Menyendiri dan penuh kesyahduan. Tiada yang bisa memastikan, sejak kapan Masjid Saka Tunggal tegak di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Banyumas. Namun demikian, masjid yang keluar dari kewajaran arsistektur masjid di Jawa itu diperkirakan dibangun antara tahun 1522 - 1871 Masehi..
Lokasi masjid sejauh 30 kilometer arah barat daya Kota Purwokerto, masih merupakan tempat dengan kepadatan penduduk yang rendah. Kehadiran hutan lindung di sekitar masjid menyisaakan fauna, terutama kera Jawa. Mereka hidup bebas di hutan belantara, dan mulai melakukan kontak dengan manusia seiring kian banyaknya jumlah wisatawan yang memasuki Desa Cikakak. Kera-kera mulai berani bergaul ketika sejumlah wisatawan satu per satu memberi mereka beragam makanan, mulai pisang hingga kacang rebus.

Insiden antara kera dan wisatawan belum pernah terjadi. Namun berdasarkan penuturan para juru kunci pelindung masjid, seorang warga yang pernah mengganggu seekor kera, dikeroyok oleh ratusan kera lainnya. Sehingga sangat disarankan untuk mengadakan kontak dengan keinginan untuk berbagi rasa cinta, dan bukan justru menciptakan gangguan.
sumber: visit banyumas