Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Serial Eksplorasi Saturnus
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Academia > Science and Technology > Space and Astronomy
scorpionz
Laut Pernah Eksis di Salah Satu Bulan Saturnus


Salah satu bulan Planet Saturnus yang bernama Tethys diyakini pernah memiliki laut di bawah permukaannya. Struktur berlembah-lembah di permukaannya yang terlihat di patahn besar permukaannya yang diberi nama Ithaca Chasma saat ini mungkin terbentuk karena aliran air dari bawah yang kemudian membeku.

Mereka memperkirakan retakan raksasa di permukaan Tethys itu terjadi aliran air hangat dari bawah. Namun, air segera membeku karena suhu permukaan yang sangat rendah. Hal tersebut diungkapkan para ilmuwan dalam Konferensi Ilmu Bulan dan Planet-planet ke-39 di Houston, Texas, AS.

Perkiraan tersebut merupakan hasil perhitungan yang dilakukan Errina Chen dan Francis Nimmo dari Universitas California, Santa Cruz, AS. Aliran arus hangat dari bawah merupakan alasan terbesar suhu yang lebih hangat di sekitar patahan raksasa Ithaca Chasma.

Para peneliti berpendapat orbit Tethys terhadap Saturnus awalnya berinteraksi dengan bulan lainnya bernama Dione sehingga terjadi gejolak di bawah kulitnya yang membentuk aliran hangat ke atas. Namun, karena kondisi tertentu, interaksi tersebut terpisah sama sekali dan Tethys terus mendingin.

Pembekuan air di dalamnya memberikan gaya dorong ke permukaan sehingga menyebabkan keretakan. Air diperkirakan pernah berada sekitar 100 kilometer di bawah permukaan, namun, tidak diketahui secara pasti seberapa dalam sebenarnya.

Tethys selama ini dikelompokkan ke dalam objek-objek berlapis es di tata surya yang diperkirakan mengandung kantung air di bawah permukaannya saat ini maupun di masa lalu. Masuk dalam kelompok ini, bulannya Planet Juipter bernama Eropa dan Callisto. Bulan Planet Saturnus lainnya, Enceladus sempat diduga juga memiliki laut.



Struktur patahan raksasa Ithaca Chasma terlihat dalam foto permukaan Tethys, salah satu bulan Planet Saturnus.
3dw1n
bro @scorpionz...blh tau source ny dr mana nggak...???

thx 4 infony...

keep posting...
scorpionz
^
^
^

wah banyak bro.. bisa dari bbc, national geographic, etc.. masih banyak sekali sih.. BigGrin.gif
nayo
Wah, di planet2 luar mmg bnr2 ada air ya... tapi sayang tidak bisa menunjang kehidupan pada umumnya...
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Rabu, 16 April 2008 | 18:51 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/04/16/1851...njang.dua.tahun

Misi Tur ke Saturnus Diperpanjang Dua Tahun



Planet Saturnus


QUOTE
JAKARTA, RABU - Perburuan misteri Saturnus dan bulan-bulan yang mengelilinginya akan dilanjutkan lagi selama dua tahun setelah misi Cassini-Huygens berakhir. Wahana yang diluncurkan sejak tahun 1997 itu seharusnya selesai bertugas Juli 2008.

"Perpajangan ini tidak hanya mengejutkan komunitas sains, namun bagi dunia untuk melanjutkan upaya bersama mengungkap rahasia Saturnus," ujar Jim Green, direktur Divisi Sains Keplanetan NASA. Selama ini, foto-foto dan pengukuran yang dilakukan wahana tersebut telah menambah pengetahuan sangat banyak mengenai Saturnus dan bulan-bulannya.

Dari data-data yang dikirimkan Cassini, para ilmuwan telah menemukan bukti-bukti baru seperti kemungkinan adanya laut di bawah kerak Enceladus, salah satu bulan Saturnus. Dalam misi perpanjangan nanti, Enceladus menjadi salah satu target utama objek penelitian.

Pengamatan Cassini di sekitar Titan, yang merupakan bulan terbesarnya Planet Saturnus, juga dapat mengungkap rahasia iklim Bumi di masa lalu sebelum dihuni makhluk hidup. Sebab, para ilmuwan yakin pembentukan danau, sungai, kanal, gurun, awan, bahkan gunung api di permukaan Titan mirip dengan proses yang sama di Bumi.

