Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Kapal Pemudik WNI Karam di Malaysia
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Fresh News
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Selasa, 30 September 2008 | 11:23 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/09/30/1123....di.malaysia....

Kapal Pemudik WNI Karam di Malaysia



Getty Images/china photo
Ilustrasi:sebuah kapal penumpang kandas dekat pantai.


QUOTE
KUALA LUMPUR, SELASA - Sebuah kapal yang mengangkut sekitar 150 WNI yang akan mudik lebaran ke Sumatera, karam sekitar tiga kilometer dari pelabuhan Barat, Klang, Selasa pagi (30/9) sekitar jam 7.30 waktu setempat. Saat ini sudah 10 penumpang dikabarkan meninggal dunia sementara upaya penyelamatan masih terus berlangsung.

Kepala polisi laut Isa Munir mengatakan, sebuah kapal minyak dan sebuah kapal tunda yang lewat saat itu telah membantu menyelamatkan korban. Sekitar 85 penumpang diselamatkan kapal minyak Awana Liverpool dan 30 penumpang diselamatkan kapal tunda, demikian diberitakan media massa Malaysia, Selasa.

Para penumpang yang selamat langsung dibawa ke Hospital Tengku Ampuan Rahimah untuk mendapatkan perawatan.

Adapun kapal berkapasitas angkut 70 orang itu diberitakan mengangkut 150 orang. Berlebihnya penumpang menjadi salah satu sebab tenggelamnya kapal. Para polisi laut masih terus melakukan pencarian dan upaya penyelamatan.

Para penumpang diperkirakan akan mudik ke kampung halaman di Sumatera untuk merayakan hari raya Idul Fitri yang akan jatuh pada Rabu 1 Oktober 2008.

Sementara itu, juru bicara KBRI Eka A Suripto mengatakan, KBRI telah mengirim seorang petugas polisi dan konsuler untuk meninjau lokasi dan menengok korban di rumah sakit. "Dubes Dai Bachtiar akan menyusul menengok para korban," katanya.

Sumber : Ant


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Selasa, 30 September 2008 | 17:52 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/09/30/1752...dik.di.malaysia

12 WNI Tewas dalam Tragedi Kapal Pemudik di Malaysia



(Getty Images/TENGKU BAHAR)
Seorang pria mengamati kapal RMS Queen Mary 2 yang bersiap melepas sauh dari sebuah dermaga di Port Klang, sekitar 80 kilometer barat Kuala Lumpur, pada subuh hari, 4 Maret 2007.


QUOTE
KUALA LUMPUR, SELASA - Dua belas WNI tewas akibat tenggelam dan 125 WNI lainnya berhasil diselamatkan setelah kapal barang yang mereka tumpangi terbalik, Selasa (30/9) saat dalam perjalanan dari Malaysia ke Sumatera. Sebuah kapal yang mengangkut sekitar 150 WNI yang akan mudik lebaran ke Sumatera, karam sekitar tiga kilometer dari pelabuhan Barat, Klang, Selasa pagi (30/9) sekitar jam 7.30 waktu setempat.

Kepala kepolisian Klang, Mohamed Mat Yusop, menerangkan, kapal barang tersebut terbalik akibat kelebihan muatan. "Kapal itu kelebihan muatan. Seharusnya hanya mengangkut 40 orang tetapi kapal itu mengangkut lebih dari 100 orang," kata Mohamed Mat Yusop.

Menurut Mohamed Mat Yusop, 11 korban meninggal dunia adalah perempuan berusia 20-an tahun. Sementara korban yang berhasil diselamatkan termasuk 2 anak-anak dan satu bayi berusia 8 bulan.

Polisi Malaysia telah menahan 9 pria WNI untuk dimintai keterangan sehubungan dengan operasi kapal penyeberangan secara ilegal itu. Belum diketahui secara pasti jumlah penumpang yang berada di atas kapal tersebut dan operasi penyelamatan masih berlangsung hingga saat ini.

Terdapat lebih dari 2 juta pekerja asing di Malaysia. Sekitar 700.000 pekerja lainnya di negara tersebut adalah pekerja ilegal, yang sebagian besar berasal dari Indonesia dan bekerja dengan upah rendah.

