Wireless. . . . . . .
Suatu sistim yang memungkinkan sebuah perangkat atau lebih dapat saling berhubungan dengan menumpang denyutan gelombang elektromagnetis. Dalam bahasa yang sederhana bisa dikatakan diantara perangkat perangkat tersebut secara visual nampak terpisah namun sebenarnya punya hubungan, punya ikatan bathin. . . . . .
Hubungan wireless, hubungan yang ada namun tiada ini dalam kehidupan sehari hari seringkali kita alami tapi kadang tak kita sadari bahkan tak jarang yang cukup sulit untuk kita pahami. Mungkin dalam hidup ini kita sering mengalami kegagalan, sering mengalami musibah. . . . namun kita selalu melihatnya dari perspektif duniawi semata. Gagal dalam bisnis, dibilang ah itu kita kurang promosi. Gagal dalam UAS, ah itu kurang belajar koq. Dapat musibah motor digondol pencuri, ah hanya sedikit ceroboh. . . .lupa ga dikunci dll.
Jarang diantara kita yang menggunakan mata hati guna meneropong adanya benang merah, adanya link antara apa yang kita alami dengan perilaku bathiniah kita. Banyak yang lupa bahwa kita hanyalah sebuah client dan nun jauh disana, diatas langit ada sebuah server maha dasyat yang mampu menerobos sistim kita setiap saat, dan mengkonfigurasi ulang file file hidup ini. Bila hidup ini sering ditimpa musibah, bolehlah kita menduga duga. . . ah jangan jangan ini ada bagian fakir miskin diantara harta kita yang belum disalurkan.
Atau bisa jadi jangan jangan tangan kita jarang berada diatas, jarang memberi dan sering kali hanya memnta sehingga saldo kebaikan kita menjadi minus. Bila kegagalan seringkali menghantui hidup ini, tak ada salahnya kita berhipotesa. . . . . . mungkin ada sepotong bahkan terlampau banyak makanan yang berlabel haram baik barang maupun cara kita memperolehnya, yang beredar dalam sistim metabolisme diri kita. Secara koneksitas memang antara peristiwa dan dugaan penyebabnya tak ada hubungannya, ga nyambung tapi jelas ada keterkaitan yang perlu pendalaman rohani untuk memahaminya.
Sebentar lagi ritual tahunan berupa mudik lebaran akan berlangsung. Hendaknya kita mawas diri, jangan jangan proses sinkronisasi, proses pairing dari server akan dan mungkin mulai berjalan. . . . . . . saatnya kita akan membayar apa yang telah kerjakan sebelumnya, waktunya menuai apa yang telah kita tanam.
Memperbanyak istighfar dan ditutup dengan doa saya rasa tentu sebuah jawaban yang bijaksana. Jalanan yang penuh sesak, yang penuh dengan berbagai variabel kemungkinan pastinya butuh lebih dari sekedar kehati-hatian agar bisa selamat sampai ke rumah tujuan. . . . . .dan tidak nyasar ke rumah masa depan.