Bersedekahlah dalam kuantitas yang terasa oleh perasaan. Bagaimana rasanya memberi sedekah 25 rupiah? Bagi kebanyakan orang nilai ini sudah tidak lagi terasa. Untuk seseorang dengan gaji 1 juta, maka 50 ribu akan terasa. Bagi yang perpenghasilan 20 juta, mungkin 1 juta baru terasa. Setiap orang memiliki kadar kuantitas berbeda agar hatinya tergetar ketika menyumbang. Nilai 10 persen biasanya menjadi anjuran dalam sedekah (bukan wajib), mungkin karena sejumlah nilai itulah kita akan merasakan "beratnya" melepas kenikmatan.

5. Menyumbang anonim akan memberi dampak lebih kuat. Ini erat kaitannya dengan ketulusan, walaupun tidak anonim juga tak apa-apa. Dengan anonim lebih terjamin bahwa kita hanya mengharap balasan dari Tuhan (ikhlas).

6.Bersedekah tanpa pernah mengharap balasan dari orang yang anda beri. Yakinlah bahwa Tuhan akan membalas, tapi tidak lewat jalan orang yang anda beri. Pengalaman para pelaku kebanyakan menunjukkan bahwa balasan datang dari arah yang lain.

7. Bersedekahlah tanpa mengira bentuk balasan Tuhan atas sedekah itu. Walaupun banyak pengalaman menunjukkan bahwa kalau bersedekah uang akan dibalas dengan uang yang lebih banyak, namun kita tak layak mengharap seperti itu. Siapa tahu sedekah itu dibalas Tuhan dengan kesehatan, keselamatan, rasa tenang, dll, yang nilainya jauh lebih besar dari nilai uang yang disedekahkan.

Demikian berbagai hal yang berkaitan dengan prinsip bersedekah. Prinsip-prinsip ini sangat sesuai dengan petunjuk rasulullah Muhammad berkaitan dengan sedekah dan keutamaannya. Kalau tak salah, ada hadits yang menyatakan bahwa tak akan menjadi miskin orang yang bersedekah. Dijamin.

Selain itu bersedekah juga menghindarkan diri dari marabahaya.

Ada sebuah kisah yang kalau tak salah saya dapat dari Pak Jalaluddin Rakhmat tentang seorang yang ditunda kematiannya karena bersedekah. Suatu ketika rasulullah sedang duduk bersama para sahabat. Lalu melintaslah seorang yang memanggul kayu bakar. Tiba-tiba Rasulullah berkata kepada para sahabat, "Orang ini akan meninggal nanti siang."

Sorenya ketika Rasulullah duduk bersama para sahabat, melintaslah orang tersebut. Maka dipanggillah orang tersebut oleh rasul dan ditanya, "Aku diberitahu (malaikat) tadi pagi bahwa kamu akan menemui ajal siang tadi. Tapi kulihat kamu masih segar bugar. Apa yang telah kamu lakukan?" Kemudian orang itu berkisah bahwa tadi pagi dia membawa bekal makan siang. Lalu di tengah jalan bekal itu dia sedekahkan kepada orang yang membutuhkan. Selanjutnya, kata orang itu, saat kayu-kayu bakar diletakkan tiba-tiba seekor ular hitam keluar dari dalamnya. Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa ular itulah yang sedianya akan mematuk orang tersebut, namundia berpindah takdir karena sedekahnya menghidarkan dia dari bahaya tersebut.

(Demikian lebih kurang sebuah kisah yang saya tahu. Sayang saya lupa detilnya, apalagi perawinya. Jadi mohon dicari sendiri sumber kisah tersebut. Seingat saya kisah tersebut dari Pak Jalal yang saya kenal punya banyak sumber terpercaya.)

