pesan singkat
kau yang selalu menjamu malam-malam
dengan perapian kecil dan seribu kunang-kunang.
dan semangatmu untuk membuka tirai-tirai kesunyian,
menandakan masih ada hari untuk esok bercerita.
kau yang selalu bersembunyi di balik langit,
dengan jubah mimpi dan topeng berwarna tembakau,
dan semangatmu untuk menghitung jumlah jejak-jejak jari,
menandakan masih ada sisa untuk senja berbagi.
kau yang selalu menetapkan hisab kegelisahan,
dengan butiran tasbih yang tercecer dengan lisanmu,
dan semangat itu masih terpampang jelas di air mukamu,
menandakan ujung hati masih menyimpan tetesan air mata.
kau yang selalu menjadi nadi dan desah nafasku,
menandakan masih ada malam untuk kita jamu berdua...
11/09/2008