Sejarah dari Senjata Biologi
Senjata biologi bukan hal baru dlm peperangan:
Senjata biologi bukan hal baru dlm peperangan:
- 300 SM: Bangsa Yunani memasukkan mayat binatang kedalam sumber air minum musuhnya
- 1155: mayat tentara dimasukkan ke sumur, kebiasaan ini terus berlangsung juga pada thn 1863 saat perang saudara di Amerika
- 1347-1350: bangsa Mongolia mengusir pedagang bangsa Genoa di kota Kaffa (Feodosia) di Laut Hitam dgn memanfaatkan mayat2 yg mebusuk untuk menyebarkan wabah penyakit pest, berkontribusi pd epidemi pest (The Black Death), 1/3 pddk Eropa tewas.
- 1767 : di masa perang antara lnggris & Perancis melawan suku2 Indian di Kawasan Amerika Utara, tentara lnggris memberikan selimut yg telah terkontaminasi virus cacar kepada penduduk lokal Indian.
- PD I & PD II: tentara lebih banyak meninggal akibat penyakit dibanding dg luka akibat perang
- Pada PD 1(1916-1918): tentara Jerman menggunakan anthrax dan glander untuk membuat ternak2 yg diekspor ke wilayah tentara sekutu hingga terinfeksi. Juga Jerman menggunakan kolera di Italy, Plaque di St. Petersburgh.
- Pada PD II Pasukan bunuh diri Jepang memasuki wilayah teritorial Uni Sovyet dg menyebarkan herbicida & melepaskan sapi & kerbau yg sdh terinfeksi antrax.
- Beberapa negara yg telah mengembangkan senjata biologi al.: Inggris, Canada, USA, USSR, Jepang & Irak.
- wabah pulmonary anthrax di Sverdlovsk (bekas Uni Soviet) pd 1992, Pemerintah Uni Soviet kemudian mengakui hal itu disebabkan oleh terlepasnya bahan biologi dari sebuah fasilitas mikrobiologi militer milik Uni Soviet
- USA: Test dispersi dan efektifitas anthrax pd kera dilaksanakan pd musim gugur 1964 — 68 di lautan Pasifik.
Penggunaan bhn biologi oleh teroris:
- Pembunuhan seorang Bulgaria di London dg cara menusuk kakinya dengan ujung payung yg sdh dibubuhi risin
- Pencemaran salad dg Salmonella typhimurium di restoran2 di Oregon, USA oleh pengikut sekte Rajneeshee menimbulkan 751 kasus dysentry
- Kelompok sekte Aum Shinrikyo di Jepang yg pernah menggunakan senjata kimia di kereta bawah tanah Tokyo Maret 1995, terbukti mengembangkan senjata biologi dengan menggunakan Clostridium botulinum dan anthrax
- Thn 2001 penerimaan amplop berisi antrax di 6 neg bagian US & distrik Columbia menyebabkan 5 tewas , 9 antrax kulit,11 antrax paru dan melumpuhkan kerja kantor pos di Washington, DC.
Bioterorisme:
Penggunaan dg sengaja virus, bakteri, jamur atau toksin dan mahluk hidup untuk mengancam atau menimbulkan ketakutan, penyakit atau kematian pada manusia, ternak atau tanaman. Dengan tujuan Kerusakan ekonomi & kehidupan suatu daerah/Negara.
Alasan memilih senjata biologi.
- Relatif murah
- Mudah diproduksi
- Relatif mudah dipindahkan/disebarkan
- Mudah disembunyikan/dibawa/transport
- Masa incubasi diketahui/dpt diperkirakan
- Penyakit yg ditimbulkan mempunyai daya tular tinggi
- Beberapa virus/bakteri masih sulit/blm ada obatnya/tidak ada pengobatan yg spesifik.
- Nama penyakit menimbulkan ketakutan & kepanikan (dampak psikologis pd masy.)
Jenis bahan-bahan biologi yang dapat digunakan sebagai senjata:
- Bakteri
- Virus
- Toksin
- Jamur
- Ricketsia
Kategori Senjata Biologi
KATEGORI A
- dapat dg mudah disebarluaskan & atau mudah transmisi dari manusia ke manusia
- Menyebabkan kematian tinggi & potensial berdampak thdp kesehatan masyarakat
- Dpt menyebabkan kepanikan masy & ggn sosial
- Memerlukan aksi khusus utk kesiapsiagaan kesehatan masyarakat.
Meliputi: Plaque/Pest, smallpox, Botulism, tularemia - Viral Haemorrhagic Fever, dan antrax.
KATEGORI B:
- Kemudahan penyebarluasan: moderat
- menimbulkan kesakitan sedang dan kematian rendah
- Membutuhkan kemampuan diagnostik penyakit menular yg spesifik dan peningkatan surveilans penyakit
Meliputi: Brusellosis, glanders Q Fever, ricin, abrin, trichothecene (T-2), mycotoxins dan Staphylococcus enterotoxin B.
KATEGORI C
Meliputi emerging pathogen yg dpt dibiakan untuk disebarluaskan secara masal dikemudian hari karena:
- ketersediaan
- mudah utk diproduksi & disebarluaskan
- potensial menimbulkan kesakitan & kematian yg tinggi dan berdampak luas thdp kes masyarakat.
Meliputi : Hanta Virus, Tick borne encephalitis, Yellow fever, Haemorrhagic fever virus, Multidrug resistent 1 BC.
Bahan-2 biologi dpt masuk dan keluar dari tubuh manusia melalui:
- Mulut
- Saluran pernapasan
- Saluran pencernaan
- Saluran kemih
- Lubang dubur
- Goresan pd kulit
- Melalui kulit
- Selaput konjuntiva mata
- Gigitan serangga & masuk ke pembuluh kapiler
Penyakit-penyakit yg dapat digunakan sbg senjata biologi:
- Anthrax
- Smallpox
- Pest(plague)
- Botulinum toxin
- Viral Hemorrhagic Fever (Ebola, Marburg)
- Tularemia
ANTRAKS
Antraks atau anthrax adalah penyakit menular akut yang disebabkan bakteria Bacillus anthracis dan sangat mematikan dalam bentuknya yang paling ganas. Antraks paling sering menyerang herbivora-herbivora liar dan yang telah dijinakkan, namun juga dapat menjangkiti manusia karena terekspos hewan-hewan yang telah dijangkiti, jaringan hewan yang tertular, atau spora antraks dalam kadar tinggi.
Ada 4 jenis antraks yaitu:
1. antraks kulit
2. antraks pada saluran pencernaan
3. antraks pada paru-paru
4. antraks meningitis.


