The Da Peci Code

Melihat covernya saja sudah senyum-senyum kecil. Bagaimana tidak, sesuai judul, covernya pun sengaja dibuat mirip dengan novel "Da Vici Code" nya Dan Brown. Bedanya model yang muncul bukannya si Monalisa, melainkan pemuda keturunan Arab yang konon namanya Rosid bin Mansur bin Salim al-Gibran, dengan rambut kribo memuncak, berkacamata, dan berpeci yang menyerupai konde. Di atas judul ada kalimat "Tidak Memukau Nalar Tidak Menggunjang Iman", kemudian ini yang membuat saya merasa tertipu, label yang menyurupai "Best-Seller", namun ternyata diatasnya ditambahi kata "kemungkinan". Di cover paling bawah ditulis, "Misteri Tidak Berbahaya di Balik Tradisi Berpeci".
Sebelum membaca isi novel itu, kebiasaan saya adalah membaca terlebihdahulu keseluruhan cover, tak luput cover belakang. Selain sedikit keterangan menganai novel ini, ada juga keterangan semacam peringatan yang ditulis dengan huruf yang berwarna kuning, "Jangan salah baca. Ini bukan novel Dan Brown! Ini novel tentang budaya 'ane' dan 'gue' di abad microchip."
Saya bilang kepada kawan saya, "ini novel kurang asem". Mulailah saya membaca buku terbitan Rahat Book. Sebenarnya kalau dilihat dari tutur kalimatnya, saya rasa masih agak kurang sempurna dalam pengeditannya. Namun cerita yang disuguhkan, cukup untuk liburan akhir pekan yang menyenangkan. Tak lagi merasa tertipu dengan "kemungkinan Best-Seller". Selamat membaca.