Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Perang Militer Terbuka: Rusia VS Georgia
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Fresh News > Internasional
Pages: 1, 2
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Sabtu, 9 Agustus 2008 | 04:12 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/09/0412...n.pasukan.rusia

1.400 Warga Sipil Tewas di Tangan Pasukan Rusia


QUOTE
MOSKWA, SABTU - Sekitar 1.400 warga sipil tewas Sabtu (9/8) saat pasukan Rusia melancarkan invasi ke wilayah yang dipertikaikan di South Ossetia, Georgia. Lebih dari 150 tank dan kendaraan tempur Rusia telah dikerahkan menuju Georgia saat pemberontak South Ossetia digempur oleh pasukan Georgia.

Sumber militer Rusia menyebutkan pasukan artileri dan tank mereka telah dikerahkan untuk menghadapi pasukan Georgia di sekitar ibukota South Ossetia, Tskhinvali. Rusia mengambarkan operasi militer tersebut sebagai serangan balas dendam setelah beberapa personil militernya yang ditempatkan di Georgia tewas terbunuh.

Georgia mengerahkan hingga 26.000 personil pasukannya untuk menghadapi serangan militer Rusia. Sekitar 2.000 personil pasukan Georgia juga telah ditarik dari misi di Irak untuk memperkuat pasukan di dalam negeri.

Namun, Presiden Georgia yang pro-Barat Mikhail Saakashvili menyebut operasi militer Rusia itu sebagai 'deklarasi perang' yang telah lama direncanakan. Mikhail Saakashvili telah memohon bantuan ke Amerika Serikat.

"Tank-tank Rusia terus memasuki wilayah kami," seru Mikhail Saakashvili seraya memohon bantuan AS. "Rusia terus melancarkan pemboman ke wilayah kami...terutama yang ditujukan ke penduduk sipil."

"Saya melihat jenazah bergelimpangan di jalan, sekitar bangunan yang roboh, serta beberapa kendaraan," kata Lyudmila Ostayeva (50) yang melarikan diri dengan keluarganya ke Dzhava, seorang dusun dekat perbatasan dengan Rusia.

"Saat ini sulit untuk menghitung jumlah korban tewas. Hampir tak tersisa lagi jumlah bangunan yang tidak rusak di South Ossetia," jelas kantor berita Rusia Interfax. (dailymail.co.uk)

JIM
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network



Source: Kompas.com Sabtu, 9 Agustus 2008 | 18:07 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/09/1807...600.orang.tewas

Georgia Umumkan Keadaan Perang, 1.600 Orang Tewas


QUOTE
JAVA, SABTU - Presiden Georgia Mikheil Saakashvili mendeklarasikan "keadaan perang" Sabtu. Sementara itu, pasukannya terlibat pertempuran dengan tentara Rusia di provinsi Ossetia Selatan yang memisahkan diri itu.

Pesawat-pesawat tempur Rusia membom dan menghancurkan sebuah pelabuhan penting Georgia dan menghantam sebuah kota lain. Pemerintah Ossetia Selatan, yang didukung Moskow mengatakan 1.600 orang tewas di ibukota Tskhinvali.

"Saya telah menandatangani satu keputusan mengenai keadaan perang. Georgia berada dalam keadaan agresi penuh militer," kata Saakashvili dalam satu pertemuan dewan keamanan nasionalnya yang disiarkan televisi.

Kementerian pertahanan Rusia membantah bahwa jet-jet tempurnya membom daerah-daerah sipil dan membenarkan dua pesawatnya telah ditembak jatuh di daerah Georgia. Tbilisi mengatakan enam pesawat Rusia telah ditembak jatuh.

Georgia dan pemerintah di Ossetia Selatan saling klaim menguasai Tskhinvali sejak Jumat pagi. Tetapi Rusia, Sabtu mengatakan pihaknya telah "membebaskan" ibukota wilayah yang memisahkan diri itu setelah pasukan payung diterjunkan ke kota itu.

"Batalyon-batalyon taktis telah membebaskan sepenuhnya Tskhinvali dari pasukan militer Georgia," kata Jendral Vladimir Boldyrev , kepala pasukan darat Rusia , yang dikutip kantor-kantor berita Rusia.

Rusia mendukung pemerintah Ossetia Selatan dan mengirimkan tank-tank dan pasukan, Jumat untuk menanggapi operasi militer Georgia yang pro Barat itu untuk menguasai kembali provinsi yang memisahkan diri awal tahun 1990-an itu.

Pemerintah Ossetia Selatan mengatakan lebih dari 1.600 orang tewas dalam pertempuran yang menimbulkan kekuatiran internasional akan terjadi perang seperti tahun 1990 di wilayah Kaukausus yang kacau itu.

Saat jumlah pasukan diperkuat dan bentrokan senjata meningkat, seorang pejabat senior militer mengatakan Georgia berencana akan menarik seluruh 2.000 tentaranya dari Irak dalam tiga hari ke depan.

"Kami sedang bersiap-siap untuk berangkat pulang," kata Kolonel Bondo Maisuradze, kepala operasi militer Georgia di Irak kepada AFP.

AS dan Uni Eropa mempersiapkan satu delegasi gabungan untuk mengusahakan gencatan senjata tetapi Presiden Ruisia Dmitry Medvedev mengatakan negaranya melancarkan operasi militer "untuk mendesak Georgia melakukan perundingan perdamaian."

Georgia mengatakan satu pemboman Rusia telah "merusak seluruh pelabuhan Poti di Laut Hitam dalam serangan-serangan yang menurut PBB tampaknya seperti "satu invasi militer berskala penuh".

Poti adalah sebuah pelabuhan penting dalam pengiriman minyak dan energi lainnya dari Laut Kaspia ke Barat.

Pesawat-pesawat tempur Rusia juga membom kota Gori, Georgia menewaskan para warga sipil, kata TV Publik Georgia. Para pejabat Georgia mengatakan pesawat-pesawat tempur Rusia, Jumat membom sasaran-sasaran militer di seluruh negara itu serta perlintasan kereta api dan satu bandara.

Georgia hanya mengonfirmasikan 30 orang tentaranya tewas sementara Rusia mengatakan tiga lagi tentaranya tewas Sabtu, sehingga jumlah korban tewas di pihak pasukan Moskow itu menjadi 15 orang.

Pemimpin Rusia itu melakukan pertemuan mendadak di Kremlin mengenai konflik itu. "Pasukan pemeliharaan perdamaian kami dan satuan yang dibawah koordinasi mereka kini melakukan operasi untuk mendesak pihak Georgia melakukan perdamaian," kata Medvedev yang dikutip kantor-kantor berita Rusia.

Di jalan-jalan Tskhinvili yang berpenduduk sekitar 20.000 jiwa, tank-tank tampak terbakar dan wanita serta anak-anak berlarian untuk mencari perlindungan.

Seorang wartawan AFP di Ossetia Selatan melihat wanita, anak-anak dan orang tua naik bus menuju perbatasan Rusia untuk menghindari pertempuran itu.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan rumah-rumah sakit di Tsskhinvali dipenuhi para korban. Di bidang diplomatik, AS-- yang mendukung usaha Georgia untuk menjadi anggota NATO, menyerukan gencatan senjata segera dan penarikan mundur pasukan Rusia.

"Kami menyerukan Rusia menghentikan serangan-serangan pesawat tempur dan rudal ke Georgia, menghormati integritas wilayah Georgia dan menarik pasukan tempurnya dari wilayah Georgia," kata Menlu AS Condoleezza Rice dalam sebuah pernyataan.

Uni Eropa dan NATO juga menyerukan penghentian permusuhan itu. Dewan keamanan PNB akan bersidang kembali Sabtu waktu setempat (Minggu WIB) untuk menyetujui satu usul gencatan senjata segera setelah perundingan Jumat gagal.

Ossetia Selatan memisahkan diri dari Georgia awal tahun 1990. Sejak itu wilayah itu menjadi sumber pertikaian antara Georgia dan Rusia , yang menentang apsirasi Tbilisi bergabung dengan NATO dan mendukung kelompok separatis Ossetia Selatan tanpa mengakui kemerdekaan mereka di provinsi Ossetia Selatan yang memisahkan diri itu.

Pesawat-pesawat tempur Rusia membom dan menghancurkan sebuah pelabuhan penting Georgia dan menghantam sebuah kota lain. Pemerintah Ossetia Selatan, yang didukung Moskow mengatakan 1.600 orang tewas di ibukota Tskhinvali saja.

"Saya telah menandatangani satu keputusan mengenai keadaan perang. Georgia berada dalam keadaan agresi penuh militer," kata Saakashvili dalam satu pertemuan dewan keamanan nasionalnya yang disiarkan televisi.

Kementerian pertahanan Rusia membantah bahwa jet-jet tempurnya membom daerah-daerah sipil dan membenarkan dua pesawatnya telah ditembak jatuh di daerah Georgia. Tbilisi mengatakan enam pesawat Rusia telah ditembak jatuh.

Georgia dan pemerintah di Ossetia Selatan saling klaim menguasai Tskhinvali sejak Jumat pagi. Tetapi Rusia, Sabtu mengatakan pihaknya telah "membebaskan" ibukota wilayah yang memisahkan diri itu setelah pasukan payung diterjunkan ke kota itu.

"Batalyon-batalyon taktis telah membebaskan sepenuhnya Tskhinvali dari pasukan militer Georgia," kata Jendral Vladimir Boldyrev , kepala pasukan darat Rusia , yang dikutip kantor-kantor berita Rusia.

Rusia mendukung pemerintah Ossetia Selatan dan mengirimkan tank-tank dan pasukan, Jumat untuk menanggapi operasi militer Georgia yang pro Barat itu untuk menguasai kembali provinsi yang memisahkan diri awal tahun 1990-an itu.

Pemerintah Ossetia Selatan mengatakan lebih dari 1.600 orang tewas dalam pertempuran yang menimbulkan kekuatiran internasional akan terjadi perang seperti tahun 1990 di wilayah Kaukausus yang kacau itu.

Saat jumlah pasukan diperkuat dan bentrokan senjata meningkat, seorang pejabat senior militer mengatakan Georgia berencana akan menarik seluruh 2.000 tentaranya dari Irak dalam tiga hari ke depan.

"Kami sedang bersiap-siap untuk berangkat pulang," kata Kolonel Bondo Maisuradze, kepala operasi militer Georgia di Irak kepada AFP.

AS dan Uni Eropa mempersiapkan satu delegasi gabungan untuk mengusahakan gencatan senjata tetapi Presiden Ruisia Dmitry Medvedev mengatakan negaranya melancarkan operasi militer "untuk mendesak Georgia melakukan perundingan perdamaian."

Georgia mengatakan satu pemboman Rusia telah "merusak seluruh pelabuhan Poti di Laut Hitam dalam serangan-serangan yang menurut PBB tampaknya seperti "satu invasi militer berskala penuh".

Poti adalah sebuah pelabuhan penting dalam pengiriman minyak dan energi lainnya dari Laut Kaspia ke Barat.

Pesawat-pesawat tempur Rusia juga membom kota Gori, Georgia menewaskan para warga sipil, kata TV Publik Georgia. Para pejabat Georgia mengatakan pesawat-pesawat tempur Rusia, Jumat membom sasaran-sasaran militer di seluruh negara itu serta perlintasan kereta api dan satu bandara.

Georgia hanya mengonfirmasikan 30 orang tentaranya tewas sementara Rusia mengatakan tiga lagi tentaranya tewas Sabtu, sehingga jumlah korban tewas di pihak pasukan Moskow itu menjadi 15 orang.

Pemimpin Rusia itu melakukan pertemuan mendadak di Kremlin mengenai konflik itu. "Pasukan pemeliharaan perdamaian kami dan satuan yang dibawah koordinasi mereka kini melakukan operasi untuk mendesak pihak Georgia melakukan perdamaian," kata Medvedev yang dikutip kantor-kantor berita Rusia.

Di jalan-jalan Tskhinvili yang berpenduduk sekitar 20.000 jiwa, tank-tank tampak terbakar dan wanita serta anak-anak berlarian untuk mencari perlindungan. Seorang wartawan AFP di Ossetia Selatan melihat wanita, anak-anak dan orang tua naik bus menuju perbatasan Rusia untuk menghindari pertempuran itu.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan rumah-rumah sakit di Tsskhinvali dipenuhi para korban. Di bidang diplomatik, AS-- yang mendukung usaha Georgia untuk menjadi anggota NATO, menyerukan gencatan senjata segera dan penarikan mundur pasukan Rusia.

"Kami menyerukan Rusia menghentikan serangan-serangan pesawat tempur dan rudal ke Georgia, menghormati integritas wilayah Georgia dan menarik pasukan tempurnya dari wilayah Georgia," kata Menlu AS Condoleezza Rice dalam sebuah pernyataan.

Uni Eropa dan NATO juga menyerukan penghentian permusuhan itu. Dewan keamanan PNB akan bersidang kembali Sabtu waktu setempat (Minggu WIB) untuk menyetujui satu usul gencatan senjata segera setelah perundingan Jumat gagal.

Ossetia Selatan memisahkan diri dari Georgia awal tahun 1990. Sejak itu wilayah itu menjadi sumber pertikaian antara Georgia dan Rusia , yang menentang apsirasi Tbilisi bergabung dengan NATO dan mendukung kelompok separatis Ossetia Selatan tanpa mengakui kemerdekaan mereka. (AFP)

Sumber : Ant



Source: Kompas.com Sabtu, 9 Agustus 2008 | 18:28 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/09/1828...ak.ingin.perang

Lavrov: Rusia tak Ingin Perang


QUOTE
LONDON, SABTU - Rusia tidak ingin melakukan perang besar-besaran dengan Georgia, dan hanya berusaha memulihkan situasi di Ossetia Selatan dalam konflik pekan ini, kata Menlu Rusia, Sergei Lavrov, kepada stasiun televisi BBC.

Lavrov menuduh Presiden Georgia Mikheil Saakashvili sengaja membesar-besarkan ancaman Rusia dengan menyatakan Moskow memiliki ambisi wilayah lebih luas di bekas wilayah-wilayah Sovyet.

Menjawab pertanyaan apakah Rusia bersiap untuk melancarkan perang besar-besaran terhadap Georgia, ia mengatakan: "Tidak, tidak, tidak, tidak" dan menambahkan, "Tuan Saakashvili tetap mengatakan kami ingin merebut wilayah Georgia," kata Lavrov.

"Ia juga mengatakan ini bukan tentang Georgia, ini adalah tentang masa depan Eropa karena ia mengatakan Rusia juga adalah mengklaim wilayah negara-negara lain termasuk negara-negara Baltik. Dan, itu adalah omong kosong," tambahnya.

Pernyataan dalam satu wawancara televisi BBC dilakukan ketika Saakashvili mendeklarasikan "keadaan perang " setelah menuduh Moskow membom daerah-daerah sipil Georgia, dan mengatakan negaranya "berada dalam agresi militer total."

Rusia mendukung pemerintah separatis Ossetia Selatan dan mengirim tank-tank dan pasukan, Jumat untuk menghadapi operasi militer Georgia yang pro Barat itu dengan tujuan menguasai kembali provinsi yang memisahkan diri awal tahun 1990-an itu.

