pintu itu kini t'lah terbuka
dan smuanya kini dapat kulihat
sebuah raga yang terbalut sukma yang t'lah menanti ku dalam satu dasawarsa
tersenyum bahagia rentangkan tangannya sambut diriku
kuyakinkan mataku t'lah terbuka
namun bagaimana bisa tak dapat melihat
s'lalu tersilaukan pada paras yang mempesona
merayuku 'ntuk singgah sejenak
inilah perjalanan hidup seorang musafir cinta
yang mencari pembenaran hati yang terselimuti
oleh noda perawaan yang terus menghantui
menjembatani akal sehat yang t'lah mati
dahulu dirimu adalah debu dimataku
yang hanya tinggal 'ntuk mengganggu penglihatanku
yang kuseka dengan air lalu kutinggalkan
kucampakkan dan terlupakan
kini sang musafir t'lah letih
bersimpuh pada waktu yang kini mengikat
pada relung hati yang tertawan oan merintih
memohon pada hati yang memikat
oh ... wanita ku
maafkan diriku yang tak menyadari
betapa baik dan tulusnya cintamu
pada ku yang kini t'lah sendiri