Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Emas dan Platina Berasal dari Luar Angkasa
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Academia > Science and Technology > Earth Science
IZRO'IL
Sumber: langitselatan.com, Sep 24th, 2008 at 8:15 am.
Link: http://langitselatan.com/2008/09/24/logam-...-dari-meteorit/
Link: http://www.europlanet-eu.org/demo/index.ph...4&Itemid=41



Meteorit besi dari permukaan Mars, diambil oleh Mars Exploration Rover Opportunity. Kredit : NASA


Beberapa logam mulia dan langka di dunia termasuk platinum dan iridium bisa memperlihatkan keberadaannya di dalam kerak Bumi dan di dalam meteorit besi dan meteorit batuan-besi yang merupakan potongan sejumlah besar asteroid yang telah mengalami proses geologi di awal masa tata Surya terbentuk.

Dr. Gerhard Schmidt dari the University of Mainz, Jerman, menghitung sekitar 160 logam asteroid yang memiliki diameter 20 km, yang diperkirakan memiliki konsentrasi kandungan logam-logam langka tersebut. Logam-logam langka yang ditemukan di dalam kerak Bumi tersebut dikenal sebagai Highly Siderophile Elements (HSE). Elemen Siderophile merupakan kelompok logam transisi yang memiliki kerapatan sangat tinggi yang terikat dengan logam besi pada kondisi padat ataupun cair. Kelompok HSE ini terdiri dari rhenium (Re), osmium Os), iridium (Ir), ruthenium (Ru), rhodium (Rh), platinum (Pt), palladium (Pd) dan emas (Au).

Menurut Dr. Schmidt kunci untuk memahami asal mula planet adalah pengetahuan akan kelimpahan HSE di dalam kerak dan mantel Bumi, Mars dan Bulan. Dr. Schmidt menemukan kelimpahan seragam HSE dalam contoh lapisan teratas kerak Bumi. Setelah melakukan perbandingan dengan jumlah HSE di meteorit, tampaknya HSE ini memiliki sumber kimia kosmik.


Impresi artis, tabrakan meteorit di Bumi yang menyebabkan terbentuknya Bulan. Kredit : ESA


Dalam 12 tahun, Dr Schmidt melakukan analisa terhadap konsentrasi HSE pada situs tabrakan meteorit di seluruh dunia, juga pada contoh kerak dan mantel Bumi. Selain itu ia juga membandingkan data yang ia dapat di Bumi dengan data tabrakan Breccias di Bulan yang dibawa oleh misi Apollo. Perbandingan juga dilakukan dengan meteorit dari Mars, yang diyakini merupakan contoh dari kerak dan mantel Mars.

HSE sendiri terdapat di nebula yang merupakan asal terbentuknya Bumi. Namun pada saat planet muda ini mengalami evolusi, HSE yang ada mengalami pemanasan dan kemudian hilang bersama elemen berat lainnya dari mantel silikat ke bagian inti besi dan logam yang kaya nikel. Keberadaan HSE di mantel masih menjadi perdebatan dan teori yang diterima luas adalah HSE ditambahkan oleh tabrakan meteorit sebagai lapisan materi di permukaan Bumi setelah terbentuknya inti sekitar 20-30 juta tahun lalu setelah akresi planet. Diperkirakan tabrakan yang terjadi tersebut berasal objek seukuran Mars yang memicu pembentukan Bulan.

Kelas meteorit yang berbeda memiliki karakteristik perbandingan elemen HSE yang memberi indikasi dimana mereka terbentuk di Tata Surya.Dan karakteristik perbandingan HSE di mantel teratas Bumi (contoh elemen ruthenium/iridium memiliki rasio 2) cocok dengan prediksi teoretik pembentukan asteroid di area Merkurius-Venus.


Impresi artis, meteorit logam, Kleopatra. Kredit : NASA


Bumi merupakan objek yang berbeda dengan inti besi-nikel, mantel silikat, dan kerak silikat yang telah mengalami evolusi. Dalam penelitian ini terlihat rasio kelimpahan HSE di kerak bumi jauh lebih tinggi dari yang ditemukan di meteorit batuan, yang dikenal dengan nama chondrites. Chondrites ini merepresentasikan materi awal pembentuk Tata Surya. Rasio HSE yang ditemukan memiliki kemiripan dengan yang ada di meteorit batuan-besi. Meteorit tersebut merupakan potongan besar asteroid yang sudah mengalami pemanasan internal di masa lalu untuk membentuk inti logam cair. HSE secara khusus terkonsentrasi di inti cair dan pada batas dengan materi padat, yakni pada selubung batuang, Namun, rasio yang sesungguhnya dari logam yang berbeda-beda bergantung pada kondisi fisik dimana mereka terbentuk.