Kisah itu menunjukkan keutamaan sedekah yang bisa menghindarkan diri dari bahaya, sekaligus menujukkan bahwa cara Tuhan membalas sedekah tidak dalam bentuk dan jalan yang kita duga. thumbsup_anim.gif
IzuMo
great post bro.

klo gw sih sebelum menyumbang, gw liat² dulu orangnya, apa orang ini akan menggunakan sumbangan gw untuk sesuatu yang berguna atau tidak.

kenapa gw milih², karena sekarang ini banyak sekali pengemis dadakan dan pencari sumbangan yang berkeliaran tanpa ada surat² yang SAH.

boled
The power of sedekah memang menakjubkan bro. Terkadang kita bila dalam kesusahan tiba-tiba datang suatu pemecahan. SubhanaAllah...
bozan
i believe the power of SEDEKAH smile.gif

ty infonya boz Peace.gif
Tuyul penipu
banyak memberi banyak rejeki ..... BigGrin.gif
Thanks bro...
Oeinyono
Bagus . kisahnya. mudah2an kita semua yang membaca bisa ikut tergerak
El_Tuerto
Sedekah dengan Ikhlas merupakan kekuatan yang dahsyat.

Dahsyatnya Sedekah
K.H. Abdullah Gymnastiar
---------------------------------

Dimanakah letak kedahsyatan hamba-hamba Allah yang bersedekah? Dikisahkan
dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut :

Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun
menciptkan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi
pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.
Kemudian mereka bertanya? "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang
lebih kuat dari pada gunung?"
Allah menjawab, "Ada, yaitu besi" (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa
menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya
yang terbuat dari besi).
Para malaikat pun kembali bertanya, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam
penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?"
Allah yang Mahasuci menjawab, "Ada, yaitu api" (Besi, bahkan baja bisa
menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).
Bertanya kembali para malaikat, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu
yang lebih kuat dari pada api?"
Allah yang Mahaagung menjawab, "Ada, yaitu air" (Api membara sedahsyat
apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).
"Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?"
Kembali bertanya para malaikta.
Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, "Ada, yaitu angin" (Air di
samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma
menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau
mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena
dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat
dahsyat).
Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, "Ya Allah adakah sesuatu dalam
penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?"
Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, "Ada, yaitu amal
anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan
kirinya tidak mengetahuinya."
Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah
orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah
yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun
keinginan untuk diketahui orang lain.

Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang
ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap
dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan
pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita
pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita
ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri
kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.

Karenanya, tidak usah heran, seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas
adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan dahsyat. Sungguh ia tidak akan kalah
oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan.

Apalagi kedahsyatan seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas? Pada suatu
hari datang kepada seorang ulama dua orang akhwat yang mengaku baru kembali
dari kampung halamannya di kawasan Jawa Tengah. Keduanya kemudian bercerita
mengenai sebuah kejadian luar biasa yang dialaminya ketika pulang kampung
dengan naik bis antar kota beberapa hari sebelumnya. Di tengah perjalanan bis
yang ditumpanginya terkena musibah, bertabrakan dengan dahsyatnya. Seluruh
penumpang mengalami luka berat. Bahkan para penumpang yang duduk di kurs-kursi
di dekatnya meninggal seketika dengan bersimbah darah. Dari seluruh penumpang
tersebut hanya dua orang yang selamat, bahkan tidak terluka sedikit pun. Mereka
itu, ya kedua akhwat itulah. Keduanya mengisahkan kejadian tersebut dengan
menangis tersedu-sedu penuh syukur.

Mengapa mereka ditakdirkan Allah selamat tidak kurang suatu apa? Menurut
pengakuan keduanya, ada dua amalan yang dikerjakan keduanya ketika itu, yakni
ketika hendak berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu dan selama
dalam perjalanan selalu melafazkan zikir.