JIM
Sumber : AP


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Rabu, 1 Oktober 2008 | 04:37 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/10/01/0437....malam.takbiran

KBRI Kuala Lumpur Bekerja pada Malam Takbiran



KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Dubes RI di Malaysia, Da'i Bachtiar


QUOTE
KUALA LUMPUR, RABU - Para pejabat dan staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Selasa (30/9) malam, sibuk mendata dan melayani 88 orang yang selamat dari kapal barang kayu yang tenggelam di dekat West Port, Klang, Selangor. Duta Besar RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar memimpin langsung kesibukan tersebut, hadir pula atase imigrasi, kepala staf perlindungan dan pelayanan WNI, atase perhubungan dan ibu-ibu Dharma Wanita.

Sebagian staf KBRI yang seharusnya libur dan mempersiapkan Idul Fitri bersama keluarga terpaksa masuk kantor untuk mendata mereka yang selamat dan masih hilang, memberikan pakaian yang layak agar besok mereka bisa ikut merayakan Idul Fitri 1429 Hijriah.

"Saya mau mereka ikut shalat Idul Fitri bersama kami di wisma duta. Kemudian jika kapal yang akan membawa mereka pulang ke Sumatera tiba maka mereka bisa langsung kembali ke tanah air dan kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarganya," kata Da’i Bachtiar.

Oleh sebab itu, KBRI sibuk mendata identitas mereka, siapa rombongannya yang masih hilang, masuk rumah sakit, meninggal dan barang-barang yang bisa diselamatkan atau ikut tenggelam bersama kapalnya.

Sebuah kapal kayu mengangkut barang dagang tenggelam tidak jauh dari West Port, Klang, sekitar pukul 08.30 waktu setempat. Kapal tersebut mengangkut sekitar 150 WNI yang hendak pulang kampung ke Sumatera untuk merayakan Idul Fitri.

Tenggelamnya kapal itu telah menewaskan 12 orang terdiri 11 wanita dan satu lelaki, 125 orang selamat. Sebanyak 125 orang yang selamat, 18 orang harus dirawat di Rumah Sakit (Hospital) Tengku Ampuan Rahimah, diantaranya tiga wanita hamil dan tiga anak-anak di bawah lima tahun. Sebanyak 88 penumpang yang selamat ditahan di kantor polisi Klang.

Hasil pembicaraan dan perjuangan yang gigih dari KBRI maka mereka tidak dijebloskan ke penjara Imigrasi Malaysia. Polisi mengizinkan mereka dibawa ke kedutaan kemudian dipulangkan secepatnya ke tanah air.

IMA
Sumber : Antara


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Kamis, 2 Oktober 2008 | 11:37 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/10/02/1137...iba.di.malaysia
Laporan wartawan Kompas Haryo Damardono

Angkut Korban Tenggelam,
Kapal Dephub Tiba di Malaysia


QUOTE
JAKARTA, KAMIS-Juru bicara Departemen Perhubungan Bambang S Ervan menginformasikan Kapal Negara (KN) Sarotama milik Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai atau Indonesian Coast Guard, dijadwalkan merapat di Pelabuhan Barat, Port Klang, Malaysia, Kamis (2/10) pukul 13.00 waktu setempat.

Menurut Bambang Ervan, Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Tatang Razak menginformasikan KN Sarotama sebenarnya telah tiba di Port Klang, Kamis (2/10) pukul 06.30 waktu setempat, tetapi masih menunggu sejumlah clearance dari Otoritas Pelabuhan setempat.

Dephub mengirim kapal itu, untuk mengangkut pulang tenaga kerja Indonesia korban kapal tongkang yang tenggelam di perairan Pelabuhan Barat, Port Klang, Malaysia, Selasa lalu. Pengiriman kapal itu berdasar permintaan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Da'i Bachtiar kepada Menteri Jusman, Selasa malam sekitar pukul 19.00 WIB , ujar Bambang Ervan. KN Sarotama yang dikirim karena dekat berpangkalan di Tanjung Uban, Riau, tidak terlalu jauh dari Malaysia.

Saat ini, KBRI sedang mengurus administrasi agar KN Sarotama bisa segera keluar dari Port Klang, sedangkan imigrasi Malaysia sedang memeriksa status Tenaga Kerja Indonesia yang sebelumnya ikut kapal naas itu, ujar Bambang.

Kini, kata Bambang, 98 orang TKI ditampung sementara di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) sedangkan 18 korban dirawat Hospital Tengku Ampuan Rahimah Klang.