Lavrov mengatakan Georgia mengingkari satu perjanjian perdamaian yang ia katakan telah disetujui untuk sementara satu setengah tahun lalu, yakni Georgia setuju untuk tidak menggunakan kekuatan militer dalam sengketa di Ossetia Selatan itu.(AFP/BBC)

Sumber : Ant


Source: Kompas.com Sabtu, 9 Agustus 2008 | 20:01 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/09/2001....situasi.bahaya

Bush: Georgia-Rusia dalam Situasi Bahaya


QUOTE
BEIJING, SABTU - Presiden Amerika Serikat George W. Bush Sabtu menyatakan sangat prihatin terhadap pertempuran antara tentara Georgia dan Rusia dalam krisis di Ossetia Selatan. "Serangan-serangan yang terjadi di wilayah-wilayah Georgia jauh dari zona konflik di Ossetia Selatan. Mereka menunjukkan eskalasi yang berbahaya dalam krisis ini," kata Bush, yang berbicara di ibukota China Beijing, saat dia menghadiri upacara pembukaan Olimpiade.

Bush menyerukan kepada kedua pihak untuk memecahkan masalah regional itu secara damai. Ia menambahkan, bahwa Georgia adalah negara yang berdaulat yang itegritas wilayahnya perlu dihormati. Dia secara khusus menyerukan kepada Rusia untuk menghentikan aksi pembomannya dan agar ’kembali kepada status quo 6 Agustus.’

Politisi AS juga mengatakan bahwa negaranya akan bekerjasama dengan mitra-mitranya di Eropa untuk menengahi penyelesaian konflik. AS mengumumkan bahwa pihaknya telah mengirimkan seorang utusan untuk membantu melakukan gencatan senjata dalam konflik di Ossetia Selatan, yang memisahkan diri. Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice juga telah melakukan kontak dengan sejumlah pejabat luar negeri untuk meminta segera mengakhiri permusuhan itu. (DPA)

Sumber : Ant


Peace.gif peace Peace.gif
PacePapua
Yang memulai pertama perang gini ya Georgia. Ngapain juga tiba-tiba menghujani ibukota Ossetia Selatan dengan rudal. Alih-alih Russia jadi punya alasan buat menggerakan mesin perangnya demi melindungi 'aset'nya.

Russia membalas dengan ganas, dengan cara mengebom lokasi-lokasi militer Georgia. Ini dikarenakan alasan bahwa adanya persiapan kekuatan militer di daerah tersebut yang mengancam posisi Ossetia Selatan.
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Minggu, 10 Agustus 2008 | 05:45 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/10/0545...kapal.perangnya

Rusia akan Kerahkan Kapal Perangnya


QUOTE
WASHINGTON, SABTU - Rusia merencanakan untuk memindahkan beberapa bagian dari armadanya di Laut Hitam ke wilayah gerilyawan Abkhazia di Georgia, seorang pejabat deplu AS mengatakan Sabtu.

"Kami telah memberithukan bahwa Rusia sudah merencanakan untuk memindahkan beberapa unsur dari armadanya di Laut Hitam ke Abkhazia, ke Ochamchira, seolah-olah untuk melindungi warga sipil mereka...sepasang kapal penjelajah, atau kapal skala-besar angkatan laut," kata pejabat itu, yang minta untuk tetap tidak disebutkan namanya.

Presiden Georgia Mikheil Saakashvili mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan televisi Sabtu bahwa pasukan Georgia telah dengan berhasil memukul mundur beberapa serangan di daerah yang dikuasai-Georgia dari wilayah gerilyawan Abkhazia.

"Dari sisi Abkhazia ada beberapa serangan diupayakan. Semua serangan itu dipukul mundur," kata Saakashvili.

Abkhazia adalah satu dari dua wilayah gerilyawan Georgia yang didukung-Rusia. Wilayah lainnya adalah Ossetia Selatan, tempat pertempuran berkobar antara pasukan Rusia dan Georgia sejak Kamis malam-Jumat.

Meluasnya pertempuran ke lembah Kodori, daerah Abkhazia yang dikuasai-Georgia, mencerminkan eskalasi lagi konflik di Georgia, yang presidennya mendesakkan sikap pro-Barat dengan setia.

Sebelumnya, pemerintah Georgia mengatakan Rusia telah menyerang warga sipil di jurang Kodori dan televisi Georgia juga melaporkan bahwa pesawat Rusia telah membombardemen dua desa di lembah Kodori.

Sumber : Ant


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Antara News 10/08/08 00:05
http://www.antara.co.id/arc/2008/8/10/rusi...ssetia-memanas/

Rusia Lancarkan Serangan Sementara Konflik Ossetia Memanas


QUOTE
Tbilisi (ANTARA News) - Pesawat-pesawat tempur Rusia pada Sabtu melakukan serangan-serangan atas wilayah Georgia, yang dilaporkan menewaskan sejumlah orang sementara konflik soal kendali Ossetia Selatan meluas ke luar wilayah yang memisahkan diri itu.

Presiden Georgia menyatakan "keadaan perang" dan Amerika Serikat memimpin seruan-seruan internasional agar Rusia menghentikan serangan militer.

Tapi Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan negerinya akan "memaksa pihak Georgia memasuki perdamaian" dan menuding Georgia menyebabkan ribuan orang menjadi "korban.

Rusia mendukung pemerintahan separatis di Ossetia Selatan dan mengerahkan tank-tank dan para serdadu pada Jumat sebagai tanggapan atas kampanye militer Georgia pro-Barat untuk menguasai kembali provinsi yang memisahkan diri itu pada awal 1990-an.

Georgia mengatakan sebuah serangan udara Rusia telah "meluluhlantakkan" pelabuhan Poti di Laut Hitam dalam serangan-serangan yang dilukiskan oleh duta besar Georgia untuk PBB "invasi militer berskala penuh".

Serangan-serangan juga diarahkan ke Gori, kota utama Georgia dekat dengan Ossetia Selatan dan satu lagi dekat jaringan pipa Baku-Tbilisi-Ceyhan (BTC) yang terpanjang kedua di dunia. Perdana Menteri Lado Gurgenidze mengatakan kepada televisi Georgia serangan itu "anehnya tak menimbulkan kerusakan atas jaringan pipa tersebut.

Pesawat-pesawat tempur Rusia melakukan sedikitnya tiga serangan terhadap Gori dan kawasan sekitarnya, kata seorang juru bicara kementerian pertahanan kepada AFP.

Ia mengatakan serangan-serangan itu diarahkan ke sebuah jembatan dan pangkalan militer tetapi menghantam beberapa blok apartemen yang menimbulkan kobaran api dan para saksi mata mengatakan kepada AFP sejumlah orang tewas. Mobil-mobil dan bus-bus bermuatan penuh penumpang meninggalkan kota itu.

Georgia, sekutu dekat AS, mengatakan pihaknya akan menarik 2.000 serdadunya yang mendukung pasukan AS di Irak dan angkatan darat negeri itu menghadapi tekanan baru ketika pemerintahan separatis dukungan Rusia di kawasan lain, Abkhazia, mengatakan mereka memulai operasi militer terhadap para serdadu Georgia.

Menteri Luar Negeri Abkhazia Sergei Shamba mengatakan serangan-serangan dilancarkan terhadap para serdadu Georgia yang berada di Kodori Gorge, sebuah bagian dari kawasan itu yang dikuasai Georgia.

Presiden Georgia Mikheil Saakashvili menyatakan angkatan darat telah membalas serangan-seranagan itu.

Ia berbicara sesaat setelah menyatakan keadaan perang yang kemudian disahkan oleh parlemen.

Saakashvili mendesak Medvedev, rekan sejawatnya dari Rusia, agar menghentikan "secepatnya kegilaan ini" dan menyerukan suatu gencatan senjata.(*)


Peace.gif peace Peace.gif
Heil Cяew
Gw dukung Rusia nih... Devil.gif
Amrik ga bakal berani ngasih bantuan ke Georgia.. Just Kidding.gif
Seandainya berani.. kayanya kita kudu siap2 World War III

Kalau ini terjadi mampus lah kita semua... Zaman udah nuklir bro.. axehead.png
susahamat
QUOTE
Mikhail Saakashvili telah memohon bantuan ke Amerika Serikat.


walah bakalan jadi perang dunia lagi nih..

padahal masalahnya sepele..
OhYesOhNo
Source: Antara News 10/08/08 07:36
http://www.antara.co.id/arc/2008/8/10/pran...-rusia-georgia/

Prancis Kirim Menlu Untuk Upayakan Perdamaian Rusia-Georgia


QUOTE
Paris, (ANTARA News) - Prancis mengumumkan Sabtu bahwa negara itu akan mengirim Menteri Luar Negeri Bernard Kouchner dalam misi untuk berupaya mengakhiri konflik Rusia-Georgia soal Ossetia Selatan.

Prancis adalah presiden Uni Eropa sekarang ini dan negara itu juga mengumumkan bahwa pertemuan para menteri luar negeri EU akan diadakan di Paris awal pekan depan.

Kantor Presiden Nicolas Sarkozy mengumumkan dalam satu pernyataan bahwa ia telah memerintahkan Menlunya "untuk pergi secepat mungkin ke wilayah tersebut guna mengusulkan pada pihak-pihak yang terkait beberapa hal untuk keluar dari krisis itu".

Rencana itu berdasar pada "penghentian segera permusuhan, penghormatan penuh atas kedaulatan dan integritas wilayah Georgia, ditegakkannya kembali keadaan yang ada sebelumnya", kata pernyataan tersebut.

Rusia telah mengirim tentara ke Ossetia Selatan dan melancarkan serangan di Georgia, setelah Georgia melancarkan serangan militer untuk berupaya merebut kembali kekuasaannya atas provinsi yang memisahkan diri itu.(*)


Peace.gif peace Peace.gif
bozan
QUOTE
"Kami menyerukan Rusia menghentikan serangan-serangan pesawat tempur dan rudal ke Georgia, menghormati integritas wilayah Georgia dan menarik pasukan tempurnya dari wilayah Georgia," kata Menlu AS Condoleezza Rice dalam sebuah pernyataan.

beh, padahal mereka sendiri sering melanggar kedaulatan batas negara2 lain HeHe.gif

kalau negara besar yang melakukan serangan/agresi maka mereka berlomba2 membujuk dan mengupayakan perdamaian, tapi kalau negara2 yang relative kecil armada perangnya maka mereka buru2 mengadakan sanksi Waiting.gif

kita liat aja berani ngga mereka [PBB beserta USA dan sekutunya] ngasih sanksi buat Rusia haha.gif
Peace.gif
Bounty Hunter
damai aja napa Doh.gif
semua perang,korban terbesarnya adalah masyarakat yg tak berdosa Hmmmph.gif

btw, kalo rusia perang sharapova ma gw aja y BigGrin.gif come to me darling Hug.gif
t3dd13 oke
Thanks bro....tolong update terus beritanya....
Siap jadi front baru perang dunia 2008.......
siapa tau AS vs Rusia terjadi.....BigGrin.gif

OhYesOhNo
Source: Kompas.com Minggu, 10 Agustus 2008 | 14:36 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/10/1436...i.south.ossetia

Georgia Tarik Pasukan dari South Ossetia




QUOTE
MOSKWA, MINGGU - Pasukan Georgia telah ditarik dari wilayah kantung separatis di South Ossetia dan pasukan Rusia saat ini menguasai wilayah ibukota regional tersebut. Juru bicara kementerian dalam negeri Georgia menerangkan penarikan pasukan itu bukan kekalahan militer tetapi merupakan suatu langkah penting untuk melindungi warga sipil dari "bencana kemanusiaan."

Rusia dilaporkan telah mengerahkan 10.000 tentara ke seberang perbatasan untuk disiagakan menghadapi pasukan Georgia. Sebelum pengerahan pasukan diberlakukan, beberapa jet pasukan Rusia membombardir sebuah pangkalan udara yang terletak dekat ibukota Georgia, Tblisi

Presiden Georgia Mikhail Saakashvili telah memerintahkan segera diberlakukannya gencatan senjata untuk menghentikan aksi yang disebutnya sebagai tindakan pemusnahan Georgia. Selain menuduh Rusia sebagai penjahat perang, President Saakashvili menerangkan Moskow ingin menguasai rute energi ke Eropa. Sementara Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin menuduh Georgia telah melancarkan aksi genosida terhadap warga South Ossetia.

Konflik ini telah mengakibatkan sedikitnya 34.000 orang menjadi pengungsi. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menerangkan sekitar 2.4000 orang telah melarikan diri dari South Ossetia ke beberapa wilayah lain di Georgia. Sementara 4.000 hingga 5.000 orang telah melarikan diri menyeberang perbatasan dan memasuki wilayah Rusia.Jumlah korban tewas dalam konflik militer belakangan di South Ossetia dilaporkan telah mencapai 1.500 orang, sebagian besar diantaranya adalah warga sipil.

JIM
Sumber : BBC


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Antara News 10/08/08 16:15
http://www.antara.co.id/arc/2008/8/10/pasu...dengan-georgia/

Pasukan Rusia Baku Tembak Dengan Georgia


QUOTE
Tbilisi, (ANTARA News)- Pasukan Rusia dan Georgia, Minggu, terlibat pertempuran di Ossetia Selatan, dan Tblisi menuduh Moskow melakukan kebijakan ""penghancuran" karena membom kota-kota di seluruh negara itu.

Pasukan Georgia dan Rusia terlibat baku tembak artileri , kata para pejabat Ossetia Selatan , sementara pesawat-pesawat Rusia membom landasan pacu di sebuah pangkalan udara militer dekat bandara internasional Tbilisi, kata seorang pejabat Georgia sebagaimana dilaporkan AFP.

Presiden AS George W.Bush memimpin satu imbauan internasional untuk menghentikan perang itu di tengah-tengah kekuatiran bahwa konflik itu , yang mungkin sudah menimbulkan korban 2.000 orang tewas dan bisa meluas ke bagan-bagian lain wilayah Kaukasus yang rawan itu.

Rusia mendukung pemerintah separatis di Ossetia Selatan dan mengirim tank-tank dan pasukan , Jumat untuk menghadapi serangan militer Georgia yang pro Barat itu yang berusaha menguasai kembali provinsi yang memisahkan diri awal tahun 1990-an setelah satu perang separatis.

Pasukan Rusia dan Georgia terlibat baku tembak artileri Sabtu malam di ibukota Tskhinvali, yang kedua pihak klaim kuasai, kata pihak pejabat Ossetia Selatan dalam sebuah pernyataan. Seorang juru bicara Ossetia Selatan mengatakan serangan Sabtu malam itu menewaskan 20 orang dan mencederai 150 lainnya.

Pesawat-pesawat Rusia Minggu pagi menyerang landasan pacu sebuah pangkalan udara militer dekat bandara internasional Tbilisi , kata sekretaris Dewan Keamanan Nasional Georgia , Alexander Lomaia kepada AFP.

Pada hari Sabtu pesawat Rusia menyerang pelabuhan Poti dan kota Gori, di mana penduduk mengatakan beberapa orang tewas.

Kapal-kapal angkatan laut Rusia, Minggu tiba di pelabuhan Ochamchira, di Abkhazia, satu wilayah Georgia yang juga memisahkan diri, kata Lomaia.

Rusia mengkonsentrasikan sejumlah besar kendaraan lapis baja dekat perbatasan dengan Georgia di satu penyeberangan tidak secara langsung di perbatasan dengan Ossetia Selatan, tambahnya.

Satu misi gabungan Uni Eropa dan AS menurut rencana akan tiba di Georgia Minggu dalam usaha membantu mengusahakan gencatan senjata dengan Rusia, kata seorang pejabat Inggris.