Rasio HSE yang ditemukan pada mantel teratas Bumi tidak sepenuhnya sama dengan spesimen meteorit yang ditemukan di seluruh dunia. Yang memiliki kemiripan hanyalah rasio HSE pada meteorit besi Charlotte.

Sampai saat ini ada sekitar 20 meteorit besi dan 20 meteorit batuan, yang disebut chondrites yang telah diidentifikasi dari 175 akibat tabrakan di bumi, sementara 135 lainnya masih belum diketahui. Dan di antara kesemuanya itu belum aa meteorit yang diidentifikasi terbentuk di area Merkurius-Venus.

Sebagian meteorit dari Mars yang diperkirakan merupakan representatif kerak Mars juga memiliki nilai HSE yang hampir mirip dengan kelompok meteorit besi dan meterit batuan. Dengan demikian diperkirakan proses yang sama juga terjadi di Mars.
jojo8228
Kira-kira kapan ya kita bisa menambang ke sana... bisa kaya mendadak nih... smile.gifsmile.gif
Cuma apakah teknologi manusia bisa menjangkau kesana sekarang???
Semoga saja smile.gifsmile.gif

Peace.gifPeace.gifPeace.gif
botjah
kapan ada teknplogi yang memungkinkan manusia bisa nambang logam di luar angkasa ????
orlando ong
kalau begitu, asalnya metoirit dari mana?
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Rabu, 24 September 2008 | 15:43 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/09/24/1543...ri.luar.angkasa

Emas dan Platina Berasal dari Luar Angkasa



ilustrasi tumbukan asteroid menghantam bumi


PARIS, RABU — Logam mulia seperti emas dan platina mungkin mulai muncul di permukaan kerak Bumi saat asteroid menghantam Bumi yang baru terbentuk miliaran tahun silam. Itulah kesimpulan hasil kajian yang dilakukan Gerhard Schmidt dari Universitas Mainz, Jerman.

Schmidt melakukan penyelidikan selama 12 tahun atas berbagai lokasi yang pernah dihantam meteorit dengan menganalisa tanah untuk melacak berbagai logam berharga ini, yang disebut highly sederophile element (HSE). Berbagai logam dalam kelompok HSE antara lain emas, platinum, palladium, iridium, dan ruthenium.

Ia membandingkan logam-logam mulia ini dengan sampel mineral dari sejumlah lokasi, antara lain dari bagian kulit dan kerak Bumi, dari meteorit Mars yang telah ditemukan di Bumi, dan dari sejumlah analisa atas batu-batuan yang banyak mengandung HSE yang dibawa dalam misi-misi Apollo yang ditemukan di lokasi-lokasi yang dihantam meteorit di Bulan.

Kandungan HSE di sejumlah mineral tersebut ternyata memiliki kesamaan sehingga erat kaitannya kimiakosmos Bumi dan batu-batuan luar angkasa tersebut. Dari hasil perhitungannya, Schmidt menyatakan bahwa sekitar 160 asteroid besar yang kaya unsur logam berdiameter 20 kilometer akan cukup memadai untuk memberikan konsentrasi HSE yang kita dikandung Bumi saat ini.

Schmidt dijadwalkan akan menyampaikan karyanya pada Kongres Sains Planet Eropa yang berlangsung pekan ini di Muenster, Jerman.

WAH
Sumber : Antara

Peace.gif peace Peace.gif
bozan
kalau kita memang sudah bisa menambang diplanet2 lain, maka tentunya fokus pembangunan manusia bakal terjadi diluar bumi smile.gif

kalau gue pribadi, berdasarkan dari teori2 tentang big-bang yang pernah gue baca, maka semua planet pada dasarnya memiliki bahan/material yang sama, cuman nilai konsentrasi-nya saja yang berbeda.

Peace.gif
jahanam
klo kita bisa nambang di luar angkasa mungkin harga rupiah bisa membaik.

knapa? krn harga emas turun trus dolar tutun dah dan akhhirna rupiah menguat. indonesia.gif

oyeeeeee indonesia.gif
jhambronk
nambang di angkasa kayaknya mantep jg tuh
mutanthitam
cukuplah sudah kita menghancurkan planet bumi, ga usah ngancurin planet lain...
demi motif ekonomi lagi...ck ck ck..
hehe..

peace
c3rb3ru5
QUOTE (bozan @ Oct 4 2008, 11:20 AM) *
kalau kita memang sudah bisa menambang diplanet2 lain, maka tentunya fokus pembangunan manusia bakal terjadi diluar bumi smile.gif

kalau gue pribadi, berdasarkan dari teori2 tentang big-bang yang pernah gue baca, maka semua planet pada dasarnya memiliki bahan/material yang sama, cuman nilai konsentrasi-nya saja yang berbeda.