"Wahana dalam kondisi baik dan tim sangat temotivasi, sehingga kami sangat yakin prospeknya dua tahun ke depan," ujar Bob Mitchell, manajer program Cassini di Labotarorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California, AS. Cassini telah bekerja selama lebih dari 10 tahun dan berpetualang di sekitar Saturnus selama 4 tahun. Tiga instrumen ilmiah yang dibawanya mengalmi gangguan, namun tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil pengukuran secara keseluruhan.

Dalam misi perpanjangan selama dua tahun ke depan, Cassini akan mengorbit Saturnus 60 kali, Titan 26 kali, Enceladus 7 kali, dan sekali mengorbit Dione, Rhea, dan Helena. Selain itu, wahana tersebut juga akan memantau cincin Planet Saturnus, karakteristik magnetosfer, dan sifat-sifat fisik lainnya.

"Saat kami mendesain tur pertama kali, kami benar-benar tidak tahu apa yang akan kami temukan, khususnya di Enceladus dan Titan. Tur tambahan memberikan kami kesempatan melihatnya lebih jelas," ujar Dennis Matson, salah satu ilmuwan proyek Cassini.

Wahana Cassini diluncurkan 15 Oktober 1997 dari Cape Canveral, Florida dan menghabiskan waktu tujuh tahun dan menyelesaikan perjalanan sejauh 3,5 miliar kilometer untuk sampai ke Planet Saturnus. Tidak hanya tangguh, Cassini juga merupakan salah satu wahana paling canggih yang pernah diluncurkan dengan membawa 12 instrumen ilmiah dalam satu kali misi. Enam instrumen lainnya dibawa Huygens yang dikembangkan Badan Antariksa Eropa (ESA). Huygens berhasil mendarat di Titan dan mengirimkan data-data pengurkuran atmosfernya ke Bumi melalui Cassini.

Sumber energinya dipasok dari tiga generator termoelektrik radioisotop yang berbahan bakar plutonium. Peluruhan unsur radioaktif tersebut secara alami menghasilakn panas yang kemudian diubah menjadi listrik.(PHYSORG/WAH)

WAH

Source: Kompas.com Selasa, 1 Juli 2008 | 23:00 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/07/01/2300...-bulan.saturnus

Setelah Cincin, Cassini Fokus Kepada Bulan-bulan Saturnus


QUOTE
WASHINGTON, SELASA - Setelah memasok citra spektakuler cincin yang mengelilingi Planet Saturnus dalam beberapa tahun belakangan ini, wahana antariksa Cassini akan mengalihkan perhatiannya pada beberapa bulan planet keenam di tata surya itu. Target berikutnya adalah mengamati pengaruh cahaya matahari terhadap atmosfer planet gas raksasa itu berikut bulan-bulannya.

Cassini akan diperintahakn untuk terbang mendekati beberapa bulan Planet Saturnus seperti Titan, Enceladus, Dione, Rhea dan Helene. Badan antariksa AS, NASA juga telah menyepakati pendanaan baru untuk melanjutkan program 60 kali mengelilingi Planet Saturnus.

Dalam empat tahun terakhir, paa ilmuwan melihat tanda-tanda lingkungan yang ramah kehidupan di Titan seperti tanda-tanda adanya laut bawah tanah. Sementara di Enceladus menyemburkan uap air raksasa yang diperkirakan berasal dari es yang menguap.

"Penemuan ini telah menjawab semua target yang akan kita capai saat meluncurkannya. Kita telah menjawab pertanyaan-pertanyaan sebelumnya dan mengajukan beberapa pertanyaan baru," kata Bob Mitchell, manajer programn Cassini di Laboratorium Propulsi Jet NASA, Pasadena, California.

Misi perpanjangan kali ini disebut Equinox, sebagai simbol dari musim semi yang panjang. Pada 2009, Cassini akan menjumpai musim semi dengan lama siang dan malam berlangsung sama di Saturnus, suatu yang hanya terjadi setiap 14 tahun sekali. Para ilmuwan akan dapat melihat apa yang terjadi ketika Matahari bergeser dari selatan ke utara garis ekuatornya.

Pesawat antariksa Cassini merupakan pesawat pertama yang melakukan eksplorasi atas sistem cincin dan bulan Saturnus. Cassini dikirimkan bersama wahana Huygen milik Badan Antariksa Eropa (ESA), yang menembus atmosfir Titan pada Januari 2005. Misi Cassini-Huygen adalah proyek kerjasama NASA, adan antariksa Eropa ESA, dan Badan Antariksa Italia.