Tetapi satu pertemuan Dewan Keamanan PBB, Sabtu gagal mencapai
satu persetujuan bagi satu imbauan gencatan senjata segera.

Prancis, memegang jabatan ketua bergilir Uni Eropa , mengumumkan bahwa negaranya akan menjadi tuan rumah pertemuan para menlu Eropa awal pekan depan dan satu KTT mendadak Uni Eropa mungkin akan diselenggarakan.

Uni Eropa "menyatakan dengan tegas komitmennya pada kedaulatan dan integritas wilayah Georgia dan perbatasan nya yang diakui internasional dan mendesak Rusia menghormatinya," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan Prancis.

Menlu Prancis Bernard Kouchner akan mengunjungi wilayah itu untuk menyampaikan usul-usul penyelesaian itu, kata Prancis.

Presiden AS George W.Bush sewaktu mengunjungi Beijing menyerukan penghentian pemboman Rusia.

"Kami mendesak penghentian segera aksi kekerasan dan aksi militer oleh semua pasukan," kata Bush kepada wartawan. "Kami mengimbau diakhirinya pemboman-pemboman oleh Rusia.

Sekjen PBB Ban Ki moon Sabtu malam menyerukan penghentian segera permusuhan dan melakukan penyelesaian yang dirundingkan konflik itu, dan mendesak Rusia dan Georgia menarik pasukan dari Ossetia Selatan yang bukan bagian dari pasukan perdamaian yang diizinkan.

Konflik itu meluas ke Abkhazia , di mana pemerintah separatis itu mengatakan pasukan mereka menyerang pasukan Georgia. Georgia menuduh Rusia melancarkan serangan-serangan di daerah Kodori Gorge, satu-satunya daerah Abkhazia yang dikuasai Georgia.

PM Rusia Vladimir Putin terbang ke kota Vladikavkaz, dekat perbatasan Rusia dengan Georgia, untuk menemui para pengungsi Ossetia Selatan dan mengatakan Rusia punya hak melakukan serangannya.
"Dari sutut pandangan hukum aksi-aksi kita mempunyai dasar yang sangat kuat dan sah dan lagi pula perlu," kata Putin , menuduh para pemimpin Georgia "penjahat."

Konflik dengan Rusia itu telah menewaskan 150 warga Georgia , kata Menlu Georgia Eka Tkeshelashvili, Sabtu.

Para pejabat Rusia mengatakan paling tidak 2.000 orang tewas di Ossetia Selatan.

Oseetia Selatan memisahkan diri Georgia awal tahun 1990-an. Wilayah itu tetap menjadi sumber konflik antara Georgia dan Rusia , yang menentang aspirasi Tbilisi untuk bergabung dengan NATO dan mendukung wilayah separatis itu tanpa mengakui kemerdekaannya. Rusia juga memberikan kewarganegaraan kepada banyak warga Ossetia Selatan.(*)


Peace.gif peace Peace.gif
t3dd13 oke
Thank bro OhYesOhNo......
Menarik mungkin kenapa negara sekecil georgia berani menganggu rusia?
Apakah ada udang di balik batu
Dogolixz
Kayaknya nih ulah para penjual senjata yang udah lama gak bisa jualan nih...
Kalo bener, jahat ya mereka... angry.gif
Fikramz1387
nice bro .. terimakasih informasinya, ditunggu fresh newsnya yg lain dr perang ini yah bro.
OhYesOhNo
Source: Antara News 10/08/08 18:33
http://www.antara.co.id/arc/2008/8/10/abkh...ara-ke-georgia/

Abkhazia Kirim 1.000 Tentara ke Georgia


QUOTE
Sukhumi (ANTARA News)- Provinsi separatis Georgia, Abkhazia mengirim 1.000 tentara ke daerah yang disengketakan, Minggu, yang secara efektif membuka front kedua dalam perang Tbilisi untuk merebut kembali wilayah-wilayahnya yang memisahkan diri.

Sergei Bagapsh, Presiden Abkhazia, satu wilayah yang terletak di pantai Laut Hitam itu mengemukakan kepada wartawan ia sudah mengirim 1.000 tentara ke Kodori-- satu daerah kecil yang memotong jauh ke dalam wilayahnya dan satu rute strategis bagi invasi di wilayah itu.

"Kami sudah bertindak secara bebas," kata Bagapsh. "Kami siap melaksanakan perintah dan akan bergerak lebih jauh jika ada perlawanan dari pihak Georgia."

Abkhazia dan wilayah lain Georgia, Ossetia Selatan, yang melepaskan diri dari pemerintah Tbilisi setelah perang awal tahun 1990-an dan mengatakan mereka tidak menginginkan apapun kecuali kemerdekaan penuh.

Georgia menganggap penguasan kembali atas kedua wilayah itu sebagai prioritas penting nasional.

Kedua wilayah itu didukung Rusia, yang mengirimkan pasukan ke Ossetia Selatan setelah Georgia melancarkan operasi militer pekan ini untuk menguasai kembali wilayah itu.

Bagapsh menambahkan ia juga mengumumkan mobilisasi pasukan cadangan untuk memperkuat posisinya.

"Kami sedang melakukan koordinasi aksi-aksi kami dengan sahabat paling besar kami," katanya.

"Saya telah meminta pasukan pemeliharaan perdamaian Rusia memperkuat kehadiran mereka di perbatasan Georgia-Abkhazia," tambahnya.

"Kontak-kontak dengan para pemimpin sekarang Georgia tidak mungkin," demikian Reuters.(*)


Peace.gif peace Peace.gif
Kaisar Volvo
QUOTE (The Cяew @ Aug 10 2008, 07:24 AM) *
Amrik ga bakal berani ngasih bantuan ke Georgia.. Just Kidding.gif
Seandainya berani.. kayanya kita kudu siap2 World War III

Kalau ini terjadi mampus lah kita semua... Zaman udah nuklir bro.. axehead.png



Yups maybe you're correct

If USA give a hand to Georgia, there will be a second part story of USA vs USR

like what Collin Powell said

President of US like a horseman with 2 horse control

1. control of Diplomacy
2. control of War

Which one will he choose?

OhYesOhNo
Source: Kompas.com Minggu, 10 Agustus 2008 | 17:47 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/10/1747...ngan.ke.georgia

Rusia Perluas Serangan ke Georgia


QUOTE
TBILISI, MINGGU - Rusia memperluas serangan bom ke negara tetangganya yang merupakan sekutu AS, Georgia. Untuk pertama kalinya, aksi pemboman Rusia diarahkan ke ibukota Georgia, Tbilisi.

Serangan Rusia itu dilancarkan saat pasukan Georgia ditarik mundur dari ibukota provinsi South Ossetia yang dipertikaikan. Kepala Dewan Keamanan Georgia Alexander Lomaia menerangkan pasukan Georgia terpaksa ditarik keluar dari Tskhinvali karena dihujani oleh serangan bom gencar dari Rusia.

Gemuruh suara beberapa jet tempur Rusia yang melintas di wilayah udara Georgia telah terdengar sejak Jumat (8/8) lalu. Sejumlah pesawat tempur Rusia ini diantaranya menyarangkan serangan bom ke kota pelabuhan Laut Hitam, Poti. Jet tempur Rusia juga membombardir sebuah pabrik di bagian timur wilayah pinggiran Tbilisi yang memproduksi pesawat tempur Sukhoi-25 untuk Georgia.

Presiden AS George W. Bush telah menyerukan segera diakhirinya aksi kekerasan dan pemboman yang digencarkan oleh Rusia. "Serangan tersebut berlangsung di wilayah Georgia, jauh dari zona konflik di South Ossetia. Serangan ini menandai eskalasi yang berbahaya bagi krisis di wilayah tersebut," jelas Bush kepada wartawan saat menghadiri Olimpiade Beijing.

JIM
Sumber : AP


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Antara News 10/08/08 21:50
http://www.antara.co.id/arc/2008/8/10/dewa...emelut-georgia/

Dewan Keamanan Bahas Kembali Kemelut Georgia


QUOTE
PBB (ANTARA News) - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dijadwalkan bersidang kembali pada pukul 11.00 (22.00 WIB) pada Minggu mambahas kemelut Georgia, kata kantor pers badan dunia itu.

Pada Sabtu, dewan itu gagal untuk kali ketiga dalam menyetujui seruan bersama gencatan senjata antara Georgia dan Rusia, saat keduanya memperebutkan daerah pemberontak Ossetia Selatan.

Anggota Dewan Keaman melakukan pertemuan darurat putaran ketiga pada Sabtu petang sejak Kamis malam, saat mereka mendengarkan perkembangan terkini menyangkut keadaan di Georgia.

Setelah pertemuan ditutup, Dutabesar Belgia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Jan Grauls, yang juga presiden dewan itu untuk bulan ini, mengatakan kepada wartawan bahwa hampir mustahil bagi Dewan Keamanan mengambil tindakan pada saat ini.

"Dengan rasa menyesal, saya datang untuk menyimpulkan bahwa sangat sulit, bila bukan mustahil, untuk menemukan kesamaan alasan di kalangan anggota Dewan mengenai rancangan pernyataan kepada pers," kata Grauls.

Georgia menarik mundur pasukannya dari Ossetia Selatan, yang memisahkan diri dari Georgia, tempat mereka bertempur melawan pasukan Rusia untuk menguasai ibukotanya, Tskhinvali, kata Kementerian Dalam Negeri Georgia pada Minggu.

"Mereka ditarik sepenuhnya," kata jurubicara kementerian itu, Shota Utiashvili, kepada kantor berita Inggris Reuters.

Jurubicara pemerintah perlawanan Ossetia Selatan, Irina Gagloyeva, pada Sabtu menyatakan 20 orang tewas dan 150 lagi cedera akibat serangan tengah malam oleh tentara Georgia terhap Tskhinvali.

Pasukan Georgia "secara teratur melancarkan serangan semalam suntuk terhadap Tskhinvali. Namun, keadaan kota itu kini pada umumnya tenang," kata Irina Gagloyeva kepada televisi Rusia, Vesti-24.

Gempuran tengah malam itu menewaskan 20 orang dan melukai 150 lagi, katanya.

"Kota itu hampir seluruhnya hancur. Warga di kota itu berlindung di tempat persembunyian dan di ruang di bawah tanah," kata pernyataan jurubicara itu di lamannya.

Pertempuran meluas ke lembah Kodori, daerah Abkhazia dikuasai Georgia, yang mencerminkan perluasan kemelut di Georgia, yang presidennya mendesakkan sikap mendukung Barat dengan setia.

Abkhazia adalah satu dari dua wilayah perlawanan Georgia dukungan Rusia, selain Ossetia Selatan, tempat pertempuran berkobar antara pasukan Rusia dengan Georgia sejak Kamis malam.

Presiden Georgia Mikheil Saakashvili dalam pernyataan disiarkan televisi pada Sabtu mengatakan bahwa pasukan Georgia memukul mundur beberapa serangan di daerah kekuasaan Georgia dari wilayah gerilyawan Abkhazia, demikian AFP.(*)


Peace.gif peace Peace.gif
bozan
georgia dan rusia sama2 aneh ... banyak pertanyaan besar yang muncul..

georgia kenapa melakukan invasi militer terhadap South Ossetia yang notabene udah memisahkan diri sejak 1990?
apa karena kebebasan yang diperoleh South Ossetia karena melalui perang separatis?
gue yakin ada yang jadi kompor sehinggga membuat Goergia berani berbuat begini, dan ini kalau gue boleh tunjuk adalah kerjaan pro barat/sekutu smile.gif

bagi rusia juga, kenapa ikut campur urusan South Ossetia?
apa karena South Ossetia yang pro bergabung dengan rusia?
kalau opini gue kemungkinan besar karena letak strategis dari South Ossetia sebagai perlintasan rute energi ke Eropa [dari eropa timur ke barat]

yang paling aneh menurut gue adalah sikap UN/PBB yang sangat lamban melakukan hal ini, apa yang mereka pikirkan?
ini menjadi bukti kalau UN hanya organisasi penjajahan modern yang dimiliki negara2 besar untuk mengatur negara2 kecil sebagai sapi perahan dan memaksakan kehendak. ShameOnYou.gif
karena mereka hanya berani ngasih sanksi buat negara kecil bukan buat negara besar Waiting.gif
semoga cepat selesai permasalahannya Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 11 Agustus 2008 | 08:16 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/11/0816...enjelasan.rusia

AS Tuntut Penjelasan Rusia


QUOTE
WASHINGTON, SENIN — Agresi Rusia ke wilayah Georgia tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja tanpa penjelasan.

Demikian dikatakan Wakil Presiden AS Dick Cheney ketika berbicara dengan Presiden Georgia Mikheil Saakashvili, Minggu (10/8) atau Senin (11/8) waktu Indonesia.

"Wakil presiden menyampaikan rasa solidaritas Amerika Serikat terhadap rakyat dan pemerintah Georgia yang terpilih secara demokratis yang kedaulatan dan integritas wilayahnya terancam," kata Lee Ann McBride, sekretaris pers Cheney mengutip pernyataan Cheney.

Kepada Saakashvili, Cheney mengatakan agresi Rusia tidak boleh dibiarkan tanpa ada penjelasan. "Kalau itu (agresi) berlanjut, akan ada konsekuensi atas hubungannya dengan AS dan komunitas internasional," kata Cheney, dikutip McBride.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Perancis Bernard Kouchner tiba di Tbilisi untuk memimpin tim penengah internasional, Minggu. Ini merupakan misi diplomatik tingkat tinggi pertama yang terbang ke wilayah tersebut dalam upaya menghentikan pertumpahan darah. Misi itu dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Moskow, Senin.

Setelah bertemu Saakashvili, Kouchner mengatakan bahwa penarikan tentara secara terkendali adalah prioritas utamanya.

"Kembali ke meja, perundingan, pembicaraan, penyelesaian politik. Itu lah. Mudah untuk dikatakan, sangat sulit untuk dilaksanakan," kata Kouchner kepada wartawan di Tbilisi.

Pengeboman berlanjut

Sementara itu, dari Georgia dilaporkan bahwa serangan gencar artileri Rusia dilancarkan ke Kota Gori. Di saat yang sama, pasukan darat dan pesawat Rusia bersiap melancarkan serangan ke jantung Georgia.

"Terjadi pemboman gencar terhadap Gori sepanjang malam dan sekarang kami menerima laporan mengenai serangan yang tak terelakkan oleh tank Rsuia," kata Shota Utiashvili, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Rusia.

Gori, yang terletak sekitar 65 kilometer di sebelah barat-laut ibukota Georgia, Tbilisi, tepat berada di sebelah selatan perbatasan dengan wilayah Ossetia Selatan yang memisahkan diri. Ossetia Selatan menjadi medan pertempuran sengit antara pasukan Georgia dan Rusia dalam beberapa hari belakangan.

Gori adalah yang terbesar di antara kota-kota kecil di Georgia yang berada di dekat wilayah itu. Kota ini menjadi penghubung strategis antara Georgia barat dan timur.

Utiashvili mengatakan tentara Rusia sedang mempersiapkan serangan darat. "Mereka belum ada di sana, tapi kelihatannya mereka sedang mempersiapkan diri untuk itu," katanya.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia yang dihubungi melalui telepon mengatakan ia tak dapat mengonfirmasi atau membantah laporan tersebut.

