Kusapa semburat ungu sore hari
bercampur emas tua di kening senja
sesaat setelah kuterpana menatap gelombang air
beralunan berdebur menepi dan menjauh kembali
Woi..menukik tajam terkuncup sayap
tersentuh riak menyahutnya pelan
Melambai-lambai mengepakkan harapan
menuju bulat tembaga yg semakin padam…
Bersama awan ia keliling senja
pesona tertancap hati merona
oleh kesendirian bertaut nuansa
dan cakrawala-pun mencipta memori surga
Tertancap jelas terasa didalam dada
Dalil hidup, hakikat diri serta fenomena
Menjalin untaian benang tiada tara
Hingga terwujud, sutera hidup dan rasa bahagia
Tak ada sebuah kata…
ketika langit-pun pulang dan malam menjelang
Hanya menorehkan garis panjang yang terbentang
Seperti camar, menukik, mengepak dan mengelilingi senja…
(Agustus 1998)