Bacteria

Simbiosis Bakteri dan Tumbuhan
Bakteri adalah organisme bersel satu yang berada hampir di semua tempat. Sel bakteri adalah suatu organisasi prokariotik, suatu sistem sel yang tidak mempunyai membran inti. Bakteri banyak ditemukan di dalam tanah, yaitu di daerah rhizosphere, yaitu suatu zona pada tanah di sekitar akar yang mengandung nutrisi yang dikeluarkan oleh akar yang merupakan sumber energi dan nutrisi yang baik bagi pertumbuhan berbagai macam bakteri dan mikroorganisme yang lain.
Komponen Nutrisi yang Dikeluarkan Akar
Karbohidrat: Glukosa, fruktosa, sukrosa, xilosa, maltosa, rhamnosa, arabinosa, rafinosa, oligosakarida
Asam amino: Leusin/ isoleusin, valin, asam γ-aminobutirat, glutamin, γ-alanin, asparagin, serin, asam glutamat, asam aspartat, sistin/ sistein, glisin, fenilalanin, treonin, tirosin, lisin, prolin, metionin, triptofan, homoserin, β-alanin, arginin
Asam organik: Tartarat, oksalat, sitrat, malat, asetat, propionat, butirat, valerat, suksinat, fumarat, glikolat
Enzim: Fosfatase, invertase, amilase, protease, poligalakfuronase
Senyawa-senyawa lain: Biotin, tiamin, pantotenat, niasin, kolin, inositol, piridoksin, asam p-aminobenzoat, asam n-metilnikotinat, auksin
Isolasi dan Pembiakan Bakteri

Contoh isolat bakteri

Contoh isolat bakteri
Untuk keperluan penelitian, bakteri yang akan dipelajari harus dipisahkan (diisolasi) dari lingklungan aslinya dan bakteri atau mikroorganisme yang lain dan kemudian ditumbuhkan pada suatu medium yang steril. Untuk mengisolasi bakteri diperlukan suatu kultur pengayaan untuk menambah jumlah bakteri yang akan diteliti karena dari sumber alaminya, bakteri yang akan diisolasi biasanya hanya ada pada jumlah yang kecil. Kultur pengayaan ini juga berfungsi untuk mengurangi jumlah bakteri lain yang tidak dibutuhkan.
Kultur pengayaan dapat disediakan dengan penggunaan media yang selektif, penggunaan kondisi inkubasi yang selektif, dan pre-treatment bakteri yang selektif. Metode penyediaan kultur pengayaan disesuaikan dengan sifat bakteri yang akan diisolasi, baik secara fisika maupun kimia, sehingga bakteri yang akan diisolasi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan walaupun mikroorganisme lain masih dapat hidup, pertumbuhan dan perkembangannya tidak akan maksimal.
Kultur pengayaan dapat menghasilkan suatu koloni bakteri sehingga dapat diidentifikasi. Uji-uji untuk identifikasi bakteri ada beberapa macam diantaranya adalah uji pewarnaan Gram, sporulasi, motilitas, reduksi nitrat, hidrolisis pati dan kasein, hidrolisis gelatin, tes Voges-Proskauer, penggunaan sitrat, uji katalase, oksidase, denitrifikasi, produksi urease, pembentukan senyawa indol, tes suhu, tes pH, dan pengamatan penampakan fisik bakteri. Apabila identifikasi menunjukkan hasil yang sesuai dengan ciri-ciri bakteri yang akan diteliti, maka koloni tersebut diisolasi dan selanjutnya dikembangbiakkan pada media biakan yang steril dan terjaga dari pencemaran
Media biakan yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri terdapat dalam bentuk padat, semi-padat, dan cair. Media biakan harus berisi zat hara dan mempunyai keadaan fisik yang sesuai pertumbuhan bakteri. Nutrisi yang berada di dalam media biakan digunakan untuk pertumbuhan, sintesis sel, keperluan energi dalam metabolisme, dan pergerakan. Pada umumnya nutrisi atau kandungan unsur dalam media biakan yang dibutuhkan oleh bakteri adalah sumber energi, karbon, nitrogen, sulfur, fosfor, unsur-unsur logam, vitamin dan air. Macam kondisi fisik lingkungan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimum bakteri adalah suhu, gas atmosfer, dan pH. Untuk berhasilnya kultivasi bakteri, dibutuhkan suatu kombinasi nutrisi serta lingkungan fisik yang sesuai.
Bakteri mengalami empat fase pertumbuhan di dalam media biakan, yaitu fase lag, fase log, fase statis, dan fase kematian.
Fase Pertumbuhan Bakteri:
Fase lamban (lag): Tidak ada pertambahan populasi, sel mengalami perubahan pada komposisi kimianya, ukuran bertambah, dan substansi ekstraseluler bertambah
Fase logaritma: Sel membelah dengan laju konstan, massa menjadi dua kali lipat dengan laju sama, aktivitas metabolik konstan, dan keadaan pertumbuhan seimbang
Fase statis: Penambahan produk beracun, kehabisan nutrisi, beberapa sel mati dan yang lainnya tetap hidup dan membelah, dan jumlah sel hidup konstan
Fase kematian: Kematian lebih cepat dari pada terbentuknya sel-sel bakeri yang baru. Bergantung pada spesiesnya, semua sel akan mati dalam beberapa hari atau bulan.
Peace All