Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Jika Hati Berbicara
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Poetry Room
The Rambo
cinta bagiku

harus kuakui bahwa kau cantik
memang semua tahu bahwa kau pintar
seisi dunia meyakini bahwa kau gadis yang sempurna
tapi apakah suatu larangan bagiku mencintaimu

harus kuakui bahwa aku kampungan
memang semua tahu otakku pas-pasan
seisi dunia pun faham aku golongan yang tersisihkan
tapi apakah suatu dosa bila aku menginginkanmu

mustahil ... kata yang sering terucap
impossible ... itu sih orang sana bilang
tapi bagiku masih mungkin
tak pernah ada yang muskil didunia ini
kecuali apa yang telah jadi kodrat dan irodat-Nya

aku mencintaimu bukan tanpa sebab
aku menginginkanmu bukan tanpa maksud
karna kuyakin tiap makhluk berpasangan
dan saling melengkapi kekurangan dan kelebihan
aku tahu kekuranganmu dan itulah satu alasan
karna aku yakin akulah yang mampu menutupinya

tentang kekuranganku
semua tahu kau bisa menutupnya
itulah kenapa aku yakin
bahwa kau adalah pasanganku
bahwa kaulah pilihan dari-Nya untukku

itulah yang kuinginkan
bukannya aku si pungguk yang merindukan bulan
melainkan pengemis yang berharap kemasyhuran
aku bukan pengemis cinta
karna aku tak pernah meminta kepada-Nya
karna kuyakin Dia penuh dengan cinta


tuban, menjelang usia 18
The Rambo
dukaku sukamu

entah angin apa yang berhembus
terik masih terasa dikulitku
tapi aku merasa kedinginan
menggigil dan gemeretak
sementara burung mencari air
sementara sang kerbau berharap hujan

aku bulatkan tekadku
aku pastikan langkahku
aku sudah tak peduli
entah apa nanti terjadi
semua harus aku akhiri
aku menuju arahmu

saat kusampaikan rasa
saat tatap mata berbicara
kau hanya bisa diam
kau hanya terperangah
sejurus kemudian tergelak
dan sekawanan burung pun bernyanyi

pelangi itu berlalu
meski hujan masih menetes
sementara aku membatu
mengorek dalam mengubur lukaku
yang tak terselamatkan lagi
meski hari akan berganti


tuban, medio april 1997



titik balik

mendung masih bergelayut
sementara gerimis enggan berlari
terdiam disudut senja
berkawan sang kumbang sahabat setia
sebatang kertas membara tercampak disudut bibir

sekilas kupikir kelam yang datang
karna mendung mulai terbangun
dan gerimis menggeliat lagi
memburu aku mengejar waktu
yang tak lagi bisa diam berpangku

secercah sinar nampak dikejauhan
perlahan tapi pasti mendekat
menunjukkan rona merahnya
dibalik kabut senja nan jingga
membuatku kembali terpaku
terhenyak dalam sekejap

mutiara itu datang seketika
dalam gerimis mengungkap rasa
kenapa baru hari ini ?
mengapa disaat kelam bergelayut ?
mengapa ???

puing itu mulai kutata
berharap tiada lagi cela
meski lama tergerus masa
berharap tegak menantang mega
kini aku kembali lagi tegak berdiri
dengan senyum mengembang dari mutiara kabut pagi


ranu kumbolo, medio agustus 1998
eiger
wah.. puisi2 cinta bro rambo masa muda ya ? smile.gif

salut bro,
masih tersimpan dengan rapi .. Applause.gif


ikut nimbrung ya bro,
ini tulisan gw tahun 2004,
saat mantan cewek gw menikah.. padahal saat itu gw berniat mo balikan lagi sad.gif HeHe.gif

untuk perempuan kecilku

terima kasih kau sempat mengunjungiku dalam mimpi
kau tunjukan kembali sebuah senyuman
diantara nyanyian daun bambu diatas rumahmu
hingga membuatku terdiam, terbata
tak dapat menguraikan maknamu.
mungkin saja, kau hendak menanyakan
tentang sederet kata hilang
yang tak pernah terucap.