WAH
Sumber : Antara


Source: Kompas.com Senin, 11 Agustus 2008 | 17:36 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/11/1736...ukaan.enceladus

Cassini Dekati "Belang Harimau" di Permukaan Enceladus



NASA/Jet Propulsion Laboratory
Citra berwarna dari berbagai panjang gelombang yang diambil wahana Cassini menunjukkan geyser yang disemburkan Enceladus, salah satu bulan Planet Saturnus.


NASA/ESA/ASI
Ilustrasi wahana Cassini saat melayang dekat cincin Planet Saturnus.


NASA
Bagian yang disebut 'Belang Harimau' (tiger stripes) di dekat kutub Enceladus.




QUOTE
JAKARTA, SENIN - Wahana ruang angkasa Cassini kembali mendekati Enceladus, salah satu bulan yang mengelilingi Planet Saturnus, Senin (11/8). Para ilmuwan berharap Cassini dapat merekam dari dekat retakan di dekat kutub selatan Enceladus.

"Tujuan utama kami adalah mengetahui dengan jelas gambar dan data penginderaan jauh pada bagian yang secara geologi paling aktif di Enceladus," ujar Paul Helfenstein, salah satu ilmuwan dari Universitas Cornell, New York, yang memantau misi Cassini.

Retakan tersebut merupakan sumber semburan butiran-butiran es ke atmosfer yang pertama kali ditemukan tahun 2005. Semburan tersebut mencapai ratusan mil dan diyakini sebagai salah satu bahan utama yang membentuk cincin di Saturnus.

Wahana Cassini akan mengarahkan lensa kameranya ke permukaan Enceladus hingga mendapatkan pembesaran seolah melihat dari jarak 50 kilometer di atas permukaan. Jalur retakan akan diikuti sebagai dasar penelitian lebih lanjut.

Kamera yang dibawa wahana tersebut dapat merekam citra dalam gelombang inframerah, cahaya tampak, hingga ultraviolet. Jalur salah satu dari tiga retakan utama di permukaan Enceladus yang sering disebut "belang harimau" akan direkam dengan tingkat resolusi hingga 7 meter untuk setiap pixel.

Inframerah akan membantu suhu di sekitar permukaan sehingga dapat diketahui apakah terdapat air dalam bentuk cair dan gas selain es. Pengamatan tersebut juga akan mengungkap seberap besar partikel es yang disemburkan dan mencari elemen lain yang mungkin tercampur, seperti oksigen, hidrogen, bahkan senyawa organik.

Cassini telah mendekati Enceladus sebelumnya pada Maret lalu dan menembus bagian atas semburan tersebut. Namun, wahana tersebut gagal mengukur kandungannya karena software-nya mati. Meski demikian, Cassini berhasil merekam foto-foto Enceladus dari jarak dekat.

Selain manuver hari ini, Cassini juga direncanakan mendekati Enceladus kembali pada 9 dan 31 Oktober. Keduanya difokuskan untuk mengulangi tugas sebelumnya, yaitu masing-masing untuk mengambil sampel es kembali dan memotret permukaan untuk kedua kalinya.

Wahana tersebut telah bekerja sejak memasuki orbit Saturnus untuk pertama kali pada 1 Juli 2004. Misi Cassini yang telah berlangsung selama 4 tahun lebih seharusnya berakhir 30 Juli 2008. Namun, misinya diperpanjang dua tahun karena sebagian besar instrumennya masih bekerja dengan baik.

WAH
Sumber : SPACE.COM


Peace.gif peace Peace.gif
True-X
Mo nambahin dikit..

sebenernya di semua planet terdapat sumber air..
tapi dikarenakan oleh beberapa hal, antara lain :
1. jarak dari planet ke matahari yang menyebabkan suhu dari tiap planet yang berbeda, sehingga menyebabkan sumber air tersebut menjadi es <jika jarak planet dengan matahari terlalu jauh> atau gas <jika jarak planet dengan matahari terlalu dekat>.

dengankata lain bumi memiliki jarak yang optimal dengan matahari, sehingga di bumi terdapat sumber air dan sumber es.

tapi menurut sumber yang pernah gw baca..
ada teori yang mengatakan demikian "dalam 1000 planet terdapat 1 planet yang dapat dihuni"..
walaupun bukan berarti di planet tersebut terdapat kehidupan...