Peace.gif


kalau menurut q sih, material asal materi memang sama, mengacu pada teori fusion karena material awal alam semesta dari atom Hidrogen yang selanjutnya membentuk deuterium, tritium, hidrogen, dan seterusnya, yang membedakan adalah seberapa cepat reaksi ini terjadi dan dalam tempo berapa lama. Kalau pembentukan unsur-unsur berat pasti memerlukan kondisi yang spesifik, apalagi untuk unsur logam mulia (yang notabene sukar bereaksi). Fakta ilmiah ini sudah ada, seperti berlian buatan, serta reaksi fisi dan fusi di laboratorium nuklir. Mungkin di luar angkasa sana kondisi pembentukan unsur-unsur berat lebih mudah dan lebih cepat sehingga kandungan emas dan platina lebih melimpah.

Kalau kita harus menambang di luar angkasa gw jadi inget seri Gundam, kan ada penambangan dan manufaktur di luar angkasa . . . . . Peace.gif
gtoz
Hmm kapan ya peradaban manusia bisa seperti di Sins of Solar Empire. Menurut teori masih banyak sekali "kemustahilan" yg harus diwujudkan, apalagi kalau sudah membicarakan mesin warp.
Menarik untuk diingat bahwa diperlukan energi sejumlah tidak terhingga untuk mencapai kecepatan cahaya.
Berarti tingkat kemajuan fisika ala Star Trek itu sangat jauh dengan kenyataan saat ini.
Barangkali penemuan mesin propulsi laser yang baru-baru ini dikonsepkan bisa mewujudkan impian manusia untuk berkelana di angkasa?
Tantangan selanjutnya adalah menemukan generator energi yang sanggup untuk menghasilkan laser dengan intensitas yang cukup besar tsb.
Lagi-lagi persoalan energi yang menjadi kendala.
cenget.ajus
wuih, keren.... enak banget tuh... sayangna di luar angkasa ndak da yg suka ma emas ya... makana dibiarin kesana kemari tuh emas...
124M4
gw rasa mimpi nambang ampe ke luar angkasa itu terlalu berlebihan

kalau manusia dah bisa nambang di luar angkasa

gimana ke seimbangan ekonomi dunia nanti..? di nilai pake apa..

trus.. emas jadi tidak berharga lagi dong di karenakan emas sudah tidak langka lagi..?

Donatian
Kalo bisa menambang di luar angkasa, nilai emas turun dong soalnya jumlah penawaran emas lebih banyak daripada jumlah permintaan (pake persamaan ekonomi, ga mudeng fisika kimia Tounge.gif)
blakden
Menarik juga kajian nya,
kayaknya dari teori waktu skul dulu ya semua materi isi planet dan lainnya sama, kan dari asal sama.... konsentrasi aja yang beda, Thinking.gif

kalo nambang diluar negeri mah , ngayal dan kemungkinan kecil dapetnya........ logam berharga emang banyak di benda angkasa, tapi konsentrasinya kurang (ngak ngumpul)....... rugi jauh jauh......,... di bumi kita aj masih ada,..

peace, keep earth green
blakden
Menarik juga kajian nya,
kayaknya dari teori waktu skul dulu ya semua materi isi planet dan lainnya sama, kan dari asal sama.... konsentrasi aja yang beda, Thinking.gif

kalo nambang diluar angkasa (palnet lain) mah , ngayal dan kemungkinan kecil dapetnya........ logam berharga emang banyak di benda angkasa, tapi konsentrasinya kurang (ngak ngumpul)....... rugi jauh jauh......,... di bumi kita aj masih ada,..

peace, keep earth green
abdi dalem
ehm menurut gw daripada nambang emas diluar angkasa..
mendingan meneliti planet yang bis bumia dihuni oleh makhluk
donkey dick
oh iya...masalah emas dan platinum...jgn2 yang di cerita Dan brown di deception point itu bener? katanya banyak private company yang mau ngambil alih NASA, biar bisa gali bahan tambang di angkasa ..g tau juga sih...
whitebrain13
QUOTE (donkey dick @ Apr 19 2009, 11:45 PM) *
oh iya...masalah emas dan platinum...jgn2 yang di cerita Dan brown di deception point itu bener? katanya banyak private company yang mau ngambil alih NASA, biar bisa gali bahan tambang di angkasa ..g tau juga sih...


wah, kebanyakan nonton pelm nih....tapi gw jg Peace.gif
soalnya yang gw tau asteroid itu sumber mineral logam sedangkan fosil itu hanya sumber BBM saja...bumi terbentuk juga karena ledakan kan?(big bang theory)...
kalo nambang di luar angkasa safetynya harus gila2an tuh...ati2 jg ama Galactus! chaong.gif
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.