Militer Rusia memasuki Ossetia Selatan pekan lalu untuk mematahkan upaya Georgia guna menguasai kembali provinsi itu, yang memisahkan diri dari kekuasaan pusat dalam suatu perang pada awal 1990-an.

SAS
Sumber : AP


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Antara News 11/08/08 04:42
http://www.antara.co.id/arc/2008/8/11/al-r...-rudal-georgia/

AL Rusia Tenggelamkan Kapal Peluncur Rudal Georgia


QUOTE
Moskow, (ANTARA News) - Angkatan Laut Rusia hari Minggu menenggelamkan sebuah kapal Georgia yang membawa peluncur-peluncur rudal setelah bentrokan di laut, kata sejumlah kantor berita mengutip kementerian pertahanan.

Kapal-kapal Georgia dua kali berusaha menyerang kapal Rusia yang kemudian "melepaskan tembakan balasan, yang mengakibatkan salah satu kapal Georgia yang melancarkan serangan itu tenggelam", kata kantor-kantor berita itu sebagaimana dirangkum Reuters.

Laporan tersebut tidak memberikan penjelasan mengenai kapal mana yang terlibat dalam bentrokan atau dimana insiden itu terjadi.

Angkatan laut sebelumnya mengatakan, kapal-kapal perang Rusia yang semula dikabarkan berada di dekat perairan Georgia telah memasuki Novorossiisk, sebuah pelabuhan Laut Hitam Rusia di wilayah utara.

Sementara itu, panglima pasukan Rusia di wilayah separatis Georgia, Ossetia Selatan, cedera ringan selama pertempuran, kata Kantor Berita Interfax, Minggu, seperti dikutip Kantor Berita DPA.

Jendral Anatoly Khrulev, panglima Angkatan Darat ke-58, terkena pecahan peluru dan dibawa ke sebuah rumah sakit di Rusia, kata staf umum Rusia di Moskow.

Angkatan Darat ke-58 memerangi pasukan Georgia di Ossetia Selatan selama tiga hari terakhir.(*)


Source: Antara News 11/08/08 08:39
http://www.antara.co.id/arc/2008/8/11/pbb-...ssetia-selatan/

PBB Prihatin Situasi di Ossetia Selatan


QUOTE
Jenewa, (ANTARA News) - Pejabat tinggi PBB urusan pengungsi pada hari Minggu menyampaikan keprihatinan besar atas nasib buruk ribuan warga sipil yang terperangkap dalam pertempuran di wilayah separatis Georgia, Ossetia Selatan, dan sekitarnya.

"Konflik tersebut telah merenggut korban jiwa sipil dan lebih banyak lagi warga sipil menghadapi ancaman," kata Antonio Guterres, Komisaris Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR).

"Banyak orang memerlukan bantuan dan banyak orang lagi mencari keselamatan di tempat lain," katanya.

Dalam satu pernyataan, Guterres mengatakan akses kemanusiaan dan jalan aman untuk mencapai warga sipil yang kehilangan tempat tinggal dan pekerja bantuan yang berusaha menolong mereka sekarang sangat penting.

"Penting bahwa berbagai lembaga kemanusiaan dapat mencapai orang-orang yang terpengaruh dan kehilangan tempat tinggal, dan mereka yang terperangkap di daerah konflik diberi jalan ke daerah yang lebih aman sesegera mungkin," katanya.

"Sangat mendasar bahwa kedua pihak menghormati semua prinsip kemanusiaan dan menjamin perlindungan serta keselamatan warga sipil," katanya.

Beberapa ribu orang yang kehilangan tempat tinggal telah meninggalkan Ossertia Selatan ke berbagai wilayah lain Georgia, dan ribuan orang lagi telah pergi ke arah utara ke wilayah Ossetia Utara, Federasi Rusia, kata pemerintah di sana.

Guterres mengatakan UNHCR, yang memiliki kantor di kota Vladikavkaz, Ossetia Utara, siap memberi dukungan kemanusiaan, kalau saja pemerintah Rusia memintanya.

Lembaga kemanusiaan tersebut memiliki simpanan bantuan di Georgia dan Federasi Rusia.

Sementara itu Komisi Eropa, Ahad, mengumumkan bantuan kemanusiaan darurat bagi warga sipil yang menjadi korban konflik antara Georgia dan Rusia, demikian antara lain isi siaran pers yang disiarkan Komisi tersebut.

Komisi itu, sayap pelaksana Uni Eropa, mengucurkan dana satu juta euro dalam bantuan mendesak untuk membantu mengtatasi keperluan kemanusiaan mendesak yang dihadapi ribuan warga sipil yang menjadi korban pertempuran di wilayah Ossetia Selatan dan sekitarnya di Georgia.

"Komisi Eropa sangat prihatin dengan pertempuran itu dan mencela jatuhnya korban jiwa serta penderitaan kemanusiaan yang diakibatkannya," kata Louis Michel, Komisaris Eropa bagi Pembangunan dan Bantuan Kemanusiaan.

"Kami menyerukan segera dihentikannya permusuhan. Ribuan warga sipil, perempuan dan anak kecil terperang di dalam pertempuran di Ossetia Selatan dan sekitarnya," katanya.

Bantuan tersebut "adalah sumbangan pertama untuk memenuhi keperluan pokok kemanusiaan," katanya. "Dana lebih lanjut dapat dikeluarkan segera setelah penilaian akan keperluan di lapangan diselesaikan."

Bantuan tersebut akan mengatasi bantuan medis darurat, air dan kebersihan, makanan, barang non-pangan seperti selimut, pakaian, perangkat dapur, perlindungan dan tempat berteduh darurat, demikian antara lain isi siaran pers Komisi itu.

"Namun, tim bantuan darurat hanya mampu beroperasi jika semua pihak yang bertikai menghormati hukum kemanusiaan internasional. Akses kemanusiaan dan jalan aman untuk mencapai warga sipil yang kehilangan tempat tinggal serta pekerja bantuan sangat penting," kata Komisaris tersebut.

Banyak ahli dari departemen Bantuan Kemanusiaan Komisi itu (ECHO) berada di wilayah tersebut dan secara seksama mengamati situasi kemanusiaan, kata siaran pers tersebut.(*)


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Antara News 11/08/08 06:54
http://www.antara.co.id/arc/2008/8/11/rusi...ori-di-georgia/

Rusia Membom Kota Gori di Georgia


QUOTE
Tbilisi, (ANTARA News) - Kota Gori di Georgia menghadapi serangan "gencar" dari artileri Rusia sementara pasukan darat, pesawat Rusia bersiap melancarkan satu serangan, kata jurubicara Kementerian Dalam Negeri Georgia, Senin.

"Terjadi pemboman gencar terhadap Gori sepanjang malam dan sekarang kami menerima laporan mengenai serangan yang tak terelakkan oleh tank Rsuia," kata jurubicara Shota Utiashvili. seperti dilaporkan AFP.

"Gori sedang menghadapi pemboman sengit dari udara dan dari senjata artileri juga," katanya.

Gori, yang terletak sekitar 65 kilometer di sebelah barat-laut ibukota Georgia, Tbilisi, tepat berada di sebelah selatan perbatasan dengan wilayah Ossetia Selatan --yang telah menghadapi pertempuran sengit antara pasukan Georgia dan Rusia dalam beberapa hari belakangan.

Itu adalah kota kecil terbesar di Georgia yang berada di dekat wilayah itu dan penghubungan strategis penting antara Georgia barat dan timur.

Utiashvili mengatakan tentara Rusia sedang mempersiapkan serangan darat. "Mereka belum ada di sana, tapi kelihatannya mereka sedang mempersiapkan diri untuk itu," katanya.

Ditambahkannya, pasukan Georgia melepaskan tembakan balasan ke posisi-posisi Rusia.

Jurubicara bagi Kementerian Pertahanan Rusia yang dihubungi melalui telefon mengatakan ia tak dapat mengkonfirmasi atau membantah laporan tersebut.

Militer Rusia memasuki Ossetia Selatan pekan lalu untuk mematahkan upaya Georgia guna menguasai kembali provinsi itu, yang memisahkan diri dari kekuasaan pusat dalam suatu perang pada awal 1990-an.

Pesawat militer Rusia sejak itu telah membombardir sejumlah tempat di seluruh Georgia.

Georgia telah menawarkan gencatan senjata dan pembicaraan perdamaian kepada Rusia, Ahad, setelah menarik tentaranya dari ibukota Ossetia Selatan, dan para penengah memulai satu misi guna mengakhiri pertempuran tersebut yang dikutuk masyarakat internasional.

Namun sebagian pertempuran masih terjadi di berbagai wilayah Kaukasus itu, dan Rusia menuntut penarikan tanpa syarat Georgia.

Menteri Luar Negeri Perancis Bernard Kouchner tiba di Tbilisi untuk memimpin satu tim penengah internasional, misi diplomatik tingkat tinggi pertama yang terbang ke wilayah tersebut dalam upaya menghentikan pertumpahan darah. Misi itu dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Moskow, Senin.

Setelah pertemuan dengan Presiden Georgia Mikheil Saakashvili, Kouchner mengatakan "penarikan tentara secara terkendali" adalah prioritas utamanya.

"Kembali ke meja, perundingan, pembicaraan, penyelesaian politik. Itu lah. Mudah untuk dikatakan, sangat sulit untuk dilaksanakan," kata Kouchner kepada wartawan di Tbilisi.

Amerika Serikat mempertahankan kecaman kerasnya terhadap Rusia, dan mengutuk aksi militer Moskow "yang tak sesuia dan berbahaya".

Tank dan tentara Rusia menguasai Tskhinvali, ibukota wilayah itu yang porak-poranda, Ahad pagi, setelah pertempuran tiga-hari. Moskow menyatakan 2.000 warga sipil tewas dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal dalam satu "bencana kemanusiaan".

Belum ada konfirmasi terpisah mengenai jumlah korban tewas dan cedera di seluruh wilayah itu.

Konflik yang bergolak tersebut antara Rusia dan mantan tetangganya yang kecil dalam Uni Sovyet, Georgia, meletus Kamis malam, ketika Georgia mengerahkan pasukan ke dalam wilayah Ossetia Selatan, provinsi kecil pro-Rusia yang memisahkan diri dari kekuasaan Georgia pada 1990-an.(*)


Source: Antara News 11/08/08 07:31
http://www.antara.co.id/arc/2008/8/11/rusi...-rebut-georgia/

Rusia Ingin Rebut Georgia


QUOTE
Berlin, (ANTARA News) - Presiden Georgia, Mikheil Saakashvili, mengatakan Rusia bermaksud merebut negaranya untuk mengamankan jalur pasokan energi dari Asia tengah. Upaya tersebut juga untuk mengganggu demokrasi di kawasan tersebut.

"Mereka ingin seluruh Georgia," kata Saakashvili dalam wawancara pada hari Minggu dengan koran terbitan Jerman, Rhein-Zeitung , seperti dikutip Reuters.

"Rusia perlu menguasai jalur energi dari Asia tengah dan Laut Kaspia," katanya dalam wawancara yang akan dimuat pada edisi Senin koran tersebut.

"Selain itu, mereka ingin menyingkirkan kami, mereka menginginkan pergantian pemerintahan," kata dia."Setiap gerakan demokratik di kawasan ini (menurut mereka) harus disingkirkan," kata Saakashvil.

Presiden Georgia itu juga mengatakan dia sudah berbicara dengan Presiden AS, George W. Bush, yang memberi sinyal "dukungan penuh".

"Dia tahu bahwa sebenarnya ini bukan soal Georgia dan dalam beberapa hal ini berarti agresi terhadap Amerika," katanya kepada koran tersebut.(*)


Peace.gif peace Peace.gif
ada_dech
wah.......
PD3 neh.........


adoh.......
segeralah bertobat bro.........


noh da perang nuklir
lha kite????

sono make nuklir.......
kite make ape yak???
modern_boyz
Source: Kompas.com Sabtu, 9 Agustus 2008 | 04:12 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/09/0412...n.pasukan.rusia

1.400 Warga Sipil Tewas di Tangan Pasukan Rusia


QUOTE
MOSKWA, SABTU - Sekitar 1.400 warga sipil tewas Sabtu (9/8) saat pasukan Rusia melancarkan invasi ke wilayah yang dipertikaikan di South Ossetia, Georgia. Lebih dari 150 tank dan kendaraan tempur Rusia telah dikerahkan menuju Georgia saat pemberontak South Ossetia digempur oleh pasukan Georgia.

Sumber militer Rusia menyebutkan pasukan artileri dan tank mereka telah dikerahkan untuk menghadapi pasukan Georgia di sekitar ibukota South Ossetia, Tskhinvali. Rusia mengambarkan operasi militer tersebut sebagai serangan balas dendam setelah beberapa personil militernya yang ditempatkan di Georgia tewas terbunuh.

Georgia mengerahkan hingga 26.000 personil pasukannya untuk menghadapi serangan militer Rusia. Sekitar 2.000 personil pasukan Georgia juga telah ditarik dari misi di Irak untuk memperkuat pasukan di dalam negeri.

Namun, Presiden Georgia yang pro-Barat Mikhail Saakashvili menyebut operasi militer Rusia itu sebagai 'deklarasi perang' yang telah lama direncanakan. Mikhail Saakashvili telah memohon bantuan ke Amerika Serikat.

"Tank-tank Rusia terus memasuki wilayah kami," seru Mikhail Saakashvili seraya memohon bantuan AS. "Rusia terus melancarkan pemboman ke wilayah kami...terutama yang ditujukan ke penduduk sipil."

"Saya melihat jenazah bergelimpangan di jalan, sekitar bangunan yang roboh, serta beberapa kendaraan," kata Lyudmila Ostayeva (50) yang melarikan diri dengan keluarganya ke Dzhava, seorang dusun dekat perbatasan dengan Rusia.

"Saat ini sulit untuk menghitung jumlah korban tewas. Hampir tak tersisa lagi jumlah bangunan yang tidak rusak di South Ossetia," jelas kantor berita Rusia Interfax. (dailymail.co.uk)

JIM
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network



kok judulo beritanya rada menyimpang yahh

bukannya 1400 korban tewas gara2 Georgia nyerang Osetia Selatan dan kemudian Rusia baru ambil tindakan mukul mundur pasukan Georgia keluar dari Osetia Selatan

ini kompas yg bego????
waduh ternyata kompas pro Georgia yahhh...ini mahh berat sebelahhh...
BIAWAK
waduh kacau banget sih nih dunia, Iran belum selesai sama AS, eh Rusia udah duluan perang
IZRO'IL
waduh2... makin parah gitu kondisiny..
mudah2an amrika ga ikut terlibat, bisa mmperburuk suasana pastinya.. karna apapun maslhnya amerika pasti akan pro georgia.
amerika vs Rusia = perang nuklir = ancaman bagi penduduk dunia.
t3dd13 oke
Kayaknya gak ada untungnya maerika ikut perang...kayaknya hanya akan jadi agresi tunggal rusia tanpa ada kekuatan militer besar yang akan mencegah
byte
jago rusia ah, klo AS ikut2_an hajar aja skalian biar si Bush mambush [mampush] skalian
samael
Well...... dari sudut pandang gw sih gini.....

th 1990 Ossetia selatan berusaha memisahkan diri dari Georgia
th 1991 Ossetia selatan menyatakan kedaulatannya dengan ibukota Tskhinvali TAPI tidak diakui oleh PBB <-- dalam hal ini Ossetia selatan masih dinyatakan sebagai bagian dari Georgia

dulu sempat terjadi perang namun peperangan tersebut diakhiri untuk menghindari masalah dengan Rusia

8 Agustus 2008, pemerintah Georgia mengirimkan pasukan untuk merebut kembali Georgia



Bukankah kalau secara diplomatis Ossetia selatan masih menjadi bagian dari Georgia, maka pemisahan diri tsb bisa dianggap sebagai pemberontakan?

tidak usah jauh, lihat saja contoh kejadian serupa di indonesia seperti GAM ato masalah Timor Timur.
Sebagai contoh misal GAM (= Ossetia selatan) berusaha 'memerdekakan' Aceh dari Indonesia (= Georgia). Indonesia mengirimkan pasukannya untuk merebut Aceh. Tiba2 saja misalkan ada pasukan dari negara lain misal AS (= Rusia dalam kasus ini) untuk membantu GAM dan tiba2 membombardir Indonesia..... <-- disini juga permasalahannya..... yang jadi masalah GAM / Aceh tapi yang diserbu kok Indonesia?

