Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Komet Raksasa Ditemukan di Orbit Planet Neptunus
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Academia > Science and Technology > Space and Astronomy
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Selasa, 19 Agustus 2008 | 00:55 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/08/19/0055...planet.neptunus

Komet Raksasa Ditemukan di Orbit Planet Neptunus



A. Becker and the SDSS
Objek menyerupai komet yang diberi nama 2006 SQ372 berubah posisi sepanjang orbitnya.



N. Kaib
Orbit SQ372 (biru), lebih melengkung daripada Neptunus, Pluto dan Sedna (putih, hijau, dan merah).


JAKARTA, SENIN - Para astronom mengumumkan penemuan sebuah objek raksasa menyerupai komet yang melintas di orbit Planet Neptunus. Benda langit yang diberi identitas 2006 SQ372 tersebut berdiameter antara 50-100 kilometer.

Objek tersebut diperkirakan tengah dalam perjalanan kembali untuk menyelesaikan satu kali putaran orbitnya terhadap Matahari yang mencapai 22.500 kilometer. Saat ini, ia berada pada jarak 2 miliar kilometer dari Bumi, namun karena lintasan opbit yang sangat lebar, suatu saat berada pada jarak terjauh hingga 241 miliar kilometer.

Benda langit lainnya yang memiliki orbit setara dengannya adalah Sedna, planet kerdil seperti Pluto yang ditemukan tahun 2003. Namun, orbit 2006 SQ372 lebih melengkung dan menjauh dari Matahari daripada Sedna.

"Pada dasarnya ia termasuk komet, namun tidak cukup dekat dengan Matahari sehingga tidak cukup membentuk ekor uap gas dan debu yang memanjang," ujar Andrew Becker, astronom dari Universitas Washington. Objek ini mungkin terbentuk dari inti Awan Oort, gumpalan awan raksasa yang memanjang sejauh 30 triliun kilometer mengelilingi Matahari.

Becker dan timnya menemukannya setelah menganalisis data rekaman survei langit Sloan Digital Sky Survey II (SDSS II) sepanjang tahun 2005, 2006, dan 2007 menggunakan teleskop di Apache Point Obervatory. Penemuan ini akan dilaporkan dalam simposium internasional "The Sloan Digital Sky Survey: Asteroids to Cosmology" di Chicago Senin (18/8) dan akan dipublikasikan di Astrophysical Journal.

WAH
Sumber : SPACE.COM

Peace.gif peace Peace.gif
IZRO'IL
Ikut nambahin Bos OYON..
Ane dapat dari langitselatan.com..


2006 SQ372 Perjumpaan Setiap 22500 Tahun


Sebuah planet minor bernama 2006 SQ372 dengan jarak sekitar lebih dari 3 milyar km dari Bumi atau sedikit lebih dekat dari Neptunus, tengah melintasi orbit Neptunus dalam perjalanannya mengitari Matahari. Objek kecil yang menyerupai komet raksasa ini membutuhkan waktu 22500 tahun untuk menyelesaikan perjalanannya mengitari Matahari. Saat ia berada pada jarak terjauhnya dari Matahari saat itu si objek 2006 SQ372 akan berada pada jarak 241 milyar km atau mendekati 1600 kali jarak Bumi - Matahari.

Bidang orbit planet mayor yang ada di Tata Surya memiliki bentuk hampir lingkaran, namun untuk kasus 2006 SQ372 orbitnya berbentuk ellips. Satu-satunya objek yang bisa dibandingkan dengan 2006 SQ372 adalah Sedna (planet katai yang ditemukan tahun 2003). Objek baru ini jauh lebih kecil dari Sedna, dengan diameter hanya sekitar 48-96 km dan bukannya 1000 km. Pada dasarnya oobjek ini adalah sebuah komet, namun ia tak pernah bergerak smpai pada jarak yang cukup dekat dengan Matahari sehingga bisa memiliki ekor terang hasil penguapan gas dan debu.

Tim yang dipimpin Andrew Becker astronom dari Washington University, menemukan komet tersebut saat mengaplikasikan simulasi terhadap data ang sudah diambil untuk mencari ledakan supernova pada jarak milyaran tahun cahaya untuk mengukur pengembangan alam semesta.

Dalam pencarian ini, jika objek yang meledak dapat ditemukan maka objek yang bergerak pun akan dapat dikenali, walaupun untuk itu dipelukan alat yang berbeda. Dan menurut salah satu anggota tim, Lynne Jones dari University of Washington, objek yang cukup dekat dan dapat berubah posisi dalam waktu pendek adalah objek di Tata Surya.

SQ372 pertama kali ditemukan dalam deretan citra yang diambil antara 27 September - 21 Oktober 2006. Saat itu salah satu anggota tim, Andrew Puckett dari University of Alaska Anchorage, kemudian melakukan pencarian dalam survey Supernova musim gugur 2005 untuk mendapatkan deteksi yang lebih awal. Ternyata SQ372 ini sudah ditemukan dalam musim pengamatan 2006 dan 2007.