Sahabat, tidaklah kita ragukan lagi, bahwa inilah sebagian dari fadhilah
(keutamaan) bersedekah. Allah pasti menurunkan balasannya disaat-saat sangat
dibutuhkan dengan jalan yang tidak pernah disangka-sangka.
Allah Azza wa Jalla adalah Zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada
semua hamba-Nya. Bahkan kepada kita yang pada hampir setiap desah nafas selalu
membangkang terhadap perintah-Nya pada hampir setiap gerak-gerik kita tercermin
amalan yang dilarang-Nya, toh Dia tetap saja mengucurkan rahmat-Nya yang tiada
terkira.

Segala amalan yang kita perbuat, amal baik ataupun amal buruk, semuanya akan
terpulang kepada kita. Demikian juga jika kita berbicara soal harta yang kini
ada dalam genggaman kita dan kerapkali membuat kita lalai dan alpa. Demi Allah,
semua ini datangnya dari Allah yang Maha Pemberi Rizki dan Mahakaya.
Dititipkan-Nya kepada kita tiada lain supaya kita bisa beramal dan bersedekah
dengan sepenuh ke-ikhlas-an semata-mata karena Allah. Kemudian pastilah kita
akan mendapatkan balasan pahala dari pada-Nya, baik ketika di dunia ini maupun
saat menghadap-Nya kelak.

Dari pengalaman kongkrit kedua akhwat ataupun kutipan hadits seperti
diuraikan di atas, dengan penuh kayakinan kita dapat menangkap bukti yang
dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya, bahwa sekecil apapun harta yang
disedekahkan dengan ikhlas, niscaya akan tampak betapa dahsyat balasan dari-Nya.

Inilah barangkali kenapa Rasulullah menyerukan kepada para sahabatnya yang
tengah bersiap pergi menuju medan perang Tabuk, agar mengeluarkan infaq dan
sedekah. Apalagi pada saat itu Allah menurunkan ayat tentang sedekah kepada
Rasulullah SAW, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang
menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seupa dengan sebutir benih yang
menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji Allah
melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas
(karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui," demikian firman-Nya (QS. Al-Baqarah [2] :
261).
Seruan Rasulullah itu disambut seketika oleh Abdurrahman bin Auf dengan
menyerahkan empat ribu dirham seraya berkata, "Ya, Rasulullah. Harta milikku
hanya delapan ribu dirham. Empat ribu dirham aku tahan untuk diri dan
keluargaku, sedangkan empat ribu dirham lagi aku serahkan di jalan Allah."
"Allah memberkahi apa yang engkau tahan dan apa yang engkau berikan," jawab
Rasulullah.

Kemudian datang sahabat lainnya, Usman bin Affan. "Ya, Rasulullah. Saya akan
melengkapi peralatan dan pakaian bagi mereka yang belum mempunyainya," ujarnya.

Adapun Ali bin Abi Thalib ketika itu hanya memiliki empat dirham. Ia pun
segera menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu
dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam.

Mengapa para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan Rasulullah
tersebut? Ini tiada lain karena yakin akan balasan yang berlipat ganda
sebagaimana telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Medan perang adalah medan
pertaruhan antara hidup dan mati. Kendati begitu para sahabat tidak ada yang
mendambakan mati syahid di medan perang, karena mereka yakin apapun yang
terjadi pasti akan sangat menguntungkan mereka. Sekiranya gugur di tangan
musuh, surga Jannatu naÃÊm telah siap menanti para hamba Allah yang selalu siap
berjihad fii sabilillaah. Sedangkan andaikata selamat dapat kembali kepada
keluarga pun, pastilah dengan membawa kemenangan bagi Islam, agama yang haq!
Lalu, apa kaitannya dengan memenuhi seruan untuk bersedekah? Sedekah adalah
penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih
menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji.
Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat.
Masya Allah!

Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang
disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Allah sendiri membuat perbandingan,
sebagaimana tersurat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik,
seperti yang dikemukakan di awal tulisan ini.***

Sumber : http://www.mail-archive.com/daarut-tauhiid...m/msg01481.html
viezz
nice post.... speak_cool.gif
andidyas
kenapa gw milih², karena sekarang ini banyak sekali pengemis dadakan dan pencari sumbangan yang berkeliaran tanpa ada surat² yang SAH.
nuchjo
iya2 bener bro...sangat berguna bro...
utanorang
Kalau kita mau mendapat senyuman, kita harus tersenyum kepada orang lain terlebih dahulu.