Memberi bantuan pada GAM secara langsung, terlebih lagi bantuan militer sudah termasuk mencampuri urusan dalam negri Indonesia.
Terlebih lagi melakukan serangan langsung terhadap Indonesia berarti sudah melakukan pelanggaran wilayah dan melakukan agresi langsung......

mana yang benar dan mana yang salah? coba anda pikir baik2

btw sebagian (besar?) penduduk Ossetia selatan mungkin juga tidak setuju dengan pemisahan diri tersebut, hal ini dibuktikan dengan ketika ada kerusuhan seperti ini mereka mengungsi dan meminta perlindungan ke Georgia.

Anyway pada dasarnya perang memang tidak bisa dibenarkan..... lagipula masalah dari taon 1989 masi dibawa-bawa sampe sekarang...... lebih parah lagi kali ini yang jadi sasaran perang justru warga sipil...... keadaan dah terlalu kacau untuk mencari siapa yang benar dan siapa yang salah.......

CMIIW
bozan
^
QUOTE
Bukankah kalau secara diplomatis Ossetia selatan masih menjadi bagian dari Georgia, maka pemisahan diri tsb bisa dianggap sebagai pemberontakan?

Rusia adalah salah satu pemegang hak Veto di PBB, biar pun PBB bilang tidak mengakui juga bila hal ini di Veto oleh Rusia maka pernyataan PBB juga tidak sah.

berbeda dengan GAM, dimana Indonesia diakui secara Absolute oleh seluruh bangsa didunia, dimulai dengan India yang memberi pengakuan, walau negara2 lain waktu itu di PBB tidak/belum mengakuinya.

kalau mau perbandingan lebih dekat adalah konflik kita dengan timor2. cuman dalam hal ini Timor2 didukung PBB, tidak seperti South Ossetia.

permasalahan sebenarnya adalah:
1. Goergia menyerang South Ossetia sedangkan mereka sudah memiliki perjanjian gencatan senjata?
2. Rusia yang menyerang balik, karena ada sebagian tentara/warga SO yang memiliki paspor Rusia, hanya merupakan alasan untuk mendukung pemberontakan di SO?

apapun permasalahannya yang salah ya dua2nya, karena effect yang ditimbulkan untuk perebutan daerah kekuasaan sangat menyengsarakan Waiting.gif

Peace.gif
bozan
Selasa, 12 Agustus 2008 | 06:03 WIB
source: http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/12/...s.rusia-georgia

Dunia Kecam Krisis Rusia-Georgia

QUOTE
BRUSSELS, SENIN-Sejak pecahnya krisis Rusia-Georgia pada pekan lalu, kecaman dunia internasional tidak berhenti. Namun, komunitas internasional juga berupaya membantu menyelesaikan krisis tersebut secara damai.

Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jaap de Hoop Scheffer, Senin (11/8), menuding Rusia menggunakan kekuatan berlebihan dan melanggar wilayah Georgia dengan aksi militer di luar wilayah Ossetia Selatan.

”(Scheffer) sangat prihatin dengan penggunaan kekuatan yang tidak proporsional oleh Rusia dan tidak adanya penghormatan atas integritas wilayah Georgia,” kata juru bicara NATO, Carmen Romero.

Menteri Luar Negeri Georgia Ekaterine Tkeshelashvili akan bertemu dengan perwakilan NATO di Brussels, Selasa ini, untuk mendiskusikan krisis di wilayah Kaukasus itu. NATO menyatakan akan mendukung upaya mediasi, tetapi tidak mengeluarkan mandat untuk berperan langsung dalam konflik di Kaukasus.

Para pemimpin NATO, April lalu, menyatakan bahwa suatu saat nanti Georgia akan menjadi bagian dari NATO. Pernyataan itu memicu kemarahan Rusia yang menuding Barat terus ”merebut” negara-negara bekas Uni Soviet ke dalam pengaruhnya.

Inggris dan Amerika Serikat sama-sama mendukung sekutu mereka, Georgia, dan mengecam tindakan Rusia. Menlu Inggris David Miliband, Senin, mengecam Moskwa karena mengebom target yang jauh di luar Ossetia Selatan.

Presiden AS George W Bush juga mengecam serangan militer Rusia terhadap Georgia. Bush, yang tengah berada di China, mengatakan, kekerasan di Ossetia Selatan tidak bisa diterima dan menuding pengeboman oleh pasukan Rusia tidak proporsional.

”Saya katakan bahwa kekerasan itu tidak bisa diterima. Saya berharap (konflik) bisa diselesaikan secara damai,” kata Bush. Dia mengungkapkan bahwa dia berkomentar cukup keras saat bertemu dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin saat pembukaan Olimpiade Beijing di China, Jumat pekan lalu.

Upaya mediasi

Para menlu Uni Eropa akan menggelar pertemuan darurat, Rabu besok, soal Ossetia Selatan. Agenda pertemuan adalah mendengar laporan dari Menlu Perancis Bernard Kouchner yang tengah berada di Georgia untuk mengupayakan mediasi.

Kouchner telah bertemu dengan Presiden Georgia Mikhail Saakashvili dan menuju Moskwa, Senin malam. Kouchner mengusulkan rencana untuk mengakhiri konflik antara Georgia dan Rusia soal Ossetia Selatan melalui gencatan senjata segera, penarikan pasukan ke posisi sebelum 6 Agustus atau sebelum Georgia menyerbu Ossetia Selatan, dan penghormatan atas integritas teritorial Georgia.

Menlu Polandia Radoslaw Sikorski mengatakan bahwa Uni Eropa bisa memainkan peran stabilisasi di wilayah tersebut. Polandia dan negara-negara Balkan mengecam Rusia atas ”agresi” terhadap Georgia.

Para menlu negara-negara G-7 mendesak Rusia untuk menerima usulan gencatan senjata. Pihak Georgia telah menandatangani kesepakatan gencatan senjata, Senin.

Namun, PM Italia Silvio Berlusconi, sekutu dekat Putin, mengatakan bahwa Italia memihak Rusia. Dia juga menegaskan, sulit untuk bisa menciptakan sentimen anti-Rusia di Eropa. (AP/FRO)

Fransisca Romana
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network


gawat, sekarang Italia juga ikut2an Thinking.gif

Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 11 Agustus 2008 | 16:30 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/11/1630...nnya.di.georgia

Rusia Perluas Kehadirannya di Georgia


QUOTE
TBILISI, MINGGU - Rusia dan Georgia masih terlibat pertempuran sengit di darat dan laut, Minggu waktu setempat, meski pihak Georgia menawarkan gencatan senjata dan menarik pasukannya dari Provinsi Ossetia Selatan yang ingin memisahkan diri. Demikian kesimpulan pernyataan kedua belah pihak.

Pejabat Georgia mengatakan, pesawat-pesawat Rusia mengebom wilayah sekitar ibu kota Georgia, sementara tank-tank Rusia bergerak dari Ossetia Selatan ke wilayah Georgia. "Jet-jet Rusia itu menghancurkan fasilitas komunikasi di sebelah barat Tbilisi, Minggu pagi, dan menjadikan Pelabuhan Poti di Laut Hitam sebagai target serangan," ujar juru bicara Menteri Dalam Negeri Shota Utiashvili. Menurutnya, serangan Rusia itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Seorang Jenderal Rusia mengatakan bahwa tentara Georgia menjatuhkan tembakan gencar ke posisi di sekitar Tskhinvali, ibu kota Ossetia Selatan, Senin pagi, walau Georgia sudah menyatakan diri menarik dari kota itu dan mengusulkan gencatan senjata. "Pertempuran masih terjadi di beberapa titik", tulis kantor berita Interfax mengutip Mayjen Marat Kulakhmetov. Ia adalah komandan kontingen penjaga perdamaian dari Rusia yang berada di Ossetia Selatan sejak 1992. Rusia juga mengklaim telah menenggelamkan kapal Georgia yang mencoba menyerang kapal Rusia di Laut Hitam.

Sejauh ini Rusia sepertinya tidak menghiraukan seruan dunia untuk menghentikan peperangan walau dunia internasional mengutuknya. Mereka hanya akan mematuhi gencatan senjata bila tentara Georgia dipastikan menarik diri dari Ossetia Selatan.

Dikatakan Utiashvili, tank-tank Rusia berusaha menyeberang dari Ossetia Selatan ke wilayah Georgia, tapi dihadang angkatan bersenjata Georgia. Menurutnya, tank-tank itu mencoba mendekati Gori, tapi tidak menembakkan peluru ke kota berpenduduk 50.000 orang itu.

Rusia juga mengirimkan kapal-kapal Angkatan Laut untuk berpatroli di perairan Georgia di Laut Hitam. Dikatakan juru bicara AL Rusia Igor Dygalo, kapal-kapal mereka berhasil menenggelamkan satu dari empat kapal patroli Georgia yang mendekat dan menolak berhenti.

Ossetia Selatan melepaskan diri dari kontrol Georgia di tahun 1992. Saat itu Rusia memberikan paspor pada penduduknya dan membujuk pemimpin separatis setempat untuk bergabung dengan Rusia. Sementara Georgia, yang tentaranya dilatih tentara AS, mulai berusaha mendapatkan kembali kendali atas Georgia sejak Jumat. Mereka menembakkan roket dan artileri ke ibukota Tskhinvali yang dikatakan sebagai balasan atas serangan kelompok separatis.

Sebagai balasan, Rusia meluncurkan serangan artileri dan serangan udara ke posisi tentara Georgia. Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Grigory Karasin, lebih dari 2.000 orang terbunuh di Ossetia Selatan sejak Jumat, kebanyakan warga Ossetia berpaspor Rusia. Jumlah itu masih simpang siur, tapi pengungsi yang meninggalkan kota mengatakan ratusan orang tewas.

Sumber : AP


Source: Kompas.com Senin, 11 Agustus 2008 | 22:52 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/11/2252....invasi.georgia

Rusia Invasi Georgia


QUOTE
TBILISI, SENIN-Rusia kembali membuka konfrontasi dengan Georgia. Kendaraan-kendaran tempur tentara Rusia terus merangsek masuk dan mengepung sebuah markas militer di sebelah barat wilayah Georgia, Senin Waktu setempat.

Walau Presiden Georgia Mikhail Saakashvili telah mengajukan gencatan senjata, hal itu tidak mengurangi gempuran tentara Rusia. Kabar terakhir menyebutkan, tentara Rusia telah menginvasi wilayah Georgia di Provinsi Abkhazia. Sementara itu, tentara Georgia telah terkepung dan tidak bisa berbuat apa-apa di Ossetia Selatan.

Sekretaris Dewan Keamanan Georgia Alexander Lomaia mengungkapkan bahwa pasukan infanteri Rusia juga telah menguasai markas militer Georgia di Senaki, sebuah kota di bagian barat Georgia. Juru Bicara Departemen Dalam Negeri Georgia Shota Utiashvili menambahkan, Rusia juga telah masuk ke wilayah Zugdidi dan menguasai markas polisi.

Sebelumnya pesawat-pesawat tempur Rusia telah mengebom radar-radar di bandara Tbilisi dari Minggu malam hingga sampai Senin. "Radar-radar itu mengalami kerusakan ringan, namun bandara masih terus bekerja normal," kata Utiashvili.

Akibat pengeboman itu, maskapai penerbangan Austria, Azerbaijan dan Turki menghentikan penerbangannya ke Tbilisi. Sementara itu pesawat pemerintah Polandia yang membawa 95 orang yang diungsikan dari Georgia tiba di Warsawa. Di antara yang dievakuasi adalah warga Polandia, orang-orang yang berasal dari Polandia, dan delapan warga Czechnya.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner berencana akan mengunjungi kota Georgia, Gori, untuk membezuk para korban perang Georgia-Rusia.

Konflik Rusia dan Georgia bermulai dari Provinsi Ossetia Selatan melepaskan diri dari kontrol Georgia di tahun 1992. Saat itu Rusia memberikan paspor pada penduduknya dan membujuk pemimpin separatis setempat untuk bergabung dengan Rusia. Sementara Georgia, yang tentaranya dilatih tentara AS, mulai berusaha mendapatkan kembali kendali atas Ossetia Selatan

ROY
Sumber : A.P


Source: Kompas.com Selasa, 12 Agustus 2008 | 00:14 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/12/0014...ibukota.georgia

Tentara Rusia Semakin Dekati Ibukota Georgia


QUOTE
TBILISI, SENIN-Invasi tentara Rusia ke dalam wilayah Georgia semakin luas. Kabar terakhir, Senin (11/8), menyebutkan, pasukan infanteri Rusia yang didukung tank serta kendaraan tempur lainnya, telah menguasai Gori, sebuah kota yang hanya berjarak 60 km dari ibukota Georgia, Tbilisi.

Semakin dekatnya tentara Rusia membuat Pemerintah Georgia mengeluarkan pernyataan resmi yang intinya akan menarik seluruh tentara masuk ke Tbilisi, ibukota Georgia. Seluruh tentara akan diinstruksikan mempertahankan Tbilisi dari invasi tentara Rusia.

"Saat invasi Angkatan Darat Rusia sudah memasuki wilayah Georgia jauh dari wilayah konflik di Abkhazia dan Ossetia Selatan. Angkatan Darat Georgia ditarik mundur untuk mempertahankan ibukota negara," demikian pernyataan Pemerintah Georgia.

Semakin dekatnya kehadiran tentara Rusia ke Tbilisi memunculkan spekulasi bahwa Rusia ingin menumbangkan pemerintahan yang sah di Georgia.

Sementara itu tekanan dunia internasional belum mampu meredakan ketegangan. Kecaman internasional tidak membuat Rusia menghentian agresinya. Namun, upaya untuk mencari titik temu dalam pertikaian itu sudah mulai dirintis. Duta Besar Rusia untuk NATO Dmitry Rogozin telah dijadwalkan untuk bertemu dengan pejabat NATO guna mencari solusi.

"Misi Rusia untuk NATO memutuskan mengusulkan penyelenggaraan pertemuan luar bias Dewan NATO-Rusia. Kami menekankan bahwa sebelum NATO menyampaikan pernyataan, mereka perlu melakukan pekerjaan yang bertanggung jawab untuk menemukan fakta," ungkap Rogozin.

