Senin, 18/08/08 22:03
Mengikuti seri MotoGP tak semudah melihatnya dari layar kaca. Lebih jauh tentang hal ini, Doni Doni Tata Pradita, buka-bukaan tentang banyaknya kendala yang dihadapi didebut perdana kelas 250 cc. Enggak melulu soal Yamaha TZ250, penyesuaian kondisi cuaca, berikut kontrol makanan yang ketat, juga merupakan faktor yang mempengaruhi bocah 17 tahun ini.
Tidak hanya itu, sesi latihan MotoGP hanya boleh dilakukan satu kali di setiap seri. “Sedangkan racing line masih meraba,” ujar penggemar spaghetti ini dalam acara temu kangen dengan Doni Tata (30/7).
Saat harus berkonsentrasi dengan balap, suasana rindu kampung sampai-sampai rasa kangen pada sang Bunda tercinta pun dilupakan. Nah kalau kangen pacar bagaimana? Doni pun tersipu menjawab kalau dirinya masih jomblo, selain itu kalau punya pacar bakal boros pulsa, jawabnya malu.
Di sela-sela kesibukan mengikuti seri balap, waktu senggang Doni diisi bermain sepeda atau badminton. Tentunya dengan anggota tim YPI atau dengan teman seapartemen. Selain tim Yamaha Pertamina Indonesia (YPI) juga berusaha memfasilitasi Doni Tata dengan pendidikan berbasis internet.
Meskipun saat ini Doni Tata hanya berada di urutan belakang, rasa nasionalisme terbukti di MotoGP seri Qatar 2008. Bagaimana tidak? Penonton berkebangsaan Indonesia yang rata-rata berprofesi sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) hadir menyesaki tribun untuk mendukung pembalap kesayangan Indonesia ini sampai-sampai dukungan masyarakat Indonesia mengalahkan dukungan untuk Valentino Rossi.
Sumber: www.otomotifnet.com
http://www.otomotifnet.com/otoweb/index.ph...nt/0/0/1/7/1407