Peace Peace.gif
IZRO'IL
Menurut Ane, adanya air di planet lain tidak bisa dijadikan patokan kalau di planet tersebut ada kehidupan.. Karena faktor penunjang kehidupan jelas bukan hanya karena ada air saja..

bozan
thx bro @OYON untuk updatenya Hug.gif

sedikit info mengenai Cassini

Teknik mengayun yang dibantu gravitasi:
Untuk mencapai Saturnus nun jauh di sana, Cassini akan kebagian kecepatan ekstra 48.000 km per jam dari gravitasi planet-planet yang ia lewati. Wahana induk ini akan melewati Vanus dua kali, melewati bumi, dan mengumpulkan dorongan paling kuat dari planet terbesar, Jupiter.

Peluncuran: 13 Oktober 1997
Roket utama: Roket Titan IV dengan landasan atas Centaur
Melewati Venus: 21 April 1998
Melewati Venus: 20 Juni 1999
Melewati Bumi : 16 Agustus 1999
Melewati Jupiter: 30 Desember 2000
Mengorbit Saturnus: Juli 2004, Cassini akan mulai melakukan investigasi selama empat tahun pada posisi orbit Saturnus, menyelidiki medan magnet, cincin dan bulan-bulan, melewati Titan sebanyak 30 kali dan kemudian mendarat di sana.
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 18 Agustus 2008 | 02:09 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/18/0209...es.luar.angkasa

Cassini Potret Sumber Semburan Es Luar Angkasa



NASA/JPL/Space Science Institute
Foto yang diambil wahana Cassini pada 11 Agustus 2008 memperlihatkan patahan besar yang disebut Damascus Sulcus di permukaan Enceladus. Semburan partikel-partikel es salah satunya berasal dari patahan tersebut.


QUOTE
JAKARTA, MINGGU - Wahana penjelajah ruang angkasa Cassini berhasil memotret lokasi keluarnya semburan es di permukaan Enceladus, salah satu bulannya Planet Saturnus. Rekaman tersebut akan menambah informasi lebih banyak untuk mempelajari proses di balik fenomena alam yang menyimpan rahasia alam semesta.

Lokasi keluarnya semburan partikel-partikel es berada di sekitar daerah yang disebut "Belang Harimau" karena teksturnya yang bergaris-garis akibat banyaknya patahan. Cassini yang melayang mendekati Enceladus pekan lalu mengarahkan kamera canggihnya untuk merekam wilayah tersebut.

Foto-foto yang dikirimkan Cassini ke Bumi memperlihatkan patahan-patahan yang panjangnya mencapai 300 meter. Masing-masing celahnya berbentuk V dengan dinding jurang yang tajam. Di sepanjang patahan dilapisi deposit material yang halus yang kemungkinan kumpulan partikel-partikel es yang jatuh. Bahkan di beberapa patahan terdapat bongkahan-bongkahan es yang besarnya seukuran rumah di sekelilingnya.

"Untuk pertama kalinya kami mulai memahami bagaimana membedakan endapan yang berasal dari semburan baru maupun endapan tua," ujar Paul Helfenstein, dari Universitas Cornell, New York, AS, salah satu anggota tim pencitraan misi Cassini. Ia mengatakan, sembuaran tersebut menyebabkan perubahan panjang belang harimau sepanjang sejarah geologi.

Partikel-partikel es tampak menyembur dari beberapa patahan tersebut. Bahkan partikel-partikel es juga keluar dari antara dua sumber semburan yang terekam. Para ilmuwan memperkirakan semburan terjadi karena uap hangat dari perut Enceladus yang bergerak melalui celah patahan ke permukaan. Saat uap sampai ke permukaan yang dingin, partikel-partikel es mungkin terlepas ke atmosfer.

Aktivitas yang tinggi membuat kawasan tersebut menjadi semacam geyser yang menyemburkan partikel-partikel es. Semburan tersebut setinggi hingga puluhan kilometer dan partikel-partikel yang dikeluarkannya bergerak hingga menjadi bahan baku cincin Planet Saturnus.

WAH
Sumber : NASA


Peace.gif peace Peace.gif
The Skywatcher
Wah
rupanya space exploration kita udah sampe saturnus ya
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 8 September 2008 | 16:55 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/09/08/1655....juga.bercincin

Bulan Saturnus Juga Bercincin



NASA/JPL/Space Science Institute
Panah menunjukkan bulan bernama Anthe (atas) dan Methone (bawah) yang dikelilingi cincin parsial berbentuk seperti busur panah.