ROY
Sumber : A.P


Source: Kompas.com Selasa, 12 Agustus 2008 | 01:03 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/12/0103...n.besar.georgia

Presiden Saakashvili: Rusia Kuasai Sebagian Besar Georgia


QUOTE
TBILISI, SELASA-Presiden Georgia Mikheil Saakashvili menyatakan bahwa sebagian besar wilayah negaranya telah dikuasi tentara Rusia. "Hampir seluruh wilayah Georgia sudah dikuasai tentara Rusia," ungkap Saakashvili yang disiarkan secara nasional oleh televisi Georgia, Senin waktu setempat atau Selasa WIB.

Dia mengatakan, Georgia sudah menerima sejumlah bantuan kemanusiaan dari berbagai negara. Namun, kata Saakashvili, negaranya membutuhkan bantuan yang lebih banyak lagi. "Kami membutuhkan bantuan yang lebih lagi," katanya.

Saakashvili juga sudah menandatangani surat perjanjian gencatan senjata yang didukung Uni Eropa untuk diserahkan kepada Rusia. Namun, upaya tersebut belum ditanggapi dengan baik karena tentara Rusia terus melancarkan invasi ke wilayah Georgia.

Dari kota Zugdidi, Georgia, dilaporkan bahwa tentara Rusia telah menguasai markas kepolisian. Selain itu, beberapa tentara telah menjadikan kantor pemda setempat sebagai pos penjagaan. Sedangkan tank dan kendaraan militer lainnya, melakukan patroli menjelajahi seluruh kota.

Menyikapi konflik antara Rusia dan Georgia, Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengadakan pertemuan guna membahas kemungkinan pengiriman pasukan penjaga perdamainan PBB

ROY
Sumber : A.P


Source: Kompas.com Selasa, 12 Agustus 2008 | 01:10 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/12/0110...ossetia.selatan

Tak Ada Korban WNI di Ossetia Selatan


QUOTE
JAKARTA, SELASA-Juru Bicara Departemen Luar Negeri RI (Deplu RI) Teuku Faizasyah menyatakan tak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal maupun menjadi korban dalam pertikaian antara Rusia dan Georgia di Provinsi Ossetia Selatan.

Hal itu diungkapkan Teuku Faizasyah saat dihubungi Kompas.com via telepon, Senin (11/8) malam. "Konflik bersenjata itu kan terjadi di sekitar Provinsi Ossetia Selatan yang penduduknya hanya sekitar 70 ribu dan tidak ada warga kita disana, itu kabar dari perwakilan kita di Kiev," kata Faizasyah.

Ia menjelaskan kalau memang ada warga kita yang disana maka perwakilan di Kiev sudah memberi kabar terbaru. "Saya terus pantau kalau memang ada kabar terbaru dari sana. Tapi setahu saya memang tak ada warga kita disana, kan propinsinya juga sedikit penduduknya," kata Faizasyah.

Seperti diberitakan, sejak Minggu (10/8), Rusia memperluas serangan bom ke negara tetangganya yang tak lain sekutu AS, Georgia. Konflik ini telah mengakibatkan sedikitnya 34 ribu orang menjadi pengungsi. Sedangkan jumlah korban tewas dalam konflik militer di Ossetia Selatan dilaporkan sumber BBC, telah mencapai 1.500 orang yang sebagian besar di antaranya adalah warga sipil. (MYS)

MYS
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network


Source: Kompas.com Selasa, 12 Agustus 2008 | 02:03 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/12/0203...kuasi.dari.gori

Presiden Georgia dan Menlu Perancis Dievakuasi dari Gori


QUOTE
PARIS, SENIN-Presiden Georgia Mikheil Saakashvili dan Menteri Luar Negeri Perancis Bernard Kouchner, Senin waktu setempat, diterbangkan keluar dari kota Gori, Georgia, yang terletak di dekat perbatasan Ossetia Selatan, karena alasan keamanan.

"Keadaannya tegang, relatif berbahaya," kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Perancis di Paris. Kouchner diterbangkan ke kota Rusia Vladikavkas, dan dari situ ia akan melanjutkan perjalanan ke Moskow, kata juru bicara itu.

Menurut laporan surat kabar Perancis Le Figaro, sebuah helikopter yang tidak diketahui asalnya mengangkut aparat-aparat keamanan. Para pengawal membawa kedua politikus itu ke sebuah kendaraan lapis baja. Saakashvili dan Kouchner telah mengunjungi korban-korban konflik di Gori. Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, yang saat ini memimpin Uni Eropa, diperkirakan tiba di kawasan itu pada Selasa.

Bantah duduki Gori

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia hari Senin membantah klaim Georgia bahwa pasukan Rusia menduduki kota Gori, kata Kantor Berita Interfax. "Pasukan tidak menduduki kota Gori. Informasi ini tidak sesuai dengan kenyataan," kata seorang jurubicara Kementerian Pertahanan Rusia kepada Interfax.

Pasukan Rusia, kata kementerian itu, juga tidak berniat menyerang Tbilisi, ibukota Georgia, kata kantor berita itu. "Kami tidak berencana dan tidak pernah memiliki rencana untuk bergerak maju ke Tbilisi," kata Interfax mengutip seorang pejabat kementerian itu.

ROY
Sumber : Antara


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Selasa, 12 Agustus 2008 | 21:24 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/12/2124...nggris.khawatir.

Rusia Akhiri Serangan, Warga Inggris Khawatir


QUOTE
MOSKWA, SELASA - Presiden Rusia Dmitry Medvedev telah mengumumkan diakhirinya operasi militer terhadap Georgia. Namun, beberapa pesawat tempur Rusia terus membombardir beberapa target di Georgia sehingga menewaskan seorang wartawan Belanda setelah pesawat tempur Rusia menyarangkan serangan bom ke sebuah pusat media di Gori yang didirikan di lantai atas pusat radio dan televisi kota tersebut. Serangan ini berlangsung saat sejumlah warga Inggris yang merasa cemas akan keselamatan diri mereka dievakuasi dari ibukota Georgia, Tbilisi.

Duta besar Inggris untuk Georgia Denis Keefe mendesak seluruh warga Inggris meninggalkan Georgia saat seluruh rute ke luar negara tersebut belum tertutup. Warga yang panik menumpuk persediaan pangan dan air saat beberapa laporan yang beredar mengindikasikan bahwa perjalanan darat maupun jembatan menuju Tbilisi telah diputus oleh pasukan Rusia. Presiden Georgia Mikhail Saakashvili menekankan negaranya tidak mengenal kata menyerah dan menuduh Moskwa telah melancarkan pembasmian etnik.

Krisis tersebut saat ini meluas saat pasukan pemberontak dukungan Rusia di Abkhazia, wilayah separatis kedua, melancarkan perlawanan baru dengan serangkaian serangan artileri untuk mengusir pasukan Georgia keluar dari Abkhazia. "Georgia tidak akan pernah menyerah," tegas Saakashvili dalam wawancaranya dengan jaringan televisi AS, CNN.

Pertempuran pecah akhir pekan lalu setelah Georgia mengirimkan pasukan ke South Ossetia. Intensitas pertempuran meningkat setelah pasukan Rusia Minggu (10/8) untuk pertama kali memasuki wilayah Georgia untuk merebut 2 kota strategis.

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dijadwalkan bertolak Selasa ini ke Moskow dan Tbilisi sebagai upaya untuk menciptakan gencatan senjata yang selama ini ditolak oleh Rusia. Para pemimpin Rusia, termasuk perdana menteri Vladimir Putin, balas menuduh Georgia melaksanakan genosida dalam serangan pekan lalu untuk merebut South Ossetia. Rusia juga menuduh Georgia menolak untuk tunduk pada tekanan internasional guna mencapai gencatan senjata.

Georgia yang berbatasan dengan Laut Hitam di antara Turki dan Rusia dipimpin oleh Moskwa selama hampir 2 abad hingga menjelang pecahnya Uni Soviet pada tahun 1991. Baik warga South Ossetia dan Abkhazia telah mengelola wilayah mereka tanpa mendapatkan pengakuan internasional sejak berjuang memisahkan diri dari Georgia pada awal tahun 1990an. Baik South Ossetia dan Abkhazia mempunyai keeratan hubungan dengan Moskwa.

JIM
Sumber : daily mail


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Rabu, 13 Agustus 2008 | 03:26 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/13/0326....tetap.berjalan

Rusia Perintah Penghentian Perang,
Bombardir Tetap Berjalan


QUOTE
TBILISI, RABU - Rusia telah memerintahkan penghentian pertempuran di Georgia Selasa (12/8), 5 hari setelah dilangsungkannya serangan udara dan darat yang melumpuhkan perlawanan pasukan Georgia. Namun, Georgia menekankan pasukan Rusia masih melancarkan aksi pemboman dan penembakan.

Meskipun perintah penghentian pertempuran telah disampaikan oleh Presiden Rusia Dmitry Medvedev lewat televisi, pasukan Rusia masih menggencarkan serangan di Abkhazia dengan mengirimkan sejumlah tank, kendaraan tempur serta artileri ke wilayah yang dipertikaikan itu. Mayor Jenderal Anatoly Zaitsev, pejabat militer di Abkhazia, menerangkan pasukan Georgia telah dipaksa mundur dari wilayah pertahanan terakhir di provinsi separatis tersebut. Namun, keterangan penarikan pasukan Georgia tersebut tidak dapat segera dikonfirmasi.

Beberapa jam sebelum perintah pertempuran dikeluarkan, beberapa jet tempur Rusia membombardir lintasan jalan di kota Gori, dekat wilayah separatis South Ossetia. Kantor pos dan universitas Gori telah dibakar Selasa kemarin dan sebagian besar wilayah ini telah dikosongkan setelah sejumlah besar penduduk dan pasukan Georgia meninggalkan wilayah tersebut Senin (11/8) untuk menghindari diri dari serangan pasukan Rusia.

Dalam keterangannya di Moskwa, Medvevev menyatakan Georgia telah cukup menerima hukuman lewat serangan yang dilancarkan pasukan Rusia ke South Ossetia. Georgia melancarkan serangan Kamis (7/8) lalu untuk merebut provinsi yang dikuasai oleh pasukan separatis dan memiliki kedekatan hubungan dengan Rusia. "Pasukan Georgia telah menerima hukuman dan mengalami kekalahan besar. Militer Georgia telah dilumpuhkan," kata Medvedev.

Rusia menuduh Georgia telah menewaskan lebih dari 2.000 orang yang sebagian besar warga sipil di provinsi separatis South Ossetia. Laporan tersebut tidak dapat secara independen dikonfirmasi. Namun, beberapa saksi mata yang melarikan diri meninggalkan wilayah ini akhir pekan lalu melaporkan ratusan orang tewas dalam konflik bersenjata antara Rusia dan Georgia itu.

Puluhan ribu orang yang cemas akan keselamatan hidup mereka telah melarikan diri dari pertempuran. Warga South Ossetia melarikan diri ke arah utara atau Rusia, sementara warga Georgia melarikan diri ke ibukota Tbilisi dan arah timur menuju pantai Laut Hitam Georgia.

JIM
Sumber : AP


Peace.gif peace Peace.gif
bozan
mana nih taringnya PBB? Waiting.gif
tidak ada bukti yang nyata mengenai fungsi PBB, seharusnya mereka sudah mulai bertindak dengan setidaknya mengirimkan bantuan dan melakukan upaya perundingan untuk menghentikan peperangan.

atau kalau dirasa perlu mengirimkan pasukan perdamaian --> apa karena Rusia merupakan salahsatu dari dewan keamanan di PBB yang punya hak veto sehingga PBB tidak dapat melakukannya? Waiting.gif

Peace.gif

girlpower
Org (eks) komunis koq goblok amat yach, masa reaksinya begitu.
Ini mah nanti cuma dipake alasan oleh Cheney cs utk nguras minyak di wilayah kaukasia (caucasus).
Pasti rusia nanti ditendang dari G8, lihat aja deh. Emangnya rusia itu sekuat sovyet.
Ah tapi tahu ah, lihat aja nanti.
IZRO'IL
QUOTE (OhYesOhNo @ Aug 13 2008, 04:16 AM) *
QUOTE

Meskipun perintah penghentian pertempuran telah disampaikan oleh Presiden Rusia Dmitry Medvedev lewat televisi, pasukan Rusia masih menggencarkan serangan di Abkhazia dengan mengirimkan sejumlah tank, kendaraan tempur serta artileri ke wilayah yang dipertikaikan itu. Mayor Jenderal Anatoly Zaitsev, pejabat militer di Abkhazia, menerangkan pasukan Georgia telah dipaksa mundur dari wilayah pertahanan terakhir di provinsi separatis tersebut.
JIM
Sumber : AP


Peace.gif peace Peace.gif


Bner2 parah neh...
Tentara rusia pada ga dengerin perintah presideny, atau mungkin Medvedev cuma pura2 aja memerintahkan penghentian serangan.
PBB cuma gerak cepat kalao yg bikin masalh itu negara2 timur tengah...
menghadapi rusia reaksinya lambat banget..
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Rabu, 13 Agustus 2008 | 18:24 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/13/1824...ng.dengan.rusia

AS Batalkan Latihan Perang dengan Rusia


QUOTE
WASHINGTON, RABU - AS terus menekan Rusia atas agresinya ke Georgia. Setelah mengecam keras, AS akhirnya membatalkan latihan perang gabungan dengan Rusia.

"Sehubungan dengan konflik ini, tidak mungkin kami dapat meneruskan pelatihan gabungan ini pada saat sekarang," kata seorang pejabat senior pertahanan AS, yang berbicara tanpa bersedia namanya disebutkan, Selasa (12/8) atau Rabu (13/8) waktu Indonesia.

Ia mengatakan latihan gabungan yang diberi nama FRUKUS pada 15-23 Agustus itu telah dibatalkan. Latihan itu melibatkan kapal-kapal perang dari Rusia, Prancis, Inggris dan AS di Laut Jepang serta komponen menuju pantai di pelabuhan Vladivostok, Rusia. Itu merupakan bagian terakhir dari rangkaian pelatihan perang gabungan yang dimulai tahun 1988.

Pengumuman itu dibuat ketika pemerintah AS mempertimbangkan sejumlah tanggapan terhadap serangan Rusia "yang tidak sepadan" terhadap Georgia setelah menuntut Moskow mentaati janjinya untuk menghentikan ofensif militer itu.

"Rusia harus menghentikan operasi-operasi militernya , sementara mereka tampaknya mengatakan mereka ingin melakukan itu, tetapi operasi-operasi militer itu dilakukan juga, sekarang harus dihentikan karena ketenangan perlu dipulihkan," kata Menlu AS Condoleeza Rice.

Rice mengatakan Presiden AS George W Bush memperingatkan agar aksi-aksi Moskow telah merusak reputasi Rusia di dunia. "Saya dapat memastikan bahwa reputasi Rusia dan peran apa yang dapat dilakukan Rusia di masyarakat internasional sangat dipertaruhkan di sini," kata Rice kepada televisi ABC.

Para pejabat lainnya mempertanyakan usaha-usaha Rusia sekarang untuk bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) serta keanggotaannya dalam Kelompok Delapan negara industri (G-8) "Rusia jauh lebih banyak kerugian ketimbang yang dialami Uni Sovyet tahun 1968," kata Rice.

SAS
Sumber : Ant


Source: Kompas.com Kamis, 14 Agustus 2008 | 05:24 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/14/0524...encatan.senjata.