kini,
telah kau tunaikan sunnah suci Nya
yang halalkan ikatanmu dengan nya
dan kini kau dan dia
adalah sepasang jemari dan pena
yang senantiasa akan menuliskan
ribuan lembar perjalanan berikutnya
dicelah terjalnya malam
dan teriknya siang
di belantara rimba kehidupan,
hingga tercipta karya sakinah ma waddah wa rohmah.


ciamis, 15 agustus 2004.

(maaf aku tak sempat datang untuk mengucapkan selamat menempuh hidup baru)
The Rambo
@eiger ... smua kenangan masih gw simpen di buku kusam masa muda HeHe.gif
ga pernah gw buka ... takut bini entar cemburu haha.gif
thanks udah ikutan meramaikan Hug.gif Love.gif

bukan cinta biasa

merenda jalinan asmara
bukanlah menata kotak kubus
kau tak bisa menerka luasnya
kau tak mampu menghitung tiangnya
kau hanya bisa merasa
kau hanya dapat menikmatinya
atau mungkin mengutuk keberadaannya

bila kau mau ... cintaku
asmaraku mampu segemulai nyiur
cintaku setegar karang menantang gelombang
rasa yang melebihi belaian sang bayu
menghantar ke nikmat peraduanmu
berselimutkan alunan sang biduan cinta

cintaku bukan cinta biasa
topeng asmara dibalik durjana
pencabik harga diri kaum hawa

cintaku mengalir dari nadi
berhulu sanubari hilir nurani
fatwa suci anugerah Illahi

engkau mutiara kabutku
embun pagi kesunyian
dian kecil digulita hatiku
peniup sangkakala keberadaanku
penyair cinta di padang gersang kerinduan

itulah aku bagimu dan engkau bagiku
karna cinta kita bukan cinta biasa

ibukota jawa tengah, 20 juni 1999
aanwishnu
puisi tentang cinta nya dalem2 semua... sampe terharu... crying_anim.gif
kalo boleh, ijin copy ya...

andaikan gue bisa mengungkapkan apa yg ada di hati ke dlm puisi... Hmm...
The Rambo
@aanwishnu ... silahkan bro Hug.gif

dalam kehampaan n dalam kegamangan tercipta nuansa
dalam keriangan n dalam kebahagiaan tercipta warna
moga bro jg mampu menuangkan rasa dalam kata penuh makna Peace.gif

hitam

ketika aku terpuruk engkau diam
ketika aku terjatuh engkau berpaling
mengapa kini lain
apakah engkau telah bosan
ataukah ada yang lain dihatimu

jika itu yang kau mau
jika itu yang kau ingin
aku hanya bisa melepasmu
akau hanya bisa membiarkanmu

aku bukan penjagal cinta
aku bukan pemasung rasa
biarlah asmara berlalu
seiring gugurnya dedaunan kamboja
yang sering kupungut dihalaman
tuk kusuntingkan ditelingamu

biarlah kukubur rasa ini
bersama kenangan yng masih terpatri
saat kusendiri nanti
untuk membuatku tersenyum
dan mungkin hidup kembali

bersama kamboja yang lain ...

semarang, awal millenium



berpalinglah

sejalan bukan berarti satu tujuan
seiring bukan berarti satu maksud
berpalinglah sekarang
usah hiraukan ... aku masih berdiri

jemput cahayamu
kukembalikan pelita itu
dia sudah bukan milikku
biarlah cahaya itu yang menyala
biarlah dingin disini

berpalinglah sekarang
jangan kembali
aku tak ingin air mata itu jatuh
aku tak ingin lutut itu bersimpuh
cukup aku saja
bukan salahmu bukan salahnya
cukup aku saja

semarang, ultah kala millenium
peach a pie
dalem dalem dalem
kaya' berusaha tegar
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.