Pelepasan “hanya” 250 gr Antraks mengakibatkan jutaan kematian di Tokyo

Cacar (smallpox)
- Penyebab virus variola
- Dunia dnyatakan bebas cacar pada tahun 1980 dengan ditemukanya penderita terakhir di Somlia.
- Saat ini spesimen virus Variola terdpat pada laboratorium di Inggris, USA, dan Rusia.


PEST PARU
- Penyebab: Yersinia pestis.
- Penularan terjadi melalui gigitan Xenopsylla cheopis (pinjal tikus).
Pes paru terjadi lewat percikan batuk penderita pes. Penularan melalui udara dapat terjadi jika kondisi pemukiman yang sesak (over crowded) dan sanitasi yang jelek.

Tularemia
Tularemia (Demam Kelinci, Demam Lalat Rusa) adalah suatu infeksi bakteri yang disebabkan oleh Francisella tularensis.
Jenis-jenis tularemia:
- Tularemia ulseroglanduler, pada tangan dan jari-jari tangan terbentuk ulkus (luka terbuka, borok) disertai pembengkakan kelenjar getah bening pada sisi yang sama.
- Tularemia okuloglanduler menyerang mata dan menyebabkan kemerahan serta pembengkakan disertai pembengkakan kelenjar getah bening. Jenis ini mungkin merupakan akibat dari menyentuh mata dengan jari tangan yang terinfeksi.
- Tularemia glanduler, terjadi pembengkakan kelenjar getah bening tanpa pembentukan ulkus, diduga sumbernya adalah bakteri yang tertelan.
- Tularemia tifoidal menyebabkan demam tinggi, nyeri perut dan kelelahan.
- Jika sampai ke paru-paru, bisa terjadi pneumonia.
Ebola & Marburg
Ebola adalah sejenis virus dari genus Ebolavirus, familia Filoviridae, dan juga nama dari penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut. Penyakit Ebola sangat mematikan. Gejala-gejalanya antara lain muntah, diare, sakit badan, pendarahan dalam dan luar, dan demam. Tingkat kematian berkisar antara 50% sampai 90%.
- Famili Filofiridae - Viral è Haemorrhagic Fever Syndrm Mortality R: 25-90% tgt strain vi. (Th Russian biowarfare prgrm => lrak)
- ISOLATION PRECAUTION: mask, gloves, gown,handwashing, SPLASHPRECAUTIONS
- DISINFECT: 10 % hypochiorite

• M. Inkubasi Ebola : 2-21 hari, ± 7 hari
Marburg: 2-4 hari
• Gejala - awal: FLI, menggigil, nyeri kepala,
myalgia, conjuctivitis (4-7hr)
- lanjut: nyeri abdm,NVD, photophobia,
maculopapular rash ,perdarahan internal& external, gangguan ginjal, jaundice, dan kematian.
Sumber: Litbang Depkes