Dalam simulasi komputer yang dilakukan Nathan Kaib, mahasiswa pasca sarjana University of Washington, tampaknya SQ372 ini memiliki model pembentukan yang sama dengan Pluto yakni di sabuk serpihan es di area sekitar Neptunus dan kemudian terlontar keluar akibat pertemuan gravitasi antara Neptunus dan Uranus. Namun menurut Kaib, diperkirakan SQ372 ini berasal dari bagian dalam awan Oort.

Pada tahun 1950, Jan Oort seorang astronom asal Belanda menyimpulkan kalau sebagian besar komet berasal dari waduk es yang berada jauh. Waduk yang berisi objek-objek seperti asteroid ini sebenarnya terlontar keluar dari Tata Surya akibat tolakan gravitasi planet-planet raksasa. Sebagian besar objek di awan Oort mengorbit Matahari pada jarak beberapa bilyun km, namun gaya gravitasi dari bintang yang berpapasan dengan awan oort dapat mengubah orbit mereka. Akibatnya sebagian akan masuk ke ruang antar bintang dan sebagian lagi justru memiliki orbit yang melintasi Tata Surya dimana mereka bercahaya sebagai komet.

2006 SQ372, pada titik baliknya yang terjauh pun akan 10 kali lebih dekat ke Matahari dibanding objek-objek utama di awan Oort. Secara teori awan Oort telah diprediksikan ada semenjak beberapa tahun lalu, namun tampaknya penemuan Sedna dan SQ372 merupakan 2 objek pertama yang tampaknya berasal dari awan Oort tersebut.

Menurut Kaib, salah satu tujuan penelitian ini adalah untuk memahami asal muasal Komet namun tujuan yang lebih jauh lagi adalah untuk menelusuri sejarah awal Tata Surya dan menempatkan potongan-potongan informasi tersebut untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi saat Planet terbentuk.

Sumber : SDSS
langitselatan.com
bozan
terimakasih bro @OYON dan @IZRO`IL Hug.gif

lintasan komet sangat tergantung pada tolakan gravitasi dari bintang2 besar.

source: http://id.wikipedia.org/wiki/Komet
QUOTE
Ketika komet menghampiri bagian-dalam Tata Surya, radiasi dari matahari menyebabkan lapisan es terluarnya menguap. Arus debu dan gas yang dihasilkan membentuk suatu atmosfer yang besar tetapi sangat tipis di sekeliling komet, disebut coma. Akibat tekanan radiasi matahari dan angin matahari pada coma ini, terbentuklah ekor raksasa yang menjauhi matahari.

Coma dan ekor komet membalikkan cahaya matahari dan bisa dilihat dari bumi jika komet itu cukup dekat. Ekor komet berbeda-beda bentuk dan ukurannya. Semakin dekat komet tersebut dengan matahari, semakin panjanglah ekornya
citoz
wah....tambah lagi pengetahuan ku.
terimakasih Hug.gif atas infonya.

tp komet semacam ini kira2 ada kemungkinan buat menabrak planet gak ya?
Allelujah Haptism
@Citoz...

Kalau orbitnya bersimpangan ya pasti nabrak... BigGrin.gif

Segala sesuatu di antariksa ini merupakan sesuatu yang tidak pasti smile.gif

Sebuah kejadian pasti berhubungan kepada kejadian lainnya BigGrin.gif Peace.gif

Hanya saja kebanyakan yang menabrak planet itu adalah asteroid... Peace.gif
KURYUU
kira2 jarak dari bumi berapa yah ?
m4x
wah wahh...

makin banyak aja yahhh... penemuan komet di tata surya matahari..

thanks infonya bro..
evan01
kalo asalnya dari awannya opa Oort, berarti titik terjauhnya bisa nyampe ke heliosphere doooong... mungkin gak ya si kembar Voyager masih punya tenaga buat nyalain kamera dan ngirim gambar tentang kondisi awan Oort atau heliosphere ke bumi?.. gw pengen banget ngliat matahari dari jarak segitu... (kalo bumi sih pasti udah gak kliatan lagi)
hisigi
apakah komet yang nongol di tatasurya matahari bisa dikatakan anggota matahari?
apakah orbit komet itu tetep kaya anggota matahari yang reguler?
ada yang bisa menjelaskan?
evan01
yuuuuuuuuuup... sampeyan bener.... komet juga termasuk kawulo dari tata surya yang rutin sowan ke matahari, sampe lapisan esnya habis sekalipun, dia tetep hatur sembah ke matahari.





kalo asalnya seeeh kebanyakan dari selubung luar tata surya, tapi ada juga rongsokan es batu antah-brantah yang nyasar ke lingkungan tata surya trus minta suaka untuk jadi penghuni tetap.

Kadang komet bisa apes kalo ketemu planet, terutama si ndut jupiter. si komet yang harusnya kembali menuju kawasan Oort, dipaksa balik ke matahari sehinggal jadwal komet menjadi lebih singkat.



gravitasi bumi juga cukup kuat koq untuk menggusur jalur orbit komet kecil dan asteroid sampe mingser jauh.




komet Tempel-1 waktu belom pake ekor dari jarak 10 km
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.