Ketika tenggelam, kapal tongkang berkapasitas 70 orang tersebut bermuatan 140 penumpang. Menurut dugaan sementara, kapal tenggelam karena kelebihan muatan, dan diterjang gelombang tinggi.

"Kami menyebutnya tongkang sayur. Bila kapal regular menyeberangi Selat Malaka dalam 4-5 jam, tongkang sayur menyeberangi selat itu selama 8 jam," ujar Bambang Ervan, yang kebetulan hingga tahun 2007 menjabat sebagai Atase Perhubungan di KBRI di Malaysia.

Siang ini pula, wartawan Kompas Agnes Rita S, yang biasa bertugas di Padang, Sumatera Barat, telah tiba di Port Klang, Malaysia, untuk meliput langsung kecelakaan kapal itu.

RYO
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Kamis, 2 Oktober 2008 | 15:27 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/10/02/1527...lamat.125.orang

Jumlah TKI yang Selamat 125 Orang


QUOTE
JAKARTA, KAMIS - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menjadi kapal tenggelam di Malaysia akan dipulangkan setelah diproses oleh pihak Malaysia, karena disinyalir beberapa dari mereka adalah TKI ilegal.

Menurut Dubes RI untuk Malaysia Da'i Bachtiar, yang ditemui di Puri Cikeas kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (2/10), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia telah berkoordinasi dengan Departemen Dalam Negeri (Depdagri) untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan memulangkan 12 korban tewas peristiwa tersebut.

"Jumlah yang selamat ada 125 tapi itu termasuk anak-anak jadi jumlah pastinya memang belum bisa dipastikan, begitu juga korban hilang, karena tidak ada data passenger list," ujar. Da'i Bachtiar yang datang ke Puri Cikeas Indah pada acara open house.

Ia mengakui memang ada masalah keimigrasian yang dilanggar oleh penumpang kapal yang tenggelam di pelabuhan Port Klang, Selangor, Malaysia Selasa dini hari lalu. Kapal yang tenggelam itu dinaiki oleh TKI yang akan mudik ke Indonesia.

MYS
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Kamis, 2 Oktober 2008 | 16:01 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/10/02/1601...dari.port.klang

103 TKI Korban Kapal Tenggelam,
Dipulangkan dari Port Klang



KOMPAS/TRY HARIJONO
Pemulangan TKI melalui penyeberangan reguler di Nunukan beberapa waktu lalu.


QUOTE
KUALA LUMPUR, KAMIS-Sejumlah 103 korban kapal tenggelam diberangkatkan dari Pelabuhan Port Klang, Malaysia, menuju Tanjung Balai Asahan, Kamis (2/10).

Mereka didampingi oleh staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia, dan berangkat menumpang kapal Suroaso yang disiapkan Departemen Perhubungan. Sejak siang tadi, para korban sudah sibuk mempersiapkan diri serta barang-barang mereka.

"Rasanya tidak sabar untuk segera bertemu dengan keluarga dan melepas trauma," kata Rina, salah satu korban kecelakaan.

Setelah kejadian kapal kayu terbalik tanggal 30 September lalu, para korban ditampung di KBRI Malaysia. Sejumlah 12 orang meninggal dalam kecelakaan itu. Sampai kini, 7 orang masih dirawat di rumah sakit. Sementara, tiga orang belum ditemukan. (ART)

Agnes Rita Sulistyawaty
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
berita sebelumnya ....
Source: Kompas.com Kamis, 2 Oktober 2008 | 16:58 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/10/02/1658...k.diperhatikan..
Laporan Wartawan Kompas Haryo Damardono

Angkutan Mudik TKI Tidak Diperhatikan


QUOTE
JAKARTA, KAMIS - Djoko Setijowarno dari pakar transportasi dari Unika Soegijapranata mengatakan, tenggelamnya kapal tongkang yang mengangkut Tenaga Kerja Indonesia di perairan Port Klang, Malaysia, menunjukkan pemerintah tidak memperhatikan TKI.

"Walau untuk memenuhi transportasi mudik di dalam negeri saja Pemerintah telah kewalahan, tetapi jangan lantas melupakan transportasi mudik bagi TKI. Buat tim kecil untuk mengurusi transportasi mudik para TKI. Mereka sumber devisa negara," ujar Djoko, Kamis (2/10) kepada Kompas .