QUOTE
PASADENA, SENIN - Cincin ternyata tak hanya menghiasi Planet Saturnus saja. Foto-foto terakhir yang dikirimkan wahana ruang angkasa Cassini menunjukkan bahwa cincin parsial juga mengelilingi bulan-bulannya.

Cassini mendeteksi cincin pertama di salah satu bulan yang bernama Anthe. Cincin kedua juga terekam di bulan lainnya bernama Methone. Kedua objek termasuk bulan Saturnus yang berukuran kecil.

Tidak seperti cinin planet Saturnus yang halus, lebar, dan membentuk lingkaran penuh, cincin parsial kasar, renggang, dan hanya membentuk lengkungan seperti busur panah. Cincin parsial tersusun dari serpihan-serpihan batu meteor yang mungkin menabrak permukaan bulan tersebut.

Nick Cooper, salah satu ilmuwan dari Universitas Queen Mary London yang terlibat dalam tim pengolah citra Cassini yakin cincin parsial terbentuk karena pengaruh gravitasi objek lainnya di sekitar kedua bulan tersebut. Sebab, Anthe dan Methone berada dekat Mimas, bulan lainnya yang ukurannya lebih besar.

Ia mengatakan, foto-foto tersebut mmberikan informasi baru. Informasi tersebut akan membantu mengungkap interaksi antara bulan-bulan Saturnus dan cincinnya.

WAH
Sumber : SPACE.COM


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Selasa, 14 Oktober 2008 | 08:42 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/10/14/0842...aturnus.menguat

Topan Raksasa di Kutub Utara Planet Saturnus Menguat



NASA/JPL/University of Arizona
Topan raksasa di kutub utara (kiri) dan kutub selatan Planet Saturnus.


JAKARTA, SELASA — Untuk pertama kalinya, topan raksasa yang terbentuk di dekat kutub utara Planet Saturnus menguat hingga 10 kali lipat dari kondisi sebelumnya. Kekuatannya setara dengan topan raksasa yang terdeteksi di bagian selatan planet tersebut.

Diameter topan diperkirakan sekitar 120 kilometer. Pusaran anginnya bergerak dengan kecepatan 530 kilometer per jam atau dua kali lipat kekuatan badai terkuat di Bumi.

"Ini adalah topan raksasa, ratusan kali lebih kuat daripada badai raksasa terbesar di Bumi," ujar Kevin Baines, ilmuwan yang terlibat dalam misi Cassini di Laboratorium Propulsi Jet.

Ditemukannya sejumlah badai di kutub utara maupun kutub selatan planet tersebut menunjukkan dinamika atmosfer di atas permukaannya. Di dalam topan tersebut juga mungkin terdapat petir raksasa yang bisa jadi mesin pengatur cuaca di Saturnus.

Para ilmuwan memperkirakan, topan tersebut terbentuk akibat aliran panas yang dilepaskan dari cairan permukaan yang menguap. Cara kerjanya kemungkinan mirip dengan badai yang terbentuk di Bumi dari titik-titik air yang terkumpul membentuk awan tebal.

Bentuk topan raksasa di Saturnus memiliki keunikan karena sisi luarnya seperti bangun heksagonal atau segi enam. Penyebabnya masih menjadi misteri hingga kini.

WAH
Sumber : SPACE.COM

Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Rabu, 29 Oktober 2008 | 23:36 WIB
http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/29/...hidupan.di.sana

Ada Petir di Atmosfer Titan, Adakah Kehidupan di Sana?



Perbandingan Bumi dengan Titan, salah satu bulannya Planet Saturnus.


JAKARTA, RABU - Salah satu bulan Planet Saturnus yang bernama Titan mungkin objek selain Bumi yang mendukung kehidupan. Keyakinan para ilmuwan tersebut semakin kuat dengan dideteksinya petir di atmosfernya baru-baru ini.

"Sejauh ini, memang belum terlihat petir di atmosfer titan," ujar Juan Antonio Morente, peneliti dari Universitas Granada, Spanyol. Namun, ia mengatakan, aktivitas listrik di atmosfernya yang tebal telah terdeteksi.

Tim yang dipimpin Morente mengetahui adanya petir dari hasil rekaman data yang dikirimkan wahana milik badan antariksa Eropa (ESA) Huygens yang dilepaskan ke atmoster Titan pada tahun 2005. Huygens yang sebelumnya dibawa wahana lain bernama Cassini itu merupakan wahana pertama yang menembus atmosfer Titan yang tebal.

