PANGANDARAN, SABTU--Memasuki hari keenam musibah tsunami, aktivitas warga Pangandaran, Kabupaten Ciamis, berangsur-angsur pulih. Hal ini ditandai dengan mulai banyaknya warga membuka kembali usahanya seperti warung dan toko.
Warung makan dan toko di kawasan Alun-alun Pangandaran sudah banyak didatangi warga yang akan membeli kebutuhan sehari-hari setelah beberapa hari sebelumnya mereka kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan tersebut.
Suasana yang sama juga terlihat di pemukiman Pangandaran. Warung kecil milik penduduk sudah melayani kebutuhan warga seperti minyak tanah, beras, dan sembako lainnya.
Sebenarnya pada Rabu (19/7) sudah ada pemilik toko yang membuka usahanya seperti minimarket, namun jumlahnya masih sedikit dan persediaan barangnya juga masih terbatas.
"Saat ini untuk membeli kebutuhan relatif mudah dibandingkan beberapa hari sebelumnya, karena dua hari pasca musibah tidak sedikit warga yang harus berbelanja kebutuhan ke Banjar atau Ciamis," kata Santi, warga Pangandaran.
Kini, lanjut dia, warga sudah lebih mudah membeli kebutuhan sehari-hari, seperti, beras dan sejumlah sembako lainnya serta minyak tanah untuk memasak.
Kendati demikian, khususnya di daerah pelosok persoalan minyak tanah tetap menjadi persoalan utama karena tidak adanya pengasong yang menyebarkan minyak tanah dari pangkalan ke pengecer. Sedangkan stok minyak tanah di pangkalan sendiri masih aman dengan harga Rp 2.500/liter dan di tingkat eceran Rp 2.700/liter.
Sementara itu, sejumlah pedagang cindera mata khas Pantai Pangandaran juga sudah mulai membersihkan barang dagangannya yang sempat terbawa gelombang tsunami. Mereka terlihat mencuci dan mengeringkan pakaian jualan yang terlihat kotor bercampur pasir pantai.
Berangsur-angsur normalnya kawasan Pangandaran tersebut dibarengi dengan semakin banyaknya kendaraan pemasok bantuan untuk pengungsi yang berjalan hilir mudik menuju lokasi-lokasi pengungsian.
Sementara itu, kawasan Pantai Pangandaran yang sempat ditutup aparat keamanan guna mencegah aksi penjarahan, terlihat dibuka lagi. Banyak orang lalu-lalang di kawasan tersebut baik untuk sekadar melihat-lihat maupun mencari sanak saudaranya.