Penambahan kapasitas bagi pemudik dari luar negeri sebenarnya telah dilakukan tetapi terbatas untuk angkutan udara. Kapasitas kursi untuk moda angkutan udara dari luar negeri pada masa lebaran tahun 2008 ini naik sebesar 59,61 persen. Bila pada tahun 2007, disediakan 500.252 kursi, maka tahun 2008 ini tersedia 798.437 kursi.

Penambahan kursi untuk rute yang menghubungkan empat bandar udara internasional di Indonesia, ditujukan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada Tenaga Kerja Indonesia. Kami ingin memfasilitasi TKI agar mudik lebih mudah," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nyoman Suhanda.

Djoko pun meradang. "Tidak semua TKI mampu membeli tiket pesawat. Lebih besar jumlah TKI yang mudik melalui pintu-pintu perbatasan di darat, maupun menyusup lewat beberapa selat," ujar Djoko.

Empat bandara internasional yang mengalami penambahan frekuensi penerbangan dan rute, adalah Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandara Polonia (Medan), Bandara Ngurah Rai (Denpasar), dan Bandara Juanda (Surabaya). Sedangkan kota asal di luar negeri, yang diprediksi mengalami lonjakan penumpang adalah, Singapura, Kuala Lumpur, Hong Kong, dan Penang.

Untung saja, tidak semua TKI pulang melalui Terminal TKI di Bandara Soekarno-Hatta. Masih banyak pemerasan di terminal itu, kata Djoko.

Haryo Damardono
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network


Peace.gif peace Peace.gif
bozan
sudah menjadi pahlawan devisa, tapi masih saja diperlakukan kayak budak, sudah gitu banyak diperas lagi. Waiting.gif

pemerintah kita ini cuman bisa ngomong doang alias "no action, talk only"

keasikan ngurusin perut sendiri, lupa dengan orang yang banting tulang untuk mengisi perut2 milik orang2 tak bermoral ShameOnYou.gif

Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Minggu, 5 Oktober 2008 | 11:31 WIB
http://kompas.com/read/xml/2008/10/05/1131....untuk.keluarga
Laporan Wartawan Kompas Agustinus Handoko

Musibah TKI Malaysia:
Tak Ada Santunan untuk Keluarga



KOMPAS/ AUFRIDA WISMI WARASTRI
Salah satu dari delapan jenazah TKI yang tewas saat kapal tongkang yang mereka tumpangi tenggelam di perairan Port Klang Selat Malaka Selasa lalu tiba di terminal Cargo Bandara Polonia, Medan. Saat peti dibawa masuk ambulan oleh keluarga, Minggu (5/10).


QUOTE
TANGERANG, MINGGU - Keluarga 12 tenaga kerja Indonesia yang meninggal dunia akibat kecelakaan kapal dari Malaysia tidak akan mendapatkan santunan. Hanya saja, pemerintah akan menanggung seluruh biaya pengembalian dan penguburan jenazah yang masing-masing berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 14 juta.

"Tidak ada santunan untuk keluarga karena informasi terakhir, para TKI itu tidak melalui prosedur yang benar. Ada juga izin tinggal yang sudah habis tetapi tidak diperpanjang," kata Ketua Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Zumhur Hidayat saat menunggu kedatangan dua jenazah TKI di Bandara Soekarno Hatta, Minggu (5/10).

Namun, Zumhur mengaku terus memantau perkembangan musibah itu sehingga bisa mengambil kebijakan yang tepat terhadap keluarga para TKI. Zumhur mengatakan, seandainya para TKI menggunakan prosedur penempatan yang benar sesuai dengan standar BNP2TKI, mereka bisa mendapat santunan.

Persoalan TKI ilegal masih belum bisa dituntaskan sehingga para TKI selalu tak memiliki daya tawar ketika berhadapan dengan aturan.

Agustinus Handoko
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network


Peace.gif peace Peace.gif
bozan
emang serba salah kalau sudah begini ...

ikut lewat PJTKI resmi aja engga keurus, apalagi yang secara ilegal ...

Peace.gif
ada_dech
wadoh........


parah dah kalo gini.......


ternyata ga da bedanya ma Indonesia

ato jgn2 ntu sopirnya dr Indo lagee.......
yg doyan overloading penumpang......




heee.........



seharusnya pemerintah menjamin trtansportasi warganya yg mencari nafkan di luar negeri


tul kagak coy....
cabrola
miris gue bacanya
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.