Rusia-Georgia Sepakati Gencatan Senjata


QUOTE
TBLISI, RABU — Rusia dan Georgia menyatakan setuju dengan rencana penyelesaian konflik yang diusulkan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy. Elemen kunci dari kesepakatan itu adalah penarikan seluruh pasukan ke titik sebelum pertempuran pecah di Ossetia Selatan pada pekan lalu.

Kesepakatan itu terdiri atas lima poin yang mewajibkan semua pihak untuk menghentikan pertempuran. ”Teks sudah ada. Sudah diterima di Moskwa, sudah diterima di Georgia. Saya telah memegang persetujuan semua pihak,” kata Nicolas Sarkozy, Rabu (13/8).

Presiden Georgia Mikhail Saakashvili menegaskan, kesepakatan damai tidak berkompromi soal integritas teritorial Georgia. Istilah yang diperdebatkan soal ”negosiasi status masa depan” Ossetia Selatan dan Abkhazia, dua provinsi separatis di Georgia, diubah menjadi ”diskusi untuk menjamin keamanan dan stabilitas” di kedua provinsi tersebut.

Kesepakatan damai dicapai beberapa jam setelah Presiden Rusia Dmitry Medvedev memerintahkan penghentian operasi militer di Ossetia Selatan. Georgia menyatakan telah menarik seluruh pasukan di Ossetia Selatan dan mengakhiri serangan atas provinsi tersebut yang dimulai pada 6 Agustus.

Situasi di Ossetia Selatan dan Abkhazia dilaporkan relatif tenang. Di ibu kota Ossetia Selatan, Tskhinvali, suara tembakan sesekali terdengar, tetapi tidak dilaporkan terjadi insiden besar.

Di Moskwa, bendera dikibarkan setengah tiang, menandai hari berkabung atas tewasnya korban saat Rusia mengerahkan tank dan tentara ke Ossetia Selatan untuk menghentikan Georgia yang ingin merebut kembali provinsi itu.

Skeptis

Meskipun gencatan senjata dan kesepakatan damai tercapai, banyak pihak skeptis soal selesainya konflik Rusia-Georgia. Media Rusia meragukan apakah konflik benar-benar usai.

”Masih terlalu dini menyimpulkan apakah kesepakatan yang dicapai Medvedev dan Sarkozy benar-benar mengakhiri aksi militer di Ossetia Selatan", tulis harian Komsomolskaya.

Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jaap de Hoop Scheffer mengatakan, keputusan Rusia untuk menghentikan operasi militer di Georgia penting, tetapi tidak cukup. Scheffer mendesak agar kedua pihak menarik pasukan ke posisi sebelum konflik.

Tidak lama setelah kesepakatan damai tercapai, Rabu, saksi mata melaporkan, barisan tank dan pasukan bersenjata Rusia terlihat keluar dari kota Gori menuju ke arah Tblisi.

Di Gori, 75 kilometer dari Tblisi, warga setempat melaporkan terjadi penjarahan. Tank-tank Rusia juga terlihat berpatroli di kota tersebut. Namun, Rusia menyatakan tidak ada lagi pasukan tersisa di Gori.

Beberapa pesawat tempur Abkhazia juga dilaporkan terbang memasuki wilayah udara Georgia, Rabu. Sebuah laporan juga menyebutkan bahwa milisi Ossetia Selatan menjarah dan membakar bangunan milik warga Georgia. ”Sangat jelas bahwa konfrontasi belum selesai", tulis harian Rusia, Kommersant.

Fransisca Romana
Sumber : Kompas Cetak


Source: Kompas.com Kamis, 14 Agustus 2008 | 10:16 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/14/1016...encatan.senjata

Rusia Abaikan Gencatan Senjata


QUOTE
OUTSIDE GORI, KAMIS - Militer Rusia mengabaikan gencatan senjata yang disepakati dengan Georgia untuk menghentikan kontak senjata.

Reporter Associated Press menyaksikan sebuah konvoi terdiri dari belasan truk dan kendaraan lapis baja Rusia meninggalkan Gori, 35 km dari wilayah separatis Ossetia Selatan dan masuk lebih dalam ke wilayah Georgia, Kamis (14/8) pagi.

Para serdadu di truk itu melambaikan tangan kepada para wartawan sambil bergurau. "Ikutlah kami, cantik. Kami sedang menuju Tblisi," kata mereka.

Konvoi itu terus mengarah ke tenggara, ke arah Tblisi, ibu kota Georgia. Namun mereka kemudian berbalik ke utara dan membangun kemah di sekitar 1 jam perjalanan dari Tblisi.

Para pejabat Georgia mengatakan, pasukan Rusia telah menjarah dan mengebom Gori sebelum pergi. Moskow membantah tudingan itu, namun tampaknya itu hanya teknis. Seorang reporter BBC di Gori menyaksikan tank-tank Rusia berjaga di jalanan, sementara sekutu mereka dari Ossetia Selatan merampas mobil, lalu menjarah dan membakar sejumlah rumah.

SAS
Sumber : AP


Source: Kompas.com Kamis, 14 Agustus 2008 | 13:20 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/14/1320...mi.atau.georgia

Rusia kepada AS: Pilih Kami atau Georgia


QUOTE
MOSKWA, KAMIS — Konflik di Georgia akhirnya melebar. Rusia yang tidak mau begitu saja ditekan AS balik menekan dan memaksa AS memilih salah satu, Rusia atau Georgia.

Ancaman itu dilontarkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Rabu (13/8) atau Kamis waktu Indonesia. Menurut Lavrov, AS harus memilih salah satu, hubungan pertemanan yang nyata dengan Rusia atau hubungan khayalan dengan Georgia.

"Kami sadar bahwa AS sangat tidak nyaman dalam proyek ini. Tetapi pilihan tetap harus diambil antara pertimbangan prestise hubungan khayalan dan pertemanan nyata yang membutuhkan upaya kolektif," kata Lavrov yang menyebut Georgia menjadi proyek bagi AS.

Namun, agaknya AS juga sudah tidak mau lagi mundur dari sikap semula, yaitu mendukung Georgia. "Soal pilihan, saya rasa AS sudah jelas memihak pemerintahan Georgia yang terpilih secara demokratis," kata Menlu AS Condoleezza Rice.

Rice pun mendesak Rusia mematuhi gencatan senjata setelah membaca laporan bahwa negara itu melanggar gencatan senjata yang ditandatangani, Selasa, oleh Rusia dan Georgia. Dalam gencatan senjata itu, kedua pihak sepakat menarik mundur pasukannya ke posisi sebelum konflik. "Rusia sudah terancam oleh konsekuensi internasional atas agresinya di Georgia," kata Rice.

Rice tidak khawatir Moskwa tidak akan membantu Washington lagi dalam diplomasi kasus nuklir Iran dan Korea Utara. "Mari kita perjelas kepentingan siapa yang terpenuhi dalam hubungan AS-Rusia dalam soal nuklir Iran dan Korea Utara? Bukan kepentingan AS," kata Rice.

Rice sendiri akan segera ke Paris lalu Tblisi untuk menggalang dukungan membebaskan Georgia. Rice mengatakan, "Ini bukan tahun 1968 dan invasi Czechoslovakia, tempat Rusia mengancam satu tetangganya, menguasai ibu kotanya, lalu menggulingkan pemerintahannya. Zaman sudah berubah," kata Rice.

Soal agresi itu, Wakil Perdana Menteri Rusia Sergei Ivanov membandingkan agresi negaranya dengan reaksi AS atas serangan 11 September 2001. "Kami hanya bereaksi, karena tidak punya pilihan lain. Setiap negara beradab akan bereaksi sama. Saya ingatkan soal 11 September, reaksinya mirip. Orang Amerika terbunuh. Anda tahu reaksinya," kata Ivanov kepada BBC World News.

SAS
Sumber : CNN


Source: Kompas.com Kamis, 14 Agustus 2008 | 20:57 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/14/2057...ngan.2.provinsi

Rusia: Georgia akan Kehilangan 2 Provinsi


QUOTE
GORI, KAMIS - Sejumlah ledakan terdengar di sekitar kota Gori, Georgia, Kamis (14/8), saat belum diketahuinya kepastian penarikan pasukan Rusia dari wilayah tersebut. Sementara di Moskwa, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mendeklarasikan ke seluruh dunia bahwa Georgia akan kehilangan 2 provinsi separatisnya, South Ossetia dan Abkhazia.

Deklarasi itu disampaikan Sergey Lavrov pada saat bersamaan dengan diumumkannya pertemuan Presiden Rusia Dmitry Medvedev dengan sejumlah pemimpin dari 2 provinsi separatis. Pertemuan tersebut merupakan isyarat nyata tentang kemungkinan Rusia merangkul 2 provinsi separatis itu.

Penolakan Rusia untuk menarik pasukan dari Georgia dan komentar miring soal perdamaian yang dikeluarkan Moskwa menjadi tantangan bagi penerapan kesepakatan gencatan senjata yang disusun Uni Eropa untuk mengakhiri pertempuran selama 7 hari. Kesepakatan gencatan senjata Uni Eropa itu menetapkan agar pasukan Rusia dan Georgia kembali ke posisi awal mereka.

Setidaknya 20 ledakan yang disertai suara tembakan senjata terdengar di dekat Gori. Belum dapat dipastikan apakah ledakan dan tembakan senjata itu berasal dari pertempuran baru antara pasukan Rusia dan Georgia. Namun, suara ledakan dan tembakan senjata itu terdengar serupa dengan suara desingan mortar atau artileri saat pasukan Georgia dan Rusia masih terlibat bentrokan bersenjata di pinggiran kota Gori.

Georgia melaporkan Kamis pagi tadi waktu setempat bahwa pasukan Rusia telah meninggalkan Gori. Namun, Georgia justru kemudian menuduh Rusia mengerahkan pasukan tambahan ke Gori.

JIM
Sumber : AP


Source: Kompas.com Jumat, 15 Agustus 2008 | 01:21 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/15/0121...tiba.di.georgia

Pesawat Bantuan Kedua AS Tiba di Georgia


QUOTE
WASHINGTON, KAMIS - Sebuah pesawat kargo kedua militer AS C-17 yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Georgia yang dilanda konflik tiba di ibukota negara itu, Tbilisi, Kamis (14/8). "Pesawat kedua C-17 yang membawa barang-barang bantuan kemanusiaan untuk Georgia tiba di Tbilisi hari ini," kata jurubicara kementerian itu Robert Wood.

Barang-barang dari pesawat pertama, kata Wood, sedang dipindahkan ke sebuah gudang terdekat pemerintah untuk dibagikan kepada mereka yang terkena dampak konflik Georgia-Rusia.

Dalam beberapa hari terakhir, AS memberikan bantuan kemanusiaan senilai hampir dua juta dollar AS bagi rakyat Georgia dalam bentuk persediaan medis, tenda, selimut dan air. Sejumlah pejabat mengatakan, pihak berwenang Rusia telah diberi tahu mengenai misi-misi kemanusiaan itu. "Kami berharap mereka tidak akan campur tangan dalam pengiriman bantuan kemanusiaan," kata Wood.

Ketika ditanya apakah Washington mempertimbangkan penggunaan kapal untuk mengirim bantuan ke Georgia, ia mengatakan, "Kami sedang mengkaji sejumlah pilihan mengenai hal itu."

Presiden AS George W. Bush mengumumkan dimulainya misi bantuan kemanusiaan Rabu dan memperingatkan Rusia bahwa mereka harus menjamin semua bandara, pelabuhan dan jalan tetap terbuka bagi transit kemanusiaan dan sipil. "Dan dalam beberapa hari ke depan kami akan menggunakan pesawat AS serta angkatan laut untuk mengirim bantuan-bantuan kemanusiaan dan medis," kata Bush dalam pernyataan yang disampaikan dari Gedung Putih.

GLO
Sumber : Antara


Source: Kompas.com Jumat, 15 Agustus 2008 | 02:53 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/15/0253...itas.militernya

Georgia Tuduh Rusia Hancurkan Fasilitas Militernya


QUOTE
MOSKOW, KAMIS - Pihak berwenang Georgia menyatakan, pasukan Rusia terus menghancurkan fasilitas-fasilitas militer negara itu, Kamis. Badan penyiaran internet Civil Georgia mengutip pasukan penjaga perbatasan Georgia yang mengatakan, pasukan Rusia telah masuk lagi ke kota pelabuhan Laut Hitam Poti untuk melumpuhkan fasilitas radar di daerah tersebut.

Sementara itu, radio Georgia mengungkapkan di kota Senaki dekat perbatasan provinsi separatis Abkhazia, pasukan Rusia melumpuhkan gudang amunisi Georgia dan ledakan-ledakan keras terdengar. Wartawan radio itu menyatakan, sebagian amunisi dihancurkan.

Di Gori, 60 kilometer sebelah utara Tbilisi, negosiasi mengenai kembalinya polisi Georgia ke kota itu terus dilakukan. Kendaraan-kendaraan polisi Georgia diparkir dalam deretan di pinggiran kota tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, Kamis, polisi Georgia akan kembali ditempatkan untuk berpatroli di kota itu.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Georgia dari laporan Kantor Berita Itar-Tass di Tbilisi, polisi dari pihak mereka telah mulai kembali ke kota itu, namun kemudian pergi lagi karena keberadaan militer Rusia yang meningkat.

ABD
Sumber : DPA


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Jumat, 15 Agustus 2008 | 11:00 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/15/1100...akan.provinsimu

Rusia: Georgia, Lupakan Provinsimu!


QUOTE
MOSKOW, JUMAT - Niat Rusia mencaplok dua provinsi pembangkang Ossetia Selatan dan Abkhazia dan akan 'menyedot' kedua wilayah itu sebagai bagian dari Rusia.

Indikasi ini disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Kamis (14/8) atau Jumat (15/8) waktu Indonesia, yang minta Georgia melupakan saja upaya mendapatkan kembali kedua wilayah yang menyempal itu. Alih-alih menarik mundur, Rusia malah mengarahkan militernya ke kota terbesar ketiga di Georgia., Kutaisi.

Dari Moskow dilaporkan Presiden Rusia Dmitry Medvedev bertemu dengan sejumlah pemimpin Ossetia Selatan dan Abkhazia di Kremlin. Ini merupakan indikasi bahwa Rusia akan mencaplok kedua wilayah itu meski secara internasional diakui sebagai bagian dari Georgia.

Lavrov mengeluarkan pernyataan keras dan terus terang terhadap Georgia dan dunia yang tampaknya untuk menjawab tuntutan Presiden AS George W Bush sehari sebelumnya agar Rusia menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Georgia.

"Orang bisa melupakan semua pembicaraan tentang integritas teritorial Georgia, karena, saya yakin, tidak mungkin membujuk Ossetia Selatan dan Abkhazia untuk menyetujui logika bahwa mereka bisa dipaksa kembali ke negara Georgia," kata Lavrov.

Gedung Putih menanggapi dingin pernyatan Lavrov itu dan menyatakan tidak mengubah posisinya membela Georgia. Menteri Pertahanan AS Robert Gates mengatakan Rusia telah 'melukai' hubungannya dengan AS hingga beberapa tahun ke depan. Namun ia mengatakan AS belum melihat kemungkinan mengirim pasukan ke Georgia.

Ketika pertempuran militer dan diplomatik sedang memanas, sejumlah pesawat kargo menggelontor Tbilisi dengan bantuan bahan makanan. Bantuan itu untuk sekitar 100.000 orang yang terpaksa mengungsi akibat krisis itu.

