Beberapa orang miskin di jalanan
Memunguti sampah dan barang rongsokan
Jika ada yang terjatuh, luka, yang lain membantu bergotongan
Ada yang sedih yang lain membantu menghiburkan
Tapi kemudian datang tiba-tiba seorang dermawan
Yang diikuti puluhan wartawan, menebar uang ke jalan berserakan
Kontan kerumunan si miskin pun berebutan kesetanan meradang
Yang tadi digotong luka dilemparkan, yang lemah sedih terdorong jatuh terinjakkan
Saat pejabat-petinggi dilantik sumpah-janji
Rona muka tulus terlihat di muka yang bertekad mengabdi
Getar suara halus terdengar demi nama Tuhan yang Maha Tinggi
Lalu bersalaman diucapkan selamat dengan tetesan air mata bersih
Tapi kemudian rekanan proyek licik datang menawarkan barang pecundang
Petinggi partai datang menagih jasa dukungan tuk pejabat sayang
Anak,istri,mertua menangih fasilitas dan belanja sesuai jabatan yang dipegang
Kontan si pejabat pun mark-up sini sana kesetanan meradang
Rekanan berbarang bermutu jujur ditendang
Pelaksana proyek berkualitas yang sholeh dibuang
Yang mau kongkalikong semua barang dan proyek silahkan pajang
Semua masih indah kala masih sederhana
Tapi semua jadi mengerikan jika uang sudah meraja
Hanya tinggal satu tanya:
Dapatkah kubendung amukan uang itu saat giliranku tiba?