Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Smart Worker not Hard Worker
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Aneka Tips
robroy
thumbsup_anim.gif thumbsup_anim.gif
Jadi Smart Worker, Jangan Hard Worker

Hari gini, sudah tidak zamannya lagi menjadi hard worker alias pekerja keras. Jika ingin sukses, jadilah smart worker.

Apa yang memotivasi Anda dalam bekerja? Punya mobil bagus, rumah sendiri atau membeli barang-barang yang membuat Anda tampil gaya? Apa pun itu, yang pasti untuk mencapainya Anda rela bekerja mati-matian.

Bahkan sampai lupa waktu, lupa makan dan akhirnya terperangkap dalam pekerjaan yang lama-lama mungkin tak Anda nikmati lagi. Namun, apakah kerja keras dan pengorbanan Anda sepadan dengan hasil yang didapat? Jika jawabannya tidak, berhentilah menjadi hard worker. Percuma Anda bekerja keras kalau tidak juga ada hasilnya.

Hard Worker = Tidak Efisien Dulu, menjadi hard worker memang salah satu cara terbaik untuk mendapatkan perhatian atasan. Anda bisa mendapatkan promosi atau kenaikan jabatan (yang biasanya disertai kenaikan gaji) jika menjadi hard worker. Dengan catatan, kerja keras ini memang ada hasilnya dan bukan sekadar mencari uang lembur di kantor.

Namun, belakangan cara ini tak lagi populer. Apalagi di zaman serba hemat seperti saat ini. Menjadi hard worker yang identik dengan berada lebih lama di kantor dianggap tidak lagi efisien dan suatu pemborosan. Penambahan jam kerja, juga bisa membuat Anda dinilai tak punya manajemen kerja yang baik sehingga tak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Kalau begitu keadaannya, sudah waktunya Anda mengubah cara kerja.

Be Smart Worker daripada menghabiskan seluruh waktu di kantor tapi malah dipandang negatif, mengapa tidak mencoba lebih efisien dan bekerja lebih smart? Dan, untuk menjadi smart worker tidak susah, kok. Anda hanya perlu bekerja sambil berpikir dan berprinsip, bagaimana agar pekerjaan bisa dikerjakan lebih cepat dan lebih fleksibel.

Kalau boleh sedikit membandingkan, sebagian besar negara Eropa dan Amerika sudah menerapkan prinsip smart worker ini. Contohnya, Italia yang sudah memberlakukan jam kerja rata-rata hanya 5 jam sehari. Asyik, kan? Selain punya lebih banyak waktu untuk menikmati hidup, Anda juga punya waktu jika ingin mencari penghasilan tambahan alias side job. Nah, untuk menjadi smart worker, Anda harus punya strategi kerja. Di antaranya:

1. Anda bisa memulainya dengan mencoba memusatkan perhatian pada pekerjaan. Kurangi hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian, seperti ngobrol atau bergosip dengan rekan kerja terlalu lama (baik langsung, via telp atau sarana chatting), jauhkan katalog dan bahan bacaan pribadi dari wilayah kerja, dan lain sebagainya. Untuk hal-hal seperti itu, ada waktunya sendiri setelah jam kerja usai.

2. Hindari menunda-nunda pekerjaan dan cobalah mengerjakannya dengan sistem multitasking. Dengan cara ini, Anda bisa mengerjakan dua atau tiga tugas sekaligus sehingga bisa lebih menghemat waktu.

3. Untuk memudahkan, gunakan teknologi secara bijak. Misalnya, gunakan telepon dan internet seperlunya, apalagi jika pekerjaan Anda sedang menumpuk. Manfaatkan teknologi tersebut untuk mempercepat selesainya tugas-tugas Anda.

Dengan mengoptimalkan waktu kerja, Anda tak hanya menjadi lebih efisien tapi juga lebih produktif. Bukan mustahil dengan semakin sederhana kehidupan kerja dan semakin sedikit waktu kerja kita, semakin besar penghasilan yang kita peroleh.


http://www.kompas.com//read//xml/200...di.hard.worker
satria2705
Beguna Brow,,,,Thenks
tapebusuk
wah bener bgt tuh bro,,

gw slama ini berarti masuk hard worker dong yee,,

abisnya ada kerjaan dikit pasti lgsg kedistract ama internet lah, YM lah,,hehehe...

maklum masih anak bawang,,
_Tosch_
nice tips can wait for the other one
baliant
tansk atas tips nya
Dirkness
Smart worker...?
Sebenarnya apa definisi yg paling mendasar dari hard/smart worker.....?
Aku juga ga tau, ini hanya permainan kata2 oleh masyarakat (pintar) kita yg memang doyan.

Banyak faktor yg harus kita perhatikan dalam bekerja, dan saya rasa ini akan mengelompokan perkerja ke dalam dua tipe pekerja ini.
Bekerja secara full time (9 to 5, ato malah lembur) bukan berarti otomatis mengelompokan kita sebagai hard worker.

Perusahaan punya target yang harus dicapai, setiap karyawan telah memiliki keahlian khusus di masing masing bagian, sehingga apapun bentuk kerjaan itu, karyawan tersebut harus menuntaskannya.
Bila pada saat tersebut kita bekerja multitasking, apakah hasil tugas tersebut akan optimal...? efisiensi bukan otomatis membuat kita jadi smart working.

Semakin cepat kita menyelesaikan pekerjaan kita, maka akan semakin banyak kita diberi pekerjaan, karena pimpinan akan melihat bahwa karyawan tersebut baik dalam bekerja. (bukan berarti kita harus malas-malasan dalam mengerjakan project). Tapi bekerjalah sebaik mungkin sesuai dengan kemanpuan kita, Ingat test psikotest merupakan sarana bagi perusahaan untuk melihat kemampuan kita dalam bekerja. tidak mungkin kita dipekerjakan bila kita tidak cekatan dan sesuai standard penerimaan karyawan perusahaan.

"Menggunakan waktu se-efisien mungkin", bagaimana caranya bila perkerjaan menuntut seluruh waktu kerja kita dikantor...? apa yang harus diefisienkan disini...? kapan kita menempatkan waktu efisien itu...?

seorang smart woker akan terlihat dengan sangat jelas bila pekerjaan kita adalah pekerjaan profesi, seperti tukang becak, pedagang asongan, tukang jahit, dokter, artis sinetron, supir angkot, pialang saham, dan masih banyak lagi profesi yg tidak menuntut keberadaan kita bekerja hanya pada suatu tempat dari pagi sampai sore.
cabrola
bener
irphun
betul bgt
setuju deh boss
4mpat4mpat2dua
setuju boss
El_Diablo88
aku mah ga ada di opsi nya hehehe malessan
thanks bos infonya Hug.gif
djarotsp
setubuh bro..eh setuju...
kevin.88
nice info bro...thx buat infonya
suan
sip
kompormasak
kalau menurut ane sih, work smart dan work hard musti jalan berdampingan..
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.