Pemerintah AS mengatakan telah mengirimkan dua pesawat yang membawa tempat tidur lipat, selimut, obat dan peralatan bedah. Namun Rusia menuduh AS mungkin juga mengirimkan bantuan militer. Ini jelas dibantah AS.

Sementara itu, pemerintah Georgia mengatakan militer Rusia sudah bergerak ke arah Kutaisi, kota terbesar ketiga di Georgia. Namun, mereka berhenti sekitar 65 kilometer sebelum masuk kota itu. "Kami tidak tahu sedang apa mereka di sana, mengapa bergerak dan menuju ke mana. Mungkin mereka ingin menggertak penduduk sipil," kata PM Georgia Lado Gurgenidze.

AS mengatakan gerakan Rusia menuju Kutaisi itu bisa menjadi kekhawatiran besar. Namun dua pejabat pertahanan AS mengatakan, Pentagon tidak mendeteksi adanya gerakan masif pasukan atau tank Rusia.

SAS
Sumber : AP


Source: Kompas.com Jumat, 15 Agustus 2008 | 15:32 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/15/1532....rudal.ke.rusia

AS Arahkan Rudal ke Rusia



GETTY IMAGES/CHUNG SUNG-JUNG
Rudal Hawk milik AS saat dipamerkan di Seoul Korea Selatan 2005 lalu.


QUOTE
MOSKOW, JUMAT - Kesepakatan pertahanan rudal Amerika Serikat-Polandia yang diumumkan pekan ini mengindikasikan sistem itu diarahkan ke Rusia. Sinyalemen ini diungkap kantor berita Rusia Interfax.

"Dalam kenyataannya, proyek ini tidak ada hubungannya dengan ancaman rudal Iran, tapi justru ditujukan kepada Rusia," tulis Interfax mengutip pernyataan pejabat senior pada kementerian luar negeri Rusia yang tak bersedia disebut namanya, Jumat (15/8).

Penempatan sistem anti rudal AS di negara-negara Eropa Timur telah membuat panas hubungan AS dan Rusia, meskipun AS menyatakan sistem pertahanan tersebut ditujukan kepada Iran dan Korea Utara.

SAS
Sumber : Ant


Source: Kompas.com Jumat, 15 Agustus 2008 | 17:43 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/15/1743...blokade.georgia

Rusia Tetap Blokade Georgia



(Getty Images/Uriel Sinai)
Tank-tank Rusia tetap memblokade kota Gori, Georgia.


QUOTE
GORI, JUMAT - Pasukan Rusia mengijinkan masuknya suplai kemanusiaan ke kota Gori walaupun tetap memblokade kota yang terletak 45 mil sebelah barat ibukota Georgia, Tbilisi. Dengan memblokade kota yang secara strategis terletak di jalan utama timur-barat Georgia tersebut, pasukan Rusia menguasai sebagian wilayah Georgia.

Beberapa kendaraan militer Rusia memblokade jalan bagian timur yang mengarah ke Gori Jumat (15/8) ini, walaupun pasukan Rusia mengijinkan masuknya sebuah truk Georgia yang mengangkut roti. "Kota Gori nampak tenang, namun saat ini banyak masalah yang muncul berkaitan dengan urusan pangan," kata Alexander Lomaia, kepala dewan keamanan nasional Georgia.

Pasukan Rusia juga terdapat di beberapa kota lainnya di Georgia, termasuk kota pelabuhan Laut Hitam, Poti. Namun, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Georgia Shota Utiashvili menerangkan tidak terdapat pasukan Rusia di kota Kutaisi, kota terbesar kedua Georgia, walaupun laporan yang beredar menyebutkan pasukan Rusia bergerak ke arah Kutaisi malam tadi.

Pemblokadean yang dilakukan pasukan Rusia di Gori semakin memperkeruh ketidakpastian sikap Rusia terhadap konflik di Georgia. Ketidakpastian itu muncul beberapa hari setelah Rusia dan Georgia mengisyaratkan akan menerima kesepakatan gencatan senjata yang diprakarsai oleh Perancis dan sepekan setelah Georgia menyerang 2 provinsi separatis, South Ossetia dan Abkhazia.

JIM
Sumber : AP


Peace.gif peace Peace.gif
jojo8228
Whadhuh!!! PD III nih????
Terlepas dari siapa yang salah, yang jelas perang membuat rakyat menderita.
Mengerikan.

Keep update ya Bro. smile.gifsmile.gif
CR_7
menurut gw sih rusia ingin memecah belah georgia krn georgia adalah sekutu amerika rusia khawatir amerika akan membangun
pangkalan rudalnya di georgia
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Jumat, 15 Agustus 2008 | 22:32 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/15/2232....serangan.rudal

Rusia: Polandia Berisiko Terkena Serangan Rudal


QUOTE
MOSKOW, JUMAT - Kesepakatan Polandia untuk menyediakan wilayahnya sebagai pangkalan interseptor rudal AS menjadikan negara eks komunis ini rawan terserang senjata nuklir. Ancaman yang dikeluarkan oleh Jenderal terkemuka Rusia, Anatoly Nogovitsyn, itu merupakan ancaman terkeras yang dikeluarkan Rusia untuk menentang rencana pemasangan perangkat pertahanan anti-rudal di bekas negara Soviet.

Polandia dan AS telah mengesahkan kesepakatan Kamis (14/8) kemarin untuk menjadikan bagian wilayah Polandia sebagai pangkalan interseptor rudal. Kesepakatan itu, menurut AS, ditujukan untuk memblokir kemungkinan serangan dari negara-negara tidak bersahabat. Namun demikian, Moskow merasa kesepakatan Polandia dan AS itu diarahkan ke persenjataan rudal Rusia.

"100 persen Polandia berisiko diterjang oleh serangan rudal," ujar Nogovitsyn, deputi kepala staf militer Rusia. Nogovitsyn menekankan peringatan Rusia yang telah disampaikan berulangkali bahwa pemasangan pelengkapan pertahanan rudal di Polandia dan Republik Ceko akan berbuntut pada respon militer.

Sementara AS menerangkan kesepakatan kerjasama pertahanan dengan Polandia itu tidak ditujukan untuk melecehkan wibawa pemerintah Rusia di tengah berlangsungnya ketegangan hubungan regional akibat bentrokan bersenjata antara pasukan Rusia dan Georgia. Washington menerangkan sistem pertahanan yang belum dioperasikan itu ditujukan untuk melindungi AS dan Eropa dari kemungkinan serangan rudal negara- negara tidak bersahabat seperti Iran.

JIM
Sumber : AP


Hmmm Thinking.gif
Jangan sampai kejadian perang ini melebar kemana2 Waiting.gif
Bisa2 bakal terjadi PD III Waiting.gif

Peace.gif peace Peace.gif
Jeep4x4
No War...Peace.gif rakyat yang menderita..coba lihat foto2 yang dijpret oleh pers..rakyat lagi menderita...

namun diluar kendali, terkadang ketahanan suatu negara tetap harus dipertahankan.,
situ_ok?
hitler juga pernah memakai taktik ini
ini taktik lama dengan alasan baru dan cara yang menyesuaikan

kita lihat apakah sekutu belajar dari pengalaman masa lalu?

kalo ga bener2 akan terjadi perang dunia 3

tapi asik sekali2 ada perang
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Minggu, 17 Agustus 2008 | 09:05 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/17/0905...encatan.senjata

Rusia Tandatangani Gencatan Senjata



GETTY IMAGES/EPSILON
Presiden Rusia Dmitry Medvedev berbicara di Sochi, Jumat (15/8) saat menerima kunjungan Kanselir Jerman Angela Merkel yang membujuknya untuk menempuh jalur diplomasi dalam menyelesaikan konflik di Georgia.


QUOTE
SOCHI, MINGGU - Presiden Rusia Dmitry Medvedev menandatangani perjanjian gencatan senjata untuk mengakhiri permusuhan dengan Georgia menyangkut wilayah Ossetia Selatan yang memisahkan diri itu.

"Presiden memberi informasi kepada para peserta pertemuan dewan keamanan bahwa ia baru saja menandatangani perjanjian enam pasal itu," kata kepala jurubicara Kremlin, Natalia Timakova, Sabtu (16/8) atau Minggu (17/8) waktu Indonesia.

Presiden Georgia Mikheil Saakashvili telah mendatangani perjanjian yang ditengahi Prancis itu Jumat (15/8) pada saat Menlu AS Condoleezza Rice mengunjungi negara tersebut.

Keputusan Medvedev itu mendapat sambutan positif dari Presiden AS George W Bush yang menyebutnya sebagai langkah penuh harapan. Namun Bush tak lupa mengingatkan bahwa Ossetia Selatan dan Abkhazia tetap milik Georgia.

"Itu langkah penuh harapan. Sekarang Rusia perlu menghormati perjanjian itu dan menarik pasukannya," kata Bush dari ranch-nya di Crawford Texas.

Bush menekankan, bagaimana pun juga Ossetia Selatan dan Abkhzia yang menjadi biang konflik itu tetap menjadi bagian dari Georgia. "Tidak ada ruang bagi perdebatan mengenai masalah itu," kata Bush.

Namun harapan Georgia dan sekutunya di barat bisa jadi tidak akan segera terwujud, karena Rusia belum menampakkan tanda-tanda akan mundur. Bahkan Menlu Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa tentara Rusia di Georgia tidak memiliki tenggat waktu untuk mundur seperti disyarakat perjanjian damai.

Ketika ditanya oleh wartawan berapa lama penarikan dari Georgia akan berlangsung, Lavrov menjawab, "Selama diperlukan". Ia menambahkan hal itu akan bergantung pada unit Rusia dapat melaksanakan "langkah keamanan tambahan" tak ditentukan.

Tentara Rusia masih mengusai sejumlah bagian Georgia, termasuk melewati batas Ossetia Selatan, kota mereka gempur pekan lalu untuk membantu separatis setempat melawan serangan Georgia.

Meskipun ada penandatangan perjanjian gencatan senjata, tentara Rusia berusaha mendekati ibukota Georgia Sabtu, yang menunjukkan tidak ada pertanda persiapan untuk mundur.

Tentara Rusia, yang didukung oleh tank dan kendaraan personil lapis baja, terlihat di jalan utama dari Ossetia Selatan ke Tbilisi, hanya 30 Km dari ibukota Georgiaitu. Tentara juga tetap mengusai pos pemeriksaan pentig ke Gori, 60 km di baratlaut Tbilisi.

SAS
Sumber : Ant


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 18 Agustus 2008 | 01:13 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/18/0113...di.anggota.nato

Georgia akan Menjadi Anggota NATO



Kanselir Jerman Angela Merkel


QUOTE
TBILISI, MINGGU - Dalam lawatannya ke ibukota Georgia, Tbilisi, Minggu (17/8), Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan negara bekas republik Uni Soviet yang kini berselisih dengan Rusia itu akan bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

"Georgia akan menjadi anggota NATO jika negara itu menginginkannya--dan mereka memang menginginkannya," kata Merkel sebelum berunding dengan Presiden Georgia Mikheil Saakashvili. Pernyataan Merkel itu merupakan dukungan paling kuat terhadap Georgia untuk bergabung dengan NATO yang sebelumnya mendapat tantangan keras dari Rusia.

Dalam jumpa pers usai pertemuan tersebut, Merkel menyatakan proses masuknya Georgia ke dalam NATO semakin dekat. Anggota NATO saat ini tinggal menentukan kapan Georgia akan bergabung ke dalam persekutuan militer tersebut.

Selain membahas hal tersebut, kedatangan Merkel di Tbilisi juga untuk memberikan dukungan bagi Saakashvili seperti yang lebih dulu dilakukan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice pekan lalu. Ia juga mendesak penarikan pasukan Rusia dari wilayah Georgia.

"Penarikan pasukan Rusia merupakan tugas paling mendesak," kata Merkel, yang berdiri berdampingan dengan Saakashvili pada jumpa pers itu. "Saya mengharapkan penarikan cepat pasukan Rusia, yang hingga kini belum terjadi seperti yang kami harapkan," tambahnya.

Saat ini, pasukan Rusia masih bertahan di wilayah utara dan barat Georgia, termasuk beberapa satuan di daerah-daerah yang berjarak tempuh sekitar setengah jam dengan kendaraan dari Tbilisi. Rusia menyatakan, pasukan reguler akan mulai ditarik Senin (18/8), namun prajurit penjaga perdamaian Rusia yang jumlahnya tidak dirinci akan tetap berada di wilayah itu.

WAH
Sumber : Antara


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 18 Agustus 2008 | 09:37 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/18/0937...an.dari.georgia

Hari Ini, Rusia Tarik Mundur Pasukan dari Georgia


QUOTE
GORI, SENIN - Presiden Rusia Dmitry Medvedev berjanji mulai menarik pasukan dari wilayah Georgia Senin (18/8) ini. Namun, Dmitry Medvedev mengisyaratkan pasukan Rusia akan tetap ditempatkan di wilayah Georgia yang masih rawan konflik.

Beberapa pejabat terkemuka Amerika Serikat menerangkan Washington akan meninjau hubungannya dengan Moskow setelah Rusia menerjunkan pasukannya ke Georgia. "Saya berpendapat harus ada suatu respon tegas yang ditujukan ke Rusia untuk memperingatkan bahwa tindakannya yang bercermin dari era Soviet sudah tidak mendapat tempat lagi di abad ke-21," jelas Menteri Pertahanan AS Robert Gates.

Baik Gates ataupun Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice tidak menyebutkan secara rinci mengenai sanksi yang kemungkinan diambil oleh AS atau masyarakat internsional terhadap Rusia. Rice bertolak ke Eropa Senin ini untuk membahas dengan sekutu AS di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengenai sikap yang seharusnya diambil negara Barat terhadap Rusia.

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy memperingatkan Medvedev mengenai ancaman konsekuensi serius dari Eropa yang ditanggung Moskow apabila Rusia tidak mematuhi perjanjian gencatan senjata yang diprakarsai oleh Eropa. Sarkozy yang memegang jabatan rotasi ketua Uni Eropa mengancam akan menggelar rapat luar biasa Dewan Uni Eropa untuk membahas sanksi yang diberlakukan apabila Rusia tidak segera menarik pasukan dari wilayah Georgia.

Namun, Medvedev tidak menyebutkan apakah pasukan tersebut akan kembali ke Rusia. Kesepakatan gencatan yang diprakarsai oleh Uni Eropa menyerukan pasukan Georgia dan Rusia kembali ke posisi awal mereka sebelum berlangsung pertempuran pada 7 Agustus lalu.

Medvedev telah menjelaskan ke Sarkozy bahwa pasukan Rusia yang akan ditarik Senin ini bergerak menuju ke South Ossetia. Dikhawatirkan Rusia akan menggabungkan South Ossetia ke dalam wilayahnya.

Dugaan itu muncul setelah provinsi separatis Georgia lainnya Abkhazia memisahkan diri dari kekuasaan Georgia pada tahun 1990an dan mendeklarasikan kemerdekaan. Pantai Laut Hitam Rusia akan bertambah hingga lebih dari 25 persen apabila Abkhazia bergabung dengan wilayah kekuasaan Moskow.

JIM
Sumber : AP


Peace.gif peace Peace.gif
25cm
peace luv n respect

wakwkakwak


Allelujah Haptism
^^
^^

Apa yang lucu bro? ini topic serius... jangan bercanda disini smile.gif

Peace, love and respect juga hal yang serius smile.gif

Please deh bro.. jangan mulai OOT smile.gif
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.