Saat wahana tersebut masuk ke atmosfer Titan, langsung terempas 30 derajat oleh dorongan angin yang kuat. Saat itulah, Huygens mendeteksi aktivitas listrik. Temuan ini dilaporkan dalam jurnal Icarus edisi terbaru.

Penemuan aktivitas listrik yang diyakini kuat sebagai petir itu menambah daftar kemiripan Titan dengan lingkungan Bumi. Sebelumnya, para ilmuwan mendeteksi danau minyak di permukaan Titan yang menjadikannya sebagai objek ruang angkasa kedua setelah Bumi yang diketahui memiliki cairan di permukaannya.

Hasil studi terbaru itu menunjukkan aktivitas listrik di sana melepaskan energi yang sebanding dengan petir di atmosfer Bumi. Yang membedakan, permukaan Titan sangat dingin dengan suhu sekitar -180 derajat Celcius sehingga makhluk apapun di Bumi tak akan kuat hidup di sana. Selama ini, petir diyakini sebagai energi yang pertama kali mereaksikan molekul-molekul organik yang merupakan benih kehidupan di Bumi.

WAH
Sumber : National Geographic News
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Selasa, 18 November 2008 | 08:46 WIB
http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/18/...planet.saturnus

Aurora Raksasa Terekam di Kutub Planet Saturnus



NASA/JPL/University of Arizona
Aurora yang terekam kamera wahana Cassini saat melintas dekat kutub utara Planet Saturnus.


JAKARTA, SELASA - Seperti di planet-planet lainnya, misalnya Bumi atau Jupiter, cahaya aurora pun terlihat di Planet Saturnus. Wahana ruang angkasa Cassini berhasil merekam fenomena yang langka tersebut saat melintas dekat planet raksasa tersebut.

Aurora terbentuk saat partikel-partikel bermuatan listrik yang dipancarkan Matahari menabrak medan magnet. Saat menembus lapisan atmosfer, perubahan muatannya menghasilkan semburat cahaya berwarna-warni.

Cahaya aurora yang direkam Cassini terjadi di atas salah satu kutub Saturnus. Namun, aurora yang terjadi di Saturnus mengejutkan para ilmuwan di badan antariksa AS (NASA) karena sangat luas.

"Ini tidak sekadar aurora seperti di Jupiter atau Bumi. Aurora ini melingkupi wilayah yang sangat luas di sepanjang kutub. Pendapat kami sebelumnya mengira daerah tersebut kosong, jadi menemukan aurora seterang itu merupakan kejutan besar," ujar Tom Satllard, ilmuwan daru Universitas Leicester, Inggris yang menjadi penulis utama laporan ilmiah di jurnal nature edisi terbaru.

Rekaman inframerah yang dibat Cassini menunjukkan aurora tersebut mengalami perubahan yang konstan. Rata-rata muncul dengan periode selama 45 menit sebelum akhirnya hilang.

WAH
Sumber : NASA

Peace.gif peace Peace.gif
IZRO'IL
Sumber: langitselatan.com, Nov 27th, 2008 at 8:06 pm.
Link: http://langitselatan.com/2008/11/27/waduk-...i-di-enceladus/


Waduk Air Tersembunyi Di Enceladus



Semburan upa air berkecepatan tinggi terjadi di Enceladus bersumber dari waduk air bawah tanah. Sumber: NASA


Satelit Saturnus, Enceladus tampaknya memang menyembunyikan waduk air jauh di bawah permukaannya. Data yang diambil dengan Ultraviolet Imaging Spectrograph (UVIS) milik Cassini menunjukan keberadaan alur partikel es dan uap air yang dimuntahkan keluar dari bulan tersebut. Data inilah yang kemudian diteliti oleh tim gabungan Jet Propulsion Lab di California, University of Colorado dan University of Central Florida di Orlando.

Hasilnya, tim yang dipimpin Professor Joshua Colwell menemukan sumber jalur muntahan tersebut berasal dari sebuah sumber air yang ada jauh di bawah permukaan. Tampaknya air disana mengalir keluar dari permukaan melalui sebuah lubang yang menjadi penghubung dengen kecepatan supersonik.