Kalau kita mau rezeki kita harus rajin berinfak dan bersedekah.

Kalau kita mau mendapat pukulan, kita harus meninju orang lain terlebih dahulu.
denzi
Great Post Bro...
Gw setuju banget dengan kekuatan sedekah...jadi bersedekalah kamu... smile.gif
ipunk22
bener itu
aku pernah mengalaminya kekuatan sedekah
pingsan
Alhamdulillah... kalo selama ini yang saya praktekkin sih memang hasilya selalu berlipat... selain dihindarkan dari bencana, penyakit dan marabahaya...

ada istilahnya matematika sedekah... 10 - 1 = 19, 10 - 2 = 28, 10 - 3 = 37 dstnya... hehehe... ini yang sering di contohin ama ust. yusuf mansur dengan wisata hatinya...
AnakNaga
oh..oh..wa percaya ama kekuatan sedekah..asli percaya...sering bgt gua diselamatin ama sedekah itu...kan katanya kalo kita sedekah sekali akan dibalas 10 kali oleh ALLAH?..bahkan lebih besar dari itu....bener itu bro..wa pernah ngalamin duit tinggal 1000 perak di kampung orang...ada orang gila..asli gila yang awut2an gitu..wa beliin air..soalnya dah megap2 kek mo mati wa liat...air mineral sebotol 1000 perak...abis itu wa diem aja di konter (wa lagi dibali waktu itu....jagain konter pinggir jalan di kuta..punya temen), tiba-tiba ada bule datang minta di antar naik ke Batur...250 rebu tuh sekali jalan se orang, yang pergi 8 orang, x delapan sama dengan 2 juta, fee gua dari situ 25%...nah...gara2 uang 1000 wa dapat 500 rebu?....ampe sekarang masih keinget ama orang gilanya...abis itu gak pernah keliatan lagi orang gila itu..mungkin dah wafat di tempat lain...
adriyan
meski gw bukan muslim..
tp amal emg penting bro..

nice post..
miyavi-25

Amal sedekah memang Penting bro, berikanlah sedikit uangMu untuk membantu org yg membutuhkan smile.gif
Gw jamin, yg bls beri elu rejeki yg melimpah, psti Yg Maha Kuasa di Atas sana Praying.gif
meilda
gue selalu ingat pesan ortu dulu....kalau mau rejeki kita lancar, tiap hari Jumat pagi, kasih makanan atau uang sejumlah sarapan pagi kita ke pengemis, atau lebih baik ke orang yang bekerja keras seperti tukang sampah, penyapu jalan, dll. Dijamin apa yang kita kasih, pasti dilipat gandakan untuk kita.....dan Alhamdulillah itu yang gue rasakan sekarang.....

peace
Samwise
wah..jadi terhartu baca pengalaman bro and sis diatas...
mudah2 an jadi makin semangat sedekahnya ...
rikhie
alhamdulillah waktu gw sma, bokap gw maksa gw ikut pondokan kyk pesantren gitu di bogor. dlm waktu 20 hari pikiran, hati n kelakuan gw bener2 berubah jd positif terbuka, cerah dan jelas bgt mengenai apa,gmn n knp gw dilahirkan di dunia ini. ilmu yg gw dpt bnr2 bermanfaat n dalil2 di qur'an n hadits bener2 gw buktiin sendiri kebenarannya. termasuk dalil2 tentang infaq n sodaqoh ini. thanks 4 d post bro, gw jd tambah semanget buat nambah n
nge-upgrade database n software2 keagamaan di otak n hati gw. so that, unit komputer diri gw lbh canggih n lbh beriman
lagi.
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.