Saat ini hanya ada 3 tempat di Tata Surya yang diperkirakan memiliki air dalam betuk cair di dekat permukaan. Bumi, Satelit Jupiter - Europa dan sekarang Enceladus, Satelit Saturnus. Ketiga tempat ini memang menarik perhatian untuk diteliti lebih lanjut karena air merupakan materi dasar bagi kehidupan, dan memberi implikasi penting bagi penelitian di Tata Surya. Jika ternyata pemanasan berkala yang diperkirakan menyebabkan terjadinya geyser tersebut ditemukan dan merupakan fenomena umum dalam sistem keplanetan maka ini akan jadi sangat menarik. Karena bisa jadi kehidupan adalah hal yang umum dalam sistem keplanetan.

Hasil analisa tim ini juga membuktikan kebenaran teori tentang sumber jalur geyser memang berasal dari sumber air di bawah permukaan Enceladus. Sebuah konsep yang berlaku umum. Hal yang sama juga ditemukan di Bumi. Air dalam bentuk cair di Bumi berada jauh di bawah permukaan es Danau Vostok di Antartika.

Untuk kasus Enceladus, diyakini butiran es berkondensasi dari uap air yang lepas dari sumber air dan mengalir melalui retakan di kerak es sebelum lepas dari permukaan menuju angkasa.

Hipotesa lain yang diberikan oleh teori yang ada tampaknya tidak bisa digunakan dalam kasus Enceladus. Teori memprediksikan jalur gas dan debu yang teramati tersebut disebabkan oleh penguapan butiran es yang keluar ke angkasa saat gaya pasang surut Saturnus menyebabkan lubang yang ada di kutub selatan terbuka. Namun hasil yang ditemukan oleh tim peneliti menunjukan uap air yang keluar dari lubang tersebut pada tahun 2007 lebih banyak dari yang diprediksikan secara teori untuk tahun yang sama.

Hasil pengamatan memang menunjukan ketidakcocokan dengan waktu terbuka dan tertutupnya lubang atau jalur keluar tersebut sebagai akibat pasang surut. Selain itu hasil analisa menunjukan perilaku geyser sesuai dengan model matematika yang menjadikan lubang atau jalur keluar tersebut sebagai pipa penghubung uap air dari waduk air ke permukaan. Pengamatan pada cahaya terang dari bintang yang terhalang oleh geyser juga menunjukan kalau uap air tersebut membentuk semburan tipis. Semburan uap air tipis dengan kecepatan tinggi seperti itu hanya bisa terjadi pada temperatur yang mendekati titik leles es.

Saat ini belum ada kesimpulan akhir namun di masa depan Enceladus akan jadi target utama penelitian Cassni selama perpanjangan misinya pada bulan September 2010 dengan nama Misi Equinox.
tiko
wah baru tau gue sekarang kalo diluar satelit dari planet saturnus juga ada air. Menurut beberapa orang ilmuwan kalo terdapat deposit air pada benda angkasa luar maka disitu ada kemungkinan terdapat bentuk kehidupan walaupun cuma dalam bentuk makhluk yang primitif (mikroorganisme). Nice posting bro, Thank's
bejorakside
infonya akurat amet...ngga ditemuin di tempat laen...ditunggu info lanjutannya dengan bulan-bulan yang lain di seputar saturnus
evan01
kayaknya seeeh semburan uap airnya emang karena adanya aktifitas panas di bawah lapisan esnya




blom lagi oplosan karbon dioksida dan gas-gas lain dengan es yg dimiliki enceladus, kayak es krim soda yg dikomporin dari bawah, yooo jadi mledus...


ada yg mo nyicipin eskrim Enceladus? ciduk aja daaaaaaah....
bejorakside
berarti ada ngga ya bro evan..kemungkinan di enceladus setitik noktah kehidupan..
evan01
gw yakin ada bro, biarpun cuma mikroba pithik. tapiiii~~~.. gimana ngekplorasi bola salju segedhe gitu? sad.gif Mars Surveyor aja kerjanya udah taonan tapi blom selesai. kayaknya 'gak lama lagi karena gak ada bengkel servis buat tune-up dan ganti oli. Transmisi radio pengendali bahkan sering 'gak nyampe ke wahana eksplorasi.
ekoadhi
berarti pernah ada kehidupan di sana dunk
evan01
banyak bakteri imut-imut yang sanggup hidup di lokasi paling ekstrim dan kondisi lingkungan yang amit-amit.


biasanya hidupnya nggrombol, jadi bisa saling menolong, saling asah-asih-asuh



This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.